Setiap hari Minggu Niana berkunjung menemui anak-anak panti dan membawa buah tangan hanya untuk melihat senyuman di bibir mungil anak-anak panti yang tidak jauh dari tokonya. Dulu dia juga seperti anak-anak panti itu, tinggal di panti itu juga setelah pergi dari rumah. Di panti itulah dia juga suka belajar merajut dan menjual hasil rajutannya untuk meneruskan pendidikannya sampai kuliah.
Hidup sendiri sebatang kara tanpa keluarga tidak membuat Niana menyerah untuk bertahan hidup. Dia tinggal seorang diri di sebuah rumah yang sederhana jauh dari rumah ayahnya yang ada di Surabaya. Ibunya bernama Fatimah Zahratunisa sudah meninggal ketika dia lulus SD, ayahnya bernama Hadi Permana sudah menikah lagi dengan Ibu Arini teman dekat ibunya dan sudah mempunyai dua orang anak yang bernama Aska dan Liana. Aska adalah saudara sambung Niana, umurnya lebih tua setahun dari Niana. Dia adalah anak Ibu Arini dengan suaminya yang pertama. Sedangkan Liana berumur 12 tahun, dia adalah anak dari pernikahan ayahnya Niana dangan sahabat ibunya, yaitu Ibu Arini. Walau Niana dan Liana berbeda rahim tetapi Liana tetaplah adik kandung satu ayah. Dulu ketika ibunya masih hidup, Niana suka bermain dengan Aska saat mereka tinggal dirumahnya. Niana sudah menganggap Aska seperti kakaknya sendiri. Sampai sekarang Niana masih suka berkomunikasi dengan Aska walau hanya lewat ponsel. Bahkan setelah lulus kuliah Aska menyusul Niana ke Jakarta tanpa sepengetahuan ayahnya. Niana meminta Aska untuk tidak menceritakan pada ayahnya kalau dia berada di Jakarta. Niana sangat membenci ayah dan Ibu Arini makanya dia tidak mau ayahnya tahu dia ada dimana. Walau Aska anaknya Ibu Arini tetapi Aska sudah dianggap kakaknya sendiri dan Aska pun juga menyayangi Niana. Dulu Niana juga sayang pada Ibu Arini tetapi semenjak kecelakaan yang menewaskan Ibu Fatimah, Niana jadi benci sekali pada Ibu Arini.
Pada waktu kecelakaan Niana melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Ibu Arini yang membuat ibunya meninggal dalam kecelakaan itu. Waktu itu Niana ikut bersama ayah dan ibunya mencarikan apartemen untuk Ibu Arini karena suaminya yang ke dua di Jerman sudah meninggal, disana tidak memiliki keluarga akhirnya memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Ibu Arini memilih tinggal dekat dengan sahabatnya Fatimah ibunya Niana karena di Indonesia, Ibu Arini juga tidak memiliki saudara sama sekali setelah kepergian suami pertamanya karena sebuah kecelakaan. Ibu Fatimah meminta Ibu Arini tinggal dirumahnya untuk sementara waktu.Walau rumahnya sederhana tetapi cukup besar dan luas tetapi Ibu Arini nyaman tinggal di rumah sahabatnya. Pernikahan dengan suami ke-2 nya yang di Jerman itu meninggalkan banyak warisan tetapi tidak memiliki anak. Dengan harta warisan suaminya sebenarnya Ibu Arini bisa membeli apartemen mewah tetapi Ibu Arini memilih memenuhi permintaan sahabatnya untuk tinggal di rumahnya karena dia menghormati sahabatnya yang sudah dianggap seperti saudaranya sendiri.
