Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga

Azan magrib pun sudah berkumandang Niana menuju mushola RS untuk solat dan berdoa menenangkan hatinya merenungi sikapnya ke Ibu Arini. Mungkin ada kesalahpahaman antara dia dengan Ibu Arini. Setelah selesai solat, Niana membeli roti dan air mineral, lalu segera kembali ke ruang Ibu Arini. Ternyata Ibu Arini sudah sadar. Ibu Arini kondisinya sudah bisa diajak berkomunikasi dengan baik. Liana sudah menceritakan semua yang terjadi pada mamanya.

"Niana.... " ucap tante Arini

"Tante, bagaimana keadaan tante?" tanya Niana

"Tante baik-baik saja Niana"

"Maafin Niana tante.. Kenapa tante menolong Niana sampai tante seperti sekarang"

"Tante akan melakukan apapun demi kamu Niana. Karena tante sudah berjanji pada ibumu untuk menjaga amanahnya"

"Maksud tante" ucap Niana sambil menangis

"Niana, waktu kecelakaan itu. Ibumu meminta tante untuk melepas sabuk pengamannya karena posisi mobil tidak seimbang dan tidak akan bertahan lama kalau bebannya terlalu berat. Ibu mu mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan kita. Kalau ibumu tidak berkorban makan semua akan mati waktu itu termasuk ayahmu yang menahan jok mobil belakang. Hanya ibumu saja yang posisinya bisa mengurangi beban mobil. Waktu itu kamu pingsan, ketika kamu setengah sadar kamu melihat tante melepas sabuk pengaman ibumu karena posisi ibumu yang sulit untuk melepasnya sendiri. Tante pun juga berat hati melakukannya. Tetapi demi keselamatanmu, ibumu rela jatuh ke jurang untuk mengurangi beban mobil. Sebelum menjatuhkan diri ke jurang, ibumu berpesan agar tante merawatmu seperti anak sendiri dan menyuruh tante menikah dengan ayahmu" kata tante Arini

"Maafin Niana tante udah salah paham selama ini sama tante" ucap Niana duduk di samping bed sambil memegang tangan Ibu Arini

"Tidak apa-apa Niana, yang penting semua sudah jelas. Sekarang Ibu Arini ini juga mamamu nak. Jangan panggil tante lagi oke"

"Terima kasih mama" ucap Niana sambil memeluk Ibu Arini dan Liana

"Oh iya Niana, kamu nanti pulanglah ke rumah. Mama akan menyuruh pelayan rumah untuk memepersiapakan kamarmu"

"Iya kak, pulanglah ke rumah, biar Liana punya temen" ucap Liana

"Maaf ma untuk saat ini, Niana belum bisa pulang. Niana di Surabaya untuk ziarah ke makam dan datang ke acara reuni sekolah. Sementara Niana tinggal di hotel. Dan besoknya harus terbang ke Jakarta lagi"

"Kenapa Tidak pulang ke rumah saja Niana?" ucap mama Arini

"Di Jakarta Niana punya toko ma, jadi Niana juga harus mengurusnya. Niana janji kalau ada waktu akan sering pulang ke rumah"

"Oh iya, besok kamu reuni jam berapa?"

"Baik ma, reuninya jam 9 pagi. Besok pagi-pagi sekali Niana pulang ke hotel dulu. Ganti baju terus ke RS lagi sampai ayah datang"

"Baiklah, besok biar ayahmu yang menjaga mama, kamu pergilah ke acara reunimu"

Perasaan Pak Hadi saat ini antara mau sedih atau bahagia setelah mendengar kabar dari Aska. Istrinya sedang kecelakaan dan tidak bisa berjalan sementara, sedangkan di sisi lain putrinya sudah mulai berbaikan dengan ibu sambungnya. Pak Hadi sedang menuju RS dengan mobilnya bersama Boni dan Mondi. Pak Hadi benar-benar sedang dilanda bingung, sedih, bahagia dan grogi bagaimana ketika nanti berhadapan dengan Niana. Karena sejak 13 tahun tidak bertemu bahkan tidak berkomunikasi juga.

