Episode 10 Berjualan pudding di taman

Sesampai di rumah, Dirga bergegas ke dapur memakai celemek dan mulai memasak. Sedangkan Niana ada di ruang tengah menonton TV sambil melihat ponselnya. Tiba-tiba ada panggilan masuk dari Aska. Niana menerima panggilan Aska sambil melirik ke arah dapur karena takut terdengar oleh Dirga.

"Hallo Niana sedang apa? Gimana kabarmu?" tanya Aska

"Aku baik kak, maaf kak Niana akhir-akhir ini banyak kerjaan jadi tidak sempat terima panggilan telfon" jawab Niana dengan suara pelan agar tak terdengar Dirga

"Ada apa dengan suaramu, apakah kamu sedang sakit?"

"Niana baik-baik saja kok"

"Spaghetti special sudah siap" teriak Dirga

"Itu suara siapa, kamu dimana sekarang?"

"Iii... ni Niana di rumah kak, tadi pesen spaghetti lewat aplikasi BuyFood. Udah dulu ya kak, Niana mau makan dulu. Mungkin Niana akan jarang balas chat atau panggilan karena banyak kerjaan" kata Niana secepat kilat dan segera mematikan ponsel karena Dirga sudah berjalan menuju ruang tengah.

"Kamu sedang telefon sama siapa?" tanya Dirga

"Sama As... Andrea, tadi dia tanya kapan aku ke toko soalnya sudah beberapa hari aku tidak ke toko" jawab Niana yang hampir keceplosan menyebut nama Aska.

"Baiklah, mari kita makan"

"Kelihatannya enak" Niana pun langsung mencicipinya

"Bagaimana, enak tidak?"

Niana hanya mengangkat jempolnya menandakan spagehtti buatan Dirga sangat enak. Melihat cara Niana makan begitu menikmatinya sampe sausnya belepotan di pipi, Dirga lalu mengambil tisu dan membersihkan saus yang menempel di pipi Niana.

"Makanlah yang banyak, jangan buru-buru masih ada dessert spesial untukmu" ucap Dirga menuju kulkas dan mengambil dessert untuk Niana

"Kamu bikin pudding, cantik sekali" Niana memuji dessert buatan Dirga

Sebuah pudding berbentuk hati berwarna merah transparan yang di dalamnya ada isinya berbentuk hati juga dengan ukuran lebih kecil berwarna merah hati. Sepertinya ada sesuatu yang di dalam pudding.

"Ayo cobalah" ucap Dirga yang berdiri di depan Niana, tak sabar menunggu komentar Niana

"Emmm enak sekali, apa ini? unik sekali kamu mengisi dalamnya dengan es krim?"

"Apakah kamu menyukainya"

"Iya enak sekali, ini pudding terenak yang pernah ku makan"

"Ternyata pemilik Sanjaya Grub ini pintar juga memasak, tidak sia-sia aku menampungmu di rumahku ha..ha..ha tiap hari sudah ada koki dirumah ha..ha" batin Niana

"Apa yang kamu pikirkan, wajahmu bahagia sekali" ucap Dirga

"Gak nyangka saja seorang CEO Sanjaya Grub ternyata pintar juga memasak"

"Aku hanya bisa memasak masakan yang aku suka" ucap Dirga sepontan yang tiba-tiba sepintas teringat sesuatu tentang dirinya dulu, dia sedang memasak di dapur bersama seorang laki-laki dan keadaannya kabur tidak begitu jelas.

"Aachh... " teriak Dirga memegangi kepalanya

"Kamu kenapa, duduklah aku ambilkan minum" ucap Niana sambil menuangkan air ke gelas

"Aku tidak apa-apa, mungkin aku belum minum obat tadi"

"Kalau begitu minum obat dulu dan istirahatlah saja"

"Tapi aku bosan minum obat"

"Kamu harus minum obat, bukan kah kamu ingin segera sembuh dan mengingat kembali semuanya" ucap Niana memaksa

"Aku tidak mau" ucap Dirga beralih duduk di sofa ruang tengah

"Minum..!!" titah Niana menghampiri Dirga sambil memegang obat dan segelas air

"Tidak mau... " tolak Dirga

"Baiklah kalau begitu kita main tebak koin. Kalau kamu bisa menebak koin yang ada ditanganku ada dimana maka hari ini tidak minum obat. Kamu punya 3 kali kesempatan untuk menebak dengan benar" ucap Niana mengambil koin di saku celana belakang

