Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun

Setelah mereka semua pulang, Dirga menuju ke dapur dan mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat pudding. Sebuah panci diletakannya di bawah keran dan mengisinya dengan air. Dia sibuk di dapur tetapi pikirannya kemana mana. Memikirkan ucapan Aska tadi membuat Dirga berjanji tidak ingin menyakiti Niana. Karena dia tidak ingin Aska mengambil Niana darinya.

"Apa yang kamu lakukan" seru Niana sambil mematikan kran air yang membanjiri dapur

Pikiran Dirga membuatnya tidak bisa berkosentrasi sampai tidak melihat air dalam panci sudah penuh dan tumpah-tumpah memenuhi wastafel dan mengalir jatuh ke lantai.

"Niana kelak katakanlah kalau ada sikapku atau perkataanku yang tidak kau sukai. Aku tidak ingin menyakitimu lagi. Karena kalau hatimu terluka maka hatikulah yang lebih sakit karena telah menyakitimu" ucap Dirga

"Sebesar itukah perasaanmu pada tunanganmu yang sebenarnya. Seandainya Dirga yang aku kenal sepertimu saat ini dan belum punya tunangan. Pasti aku sangat bahagia. Tetapi kau milik orang lain. Maafkan aku sudah berpura-pura jadi tunanganmu. Aku tidak ingin kamu semakin membenciku kalau kau tahu semuanya" batin Niana

"Niana...niana.. Apa yang kamu pikirkan, apakah aku bersalah padamu?" ucap Dirga memegangi pundak Niana yang tengah melamun

"Baiklah akan ku katakan aku tidak menyukai semua ini tolong kembalilah ke asalmu Tuan Tengil, kau hampir saja membuat rumahku banjir malah omong kosong yang kau katakan. Lelah sekali seperti ini hiks hiks...." batin Niana yang sudah stres dengan keadaanya

"Aku tidak suka kau bersikap manis pada ku. Maksudku rumahku hampir banjir, sekarang tolong kamu bersihkan lantainya" ucap Niana

Dirga pun melihat lantai di sekitar tempatnya berdiri basah. Dia baru sadar kalau menumpahkan air sampai kemana-mana. Bahkan bajunya pun ikut basah kena cipratan air.

"Maaf Niana aku tidak tahu, aku akan segera membersihkannya"

"Oke, gantilah bajumu yang basah kuyup"

Setelah mengepel lantai Dirga mengganti bajunya yang basah.

"Tunggu... duduklah, kanapa mau masak pake kemeja lengan panjang. Biar aku bantu gulung kemejamu" ucap Niana yang sedang duduk di kursi ruang makan

"Baiklah"

"Apakah semua baju orang kaya seperti Tuan Sanjaya ini satu lemari isinya kemeja semua, kenapa tiap hari memakai kemeja, aku tidak pernah melihatnya pakai kaos santai sekalipun" batin Niana

Niana mulai menggulung lengan kemeja Dirga. Dia begitu telaten menggulungnya dengan rapi. Karena lengan yang sudah tergulung itu kemungkinan akan terbuka dan jatuh lagi saat dipakai beraktifitas sehingga akan mengganggu Dirga saat memasak, Niana pun melepas ikat rambutnya yang sedang dipakai untuk mengikat lengan kemeja Dirga yang sudah tergulung. Dirga pun menatap Niana penuh cinta. Setelah kedua lengan baju sudah selesai diikat, Niana menatap Dirga dengan senyuman manisnya.

"Sudah selesai" ucap Niana

"Aku lebih suka rambutmu terurai begini, kamu kelihatan cantik" ucap Dirga menyibakan rambut Niana yang menutupi sedikit wajahnya ke belakang telinga

Niana jadi salah tingkah lalu mengepang rambutnya lagi.

"Aku juga suka rambutmu dikepang karena wajahmu menggemaskan saat dikepang" bisik Dirga ke telinga Niana yang posisi kursinya sangat dekat

Jantung Niana berdebar kencang sampai tak kuasa mengendalikannya. Dirga pun tersenyum manis melihat wajah Niana tersipu malu menuju dapur. Akhirnya Niana pun hanya asal menggulung-gulung rambutnya lalu mengikat sekenanya

"Kalau rambutmu seperti itu terlihat hemmmmm" bisik Dirga dari belakang Niana yang sedang menghidupkan kompor

"Omong kosong apa sih dan apa maksudnya terlihat hemmm. Menyebalkan sekali" batin Niana yang diliput hawa panas dingin

Di dapur mereka berdua begitu sibuk. Dapur itu mengarah ke taman depan rumah.Mereka berdua sedang asyik mengaduk-aduk cairan pudding dalam panci yang sudah mendidih di atas kompor. Ada jendela cukup besar yang menghadap ke taman tepat di hadapan mereka. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengambil gambar dan vidio mereka. Akhirnya 500 pudding pun telah selesai dibuat.

