Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana

Setelah selesai makan, Dirga keluar dari ruangan saat dia makan tadi. Kotak makanan dan botol itu dia kembalikan ke meja resepsionis saat pegawai resepsionis sedang pergi ke toilet. Lalu Ken pun datang dari arah belakang.

"Maaf Tuan Muda saya terlambat karena jalannya macet. Ini sarapan tuan dan minumannya" ucap Ken menyerahkan kotak kardus makanan dan air mineral

"Cih.. lalu yang aku makan tadi milik siapa?" batin Dirga yang tidak mengatakan kalau dia salah makan milik orang lain.

Bagaimana harga dirinya kalau Ken tau dia salah mengambil makanan orang lain. Bisa-bisa Ken menertawakannya maka akan hilang wibawa yang selama ini dijaganya.

"Makanlah saja, saya sudah tidak lapar karena lama menunggu jadi gajimu saya potong 20%" ucap Dirga sambil berjalan memasuki ruangan

"Baik tuan" apalagi kata yang bisa terucap selain "Baik Tuan", karena kalau dia protes sekali saja maka potongan gaji udah jadi 40%. Dua kata itu sudah cukup menjadi mantra penolong Mr Ken dari potongan gaji yang tidak berperasaan.

Ken berjalan ke depan membukakan pintu untuk Dirga. Saat itu Niana duduk tepat di depan pintu dengan posisi membelakangi pintu. Sehingga yang terlihat hanyalah rambutnya yang dikepang kanan kiri. Kepala Dirga tiba-tiba terasa sedikit pusing saat melihat rambut Niana yang dikepang. Entah apa yang dirasakan bentuk rambut yang dikepang itu terngiang-ngiang di pikirannya. Lalu dia duduk di kursi tengah paling ujung yaitu di kursi presdirnya.

"Si rambut kepang itu lagi, kenapa kepala ku jadi pusing saat melihat gaya rambutnya" batin Dirga melirik ke arah Niana

Selama rapat dimulai sampai selesai, Niana pun tidak melirik ke arah Dirga sama sekali. Dia berusaha mengunci mati hatinya dari nama Dirga agar tetap fokus bekerja. Karena dia sadar Dirga juga tidak mungkin memikirkannya, dia sudah kembali ke Dirga aslinya. Apalagi Dirga juga sudah punya tunangan jadi cintanya akan kembali pada tempat yang seharusnya.

"Ken taruh berkas rapat hari ini di ruangan saya, saya akan menyusul nanti" ucap Dirga

"Baik Tuan Muda"

Setelah semua orang keluar dari ruang rapat, Dirga menuju pintu mengintip ke meja resepsionis untuk melihat siapa pemilik kotak makanan yang ia makan tadi.

"Permisi mbak, saya mau ambil kotak bekal saya" ucap Niana

"Silahkan" ucap pegawai resepsionis menyerahkan kotak bekal Niana

Niana pun kaget, minumanya dalam botol tinggal separuh dan kotak bekalnya jadi terasa ringan. Lalu dia membukanya diatas meja resepsionis.

"Kenapa tinggal tulangnya" batin Niana melirik ke pegawai resepsionis

"Maaf nona bukan saya" ucap pegawai resepsionis sambil melirik isi kotak bekal Niana yang tinggal tulang belulang sama sendoknya saja

Niana pun berhenti sejenak di depan meja resepsionis dan memikirkan siapa yang telah memakan bekalnya.

"Kenapa kalau rapat nasibku selalu sial sih" ucap Niana sambil mendongakan kepalanya ke atas merasa sedih lalu meninggalkan tempat itu

"Jadi makanan itu milik si rambut kepang" ucap Dirga

Di ruangan Dirga, Ken berdiri di samping kursi sibuk manata berkas yang sudah ditandatangani Dirga tadi pagi. Dirga duduk dikursinya sibuk dengan ponselnya. Ken melirik ke ponsel tuanya, dia penasaran apa yang dilakukan tuan mudanya itu. Karena dari pintu menuju ke kursinya pandangan matanya tidak pernah lepas dari ponselnya. Terlihat gambar makanan yang sedang dia cari dari ponselnya.

