Episode 14 Dirga menghilang

Setelah Pak Hadi meninggalkan rumah, Niana langsung duduk di kursi taman karena syok melihat lelaki yang sudah 13 tahun ditinggalkannya. Dia melihat cangkirnya dipakai ayahnya minum. Cangkir kesayangannya itu langsung dilempar hingga pecah berkeping-keping. Sepertinya Niana sangat marah sekali apalagi cangkir kesayangannya hadiah ulang tahun dari ibunya sudah dipakai ayahnya yang telah menghianatinya.

"Niana maafkan aku, aku tidak tau kalau dia ayahmu" ucap Dirga mengusap air mata yang menetes di pipi Niana

Niana hanya menganggukan kepala.

"Aku mau ke kamar istirahat sebentar" ucap Niana

"Baiklah istirahatlah, biar aku bereskan gelasnya yang pecah"

"Lain kali jangan sentuh barangku, buang semua cangkir itu" ucap Niana lalu masuk ke dalam rumah

"Maafkan aku Niana" Niana langsung meninggalkan Dirga tanpa mempedulikan ucapannya

"Bukankah hanya sebuah cangkir kenapa dia sangat marah, apakah aku sudah melakukan kesalahan besar seperti apa yang diketahui ayahnya. Apakah Niana tidak mau mengatakan kesalahanku sehingga dia selalu bersikap seolah aku bukan pasangannya" batin Dirga

Hari sudah siang tetapi Niana belum juga keluar dari kamarnya. Dirga ingin mengantar pudding ke rumah Ibu Lusy yang telah memesan 500 pudding untuk acara ulang tahun anaknya. Dirga mengetuk pintu kamar Niana tetapi tidak ada jawaban. Dia menunggu sebentar dan mengetuk pintu lagi tetapi masih tidak terdengar suara Niana. Dirga berpikir Niana sangat marah padanya sehingga tidak mau bicara padanya.

"Niana aku mau mengantar pudding, aku sudah memasak makan siang untuk mu. Aku pergi dulu" ucap Dirga

Tanpa terasa Niana sudah tertidur cukup lama hingga hari sudah menjelang sore. Dia mulai membuka matanya mencari ponselnya yang terus berbunyi. Ada pesan masuk dari akun medsos nya Niana, ternyata teman-teman SD sedang ramai saling mengirim chat di grub membahas acara reuni. Dia dimasukan dalam grub alumni SD N 10 Surabaya. Ada undangan reuni SD besok minggu pagi. Sebenarnya dia malas datang ke acara reuni itu tetapi dia sudah berencana ingin ziarah ke makam ibunya karena sudah 13 tahun dia tidak berkunjung ke makam ibunya. Karena kebetulan ada undangan reuni SD jadi sekalian saja dia datang. Dia berencana tinggal di hotel satu hari di sana.

"Apakah Dirga juga masuk dalam daftar peserta yang setuju datang" batin Niana yang mencari-cari nama Dirga

Ternyata ada nama Dirga tetapi tidak ada akunnya. Mungkin orang besar seperti Dirga tidak main medsos, apalagi dia putra Sanjaya Grub. Kalau dia punya medsos pun, dia juga tidak akan tahu karena ponselnya selama ini disimpan Niana. Lalu Niana mengambil ponsel Dirga barangkali dia mendapat info tentang tunangannya foto atau chat-chat darinya. Walaupun sebenarnya dia dari awal tidak ingin tahu tentang isi ponselnya Dirga karena Mr Ken pasti sudah menyeting ponsel Dirga sedemikan rupa jadi tidak akan ada apa-apa tentang tunangannya di ponsel Dirga.

Niana mulai membuka ponsel Dirga dengan sandi yang diberikan Mr Ken. Dia tidak sabar ingin melihat seperti apa tunangannya Dirga. Kenapa Mr Ken dan Nyonya Sofi tidak memberi tahu tunanganya kalau Dirga amnesia. Niana kaget saat membuka galeri karena bukan foto tunangan Dirga yang di dapat.

