Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini

Di kota Surabaya tanah kelahirnya sekaligus tempat dia menempuh pendidikan sekolah dasar. Dia sedang sibuk di dapur sebuah hotel mewah milik teman SDnya dulu. Temannya memintanya membuat dessert di restoran hotel miliknya yang terletak di pusat kota Surabaya untuk acara pesta pernikahan. Tawaran temannya tidak dia sia-siakan karena pesananya banyak sekali. Dia bahkan segera bergegas ke Surabaya bersama temannya karena waktunya sangat mendesak. Dua hari lagi pesta pernikahan akan diadakan di hotel milik temannya itu. Sehingga kemarin malam dia langsung terbang ke Surabaya bersama temannya.

"Niana maafkan aku tidak mengabarimu kalau aku di Surabaya sekarang. Aku akan menunggumu dan memberimu kejutan" ucap Dirga yang sedang sibuk memasak

Tidak disangka saat mengantarkan pudding pesanan ulang tahun, Dirga bertemu temannya SD yang bernama Toni. Ternyata pudding yang diantar Dirga itu untuk ulang tahun keponakannya Toni. Waktu memakan pudding, Toni sangat menyukainya, lalu bertanya pada kakaknya siapa yang membuat pudding itu. Dia segera menghampiri Dirga yang masih membantu menata pudding.

Awalnya mereka memang tidak saling mengenal. Saat Dirga memperkenalkan nama panjangnya adalah Dirga Bustoni Sanjaya, Toni pun terkejut ternyata dia adalah Dirga teman SDnya dulu, bahkan yang lebih membuatnya kaget putra Sanjaya Grub itu mau berjualan pudding dan sedang berada di rumah kakaknya menata pudding. Toni pun heran dengan apa yang dilakukan Putra Sanjaya Grub itu. Dirga menceritakan kalau saat ini sedang ingin berusaha bekerja dengan hasil jerih payahnya sendiri, dia ingin sukses tanpa nama Sanjaya Grub.

Kemudian Toni memintanya membuat dessert untuk acara pernikahan di hotel mewah miliknya yang ada di Surabaya. Keuntungannya lumayan besar tetapi dia harus langsung terbang bersama Toni setelah acara ulang tahun keponakannya selesai. Tetapi Dirga menolak karena dia tidak akan sempat mengabari Niana kalau langsung terbang ke Surabaya bersama Toni. Dirga mengatakan dia rela bekerja seperti ini demi istrinya. Tetapi kalau pekerjaanya membuat istrinya sedih karena tidak ada kabar, dia lebih baik menolaknya. Semua dilakukannya karena demi istri yang dia cintai.

Toni pun terharu mendengar cerita Dirga. Dia penasaran siapa istrinya yang mampu membuat seorang putra Sanjaya Grub rela berjualan pudding. Toni pun semakin kaget dan seakan mendapat kabar baik setelah Dirga berkata istrinya bernama Niana Zatunissa. Toni memberi tahu kalau dia, Dirga dan Niana itu teman satu sekolah waktu SD. Dirga pun terkejut karena Niana tidak pernah bercerita.

Kemudian Toni membujuk Dirga lagi agar mau membuat dessert di hotelnya untuk besok minggu. Dia meyakinkan Dirga karena kebetulan besok Minggu ada acara reuni SD dan Niana akan datang juga.Dia bisa membuat dessert itu di hari Sabtu dan hari Minggunya dia bisa datang ke acara reuni bersama Toni. Lalu Toni memperlihatkan daftar peserta reuni di akun sosmednya, terlihat di situ akun Niana menyetujui untuk hadir. Nama Dirga pun juga ada tetapi Toni mengira Dirga seorang putra Sanjaya Grub mungkin tidak bermain sosmed. Jadi kalau Dirga mau ikut ke Surabaya dengan Toni, itu akan membuat kejutan untuk istrinya dan teman-temannya. Karena Dirga tidak punya akun sosmed jadi teman-temannya bahkan Niana akan mengira dia tidak akan datang. Akhirnya Dirga pun menerima ajakan Toni. Dia berpikir tidak apa-apa tak mengabari Niana karena waktunya benar-benar mendadak. Pada akhirnya akan bertemu juga di acara yang sama. Dirga pun juga bisa mendapat uang lumayan besar dan bisa datang ke acara reuni SDnya bahkan Niana akan ada di acara itu juga.

