Setelah Pak Hadi meninggalkan rumah, Niana langsung duduk di kursi taman karena syok melihat lelaki yang sudah 13 tahun ditinggalkannya. Dia melihat cangkirnya dipakai ayahnya minum. Cangkir kesayangannya itu langsung dilempar hingga pecah berkeping-keping. Sepertinya Niana sangat marah sekali apalagi cangkir kesayangannya hadiah ulang tahun dari ibunya sudah dipakai ayahnya yang telah menghianatinya.
"Niana maafkan aku, aku tidak tau kalau dia ayahmu" ucap Dirga mengusap air mata yang menetes di pipi Niana
Niana hanya menganggukan kepala.
"Aku mau ke kamar istirahat sebentar" ucap Niana
"Baiklah istirahatlah, biar aku bereskan gelasnya yang pecah"
"Lain kali jangan sentuh barangku, buang semua cangkir itu" ucap Niana lalu masuk ke dalam rumah
"Maafkan aku Niana" Niana langsung meninggalkan Dirga tanpa mempedulikan ucapannya
"Bukankah hanya sebuah cangkir kenapa dia sangat marah, apakah aku sudah melakukan kesalahan besar seperti apa yang diketahui ayahnya. Apakah Niana tidak mau mengatakan kesalahanku sehingga dia selalu bersikap seolah aku bukan pasangannya" batin Dirga
Hari sudah siang tetapi Niana belum juga keluar dari kamarnya. Dirga ingin mengantar pudding ke rumah Ibu Lusy yang telah memesan 500 pudding untuk acara ulang tahun anaknya. Dirga mengetuk pintu kamar Niana tetapi tidak ada jawaban. Dia menunggu sebentar dan mengetuk pintu lagi tetapi masih tidak terdengar suara Niana. Dirga berpikir Niana sangat marah padanya sehingga tidak mau bicara padanya.
"Niana aku mau mengantar pudding, aku sudah memasak makan siang untuk mu. Aku pergi dulu" ucap Dirga
Tanpa terasa Niana sudah tertidur cukup lama hingga hari sudah menjelang sore. Dia mulai membuka matanya mencari ponselnya yang terus berbunyi. Ada pesan masuk dari akun medsos nya Niana, ternyata teman-teman SD sedang ramai saling mengirim chat di grub membahas acara reuni. Dia dimasukan dalam grub alumni SD N 10 Surabaya. Ada undangan reuni SD besok minggu pagi. Sebenarnya dia malas datang ke acara reuni itu tetapi dia sudah berencana ingin ziarah ke makam ibunya karena sudah 13 tahun dia tidak berkunjung ke makam ibunya. Karena kebetulan ada undangan reuni SD jadi sekalian saja dia datang. Dia berencana tinggal di hotel satu hari di sana.
"Apakah Dirga juga masuk dalam daftar peserta yang setuju datang" batin Niana yang mencari-cari nama Dirga
Ternyata ada nama Dirga tetapi tidak ada akunnya. Mungkin orang besar seperti Dirga tidak main medsos, apalagi dia putra Sanjaya Grub. Kalau dia punya medsos pun, dia juga tidak akan tahu karena ponselnya selama ini disimpan Niana. Lalu Niana mengambil ponsel Dirga barangkali dia mendapat info tentang tunangannya foto atau chat-chat darinya. Walaupun sebenarnya dia dari awal tidak ingin tahu tentang isi ponselnya Dirga karena Mr Ken pasti sudah menyeting ponsel Dirga sedemikan rupa jadi tidak akan ada apa-apa tentang tunangannya di ponsel Dirga.
Niana mulai membuka ponsel Dirga dengan sandi yang diberikan Mr Ken. Dia tidak sabar ingin melihat seperti apa tunangannya Dirga. Kenapa Mr Ken dan Nyonya Sofi tidak memberi tahu tunanganya kalau Dirga amnesia. Niana kaget saat membuka galeri karena bukan foto tunangan Dirga yang di dapat.
"Kenapa malah foto-fotoku diponselnya Dirga, Mr Ken benar-benar tidak waras" ucap Niana
Niana terus membuka isi ponsel Dirga tetapi sepertinya sia-sia. Bahkan tidak ada riwayat chat atau panggilan dari tunangannya Dirga. Cuma ada riwayat dari kantor dan keluarga, akun medsos pun juga tidak ada. Artinya Dirga tidak akan datang pas reuni SD minggu depan. Niana pun merasa lega karena kalau Dirga datang dan mengaku suami Niana dan seluruh teman SD nya tahu, itu bisa membahayakan Niana kalau Dirga sembuh dari amnesianya dan Niana juga dilarang mempublikasikan hubungannnya dengan Dirga dalam perjanjiannya dengan Nyonya Sofi.
