Episode 17 Nostalgia waktu SD

"Selamat datang Niana Zatunissa"

Suara panitia acara itu terdengar begitu keras sehingga, semua teman yang sudah hadir menoleh ke arah Niana.

Setiap peserta acara reuni yang datang memasuki ruangan disebutkan namanya melalui mikrofone oleh panitia agar para peserta yang sudah datang bisa tahu siapa teman-temanya yang baru datang. Karena sudah 13 tahun tidak berjumpa, pasti mereka sudah banyak perubahan.

"Niana..." teriak temannya sambil melambaikan tangan ke arah Niana

"Icha.... apa kabar" Niana pun berpelukan dengan teman sebangkunya waktu SD

"Baik, kamu kemana saja tidak ada kabar sama sekali sejak lulus SD"

"Iya betul, sekarang cantik banget dimana rambut kepangmu. Biasanya kan selalu dikepang" ucap salah satu temannya

"Apanya yang cantik biasa saja tu. Maaf ya Niana kalau aku jujur" ucap Jesika teman yang selalu merasa dirinya paling wah di sekolah

"Yup betul Jes, baju sepatu dan semuanya juga tidak terlihat mahal dan bermerk walau terlihat lumayanlah dengan tempelan perban ha ha ha" timpal Cindy teman sebangku Jesika waktu SD

"He he aku bosan dikepang. Apa kalian mau nostalgia mengepang rambutku?" ucap Niana seakan tidak mendengar kata-kata Jesika dan Sindy

"Boleh tu, kita nostalgia tentang kejadian waktu SD dulu gimana, mumpung yang lain belum datang" ucap temanya yang lain

"Kira-kira Dirga datang tidak ya, Sin?"

"Mungkin si rambut kepang ini mau nostalgia di usilin Dirga, ingat tidak waktu Dirga nendang bola kena matanya. Si rambut kepang sampai mau nangis tapi ditahan ha ha ha" kata Jesika

"Ha ha ha tidak kebayang tu sakitnya kayak apa" seru Sindy tertawa

"Lebih baik kita cari ruangan lain karena banyak polusi di sini, mumpung semua belum hadir" ucap Niana

"Iya aku ikut juga dong"ucap beberapa teman laki-laki dan teman wanita yang sefrekuensi dengan Niana

"Jes, kita dibilang polusi sama si kepang" ucap Sindy

Niana dan beberapa temenyanya meninggalkan Jesika dan Sindy, mencari ruang yang lebih tenang untuk bernostalgia.

"Nanti kita kerjai Niana kalau Dirga datang, kita minta sama panitia bikin acara tentang nostalgia. Kita suruh semua menulis nama semua teman dan memasukannya ke dalam toples kaca. Terus kita suap panitia biar memilih nama Dirga dan Niana saja" ucap Jesika

"Jadi siapapun nama yang terpilih, panitia akan tetap membaca nama Dirga dan Niana saja gitu" ucap Sindy

"Yups... tau sendiri kan selama sekolah Dirga sama Niana itu tidak pernah ngomong sepatah kata pun. Mungkin karena Dirga emang benci sama Niana. Dan diantara mereka hanya ada kenangan yang tidak menyenangkan untuk Niana. Otomatis Dirga pun hanya akan menunjukan keusilanya pada Niana di acara nostalgia nanti" kata Jesika

"Tapi apa mungkin orang kaya seperti Dirga akan datang di acara ini" tanya Sindy

"Kalau Dirga tidak datang tetap yang dipilih panitia nama Dirga dan Niana. Tar kita minta panitia menunjuk teman lain buat gantiin peran Dirga hahaha" ucap Jesika

"Pinter juga kamu Jes" ucap Sindy

Begitulah sifat Jesika tidak pernah berubah baik ke Niana. Mungkin karena Niana dulu pendiam jadi gampang ditindas.

Ting tung ting tung terdengar suara bel pintu hotel.

"Hai bro, apakah sudah siap. Kalau sudah ayo kita turun" sapa Toni

"Bukankah acara reuni ada di hotelmu. Kenapa buru-buru?"