"Ken apa di sekitar kantor ada yang jual Ayam kecap?" tanya Dirga

"Biar saya carikan keluar kantor tuan kalau Tuan Muda ingin makan ayam kecap"

"Tidak dibutuhkan"

"Baiklah"

"Ken siapa nama wanita rambut kepang yang dulu sepertinya pernah ikut rapat di devisi 1?"

"Niana, tuan. Apakah dia membuat kesalahan?" ucap Mr Ken curiga dengan tuannya, kenapa tiba-tiba menanyakan Niana

"Tidak, kenapa dia jadi di devisi 2?"

"Dia dipindahkan untuk menggantikan sekretarinya Ibu Niken pimpinan devisi 2"

Akhirnya Dirga telah menemukan restoran yang menjual ayam kecap, lalu memesannya atas nama Niana. Dirga tidak ingin mengambil makanan orang lain seperti pencuri. Dimana harga dirinya kalau sampai ada yang tau. Makanya dia diam-diam memesan ayam kecap atas nama Niana untuk mengembalikan makanan yang telah dimakannya beserta minuman jus stroberry. Karena Dirga ingat waktu itu minuman stroberrynya tertukar dengan miliknya waktu rapat pertama.

Siang itu Niana sedang sibuk mengetik laporan di meja kerjanya. Dia melirik kotak bekalnya, harusnya bisa dimakan siang ini. Tiba-tiba ada kurir makanan datang mengantarkan pesanan ke lantai 18 devisi 2.

"Selamat siang, maaf ini dengan mbak Niana?"

"Iya, saya Niana pak"

"Ini pesan anda mbak, 50 bungkus ayam kecap dan 50 jus stroberry"

"Maaf pak saya tidak memesan ayam kecap dan jus stroberry apalagi dengan jumlah 50 bungkus" ucap Niana syok

"Tapi ini atas nama anda mbak dan sudah dibayar lunas, mohon diterima" ucap kurir makanan itu sambil menunjukan bukti kuitansi pembayaran lunas atas nama Niana devisi 2 Sanjaya Grub

"Baiklah... kalau begitu saya terima"

"Terima kasih mbak"

Niana hanya menganggukan kepalanya karena masih bingung siapa yang sudah memesan makanan atas namanya dalam jumlah banyak dan sudah dibayar lunas.

"Siapa yang memesan makanan ini? Apakah orang yang memakan bekalku, lalu dia menggantinya dengan ayam kecap sebanyak ini. Tapi siapa" batin Niana

"Ya ampun... Niana kamu pesan makanan banyak sekali, apa ini perayaan karena kamu pindah ke devisi 2?" ucap Dita yang meja kerjanya disebelah Niana

"He...he iiyaa... ini buat kamu 1. Minta tolong bagiin ke teman-teman lain ya" ucap Niana sendiri yang juga kebingungan mendapat kiriman 50 bungkus ayam kecap beserta minumannya dari siapa

"Oke, tetapi sepertinya sisa 25 bungkus karena di devisi 2 ada 20 orang termasuk bu Niken, yang 5 cleaning servis"

"Baiklah sisanya biar aku antar ke teman-teman devisi 1 saja"

"Oke"

Niana langsung menghubungi temanya di devisi 1.

"Halo Riska"

"Halo Niana, kemana saja tidak ada kabar? Aku sampai bingung tidak ada temen gosip tau. Sekarang malah kamu pindah devisi"

"Kamu sibuk tidak, kalau tidak buruan ke sini devisi 2 lantai 18. Aku mau ngasih makanan buat teman-teman devisi 1"

"Acara apa memangnya? ini kan bukan hari ulang tahunmu?"