"Baiklah, boleh juga" ucap Dirga merasa tertantang

"Oke kita mulai, kalau tebakanmu salah kamu harus minum obatnya!" ucap Niana yang tangannya melempar koin lalu digenggamnya lagi dengan tangan kanan dan meletakan kedua tangannya ke belakang punggungnya untuk menukar posisi koin

"Oke siapa takut" ucap Dirga

"Tebak koinnya dimana? Kanan atau kiri?" ucap Niana menunjukan kedua tangannya yang posisinya menggenggam semua

"Yang kiri" ucap Dirga

"Taraaa.... kosong, 2 kali kesempatan lagi"

ucap Niana merasa senang

"Hemm...!" Dirga mendesah kesal

Sudah 3 kali menebak selalu kosong membuat Dirga curiga, jangan-jangan Niana membohonginya seperti anak kecil. Sebenarnya Niana memang tidak menggenggam koin karena koin itu dia sembunyikan di saku celananya selama bermain. Jadi koin itu tidak ada di genggaman tanganya.

"Kamu kalah jadi harus minum obat" titah Niana

"Kamu mengerjaiku kan? coba buka semua tanganmu"

"Aku tidak membohongimu"

"Kalau gitu tunjukan koinnya" titah Dirga

Niana pun langsung menyembunyikan kedua tanganya ke belakang agar Dirga tidak bisa melihat kedua tanganya yang sebenarnya tidak memegang koin sama sekali. Karena koinnya sudah dia masukan ke saku celana belakangnya. Nianapun kesulitan mengambil karena posisinya sedang duduk satu sofa berhadapan dengan Dirga. Dan koin itu pun masuk terlalu dalam di saku celananya. Lalu Dirga berusaha meraih tangan Niana yang ada di belakang punggungnya. Niana pun menghindar dari Dirga hingga tubuhnya tersungkur ke sofa, tubuh Dirga sekarang ada diatas Niana dan kedua tangan Dirga dibelakang punggung Niana masih berusaha meraih telapak tangan Niana. Dirga lalu menatap wajah Niana yang kesulitan bergerak karena tubuhnya tertindih tubuh Dirga. Detak jantung mereka menjadi cepat dan terasa hawa panas menyelimuti mereka. Menyadari posisi tubuhnya kini menindih Niana, Dirga pun langsung bangun dan duduk ke posisi semula.

"Baiklah aku minum obatnya" ucap Dirga yang salah tingkah secepat kilat mengambil obat yang ada diatas meja lalu meminum segelas air

Nianapun langsung berlari ke atas menuju kamarnya. Setelah menutup pintu dia berdiri bersandar di belakang pintu mengatur detak jantungnya yang berdebar tak karuan. Akhirnya drama tebak-tebakan koin pun berakhiri mendebarkan seluruh ruang jantung mereka.

"Apakah ingatannya akan segera kembali, mengapa Dirga ingat makanan kesukaannya, apakah spaghetti dan pudding adalah makanan yang dia suka karena dia bilang hanya bisa memasak masakan kesukaannya" batin Niana bertanya-tanya setelah menginggat perkataan Dirga tadi

"Mr Ken bagaimana keadaanmu, apakah anda sudah pulang dari rumah sakit?........" (Niana sedang menulis pesan)

Niana mulai menulis chat untuk Mr Ken dengan ragu lalu menghapusnya kembali.

"Chat macam apa ini, untuk manusia seperti Mr Ken aku tidak perlu basa basi, langsung to the point saja" ucap Niana

"Mr Ken, Tuan Muda anda barusan teringat sesuatu tentang dirinya, dia ingat makanan kesukaannya pudding dan spaghetti. Apakah benar itu benar? apakah artinya dia akan segera sembuh dari amnesianya. Lalu bagaimana nasib ku setelah Tuan Dirga ingat kembali siapa dirinya. Aku tidak ingin berurusan lagi dengannya. Kenapa sih tidak bicara jujur saja? Bahkan sekarang aku terjebak dalam pernikahan palsu yang kau rencanakan. Aku lelah tiap hari harus hidup penuh sandiwara" (Isi chat Niana pada Mr Ken)