"Kenapa malah foto-fotoku diponselnya Dirga, Mr Ken benar-benar tidak waras" ucap Niana

Niana terus membuka isi ponsel Dirga tetapi sepertinya sia-sia. Bahkan tidak ada riwayat chat atau panggilan dari tunangannya Dirga. Cuma ada riwayat dari kantor dan keluarga, akun medsos pun juga tidak ada. Artinya Dirga tidak akan datang pas reuni SD minggu depan. Niana pun merasa lega karena kalau Dirga datang dan mengaku suami Niana dan seluruh teman SD nya tahu, itu bisa membahayakan Niana kalau Dirga sembuh dari amnesianya dan Niana juga dilarang mempublikasikan hubungannnya dengan Dirga dalam perjanjiannya dengan Nyonya Sofi.

Perut Niana yang dari tadi siang belum terisi makanan terasa lapar. Lalu dia turun ke bawah menuju dapur. Dia melihat ke sekeliling dapur tidak melihat keberadaan Dirga. Biasanya sore hari dia sudah sibuk memasak. Ada makanan yang sudah disiapkan Dirga di meja makan. Niana mencari Dirga ke kamarnya tidak ada, di ruang tamu sepi dan di taman juga tidak ada. Dia terlihat sangat khawatir, sepertinya perasannya tidak enak dan jam sudah menunjukan pukul 5 sore.

"Mungkin dia terjebak macet saat mengantar pudding, kenapa aku sampe ketiduran sih. Bodoh bodoh... Gimana kalau terjadi apa-apa denganya" ucap Niana mengutuki dirinya sendiri

Karena hari sudah semakin gelap, Niana akhirnya menghubungi Mr Ken agar membantu mencarinya

"Halo Mr Ken, Tuan Dirga anda belum pulang dari mengantar pudding jam 2 siang tadi"

"Tunggulah saja Nona, mungkin Tuan Muda bosan di rumah"

"Tapi ini sudah malam, dia pergi jam 2 sampai jam 7 malam belum pulang"

"Nona mengkhawatirkan Tuan Muda kami?"

"Dih... saya cuma takut dia kesasar dan tidak tau jalan pulang"

"Hemm.. Tuan Muda sudah dewasa, Nona tidak perlu khawatir. Dan suatu saat Tuan Muda pasti tidak akan muncul di hadapan anda lagi"

"Terserah kalian, dia Tuan Muda kalian mau hilang mau mati bukan urusan ku juga" Niana langsung mematikan telefonnya.

"Kalau sudah dewasa kenapa masih memata-matai tiap hari, lagian aku juga tau hal itu pasti terjadi ketika ingatanya sudah kembali" Niana memaki ke arah ponselnya tetapi ada sesuatu yang terasa hilang dari hatinya ketika mendengar kata-kata Mr Ken

Malam semakin larut Niana semakin gelisah. Dia terlihat mondar mandir di teras rumah. Besok pagi dia akan terbang ke Surabaya tetapi Dirga belum pulang juga. Dia pun juga tidak tahu harus mencari Dirga kemana karena dia tidak sempat menanyakan dimana alamat rumah ibu yang memesan pudding pada Dirga.

"Dirga kemana sih? Apakah kemarahanku tadi siang membuat suasana hatimu tak nyaman? Tuan Tengil pulang lah. Kenapa membuatku khawatir? Dih apa yang barusan ku katakan. Sadar Niana dasar bodoh kenapa harus mengkhawatirkannya. Dia kan selalu diawasi suruhan Mr Ken. Pasti dia aman dimanapun berada. Bahkan nyamuk pun takut menyentuh kulitnya selama dalam pengawasan Mr Alien itu. Bukankah lebih baik Dirga pergi dari rumahku selamanya. Jadi besok aku bisa terbang sendiri ke Surabaya dengan aman tanpa Dirga. Sekalian saja hilang selamanya dari hidupku" ucap Niana pada dirinya sendiri. Bibirnya berkata menginginkan Dirga segera pergi dari hidupnya tetapi hatinya merasakan ada sesuatu yang akan hilang.

