Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar

Sementara di kota lain ada percakapan yang membuat bosnya marah sampai *******-***** sebuah foto. Lalu melemparkannya ke wajah dua orang laki-laki berkepala botak yang sedang menundukan wajahnya.

"Bon-bon Mon-mon, mana hasil kalian selama di Jakarta, awas kalau kalian melakukan kesalahan lagi" tanya seorang laki-laki tua yang usianya sekitar 52 tahun

Kemudian orang botak berkacamata bernama Boni yang kerap dipanggil Bon-Bon oleh majikannya itu menyerahkan beberapa foto.

"Apa ini jangan becanda kamu Bon-Bon" majikannya melempar foto itu ke muka mereka

Lalu Boni mengambil foto-foto itu dan kaget melihatnya dan memukul kepala botak temannya yang bernama Mondi.

"Lu ngasih foto yang bener, ini foto-foto kita pas naik ayunan di taman" ucap Boni

"Oh iii..ya maaf gue sa..sa salah ambil he he.., mu..mungkin di tas satunya" ucap Mondi yang sering gagap kalau ngomong

"Kalian saya beri tugas di Jakarta untuk mencari informasi putriku bukan untuk bermain ayunan di sana dasar tuyul-tuyul botak" ucap majikannya marah

"Iiini bos, fo..foofoto putri anda" ucap Mondi

Lelaki tua itu lalu menerima foto sambil melirik Mondi dengan tatapan tajam dan kesal karena ke dua orang berkepala botak itu sering melakukan kesalahan saat bekerja.

"Mon-Mon....!!! Apa kau yakin ini putriku? ucap Bosnya dengan nada meninggi

"Sa..saya yakin 100% bos, ii...itu putri bos sedang di taman rumahnya ma...mamain ayunan" ucap Mondi

Majikannya semakin geram dan *******-***** foto itu lalu melemparkannya ke kepala Mondi. Memang benar di foto itu ada yang bermain ayunan di taman tetapi yang berada di ayunan itu seekor anak kucing.

"Kurang ajar kalian kalian pikir anak saya anak kucing, mau aku patahkan leher kalian" ucap majikannya yang semakin geram

"Lu gimana sih, masih bego juga. Fotonya lu taruh dimana" bisik Boni memukul kepala Mondi

"Ka..ka..kayaknya kemarin udah ku ka..ka..kasihkan lu Bon" ucap mondi

"Masa sih" Boni lalu meraba saku celananya

"Tuh aa..pa, dasar lu yang be..bebego" ucap Mondi

"He he... Maaf Mon gu..gu..gue lupa" ucap Boni ikut-ikutan gagap mengejek Mondi

"Ini bos foto putri anda" ucap Boni yang menceritakan semua yang mereka lihat selama memata-matai putri majikannya

"Putriku sudah dewasa sekarang, kamu cantik seperti ibumu" batin lelaki tua itu

"Kalian yakin putriku tinggal bersama dengan tukang pudding itu?"

"Iya bos, bahkan tiap pagi tukang pudding itu keluar dari rumah putri anda untuk membuang sampah artinya mereka tinggal serumah iya kan Mon?"

"Be..be.. betul bos. Pu....pupuding bikinannya eee..eenak bos. Kii..kikita pernah beli"

"Iya bos. Pacar putri bos pinter masak"

"Tugas kalian itu mengawasi putri ku bukan untuk kuliner di Jakarta" seru majikan itu

"Maaf bos, kita mengawasi outri bos sekalian kuliner, seperti pepatah bilang sambil berenang apa mon gue lupa" tanya Boni

"Sambil berenang mimi.. minum oli" jawab Mondi

"Bego lu, mati dong kalau minum oli. Minum air yang bener" ucap Boni memukul kepala botak Mondi

"Lu bebe..berenang sambil mimi...minum air juga mamati bego" protes Mondi ganti memukul kepala Bonk

"Diam, kalian semua bego tidak perlu bertengkar. Selidiki siapa tukang pudding itu" ucap majikan itu

"Baik bos" seru Boni

Ke dua laki-laki suruhan itu, lalu pergi meninggalkan bosnya sendiri yang sedang berdiri mematung dengan menyandarkan ke dua tanganya diatas meja.