"Anda cukup berpura-pura jadi istrinya, selama Tuan Muda masih amnesia. Kalau pun sekarang menjelaskan yang sebenarnya pada Tuan Muda, berapa banyak orang yang akan menanggung kemarahannya. Bukan hanya keluarga sanjaya saja, tetapi seluruh orang yang berada di rumah Sanjaya. Termasuk semua orang yang bekerja di Sanjaya Grub. Berkorbanlah sebentar Nona, setelah Tuan Mudah sembuh. Saya pastikan anda bisa bekerja dimana pun dan tidak berurusan lagi dengan Tuan Muda. Bukankah Nona juga sudah tahu menurut dokter kemungkinan setelah sembuh Tuan Muda tidak akan mengingat lagi kehidupannya selama amnesia. Jadi anda bisa bebas dari Tuan Muda. Ingat berhati-hatilah dalam bertindak. Tindakan anda menentukan nasib banyak orang" (Balasan chat dari Mr Ken)

"Percuma ngirim chat panjang-panjang dari Sabang sampai Merauke, eh dia malah membalas lebih panjang. Mr Alien bener-bener susah dibujuk" gerutu Niana

Niana pun harus menelan pil pahit untuk kesekian kalinya karena gagal lagi membujuk Mr Ken untuk berkata yang sebenarnya pada Dirga. Entah harus dengan cara apalagi Niana bisa membujuk Mr Ken. Sepertinya segala upaya hanya sia-sia saja.

Jerman, seminggu setelah Dirga kecelakaan. Chat ke 2 dari Tania pada Mr Ken "Ken bagaimana keadaan Dirga? Apakah sudah pulang dari Rs? Kenapa dia masih tidak membalas chat atau panggilanku? Apakah dia marah dan memblokir nomerku"

"Tuan muda baik Nona. Sepertinya begitu apalagi Nona pergi ke Jerman diam-diam. Kalau Nona benar-benar ingin tahu, pulanglah temui tuan muda"

"Maaf Ken tidak bisa untuk saat ini. Apalagi jadwalku sangat padat. Dirga kekanak-kanakan. Aku juga ingin bebas dan ingin mewujudkan cita-citaku

"Silahkan nona, semoga cita-cita nona tercapai tanpa penyesalan" (Mr Ken mengakhiri chatnya)

"Mengapa anda tidak menurut pada Tuan Muda saja Nona Tania, Tuan Muda mencintai anda sampai harus mengalami amnesia, bahkan pulang sebentar saja tidak anda lakukan. Sepenting itukah studi anda daripada Tuan Muda. Karena sikap nona seperti ini maka biarkan saja Tuan Muda menjalani hidupnya seperti sekarang?" batin Mr Ken sambik menikmati susu segarnya

Di pagi yang cerah Dirga sibuk di dapur, entah apa yang dimasaknya. Niana pun sudah berpakaian rapi turun dari lantai 2 menuju dapur.

"Kamu bikin pudding lagi? Puddingmu memang enak tapi gak perlu bikin banyak banget. Perutku tidak akan muat untuk menghabiskannya" ucap Niana melihat banyak pudding di atas meja

"Siapa yang menyuruhmu menghabiskannya, pudding itu mau aku jual ke taman kemarin itu" ucap Dirga menghampiri Niana

"Huk huk... " Niana yang sedang minum terbatuk kaget mendengar Dirga mau jualan pudding. Lalu dia pun memeriksa dahi Dirga dengan telapak tanganya.

"Kamu baik-baik saja? Aku tidak salah dengar, kamu mau jualan pudding di taman?" tanya Niana

"Coba priksa kepala ku lagi, apakah aku sedang sakit" titah Dirga

Niana pun kembali memeriksa kepala Dirga dengan telapak tanganya. Tiba-tiba Dirga meraih pinggang Niana dan melingkarkan kedua tanganya ke pinggang Niana.

"Apa yang kamu lakukan?" tanya Niana

"Bagaimana aku baik-baik saja kan?"

"Iya, kamu sangat baik. Sekarang lepaskan aku" seru Niana kesal

"Makanlah sarapanmu" ucap Dirga mengusap pelan rambut Niana

"Oke, oh iya hari ini aku mau ke toko"

"Kamu mau pulang jam berapa?" tanya Dirga

"Belum tau, kamu tidak perlu masak. Aku akan makan di toko saja"

"Oke, apa kau mau membawa pudding untuk karyawanmu?"

"Tidak usah, jual saja semuanya semoga banyak yang beli biar kamu bisa punya banyak uang dan membayari belanjaanku"

"Baik aku akan menjualnya sampai habis demi istriku" ucap Dirga tersenyum manis

"Aku hanya bercanda, jangan menanggapinya serius"

"Tetapi aku serius Niana karena kau adalah tanggung jawabku" tegas Dirga

"Omong kosong, iya itu hanya omong kosong. Terserah kau saja Tuan Sanjaya, mau jualan atau mau ngapain aja, bukan urusanku. Yang penting aku tidak menyuruhmu jualan" batin Niana yang sedang memakai kaos kaki dan sepatu

"Baiklah, aku berangkat dulu"

"Niana apa nama tokomu?" seru Dirga pada Niana yang sedang menuju pintu keluar.