"Bon-bon Mon-mon, Bagaimana penampilanku saat, apakah Niana akan menyukaiku dengan penampilanku sekarang" ucap Pak Hadi yang berpakaian rapi dengan jaz dan dasi

"Ke... kekeren bos" ucap Mondi

"Tuan putri pasti bangga sama bos" kata Boni

Pak Hadi langsung menyerahkan 2 lembar uang kertas berwarna merah) pada mereka. Pak Hadi yang kelihatannya galak sebenernya baik hati. Walaupun anak buahnya itu selalu membuat kesal tetapi mereka sudah dianggap seperti teman oleh Pak Hadi.

Dulu pak Hadi hanya karyawan biasa, setelah menikah dengan Ibu Arini yang mantan suaminya seorang dokter spasialis bedah sekaligus profesor di Jerman sana meninggalkan banyak warisan, hidup Pak Hadi jadi berubah menjadi orang cukup kaya di kota Surabaya, bahkan mempunyai beberapa perusahan besar di sana. Hal itu bukan serta merta dari harta Ibu Ariani saja, tetapi juga dari semangatnya untuk bekerja keras mendirikan dan mengembangkan perusahaan yang dirintisnya dari nol.

"Bos, ja...jaadi ki.. kikita balik Surabaya la.. lagi" ucap mondi

"Iya... Bon-bon mon-mon saya akan bertemu lagi dengan putriku. Kira-kira saya harus bagaimana?"

"Jadi kita udah gak memata-matai tuan putri lagi bos" ucap Boni

"Kalian itu... Saya tanya apa malah balik tanya? Dasar botak" ucap Pak Hadi sambil memukul kepala botak Mondi dan Boni yang duduk di kursi depan

"Maaf bos, habisnya kita dari kemarin bolak balik Jakarta-Surabaya-Jakarta-Surabaya. Udah mirip apa ya Mon kita?" ucap Boni

"Be... bebetul Bon, ki.. kikita udah mirip see...sese....." timpal Mondi

"Semut" kata Boni

"Bu.. bubukan"

"Sendal" kata Boni lagi sambil fokus menyetir

"Mirip setrikaan" timpal Pak Hadi

Plak.. Plak....!! Tiba-tiba tangan pak Hadi mendarat di kepala botak mereka walau tidak begitu sakit tetapi membuat mereka mengelus-elus kepala.

"Kalian itu bukannya jawab pertanyaan saya malah ngobrol sendiri"

"Iiiya... bos maaf " ucap Mondi

"Jadi pertanyaan bos tadi apa?" tanya Boni

"Punya anak buah satu gagap satunya pelupa buat pusing semua. Lebih baik saya beli buket bunga untuk Arini dan Niana untuk menyambut kepulangannya" batin Pak Hadi

Sampai di RS, jantung Pak Hadi semakin berdetak kencang seperti saat pertama kali menyambut kelahiran Niana. Mungkin baginya hari ini seperti kelahiran Niana yang ke dua karena sudah 13 tahun tidak berpisah dan sekarang Niana sudah tumbuh dewasa, cantik bahkan mampu hidup mandiri dengan usahanya sendiri. Pak Hadi benar-benar bangga pada Niana.

"Niana... putriku" suara Pak Hadi yang sudah berada di kamar ibu Arini bersama Mondi dan Boni

"Ayah... " seru Niana sambil berlari memeluk ayahnya

"Niana putri ayah, akhirnya kamu pulang" ucap Pak Hadi sambil mengelus kepala Niana

"Maafin Niana yah" ucap Niana terisak meneteskan air mata

"Ayah yang banyak salah sama kamu nak. Selama 13 tahun ayah tidak bisa merawatmu, selama itu juga hati ayahmu tidak pernah tenang memikirkan hidupmu di luar sana sendirian" ucap Pak Hadi yang tak kalah sedihnya

"Maaf sudah membuat ayah khawatir selama 13 tahun"

"Ini bunga untuk putri ayah karena sudah kembali lagi" ucap Pak Hadi sambil menyerahkan mawar pink kesukaan Niana

"Terima kasih Ayah" Niana pun mengecup pipi ayahnya

"Ehemm" suara ibu Arini akhirnya menyadarkan ayah dan putrinya yang sedang berkangen-kangenan

