Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub

Sejak Dirga pergi dari hidupnya, dia merasa sepi ditinggal sendiri tanpa satu yang pasti. Niana tidak tahu harus bagaimana, dia merasa tiada berkawan di rumahnya. Niana termenung memandangi fotonya bersama Dirga yang dulu dikirim oleh Mr Ken. Walaupun hanya foto editan setidaknya dia masih bisa melihat wajah Dirga. Tiba-tiba ada panggilan masuk yang segera diangkatnya

"Halo Niana"

"Halo Pak Hendra, ada apa pak?"

"Niana ada kabar baik mulai besok kamu bisa bekerja di Sanjaya Grub kembali tetapi anda dipindakan ke Devisi 2, apakah kamu menerima atau tidak?"

"Baik pak, saya senang mendengarnya. Tetapi saya belum siap bekerja di sana"

"Niana, tetaplah semangat nak, walau kita beda devisi"

"Terima kasih pak, tidak apa-apa yang penting saya bisa bekerja lagi.Kalau saya sudah siap saya akan memberi kabar"

"Baiklah bapak tidak akan memaksa, selamat beristirahat nak"

Besok Niana mulai bekerja lagi di Sanjaya Grub. Walau dia dipindah ke devisi 2 dan tidak di lantai yang sama dengan Dirga lagi. Niana senang karena dia memang membutuhkan pekerjaan agar tetap bisa membantu anak-anak di Panti Kasih.Kalau hanya mengandalkan hasil dari toko mungkin kurang, karena pemasukan dari tokonya selain digunakan Niana untuk anak-anak Panti Kasih setiap minggunya, juga digunakan untuk memberi gaji karyawan, memutar modal lagi dan ketika tokonya sepi harus mengandalkan dana hasil penjualan yang tersimpan. Dia pun masih butuh pekerjaan lain untuk membantu anak-anak panti yang sakit dan membutuhkan biaya banyak untuk mendapatkan terapi. Tetapi dia belum siap bekerja di sana lagi karena dia ingin mengurus tokonya dulu. Kalau urusan tokonya sudah stabil, dia akan mulai bekerja di Sanjaya Grub lagi.

Suasana toko pagi itu cukup ramai, sepertinya tokonya sedang kebanjiran pesanan. Apalagi selama seminggu Niana meninggalkan toko, aktifitas pun menjadi semakin sibuk ketika dia mulai bekerja lagi. Niana bersama para karyawan sibuk merajut benang. Dari pagi sampai siang Niana bekerja, tangannya sudah mulai kaku dan perutnya terasa lapar. Sedangkan para karyawan sudah mulai beristirahat dan makan siang. Entah kenapa Niana masih asik dengan benang dan jarum di ruangannya sediri. Tiba-tiba ada chat masuk dari ponselnya.

"Nona kenapa anda tidak berangkat ke kantor hari ini? Devisi 2 sedang membutuhkan sekretaris secepatnya" (Chat dari Mr Ken)

"Maaf Mr Ken saya belum siap"

"Tentu nona juga sudah tau kalau ingatan Tuan Dirga sudah kembali, nona tidak perlu khawatir untuk bekerja lagi di Sanjaya Grub karena Tuan Dirga tidak ingat dengan semua kejadian yang dia alami selama amnesia. Jadi segerlah bekerja besok"

"Baguslah kalau Pak Dirga sudah sembuh, jadi saya bisa bebas. Bukankah diperjanjian dulu aku bebas bekerja di kantor kapan saja setelah Pak Dirga sembuh. Jadi terserah saya mau ke kantor kapan"

"Kalau nona tidak segera mengisi kekosongan di devisi 2 makan nona akan dipindah ke devisi bawahnya lagi"

"Pindahkan saja kemana kalian suka, yang penting gaji ku masih sama seperti saat di devisi 1 bagitukan perjanjianya?"