"Buruan saja ke sini bawel"

"Oke, aku ke situ"

Riska pun segera turun ke lantai 18, kebetulan udah jam istirahat.

"Riska sini" teriak Niana sambil melambaikan tangannya ketika melihat Riska

"Niana.... aku kangen sama kamu" ucap Riska

"Apaan sih, dasar jomblo. Buruan bawa ini semua" ucap Niana

"Whats?? Sebanyak ini.... Aduh Niana mana bisa aku bawa sendiri. Kamu bantuin ya"

"Tapi aku tidak bisa, aku sibuk"

"Helo... ini jam istirahat, alasan saja kamu. Lalu kamu mau minta tolong siapa? Lihat semua teman devisimu lagi pada makan semua"

"Aduh.. siapa ya yang bisa bantu" ucap Niana bingung karena tidak ingin bertemu Dirga. Mr Ken pun juga menyuruhnya untuk menjauhi Tuan Mudanya itu.

"Yang bisa bantu ya kamu lah, ayo buruan keburu jam makan siang habis" ucap Riska menarik tangan Niana yang membawa 50 gelas minuman

"Semoga Dirga tidak ada di sana" batin Niana

Akhirnya mereka sampai di lantai 20. Riska pun mulai membagikan makanan.

"Hai Niana apa kabar" sapa teman-teman di devisi 1

"Hai teman-teman"

"Niana, ada acara apa bagi-bagi makanan?" tanya pak Hendra

"Kata temannya yang devisi 2, acara pindah devisi pak

"Ada-ada saja" ucap Pak Hendra

"Niana kalau pindah devisi dari 1 ke 2 itu bukannya gajinya lebih sedikit, kenapa malah syukuran" ucap karyawan lain

"Hidup itu harus selalu disyukuri apapun keadaanya. Gaji lebih sedikit yang penting kan masih punya kerjaan daripada nganggur. Apalagi kerja dari jerih payah sendiri itu syukurnya luar biasa" ucap Niana dengan lantang karena gajinya masih sama saat di devisi 1

"Betul kata Niana" ucap pak Hadi

"Hemm" tiba-tiba suara Mr Ken mengagetkan mereka semua yang sedang berisik seperti di pasar

"Maaf Pak Dirga, Mr Ken. Ini Niana yang pindah ke devisi 2 membagikan makanan untuk kita" ucap pak Hendra

"Ini buat Pak Dirga dan Mr Ken" ucap Riska menyerahkan 2 kardus makanan pada Mr Ken. Pak Dirga yang ada di samping Mr Ken tetap bersikap dingin sambil melirik ke arah kardus yang diberikan Riska.

"Niana, minumanya mana... kenapa bengong?" ucap Riska menoleh ke arah Niana

Niana berada di belakang pak Hendra dan Riska seperti sedang menyembunyikan diri.Dirga meliriknya sebentar lalu mengarahkan pandangannya ke depan.

"Iiini... minuman untuk Pak Dirga dan Mr Ken" ucap Niana lirih sambil menundukan kepalanya tak berani melihat wajah Dirga

"Niana kamu kenapa belum makan apa sedang sakit? suara mu jadi pelan padahal tadi lantang sekali" ucap Riska

"Aku tidak apa-apa, maaf permisi pak Dirga Mr Ken, permisi semuanya saya kembali dulu" ucap Niana segera bergegas meninggalkan lantai itu. Hatinya benar-benar tidak karuan padahal sama sekali tidak melihat batang hidung Dirga

Setelah Niana pergi Dirga masuk ke ruanganya diikuti Mr Ken di belakangnya.