"Niana Craft" seru Niana

Niana bergegas menuju ke tokonya. Sudah beberapa hari Niana tidak ke toko. Mungkin banyak yang harus diurusnya hari ini. Di tokonya kurang lebih ada 8 pekerja termasuk dirinya.

"Pagi semua besti-bestiku, semangat... " kebiasaan Niana ketika menyapa semua karyawannya.

"Pagi bos besti" seru semua karyawannya

Niana pun langsung menuju ke ruangannya yang ada di lantai atas. Di lantai atas ada 3 ruang yaitu ruang tamu, ruang Niana sendiri dan ruang istirahat karyawan. Sedangkan Lantai bawah bagian tengah untuk toko yang sudah dipenuhi dengan berbagai hasil karya rajutan, lantai bawah bagian kanan untuk gudang sekaligus tempat karyawan bekerja merajut dan lantai bawah bagian kiri untuk tempat packing dan pengiriman barang online.

"Ndre, gimana orderan minggu ini, apakah ada kendala, gudang masih aman?" tanya Niana

"Tenang Niana, semua pasti aman di bawah kendali Andrea" jawab Andrea

"Gaya bicara Andrea udah mirip Mr Ken saja ha..ha.." batin Niana

"Baguslah, apa yang bisa aku bantu?" tanya Niana

"Sepertinya merajut tas besti" ucap Andrea

"Oke" Niana langsung menuju ke lantai bawah bagian kanan

"Hai bos besti" sapa beberapa karyawan yang sedang bekerja di lantai itu

Niana langsung mengambil beberapa benang dan jarum membantu karyawannya merajut tas. Mungkin orderan tas rajutnya lagi banyak.

"Bos besti, lama tidak ke toko kemana sih, kita kangen sama bos besti" kata karyawan Niana yang bernama Dira

"Gombal ya kalian, emang kalian tidak ada pacar sampe harus kangen sama aku, dasar para jomblo" ucap Niana sambil tertawa bersama karyawan-karyawanya

"Bos besti juga jomblo sama kayak kita" timpal Dira tertawa diikuti karyawan yang lain