Di apartemen mewahnya, Aska benar-benar marah, saat sampai di kamar dia melempar jaz nya ke atas kasur dengan keras. Lalu dia duduk di pinggir kasur dan menghempaskan punggungya ke kasur menatap langit-langit apartemennya. Dia masih sangat kesal dengan kata-kata Dirga. Apalagi Dirga adalah putra Sanjaya Grub, tentunya Aska tahu bagaimana kekuasaan Sanjaya Grub yang begitu besar dalam dunia bisnis. Bahkan perusahannya hampir tersebar di seluruh Indonesia, belum yang aset-asetnya yang di luar negeri. Aska juga tidak mampu melawanDirga untuk saat ini karena akan berdampak pada perusahaan yang baru dirintisnya. Dia yakin kelak Dirga akan menyakiti perasaan Niana setelah sembuh dari amnesianya. Dia bingung harus berkata apa pada ayahnya. Tiba-tiba ponselnya berdering ada panggilan masuk.

"Halo Aska, apakah kamu sudah menemui Niana" ucap Pak Hadi melalui ponsel

"Iya yah"

"Lalu"

"Niana sudah menikah dengan laki-laki itu. Namanya Dirga, dia adalah putra Sanjaya Grub"

"Apa...? Bagaimana mungkin putra Sanjaya Grub mau menikah dengan Niana yang hanya orang biasa" batin Pak Hadi kaget seolah tidak percaya. Pak Hadi tentunya tau tentang bagaimana kekuasaan dan kekayaan Sanjaya Grub dalam dunia bisnis.

"Halo ayah, apa ayah baik-baik saja?" ucap Aska pada ayahnya yang tiba-tiba terdiam membisu tetapi panggilannya masih menyala

Ucapan Pak Hadi terhenti tak mampu melanjutkan perkataannya. Dia tidak percaya putra Sanjaya Grub menikahi putrinya yang hanya hidup sebatang kara tanpa orang tua dan tinggal di rumah yang begitu sederhana. Apalagi putrinya begitu polos. Dia takut kalau suatu saat putra Sanjaya Grub itu hanya akan menyakiti putrinya.

"Halo Aska, apakah kamu tahu mengapa Niana menikah dengannya?"

"Laki-laki itu sedang amnesia kata Niana"

"Apa? Lalu apa hubunganya dengan Niana. Apakah dia hanya pura-pura amnesia"

"Aska juga tidak tau yah, Aska tidak bisa bertanya banyak karena Niana belum mau bicara"

"Ayah minta tolong jaga Niana, jangan biarkan laki-laki itu menyakitinya"

"Baik yah"

Pagi-pagi sekali Niana sudah bersiap-siap mau ke toko. Dirga terlihat santai, tidak berjualan di taman untuk hari ini. Dia mau fokus dulu mengurus 500 pesanan pudding untuk acara ulang tahun yang akan diantar siang nanti.

"Aku pergi ke Yayasan Peduli Pendidikan Anak Indonesia dulu, hari ini aku tidak ke toko. Jaga rumah baik-baik kalau ada orang tidak dikenal segera tutup semua pintu" ucap Niana yang teringat beberapa hari yang lalu ada orang yang mengawasinya

"Baiklah, kamu pulang jam berapa" tanya Dirga yang sedang menyirami bungan di taman

"Aku akan pulang lebih awal, nanti aku bantu kamu antar puddingnya setelah pulang dari yayasan" seru Niana yang terburu-buru

"Tunggu sebentar" ucap Dirga

"Ada apa?"

"Kamu habis minum kopi? ini creamernya kenapa belepotan di pipi?" ucap Dirga sambil membersihkan pipi Niana

"Bagaimana apakah sudah bersih?"

