Sesampai di rumah, Dirga bergegas ke dapur memakai celemek dan mulai memasak. Sedangkan Niana ada di ruang tengah menonton TV sambil melihat ponselnya. Tiba-tiba ada panggilan masuk dari Aska. Niana menerima panggilan Aska sambil melirik ke arah dapur karena takut terdengar oleh Dirga.
"Hallo Niana sedang apa? Gimana kabarmu?" tanya Aska
"Aku baik kak, maaf kak Niana akhir-akhir ini banyak kerjaan jadi tidak sempat terima panggilan telfon" jawab Niana dengan suara pelan agar tak terdengar Dirga
"Ada apa dengan suaramu, apakah kamu sedang sakit?"
"Niana baik-baik saja kok"
"Spaghetti special sudah siap" teriak Dirga
"Itu suara siapa, kamu dimana sekarang?"
"Iii... ni Niana di rumah kak, tadi pesen spaghetti lewat aplikasi BuyFood. Udah dulu ya kak, Niana mau makan dulu. Mungkin Niana akan jarang balas chat atau panggilan karena banyak kerjaan" kata Niana secepat kilat dan segera mematikan ponsel karena Dirga sudah berjalan menuju ruang tengah.
"Kamu sedang telefon sama siapa?" tanya Dirga
"Sama As... Andrea, tadi dia tanya kapan aku ke toko soalnya sudah beberapa hari aku tidak ke toko" jawab Niana yang hampir keceplosan menyebut nama Aska.
"Baiklah, mari kita makan"
"Kelihatannya enak" Niana pun langsung mencicipinya
"Bagaimana, enak tidak?"
Niana hanya mengangkat jempolnya menandakan spagehtti buatan Dirga sangat enak. Melihat cara Niana makan begitu menikmatinya sampe sausnya belepotan di pipi, Dirga lalu mengambil tisu dan membersihkan saus yang menempel di pipi Niana.
"Makanlah yang banyak, jangan buru-buru masih ada dessert spesial untukmu" ucap Dirga menuju kulkas dan mengambil dessert untuk Niana
"Kamu bikin pudding, cantik sekali" Niana memuji dessert buatan Dirga
Sebuah pudding berbentuk hati berwarna merah transparan yang di dalamnya ada isinya berbentuk hati juga dengan ukuran lebih kecil berwarna merah hati. Sepertinya ada sesuatu yang di dalam pudding.
"Ayo cobalah" ucap Dirga yang berdiri di depan Niana, tak sabar menunggu komentar Niana
"Emmm enak sekali, apa ini? unik sekali kamu mengisi dalamnya dengan es krim?"
"Apakah kamu menyukainya"
"Iya enak sekali, ini pudding terenak yang pernah ku makan"
"Ternyata pemilik Sanjaya Grub ini pintar juga memasak, tidak sia-sia aku menampungmu di rumahku ha..ha..ha tiap hari sudah ada koki dirumah ha..ha" batin Niana
"Apa yang kamu pikirkan, wajahmu bahagia sekali" ucap Dirga
"Gak nyangka saja seorang CEO Sanjaya Grub ternyata pintar juga memasak"
"Aku hanya bisa memasak masakan yang aku suka" ucap Dirga sepontan yang tiba-tiba sepintas teringat sesuatu tentang dirinya dulu, dia sedang memasak di dapur bersama seorang laki-laki dan keadaannya kabur tidak begitu jelas.