Di dalam pesawat Niana terus memikiran Dirga. Hatinya diliputi rasa gelisah dan bersalah. Rasanya dia ingin melumpuhkan ingatannya tentang Dirga tetapi bayang-bayang Dirga selalu mengusik pikirannya.

"Bagaimana keadaanmu, kau sedang apa. Apakah ingatanmu benar-benar sudah kembali?" batin Niana yang sedang termenung melihat ke arah jendela pesawat

"Selamat pagi Nona? Maaf ini makanan pesanan anda" ucap seorang pramugari sambil menyerahkan nampan yang berisi makanan

"Hallo apakah nona baik-baik saja" tanya seorang pramugari lagi

Niana pun terbangun dari lamunanya

"Oh iya maaf, terima kasih" ucap Niana

"Oh Niana apa yang kamu pikirkan, Tuan Sanjaya Grub pergilah dari pikiranku. Mungkin kamu tidak akan muncul lagi di hadapanku bahkan kalau kita tak sengaja bertemu kita tidak akan saling mengenal. Sebaiknya aku segera menghapus kenangan saat bersamamu" batin Niana.

Niana terlihat sangat resah, semakin dia berusaha melupakan Dirga malah semakin teringat. Tak terasa pesawat sudah mendarat di bandara, Niana memesan taksi online langsung menuju hotel. Rencananya dia akan beristirahat sebentar di hotel lalu ziarah ke makam ibunya sore hari. Kasur empuk di hotelpun tidak membuatnya nyaman. Niana berguling-guling tidak karuan memikirkan Dirga. Kesepian seperti ingin membunuhnya perlahan-lahan.

Akhirnya sore pun tiba, Niana membeli bunga untuk ziara di makam ibunya. Sesampainya di makam, Niana duduk bersimpuh dan mencium nisan bertuliskan Fatimah Zahratunissa.

"Ibu apa kabar, Niana kembali, maafkan Niana baru menengok ibu lagi setelah 13 tahun. Ibu Niana merindukanmu, Niana selalu mendoakan ibu tenang dan bahagia di surga sana" ucap Niana yang menangis dan dadanya begitu sesak merindukan ibunya

Setelah Niana menumpahkan segala kerinduannya di depan batu nisa ibunya. Niana pun bergegas pulang meninggalkan makam ibunya.

"Ibu Niana pulang dulu, selamat tinggal.Kalau ada waktu Niana akan ziarah lagi" ucap Niana yang langkah kakinya terlihat pelan sekali seolah berat meninggalkan makam ibunya.

"Niana... " ucap suara lirih seorang wanita

yang membawa karangan bunga yang berdiri di depannya

Niana melirik wanita itu bersama anak kecil yang usianya kira-kira 13 tahun. Niana pun tidak mempedulikan wanita itu, dia bergegas pergi. Tetapi wanita itu berlari dan menarik tangan Niana.

"Kamu Niana kan? Tunggu nak"

Niana terus berjalan secepatnya menghindari wanita itu

"Tunggu Niana, tante mau bicara sebentar"

"Lepaskan tangan saya" titah Niana

Niana menarik tanganya yang dipegang wanita itu dengan kuat tetapi wanita yang sudah mulai menua itu jatuh terhempas ke tanah. Sebenarnya Niana kasihan melihatnya tetapi wanita itu yang telah membuat ibunya meninggal. Niana yang sempat menoleh ke arah wanita itu, lalu menangis berlari pikirannya kalut karena kesedihan yang ia rasakan seolah datang bertubi-tubi. Wanita tua itu pun langsung bangun dan mengejarnya. Dia melihat raut wajah Niana begitu sedih dan tidak fokus berjalan. Saat itu Niana menyebrang jalan tanpa melihat kanan kiri.

"Niana awas...!!!" teriak wanita tua itu yang berlari secepatnya lalu mendorong Niana ke pinggir jalan

Sebuah motor menabrak wanita itu mengenai betis kanannya karena tidak sempat menghindar saat menyelamatkan Niana. Kepalanya terbentur aspal sehingga tidak sadar. Sedangkan Niana terjatuh dan kepalanya tergores aspal. Melihat wanita itu tak sadar Niana segera bangun dan menolongnya.

"Mama.....!!!!! " teriak anak kecil itu yang menangis melihat mamanya jatuh tertabrak mobil

"Tante Arini...bangun tante..." teriak Niana

Tidak lama ambulan datang membawa mereka ke RS. Niana menunggu tante Arini yang sedang mendapat pertolongan. Dokter mengatakan kalau kondisi tantenya belum sadar mungkin karena benturan keras di aspal tetapi tidak membahayakan dan kakinya harus dioperasi karena sedikit retak.

