Sejak Dirga pergi dari hidupnya, dia merasa sepi ditinggal sendiri tanpa satu yang pasti. Niana tidak tahu harus bagaimana, dia merasa tiada berkawan di rumahnya. Niana termenung memandangi fotonya bersama Dirga yang dulu dikirim oleh Mr Ken. Walaupun hanya foto editan setidaknya dia masih bisa melihat wajah Dirga. Tiba-tiba ada panggilan masuk yang segera diangkatnya
"Halo Niana"
"Halo Pak Hendra, ada apa pak?"
"Niana ada kabar baik mulai besok kamu bisa bekerja di Sanjaya Grub kembali tetapi anda dipindakan ke Devisi 2, apakah kamu menerima atau tidak?"
"Baik pak, saya senang mendengarnya. Tetapi saya belum siap bekerja di sana"
"Niana, tetaplah semangat nak, walau kita beda devisi"
"Terima kasih pak, tidak apa-apa yang penting saya bisa bekerja lagi.Kalau saya sudah siap saya akan memberi kabar"
"Baiklah bapak tidak akan memaksa, selamat beristirahat nak"
Besok Niana mulai bekerja lagi di Sanjaya Grub. Walau dia dipindah ke devisi 2 dan tidak di lantai yang sama dengan Dirga lagi. Niana senang karena dia memang membutuhkan pekerjaan agar tetap bisa membantu anak-anak di Panti Kasih.Kalau hanya mengandalkan hasil dari toko mungkin kurang, karena pemasukan dari tokonya selain digunakan Niana untuk anak-anak Panti Kasih setiap minggunya, juga digunakan untuk memberi gaji karyawan, memutar modal lagi dan ketika tokonya sepi harus mengandalkan dana hasil penjualan yang tersimpan. Dia pun masih butuh pekerjaan lain untuk membantu anak-anak panti yang sakit dan membutuhkan biaya banyak untuk mendapatkan terapi. Tetapi dia belum siap bekerja di sana lagi karena dia ingin mengurus tokonya dulu. Kalau urusan tokonya sudah stabil, dia akan mulai bekerja di Sanjaya Grub lagi.
Suasana toko pagi itu cukup ramai, sepertinya tokonya sedang kebanjiran pesanan. Apalagi selama seminggu Niana meninggalkan toko, aktifitas pun menjadi semakin sibuk ketika dia mulai bekerja lagi. Niana bersama para karyawan sibuk merajut benang. Dari pagi sampai siang Niana bekerja, tangannya sudah mulai kaku dan perutnya terasa lapar. Sedangkan para karyawan sudah mulai beristirahat dan makan siang. Entah kenapa Niana masih asik dengan benang dan jarum di ruangannya sediri. Tiba-tiba ada chat masuk dari ponselnya.
"Nona kenapa anda tidak berangkat ke kantor hari ini? Devisi 2 sedang membutuhkan sekretaris secepatnya" (Chat dari Mr Ken)
"Maaf Mr Ken saya belum siap"
"Tentu nona juga sudah tau kalau ingatan Tuan Dirga sudah kembali, nona tidak perlu khawatir untuk bekerja lagi di Sanjaya Grub karena Tuan Dirga tidak ingat dengan semua kejadian yang dia alami selama amnesia. Jadi segerlah bekerja besok"
"Baguslah kalau Pak Dirga sudah sembuh, jadi saya bisa bebas. Bukankah diperjanjian dulu aku bebas bekerja di kantor kapan saja setelah Pak Dirga sembuh. Jadi terserah saya mau ke kantor kapan"
"Kalau nona tidak segera mengisi kekosongan di devisi 2 makan nona akan dipindah ke devisi bawahnya lagi"
"Pindahkan saja kemana kalian suka, yang penting gaji ku masih sama seperti saat di devisi 1 bagitukan perjanjianya?"
"Harusnya nona tidak perlu menunggu hati siap, karena antara nona dan tuan muda tidak ada hubungan apa-apa"
"Aku masih sibuk dengan tokoku. Bukankah dari awal memang aku tidak ada apa-apa dengan Tuan Muda anda. Justru anda dan nyonya besar Sanjayalah yang mengada-adakan apa-apa untuk ku dengan Tuan Muda anda"
"Hemmm. Terserah nona"
"Menyebalkan sekali Mr Alien, sok tau. Indra penglihatmu udah tertutup awan hitam pekat? sampai tidak bisa menerawang aku lagi kalau aku masih sibuk mengurus tokoku bukan karena tidak siap bertemu Dirga. Lagian dalam perjanjian aku harus menjauhi Dirga setelah dia sembuh. Jadi apanya yang harus ku siapkan, bukankah cukup menghindarinya kalau bertemu" ucap Niana memaki-maki ponselnya lalu melanjutkan merajut benang lagi.
