Episode 8 Dipermainkan kancing baju

Hari ini Dirga sudah diperbolekan pulang setelah seminggu di RS. Selang infusnya pun sudah dilepas, tangan kananya masih diperban walau tidak perlu diperban melingkar ke leher. Setelah melangsungkan pernikahan sederhana di RS lebih tepatnya pernikahan palsu karena semuanya palsu bahkan penghulunya pun juga palsu. Niana ingin segera pulang dari RS. Dia terlihat sedang sibuk mengemasi barang-barang ke dalam tas.

"Gantilah bajumu, kita akan pulang ke rumah kita" kata Niana sambil menyerahkan kemeja panjang pada Dirga

"Apakah kita punya rumah sendiri?" tanya Dirga

"Iya, sebenarnya itu rumahku, tetapi kita dulu sudah memutuskan untuk tinggal di rumahku setelah menikah karena kamu sangat menyayangi ku dan takut kalau aku memutuskanmu jadi kamu rela mengikutiku kemana pun aku pergi" ucap Niana

"Baiklah aku akan mengikutimu kemanapun kamu pergi karena kamu sekarang adalah istriku"

"Oke" jawab Niana singkat seperti sedang kesal

"Apakah kamu tidak bahagia kita menikah? Kenapa wajahmu kelihatan tidak senang?"

"Aku cuma merasa lelah saja"

"Apakah sudah selesai?" tanya Dirga yang melihat Niana sedari tadi sibuk berkemas

"Sebentar lagi" jawab Niana sambil melirik Dirga yang dari tadi belum mengganti bajunya

"Kenapa belum ganti baju?" tanya Niana

"Aku mau membersihkan badan dulu, bisakah kamu membantuku"

"Apa... bukankah kemarin aku sudah cerita kalau kita sepakat tidak ada kontak fisik. Tapi dia juga tidak bisa bersihin badan sendiri apalagi pakai baju sendiri dengan tangan masih diperban.. Benar-benar merepotkan" batin Niana memperhatikan Dirga yang seperti tumpukan masalah

"Niana....?" seru Dirga

"iiyya..." jawab Niana terbata

Niana pun mengambil washlap dan baskom berisi air hangat lalu diletakan di atas kursi samping bed Dirga. Niana berdiri setengah membungkukan badan menghadap Dirga yang duduk di atas bed dengan meluruskan kaki.

"Bukalah bajumu" ucap Niana menunduk malu dan ragu

"Baiklah" ucap Dirga membuka kancing bajunya sendiri dengan tangan kirinya saja karena tangan kanannya masih diperban dan tampak kesulitan

Karena Dirga begitu lama membuka kancingnya dan Niana yang masih di posisi yang sama, akhirnya terpaksa membantunya membuka kancing baju Dirga sambil memalingkan mukanya karena tidak mau menodai matanya. Badan Niana sudah panas dingin berada lama diposisi seperti itu. Setelah bajunya terbuka, Niana mengambil washlap dan mengelap badan Dirga sekenanya sambil memalingkan wajahnya. Dirga memandanginya dengan raut wajah bahagia sambil tersenyum kecil.

Tiba-tiba Dirga menarik ikat rambut yang mengikat rambut Niana yang dikepang sebelah kanan. Niana pun akhirnya menoleh ke arah Dirga melihat dadanya yang bidang lalu secepat kilat menutup matanya. Kemudian Dirga menarik ikat rambut di kepangan rambut Niana sebelah kiri.

"Kembalikan ikat rambutku" ucap Niana yang masih memejamkan mata

"Sebenarnya kalau kamu mengepang rambut terlihat menggemaskan tapi aku lebih suka rambutmu terurai karena terlihat cantik tapi meresahkan hatiku" ucap Dirga

Dirga terpesona dengan kecantikan Niana ketika rambutnya terurai indah. Niana tampak cantik natural sekali walau make up nya tipis. Niana masih memejamkan kedua matanya sambil memegang washlap. Dirga yang tadinya duduk di bed dengan kaki lurus lalu bangun dan berdiri dengan kedua lututnya di atas bed. Kemudian memandangi Niana tepat di depan wajahnya sampai matanya tidak berkedip dan menelan ludahnya berkali-kali.