"Tidak buru-buru juga sih, hanya saja kita pasti yang datang paling akhir nanti. Ini udh jam 9 lebih"

"Sebentar aku ambil jaz dulu" ucap Dirga

"Kamu tetap tampan sempurna bro pakai bajuku, walau kurang panjang dikit celananya"

"Thank you bro sudah minjemin kemeja, celana, jaz, sepatu dan jam tangan yang mahal ini"

"Bro kau mau menghina ku atau berterima kasih. Pasti koleksi baju dan asesorismu lebih mahal" ucap Toni merangkul pundak Dirga sambil berjalan menuju ruang reuni

"Oh iya aku minta jangan bilang sama teman-teman kalau aku sudah menikah dengan Niana. Aku ingin lihat reaksi Niana kalau bertemu aku nanti seperti apa"

"Oke. Tapi ngomong-ngomong kenapa kamu bisa menikah dengan Niana. Padahal waktu SD sepertinya kenanganmu dengan Niana tidak begitu baik. Bukankah kau suka menindasnya?"

"Apa? Memangnya apa saja yang pernah aku lakukan padanya. Mungkin aku sudah lupa. Bisa kah kau ceritakan" tanya Dirga

"Yang aku ingat tidak banyak sih, aku kasihan padannya waktu kamu menendang bola kena matanya. Itu pasti sakit banget, sampe dia tidak masuk sekolah selama seminggu"

"Benarkah apa yang dikatakan Toni, sejahat itukah aku sama Niana" batin Dirga

"Apakah dia menangis ketika tendanganku kena matanya" tanya Dirga

"Mungkin dia menahan tangisnya tapi yang pasti matanya sakit banget. Kamu memang benar-benar usil banget waktu SD"

"Kenapa dia tidak membalasku waktu itu"

"Dia kan orangnya pemalu dan pendiam, kalian saja belum pernah saling bicara satu patah kata pun selama 6 tahun sekelas di sekolah yang sama"

"Aku jadi merasa sangat bersalah pada nya"

"Ha ha ha jadi kau menikah dengannya karena merasa bersalah sudah menindasnya waktu SD?"

"Sembarangan, aku benar-benar mencintainya"

"Seingatku dia juga kurang cantik dan selalu mengepang rambutnya"

(Visual Niana saat SD)

"Mungkin matamu waktu SD rabun kali, awas saja kalau kau meliriknya. Kalau kau bicara denganya maka kau harus jaga jarak 2 meter"

"Memangnya kenapa harus jaga jarak 2 meter. Satu langkah di depannya saja aku tidak tertarik"

"Karena dari 2 meter itu kalau kau maju selangkah Niana akan terlihat manis, 2 langkah terlihat cantik, 3 langkah menggemaskan, 4 langkah kau bisa jatuh cinta. Dan itu tidak akan ku biarkan" jelas Dirga

"Oke. Aku akan jaga jarak 2 meter. Ternyata jatuh cinta beneran membuat orang gila, Bahkan orang yang ditindas sekarang seperti berlian"

"Ingatlah kataku, mungkin kau yang akan gila beneran. Karena bukan cuma berlian saja bagiku dia itu seperti tumpukan berlian"

Acara reuni pun sudah dipenuhi banyak orang. Niana dan teman-temanya masih bercerita tentang nostalgia ketika di SD dulu. Di dalam ruangan yang pintunya tidak tertutup rapat itu mereka satu persatu menceritakan nostalgia tentang kejadian paling menyedihkan atau paling menyenangkan tergantung undian yang didapat.

"Selamat datang Dirga Bustoni Sanjaya dan Fatoni Ardiansyah"

Terdengar ucapan selamat datang untuk Dirga dan Toni yang sedang memasuki ruangan. Semua arah mata tertuju kepada dua orang laki-laki itu. Tetapi suara itu tidak terdengar jelas di tempat Niana bernostalgia dengan teman-temannya.