"Putriku... maafkan ayah nak" laki-laki tua itu menangisi putrinya yang telah pergi meninggalkannya 13 tahun yang lalu sambil memandangi foto seorang gadis kecil yang dikepang rambutnya di atas meja kerjanya

"Aska segera temui adikmu, pastikan itu benar atau tidak"

"Baik yah"

"Tolong jaga dia, setelah urusan perusahaan di Surabaya selesai. Ayah akan menyusul kalian"

"Saya akan selalu menjaganya yah, tidak akan ku biarkan orang menyakitinya"

"Kamu memang anak laki-laki ayah yang bisa diandalkan"

Percakapan Pak Hadi dengan Aska yang begitu serius tentang Niana. Setelah melihat bukti foto Niana tinggal bersama dengan laki-laki, membuat Pak Hadi ingin segera ke Jakarta menemui Niana. Padahal hampir 13 tahun laki-laki tua itu tidak berani menampakan batang hidungnya di depan putrinya karena rasa bersalah dan sebuah kesalahpahaman.

Seperti biasa Niana setiap pagi pergi ke toko. Dan Dirga berjualan pudding di taman. Tiba-tiba Aska datang ke toko Niana. Wajahnya penuh dengan tanda tanya, benarkan yang dikatakan ayahnya waktu di telefon kemarin. Dia ingin memastikannya sendiri. Wajahnya marah karena Niana tidak cerita sama sekali pada nya.

"Kak Aska" seru Andrea

"Pagi ndre, apakah Niana ada di atas?"

"Sepertinya iya, kakak kenapa mendadak da.. "

Andrea belum selesai bicara, Aska yang masih berpakaian rapi dengan jaz kerja dan dasinya langsung bergegas ke lantai atas. Karena biasanya dia datang selalu pakai baju santai. Sepertinya dia dari kantor langsung menemui Niana di toko.

"Kenapa kak Aska terlihat emosi" batin Andrea

Suara Aska tiba-tiba mengagetkan Niana yang duduk di dalam ruang kerjanya.

"Niana kakak mau ngomong sama kamu"

"Kak Aska kapan datang, kok tidak bilang dulu"

"Siapa laki-laki yang tinggal bersamamu?"

"Apakah kak Aska sudah tau tentang Dirga? Aku harus bagaimana menjelaskannya?" batin Niana

"Jawab Niana!!!" teriak Aska

"Dia suamiku namanya Dirga"

"Jadi suara laki-laki yang terdengar di telefon kemarin dia?"

Bruuukkk.... Aska menggebrak meja sangat marah, kesal, sedih suasana hatinya berkecamuk mendengar Niana sudah menikah karena sebenarnya Aska menganggap Niana lebih dari adiknya. Aska pun juga tidak mampu mengatakan isi hatinya karena takut Niana akan menjauhinya. Hancur sudah hati Aska mendengar Niana sudah menikah, seperti tersambar petir di siang bolong.

"Apakah aku bukan kakakmu lagi, sejak kapan kamu menikah?"

"Maafkan aku kak. Sebenernya dia bukan suamuiku" ucap Niana meremas ujung kemejanya takut dengan kemarahan Aska

"Apa maksudmu Niana"

"Dia amnesia dan mengira aku tunanganya, aku terpaksa melakukan pernikahan palsu denganya"

"Apa pernikahan palsu?? Lalu kenapa tidak jujur saja kalau kamu bukan tunangannya?"