"Niana aku sudah selesai, bantu aku pakai baju" ucap Dirga dengan suara lirih tepat di depan wajah Niana

Niana pun sontak membuka matanya, wajahnya kelihatan merah merona ketika wajah Dirga tepat di depan wajahnya. Niana segera menghindar dan berbalik membelakangi Dirga. Senyuman kecil di bibir Dirga seakan mengungkapkan hatinya yang bahagia melihat wajah Niana yang merah merona karena malu.

"Aku akan ambilkan bajumu" ucap Niana salah tingkah

"Emmm bukannya tadi kamu sudah mengambilkan baju untukku dan menaruhnya di atas bed" ucap Dirga

"Oh iya aku lupa" Niana pun segera mengambil baju itu

"Dih kenapa aku jadi seperti ini sih jantungku kenapa jadi tak karuan, Niana sadar kamu hanya butiran debu yang tak berarti" batin Niana

Baju yang di atas bednya Dirga segera diambil Niana, lalu dikibaskan baju itu. Niana pun melongo melihat butiran kancing baju berderetan dari atas ke bawah seakan sedang berbaris menertawakannya dan ingin segera mengerjainya.

"Oh Niana kenapa kau memilihkan kemeja untuknya, harusnya ku ambilkan kaos yang tidak berkancing saja tadi biar cepet selesai" ucap Niana dalam hatinya

"Hemm Niana kamu sedang apa, aku keburu masuk angin" kata Dirga melihat Niana bengong

"Iya, ini aku lagi mengibaskan bajumu takutnya ada semut"

Niana membantu Dirga yang duduk dengan kaki lurus mengenakan bajunya, dia harus mengancingkan kemeja Dirga dengan posisi berdiri setengah membungkukan badan seperti waktu mengelap badannya tadi. Berada di posisi seperti itu dalam waktu lama membuat badannya semakin panas padahal ruangan sudah ber-AC. Apalagi dia harus memasukan kancing ke lubangnya satu persatu sambil sesekali memalingkan wajahnya sehingga membuatnya semakin lama.

"Kenapa aku sial lagi, memilih baju yang menyulitkan diriku sendiri dan harus terjebak dengan posisi seperti ini" batin Niana

Dirga pun memperhatikan Niana yang memalingkan wajahnya. Lalu dia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil mengetahui Niana terjebak dalam pilihannya sendiri.

"Hemmm Niana" seru Dirga

Niana pun langsung menoleh ke arah Dirga, pandangan Dirga mengarah ke kancing bajunya yang salah masuk. Kancing yang paling atas langsung melompat ke lubang ke 2. Sehingga Niana pun harus membuka semua kancing baju Dirga satu persatu dan mengulangi lagi memasukan kancing baju ke lubangnya. Butiran kancing baju itu sepertinya senang mempermainkan Niana.

"Oh Niana kenapa kamu sial lagi sih" batin Niana kesal

Akhirnya drama kancing baju selesai. Niana pun sudah memesan taksi dan mereka segera menuju lobi RS. Di dalam taksi Dirga mengantuk berat karena efek obat lalu menyenderkan kepala di bahunya Niana. Nianapun hanya bisa menggeser kepala Dirga pelan-pelan agar menjauh dari bahunya. Kemudian Dirga malah sengaja menaruh kepalanya di pangkuan Nania. Dia tertidur nyaman di pangkuan Niana.

"Tuan Tengil anda benar-benar keterlaluan, kalau anda sedang tidak sakit sudah aku jedotkan kepalamu ke kaca mobil" gerutu Niana dalam hati

Akhirnya mereka sampai di depan gerbang pintu rumah yang sepenunhya terbuat dari kayu. Rumah Niana sekelilingnya dipagar tembok tinggi jadi kalau berada di luar tidak tahu seperti apa keadaan di dalam rumah. Niana lalu membuka pintu gerbang rumahnya.