"Aachh... " teriak Dirga memegangi kepalanya
"Kamu kenapa, duduklah aku ambilkan minum" ucap Niana sambil menuangkan air ke gelas
"Aku tidak apa-apa, mungkin aku belum minum obat tadi"
"Kalau begitu minum obat dulu dan istirahatlah saja"
"Tapi aku bosan minum obat"
"Kamu harus minum obat, bukan kah kamu ingin segera sembuh dan mengingat kembali semuanya" ucap Niana memaksa
"Aku tidak mau" ucap Dirga beralih duduk di sofa ruang tengah
"Minum..!!" titah Niana menghampiri Dirga sambil memegang obat dan segelas air
"Tidak mau... " tolak Dirga
"Baiklah kalau begitu kita main tebak koin. Kalau kamu bisa menebak koin yang ada ditanganku ada dimana maka hari ini tidak minum obat. Kamu punya 3 kali kesempatan untuk menebak dengan benar" ucap Niana mengambil koin di saku celana belakang
"Baiklah, boleh juga" ucap Dirga merasa tertantang
"Oke kita mulai, kalau tebakanmu salah kamu harus minum obatnya!" ucap Niana yang tangannya melempar koin lalu digenggamnya lagi dengan tangan kanan dan meletakan kedua tangannya ke belakang punggungnya untuk menukar posisi koin
"Oke siapa takut" ucap Dirga
"Tebak koinnya dimana? Kanan atau kiri?" ucap Niana menunjukan kedua tangannya yang posisinya menggenggam semua
"Yang kiri" ucap Dirga
"Taraaa.... kosong, 2 kali kesempatan lagi"
ucap Niana merasa senang
"Hemm...!" Dirga mendesah kesal
Sudah 3 kali menebak selalu kosong membuat Dirga curiga, jangan-jangan Niana membohonginya seperti anak kecil. Sebenarnya Niana memang tidak menggenggam koin karena koin itu dia sembunyikan di saku celananya selama bermain. Jadi koin itu tidak ada di genggaman tanganya.
"Kamu kalah jadi harus minum obat" titah Niana
"Kamu mengerjaiku kan? coba buka semua tanganmu"
"Aku tidak membohongimu"
"Kalau gitu tunjukan koinnya" titah Dirga
Niana pun langsung menyembunyikan kedua tanganya ke belakang agar Dirga tidak bisa melihat kedua tanganya yang sebenarnya tidak memegang koin sama sekali. Karena koinnya sudah dia masukan ke saku celana belakangnya. Nianapun kesulitan mengambil karena posisinya sedang duduk satu sofa berhadapan dengan Dirga. Dan koin itu pun masuk terlalu dalam di saku celananya. Lalu Dirga berusaha meraih tangan Niana yang ada di belakang punggungnya. Niana pun menghindar dari Dirga hingga tubuhnya tersungkur ke sofa, tubuh Dirga sekarang ada diatas Niana dan kedua tangan Dirga dibelakang punggung Niana masih berusaha meraih telapak tangan Niana. Dirga lalu menatap wajah Niana yang kesulitan bergerak karena tubuhnya tertindih tubuh Dirga. Detak jantung mereka menjadi cepat dan terasa hawa panas menyelimuti mereka. Menyadari posisi tubuhnya kini menindih Niana, Dirga pun langsung bangun dan duduk ke posisi semula.
"Baiklah aku minum obatnya" ucap Dirga yang salah tingkah secepat kilat mengambil obat yang ada diatas meja lalu meminum segelas air
Nianapun langsung berlari ke atas menuju kamarnya. Setelah menutup pintu dia berdiri bersandar di belakang pintu mengatur detak jantungnya yang berdebar tak karuan. Akhirnya drama tebak-tebakan koin pun berakhiri mendebarkan seluruh ruang jantung mereka.
"Apakah ingatannya akan segera kembali, mengapa Dirga ingat makanan kesukaannya, apakah spaghetti dan pudding adalah makanan yang dia suka karena dia bilang hanya bisa memasak masakan kesukaannya" batin Niana bertanya-tanya setelah menginggat perkataan Dirga tadi
"Mr Ken bagaimana keadaanmu, apakah anda sudah pulang dari rumah sakit?........" (Niana sedang menulis pesan)
Niana mulai menulis chat untuk Mr Ken dengan ragu lalu menghapusnya kembali.