"Harusnya nona tidak perlu menunggu hati siap, karena antara nona dan tuan muda tidak ada hubungan apa-apa"

"Aku masih sibuk dengan tokoku. Bukankah dari awal memang aku tidak ada apa-apa dengan Tuan Muda anda. Justru anda dan nyonya besar Sanjayalah yang mengada-adakan apa-apa untuk ku dengan Tuan Muda anda"

"Hemmm. Terserah nona"

"Menyebalkan sekali Mr Alien, sok tau. Indra penglihatmu udah tertutup awan hitam pekat? sampai tidak bisa menerawang aku lagi kalau aku masih sibuk mengurus tokoku bukan karena tidak siap bertemu Dirga. Lagian dalam perjanjian aku harus menjauhi Dirga setelah dia sembuh. Jadi apanya yang harus ku siapkan, bukankah cukup menghindarinya kalau bertemu" ucap Niana memaki-maki ponselnya lalu melanjutkan merajut benang lagi.

"Udah, ayo istirahat dulu" ucap Andrea

"Iya sebentar lagi"

"Apa yang ingin kamu lupakan, sampai tidak bisa berpaling dari benang dan jarum?"

"Tidak ada, aku cuma sedang semangat saja karena orderan banyak"

"Masak? Aku sudah hafal kalau kamu sudah asik dengan benang di ruang kerjamu sendiri sampai masa bodoh dengan perut lapar artinya sedang ada sesuatu" ucap Andrea yang sebelumnya sudah dipesan Aska untuk menghiburnya dari kesedihannya karena Dirga sudah pergi dari hidupnya

"Sok tau, sejak kapan kamu punya indra ke 6 seperti Mr Ken?"

"Siapa lagi itu Mr Ken, namanya terdengar keren, tampan tidak orangnya?"

"Dia adalah alien yang menjelma menjadi manusia yang menyebalkan"

"Jadi selain Tuan Dirga si malaikat tampan yang jadi suami palsumu itu mu sekarang sudah nambah lagi Mr Ken si manusia alien"

"Hemm Mr Ken itu asisten pribadinya Dirga

Jangan sebut nama Dirga lagi aku dan dia sudah berakhir. Tepatnya dia sudah kembali ke asalnya karena ingatannya sudah kembali"

"Pantas seminggu kamu tidak ada kabar, dan setelah kembali sibuk seperti mengurus satu negara sampai lupa makan"

"Oke baiklah aku akan makan sekarang jangan bawel lagi" ucap Niana sambil merangkul bahu andrea

"Nah gitu dong, nanti ceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada kalian seminggu lalu"

Niana terlihat melahap makan siangnya dengan semangat sambil menceritakan pada Andrea tentang yang terjadi sewaktu di Surabaya. Akhirnya Niana kembali ceria dan bisa sedikit demi sedikit menata hatinya yang berantakan setelah dari kota kelahirannya.

Keesokan paginya seperti biasa Niana terlihat sedang memasak di dapur sebelum berangkat ke tokonya lagi. Karena dia belum memutuskan untuk bekerja di Sanjaya Grub jadi dia punya banyak waktu santai di rumah. Tidak seperti Hari-hari sebelumnya yang setiap pagi terburu-buru untuk ke kantor. Saat menyiapkan sarapan, ponselnya berdering untuk ke sekian kalinya setelah 3 kali berdering tetapi tidak dihiraukannya. Akhirnya dia mengangkat panggilan telfon yang entah dari siapa belum Niana lihat. Niana pun langsung mengangkat telfon itu tanpa melihat layar ponsek karena bunyi panggilan ponsel sudah mengganggu telinganya dari tadi.

"Nona segeralah ke kantor hari ini, jika 30 menit lagi nona belum di kantor maka selamanya anda tidak akan bisa kembali" ucap Mr Ken melalui ponselnya

"Masa bodoh"

"Tuan Dirga akan mengadakan rapat 45 menit lagi. Anda perwakilan dari devisi 2. Kalau anda tidak berangkat hari ini maka anda akan dipecat sebelum bekerja"

"Apa? Jadi apa gunanya perjanjian yang dulu disepakati? Kalian mau mempermainkanku?"