"Pindah devisi malah bagi-bagi makanan, bodoh apa polos?" ucap Dirga mengoceh sendiri

"Apakah Tuan Muda ingin makan ini atau yang lain?" tanya Mr Ken yang membawa kardus makanan

"Kamu makanlah duluan, saya belum lapar"

"Baiklah Tuan Muda, makanan anda saya letakan di meja"

Mr Ken lalu membuka kardus makanan miliknya dan mulai memakannya. Dirga sibuk melihat-lihat ponselnya sambil sesekali melirik Mr Ken yang sedang menikmati ayam kecap. Sebenarnya dia juga ingin makan ayam kecap lagi. Tetapi gengsinya harus dijaga di depan Mr Ken. Entah sejak kapan dia suka makan ayam kecap. Sebelumnya dia tidak pernah suka makan ayam. Apalagi ayam kecap itu dari Niana yang habis dikatai bodoh oleh Dirga.

"Ken apakah Tania masih menanyakan kabar ku lagi?"

"Maaf Tuan Muda, Nona Tania menanyakan kabar anda terakhir 2 minggu yang lalu. Setelah itu nona Tania belum mengirim pesan lagi"

"Apakah ada tanda-tanda dia akan kembali?"

"Sepertinya belum tuan"

"Haruskah aku yang memulai dulu mengabarinya?"

"Maaf tetapi Nona Tania tidak pernah tahu kalau tuan amnesia"

"Apa....??? Jadi Tania tidak pernah tahu kalau saya seminggu lebih mengalami amnesia dan menjalani terapi di RS Surabaya" ucap Dirga marah tangannya menghujamkan sebuah pulpen yang sedang dipegangnya ke meja kaca di depannya.

Melihat Tuan Dirga marah, Mr Ken menghentikan makannya. Dia terlihat kesulitan menelan makanan yang terakhir dikunyahnya. Makanan itu pun rasanya seperti nyangkut di kerongkongannya

"Maaf tuan, kendalikan emosi anda. Semua dilakukan atas perintah Nyonya Besar. Nyonya besar tidak ingin hubungan anda dengan Nona Tania yang sedang tidak baik waktu itu memperparah trauma di kepala anda. Mungkin Nona Tania menjadi tidak peduli setelah tahu anda amnesia sehingga tidak akan menanyakan tentang anda. Karena anda juga tidak akan ingat tentang dia. Dia akan memilih fokus dengan studinya daripada menghubungi orang yang tidak mengenalnya. Dan faktanya Selama Nona Tania tidak tahu kalau anda amnesia, dia hanya menanyakan kabar anda 2 kali saja. Apalagi kalau dia tahu anda amnesia mungkin tidak ada kabar sama sekali. Semua dilakukan nyonya besar untuk kebaikan hubungan kalian. Karena tuan muda mencintai Nona Tania"

"Lalu kenapa ponsel saya tidak kamu berikan pada saya ketika amnesia?"

"Nyonya besar tidak ingin membebani pikiran anda yang waktu itu sedang sakit. Dokter juga menyarankan agar anda tidak banyak berpikir. Jadi ponsel Tuan Dirga saya simpan. Lagipula Tuan Dirga juga memblokir nomer nona Tania jadi nona Tania menghubungi saya setiap menanyakan kabar anda"

"Itu tidak sengaja, waktu kecelakaan itu saya salah menekan tombol blokir"

"Maaf Tuan Dirga saya tidak tahu kalau tuan tidak sengaja memblokirnya. Saya kira tuan benar-benar marah pada Nona Tania"

"Saya akan menjelaskan semuanya pada Tania sekarang. Berikan ponsel saya"

"Hemmm selalu gegabah hanya karena wanita. Terserah Tuan Muda saja, saya akan mendukung selama Nona Tania tidak selingkuh dan selama tuan masih mencintainya" batin Mr Ken menyerahkan ponsel Dirga yang masih disimpannya. Lalu melanjutkan makannya yang sempat terhenti tadi

Dirga mulai menghubungi Tania. Dia berharap Tania akan segera pulang menemuinya dan meninggalkan studinya sebentar. Setidaknya dia bisa memasangkan cicin lamaran di jari Tania agar bisa mengikatnya dan tidak diambil orang lain. Berkali-kali Dirga menghubungi Tania tetapi tidak diangkat. Chatnya juga tidak dibaca.