Terpopuler

Comments

faridah ida

faridah ida

boss besti udah gak jomblo lagi ,tapi sudah punya suami ...😁😁🤭

2023-09-05

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2 Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3 Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4 Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5 Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6 Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7 Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8 Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9 Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10 Episode 10 Berjualan pudding di taman
11 Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12 Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13 Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14 Episode 14 Dirga menghilang
15 Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16 Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17 Episode 17 Nostalgia waktu SD
18 Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19 Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20 Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21 Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22 Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23 Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24 Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25 Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26 Episode 26 Sudah ingat semuanya
27 Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28 Episode 28 Alergi kepiting
29 Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30 Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31 Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32 Episode 32 Menghindar dari Dirga
33 Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34 Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35 Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36 Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37 Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38 Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39 Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40 Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41 Episode 41 Tak tahan lagi
42 Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43 Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44 Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45 Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46 Episode 46 Mencari info tentang Tania
47 Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48 Episode 48 Dirga sakit
49 Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50 Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51 Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52 Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53 Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54 Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55 Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56 Episode 56 Bertengkar
57 Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58 Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59 Episode 59 Dua insan telah bersatu
60 Episode 60 Melakukannya lagi
61 Episode 61 Kesedihan Dirga
62 Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63 Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64 Episode 64 Insiden tengah malam
65 Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66 Episode 66 Gara-gara baju seksi
67 Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68 Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69 Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70 Episode 70 Disuruh segera pulang
71 Episode 71 Membuat menunggu lagi
72 Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73 Episode 73 Ceroboh
74 Episode 74 Pinokio
75 Episode 75 Sudah puas
76 Episode 76 Mengerjai Niana
77 Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78 Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79 Episode 79 Duka Mendalam
80 Episode 80 Menaruh Dendam
81 Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82 Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83 Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84 Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85 Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86 Episode 86 Tarian Centil
87 Episode 87 Asal Bicara
88 Episode 88 Salah Sangka
89 Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90 Episode 90 Harapan Yang Kandas
91 Episode 91 Suara Yang Familier
92 Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93 Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94 Episode 94 Diskusi Rahasia
95 Episode 95 Benar-benar Hamil
96 Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97 Episode 97 Buku Diary Aska
98 Episode 98 Salah Sangka
99 Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100 Episode 100 Aska Cemburu
101 Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102 Episode 102 Ciuman Dadakan
103 Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104 Episode 104 Teror Di Toko
105 Episode 105 Saling Tuduh
106 Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107 Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108 Episode 108 Cemburu
109 Episode 109 Saling Cemburu
110 Episode 110 Pengawal Gadungan
111 Episode 111 Tidak Ada Kabar
112 Episode 112 Kabar Duka Lara
113 Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114 Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115 Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116 Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117 Episode 117 Tak Disangka-sangka
118 Episode 118 Salah Kamar
119 Episode 119 Merasa Aneh
120 Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121 Episode 121 Bertengkar Lagi
122 Episode 122 Cemburu
123 Episode 123 Keceplosan
124 Episode 124 Rindu
125 Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126 Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127 Episode 127 Penyesalan
128 Episode 128 Salah Paham Selesai
129 Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130 Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131 Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132 Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133 Episode 133 Panik Dan Khawatir
134 Episode 134 Gelang Dirga
135 Episode 135 Alergi Lagi
136 Episode 136 Akhirnya Tahu
137 Episode 137 Melepas Rindu
138 Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139 Episode 139 Diculik
140 Episode 140 Pengakuan
141 Episode 141 Disekap
142 Episode 142 Petunjuk
143 Episode 143 Pencarian
144 Episode 144 Kebahagiaan Datang
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2
Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3
Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4
Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5
Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6
Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7
Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8
Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9
Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10
Episode 10 Berjualan pudding di taman
11
Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12
Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13
Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14
Episode 14 Dirga menghilang
15
Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16
Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17
Episode 17 Nostalgia waktu SD
18
Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19
Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20
Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21
Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22
Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23
Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24
Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25
Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26
Episode 26 Sudah ingat semuanya
27
Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28
Episode 28 Alergi kepiting
29
Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30
Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31
Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32
Episode 32 Menghindar dari Dirga
33
Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34
Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35
Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36
Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37
Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38
Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39
Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40
Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41
Episode 41 Tak tahan lagi
42
Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43
Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44
Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45
Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46
Episode 46 Mencari info tentang Tania
47
Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48
Episode 48 Dirga sakit
49
Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50
Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51
Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52
Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53
Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54
Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55
Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56
Episode 56 Bertengkar
57
Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58
Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59
Episode 59 Dua insan telah bersatu
60
Episode 60 Melakukannya lagi
61
Episode 61 Kesedihan Dirga
62
Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63
Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64
Episode 64 Insiden tengah malam
65
Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66
Episode 66 Gara-gara baju seksi
67
Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68
Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69
Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70
Episode 70 Disuruh segera pulang
71
Episode 71 Membuat menunggu lagi
72
Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73
Episode 73 Ceroboh
74
Episode 74 Pinokio
75
Episode 75 Sudah puas
76
Episode 76 Mengerjai Niana
77
Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78
Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79
Episode 79 Duka Mendalam
80
Episode 80 Menaruh Dendam
81
Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82
Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83
Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84
Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85
Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86
Episode 86 Tarian Centil
87
Episode 87 Asal Bicara
88
Episode 88 Salah Sangka
89
Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90
Episode 90 Harapan Yang Kandas
91
Episode 91 Suara Yang Familier
92
Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93
Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94
Episode 94 Diskusi Rahasia
95
Episode 95 Benar-benar Hamil
96
Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97
Episode 97 Buku Diary Aska
98
Episode 98 Salah Sangka
99
Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100
Episode 100 Aska Cemburu
101
Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102
Episode 102 Ciuman Dadakan
103
Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104
Episode 104 Teror Di Toko
105
Episode 105 Saling Tuduh
106
Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107
Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108
Episode 108 Cemburu
109
Episode 109 Saling Cemburu
110
Episode 110 Pengawal Gadungan
111
Episode 111 Tidak Ada Kabar
112
Episode 112 Kabar Duka Lara
113
Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114
Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115
Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116
Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117
Episode 117 Tak Disangka-sangka
118
Episode 118 Salah Kamar
119
Episode 119 Merasa Aneh
120
Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121
Episode 121 Bertengkar Lagi
122
Episode 122 Cemburu
123
Episode 123 Keceplosan
124
Episode 124 Rindu
125
Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126
Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127
Episode 127 Penyesalan
128
Episode 128 Salah Paham Selesai
129
Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130
Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131
Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132
Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133
Episode 133 Panik Dan Khawatir
134
Episode 134 Gelang Dirga
135
Episode 135 Alergi Lagi
136
Episode 136 Akhirnya Tahu
137
Episode 137 Melepas Rindu
138
Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139
Episode 139 Diculik
140
Episode 140 Pengakuan
141
Episode 141 Disekap
142
Episode 142 Petunjuk
143
Episode 143 Pencarian
144
Episode 144 Kebahagiaan Datang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!