"Oh iya istriku, ini bunga mawar merah untukmu. Bagaimana keadaanmu?" kata Pak Hadi

"Sudah lebih baik sayang" ucap ibu Arini

"Hore keluarga kita sudah kumpul lagi" teriak Liana sambil bertepuk tangan

"Niana kamu sudah dewasa sekarang, dulu terakhir ayah melihat putri ayah masih kecil mungil seperti Liana. Tetapi setelah 13 tahun sudah berubah jadi cantik sekali. Sepertinya Kamu juga berdandan secantik ini untuk menyambut ayah" ucap Pak Hadi percaya diri

"Hemm, Niana itu mau pergi ke acara reuni SD nya makanya dia berdandan cantik" ucap ibu Arini

"Mon-Bon Bon-Bon bukankah sama saja menyambut saya datang atau pergi ke reuni. Niana juga terlihat cantik sekali dengan dandannya" ucap pak Hadi menutupi rasa malunya

"Iiiya bos.. No...nonona Niana sama cantiknya" ucap Mondi

"Iya bos tepatnya lebih cantik dandannya untuk acara reuni" timpal Boni

Ibu Arini, Niana dan Liana pun hanya menahan tawa melihat ayahnya yang salah tingkah karena malu. Apalagi Boni dan mondi malah memperjelas ucapan ibu Arini.

"Oh iya, ini sudah jam setengah sembilan, Bon-Bon Mon-Mon tolong antar Niana ke acara reuni" ucap Pak Hadi

"Tidak usah yah, Niana bisa berangkat sendiri"

"Kamu harus berangkat bersama mereka, mereka akan menjagamu. 13 tahun ayah tidak bisa melindungimu, sekarang berilah kesempatan pada ayah untuk menjagamu"

"Baiklah ayah"

Pagi itu adalah hari yang membuat Niana bahagia karena semua kesalahpahamannya sudah terjawab dan bisa berkumpul lagi dengan keluarganya. Sejenak dia bisa melepas segala ingatannya tentang Dirga.Tetapi saat di dalam mobil menuju perjalanan ke sebuah hotel tempat diadakannya reuni sekolahnya, Niana kembali teringat Dirga dalam kesepiannya.

"Nona... lagi mikirin apaan sih" ucap Boni

"Emm tidak mikirin apa-apa kok, oh iya om-om ini yang memata-mataiku waktu di Jakarta kan?

"Iiiiya.. Non, ma.. maafin kita ya Non" ucap Mondi

"Kenalin nama saya om Boni dan yang botak gagap ini namanya om Mondi"

"Eh lu juga bo...bobotak kali" ucap mondi sambil memukul kepala Boni

Niana yang duduk di kursi belakang menahan tawa melihat perilaku ke dua orang botak yang sama-sama botak saling mengejek.

"Oh iya Non, dimana laki-laki tukang pudding itu. Kenapa nona tidak bersama denganya. Apakah dia sudah meninggalkan nona?" tanya Boni

"Aaa... was aja kalau tu... tutukang pudding itu menyakiti nona" ucap Mondi

Niana hanya duduk terdiam tanpa berkata apapun. Karena dia sendiri juga bingung apakah yang sudah terjadi pada Dirga. Niana juga tidak tahu entah dimana Dirga sekarang.

"Emang lu mau apa Mon, lu saja ngomong gagap sok sokan mau melindungi Nona"

"He he.. iiiiyya juga ya" ucap mondi

"Nona kita sudah sampai di hotel" ucap Boni

"No...nonona udah sampai" ucap mondi membukakan pintu mobil untuk Niana

"Oh iya om, Niana masuk dulu ya"

"Baik nona kita akan menunggu nona sampai selesai"

Niana pun memasuki hotel mewah tempat reuni sekolahnya. Dia terlihat cantik walau masih ada perban menempel di pelipis kepalanya. Dia mengenakan midi dress selutut yang mengembang ke bawah yang berwarna biru langit dengan lengan panjang. Sepatu high heels berwarna perak bling-bling menghiasi kaki jenjangnya. Rambutnya tergerai rapi dengan asesoris rambut berwarna perak bling-bling seperti sepatunya yang menyibakan rambutnya sehingga menampakan kedua telinganya.