"Ken... apa biasanya Tania susah dihubungi?"

"Sepertinya begitu tuan, Nona Tania sering mematikan ponselnya kalau sedang sibuk"

"Sial... apa studinya sangat penting daripada saya"

"Begitulah tuan, lebih baik makanlah dulu"

Karena begitu kesal Dirga pun tanpa sadar membuka kardus makanan dan melahap ayam kecap itu. Mr Ken hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah tuannya itu.

"Sejak kapan anda suka ayam Tuan Muda, apakah sejak bersama Niana?" batin Mr Ken

Terpopuler

Comments

faridah ida

faridah ida

semoga aja mr Ken nyelidiki Tania , bisa jadi kan tania selingkuh ...

2023-09-05

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2 Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3 Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4 Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5 Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6 Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7 Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8 Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9 Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10 Episode 10 Berjualan pudding di taman
11 Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12 Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13 Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14 Episode 14 Dirga menghilang
15 Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16 Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17 Episode 17 Nostalgia waktu SD
18 Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19 Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20 Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21 Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22 Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23 Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24 Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25 Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26 Episode 26 Sudah ingat semuanya
27 Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28 Episode 28 Alergi kepiting
29 Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30 Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31 Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32 Episode 32 Menghindar dari Dirga
33 Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34 Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35 Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36 Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37 Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38 Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39 Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40 Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41 Episode 41 Tak tahan lagi
42 Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43 Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44 Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45 Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46 Episode 46 Mencari info tentang Tania
47 Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48 Episode 48 Dirga sakit
49 Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50 Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51 Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52 Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53 Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54 Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55 Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56 Episode 56 Bertengkar
57 Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58 Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59 Episode 59 Dua insan telah bersatu
60 Episode 60 Melakukannya lagi
61 Episode 61 Kesedihan Dirga
62 Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63 Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64 Episode 64 Insiden tengah malam
65 Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66 Episode 66 Gara-gara baju seksi
67 Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68 Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69 Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70 Episode 70 Disuruh segera pulang
71 Episode 71 Membuat menunggu lagi
72 Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73 Episode 73 Ceroboh
74 Episode 74 Pinokio
75 Episode 75 Sudah puas
76 Episode 76 Mengerjai Niana
77 Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78 Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79 Episode 79 Duka Mendalam
80 Episode 80 Menaruh Dendam
81 Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82 Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83 Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84 Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85 Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86 Episode 86 Tarian Centil
87 Episode 87 Asal Bicara
88 Episode 88 Salah Sangka
89 Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90 Episode 90 Harapan Yang Kandas
91 Episode 91 Suara Yang Familier
92 Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93 Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94 Episode 94 Diskusi Rahasia
95 Episode 95 Benar-benar Hamil
96 Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97 Episode 97 Buku Diary Aska
98 Episode 98 Salah Sangka
99 Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100 Episode 100 Aska Cemburu
101 Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102 Episode 102 Ciuman Dadakan
103 Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104 Episode 104 Teror Di Toko
105 Episode 105 Saling Tuduh
106 Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107 Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108 Episode 108 Cemburu
109 Episode 109 Saling Cemburu
110 Episode 110 Pengawal Gadungan
111 Episode 111 Tidak Ada Kabar
112 Episode 112 Kabar Duka Lara
113 Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114 Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115 Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116 Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117 Episode 117 Tak Disangka-sangka
118 Episode 118 Salah Kamar
119 Episode 119 Merasa Aneh
120 Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121 Episode 121 Bertengkar Lagi
122 Episode 122 Cemburu
123 Episode 123 Keceplosan
124 Episode 124 Rindu
125 Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126 Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127 Episode 127 Penyesalan
128 Episode 128 Salah Paham Selesai
129 Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130 Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131 Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132 Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133 Episode 133 Panik Dan Khawatir
134 Episode 134 Gelang Dirga
135 Episode 135 Alergi Lagi