"Masalahnya tidak sesederhana itu kak. Tolong percaya padaku, aku punya alasan sendiri yang tidak bisa ku ceritakan sekarang" Niana menangis berlinang air mata yang tak henti-hentinya

Melihat kesedihan di mata Niana, Aska yakin dia menyimpan sesuatu yang sangat berat dalam hatinya. Dia pun menjadi tidak tega untuk memaksa Niana bercerita sekarang.

"Baiklah kakak akan mencoba percaya padamu. Tetapi kakak mau bertemu dengannya"

"Apa yang mau kakak lakukan padanya?"

"Kakak hanya ingin tau apakah dia laki-laki yang baik"

"Tapi berjanjilah tidak akan melakukan apapun padanya dan jangan bicara yang aneh-aneh padanya"

"Baiklah"

"Maafkan aku juga Niana, aku tak sengaja memberi tahu ayah kalau kamu ada di Jakarta. Karena ayah sebelumnya telah mengawasiku ketika aku mendirikan perusahaan di Jakarta hingga akhirnya menemukanmu" batin Aska

Entah keberuntungan atau memang Dirga punya daya tarik seperti magnet, banyak orang menyukai puddingnya. Jualannya pun sudah habis dalam waktu kurang dari 4 jam. Bahkan hari ini dia melebihkan jualannya 50 buah. Dia pun berberes dan segera pulang ke rumah. Karena dia harus mempersiapkan pesanan 500 buah pudding untuk acara ulang tahun.

Sesampainya di rumah Dirga mandi dan memasak makan siang karena Niana akan pulang lebih awal untuk membantunya membuat pudding. Dirga memasak sup timlo dan ayam goreng kecap yang direquest Niana karena itu makanan kesukaan Niana. Ketika dia sedang menyendok sup ke mangkok Niana datang masuk rumah.

"Sup timlo spesial sudah siii.....ap " seru Dirga dengan nada tinggi lalu tiba-tiba merendah ketika melihat Niana datang bersama Aska

Posisi Aska yang merangkulkan tangannya ke bahu Niana membuat Dirga cemburu. Tetapi dia menahan emosinya karena ada Andrea di samping Niana. Andrea sengaja diajak Niana karena takutnya Aska akan berbuat macam-macam pada Dirga. Agar ada yang membantunya jika mereka berkelahi atau apapun yang akan membuat keributan.

"Dirga kenalkan ini kakakku namanya Aska" ucap Niana

"Tepatnya kakak sambung" ucap Aska mengerlingkan matanya pada Niana saat menoleh ke arah Aska

Lalu Aska menghampiri Dirga dan mengulurkan tangannya. Mereka berdua pun lalu berjabat tangan bukan untuk berkenalan tetapi malah seperti sedang menyatakan bendera persaingan.

"Kamu masak apa, sepertinya enak sekali" tanya Niana

"Aku masak sup tim... " ucap Dirga terhenti

"Niana ayo duduk kakak sudah lapar" ucap Aska memotong pembicaraan Dirga dan segera menarik kursi untuk Niana

"Andrea ayo duduk" Aska pun juga menarik kursi untuk Andrea

"Terima kasih" ucap Andrea sambil tersenyum kecil ke arah Dirga dan menundukan kepalanya. Andrea sampai bingung terjebak dalam suasana panas di rumah Niana.

"Aku ambilkan 2 mangkuk lagi" ucap Dirga lalu menuju dapur

Ketika Dirga mau menyendokan sup ke mangkuk Niana. Aska pun dengan cepat mengambil mangkuk Niana dan menyendokan sup untuknya.

"Makanlah yang banyak" ucap Aska sambil mengelus-elus kepala Niana

Niana menengadahkan wajah ke arah Aska menyunggingkan senyuman manis untukny. Hati Dirga pun seperti dibakar diatas bara api hingga dia tidak bisa menikmati masakannya sendiri. Makanan yang begitu lezat tersaji di meja sudah hambar rasanya. Dia ingin marah tetapi Aska kakaknya Niana walau kakak sambung tetapi kelihatanya Niana sangat akrab dengannya.