"Udah, ayo istirahat dulu" ucap Andrea
"Iya sebentar lagi"
"Apa yang ingin kamu lupakan, sampai tidak bisa berpaling dari benang dan jarum?"
"Tidak ada, aku cuma sedang semangat saja karena orderan banyak"
"Masak? Aku sudah hafal kalau kamu sudah asik dengan benang di ruang kerjamu sendiri sampai masa bodoh dengan perut lapar artinya sedang ada sesuatu" ucap Andrea yang sebelumnya sudah dipesan Aska untuk menghiburnya dari kesedihannya karena Dirga sudah pergi dari hidupnya
"Sok tau, sejak kapan kamu punya indra ke 6 seperti Mr Ken?"
"Siapa lagi itu Mr Ken, namanya terdengar keren, tampan tidak orangnya?"
"Dia adalah alien yang menjelma menjadi manusia yang menyebalkan"
"Jadi selain Tuan Dirga si malaikat tampan yang jadi suami palsumu itu mu sekarang sudah nambah lagi Mr Ken si manusia alien"
"Hemm Mr Ken itu asisten pribadinya Dirga
Jangan sebut nama Dirga lagi aku dan dia sudah berakhir. Tepatnya dia sudah kembali ke asalnya karena ingatannya sudah kembali"
"Pantas seminggu kamu tidak ada kabar, dan setelah kembali sibuk seperti mengurus satu negara sampai lupa makan"
"Oke baiklah aku akan makan sekarang jangan bawel lagi" ucap Niana sambil merangkul bahu andrea
"Nah gitu dong, nanti ceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada kalian seminggu lalu"
Niana terlihat melahap makan siangnya dengan semangat sambil menceritakan pada Andrea tentang yang terjadi sewaktu di Surabaya. Akhirnya Niana kembali ceria dan bisa sedikit demi sedikit menata hatinya yang berantakan setelah dari kota kelahirannya.
Keesokan paginya seperti biasa Niana terlihat sedang memasak di dapur sebelum berangkat ke tokonya lagi. Karena dia belum memutuskan untuk bekerja di Sanjaya Grub jadi dia punya banyak waktu santai di rumah. Tidak seperti Hari-hari sebelumnya yang setiap pagi terburu-buru untuk ke kantor. Saat menyiapkan sarapan, ponselnya berdering untuk ke sekian kalinya setelah 3 kali berdering tetapi tidak dihiraukannya. Akhirnya dia mengangkat panggilan telfon yang entah dari siapa belum Niana lihat. Niana pun langsung mengangkat telfon itu tanpa melihat layar ponsek karena bunyi panggilan ponsel sudah mengganggu telinganya dari tadi.
"Nona segeralah ke kantor hari ini, jika 30 menit lagi nona belum di kantor maka selamanya anda tidak akan bisa kembali" ucap Mr Ken melalui ponselnya
"Masa bodoh"
"Tuan Dirga akan mengadakan rapat 45 menit lagi. Anda perwakilan dari devisi 2. Kalau anda tidak berangkat hari ini maka anda akan dipecat sebelum bekerja"
"Apa? Jadi apa gunanya perjanjian yang dulu disepakati? Kalian mau mempermainkanku?"
"Maaf nona ini diluar kendali saya. Saya hanya ingin membantu anda"
"Menyebalkan"
Panggilan dari Mr Ken yang memacu jantung Niana untuk segera bergegas berangkat ke kantor. Secepat kilat dia beranjak dari kasurnya lalu mandi dan naik ojek online sambil melahap sepotong roti. Tidak lupa dia membawa minum dan bekal ayam kecap yang dimasaknya kemarin sore yang sudah dipanasi. Dia harus berhemat karena sudah sebulan tidak bekerja. Rapat akan dimulai 45 menit lagi, sedangkan jarak rumah ke kantor Niana butuh waktu 30 menit, setidaknya ada waktu 15 menit untuk mengetahui situasi di devisi 2.