136 Episode 136 Akhirnya Tahu
137 Episode 137 Melepas Rindu
138 Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139 Episode 139 Diculik
140 Episode 140 Pengakuan
141 Episode 141 Disekap
142 Episode 142 Petunjuk
143 Episode 143 Pencarian
144 Episode 144 Kebahagiaan Datang
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2
Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3
Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4
Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5
Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6
Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7
Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8
Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9
Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10
Episode 10 Berjualan pudding di taman
11
Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12
Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13
Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14
Episode 14 Dirga menghilang
15
Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16
Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17
Episode 17 Nostalgia waktu SD
18
Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19
Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20
Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21
Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22
Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23
Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24
Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25
Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26
Episode 26 Sudah ingat semuanya
27
Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28
Episode 28 Alergi kepiting
29
Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30
Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31
Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32
Episode 32 Menghindar dari Dirga
33
Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34
Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35
Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36
Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37
Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38
Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39
Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40
Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41
Episode 41 Tak tahan lagi
42
Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43
Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44
Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45
Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46
Episode 46 Mencari info tentang Tania
47
Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48
Episode 48 Dirga sakit
49
Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50
Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51
Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52
Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53
Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54
Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55
Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56
Episode 56 Bertengkar
57
Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58
Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59
Episode 59 Dua insan telah bersatu
60
Episode 60 Melakukannya lagi
61
Episode 61 Kesedihan Dirga
62
Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63
Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64
Episode 64 Insiden tengah malam
65
Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66
Episode 66 Gara-gara baju seksi
67
Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68
Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69
Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70
Episode 70 Disuruh segera pulang
71
Episode 71 Membuat menunggu lagi
72
Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73
Episode 73 Ceroboh
74
Episode 74 Pinokio
75
Episode 75 Sudah puas
76
Episode 76 Mengerjai Niana
77
Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78
Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79
Episode 79 Duka Mendalam
80
Episode 80 Menaruh Dendam
81
Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82
Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83
Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84
Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85
Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86
Episode 86 Tarian Centil
87
Episode 87 Asal Bicara
88
Episode 88 Salah Sangka
89
Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90
Episode 90 Harapan Yang Kandas
91
Episode 91 Suara Yang Familier
92
Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93
Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94
Episode 94 Diskusi Rahasia
95
Episode 95 Benar-benar Hamil
96
Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97
Episode 97 Buku Diary Aska
98
Episode 98 Salah Sangka
99
Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100
Episode 100 Aska Cemburu
101
Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102
Episode 102 Ciuman Dadakan
103
Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104
Episode 104 Teror Di Toko
105
Episode 105 Saling Tuduh
106
Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107
Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108
Episode 108 Cemburu
109
Episode 109 Saling Cemburu
110
Episode 110 Pengawal Gadungan
111
Episode 111 Tidak Ada Kabar
112
Episode 112 Kabar Duka Lara
113
Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114
Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115
Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116
Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117
Episode 117 Tak Disangka-sangka
118
Episode 118 Salah Kamar
119
Episode 119 Merasa Aneh
120
Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121
Episode 121 Bertengkar Lagi
122
Episode 122 Cemburu
123
Episode 123 Keceplosan
124
Episode 124 Rindu
125
Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126
Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127
Episode 127 Penyesalan
128
Episode 128 Salah Paham Selesai
129
Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130
Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131
Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132
Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133
Episode 133 Panik Dan Khawatir
134
Episode 134 Gelang Dirga
135
Episode 135 Alergi Lagi
136
Episode 136 Akhirnya Tahu
137
Episode 137 Melepas Rindu
138
Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139
Episode 139 Diculik
140
Episode 140 Pengakuan
141
Episode 141 Disekap
142
Episode 142 Petunjuk
143
Episode 143 Pencarian
144
Episode 144 Kebahagiaan Datang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!