Sebelum pulang ke rumah, Aska mengajak Niana refreshing dengan jalan-jalan di mall. Sudah lama mereka tidak pergi bersama setelah Aska sibuk dengan perusahaan yang sedang di rintisnya di kota Jakarta. Seharian ingin dihabiskannya bersama Niana, teman masa kecil sekaligus adik sambungnya yang sangat disayanginya. Walau di hatinya yang terdalam tersimpan perasaan melebihi adiknya sendiri tetapi Aska tidak pernah ingin mengungkapkannya. Dengan bersama dan menemaninya saja sudah membuatnya bahagia.
"Nian Nian, kamu mau beli apa? Kakak belikan apa saja yang kamu mau"
"Beneran apa saja" sahut Niana dengan cepat
"Iya, apa sih yang gak buat adekku yang comel, bahkan jam satu toko ini bisa aku borong untuk mu" ucap Aska
"Iya-iya percaya, mentang-mentang udah jadi bos besar, Niana disuruh buka toko jam gitu"
"Jadi kamu mau kakak belikan apa?"
"Niana lagi tidak pengen beli apa-apa kak, ini saja sudah kakak belanjain kebutuhan Niana untuk sebulan"
"Baiklah kita pulang saja ya, sudah sore besok kakak banyak kerjaan juga"
Sesampainya di rumah, Aska membantu membawakan belanjaan Niana yang ada di bagasi mobil ke dalam rumah.
"Niana kakak langsung pulang ya, ini kamu pegang kalau butuh apa-apa panggil kakak. Mungki kakak akan sibuk ke depannya, jadi jarang nengok kamu" ucap Aska sambil menyerahkan kartu ATM untuk Niana
"Gak perlu kak, Niana janji kalau butuh kakak akan hubungi kak Aska, tapi Niana gak mau terima kartunya"
"Baiklah kalau begitu, kakak pamit pulang"
"Hati-hati kak" seru Niana sambil melambaikan tangan ke Aska yg ada didalam mobil
Penatnya hari ini membuat Niana langsung merebahkan tubuhnya di kasur sambil membuka ponselnya, mungkin saja ada sesuatu yang penting dari kantor. Soalnya sekarang ada CEO baru di Sanjaya Grub dan Pak Hendra kemarin sudah menyuruh untuk bekerja dengan baik jangan sampai melakukan kesalahan. Dan benar memang ada pesan masuk dari Pak Hendra
"Niana tolong besok kamu gantiin Dinda rapat karena Dinda sedang sakit, besok Pak Dirga mau mengadakan rapat jam 9 pagi. Tolong berangkat lebih awal" (Chat Pak Hendra)
Hari senin yang cerah semoga menjadi hari yang indah untuknya, begitulah harapan Niana yang sedang bergegas ke kantor naik ojek online. Sesampai di kantor Niana menyempatkan diri untuk membeli susu stroberry segar di foodcourt lantai bawah sebelum kehabisan karena setelah sarapan sepotong roti tadi dia belum sempat minum.
"Mbak susu segarnya masih tidak?" ucap Niana
"Kebetulan masih cukup untuk 2 cup gelas kak, tinggal rasa stroberi sama alpukat" kata pelayan foodcourt
"Mau yang rasa stroberry saja 1 cup" ucap Niana menunggu susu segarnya sambil melihat ponsel
"Permisi minta susu segar satu cup" ucap seseorang disamping Niana
"Tinggal rasa alpukat Pak" kata pelayan
"Tidak apa-apa"
"Kak ini susu segar rasa stroberinya, hati-hati masih panas" ucap pelayan
"Baik terima kasih" ucapa Niana pada pelayan sambil menyerahkan uang lalu menuju lantai 19 yaitu tempat rapat. Di dalam lift Niana menikmati susu segarnya sambil melihat ponselnya.
Sampai di lantai 19 tiba-tiba ada panggilan masuk dari ponselnya. Niana meletakan susu segarnya di meja tunggu tamu setelah keluar dari lift, lalu menjawab panggilan dari Pak Hendra. Terdengar suara berisik di dekat ruang tunggu tamu seperti sedang memotong keramik, Niana pun agak menjauh dr ruang tunggu meninggalkan susu segarnya di atas meja.