"Maaf nona ini diluar kendali saya. Saya hanya ingin membantu anda"

"Menyebalkan"

Panggilan dari Mr Ken yang memacu jantung Niana untuk segera bergegas berangkat ke kantor. Secepat kilat dia beranjak dari kasurnya lalu mandi dan naik ojek online sambil melahap sepotong roti. Tidak lupa dia membawa minum dan bekal ayam kecap yang dimasaknya kemarin sore yang sudah dipanasi. Dia harus berhemat karena sudah sebulan tidak bekerja. Rapat akan dimulai 45 menit lagi, sedangkan jarak rumah ke kantor Niana butuh waktu 30 menit, setidaknya ada waktu 15 menit untuk mengetahui situasi di devisi 2.

Hari ini adalah pertama kali Dirga dan Niana akan masuk kantor. Setelah ingatannya kembali, selama seminggu Dirga hanya beraktifitas di rumah karena dokter menyarankan untuk memaksimalkan terapinya dan bertahap melakukan aktifitas yang biasa dia lakukan agar beban pikirannya tidak langsung berat dan syaraf otaknya tidak kaget dengan kejadian yang dialaminya.

"Niana nanti temui ibu Niken pimpinan devisi 2, kamu bisa bertanya denganya tentang pejekerjaan di sana. Ibu Niken orang yang disiplin dan agak galak jadi jangan buat kesalahan" (Chat pak Hendra)

"Terima kasih pak Hendra atas bantuannya" balas Niana

Sesampainya di kantor Niana menemui ibu Niken di ruangnya.

"Selamat pagi bu Niken, saya Niana yang akan mewakili sekretaris rapat devisi 2 hari ini"

"Duduk, baca berkas itu 5 menit lalu segera menuju ruang rapat. 5 menit sebelum rapat kita sudah harus ada di sana" titah Bu Niken

"Baik bu"

Dulu ketika masih satu devisi dengan pak Hendra Niana biasanya masuk ruang rapat telat 5 menit tidak ada masalah. Sekarang dia harus disiplin karena pimpinan devisi 2 ibu Niken memiliki prinsip untuk selalu disiplin dalam hal apapun.

Hari ini adalah kali kedua Niana akan rapat bertemu Dirga lagi. Rasanya seperti dejavu bagi Niana memasuki ruang rapat itu lagi. Untunglah hari ini Niana tidak membeli susu segar lagi karena terakhir kali rapat susu segar rasa storberrynya berubah jadi rasa alpukat. Kali ini dia membawa minum dan bekal sendiri yang terjamin asli miliknya dan tidak mungkin tertukar. Karena di ruang rapat hanya boleh membawa minuman, bekalnya Niana pun ia titipkan di meja resepsionis beserta minumannya.

"Permisi mbak, saya mau titip bekal dan minuman di sini bisakan? nanti kalau rapatnya selesai saya ambil?" tanya Niana kepada resepsionis yang waktu itu sedang fokus pada ponselnya

"Baik nona, letakan saja di situ" kata resepsionis itu tidak memperhatikan Niana karena sibuk menjawab panggilan telefon

"Terima kasih" ucap Niana lalu masuk ke ruang rapat

Sementara Dirga yang baru datang, langsung menuju ruanganya dan masih sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk diatas mejanya. Bahkan dari rumah dia tidak sempat sarapan. Urusan perusahaan membuatnya cukup sibuk karena hampir 1 bulan dia tidak ke kantor.

"Ken apakah kamu sudah menyiapkan sarapanku. Letakan di meja resepsionis. Aku akan memakannya sebelum rapat" ucap Dirga melalui ponsel

"Baik tuan muda nanti saya letakan di meja resepsionis depan ruang rapat, sebentar lagi saya sampai. Tetapi saya mohon izin sebentar membeli obat karena perut saya sakit"

"Oke" ucap Dirga menutup pembicaraannya dengan Mr Ken

Setelah menandatangi berkas yang menumpuk di atas meja kerjanya, Dirga menuju ruang rapat di lantai 19. Sesampainya di meja resepsionis dia mengambil makanan dan minuman yang ada di atas meja resepsionis. Dia menuju ruang lain dan menutup pintu. Lalu membuka makanan yang sudah ada di depannya.

