Sementara di kota lain ada percakapan yang membuat bosnya marah sampai *******-***** sebuah foto. Lalu melemparkannya ke wajah dua orang laki-laki berkepala botak yang sedang menundukan wajahnya.
"Bon-bon Mon-mon, mana hasil kalian selama di Jakarta, awas kalau kalian melakukan kesalahan lagi" tanya seorang laki-laki tua yang usianya sekitar 52 tahun
Kemudian orang botak berkacamata bernama Boni yang kerap dipanggil Bon-Bon oleh majikannya itu menyerahkan beberapa foto.
"Apa ini jangan becanda kamu Bon-Bon" majikannya melempar foto itu ke muka mereka
Lalu Boni mengambil foto-foto itu dan kaget melihatnya dan memukul kepala botak temannya yang bernama Mondi.
"Lu ngasih foto yang bener, ini foto-foto kita pas naik ayunan di taman" ucap Boni
"Oh iii..ya maaf gue sa..sa salah ambil he he.., mu..mungkin di tas satunya" ucap Mondi yang sering gagap kalau ngomong
"Kalian saya beri tugas di Jakarta untuk mencari informasi putriku bukan untuk bermain ayunan di sana dasar tuyul-tuyul botak" ucap majikannya marah
"Iiini bos, fo..foofoto putri anda" ucap Mondi
Lelaki tua itu lalu menerima foto sambil melirik Mondi dengan tatapan tajam dan kesal karena ke dua orang berkepala botak itu sering melakukan kesalahan saat bekerja.
"Mon-Mon....!!! Apa kau yakin ini putriku? ucap Bosnya dengan nada meninggi
"Sa..saya yakin 100% bos, ii...itu putri bos sedang di taman rumahnya ma...mamain ayunan" ucap Mondi
Majikannya semakin geram dan *******-***** foto itu lalu melemparkannya ke kepala Mondi. Memang benar di foto itu ada yang bermain ayunan di taman tetapi yang berada di ayunan itu seekor anak kucing.
"Kurang ajar kalian kalian pikir anak saya anak kucing, mau aku patahkan leher kalian" ucap majikannya yang semakin geram
"Lu gimana sih, masih bego juga. Fotonya lu taruh dimana" bisik Boni memukul kepala Mondi
"Ka..ka..kayaknya kemarin udah ku ka..ka..kasihkan lu Bon" ucap mondi
"Masa sih" Boni lalu meraba saku celananya
"Tuh aa..pa, dasar lu yang be..bebego" ucap Mondi
"He he... Maaf Mon gu..gu..gue lupa" ucap Boni ikut-ikutan gagap mengejek Mondi
"Ini bos foto putri anda" ucap Boni yang menceritakan semua yang mereka lihat selama memata-matai putri majikannya
"Putriku sudah dewasa sekarang, kamu cantik seperti ibumu" batin lelaki tua itu
"Kalian yakin putriku tinggal bersama dengan tukang pudding itu?"
"Iya bos, bahkan tiap pagi tukang pudding itu keluar dari rumah putri anda untuk membuang sampah artinya mereka tinggal serumah iya kan Mon?"
"Be..be.. betul bos. Pu....pupuding bikinannya eee..eenak bos. Kii..kikita pernah beli"
"Iya bos. Pacar putri bos pinter masak"
"Tugas kalian itu mengawasi putri ku bukan untuk kuliner di Jakarta" seru majikan itu
"Maaf bos, kita mengawasi outri bos sekalian kuliner, seperti pepatah bilang sambil berenang apa mon gue lupa" tanya Boni
"Sambil berenang mimi.. minum oli" jawab Mondi
"Bego lu, mati dong kalau minum oli. Minum air yang bener" ucap Boni memukul kepala botak Mondi
"Lu bebe..berenang sambil mimi...minum air juga mamati bego" protes Mondi ganti memukul kepala Bonk
"Diam, kalian semua bego tidak perlu bertengkar. Selidiki siapa tukang pudding itu" ucap majikan itu
"Baik bos" seru Boni
Ke dua laki-laki suruhan itu, lalu pergi meninggalkan bosnya sendiri yang sedang berdiri mematung dengan menyandarkan ke dua tanganya diatas meja.