Kemudian dari arah belakang Dirga dengan Asistennya berjalan menuju ruang rapat. Tetapi Dirga tiba-tiba duduk di ruang tunggu sambil menikmati susu segar alpukatnya yang dibelikan Mr Ken dan menyuruh Mr Ken untuk memberi tahu kepada peserta rapat agar segera bersiap.
"Ken ganti semua pekerja yang ada di ruang itu, membuat telingaku sakit. Pecat mandornya" ucap Dirga menunjuk para pekerja yang berisik memotong keramik
"Baik Tuan Muda"
Setelah meminum setengah gelas, Dirga langsung bergegas masuk ruang rapat meninggalkan susu segarnya di atas meja. Kerana Niana merasa sudah terlambat ia buru-buru mengambil susu segarnya yang diletakan di atas meja. Dia tidak menyadari ada 2 buah gelas di atas meja itu. Kemudian Mr Ken kembali ke ruang tunggu langsung mengambil susu segar diatas meja dan menyerahkan kepada bosnya yang sedang menoleh ke arah Mr Ken. Niana yang berjalan di belakang Mr Ken langsung duduk di samping Pak Hendra, kursinya berhadapan dengan sang bos baru. Setelah sang bos kembali menghadap meja rapat, lalu meletakan susu segarnya. Ke dua pasang mata itu saling menatap seperti saling mengenal. Sang bos pun hanya menatap Niana sebentar dengan wajah datar lalu membuang pandangannya.
"Si culun kepang sepertinya dia tidak pernah berubah" ucap Dirga dalam hati
Sementara Niana yang masih menduga-duga benarkah bos baru di hadapannya itu adalah orang yang menyebalkan yang pernah dia kenal. Niana merasa pernah mengenal bos barunya itu tetapi tidak ingat dimana. Pak Hendra memulai membuka rapat dengan menyambut dan memperkenalkan CEO baru di Sanjaya Grub.
"Selamat pagi semuanya, mari kita beri tepuk tangan untuk CEO baru Sanjaya Grub Pak Dirga Bustoni Sanjaya" seru Pak Hendra sambil bertepuk tangan
Niana pun sontak kaget "Huh kenapa bisa bertemu lagi dengan si Dirga sombong itu sih, kenapa dunia begitu sempit. Jadi dia bosku sekarang? pasti dalam hatinya menertawakanku yang masih seperti ini" gerutunya dalam hati
Senin yang cerah itu berubah jadi suram. Niana pun langsung meminum susu segarnya untuk menenangkan diri agar bisa fokus dan tidak terlihat salah tingkah. Perasaanya sudah tidak karuan saat mengetahui bosnya adalah Dirga si ketua kelasnya waktu SD. Tidak ada kenangan baik dengannya selama di sekolah. Sedangkan Pak Hendra masih sibuk melanjutkan rapatnya.
"Ini kenapa susunya jadi rasa alpukat? bukankah tadi pas aku minum rasanya stroberry, bahkan stroberry pun kenapa berengkarnasi jadi alpukat? Susu siapa yang aku minum?" Niana yang kebingungan dengan rasa minumannya menggembungkan pipinya lalu menahannya seolah tidak ingin menelan susu segar yang telah memenuhi mulutnya.
Dia semakin bingung mau memuntahkannya atau menelannya. Kemudian dia menatap sebuah gelas cup susu segar yang ada di depan Dirga. Dia merasa susu segarnya sudah tertukar dengan milik orang lain. Lalu Dirga melihat tingkah Niana yang aneh sambil bergumam "Dasar bodoh".