"Kekanak kanakan sekali bawa kotak makanan seperti ini" ucap Dirga sambil tersenyum sendiri dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Pasalnya kotak makanannya berwarna ungu dan bentuknya lucu. Botol minumannya pun berwarna ungu. Lalu Dirga membuka isi kotak makanan itu.

"Ayam kecap sama nasi? Sejak kapan Ken merubah selara makanku?" Dirga pun mencoba mencicipinya hingga tak terasa 2 paha ayam kecap itu habis sama nasi-nasinya dan yang tertinggal hanyalah tulang belulangnya

"Kenapa aku seperti pernah melihat kotak makanan ini tapi dimana? Kotak kayak gini mungkin banyak di pasaran. Tidak perlu berlebihan memikirkannya, mungkin selara Ken warna ungu"

Terpopuler

Comments

faridah ida

faridah ida

kejadian lama terulang lagi ,ketuker lagi itu makanan ...🤦🤦😂😂😂

2023-09-05

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2 Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3 Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4 Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5 Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6 Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7 Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8 Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9 Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10 Episode 10 Berjualan pudding di taman
11 Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12 Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13 Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14 Episode 14 Dirga menghilang
15 Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16 Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17 Episode 17 Nostalgia waktu SD
18 Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19 Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20 Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21 Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22 Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23 Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24 Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25 Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26 Episode 26 Sudah ingat semuanya
27 Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28 Episode 28 Alergi kepiting
29 Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30 Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31 Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32 Episode 32 Menghindar dari Dirga
33 Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34 Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35 Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36 Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37 Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38 Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39 Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40 Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41 Episode 41 Tak tahan lagi
42 Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43 Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44 Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45 Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46 Episode 46 Mencari info tentang Tania
47 Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48 Episode 48 Dirga sakit
49 Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50 Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51 Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52 Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53 Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54 Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55 Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56 Episode 56 Bertengkar
57 Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58 Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59 Episode 59 Dua insan telah bersatu
60 Episode 60 Melakukannya lagi
61 Episode 61 Kesedihan Dirga
62 Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63 Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64 Episode 64 Insiden tengah malam
65 Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66 Episode 66 Gara-gara baju seksi
67 Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68 Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69 Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70 Episode 70 Disuruh segera pulang
71 Episode 71 Membuat menunggu lagi
72 Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73 Episode 73 Ceroboh
74 Episode 74 Pinokio
75 Episode 75 Sudah puas
76 Episode 76 Mengerjai Niana
77 Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78 Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79 Episode 79 Duka Mendalam
80 Episode 80 Menaruh Dendam
81 Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82 Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83 Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84 Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85 Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86 Episode 86 Tarian Centil
87 Episode 87 Asal Bicara
88 Episode 88 Salah Sangka
89 Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90 Episode 90 Harapan Yang Kandas
91 Episode 91 Suara Yang Familier
92 Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93 Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94 Episode 94 Diskusi Rahasia
95 Episode 95 Benar-benar Hamil
96 Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97 Episode 97 Buku Diary Aska
98 Episode 98 Salah Sangka
99 Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100 Episode 100 Aska Cemburu
101 Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102 Episode 102 Ciuman Dadakan
103 Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104 Episode 104 Teror Di Toko
105 Episode 105 Saling Tuduh
106 Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107 Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108 Episode 108 Cemburu
109 Episode 109 Saling Cemburu
110 Episode 110 Pengawal Gadungan
111 Episode 111 Tidak Ada Kabar
112 Episode 112 Kabar Duka Lara
113 Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114 Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115 Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116 Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117 Episode 117 Tak Disangka-sangka
118 Episode 118 Salah Kamar
119 Episode 119 Merasa Aneh
120 Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121 Episode 121 Bertengkar Lagi
122 Episode 122 Cemburu
123 Episode 123 Keceplosan
124 Episode 124 Rindu
125 Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126 Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127 Episode 127 Penyesalan
128 Episode 128 Salah Paham Selesai
129 Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130 Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131 Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132 Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133 Episode 133 Panik Dan Khawatir