"Jes, Dirga datang, ya Tuhan tampan sekali dia" ucap Sindy terpesona

"Siapa yang tampan?" sindir Jesika pada Sindy yang sedang melotot melihat Toni

"Dirga memang tampan tiada banding, tapi aku tak kan mampu menggapainya. Kamu saja tidak akan bisa apalagi aku. Jadi Toni yang tertampan di hatiku. Kalau Toni masih mungkin bisa ku rayu" ucap Sindy

Jesika dan Sindy pun menghampiri mereka.

"Hai Dirga Toni, apakabar?" sapa Jesika dan Sindy bersamaan

"Hai kalian Jesika dan Sindy kan?" jawab Toni menyabut jabatan tangan mereka

Dirga tidak menanggapi mereka sama sekali karena Dirga masih amnesia jadi tidak kenal mereka. Bahkan semua teman-temanya yang ada di dalam ruang itu tidak ada yang dikenalnya kecuali Toni. Matanya terlihat mencari-cari seseorang.

"Hai Dirga apa kabar" sapa Jesika sambil mengulurkan tangannya

Dirga hanya melirik tangan Jesika dan berkata baik tanpa mau menjabat tanggannya. Matanya tetap sibuk mencari seseorang.

"Apakah Niana sudah datang" tanya Dirga pada mereka

"Si kepang culun itu ada di ruangan sana. Mungkin sedang bernostalgia ala rakyat jelata yang sedang ditindas karena di ruangan itu isinya kaum-kaum tertindas sedang berkumpul ha ha ha" ucap Sindy

Dirga pun segera menuju ruangan itu tidak menanggapi ucapan Sindy. Toni mengikutinya dari belakang. Waktu menuju ke ruangan yang ditunjuk Sindy entah dimana pastinya ruangan itu karena ruangnya banyak dan cukup besar. Dirga melihat seseorang yang bersikap mencurigakan menuju ruang panitia. Dirga dan Toni mendengar pembicaraan mereka, orang yang bersikap aneh itu ternyata orang suruhan Jesika dan Sindy. Setelah selesai berbicara orang suruhan itu memberi sebuah amplop besar pada panitia.

Lalu mereka melanjutkan berjalan, setelah orang suruhan itu meninggalkan ruang panitia. Langkah Dirga terhenti saat mendengar suara yang tak asing di telinganya. Lalu dia melihat ke arah pintu yang sedikit terbuka itu sambil menguping bersama Toni.

"Aduch sakit... perih sekali mataku. Ibu sakit sekali" ucap Niana yang matanya dilempar dengan kertas kecil yang diremas-remas berbentuk bulat

"Niana kamu tidak apa" tanya Icha

"Sakit banget... Aku tidak bisa buka mata" ucap Niana pura-pura kesakitan

"Sabar Niana, Dirga memang keterlaluan. Kalau aku berani sudah kutendang balik dia" ucap teman laki-lakinya yang badannya gendut bernama Boby

"Mana berani kau menendang balik, badan saja yang besar tapi nyali tidak ada" timpal salah satu teman yang lain

"he.. he.. he... " Boby senyum menyeringai sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal

"Kira-kira kalau Dirga yang ditendang pakai bola gimana ya reaksinya" tanya Icha

"Mungkin begini, Aku pastikan, dia tidak akan mendapat pekerjaan dimanapun. Bahkan mukanya akan ku ratakan seperti bola ini" ucap Niana yang sedang akting menjadi Dirga sambil berkacak pinggang

"Ha ha ha ha... " semua teman di ruangan itu tertawa melihat akting Niana

"Benarkah aku seperti itu" ucap Dirga yang tiba-tiba masuk bersama Toni

Suasana yang tadinya dipenuh gelak tawa jadi hening. Niana pun diam tak bergeming.

Tatapan Dirga tajam sekali ke arah Niana. Semua teman yang ada di ruang itupun langsung berhenti tertawa sampai kesulitan menelan ludah. Toni yang ada di belakang Dirga pun memberi intruksi kepada semua teman Niana untuk keluar dari ruangan itu. Niana pun juga mau beranjak pergi dari ruang itu.