"Istriku memang menggemaskan" ucap Dirga sambil mengusap-usap hidung mancung Niana dengan belakang jari telujuknya

"Aku berangkat dulu" ucap Niana segera pergi sebelum wajahnya yang putih terlihat kemerahan karena malu

Di teras depan Dirga sedang bersih-bersih menyapu seluruh taman. Ketika dia merapikan bunga-bunga dalam pot. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu gerbang. Dirga membuka pintu dan terlihat seorang laki-laki tua yang dikawal oleh dua laki-laki berkepala botak. Lelaki tua itu berdiri menatap Dirga dengan sorotan tajam dari atas ke bawah. Lalu lelaki tua itu langsung masuk mengabaikan Dirga yang ada di depannya, kemudian melihat sekeliling dan duduk di kursi taman.

"Maaf Pak ada siapa dan sedang mencari siapa?" tanya Dirga

"Saya Hadi Permana, seharusnya saya yang bertanya, kamu siapa dan kenapa berada di rumah Niana?"

"Saya suami Niana, pak?

"Sebenarnya apa yang kamu inginkan?" tanya Pak Hadi geram karena mengira Dirga hanya pura-pura amnesia

"Apa maksud bapak?" tanya Dirga bingung

"Tidak usah bertele-tele katakan apa maksudmu mendekati putriku"

"Jadi dia ayahnya Niana" batin Dirga langsung meraih tangan lelaki tua itu dan menciumnya tetapi lelaki itu menarik tangannya, seperti tidak suka

"Duduklah pak, saya ambilkan minum dulu" ucap Dirga sedikit bingung dengan sikap ayahnya Niana.

Dirga segera menuju dapur, dia mengambil cangkir yang sering dipakai Niana minum. Dirga tidak tahu kalau itu cangkir kesayangannya Niana. Mungkin jika memakai cangkir itu, sikap ayahnya Niana akan sedikit baik padanya.

"Ayah minumlah dulu" ucap Dirga membawa nampan yang berisi 2 cangkir minuman

"Jangan panggil saya ayah, saya bukan ayahmu" ucap Pak Hadi lalu mengambil cangkir itu dan meminumnya.

"Maaf saya tidak mengenali anda karena Niana lebih sering memceritakan ibunya daripada ayahnya. Bahkan dia hanya menunjukan foto ibunya saja" ucap Dirga

Pak Hadi tiba-tiba menyemburkan air yang diminumnya karena merasa tersinggung dengan ucapan Dirga. Seolah Dirga ingin menegaskan kalau Niana tidak menyukai ayahnya.

"Apa maksudmu anak muda, jaga ucapanmu" ucap Pak Hadi

"Sepertinya hubungan anda dengan Niana kurang baik" jelas Dirga pada Pak Hadi

"Hubungan saya dengan putri saya bukan urusan anda. Langsung saja katakan apa maksudmu mendekati putri saya?"

"Tidak ada maksud apa-apa, saya menyayangi putri bapak"

"Kamu jangan berpura-pura, saya tau anda siapa"

"Saya mengatakan yang sebenarnya" bantah Dirga

"Baiklah, sekarang katakan apa yang harus saya lakukan agar anda meninggalkan putri saya sekarang" titah Pak Hadi

"Kata Niana saya memang pernah menyakitinya tapi sekarang saya sudah berubah, saya tidak akan meninggalkannya"

"Omong kosong, awas kalau saya tahu anda menyakiti putri saya. Tak akan ku biarkan lagi kamu mendekatinya satu langkah pun. Jangan pikir saya tidak tahu siapa kamu" ancam Pak Hadi

"Saya benar-benar menyanyangi Niana dan tidak akan pernah meninggalkannya"

"Omong kosong cih...! Saya yakin anda akan menyakiti putri saya. Jadi lebih baik segera tinggalkan dia sekarang"

"Pak Bos putri anda datang" seru Boni yang berjaga di pintu gerbang

"Kalian siapa?" ucap Niana yang sudah berada di depan pintu gerbang, bingung dengan dua laki-laki yang berkepala botak berdiri seperti patung selamat datang di pintu gerbang rumahnya

"Aku peringatkan sekali lagi, jauhi putri saya" ucap Pak Hadi sambil mencengkram kerah baju Dirga dengan ke dua tanganya

"Apa yang anda lakukan" ucap Niana yang berdiri di belakang ayahnya

Pak Hadi langsung menoleh ke belakang dan melepaskan cengkraman tangannya dari kerah baju Dirga. Niana pun kaget setelah melihat siapa orang yang ada di hadapannya sekarang. Bibirnya gemetar menahan amarah, sakit hati dan air mata mengingat sikap lelaki tua di hadapanya.Rasa sakit itu tiba-tiba terasa kembali mengiris-iris hatinya.