"Selamat datang di rumah ki...ta" ucap Niana kaget dan terhenti

Taman di dalam rumah jadi bagus dan rapi, bunga-bunga di pot pun jadi cantik-cantik, bahkan ada ayunan besar di taman padahal selama tinggal di rumahnya dia tidak pernah memasang ayunan di taman. Lalu dia buru-buru masuk rumah. Niana terbengong interior di dalam rumah berubah bahkan ada foto-fotonya bersama Dirga, dari foto pigura kecil sampai yang berukuran besar. Dia pun melihat kamar bawah desainnya jadi manly sekali, seperti selera laki-laki sekali.

"Kasur yang di lantai bawah ini juga berubah sepertinya kasur yang sangat mahal, gajiku satu bulan pun tidak mampu untuk membelinya. Siapa yang merubah rumahku jadi seperti ini. Perasaan kemarin waktu pulang masih sama seperti biasanya. Apa Mr Ken yang melakukan ini semua?" batin Niana

"Niana ini foto-foto kita, bisakah kamu ceritakan dimana saja ini" tanya Dirga memandangi foto-fotonya bersama Niana yang terpasang di beberapa dinding ruangan

"Tuan Alien anda benar-benar membuatku harus berpikir keras untuk mengarang cerita tentang foto-foto yang membuat perutku mual ini" batin Niana yang kesal dengan Mr Ken

Akhirnya Niana mengarang cerita dihiasi drama sedih, senyum, tangis dan gelak tawa tentang foto-foto yang terpasang di rumahnya. Entah seperti apa ceritanya, yang jelas kalau disuruh mengulangi lagi ceritanya satu per satu Niana tak akan ingat.

"Jadi kamar kita dimana" tanya Dirga

"Kamarmu di lantai bawah yang ini dan kamarku di lantai atas. Kita sudah berjanji kan tidak akan ada kontak fisik dan kamu sudah berjanji juga akan menepatinya karena aku belum sepenuhnya memaafkanmu walau kita sudah menikah. Kamu ingatkan?" kata Niana dengan tegas

"Baiklah aku akan tidur di lantai bawah, aku akan menepati janjiku sampai kamu memaafkanku" ucap Dirga

"Baiklah selamat istirahat" ucap Niana bergegas menaiki tangga

Malam itu tiba-tiba turun hujan deras lalu listrikpun padam. Niana yang selesai mandi sedang membuka ponselnya langsung berteriak menuruni tangga dengan cahaya senter ponsel. Dia berlari masuk ke kamar Dirga, saat itu Dirga baru selesai mandi masih bertelanjang dada hanya memakai handuk yang dililitkan menutupi pusar sampai lututnya. Dirga pun langsung keluar dr kamar mandi dan mencari Niana yang sedang berteriak ketakutan. Karena cahaya ruangan begitu gelap Niana pun menabrak Dirga yang kakinya masih basah karena belum sempat mengeringkan kaki saat listrik padam. Lalu mereka jatuh di atas kasur yang ada di samping mereka. Niana jatuh berada di atas tubuh Dirga dengan rambutnya yang masih basah sehabis keramas. Tetesan air dari rambutnya membasahi dada bidang Dirga. Ada perasaan menggelitik nakal di tubuhnya ketika air dari rambut Niana yang basah menetes di tubuhnya.

Mereka pun saling berpandang di bawah cahaya senter ponsel Niana. Di luar rumah hujan terdengar seperti sedang bersahut sahutan begitu derasnya, di dalam rumah terdengar dua jantung yang seolah-olah sedang berlomba berdetak sekencang kencangnya. Tiba-tiba listrik pun menyala yang membuat mereka saling memisahkan diri dari pelukan hangat tadi. Niana pun langsung memejamkan matanya dan Dirga segera memakai bajunya.