"Tante kenapa melakukan semua ini, maafkan Niana tante" batin Niana

"Kak Niana gimana keadaan mama?"

tanya anak kecil itu

"Mama mu akan baik-baik saja. Kita berdoa saja untuk mamamu. Oh iya kamu Liana kan?" ucap Niana

Anak kecil itu hanya menganggukan kepala sambil menangis sesenggukan. Niana sedikit tahu tentang Liana karena Aska sering menceritakanya. Walaupun Niana baru pertama kali bertemu dengannya tetapi dia menyanyangi Liana juga.

"Hallo kak Aska" ucap Niana memanggil Aska lewat ponsel

"Hallo... Ada apa Niana?"

"Tante Arini kecelakaan gara-gara menolong Niana, maafkan Niana kak" ucap Niana sambil menangis

"Apa... Mama kecelakaan, bagaimana keadaan kalian? Kalian dimana sekarang"

"Aku dan Liana baik-baik saja. Kita di RS Harapan Surabaya. Tante belum sadar karena kepalanya terbentur aspal, kata dokter tidak membahayakan dan sekarang sedang dioperasi karena kakinya retak"

"Baiklah kamu tenang di situ, tolong jaga Liana, kakak akan beri tahu ayah"

"Baik kak"

"Oh iya kakak tidak bisa langsung ke Surabaya karena sekarang kakak ada bisnis di Singapur. Mungkin besok kakak baru terbang ke Surabaya. Ayah akan menyusul kalian"

"Baiklah kak"

Setelah operasinya Ibu Arini selesai, Niana dan Liana menuju ruang perawatan mengikuti perawat yang mengantarnya. Ibu Arini kondisinya belum sadar sepenuhnya, tetapi dia bisa merasakan ada Niana bersamanya.

"Liana, kak Nian mau keluar sebentar. Mau beli makanan dan minuman buat kamu. Liana jaga mama baik-baik ya, kalau ada apa-apa panggil perawat" ucap Niana

"Baik kak"

Terpopuler

Comments

faridah ida

faridah ida

seperti nya Niana salah paham ini dengan ibu sambung nya ..