"Kenapa dia bisa ada di sini" tanya Niana pada Dirga lalu langsung melangkah dan berdiri di depan Dirga untuk melindungi Dirga dari ayahnya

"Niana...putri kecil ayah, kamu sudah dewasa nak" ucap Pak Hadi sambil mengusap air matanya

"Pergi anda dari sini, saya tidak mengenal anda" ucap Niana

Lalu Dirga langsung memegang bahu Niana agar Niana bisa menenangkan diri. Melihat Dirga memegang bahu Niana, Pak Hadi ingin marah dan melirik ke arah tangan Dirga memberi isyarat agar melepaskan tangannya dari bahu putrinya.

"Lepaskan tanganmu dari bahu putriku" seru Pak Hadi

"Niana.. ayah ingin bicara sebentar" pinta Pak Hadi

"Pergi....!! Kamu bukan ayahku pergi...! Niana melempar kursi plastik yang ada di taman ke arah ayahnya

"Niana dengarkan ayah laki-laki itu tidak baik untukmu. Tinggalkan dia" titah Pak Hadi yang melangkah mundur perlahan-lahan

"Anda tidak perlu khawatir, kalau dia tidak baik maka saya akan meninggalkannya seperti saya meninggalkan anda" tegas Niana

"Niana... ayah hanya takut suatu saat kamu akan sakit karena laki-laki itu. Ayah tahu siapa laki-laki itu" ucap Pak Hadi

"Kenapa ayahnya Niana sepertinya yakin aku akan menyakitinya. Apa yang dia tahu tentangku. Apakah aku punya kesalahan besar" batin Dirga

"Pergi cepat..!" seru Niana lagi dengan melempar sapu lidi, serokan sampah dan apa saja yang bisa dilempar untuk mengusir ayahnya. Dirga pun segera menahan tangan Niana agar emosinya mereda.

"Bos ayo kita pergi, tuan putri suasana hatinya sedang tidak baik" bisik Boni

"Be... bebetul bos" timpal Mondi

"Baiklah ayah akan pergi sekarang, jaga dirimu baik-baik" ucap Pak Hadi sambil melirik tajam ke arah Dirga