Sebulan tinggal dirumah Niana akhirnya Ibu Arini memutuskan untuk mencari apartemen. Ayah dan ibunya Niana ikut mencarikan apartemen, Niana pun juga ikut tetapi Aska tidak bisa ikut karena ada ujian sekolah. Waktu perjalanan pulang mengendarai mobil terjadilah kecelakaan tunggal. Saat itu ayah dan ibunya Niana ada dikursi depan, sedang Ibu Arini dan Niana duduk di kursi belakang. Mobil itu mengalami rem blong dan hampir jatuh ke jurang dengan posisi mobil miring ke kiri. Untung saja bagian bawah mobil tersangkut akar pohon yang besar tetapi akar pohon itu tidak mampu menahan lagi. Ayahnya Niana yang masih sadar segera mematikan mesin dan melepas sabuk pengamannya menuju kursi belakang dan keluar dari mobil yang posisinya sudah miring. Lalu menahan mobil itu agar tidak jatuh ke jurang sambil berteriak meminta tolong pada orang sekitar. Niana yang setengah sadar karena kepalanya terbentur kaca mobil tiba-tiba melihat Ibu Arini melepaskan sabuk pengaman ibunya. Saat itu pintu mobil sudah terbuka, akhirnya ibunya jatuh ke jurang dan meninggal dunia. Beberapa kali dia menceritakan kejadian itu pada ayahnya tetapi ayahnya masih saja membela Ibu Arini. Karena begitu sakit hatinya tidak dipercaya sang ayah, Niana tidak ingin mendengar penjelasan ayahnya. Di rumah sakit setelah kecelakaan Niana sempat mendengar obrolan Ibu Ariani yang ingin menikah dengan ayahnya. Dia yakin alasan ayahnya membela Ibu Arini hanya untuk membuat Niana setuju dengan keputusan ayahnya untuk menikahi Ibu Arini dan mau menerimanya sebagai ibu sambungnya.
Sebulan setelah pemakaman ibunya, ayahnya tiba-tiba memberi tahu pada Niana kalau mau menikahi Ibu Arini. Hati Niana yang begitu sakit kehilangan ibunya apalagi meninggalnya karena sahabat ibunya sendiri yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri malah seperti srigala berbulu domba. Sakit hatinya kian bertambah ketika ayahnya tidak percaya dengan kejadian kecelakaan yang membuat ibunya meninggal itu dan ayahnya malah menikahi Ibu Arini yang telah menyebabkan ibunya meninggal. Sepengetahuan Niana tentang keluarganya seperti itu, Setelah sehari ayahnya menikah dengan Ibu Arini, Niana memutuskan untuk pergi dari rumah meninggalkan sebuah surat.
"Ayah hatiku sakit sekali, ayah satu-satunya yang Niana punya malah tidak mempercayai perkataan Niana. Ayah itu bagai payung untuk Niana. Ketika hujan atau panas payung itu selalu melindungi Niana. Ingin rasanya ku pegang erat payung itu tapi kini payung itu sudah dirampas orang lain. Sekarang Niana harus hidup dalam dinginnya hujan dan panasnya matahari. Maaf ayah Niana pergi dari rumah, jangan mencoba menampakan diri dihadapan Niana lagi. Aku benci ayah. Mulai sekarang aku bukan anakmu"
Hari sudah gelap, Niana bergegas pulang ke rumah setelah mengecek tokonya, dia tidak mau besok pagi tertidur di kantor seperti tadi pagi. Sampai di rumah dia langsung merebahkan diri diatas kasur, karena sudah mandi di toko sore tadi. Ketika sudah mulai terlelap terdengar panggilan vidio call di ponselnya.
"Hallo, siapa ini? Ucap Niana yang belum sadar dari tidurnya
"Ini Aska Nian-nian, gimana kabarmu?" ucap Aska
"Oh kak Aska, maaf kak Niana baru bangun tidur. Niana baik kak Aska, ada apa kak Aska telfon Niana?"