Dirga melihat Niana makan ayam kecap belepotan lagi seperti anak kecil. Lalu dia mengambil tisu untuk mengelapnya. Tiba-tiba tangan Aska sudah mengelapnya lebih dulu.

"Nian-nian kamu tidak berubah dari kecil kalau makan belepotan terus" ucap Aska mengelap pipi Niana

"Nian-nian panggilan macam apa itu tadi, cih.. " batin Dirga kesal diikuti senyum kecil menyudut. Antara dia dan Niana tak ada panggilan sayang. Selama Dirga sadar dari kecelakaan hanya ada panggilan anda dan saya lalu kamu dan aku.

Andrea yang sedari tadi diam kini membuka suara.

"Tuan Dirga masakanmu enak banget, pasti Niana sayang sama anda karena tiap hari dimasakin makanan seenak ini"

"Terima kasih Ndre, panggil saya Dirga saja"

"Masalahnya anda itu Tuan Sanjaya Grub, bagaimana mungkin saya berani memanggil nama. Apalagi anda memasak untuk kami yang hanya rakyat jelata ini. Entah apa yang terjadi kalau anda sadar dengan apa yang anda lakukan saat ini" batin Andrea

"Iya" ucap Andrea

"Niana memang sangat menyukai masakanku tetapi aku yang lebih sayang padanya jadi aku selalu memasak makanan enak untuknya" jawab Dirga

Kali ini telinga Aska yang menjadi panas.

"Wah Niana kamu beruntung sekali punya suami sebaik Tuan Dirga" ucap Andrea yang masih memanggil tuan pada Dirga

"Ndre omong kosong apa sih kamu, perutku jadi mual mendengarnya" batin Niana

"Iya Niana sangat beruntung karena walau aku adalah putra Sanjaya Grub tetapi aku lebih memilih tinggal bersamanya di rumah sederhana yang penuh kehangatan ini. Dan aku sudah berjanji akan mengikutinya kemana pun dia pergi" ucap Dirga dengan percaya diri yang membuat Aska semakin kesal

"Oh jadi dia putra Sanjaya Grub, bukankah itu kantornya Niana. Ada apa antara mereka sampai Niana harus rela berpura-pura jadi tunanganya bahkan sudah nikah palsu segala. Kalau sekarang dia amnesia artinya dia tidak sadar dengan apa yang dilakukannya sekarang, bagaimana kalau ingatannya kembali dan akan menyakiti Niana" batin Aska

"Karena semua sudah selesai makan, aku cuci piring dulu" ucap Niana

"Aku bantuin" seru Andrea

Niana dan Andrea sedang mencuci piring di dapur, sementara di meja makan terlihat Dirga dan Aska saling melempar tatapan tajam. Lalu Aska memutuskan mau pulang menghampiri Niana yang ada di dapur. Sebelum ke dapur dia berhenti dan berdiri di samping Dirga yang masih duduk di kursi makan lalu membisikan sesuatu.

"Ingatlah Niana itu wanita polos hatinya mudah rapuh, kalau kau sampai menyakiti Niana, aku tak akan melepaskannya lagi untukmu Tuan Sanjaya" bisik Aska sambil menatap ke arah dapur agar tak terdengar oleh Niana

Dirga pun langsung berdiri berhadapan dengan Aska dan berkata "Aku tidak akan menyakiti Niana dan tidak akan ku biarkan orang lain mengambilnya dari ku termasuk kakak sambungnya" ucap Dirga sambil menepuk-nepuk pundak Aska

Aska merasa agak sedikit khawatir dengan perkatan Dirga, kalau Niana sampai tahu bahwa dirinya menyayangi Niana lebih dari sekedar adik. Mungkin karena sesama laki-laki jadi Dirga bisa tau sikap Aska ke Niana bukan semata menganggapnya adik saja tetapi lebih dari itu. Tetapi Niana tidak bisa melihatnya mungkin karena sangat akrab sejak kecil sehingga Niana sudah biasa dengan sikap Aska padanya.