"Rambutmu masih basah biar aku bantu keringkan" bisik Dirga dari belakang tepat di telinga Niana yang masih memejamkan mata

"Tidak usah aku mau tidur saja, boleh kah aku tidur di kamarmu, aku takut mati lampu lagi" ucap Niana

"Boleh tapi ada syaratnya" ucap Dirga yang mulai duduk di atas kasurnya

"Apa syaratnya"

"Duduklah kemari" ucap Dirga sambil menepuk-nepuk kasur

"Kenapa masih bengong kemarilah, jangan berpikiran kotor aku hanya ingin mengeringkan rambutmu" ucap Dirga sambil mengambil hairdryer di rak almari kecil samping kasurnya

"iya" ucap Niana

Dirga pun mulai mengeringkan rambut Niana, aroma wangi samphonya membuat Dirga ingin menciumi rambutnya. Setelah rambut Niana kering, Dirga mulai mengantuk karena efek obat yang masih harus dikonsumsinya. Di malam yang dingin itu mereka tidur di kasur yang sama. Bagi Dirga seharusnya itu adalah malam pertama mereka setelah menikah. Tetapi tidak untuk Niana yang sadar bahwa mereka hanya melakukan pernikahan palsu.

Niana membelitkan tubuhnya dengan selimut yang tebal. Niana tidak bisa tidur dan terus terjaga karena takut Dirga akan berbuat macam-macam. Tiba-tiba Dirga menggeser tubuhnya mendekati Niana, hingga tubuh Niana di pinggir bibir kasur hampir terjatuh. Lalu Dirga segera menangkapnya dan memeluknya dengan mata yang masih terpejam. Niana pun jadi susah bergerak apalagi tubunya terlilit selimut tebal. Akhirnya sampai pagi Niana tidur di peluk Dirga.