"Putriku... maafkan ayah nak" laki-laki tua itu menangisi putrinya yang telah pergi meninggalkannya 13 tahun yang lalu sambil memandangi foto seorang gadis kecil yang dikepang rambutnya di atas meja kerjanya
"Aska segera temui adikmu, pastikan itu benar atau tidak"
"Baik yah"
"Tolong jaga dia, setelah urusan perusahaan di Surabaya selesai. Ayah akan menyusul kalian"
"Saya akan selalu menjaganya yah, tidak akan ku biarkan orang menyakitinya"
"Kamu memang anak laki-laki ayah yang bisa diandalkan"
Percakapan Pak Hadi dengan Aska yang begitu serius tentang Niana. Setelah melihat bukti foto Niana tinggal bersama dengan laki-laki, membuat Pak Hadi ingin segera ke Jakarta menemui Niana. Padahal hampir 13 tahun laki-laki tua itu tidak berani menampakan batang hidungnya di depan putrinya karena rasa bersalah dan sebuah kesalahpahaman.
Seperti biasa Niana setiap pagi pergi ke toko. Dan Dirga berjualan pudding di taman. Tiba-tiba Aska datang ke toko Niana. Wajahnya penuh dengan tanda tanya, benarkan yang dikatakan ayahnya waktu di telefon kemarin. Dia ingin memastikannya sendiri. Wajahnya marah karena Niana tidak cerita sama sekali pada nya.
"Kak Aska" seru Andrea
"Pagi ndre, apakah Niana ada di atas?"
"Sepertinya iya, kakak kenapa mendadak da.. "
Andrea belum selesai bicara, Aska yang masih berpakaian rapi dengan jaz kerja dan dasinya langsung bergegas ke lantai atas. Karena biasanya dia datang selalu pakai baju santai. Sepertinya dia dari kantor langsung menemui Niana di toko.
"Kenapa kak Aska terlihat emosi" batin Andrea
Suara Aska tiba-tiba mengagetkan Niana yang duduk di dalam ruang kerjanya.
"Niana kakak mau ngomong sama kamu"
"Kak Aska kapan datang, kok tidak bilang dulu"
"Siapa laki-laki yang tinggal bersamamu?"
"Apakah kak Aska sudah tau tentang Dirga? Aku harus bagaimana menjelaskannya?" batin Niana
"Jawab Niana!!!" teriak Aska
"Dia suamiku namanya Dirga"
"Jadi suara laki-laki yang terdengar di telefon kemarin dia?"
Bruuukkk.... Aska menggebrak meja sangat marah, kesal, sedih suasana hatinya berkecamuk mendengar Niana sudah menikah karena sebenarnya Aska menganggap Niana lebih dari adiknya. Aska pun juga tidak mampu mengatakan isi hatinya karena takut Niana akan menjauhinya. Hancur sudah hati Aska mendengar Niana sudah menikah, seperti tersambar petir di siang bolong.
"Apakah aku bukan kakakmu lagi, sejak kapan kamu menikah?"
"Maafkan aku kak. Sebenernya dia bukan suamuiku" ucap Niana meremas ujung kemejanya takut dengan kemarahan Aska
"Apa maksudmu Niana"
"Dia amnesia dan mengira aku tunanganya, aku terpaksa melakukan pernikahan palsu denganya"
"Apa pernikahan palsu?? Lalu kenapa tidak jujur saja kalau kamu bukan tunangannya?"
"Masalahnya tidak sesederhana itu kak. Tolong percaya padaku, aku punya alasan sendiri yang tidak bisa ku ceritakan sekarang" Niana menangis berlinang air mata yang tak henti-hentinya
Melihat kesedihan di mata Niana, Aska yakin dia menyimpan sesuatu yang sangat berat dalam hatinya. Dia pun menjadi tidak tega untuk memaksa Niana bercerita sekarang.
"Baiklah kakak akan mencoba percaya padamu. Tetapi kakak mau bertemu dengannya"
"Apa yang mau kakak lakukan padanya?"