Hari ini adalah pertama kali Dirga dan Niana akan masuk kantor. Setelah ingatannya kembali, selama seminggu Dirga hanya beraktifitas di rumah karena dokter menyarankan untuk memaksimalkan terapinya dan bertahap melakukan aktifitas yang biasa dia lakukan agar beban pikirannya tidak langsung berat dan syaraf otaknya tidak kaget dengan kejadian yang dialaminya.
"Niana nanti temui ibu Niken pimpinan devisi 2, kamu bisa bertanya denganya tentang pejekerjaan di sana. Ibu Niken orang yang disiplin dan agak galak jadi jangan buat kesalahan" (Chat pak Hendra)
"Terima kasih pak Hendra atas bantuannya" balas Niana
Sesampainya di kantor Niana menemui ibu Niken di ruangnya.
"Selamat pagi bu Niken, saya Niana yang akan mewakili sekretaris rapat devisi 2 hari ini"
"Duduk, baca berkas itu 5 menit lalu segera menuju ruang rapat. 5 menit sebelum rapat kita sudah harus ada di sana" titah Bu Niken
"Baik bu"
Dulu ketika masih satu devisi dengan pak Hendra Niana biasanya masuk ruang rapat telat 5 menit tidak ada masalah. Sekarang dia harus disiplin karena pimpinan devisi 2 ibu Niken memiliki prinsip untuk selalu disiplin dalam hal apapun.
Hari ini adalah kali kedua Niana akan rapat bertemu Dirga lagi. Rasanya seperti dejavu bagi Niana memasuki ruang rapat itu lagi. Untunglah hari ini Niana tidak membeli susu segar lagi karena terakhir kali rapat susu segar rasa storberrynya berubah jadi rasa alpukat. Kali ini dia membawa minum dan bekal sendiri yang terjamin asli miliknya dan tidak mungkin tertukar. Karena di ruang rapat hanya boleh membawa minuman, bekalnya Niana pun ia titipkan di meja resepsionis beserta minumannya.
"Permisi mbak, saya mau titip bekal dan minuman di sini bisakan? nanti kalau rapatnya selesai saya ambil?" tanya Niana kepada resepsionis yang waktu itu sedang fokus pada ponselnya
"Baik nona, letakan saja di situ" kata resepsionis itu tidak memperhatikan Niana karena sibuk menjawab panggilan telefon
"Terima kasih" ucap Niana lalu masuk ke ruang rapat
Sementara Dirga yang baru datang, langsung menuju ruanganya dan masih sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk diatas mejanya. Bahkan dari rumah dia tidak sempat sarapan. Urusan perusahaan membuatnya cukup sibuk karena hampir 1 bulan dia tidak ke kantor.
"Ken apakah kamu sudah menyiapkan sarapanku. Letakan di meja resepsionis. Aku akan memakannya sebelum rapat" ucap Dirga melalui ponsel
"Baik tuan muda nanti saya letakan di meja resepsionis depan ruang rapat, sebentar lagi saya sampai. Tetapi saya mohon izin sebentar membeli obat karena perut saya sakit"
"Oke" ucap Dirga menutup pembicaraannya dengan Mr Ken
Setelah menandatangi berkas yang menumpuk di atas meja kerjanya, Dirga menuju ruang rapat di lantai 19. Sesampainya di meja resepsionis dia mengambil makanan dan minuman yang ada di atas meja resepsionis. Dia menuju ruang lain dan menutup pintu. Lalu membuka makanan yang sudah ada di depannya.
"Kekanak kanakan sekali bawa kotak makanan seperti ini" ucap Dirga sambil tersenyum sendiri dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Pasalnya kotak makanannya berwarna ungu dan bentuknya lucu. Botol minumannya pun berwarna ungu. Lalu Dirga membuka isi kotak makanan itu.
"Ayam kecap sama nasi? Sejak kapan Ken merubah selara makanku?" Dirga pun mencoba mencicipinya hingga tak terasa 2 paha ayam kecap itu habis sama nasi-nasinya dan yang tertinggal hanyalah tulang belulangnya
"Kenapa aku seperti pernah melihat kotak makanan ini tapi dimana? Kotak kayak gini mungkin banyak di pasaran. Tidak perlu berlebihan memikirkannya, mungkin selara Ken warna ungu"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
faridah ida
kejadian lama terulang lagi ,ketuker lagi itu makanan ...🤦🤦😂😂😂
2023-09-05
0