Hari sudah pagi Niana melihat jam sudah menunjukan pukul 6 pagi. Niana turun ke bawah mau sarapan ternyata Dirga belum pulang juga. Biasanya setiap pagi sudah ada sarapan diatas meja yang disiapkan Dirga. Niana merasa ada yang aneh dan perasannya gelisah seperti mengkhawatirkan sesuatu. Dia menjadi tidak semangat seperti biasa.

"Apakah kemarin pagi adalah hari terakhirku melihatmu? Tuan Tengil ingatan anda benarkah sudah kembali dan tidak akan muncul dihadapanku lagi? Kenapa pergi tanpa bilang apapun" batin Niana

Entah apa yang diinginkan hatinya Niana. Harusnya dia senang karena Dirga sudah pergi dari hidupnya. Tetapi hatinya seperti terbesit sedikit perasaan sedih saat Dirga pergi begitu saja.

Sabtu pagi itu Niana menuju bandara menuju ke Surabaya. Dia meninggalkan surat untuk Dirga entah Dirga akan datang membacanya atau tidak. Niana menulis surat yang mengatakan dia pergi ke Surabaya selama 2 hari untuk ziarah ke makam ibunya dan menghadiri reuni SD. Niana berharap Dirga pulang dan membaca surat itu.

Terpopuler

Comments

faridah ida

faridah ida

jangan2 Dirga sudah ada di surabaya ini ....