Niana pun melirik Dirga dan akhirnya memejamkan mata seolah tidak mau menerima minuman yang sudah memenuhi mulutnya. Sambil menolehkan kepalanya ke kanan membuang muka, Niana memaksa menelan susu segar yang dari tadi memenuhi mulutnya agar Dirga tidak mengira salah meminum susu segar milik orang lain. Setelah melihat gelagat kekonyolan Niana, Dirga lalu melirik gelas susu segarnya, dia melihat ada bekas lipstik warna merah muda di gelasnya seperti warna lipstik yang di bibir Niana dan ada keterangan rasa stroberry juga. Dirga pun melirik ke arah Niana lagi dengan tatapan curiga.
"Bukankah tadi susu segarnya tinggal 2 rasa stroberry dan alpukat, kalau yang stroberry sudah ku ambil jadi yang alpukat ini punya siapa, harusnya ini susu segar yang tinggal 2 tadi kan karena masih hangat sekalibdan susu segarku harusnya juga masih sama hangatnya kaya susu alpukat ini. Di sini yang minum susu segar cuma aku sama si Dirga. Bukan kah ini jadi kaya berciuman tidak langsung, menjijikan sekali" kata Niana dalam hati
Akhirnya rapatpun selesai, Niana langsung bergegas menuju ke toilet seperti orang keracunan, dia segera berkumur-kumur di wastafel dan memaksa mengeluarkan susu segar yang telah diminumnya. Selama di kantor hari senin terasa begitu lama dan menyebalkan untuk Niana. Apalagi ketika ada di ruang rapat tadi, Niana ingin segera keluar dari ruang rapat lalu memuntahkan isi perutnya tetapi rasanya jarum jam seperti sedang mati suri tidak mau berputar.
Akhirnya waktu menunjukan saatnya pulang kerja, Niana ingin segera merebahkan dirinya di atas kasur. Dengan langkah berat Niana pulang meninggalkan ruang kerjanya menuju parkiran mobil. Dia sudah memesan taksi online yang sudah menunggu di depan gedung perusahaan. Ketika di tempat parkir mobil, tiba-tiba ada cincin yang menggelinding ke arah kakinya. Diambilnya cincin itu oleh Niana sambil menengok sekitarnya. Mata Niana melihat sekeliling tempat parkiran barang kali ada seseorang yang sedang mencari cincin yang hilang. Di sana dia hanya melihat Dirga bersama Mr Ken yang menunduk-nunduk di sekitar mobilnya seperti sedang mencari sesuatu. Niana yang tidak ingin bertemu dengan Dirga akhirnya segera bersembunyi di belakang mobil yang berada tepat di depan mobilnya Dirga.
"Apakah mereka mencari cincin ini, sepertinya Dirga sedang membawa kotak perhiasan berwarna biru" Niana yang masih bersembunyi berkata dalam hati sambil melirik ke arah Dirga
Tiba-tiba Dirga masuk ke dalam mobil, diikuti Mr Ken. Mobilnya pun seperti terburu-buru. Niana akhirnya berlari mau mengejar mereka sambil memakai cincin itu agar tidak jatuh saat berlari untuk mengembalikan cincin itu. Karena di bassement itu banyak CCTV, jadi dia tidak mau dituduh sebagai pencuri. Bahkan niatnya dari awal setelah menemukan cicin adalah mencari pemiliknya dan mengembalikannya. Setibanya di luar gedung, Niana langsung naik taksi online yang sudah dipesannya. Dia menyuruh sopir taksi itu untuk mengikuti mobil mewah warna hitam dengan nomor DE4129A.
"Pak tolong cepetan dikit" kata Niana pada sopir taksi
"Iya mbak" ucap sopir taksi sambil menambah kecepatan
"Mereka mau kemana sih kenapa seperti terburu-buru gitu, apa yang ada dipikiran mereka melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, sangat membahayakan orang lain kalau sampe terjadi kecelakaan, untung jalananya sepi" kata Niana dalam hati
Entah kenapa tiba-tiba mobil yang melaju sangat kencang itu terlihat seperti kehilangan kendali, lalu banting setir ke kanan ke kiri akhirnya di sebuah tikungan menabrak tiang listrik yang tinggi besar. Salah satu dari mereka ada yang terlempar dari mobil dan jatuh tidak jauh dari mobil. Niana yang ada di belakangnya kaget dan terbengong, sopir taksi pun segera mematikan mobilnya. Lalu terlihat kepulan asap dari mesin mobil. Niana langsung keluar dan berlari ke arah mobil Dirga. Dia melihat kepala Dirga sudah dipenuhi banyak darah mungkin membentur kemudi dan kondisinya tidak sadar, tangannya pun juga memegang ponsel. Sedangkan sopir taksi itu menolong Mr Ken yang jatuh dari mobil membawa ke tempat aman. Mr Ken yang dalam keadaan setengah sadar memengangi kakinya sambil berteriak kesakitan.