"Maaf ya kakak akhir-akhir ini jarang hubungi kamu karena kakak banyak kerjaan di kantor"
"Gak apa-apa kak, Niana paham kok"
"Oh ya kakak mau ke Jakarta besok pagi, sudah lama kakak tidak jenguk kamu, kakak kangen sama adek kakak yang comel"
"Beneran?" ucap Niana merasa senang karena sudah lama Aska tidak mengunjunginya
"Iya nian-nian, oh iya besok minggu kan, sekalian kakak mau ikut kamu jenguk anak-anak panti"
"Oke kak, jumpa lagi besok"
"Selamat melanjutkan boboknya adek ku yang comel"
(Visual Aska : Liu Xueyi)
Aska kerja di Jakarta untuk merintis dan mengembangkan perusahaan yang baru didirikannya. Walaupun di Surabaya Ibu Arini memiliki beberapa perusahaan yang cukup besar, tetapi dia memilih Pak Hadi ayahnya Niana yang mengurusnya. Alasan Aska memilih merintis perusahaan baru di Jakarta karena ingin menemani Niana karena merasa kasihan Niana hidup sendiri di kota itu. Dia tinggal di sebuah apartemen mewah disana. Walau masih satu kota dengan Niana tetapi jarak apartemen dengan rumah Niana cukup lama sekitar 2 jam kalau tidak macet, kalau macet bisa 3 jam. Aska langsung tidur setelah menelfon Niana agar besok bisa bangun pagi dan tidak terjebak kemacetan.
Walaupun Ibu Arini yang menyebabkan ibunya Niana meninggal tetapi Niana tidak bisa membenci Aska. Karena Aska tidak ada hubungannya dengan kematian ibunya.
Sampai sekarang pun Aska tidak tahu pasti mengapa Niana pergi dari rumah dan membenci ayahnya. Yang Aska tahu, Niana hanya menjawab kalau dia benci ayahnya karena ayahnya menikah lagi, dia tidak ingin ayahnya menikah lagi dengan siapapun. Aska pun sebernarnya juga tidak ingin ibunya menikah dengan Pak Hadi karena hatinya Aska sesungguhnya ingin menganggap Niana lebih dari adiknya. Aska masih curiga alasan apa yang sebenarnya yang membuat Niana pergi dari rumah. Aska juga tidak mau bertanya lebih jauh lagi karena dia takut Niana juga akan menjauhinya. Cukup percaya dengan perkataan Niana saja agar tetap bisa berkomunikasi dengannya. Hingga saat ini, semenjak Niana pergi, Aska masih bisa berhubungan baik karena kepercayaannya diantara mereka. Dia menceritakan perjuangan hidupnya di Jakarta hanya pada Aska. Bahkan sebelum pergi dari rumah Niana menceritakan pada Aska kalau mau pergi ke Jakarta dan tinggal di Panti Kasih yang ada di sana. Dia meminta Aska untuk tidak menceritakan itu pada siapapun. Padahal Niana tidak punya kerabat satupun di Jakarta. Dia cuma ingat dulu ibunya mengajak Niana mengunjungi panti asuhan di salah satu kota Jakarta. Niana berencana tinggal di panti itu. Dia pergi dari rumah dengan uang tabungannya dan uang pemberian Aska yang selama ini ditabungnya. Walau uang yang dipegang tidak begitu banyak tetapi bisa untuk bertahan hidup di tengah kerasnya ibukota.
Ting.. tung... ting... tung.. "Itu pasti kak Aska" ucap Niana
"Selamat pagi Nian-Nian" ucap Aska yang dari tadi menunggu pintu dibuka
"Pagi kak, ayo masuk dulu"
"Gimana kamu sudah siap ke panti, apa saja yang mau dibawa"
"Seperti biasa kak buah dan susu segara, oh iya kakak bawa apa itu" kata Niana sambil mengemas yang mau dibawa
Niana memilih memberi buah dan susu setiap berkunjung di hari minggu. Dia ingin anak-anak sehat dengan makan buah dan bisa jadi pintar dengan minum susu segar walau cuma seminggu sekali karena Niana cuma bisa berkunjung di hari minggu saja. Kenapa susu segar karena susu kemasan instan itu sudah banyak pengawet dan pemanis buatannya jadi kurang baik untuk anak-anak menurut Niana.