"Kalian sedang apa?" ucap Niana

"Aku sedang diskusi urusan lelaki dengan kakak ipar, benarkan kan kakak ipar?" ucap Dirga

"Iya benar" jawab Aska kesal sambil mengepalkan tangannya karena takut Dirga akan menceritakan sesuatu yang tidak diinginkannya

"Kalau begitu hati-hati di jalan" ucap Dirga mengusirnya secara halus

"Kak Aska sudah mau pulang" tanya Niana

"Iya, kakak harus segera kembali ke kantor"

"Kak Aska, aku ikut pulang sekalian ya? daripada jadi obat nyamuk di sini" ucap Andrea

Terpopuler

Comments

kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ

kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ

kenapa Niana gak jujur saja sama Aska klo hubunganya dengan Dirga hanya sandiwara...

2023-09-15

0

kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ

kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ

ya ampun 🤣🤣🤣🤣🤣

2023-09-15

0

kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ

kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ

😂😂😂😂

2023-09-15

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2 Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3 Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4 Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5 Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6 Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7 Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8 Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9 Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10 Episode 10 Berjualan pudding di taman
11 Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12 Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13 Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14 Episode 14 Dirga menghilang
15 Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16 Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17 Episode 17 Nostalgia waktu SD
18 Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19 Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20 Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21 Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22 Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23 Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24 Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25 Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26 Episode 26 Sudah ingat semuanya
27 Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28 Episode 28 Alergi kepiting
29 Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30 Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31 Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32 Episode 32 Menghindar dari Dirga
33 Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34 Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35 Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36 Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37 Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38 Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39 Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40 Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41 Episode 41 Tak tahan lagi
42 Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43 Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44 Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45 Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46 Episode 46 Mencari info tentang Tania
47 Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48 Episode 48 Dirga sakit
49 Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50 Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51 Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52 Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53 Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54 Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55 Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56 Episode 56 Bertengkar
57 Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58 Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59 Episode 59 Dua insan telah bersatu
60 Episode 60 Melakukannya lagi
61 Episode 61 Kesedihan Dirga
62 Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63 Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64 Episode 64 Insiden tengah malam
65 Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66 Episode 66 Gara-gara baju seksi
67 Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68 Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69 Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70 Episode 70 Disuruh segera pulang
71 Episode 71 Membuat menunggu lagi
72 Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73 Episode 73 Ceroboh
74 Episode 74 Pinokio
75 Episode 75 Sudah puas
76 Episode 76 Mengerjai Niana
77 Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78 Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79 Episode 79 Duka Mendalam
80 Episode 80 Menaruh Dendam
81 Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82 Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83 Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84 Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85 Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86 Episode 86 Tarian Centil
87 Episode 87 Asal Bicara
88 Episode 88 Salah Sangka
89 Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90 Episode 90 Harapan Yang Kandas
91 Episode 91 Suara Yang Familier
92 Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93 Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94 Episode 94 Diskusi Rahasia
95 Episode 95 Benar-benar Hamil
96 Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97 Episode 97 Buku Diary Aska
98 Episode 98 Salah Sangka
99 Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100 Episode 100 Aska Cemburu
101 Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102 Episode 102 Ciuman Dadakan
103 Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104 Episode 104 Teror Di Toko
105 Episode 105 Saling Tuduh
106 Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107 Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108 Episode 108 Cemburu
109 Episode 109 Saling Cemburu
110 Episode 110 Pengawal Gadungan
111 Episode 111 Tidak Ada Kabar
112 Episode 112 Kabar Duka Lara
113 Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114 Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115 Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116 Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117 Episode 117 Tak Disangka-sangka
118 Episode 118 Salah Kamar
119 Episode 119 Merasa Aneh
120 Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121 Episode 121 Bertengkar Lagi
122 Episode 122 Cemburu
123 Episode 123 Keceplosan
124 Episode 124 Rindu
125 Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126 Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127 Episode 127 Penyesalan
128 Episode 128 Salah Paham Selesai