134 Episode 134 Gelang Dirga
135 Episode 135 Alergi Lagi
136 Episode 136 Akhirnya Tahu
137 Episode 137 Melepas Rindu
138 Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139 Episode 139 Diculik
140 Episode 140 Pengakuan
141 Episode 141 Disekap
142 Episode 142 Petunjuk
143 Episode 143 Pencarian
144 Episode 144 Kebahagiaan Datang
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2
Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3
Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4
Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5
Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6
Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7
Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8
Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9
Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10
Episode 10 Berjualan pudding di taman
11
Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12
Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13
Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14
Episode 14 Dirga menghilang
15
Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16
Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17
Episode 17 Nostalgia waktu SD
18
Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19
Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20
Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21
Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22
Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23
Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24
Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25
Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26
Episode 26 Sudah ingat semuanya
27
Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28
Episode 28 Alergi kepiting
29
Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30
Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31
Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32
Episode 32 Menghindar dari Dirga
33
Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34
Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35
Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36
Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37
Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38
Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39
Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40
Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41
Episode 41 Tak tahan lagi
42
Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43
Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44
Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45
Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46
Episode 46 Mencari info tentang Tania
47
Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48
Episode 48 Dirga sakit
49
Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50
Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51
Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52
Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53
Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54
Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55
Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56
Episode 56 Bertengkar
57
Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58
Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59
Episode 59 Dua insan telah bersatu
60
Episode 60 Melakukannya lagi
61
Episode 61 Kesedihan Dirga
62
Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63
Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64
Episode 64 Insiden tengah malam
65
Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66
Episode 66 Gara-gara baju seksi
67
Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68
Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69
Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70
Episode 70 Disuruh segera pulang
71
Episode 71 Membuat menunggu lagi
72
Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73
Episode 73 Ceroboh
74
Episode 74 Pinokio
75
Episode 75 Sudah puas
76
Episode 76 Mengerjai Niana
77
Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78
Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79
Episode 79 Duka Mendalam
80
Episode 80 Menaruh Dendam
81
Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82
Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83
Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84
Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85
Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86
Episode 86 Tarian Centil
87
Episode 87 Asal Bicara
88
Episode 88 Salah Sangka
89
Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90
Episode 90 Harapan Yang Kandas
91
Episode 91 Suara Yang Familier
92
Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93
Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94
Episode 94 Diskusi Rahasia
95
Episode 95 Benar-benar Hamil
96
Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97
Episode 97 Buku Diary Aska
98
Episode 98 Salah Sangka
99
Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100
Episode 100 Aska Cemburu
101
Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102
Episode 102 Ciuman Dadakan
103
Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104
Episode 104 Teror Di Toko
105
Episode 105 Saling Tuduh
106
Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107
Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108
Episode 108 Cemburu
109
Episode 109 Saling Cemburu
110
Episode 110 Pengawal Gadungan
111
Episode 111 Tidak Ada Kabar
112
Episode 112 Kabar Duka Lara
113
Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114
Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115
Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116
Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117
Episode 117 Tak Disangka-sangka
118
Episode 118 Salah Kamar
119
Episode 119 Merasa Aneh
120
Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121
Episode 121 Bertengkar Lagi
122
Episode 122 Cemburu
123
Episode 123 Keceplosan
124
Episode 124 Rindu
125
Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126
Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127
Episode 127 Penyesalan
128
Episode 128 Salah Paham Selesai
129
Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130
Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131
Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132
Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133
Episode 133 Panik Dan Khawatir
134
Episode 134 Gelang Dirga
135
Episode 135 Alergi Lagi
136
Episode 136 Akhirnya Tahu
137
Episode 137 Melepas Rindu
138
Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139
Episode 139 Diculik
140
Episode 140 Pengakuan
141
Episode 141 Disekap
142
Episode 142 Petunjuk
143
Episode 143 Pencarian
144
Episode 144 Kebahagiaan Datang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!