"Kakak hanya ingin tau apakah dia laki-laki yang baik"
"Tapi berjanjilah tidak akan melakukan apapun padanya dan jangan bicara yang aneh-aneh padanya"
"Baiklah"
"Maafkan aku juga Niana, aku tak sengaja memberi tahu ayah kalau kamu ada di Jakarta. Karena ayah sebelumnya telah mengawasiku ketika aku mendirikan perusahaan di Jakarta hingga akhirnya menemukanmu" batin Aska
Entah keberuntungan atau memang Dirga punya daya tarik seperti magnet, banyak orang menyukai puddingnya. Jualannya pun sudah habis dalam waktu kurang dari 4 jam. Bahkan hari ini dia melebihkan jualannya 50 buah. Dia pun berberes dan segera pulang ke rumah. Karena dia harus mempersiapkan pesanan 500 buah pudding untuk acara ulang tahun.
Sesampainya di rumah Dirga mandi dan memasak makan siang karena Niana akan pulang lebih awal untuk membantunya membuat pudding. Dirga memasak sup timlo dan ayam goreng kecap yang direquest Niana karena itu makanan kesukaan Niana. Ketika dia sedang menyendok sup ke mangkok Niana datang masuk rumah.
"Sup timlo spesial sudah siii.....ap " seru Dirga dengan nada tinggi lalu tiba-tiba merendah ketika melihat Niana datang bersama Aska
Posisi Aska yang merangkulkan tangannya ke bahu Niana membuat Dirga cemburu. Tetapi dia menahan emosinya karena ada Andrea di samping Niana. Andrea sengaja diajak Niana karena takutnya Aska akan berbuat macam-macam pada Dirga. Agar ada yang membantunya jika mereka berkelahi atau apapun yang akan membuat keributan.
"Dirga kenalkan ini kakakku namanya Aska" ucap Niana
"Tepatnya kakak sambung" ucap Aska mengerlingkan matanya pada Niana saat menoleh ke arah Aska
Lalu Aska menghampiri Dirga dan mengulurkan tangannya. Mereka berdua pun lalu berjabat tangan bukan untuk berkenalan tetapi malah seperti sedang menyatakan bendera persaingan.
"Kamu masak apa, sepertinya enak sekali" tanya Niana
"Aku masak sup tim... " ucap Dirga terhenti
"Niana ayo duduk kakak sudah lapar" ucap Aska memotong pembicaraan Dirga dan segera menarik kursi untuk Niana
"Andrea ayo duduk" Aska pun juga menarik kursi untuk Andrea
"Terima kasih" ucap Andrea sambil tersenyum kecil ke arah Dirga dan menundukan kepalanya. Andrea sampai bingung terjebak dalam suasana panas di rumah Niana.
"Aku ambilkan 2 mangkuk lagi" ucap Dirga lalu menuju dapur
Ketika Dirga mau menyendokan sup ke mangkuk Niana. Aska pun dengan cepat mengambil mangkuk Niana dan menyendokan sup untuknya.
"Makanlah yang banyak" ucap Aska sambil mengelus-elus kepala Niana
Niana menengadahkan wajah ke arah Aska menyunggingkan senyuman manis untukny. Hati Dirga pun seperti dibakar diatas bara api hingga dia tidak bisa menikmati masakannya sendiri. Makanan yang begitu lezat tersaji di meja sudah hambar rasanya. Dia ingin marah tetapi Aska kakaknya Niana walau kakak sambung tetapi kelihatanya Niana sangat akrab dengannya.
Dirga melihat Niana makan ayam kecap belepotan lagi seperti anak kecil. Lalu dia mengambil tisu untuk mengelapnya. Tiba-tiba tangan Aska sudah mengelapnya lebih dulu.
"Nian-nian kamu tidak berubah dari kecil kalau makan belepotan terus" ucap Aska mengelap pipi Niana
"Nian-nian panggilan macam apa itu tadi, cih.. " batin Dirga kesal diikuti senyum kecil menyudut. Antara dia dan Niana tak ada panggilan sayang. Selama Dirga sadar dari kecelakaan hanya ada panggilan anda dan saya lalu kamu dan aku.
Andrea yang sedari tadi diam kini membuka suara.