129 Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130 Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131 Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132 Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133 Episode 133 Panik Dan Khawatir
134 Episode 134 Gelang Dirga
135 Episode 135 Alergi Lagi
136 Episode 136 Akhirnya Tahu
137 Episode 137 Melepas Rindu
138 Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139 Episode 139 Diculik
140 Episode 140 Pengakuan
141 Episode 141 Disekap
142 Episode 142 Petunjuk
143 Episode 143 Pencarian
144 Episode 144 Kebahagiaan Datang
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2
Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3
Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4
Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5
Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6
Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7
Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8
Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9
Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10
Episode 10 Berjualan pudding di taman
11
Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12
Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13
Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14
Episode 14 Dirga menghilang
15
Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16
Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17
Episode 17 Nostalgia waktu SD
18
Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19
Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20
Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21
Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22
Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23
Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24
Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25
Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26
Episode 26 Sudah ingat semuanya
27
Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28
Episode 28 Alergi kepiting
29
Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30
Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31
Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32
Episode 32 Menghindar dari Dirga
33
Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34
Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35
Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36
Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37
Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38
Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39
Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40
Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41
Episode 41 Tak tahan lagi
42
Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43
Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44
Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45
Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46
Episode 46 Mencari info tentang Tania
47
Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48
Episode 48 Dirga sakit
49
Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50
Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51
Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52
Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53
Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54
Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55
Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56
Episode 56 Bertengkar
57
Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58
Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59
Episode 59 Dua insan telah bersatu
60
Episode 60 Melakukannya lagi
61
Episode 61 Kesedihan Dirga
62
Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63
Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64
Episode 64 Insiden tengah malam
65
Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66
Episode 66 Gara-gara baju seksi
67
Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68
Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69
Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70
Episode 70 Disuruh segera pulang
71
Episode 71 Membuat menunggu lagi
72
Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73
Episode 73 Ceroboh
74
Episode 74 Pinokio
75
Episode 75 Sudah puas
76
Episode 76 Mengerjai Niana
77
Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78
Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79
Episode 79 Duka Mendalam
80
Episode 80 Menaruh Dendam
81
Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82
Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83
Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84
Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85
Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86
Episode 86 Tarian Centil
87
Episode 87 Asal Bicara
88
Episode 88 Salah Sangka
89
Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90
Episode 90 Harapan Yang Kandas
91
Episode 91 Suara Yang Familier
92
Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93
Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94
Episode 94 Diskusi Rahasia
95
Episode 95 Benar-benar Hamil
96
Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97
Episode 97 Buku Diary Aska
98
Episode 98 Salah Sangka
99
Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100
Episode 100 Aska Cemburu
101
Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102
Episode 102 Ciuman Dadakan
103
Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104
Episode 104 Teror Di Toko
105
Episode 105 Saling Tuduh
106
Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107
Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108
Episode 108 Cemburu
109
Episode 109 Saling Cemburu
110
Episode 110 Pengawal Gadungan
111
Episode 111 Tidak Ada Kabar
112
Episode 112 Kabar Duka Lara
113
Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114
Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115
Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116
Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117
Episode 117 Tak Disangka-sangka
118
Episode 118 Salah Kamar
119
Episode 119 Merasa Aneh
120
Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121
Episode 121 Bertengkar Lagi
122
Episode 122 Cemburu
123
Episode 123 Keceplosan
124
Episode 124 Rindu
125
Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126
Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127
Episode 127 Penyesalan
128
Episode 128 Salah Paham Selesai
129
Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130
Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131
Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132
Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133
Episode 133 Panik Dan Khawatir
134
Episode 134 Gelang Dirga
135
Episode 135 Alergi Lagi
136
Episode 136 Akhirnya Tahu
137
Episode 137 Melepas Rindu
138
Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139
Episode 139 Diculik
140
Episode 140 Pengakuan
141
Episode 141 Disekap
142
Episode 142 Petunjuk
143
Episode 143 Pencarian
144
Episode 144 Kebahagiaan Datang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!