Di kota Surabaya tanah kelahirnya sekaligus tempat dia menempuh pendidikan sekolah dasar. Dia sedang sibuk di dapur sebuah hotel mewah milik teman SDnya dulu. Temannya memintanya membuat dessert di restoran hotel miliknya yang terletak di pusat kota Surabaya untuk acara pesta pernikahan. Tawaran temannya tidak dia sia-siakan karena pesananya banyak sekali. Dia bahkan segera bergegas ke Surabaya bersama temannya karena waktunya sangat mendesak. Dua hari lagi pesta pernikahan akan diadakan di hotel milik temannya itu. Sehingga kemarin malam dia langsung terbang ke Surabaya bersama temannya.
"Niana maafkan aku tidak mengabarimu kalau aku di Surabaya sekarang. Aku akan menunggumu dan memberimu kejutan" ucap Dirga yang sedang sibuk memasak
Tidak disangka saat mengantarkan pudding pesanan ulang tahun, Dirga bertemu temannya SD yang bernama Toni. Ternyata pudding yang diantar Dirga itu untuk ulang tahun keponakannya Toni. Waktu memakan pudding, Toni sangat menyukainya, lalu bertanya pada kakaknya siapa yang membuat pudding itu. Dia segera menghampiri Dirga yang masih membantu menata pudding.
Awalnya mereka memang tidak saling mengenal. Saat Dirga memperkenalkan nama panjangnya adalah Dirga Bustoni Sanjaya, Toni pun terkejut ternyata dia adalah Dirga teman SDnya dulu, bahkan yang lebih membuatnya kaget putra Sanjaya Grub itu mau berjualan pudding dan sedang berada di rumah kakaknya menata pudding. Toni pun heran dengan apa yang dilakukan Putra Sanjaya Grub itu. Dirga menceritakan kalau saat ini sedang ingin berusaha bekerja dengan hasil jerih payahnya sendiri, dia ingin sukses tanpa nama Sanjaya Grub.
Kemudian Toni memintanya membuat dessert untuk acara pernikahan di hotel mewah miliknya yang ada di Surabaya. Keuntungannya lumayan besar tetapi dia harus langsung terbang bersama Toni setelah acara ulang tahun keponakannya selesai. Tetapi Dirga menolak karena dia tidak akan sempat mengabari Niana kalau langsung terbang ke Surabaya bersama Toni. Dirga mengatakan dia rela bekerja seperti ini demi istrinya. Tetapi kalau pekerjaanya membuat istrinya sedih karena tidak ada kabar, dia lebih baik menolaknya. Semua dilakukannya karena demi istri yang dia cintai.
Toni pun terharu mendengar cerita Dirga. Dia penasaran siapa istrinya yang mampu membuat seorang putra Sanjaya Grub rela berjualan pudding. Toni pun semakin kaget dan seakan mendapat kabar baik setelah Dirga berkata istrinya bernama Niana Zatunissa. Toni memberi tahu kalau dia, Dirga dan Niana itu teman satu sekolah waktu SD. Dirga pun terkejut karena Niana tidak pernah bercerita.
Kemudian Toni membujuk Dirga lagi agar mau membuat dessert di hotelnya untuk besok minggu. Dia meyakinkan Dirga karena kebetulan besok Minggu ada acara reuni SD dan Niana akan datang juga.Dia bisa membuat dessert itu di hari Sabtu dan hari Minggunya dia bisa datang ke acara reuni bersama Toni. Lalu Toni memperlihatkan daftar peserta reuni di akun sosmednya, terlihat di situ akun Niana menyetujui untuk hadir. Nama Dirga pun juga ada tetapi Toni mengira Dirga seorang putra Sanjaya Grub mungkin tidak bermain sosmed. Jadi kalau Dirga mau ikut ke Surabaya dengan Toni, itu akan membuat kejutan untuk istrinya dan teman-temannya. Karena Dirga tidak punya akun sosmed jadi teman-temannya bahkan Niana akan mengira dia tidak akan datang. Akhirnya Dirga pun menerima ajakan Toni. Dia berpikir tidak apa-apa tak mengabari Niana karena waktunya benar-benar mendadak. Pada akhirnya akan bertemu juga di acara yang sama. Dirga pun juga bisa mendapat uang lumayan besar dan bisa datang ke acara reuni SDnya bahkan Niana akan ada di acara itu juga.
Di dalam pesawat Niana terus memikiran Dirga. Hatinya diliputi rasa gelisah dan bersalah. Rasanya dia ingin melumpuhkan ingatannya tentang Dirga tetapi bayang-bayang Dirga selalu mengusik pikirannya.
"Bagaimana keadaanmu, kau sedang apa. Apakah ingatanmu benar-benar sudah kembali?" batin Niana yang sedang termenung melihat ke arah jendela pesawat
"Selamat pagi Nona? Maaf ini makanan pesanan anda" ucap seorang pramugari sambil menyerahkan nampan yang berisi makanan
"Hallo apakah nona baik-baik saja" tanya seorang pramugari lagi
Niana pun terbangun dari lamunanya
"Oh iya maaf, terima kasih" ucap Niana
"Oh Niana apa yang kamu pikirkan, Tuan Sanjaya Grub pergilah dari pikiranku. Mungkin kamu tidak akan muncul lagi di hadapanku bahkan kalau kita tak sengaja bertemu kita tidak akan saling mengenal. Sebaiknya aku segera menghapus kenangan saat bersamamu" batin Niana.