"Tuan Dirga masakanmu enak banget, pasti Niana sayang sama anda karena tiap hari dimasakin makanan seenak ini"
"Terima kasih Ndre, panggil saya Dirga saja"
"Masalahnya anda itu Tuan Sanjaya Grub, bagaimana mungkin saya berani memanggil nama. Apalagi anda memasak untuk kami yang hanya rakyat jelata ini. Entah apa yang terjadi kalau anda sadar dengan apa yang anda lakukan saat ini" batin Andrea
"Iya" ucap Andrea
"Niana memang sangat menyukai masakanku tetapi aku yang lebih sayang padanya jadi aku selalu memasak makanan enak untuknya" jawab Dirga
Kali ini telinga Aska yang menjadi panas.
"Wah Niana kamu beruntung sekali punya suami sebaik Tuan Dirga" ucap Andrea yang masih memanggil tuan pada Dirga
"Ndre omong kosong apa sih kamu, perutku jadi mual mendengarnya" batin Niana
"Iya Niana sangat beruntung karena walau aku adalah putra Sanjaya Grub tetapi aku lebih memilih tinggal bersamanya di rumah sederhana yang penuh kehangatan ini. Dan aku sudah berjanji akan mengikutinya kemana pun dia pergi" ucap Dirga dengan percaya diri yang membuat Aska semakin kesal
"Oh jadi dia putra Sanjaya Grub, bukankah itu kantornya Niana. Ada apa antara mereka sampai Niana harus rela berpura-pura jadi tunanganya bahkan sudah nikah palsu segala. Kalau sekarang dia amnesia artinya dia tidak sadar dengan apa yang dilakukannya sekarang, bagaimana kalau ingatannya kembali dan akan menyakiti Niana" batin Aska
"Karena semua sudah selesai makan, aku cuci piring dulu" ucap Niana
"Aku bantuin" seru Andrea
Niana dan Andrea sedang mencuci piring di dapur, sementara di meja makan terlihat Dirga dan Aska saling melempar tatapan tajam. Lalu Aska memutuskan mau pulang menghampiri Niana yang ada di dapur. Sebelum ke dapur dia berhenti dan berdiri di samping Dirga yang masih duduk di kursi makan lalu membisikan sesuatu.
"Ingatlah Niana itu wanita polos hatinya mudah rapuh, kalau kau sampai menyakiti Niana, aku tak akan melepaskannya lagi untukmu Tuan Sanjaya" bisik Aska sambil menatap ke arah dapur agar tak terdengar oleh Niana
Dirga pun langsung berdiri berhadapan dengan Aska dan berkata "Aku tidak akan menyakiti Niana dan tidak akan ku biarkan orang lain mengambilnya dari ku termasuk kakak sambungnya" ucap Dirga sambil menepuk-nepuk pundak Aska
Aska merasa agak sedikit khawatir dengan perkatan Dirga, kalau Niana sampai tahu bahwa dirinya menyayangi Niana lebih dari sekedar adik. Mungkin karena sesama laki-laki jadi Dirga bisa tau sikap Aska ke Niana bukan semata menganggapnya adik saja tetapi lebih dari itu. Tetapi Niana tidak bisa melihatnya mungkin karena sangat akrab sejak kecil sehingga Niana sudah biasa dengan sikap Aska padanya.
"Kalian sedang apa?" ucap Niana
"Aku sedang diskusi urusan lelaki dengan kakak ipar, benarkan kan kakak ipar?" ucap Dirga
"Iya benar" jawab Aska kesal sambil mengepalkan tangannya karena takut Dirga akan menceritakan sesuatu yang tidak diinginkannya
"Kalau begitu hati-hati di jalan" ucap Dirga mengusirnya secara halus
"Kak Aska sudah mau pulang" tanya Niana
"Iya, kakak harus segera kembali ke kantor"
"Kak Aska, aku ikut pulang sekalian ya? daripada jadi obat nyamuk di sini" ucap Andrea
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ
kenapa Niana gak jujur saja sama Aska klo hubunganya dengan Dirga hanya sandiwara...
2023-09-15
0
kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ
ya ampun 🤣🤣🤣🤣🤣
2023-09-15
0
kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ
😂😂😂😂
2023-09-15
0