"Chat macam apa ini, untuk manusia seperti Mr Ken aku tidak perlu basa basi, langsung to the point saja" ucap Niana
"Mr Ken, Tuan Muda anda barusan teringat sesuatu tentang dirinya, dia ingat makanan kesukaannya pudding dan spaghetti. Apakah benar itu benar? apakah artinya dia akan segera sembuh dari amnesianya. Lalu bagaimana nasib ku setelah Tuan Dirga ingat kembali siapa dirinya. Aku tidak ingin berurusan lagi dengannya. Kenapa sih tidak bicara jujur saja? Bahkan sekarang aku terjebak dalam pernikahan palsu yang kau rencanakan. Aku lelah tiap hari harus hidup penuh sandiwara" (Isi chat Niana pada Mr Ken)
"Anda cukup berpura-pura jadi istrinya, selama Tuan Muda masih amnesia. Kalau pun sekarang menjelaskan yang sebenarnya pada Tuan Muda, berapa banyak orang yang akan menanggung kemarahannya. Bukan hanya keluarga sanjaya saja, tetapi seluruh orang yang berada di rumah Sanjaya. Termasuk semua orang yang bekerja di Sanjaya Grub. Berkorbanlah sebentar Nona, setelah Tuan Mudah sembuh. Saya pastikan anda bisa bekerja dimana pun dan tidak berurusan lagi dengan Tuan Muda. Bukankah Nona juga sudah tahu menurut dokter kemungkinan setelah sembuh Tuan Muda tidak akan mengingat lagi kehidupannya selama amnesia. Jadi anda bisa bebas dari Tuan Muda. Ingat berhati-hatilah dalam bertindak. Tindakan anda menentukan nasib banyak orang" (Balasan chat dari Mr Ken)
"Percuma ngirim chat panjang-panjang dari Sabang sampai Merauke, eh dia malah membalas lebih panjang. Mr Alien bener-bener susah dibujuk" gerutu Niana
Niana pun harus menelan pil pahit untuk kesekian kalinya karena gagal lagi membujuk Mr Ken untuk berkata yang sebenarnya pada Dirga. Entah harus dengan cara apalagi Niana bisa membujuk Mr Ken. Sepertinya segala upaya hanya sia-sia saja.
Jerman, seminggu setelah Dirga kecelakaan. Chat ke 2 dari Tania pada Mr Ken "Ken bagaimana keadaan Dirga? Apakah sudah pulang dari Rs? Kenapa dia masih tidak membalas chat atau panggilanku? Apakah dia marah dan memblokir nomerku"
"Tuan muda baik Nona. Sepertinya begitu apalagi Nona pergi ke Jerman diam-diam. Kalau Nona benar-benar ingin tahu, pulanglah temui tuan muda"
"Maaf Ken tidak bisa untuk saat ini. Apalagi jadwalku sangat padat. Dirga kekanak-kanakan. Aku juga ingin bebas dan ingin mewujudkan cita-citaku
"Silahkan nona, semoga cita-cita nona tercapai tanpa penyesalan" (Mr Ken mengakhiri chatnya)
"Mengapa anda tidak menurut pada Tuan Muda saja Nona Tania, Tuan Muda mencintai anda sampai harus mengalami amnesia, bahkan pulang sebentar saja tidak anda lakukan. Sepenting itukah studi anda daripada Tuan Muda. Karena sikap nona seperti ini maka biarkan saja Tuan Muda menjalani hidupnya seperti sekarang?" batin Mr Ken sambik menikmati susu segarnya
Di pagi yang cerah Dirga sibuk di dapur, entah apa yang dimasaknya. Niana pun sudah berpakaian rapi turun dari lantai 2 menuju dapur.
"Kamu bikin pudding lagi? Puddingmu memang enak tapi gak perlu bikin banyak banget. Perutku tidak akan muat untuk menghabiskannya" ucap Niana melihat banyak pudding di atas meja
"Siapa yang menyuruhmu menghabiskannya, pudding itu mau aku jual ke taman kemarin itu" ucap Dirga menghampiri Niana
"Huk huk... " Niana yang sedang minum terbatuk kaget mendengar Dirga mau jualan pudding. Lalu dia pun memeriksa dahi Dirga dengan telapak tanganya.