Terpopuler

Comments

Produksi Handle Kayu

Produksi Handle Kayu

Niana dag dig dug der dong lagi-lagi masalah kancing

2023-09-15

0

Produksi Handle Kayu

Produksi Handle Kayu

gara2 salting jd lupa

2023-09-15

0

faridah ida

faridah ida

pas bangun pasti teriaakk ini Niana ...😁😁😜

2023-09-05

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2 Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3 Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4 Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5 Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6 Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7 Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8 Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9 Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10 Episode 10 Berjualan pudding di taman
11 Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12 Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13 Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14 Episode 14 Dirga menghilang
15 Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16 Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17 Episode 17 Nostalgia waktu SD
18 Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19 Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20 Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21 Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22 Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23 Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24 Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25 Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26 Episode 26 Sudah ingat semuanya
27 Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28 Episode 28 Alergi kepiting
29 Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30 Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31 Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32 Episode 32 Menghindar dari Dirga
33 Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34 Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35 Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36 Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37 Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38 Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39 Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40 Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41 Episode 41 Tak tahan lagi
42 Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43 Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44 Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45 Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46 Episode 46 Mencari info tentang Tania
47 Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48 Episode 48 Dirga sakit
49 Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50 Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51 Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52 Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53 Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54 Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55 Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56 Episode 56 Bertengkar
57 Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58 Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59 Episode 59 Dua insan telah bersatu
60 Episode 60 Melakukannya lagi
61 Episode 61 Kesedihan Dirga
62 Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63 Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64 Episode 64 Insiden tengah malam
65 Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66 Episode 66 Gara-gara baju seksi
67 Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68 Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69 Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70 Episode 70 Disuruh segera pulang
71 Episode 71 Membuat menunggu lagi
72 Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73 Episode 73 Ceroboh
74 Episode 74 Pinokio
75 Episode 75 Sudah puas
76 Episode 76 Mengerjai Niana
77 Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78 Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79 Episode 79 Duka Mendalam
80 Episode 80 Menaruh Dendam
81 Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82 Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83 Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84 Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85 Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86 Episode 86 Tarian Centil
87 Episode 87 Asal Bicara
88 Episode 88 Salah Sangka
89 Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90 Episode 90 Harapan Yang Kandas
91 Episode 91 Suara Yang Familier
92 Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93 Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94 Episode 94 Diskusi Rahasia
95 Episode 95 Benar-benar Hamil
96 Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97 Episode 97 Buku Diary Aska
98 Episode 98 Salah Sangka
99 Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100 Episode 100 Aska Cemburu
101 Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102 Episode 102 Ciuman Dadakan
103 Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104 Episode 104 Teror Di Toko
105 Episode 105 Saling Tuduh
106 Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107 Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108 Episode 108 Cemburu
109 Episode 109 Saling Cemburu
110 Episode 110 Pengawal Gadungan
111 Episode 111 Tidak Ada Kabar
112 Episode 112 Kabar Duka Lara
113 Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114 Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115 Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116 Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117 Episode 117 Tak Disangka-sangka
118 Episode 118 Salah Kamar
119 Episode 119 Merasa Aneh
120 Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121 Episode 121 Bertengkar Lagi
122 Episode 122 Cemburu
123 Episode 123 Keceplosan
124 Episode 124 Rindu
125 Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126 Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127 Episode 127 Penyesalan
128 Episode 128 Salah Paham Selesai
129 Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130 Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131 Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132 Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133 Episode 133 Panik Dan Khawatir
134 Episode 134 Gelang Dirga
135 Episode 135 Alergi Lagi
136 Episode 136 Akhirnya Tahu
137 Episode 137 Melepas Rindu
138 Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139 Episode 139 Diculik
140 Episode 140 Pengakuan
141 Episode 141 Disekap
142 Episode 142 Petunjuk
143 Episode 143 Pencarian
144 Episode 144 Kebahagiaan Datang
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2
Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3
Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4
Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5
Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6
Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7
Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8
Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9
Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10
Episode 10 Berjualan pudding di taman
11
Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12
Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13
Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14
Episode 14 Dirga menghilang
15
Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16
Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17
Episode 17 Nostalgia waktu SD
18
Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19
Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20
Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21
Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22
Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23
Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24
Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25
Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26
Episode 26 Sudah ingat semuanya
27
Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28
Episode 28 Alergi kepiting
29
Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30
Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31
Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32
Episode 32 Menghindar dari Dirga
33
Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34
Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35
Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36
Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37
Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38
Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39
Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40
Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41
Episode 41 Tak tahan lagi
42
Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43
Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44
Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45
Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46
Episode 46 Mencari info tentang Tania
47
Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48
Episode 48 Dirga sakit
49
Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50
Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51
Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52
Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53
Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54
Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55
Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56
Episode 56 Bertengkar
57
Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58
Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59
Episode 59 Dua insan telah bersatu
60
Episode 60 Melakukannya lagi
61
Episode 61 Kesedihan Dirga
62
Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63
Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64
Episode 64 Insiden tengah malam
65
Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66
Episode 66 Gara-gara baju seksi
67
Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68
Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69
Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70
Episode 70 Disuruh segera pulang
71
Episode 71 Membuat menunggu lagi
72
Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73
Episode 73 Ceroboh
74
Episode 74 Pinokio
75
Episode 75 Sudah puas
76
Episode 76 Mengerjai Niana
77
Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78
Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79
Episode 79 Duka Mendalam
80
Episode 80 Menaruh Dendam
81
Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82
Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83
Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84
Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85
Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86
Episode 86 Tarian Centil
87
Episode 87 Asal Bicara
88
Episode 88 Salah Sangka
89
Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90
Episode 90 Harapan Yang Kandas
91
Episode 91 Suara Yang Familier
92
Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93
Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94
Episode 94 Diskusi Rahasia
95
Episode 95 Benar-benar Hamil
96
Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97
Episode 97 Buku Diary Aska
98
Episode 98 Salah Sangka
99
Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100
Episode 100 Aska Cemburu
101
Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102
Episode 102 Ciuman Dadakan
103
Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104
Episode 104 Teror Di Toko
105
Episode 105 Saling Tuduh
106
Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107
Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108
Episode 108 Cemburu
109
Episode 109 Saling Cemburu
110
Episode 110 Pengawal Gadungan
111
Episode 111 Tidak Ada Kabar
112
Episode 112 Kabar Duka Lara
113
Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114
Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115
Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116
Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117
Episode 117 Tak Disangka-sangka
118
Episode 118 Salah Kamar
119
Episode 119 Merasa Aneh
120
Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121
Episode 121 Bertengkar Lagi
122
Episode 122 Cemburu
123
Episode 123 Keceplosan
124
Episode 124 Rindu
125
Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126
Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127
Episode 127 Penyesalan
128
Episode 128 Salah Paham Selesai
129
Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130
Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131
Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132
Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133
Episode 133 Panik Dan Khawatir
134
Episode 134 Gelang Dirga
135
Episode 135 Alergi Lagi
136
Episode 136 Akhirnya Tahu
137
Episode 137 Melepas Rindu
138
Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139
Episode 139 Diculik
140
Episode 140 Pengakuan
141
Episode 141 Disekap
142
Episode 142 Petunjuk
143
Episode 143 Pencarian
144
Episode 144 Kebahagiaan Datang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!