2023-09-05

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2 Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3 Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4 Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5 Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6 Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7 Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8 Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9 Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10 Episode 10 Berjualan pudding di taman
11 Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12 Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13 Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14 Episode 14 Dirga menghilang
15 Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16 Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17 Episode 17 Nostalgia waktu SD
18 Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19 Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20 Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21 Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22 Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23 Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24 Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25 Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26 Episode 26 Sudah ingat semuanya
27 Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28 Episode 28 Alergi kepiting
29 Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30 Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31 Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32 Episode 32 Menghindar dari Dirga
33 Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34 Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35 Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36 Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37 Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38 Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39 Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40 Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41 Episode 41 Tak tahan lagi
42 Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43 Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44 Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45 Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46 Episode 46 Mencari info tentang Tania
47 Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48 Episode 48 Dirga sakit
49 Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50 Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51 Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52 Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53 Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54 Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55 Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56 Episode 56 Bertengkar
57 Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58 Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59 Episode 59 Dua insan telah bersatu
60 Episode 60 Melakukannya lagi
61 Episode 61 Kesedihan Dirga
62 Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63 Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64 Episode 64 Insiden tengah malam
65 Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66 Episode 66 Gara-gara baju seksi
67 Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68 Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69 Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70 Episode 70 Disuruh segera pulang
71 Episode 71 Membuat menunggu lagi
72 Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73 Episode 73 Ceroboh
74 Episode 74 Pinokio
75 Episode 75 Sudah puas
76 Episode 76 Mengerjai Niana
77 Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78 Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79 Episode 79 Duka Mendalam
80 Episode 80 Menaruh Dendam
81 Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82 Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83 Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84 Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85 Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86 Episode 86 Tarian Centil
87 Episode 87 Asal Bicara
88 Episode 88 Salah Sangka
89 Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90 Episode 90 Harapan Yang Kandas
91 Episode 91 Suara Yang Familier
92 Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93 Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94 Episode 94 Diskusi Rahasia
95 Episode 95 Benar-benar Hamil
96 Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97 Episode 97 Buku Diary Aska
98 Episode 98 Salah Sangka
99 Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100 Episode 100 Aska Cemburu
101 Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102 Episode 102 Ciuman Dadakan
103 Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104 Episode 104 Teror Di Toko
105 Episode 105 Saling Tuduh
106 Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107 Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108 Episode 108 Cemburu
109 Episode 109 Saling Cemburu
110 Episode 110 Pengawal Gadungan
111 Episode 111 Tidak Ada Kabar
112 Episode 112 Kabar Duka Lara
113 Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114 Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115 Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116 Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117 Episode 117 Tak Disangka-sangka
118 Episode 118 Salah Kamar
119 Episode 119 Merasa Aneh
120 Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121 Episode 121 Bertengkar Lagi
122 Episode 122 Cemburu
123 Episode 123 Keceplosan
124 Episode 124 Rindu
125 Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126 Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127 Episode 127 Penyesalan
128 Episode 128 Salah Paham Selesai
129 Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130 Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131 Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132 Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133 Episode 133 Panik Dan Khawatir
134 Episode 134 Gelang Dirga
135 Episode 135 Alergi Lagi
136 Episode 136 Akhirnya Tahu
137 Episode 137 Melepas Rindu
138 Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139 Episode 139 Diculik
140 Episode 140 Pengakuan
141 Episode 141 Disekap
142 Episode 142 Petunjuk
143 Episode 143 Pencarian
144 Episode 144 Kebahagiaan Datang
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2
Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3
Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4
Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5
Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6
Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7
Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8
Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9
Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10
Episode 10 Berjualan pudding di taman
11
Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12
Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13
Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14
Episode 14 Dirga menghilang
15
Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16
Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17
Episode 17 Nostalgia waktu SD
18
Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19
Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20
Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21
Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22
Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23
Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24
Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25
Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26
Episode 26 Sudah ingat semuanya
27
Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28
Episode 28 Alergi kepiting
29
Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30
Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31
Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32
Episode 32 Menghindar dari Dirga
33
Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34
Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35
Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36
Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37
Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38
Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39
Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40
Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41
Episode 41 Tak tahan lagi
42
Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43
Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44
Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45
Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46
Episode 46 Mencari info tentang Tania
47
Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48
Episode 48 Dirga sakit
49
Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50
Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51
Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52
Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53
Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54
Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55
Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56
Episode 56 Bertengkar
57
Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58
Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59
Episode 59 Dua insan telah bersatu
60
Episode 60 Melakukannya lagi
61
Episode 61 Kesedihan Dirga
62
Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63
Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64
Episode 64 Insiden tengah malam
65
Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66
Episode 66 Gara-gara baju seksi
67
Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68
Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69
Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70
Episode 70 Disuruh segera pulang
71
Episode 71 Membuat menunggu lagi
72
Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73
Episode 73 Ceroboh
74
Episode 74 Pinokio
75
Episode 75 Sudah puas
76
Episode 76 Mengerjai Niana
77
Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78
Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79
Episode 79 Duka Mendalam
80
Episode 80 Menaruh Dendam
81
Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82
Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83
Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84
Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85
Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86
Episode 86 Tarian Centil
87
Episode 87 Asal Bicara
88
Episode 88 Salah Sangka
89
Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90
Episode 90 Harapan Yang Kandas
91
Episode 91 Suara Yang Familier
92
Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93
Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94
Episode 94 Diskusi Rahasia
95
Episode 95 Benar-benar Hamil
96
Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97
Episode 97 Buku Diary Aska
98
Episode 98 Salah Sangka
99
Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100
Episode 100 Aska Cemburu
101
Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102
Episode 102 Ciuman Dadakan
103
Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104
Episode 104 Teror Di Toko
105
Episode 105 Saling Tuduh
106
Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107
Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108
Episode 108 Cemburu
109
Episode 109 Saling Cemburu
110
Episode 110 Pengawal Gadungan
111
Episode 111 Tidak Ada Kabar
112
Episode 112 Kabar Duka Lara
113
Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114
Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115
Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116
Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117
Episode 117 Tak Disangka-sangka
118
Episode 118 Salah Kamar
119
Episode 119 Merasa Aneh
120
Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121
Episode 121 Bertengkar Lagi
122
Episode 122 Cemburu
123
Episode 123 Keceplosan
124
Episode 124 Rindu
125
Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126
Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127
Episode 127 Penyesalan
128
Episode 128 Salah Paham Selesai
129
Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130
Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131
Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132
Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133
Episode 133 Panik Dan Khawatir
134
Episode 134 Gelang Dirga
135
Episode 135 Alergi Lagi
136
Episode 136 Akhirnya Tahu
137
Episode 137 Melepas Rindu
138
Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139
Episode 139 Diculik
140
Episode 140 Pengakuan
141
Episode 141 Disekap
142
Episode 142 Petunjuk
143
Episode 143 Pencarian
144
Episode 144 Kebahagiaan Datang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!