Niana pun mulai berjalan melawati lorong hotel karena hotelnya sangat besar dan banyak ruang-ruang. Bahkan Niana sampai mau nyasar di lantai satu yang sedang ada acara pernikahan. Niana pun memastikan dengan melihat ponselnya kalau hotel dan ruangnya ada di lantai berapa. Waktu mau naik lift ke lantai 2 tempat reuni ada beberapa pelayan hotel yang sedang mendorong meja troli berisi dessert dan bertumpuk-tumpuk membuat perut Niana lapar.

"Kenapa aku seperti melihat pudding buatan Dirga. Mana mungkin Dirga di sini. Bukankan Tuan Tengil itu sudah kembali ingatannya makanya dia tidak memcariku. Ketika di RS saja, aku tinggal pulang dia marah, sekarang udah aku tinggal selama 2 hari harusnya dia kesurupan menggila mencariku kan tapi sepertinya tidak. Artinya dia memang sudah sembuh. Sudahlah aku tidak mau mikirin lagi" batin Niana

Akhirnya Niana sudah sampai di ruang acara reuni. Dia mencoba percaya diri agar tidak terlihat seperti 13 tahun yang lalu. Dulu dia gadis kecil yang polos, pemalu dan pendiam sehingga mudah ditindas oleh teman-temannya yang suka usil dan nakal. Setelah menandatangin buku tamu, Niana masuk ke ruang reuni di hotel itu.