Perut Niana yang dari tadi siang belum terisi makanan terasa lapar. Lalu dia turun ke bawah menuju dapur. Dia melihat ke sekeliling dapur tidak melihat keberadaan Dirga. Biasanya sore hari dia sudah sibuk memasak. Ada makanan yang sudah disiapkan Dirga di meja makan. Niana mencari Dirga ke kamarnya tidak ada, di ruang tamu sepi dan di taman juga tidak ada. Dia terlihat sangat khawatir, sepertinya perasannya tidak enak dan jam sudah menunjukan pukul 5 sore.
"Mungkin dia terjebak macet saat mengantar pudding, kenapa aku sampe ketiduran sih. Bodoh bodoh... Gimana kalau terjadi apa-apa denganya" ucap Niana mengutuki dirinya sendiri
Karena hari sudah semakin gelap, Niana akhirnya menghubungi Mr Ken agar membantu mencarinya
"Halo Mr Ken, Tuan Dirga anda belum pulang dari mengantar pudding jam 2 siang tadi"
"Tunggulah saja Nona, mungkin Tuan Muda bosan di rumah"
"Tapi ini sudah malam, dia pergi jam 2 sampai jam 7 malam belum pulang"
"Nona mengkhawatirkan Tuan Muda kami?"
"Dih... saya cuma takut dia kesasar dan tidak tau jalan pulang"
"Hemm.. Tuan Muda sudah dewasa, Nona tidak perlu khawatir. Dan suatu saat Tuan Muda pasti tidak akan muncul di hadapan anda lagi"
"Terserah kalian, dia Tuan Muda kalian mau hilang mau mati bukan urusan ku juga" Niana langsung mematikan telefonnya.
"Kalau sudah dewasa kenapa masih memata-matai tiap hari, lagian aku juga tau hal itu pasti terjadi ketika ingatanya sudah kembali" Niana memaki ke arah ponselnya tetapi ada sesuatu yang terasa hilang dari hatinya ketika mendengar kata-kata Mr Ken
Malam semakin larut Niana semakin gelisah. Dia terlihat mondar mandir di teras rumah. Besok pagi dia akan terbang ke Surabaya tetapi Dirga belum pulang juga. Dia pun juga tidak tahu harus mencari Dirga kemana karena dia tidak sempat menanyakan dimana alamat rumah ibu yang memesan pudding pada Dirga.
"Dirga kemana sih? Apakah kemarahanku tadi siang membuat suasana hatimu tak nyaman? Tuan Tengil pulang lah. Kenapa membuatku khawatir? Dih apa yang barusan ku katakan. Sadar Niana dasar bodoh kenapa harus mengkhawatirkannya. Dia kan selalu diawasi suruhan Mr Ken. Pasti dia aman dimanapun berada. Bahkan nyamuk pun takut menyentuh kulitnya selama dalam pengawasan Mr Alien itu. Bukankah lebih baik Dirga pergi dari rumahku selamanya. Jadi besok aku bisa terbang sendiri ke Surabaya dengan aman tanpa Dirga. Sekalian saja hilang selamanya dari hidupku" ucap Niana pada dirinya sendiri. Bibirnya berkata menginginkan Dirga segera pergi dari hidupnya tetapi hatinya merasakan ada sesuatu yang akan hilang.
Hari sudah pagi Niana melihat jam sudah menunjukan pukul 6 pagi. Niana turun ke bawah mau sarapan ternyata Dirga belum pulang juga. Biasanya setiap pagi sudah ada sarapan diatas meja yang disiapkan Dirga. Niana merasa ada yang aneh dan perasannya gelisah seperti mengkhawatirkan sesuatu. Dia menjadi tidak semangat seperti biasa.
"Apakah kemarin pagi adalah hari terakhirku melihatmu? Tuan Tengil ingatan anda benarkah sudah kembali dan tidak akan muncul dihadapanku lagi? Kenapa pergi tanpa bilang apapun" batin Niana
Entah apa yang diinginkan hatinya Niana. Harusnya dia senang karena Dirga sudah pergi dari hidupnya. Tetapi hatinya seperti terbesit sedikit perasaan sedih saat Dirga pergi begitu saja.
Sabtu pagi itu Niana menuju bandara menuju ke Surabaya. Dia meninggalkan surat untuk Dirga entah Dirga akan datang membacanya atau tidak. Niana menulis surat yang mengatakan dia pergi ke Surabaya selama 2 hari untuk ziarah ke makam ibunya dan menghadiri reuni SD. Niana berharap Dirga pulang dan membaca surat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
faridah ida
jangan2 Dirga sudah ada di surabaya ini ....
2023-09-05
1