"Ya Tuhan, Pak Dirga bangun pak" teriak Niana pada Dirga yang masih duduk di kursi kemudian tak sadarkan diri
Niana lansung menelpon ambulan agar segera datang.Tiba-tiba kepulan asap di mesin mobil semakin banyak ada percikan api. Niana pun bergegas membuka seatbelt yang masih terpasang di badan Dirga. Lalu memapah Dirga dibantu supir taksi dan menjauhi mobil. Baru berjalan beberapa langkah terdengar mobil meledak dan terbakar.
"Ya Tuhan kalau saja aku tidak mengikuti mereka, tidak tau nasib mereka akan jadi apa" bisik Niana dalam hati
Sesampainya di RS, Dirga dan Mr Ken segera di tangani dokter dan perawat. Niana membayar supir taksi tersebut dengan uang lebih karena sudah membantu ya menolong bosnya. Di ruang depan IGD Niana kebingungan mondar mandir tanganya gemetar, bajunya berlumuran darah, dia bingung mau menghubungi siapa, dan apa yang harus dia jelaskan kalau keluarga Dirga datang.
Akhirnya Niana menelfon Pak Hendra dan menceritakan semuanya. Pak Hendra berkata pada Niana akan menghubungi keluarga Dirga dan keluarga Mr Ken. Niana disuruh untuk tetap di sana menemani mereka selama keluarganya belum datang. Karena Pak Hendra sedang di luar kota jadi tidak bisa pergi ke RS. Lalu Pak Hendra segera menghubungi Nyonya Sofi ibunya Dirga yang sedang wisata di Paris bersama putrinya Renata adiknya Dirga. Di Paris cuaca sedang buruk tidak bisa melakukan penerbangan kemana pun untuk hari ini.
Setelah mendapatkan pertolongan di ruang IGD, perawat membawanya ke ruang perawatan. Karena Mr Ken sudah bersama keluarganya. Niana memutuskan untuk menemani Dirga di ruang perawatan karena keluarga Dirga belum ada yang datang. Niana memandangi Dirga yang terbaring di atas bed, dia bingung apa yang akan dikatakan kalau dia sudah sadar. Hari yang benar-benar suram bagi Niana untuk ke dua kalinya setelah kecelakaan yang terjadi pada 13 tahun yang lalu sampai menyebabkan ibunya meninggal. Niana semakin cemas karena Dirga belum sadar juga. Energinya seperti terkuras habis, dari pagi hanya sarapan sepotong roti dan minum susu stroberry yang telah berengkarnasi jadi susu alpukat. Siangpun dia belum makan karena perutnya masih bergejolak membayangkan susu alpukat entah milik siapa tetapinya hatinya meyakini kalau itu susu alpukat milik Dirga. Malamnya pun dia harus menemani Dirga, teman SD nya yang menyebalkan itu. Karena sangat lelah Niana duduk di kursi samping bed yang ditiduri Dirga. Tanpa sadar Niana sudah meletakan kepalanya di atas bed dan memegang tangan Dirga yang diinfus.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
Produksi Handle Kayu
kek iklan yang di tv dengerin tetangga motongin keramik
2023-09-15
0
kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ
jadi gara² kecelakaan itu Dirga hilang ingatan...
2023-09-06
1
faridah ida
gimana yaa itu reaksi Dirga pas bangun ....😁🤭
2023-09-05
1