Niana terlihat sangat resah, semakin dia berusaha melupakan Dirga malah semakin teringat. Tak terasa pesawat sudah mendarat di bandara, Niana memesan taksi online langsung menuju hotel. Rencananya dia akan beristirahat sebentar di hotel lalu ziarah ke makam ibunya sore hari. Kasur empuk di hotelpun tidak membuatnya nyaman. Niana berguling-guling tidak karuan memikirkan Dirga. Kesepian seperti ingin membunuhnya perlahan-lahan.
Akhirnya sore pun tiba, Niana membeli bunga untuk ziara di makam ibunya. Sesampainya di makam, Niana duduk bersimpuh dan mencium nisan bertuliskan Fatimah Zahratunissa.
"Ibu apa kabar, Niana kembali, maafkan Niana baru menengok ibu lagi setelah 13 tahun. Ibu Niana merindukanmu, Niana selalu mendoakan ibu tenang dan bahagia di surga sana" ucap Niana yang menangis dan dadanya begitu sesak merindukan ibunya
Setelah Niana menumpahkan segala kerinduannya di depan batu nisa ibunya. Niana pun bergegas pulang meninggalkan makam ibunya.
"Ibu Niana pulang dulu, selamat tinggal.Kalau ada waktu Niana akan ziarah lagi" ucap Niana yang langkah kakinya terlihat pelan sekali seolah berat meninggalkan makam ibunya.
"Niana... " ucap suara lirih seorang wanita
yang membawa karangan bunga yang berdiri di depannya
Niana melirik wanita itu bersama anak kecil yang usianya kira-kira 13 tahun. Niana pun tidak mempedulikan wanita itu, dia bergegas pergi. Tetapi wanita itu berlari dan menarik tangan Niana.
"Kamu Niana kan? Tunggu nak"
Niana terus berjalan secepatnya menghindari wanita itu
"Tunggu Niana, tante mau bicara sebentar"
"Lepaskan tangan saya" titah Niana
Niana menarik tanganya yang dipegang wanita itu dengan kuat tetapi wanita yang sudah mulai menua itu jatuh terhempas ke tanah. Sebenarnya Niana kasihan melihatnya tetapi wanita itu yang telah membuat ibunya meninggal. Niana yang sempat menoleh ke arah wanita itu, lalu menangis berlari pikirannya kalut karena kesedihan yang ia rasakan seolah datang bertubi-tubi. Wanita tua itu pun langsung bangun dan mengejarnya. Dia melihat raut wajah Niana begitu sedih dan tidak fokus berjalan. Saat itu Niana menyebrang jalan tanpa melihat kanan kiri.
"Niana awas...!!!" teriak wanita tua itu yang berlari secepatnya lalu mendorong Niana ke pinggir jalan
Sebuah motor menabrak wanita itu mengenai betis kanannya karena tidak sempat menghindar saat menyelamatkan Niana. Kepalanya terbentur aspal sehingga tidak sadar. Sedangkan Niana terjatuh dan kepalanya tergores aspal. Melihat wanita itu tak sadar Niana segera bangun dan menolongnya.
"Mama.....!!!!! " teriak anak kecil itu yang menangis melihat mamanya jatuh tertabrak mobil
"Tante Arini...bangun tante..." teriak Niana
Tidak lama ambulan datang membawa mereka ke RS. Niana menunggu tante Arini yang sedang mendapat pertolongan. Dokter mengatakan kalau kondisi tantenya belum sadar mungkin karena benturan keras di aspal tetapi tidak membahayakan dan kakinya harus dioperasi karena sedikit retak.
"Tante kenapa melakukan semua ini, maafkan Niana tante" batin Niana
"Kak Niana gimana keadaan mama?"
tanya anak kecil itu
"Mama mu akan baik-baik saja. Kita berdoa saja untuk mamamu. Oh iya kamu Liana kan?" ucap Niana
Anak kecil itu hanya menganggukan kepala sambil menangis sesenggukan. Niana sedikit tahu tentang Liana karena Aska sering menceritakanya. Walaupun Niana baru pertama kali bertemu dengannya tetapi dia menyanyangi Liana juga.
"Hallo kak Aska" ucap Niana memanggil Aska lewat ponsel
"Hallo... Ada apa Niana?"
"Tante Arini kecelakaan gara-gara menolong Niana, maafkan Niana kak" ucap Niana sambil menangis
"Apa... Mama kecelakaan, bagaimana keadaan kalian? Kalian dimana sekarang"
"Aku dan Liana baik-baik saja. Kita di RS Harapan Surabaya. Tante belum sadar karena kepalanya terbentur aspal, kata dokter tidak membahayakan dan sekarang sedang dioperasi karena kakinya retak"
"Baiklah kamu tenang di situ, tolong jaga Liana, kakak akan beri tahu ayah"
"Baik kak"
"Oh iya kakak tidak bisa langsung ke Surabaya karena sekarang kakak ada bisnis di Singapur. Mungkin besok kakak baru terbang ke Surabaya. Ayah akan menyusul kalian"
"Baiklah kak"
Setelah operasinya Ibu Arini selesai, Niana dan Liana menuju ruang perawatan mengikuti perawat yang mengantarnya. Ibu Arini kondisinya belum sadar sepenuhnya, tetapi dia bisa merasakan ada Niana bersamanya.
"Liana, kak Nian mau keluar sebentar. Mau beli makanan dan minuman buat kamu. Liana jaga mama baik-baik ya, kalau ada apa-apa panggil perawat" ucap Niana
"Baik kak"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
faridah ida
seperti nya Niana salah paham ini dengan ibu sambung nya ..
2023-09-05
0