2023-09-05

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2 Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3 Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4 Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5 Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6 Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7 Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8 Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9 Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10 Episode 10 Berjualan pudding di taman
11 Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12 Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13 Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14 Episode 14 Dirga menghilang
15 Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16 Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17 Episode 17 Nostalgia waktu SD
18 Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19 Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20 Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21 Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22 Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23 Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24 Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25 Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26 Episode 26 Sudah ingat semuanya
27 Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28 Episode 28 Alergi kepiting
29 Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30 Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31 Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32 Episode 32 Menghindar dari Dirga
33 Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34 Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35 Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36 Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37 Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38 Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39 Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40 Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41 Episode 41 Tak tahan lagi
42 Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43 Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44 Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45 Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46 Episode 46 Mencari info tentang Tania
47 Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48 Episode 48 Dirga sakit
49 Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50 Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51 Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52 Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53 Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54 Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55 Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56 Episode 56 Bertengkar
57 Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58 Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59 Episode 59 Dua insan telah bersatu
60 Episode 60 Melakukannya lagi
61 Episode 61 Kesedihan Dirga
62 Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63 Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64 Episode 64 Insiden tengah malam
65 Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66 Episode 66 Gara-gara baju seksi
67 Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68 Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69 Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70 Episode 70 Disuruh segera pulang
71 Episode 71 Membuat menunggu lagi
72 Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73 Episode 73 Ceroboh
74 Episode 74 Pinokio
75 Episode 75 Sudah puas
76 Episode 76 Mengerjai Niana
77 Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78 Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79 Episode 79 Duka Mendalam
80 Episode 80 Menaruh Dendam
81 Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82 Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83 Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84 Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85 Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86 Episode 86 Tarian Centil
87 Episode 87 Asal Bicara
88 Episode 88 Salah Sangka
89 Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90 Episode 90 Harapan Yang Kandas
91 Episode 91 Suara Yang Familier
92 Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93 Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94 Episode 94 Diskusi Rahasia
95 Episode 95 Benar-benar Hamil
96 Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97 Episode 97 Buku Diary Aska
98 Episode 98 Salah Sangka
99 Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100 Episode 100 Aska Cemburu
101 Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102 Episode 102 Ciuman Dadakan
103 Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104 Episode 104 Teror Di Toko
105 Episode 105 Saling Tuduh
106 Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107 Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108 Episode 108 Cemburu
109 Episode 109 Saling Cemburu
110 Episode 110 Pengawal Gadungan
111 Episode 111 Tidak Ada Kabar
112 Episode 112 Kabar Duka Lara
113 Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114 Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115 Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116 Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117 Episode 117 Tak Disangka-sangka
118 Episode 118 Salah Kamar
119 Episode 119 Merasa Aneh
120 Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121 Episode 121 Bertengkar Lagi
122 Episode 122 Cemburu
123 Episode 123 Keceplosan
124 Episode 124 Rindu
125 Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126 Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127 Episode 127 Penyesalan
128 Episode 128 Salah Paham Selesai
129 Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130 Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131 Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132 Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133 Episode 133 Panik Dan Khawatir
134 Episode 134 Gelang Dirga
135 Episode 135 Alergi Lagi
136 Episode 136 Akhirnya Tahu
137 Episode 137 Melepas Rindu
138 Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139 Episode 139 Diculik
140 Episode 140 Pengakuan
141 Episode 141 Disekap
142 Episode 142 Petunjuk
143 Episode 143 Pencarian
144 Episode 144 Kebahagiaan Datang
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2
Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3
Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4
Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5
Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6
Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7
Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8
Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9
Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10
Episode 10 Berjualan pudding di taman
11
Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12
Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13
Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14
Episode 14 Dirga menghilang
15
Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16
Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17
Episode 17 Nostalgia waktu SD
18
Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19
Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20
Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21
Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22
Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23
Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24
Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25
Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26
Episode 26 Sudah ingat semuanya
27
Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28
Episode 28 Alergi kepiting
29
Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30
Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31
Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32
Episode 32 Menghindar dari Dirga
33
Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34
Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35
Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36
Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37
Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38
Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39
Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40
Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41
Episode 41 Tak tahan lagi
42
Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43
Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44
Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45
Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46
Episode 46 Mencari info tentang Tania
47
Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48
Episode 48 Dirga sakit
49
Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50
Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51
Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52
Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53
Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54
Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55
Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56
Episode 56 Bertengkar
57
Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58
Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59
Episode 59 Dua insan telah bersatu
60
Episode 60 Melakukannya lagi
61
Episode 61 Kesedihan Dirga
62
Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63
Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64
Episode 64 Insiden tengah malam
65
Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66
Episode 66 Gara-gara baju seksi
67
Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68
Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69
Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70
Episode 70 Disuruh segera pulang
71
Episode 71 Membuat menunggu lagi
72
Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73
Episode 73 Ceroboh
74
Episode 74 Pinokio
75
Episode 75 Sudah puas
76
Episode 76 Mengerjai Niana
77
Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78
Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79
Episode 79 Duka Mendalam
80
Episode 80 Menaruh Dendam
81
Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82
Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83
Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84
Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85
Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86
Episode 86 Tarian Centil
87
Episode 87 Asal Bicara
88
Episode 88 Salah Sangka
89
Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90
Episode 90 Harapan Yang Kandas
91
Episode 91 Suara Yang Familier
92
Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93
Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94
Episode 94 Diskusi Rahasia
95
Episode 95 Benar-benar Hamil
96
Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97
Episode 97 Buku Diary Aska
98
Episode 98 Salah Sangka
99
Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100
Episode 100 Aska Cemburu
101
Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102
Episode 102 Ciuman Dadakan
103
Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104
Episode 104 Teror Di Toko
105
Episode 105 Saling Tuduh
106
Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107
Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108
Episode 108 Cemburu
109
Episode 109 Saling Cemburu
110
Episode 110 Pengawal Gadungan
111
Episode 111 Tidak Ada Kabar
112
Episode 112 Kabar Duka Lara
113
Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114
Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115
Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116
Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117
Episode 117 Tak Disangka-sangka
118
Episode 118 Salah Kamar
119
Episode 119 Merasa Aneh
120
Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121
Episode 121 Bertengkar Lagi
122
Episode 122 Cemburu
123
Episode 123 Keceplosan
124
Episode 124 Rindu
125
Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126
Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127
Episode 127 Penyesalan
128
Episode 128 Salah Paham Selesai
129
Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130
Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131
Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132
Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133
Episode 133 Panik Dan Khawatir
134
Episode 134 Gelang Dirga
135
Episode 135 Alergi Lagi
136
Episode 136 Akhirnya Tahu
137
Episode 137 Melepas Rindu
138
Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139
Episode 139 Diculik
140
Episode 140 Pengakuan
141
Episode 141 Disekap
142
Episode 142 Petunjuk
143
Episode 143 Pencarian
144
Episode 144 Kebahagiaan Datang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!