Terpopuler

Comments

faridah ida

faridah ida

pastii terkejut dan kaget ini Niana pas di dalam sudah ada Dirga ...😁😁😁

2023-09-05

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2 Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3 Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4 Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5 Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6 Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7 Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8 Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9 Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10 Episode 10 Berjualan pudding di taman
11 Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12 Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13 Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14 Episode 14 Dirga menghilang
15 Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16 Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17 Episode 17 Nostalgia waktu SD
18 Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19 Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20 Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21 Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22 Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23 Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24 Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25 Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26 Episode 26 Sudah ingat semuanya
27 Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28 Episode 28 Alergi kepiting
29 Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30 Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31 Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32 Episode 32 Menghindar dari Dirga
33 Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34 Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35 Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36 Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37 Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38 Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39 Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40 Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41 Episode 41 Tak tahan lagi
42 Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43 Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44 Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45 Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46 Episode 46 Mencari info tentang Tania
47 Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48 Episode 48 Dirga sakit
49 Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50 Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51 Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52 Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53 Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54 Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55 Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56 Episode 56 Bertengkar
57 Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58 Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59 Episode 59 Dua insan telah bersatu
60 Episode 60 Melakukannya lagi
61 Episode 61 Kesedihan Dirga
62 Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63 Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64 Episode 64 Insiden tengah malam
65 Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66 Episode 66 Gara-gara baju seksi
67 Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68 Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69 Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70 Episode 70 Disuruh segera pulang
71 Episode 71 Membuat menunggu lagi
72 Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73 Episode 73 Ceroboh
74 Episode 74 Pinokio
75 Episode 75 Sudah puas
76 Episode 76 Mengerjai Niana
77 Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78 Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79 Episode 79 Duka Mendalam
80 Episode 80 Menaruh Dendam
81 Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82 Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83 Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84 Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85 Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86 Episode 86 Tarian Centil
87 Episode 87 Asal Bicara
88 Episode 88 Salah Sangka
89 Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90 Episode 90 Harapan Yang Kandas
91 Episode 91 Suara Yang Familier
92 Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93 Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94 Episode 94 Diskusi Rahasia
95 Episode 95 Benar-benar Hamil
96 Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97 Episode 97 Buku Diary Aska
98 Episode 98 Salah Sangka
99 Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100 Episode 100 Aska Cemburu
101 Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102 Episode 102 Ciuman Dadakan
103 Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104 Episode 104 Teror Di Toko
105 Episode 105 Saling Tuduh
106 Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107 Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108 Episode 108 Cemburu
109 Episode 109 Saling Cemburu
110 Episode 110 Pengawal Gadungan
111 Episode 111 Tidak Ada Kabar
112 Episode 112 Kabar Duka Lara
113 Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114 Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115 Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116 Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117 Episode 117 Tak Disangka-sangka
118 Episode 118 Salah Kamar
119 Episode 119 Merasa Aneh
120 Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121 Episode 121 Bertengkar Lagi
122 Episode 122 Cemburu
123 Episode 123 Keceplosan
124 Episode 124 Rindu
125 Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126 Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127 Episode 127 Penyesalan
128 Episode 128 Salah Paham Selesai
129 Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130 Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131 Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132 Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133 Episode 133 Panik Dan Khawatir
134 Episode 134 Gelang Dirga
135 Episode 135 Alergi Lagi
136 Episode 136 Akhirnya Tahu
137 Episode 137 Melepas Rindu
138 Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139 Episode 139 Diculik
140 Episode 140 Pengakuan
141 Episode 141 Disekap
142 Episode 142 Petunjuk
143 Episode 143 Pencarian
144 Episode 144 Kebahagiaan Datang
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2
Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3
Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4
Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5
Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6
Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7
Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8
Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9
Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10
Episode 10 Berjualan pudding di taman
11
Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12
Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13
Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14
Episode 14 Dirga menghilang
15
Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16
Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17
Episode 17 Nostalgia waktu SD
18
Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19
Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20
Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21
Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22
Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23
Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24
Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25
Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26
Episode 26 Sudah ingat semuanya
27
Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28
Episode 28 Alergi kepiting
29
Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30
Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31
Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32
Episode 32 Menghindar dari Dirga
33
Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34
Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35
Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36
Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37
Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38
Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39
Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40
Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41
Episode 41 Tak tahan lagi
42
Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43
Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44
Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45
Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46
Episode 46 Mencari info tentang Tania
47
Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48
Episode 48 Dirga sakit
49
Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50
Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51
Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52
Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53
Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54
Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55
Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56
Episode 56 Bertengkar
57
Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58
Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59
Episode 59 Dua insan telah bersatu
60
Episode 60 Melakukannya lagi
61
Episode 61 Kesedihan Dirga
62
Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63
Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64
Episode 64 Insiden tengah malam
65
Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66
Episode 66 Gara-gara baju seksi
67
Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68
Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69
Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70
Episode 70 Disuruh segera pulang
71
Episode 71 Membuat menunggu lagi
72
Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73
Episode 73 Ceroboh
74
Episode 74 Pinokio
75
Episode 75 Sudah puas
76
Episode 76 Mengerjai Niana
77
Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78
Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79
Episode 79 Duka Mendalam
80
Episode 80 Menaruh Dendam
81
Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82
Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83
Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84
Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85
Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86
Episode 86 Tarian Centil
87
Episode 87 Asal Bicara
88
Episode 88 Salah Sangka
89
Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90
Episode 90 Harapan Yang Kandas
91
Episode 91 Suara Yang Familier
92
Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93
Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94
Episode 94 Diskusi Rahasia
95
Episode 95 Benar-benar Hamil
96
Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97
Episode 97 Buku Diary Aska
98
Episode 98 Salah Sangka
99
Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100
Episode 100 Aska Cemburu
101
Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102
Episode 102 Ciuman Dadakan
103
Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104
Episode 104 Teror Di Toko
105
Episode 105 Saling Tuduh
106
Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107
Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108
Episode 108 Cemburu
109
Episode 109 Saling Cemburu
110
Episode 110 Pengawal Gadungan
111
Episode 111 Tidak Ada Kabar
112
Episode 112 Kabar Duka Lara
113
Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114
Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115
Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116
Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117
Episode 117 Tak Disangka-sangka
118
Episode 118 Salah Kamar
119
Episode 119 Merasa Aneh
120
Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121
Episode 121 Bertengkar Lagi
122
Episode 122 Cemburu
123
Episode 123 Keceplosan
124
Episode 124 Rindu
125
Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126
Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127
Episode 127 Penyesalan
128
Episode 128 Salah Paham Selesai
129
Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130
Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131
Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132
Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133
Episode 133 Panik Dan Khawatir
134
Episode 134 Gelang Dirga
135
Episode 135 Alergi Lagi
136
Episode 136 Akhirnya Tahu
137
Episode 137 Melepas Rindu
138
Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139
Episode 139 Diculik
140
Episode 140 Pengakuan
141
Episode 141 Disekap
142
Episode 142 Petunjuk
143
Episode 143 Pencarian
144
Episode 144 Kebahagiaan Datang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!