Terpopuler

Comments

faridah ida

faridah ida

ribet banget ini bapak nya Niana ...🤦

2023-09-05

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2 Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3 Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4 Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5 Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6 Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7 Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8 Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9 Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10 Episode 10 Berjualan pudding di taman
11 Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12 Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13 Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14 Episode 14 Dirga menghilang
15 Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16 Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17 Episode 17 Nostalgia waktu SD
18 Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19 Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20 Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21 Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22 Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23 Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24 Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25 Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26 Episode 26 Sudah ingat semuanya
27 Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28 Episode 28 Alergi kepiting
29 Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30 Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31 Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32 Episode 32 Menghindar dari Dirga
33 Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34 Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35 Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36 Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37 Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38 Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39 Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40 Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41 Episode 41 Tak tahan lagi
42 Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43 Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44 Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45 Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46 Episode 46 Mencari info tentang Tania
47 Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48 Episode 48 Dirga sakit
49 Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50 Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51 Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52 Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53 Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54 Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55 Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56 Episode 56 Bertengkar
57 Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58 Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59 Episode 59 Dua insan telah bersatu
60 Episode 60 Melakukannya lagi
61 Episode 61 Kesedihan Dirga
62 Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63 Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64 Episode 64 Insiden tengah malam
65 Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66 Episode 66 Gara-gara baju seksi
67 Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68 Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69 Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70 Episode 70 Disuruh segera pulang
71 Episode 71 Membuat menunggu lagi
72 Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73 Episode 73 Ceroboh
74 Episode 74 Pinokio
75 Episode 75 Sudah puas
76 Episode 76 Mengerjai Niana
77 Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78 Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79 Episode 79 Duka Mendalam
80 Episode 80 Menaruh Dendam
81 Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82 Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83 Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84 Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85 Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86 Episode 86 Tarian Centil
87 Episode 87 Asal Bicara
88 Episode 88 Salah Sangka
89 Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90 Episode 90 Harapan Yang Kandas
91 Episode 91 Suara Yang Familier
92 Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93 Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94 Episode 94 Diskusi Rahasia
95 Episode 95 Benar-benar Hamil
96 Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97 Episode 97 Buku Diary Aska
98 Episode 98 Salah Sangka
99 Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100 Episode 100 Aska Cemburu
101 Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102 Episode 102 Ciuman Dadakan
103 Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104 Episode 104 Teror Di Toko
105 Episode 105 Saling Tuduh
106 Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107 Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108 Episode 108 Cemburu
109 Episode 109 Saling Cemburu
110 Episode 110 Pengawal Gadungan
111 Episode 111 Tidak Ada Kabar
112 Episode 112 Kabar Duka Lara
113 Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114 Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115 Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116 Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117 Episode 117 Tak Disangka-sangka
118 Episode 118 Salah Kamar
119 Episode 119 Merasa Aneh
120 Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121 Episode 121 Bertengkar Lagi
122 Episode 122 Cemburu
123 Episode 123 Keceplosan
124 Episode 124 Rindu
125 Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126 Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127 Episode 127 Penyesalan
128 Episode 128 Salah Paham Selesai
129 Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130 Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131 Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132 Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133 Episode 133 Panik Dan Khawatir
134 Episode 134 Gelang Dirga
135 Episode 135 Alergi Lagi
136 Episode 136 Akhirnya Tahu
137 Episode 137 Melepas Rindu
138 Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139 Episode 139 Diculik
140 Episode 140 Pengakuan
141 Episode 141 Disekap
142 Episode 142 Petunjuk
143 Episode 143 Pencarian
144 Episode 144 Kebahagiaan Datang
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2
Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3
Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4
Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5
Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6
Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7
Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8
Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9
Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10
Episode 10 Berjualan pudding di taman
11
Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12
Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13
Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14
Episode 14 Dirga menghilang
15
Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16
Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17
Episode 17 Nostalgia waktu SD
18
Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19
Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20
Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21
Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22
Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23
Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24
Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25
Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26
Episode 26 Sudah ingat semuanya
27
Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28
Episode 28 Alergi kepiting
29
Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30
Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31
Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32
Episode 32 Menghindar dari Dirga
33
Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34
Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35
Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36
Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37
Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38
Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39
Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40
Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41
Episode 41 Tak tahan lagi
42
Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43
Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44
Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45
Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46
Episode 46 Mencari info tentang Tania
47
Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48
Episode 48 Dirga sakit
49
Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50
Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51
Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52
Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53
Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54
Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55
Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56
Episode 56 Bertengkar
57
Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58
Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59
Episode 59 Dua insan telah bersatu
60
Episode 60 Melakukannya lagi
61
Episode 61 Kesedihan Dirga
62
Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63
Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64
Episode 64 Insiden tengah malam
65
Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66
Episode 66 Gara-gara baju seksi
67
Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68
Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69
Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70
Episode 70 Disuruh segera pulang
71
Episode 71 Membuat menunggu lagi
72
Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73
Episode 73 Ceroboh
74
Episode 74 Pinokio
75
Episode 75 Sudah puas
76
Episode 76 Mengerjai Niana
77
Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78
Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79
Episode 79 Duka Mendalam
80
Episode 80 Menaruh Dendam
81
Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82
Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83
Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84
Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85
Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86
Episode 86 Tarian Centil
87
Episode 87 Asal Bicara
88
Episode 88 Salah Sangka
89
Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90
Episode 90 Harapan Yang Kandas
91
Episode 91 Suara Yang Familier
92
Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93
Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94
Episode 94 Diskusi Rahasia
95
Episode 95 Benar-benar Hamil
96
Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97
Episode 97 Buku Diary Aska
98
Episode 98 Salah Sangka
99
Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100
Episode 100 Aska Cemburu
101
Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102
Episode 102 Ciuman Dadakan
103
Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104
Episode 104 Teror Di Toko
105
Episode 105 Saling Tuduh
106
Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107
Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108
Episode 108 Cemburu
109
Episode 109 Saling Cemburu
110
Episode 110 Pengawal Gadungan
111
Episode 111 Tidak Ada Kabar
112
Episode 112 Kabar Duka Lara
113
Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114
Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115
Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116
Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117
Episode 117 Tak Disangka-sangka
118
Episode 118 Salah Kamar
119
Episode 119 Merasa Aneh
120
Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121
Episode 121 Bertengkar Lagi
122
Episode 122 Cemburu
123
Episode 123 Keceplosan
124
Episode 124 Rindu
125
Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126
Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127
Episode 127 Penyesalan
128
Episode 128 Salah Paham Selesai
129
Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130
Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131
Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132
Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133
Episode 133 Panik Dan Khawatir
134
Episode 134 Gelang Dirga
135
Episode 135 Alergi Lagi
136
Episode 136 Akhirnya Tahu
137
Episode 137 Melepas Rindu
138
Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139
Episode 139 Diculik
140
Episode 140 Pengakuan
141
Episode 141 Disekap
142
Episode 142 Petunjuk
143
Episode 143 Pencarian
144
Episode 144 Kebahagiaan Datang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!