"Mau kemana kamu? Tetap ditempat" titah Dirga

"Oh Niana apakah ini hari kematianmu, matanya benar-benar menakutkan. Hei Toni apakah itu kau, tolong selamatkan aku dari Dirga kenapa kau malah berdiri seperti memotret ku?" batin Niana ketakutan karena dia mengira ingatan Dirga sudah kembali

Dirga terlihat sangat marah dia menyandarkan kedua tangannya diatas meja dan menatap tajam ke arah Niana.

"Jawab Niana apakah aku benar seperti itu"

"Bro, Niana menggemaskan sekali" bisik Toni ke telinga Dirga sambil menunjukan foto Niana yang baru saja diambilnya dengan ponsel

Waktu Dirga mau merebut ponsel, Toni segera berlari ke luar ruangan. Dirga tidak rela Toni mengambil foto Niana secara diam-diam lalu mengejar Toni secepatnya.

"Untung Dirga sudah pergi, kenapa Dirga sepertinya marah sekali. Apakah Dirga marah dan menyusul ku ke sini atau Dirga sudah sembuh dari amnesianya dan ingat semuanya lalu mau melakukan perhitungan denganku. Oh Niana kamu bisa mati hari ini. Sebaiknya aku tanya Mr Ken"

Terpopuler

Comments

faridah ida

faridah ida

semoga amnesia Dirga agak lama sembuh nya ,biar baik terus sama Niana ...😁😁😁

2023-09-05

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2 Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3 Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4 Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5 Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6 Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7 Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8 Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9 Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10 Episode 10 Berjualan pudding di taman
11 Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12 Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13 Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14 Episode 14 Dirga menghilang
15 Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16 Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17 Episode 17 Nostalgia waktu SD
18 Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19 Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20 Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21 Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22 Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23 Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24 Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25 Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26 Episode 26 Sudah ingat semuanya
27 Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28 Episode 28 Alergi kepiting
29 Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30 Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31 Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32 Episode 32 Menghindar dari Dirga
33 Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34 Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35 Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36 Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37 Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38 Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39 Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40 Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41 Episode 41 Tak tahan lagi
42 Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43 Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44 Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45 Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46 Episode 46 Mencari info tentang Tania
47 Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48 Episode 48 Dirga sakit
49 Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50 Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51 Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52 Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53 Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54 Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55 Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56 Episode 56 Bertengkar
57 Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58 Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59 Episode 59 Dua insan telah bersatu
60 Episode 60 Melakukannya lagi
61 Episode 61 Kesedihan Dirga
62 Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63 Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64 Episode 64 Insiden tengah malam
65 Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66 Episode 66 Gara-gara baju seksi
67 Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68 Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69 Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70 Episode 70 Disuruh segera pulang
71 Episode 71 Membuat menunggu lagi
72 Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73 Episode 73 Ceroboh
74 Episode 74 Pinokio
75 Episode 75 Sudah puas
76 Episode 76 Mengerjai Niana
77 Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78 Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79 Episode 79 Duka Mendalam
80 Episode 80 Menaruh Dendam
81 Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82 Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83 Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84 Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85 Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86 Episode 86 Tarian Centil
87 Episode 87 Asal Bicara
88 Episode 88 Salah Sangka
89 Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90 Episode 90 Harapan Yang Kandas
91 Episode 91 Suara Yang Familier
92 Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93 Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94 Episode 94 Diskusi Rahasia
95 Episode 95 Benar-benar Hamil
96 Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97 Episode 97 Buku Diary Aska
98 Episode 98 Salah Sangka
99 Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100 Episode 100 Aska Cemburu
101 Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102 Episode 102 Ciuman Dadakan
103 Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104 Episode 104 Teror Di Toko
105 Episode 105 Saling Tuduh
106 Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107 Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108 Episode 108 Cemburu
109 Episode 109 Saling Cemburu
110 Episode 110 Pengawal Gadungan
111 Episode 111 Tidak Ada Kabar
112 Episode 112 Kabar Duka Lara
113 Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114 Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115 Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116 Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117 Episode 117 Tak Disangka-sangka
118 Episode 118 Salah Kamar
119 Episode 119 Merasa Aneh
120 Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121 Episode 121 Bertengkar Lagi
122 Episode 122 Cemburu
123 Episode 123 Keceplosan
124 Episode 124 Rindu
125 Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126 Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127 Episode 127 Penyesalan
128 Episode 128 Salah Paham Selesai