"Kamu baik-baik saja? Aku tidak salah dengar, kamu mau jualan pudding di taman?" tanya Niana
"Coba priksa kepala ku lagi, apakah aku sedang sakit" titah Dirga
Niana pun kembali memeriksa kepala Dirga dengan telapak tanganya. Tiba-tiba Dirga meraih pinggang Niana dan melingkarkan kedua tanganya ke pinggang Niana.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Niana
"Bagaimana aku baik-baik saja kan?"
"Iya, kamu sangat baik. Sekarang lepaskan aku" seru Niana kesal
"Makanlah sarapanmu" ucap Dirga mengusap pelan rambut Niana
"Oke, oh iya hari ini aku mau ke toko"
"Kamu mau pulang jam berapa?" tanya Dirga
"Belum tau, kamu tidak perlu masak. Aku akan makan di toko saja"
"Oke, apa kau mau membawa pudding untuk karyawanmu?"
"Tidak usah, jual saja semuanya semoga banyak yang beli biar kamu bisa punya banyak uang dan membayari belanjaanku"
"Baik aku akan menjualnya sampai habis demi istriku" ucap Dirga tersenyum manis
"Aku hanya bercanda, jangan menanggapinya serius"
"Tetapi aku serius Niana karena kau adalah tanggung jawabku" tegas Dirga
"Omong kosong, iya itu hanya omong kosong. Terserah kau saja Tuan Sanjaya, mau jualan atau mau ngapain aja, bukan urusanku. Yang penting aku tidak menyuruhmu jualan" batin Niana yang sedang memakai kaos kaki dan sepatu
"Baiklah, aku berangkat dulu"
"Niana apa nama tokomu?" seru Dirga pada Niana yang sedang menuju pintu keluar.
"Niana Craft" seru Niana
Niana bergegas menuju ke tokonya. Sudah beberapa hari Niana tidak ke toko. Mungkin banyak yang harus diurusnya hari ini. Di tokonya kurang lebih ada 8 pekerja termasuk dirinya.
"Pagi semua besti-bestiku, semangat... " kebiasaan Niana ketika menyapa semua karyawannya.
"Pagi bos besti" seru semua karyawannya
Niana pun langsung menuju ke ruangannya yang ada di lantai atas. Di lantai atas ada 3 ruang yaitu ruang tamu, ruang Niana sendiri dan ruang istirahat karyawan. Sedangkan Lantai bawah bagian tengah untuk toko yang sudah dipenuhi dengan berbagai hasil karya rajutan, lantai bawah bagian kanan untuk gudang sekaligus tempat karyawan bekerja merajut dan lantai bawah bagian kiri untuk tempat packing dan pengiriman barang online.
"Ndre, gimana orderan minggu ini, apakah ada kendala, gudang masih aman?" tanya Niana
"Tenang Niana, semua pasti aman di bawah kendali Andrea" jawab Andrea
"Gaya bicara Andrea udah mirip Mr Ken saja ha..ha.." batin Niana
"Baguslah, apa yang bisa aku bantu?" tanya Niana
"Sepertinya merajut tas besti" ucap Andrea
"Oke" Niana langsung menuju ke lantai bawah bagian kanan
"Hai bos besti" sapa beberapa karyawan yang sedang bekerja di lantai itu
Niana langsung mengambil beberapa benang dan jarum membantu karyawannya merajut tas. Mungkin orderan tas rajutnya lagi banyak.
"Bos besti, lama tidak ke toko kemana sih, kita kangen sama bos besti" kata karyawan Niana yang bernama Dira
"Gombal ya kalian, emang kalian tidak ada pacar sampe harus kangen sama aku, dasar para jomblo" ucap Niana sambil tertawa bersama karyawan-karyawanya
"Bos besti juga jomblo sama kayak kita" timpal Dira tertawa diikuti karyawan yang lain
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
faridah ida
boss besti udah gak jomblo lagi ,tapi sudah punya suami ...😁😁🤭
2023-09-05
0