129 Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130 Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131 Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132 Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133 Episode 133 Panik Dan Khawatir
134 Episode 134 Gelang Dirga
135 Episode 135 Alergi Lagi
136 Episode 136 Akhirnya Tahu
137 Episode 137 Melepas Rindu
138 Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139 Episode 139 Diculik
140 Episode 140 Pengakuan
141 Episode 141 Disekap
142 Episode 142 Petunjuk
143 Episode 143 Pencarian
144 Episode 144 Kebahagiaan Datang
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2
Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3
Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4
Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5
Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6
Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7
Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8
Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9
Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10
Episode 10 Berjualan pudding di taman
11
Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12
Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13
Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14
Episode 14 Dirga menghilang
15
Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16
Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17
Episode 17 Nostalgia waktu SD
18
Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19
Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20
Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21
Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22
Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23
Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24
Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25
Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26
Episode 26 Sudah ingat semuanya
27
Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28
Episode 28 Alergi kepiting
29
Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30
Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31
Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32
Episode 32 Menghindar dari Dirga
33
Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34
Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35
Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36
Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37
Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38
Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39
Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40
Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41
Episode 41 Tak tahan lagi
42
Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43
Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44
Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45
Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46
Episode 46 Mencari info tentang Tania
47
Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48
Episode 48 Dirga sakit
49
Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50
Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51
Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52
Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53
Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54
Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55
Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56
Episode 56 Bertengkar
57
Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58
Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59
Episode 59 Dua insan telah bersatu
60
Episode 60 Melakukannya lagi
61
Episode 61 Kesedihan Dirga
62
Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63
Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64
Episode 64 Insiden tengah malam
65
Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66
Episode 66 Gara-gara baju seksi
67
Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68
Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69
Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70
Episode 70 Disuruh segera pulang
71
Episode 71 Membuat menunggu lagi
72
Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73
Episode 73 Ceroboh
74
Episode 74 Pinokio
75
Episode 75 Sudah puas
76
Episode 76 Mengerjai Niana
77
Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78
Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79
Episode 79 Duka Mendalam
80
Episode 80 Menaruh Dendam
81
Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82
Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83
Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84
Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85
Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86
Episode 86 Tarian Centil
87
Episode 87 Asal Bicara
88
Episode 88 Salah Sangka
89
Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90
Episode 90 Harapan Yang Kandas
91
Episode 91 Suara Yang Familier
92
Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93
Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94
Episode 94 Diskusi Rahasia
95
Episode 95 Benar-benar Hamil
96
Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97
Episode 97 Buku Diary Aska
98
Episode 98 Salah Sangka
99
Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100
Episode 100 Aska Cemburu
101
Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102
Episode 102 Ciuman Dadakan
103
Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104
Episode 104 Teror Di Toko
105
Episode 105 Saling Tuduh
106
Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107
Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108
Episode 108 Cemburu
109
Episode 109 Saling Cemburu
110
Episode 110 Pengawal Gadungan
111
Episode 111 Tidak Ada Kabar
112
Episode 112 Kabar Duka Lara
113
Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114
Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115
Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116
Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117
Episode 117 Tak Disangka-sangka
118
Episode 118 Salah Kamar
119
Episode 119 Merasa Aneh
120
Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121
Episode 121 Bertengkar Lagi
122
Episode 122 Cemburu
123
Episode 123 Keceplosan
124
Episode 124 Rindu
125
Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126
Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127
Episode 127 Penyesalan
128
Episode 128 Salah Paham Selesai
129
Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130
Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131
Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132
Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133
Episode 133 Panik Dan Khawatir
134
Episode 134 Gelang Dirga
135
Episode 135 Alergi Lagi
136
Episode 136 Akhirnya Tahu
137
Episode 137 Melepas Rindu
138
Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139
Episode 139 Diculik
140
Episode 140 Pengakuan
141
Episode 141 Disekap
142
Episode 142 Petunjuk
143
Episode 143 Pencarian
144
Episode 144 Kebahagiaan Datang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!