"Ini kakak bawakan baju dan perlengkapan mandi untuk anak-anak panti"
"Pasti anak-anak suka dengan pemberian kakak, yuk berangkat sekarang"
Di sebuah ruang makan yang cukup besar sudah dipenuhi anak-anak panti. Aska sedang pergi menyerahkan barang-barang yang dibawanya ke kamar anak-anak panti. Ketika ikut membantu ibu pengasuh panti untuk menuangkan susu ke gelas anak-anak, Niana tidak sengaja menumpahkan susu itu ke sepatu seseorang yang tiba-tiba berdiri di sampingnya melihat anak-anak panti. Niana tidak sengaja karena ada anak panti yang berebut minta dituangin susu oleh Niana. Akhirnya susu yang ada di botol yang dipegang Niana malah tumpah kena sepatu bahkan celana laki-laki itu.
"Maaf Pak saya tidak sengaja" ucap Niana dengan menundukan kepala
Laki-laki itu awalnya ingin menyapa anak panti, akhirnya langsung bergegas pergi tanpa sepatah kata pun.
"Kenapa pihak panti memperkerjakan orang yang tidak becus kerja, dasar rambut kepang kuda" gumam lelaki itu yang sebenarnya mau marah tetapi karena di depannya ada banyak anak-anak akhirnya memilih langsung pergi
"Lain kali tolong hati-hati nona, beliau adalah tuan muda kami, donatur terbesar di panti ini" kata pengawalnya pada Niana
Niana hanya menganggukan kepala sambil bergumam dalam hati
"Sombong sekali, Tuhan tidak menilai seberapa besar pemberianmu tetapi keikhlasannmu dalam memberi"
"Bu Siti, laki-laki yang tadi itu siapa sih?" tanya Niana kepada bu Siti salah satu pengasuh di panti
"Saya juga kurang tau, mbak Niana. Sepertinya saya juga baru pertama kali melihatnya" jawab bu siti
"Kayaknya pernah lihat tapi dimana ya?" kata Niana dalam hati sambil berfikir
"Niana ada yang bisa aku bantu tidak?" tanya Aska yang sudah ada dibelakang mengagetkan Niana
"Oh udah selesai kok"
"Baiklah yuk kita pamitan ke pemimpin panti dan pulang"
"Oke kita ke ruang pemimpin panti" sahut Niana
Tok tok tok Niana mengetuk pintu ruangan Ibu Fatiyah selaku pemimpin Panti Kasih. Ibu Fatiyah sangat akrab dengan Niana, karena Niana adalah mantan anak Panti Kasih juga.
"Selamat siang Bu Fati" sapa Niana
"Oh Niana, silahkan duduk" kata Ibu Fatiyah
"Ini Aska ya, lama tidak kesini. Apa kabarnya" tanya Ibu Fati pada Aska
"He..he.. Baik bu. Ibu masih ingat saya, padahal saya kesini baru 3 kali ini, saya sedang banyak kesibukan jadi baru bisa ke sini lagi" jawab Aska
"Tentu ibu ingat semua orang yang jadi donatur di panti ini, karena kalian itu orang-orang yang baik apalagi sudah mau membantu untuk anak-anak panti"
"Oh iya bu, sebelumnya maaf kalau boleh tahu siapa donatur terbesar di panti ini, soalnya tadi saya tidak sengaja numpahin susu di sepatunya. Saya cuma mau minta maaf saja bu, tapi saya tidak tau siapa orangnya" kata Niana
"Oh itu namanya Pak Dirga dia donatur baru di sini, karena baru datang hari ini juga" jawab Bu Fati
"Dirga lagi Dirga lagi kenapa banyak bertebaran nama Dirga dan semua nama Dirga yang pernah ku dengar kenapa orangnya sombong-sombong sih" gumam Niana dalam hati
"Oh namanya Pak Dirga ya, kalau begitu boleh tidak bu saya minta tolong kalau beliau ke sini lagi, tolong sampaikan permintaan maaf dari Niana karena tadi belum sempat minta maaf tapi Pak Dirganya langsung pergi" pinta Niana
"Baiklah, nanti saya langsung telefon sendiri saja ke Pak Dirga, sekalian saya juga minta maaf mewakilkan panti" kata Bu Fati
"Terima kasih bu, maaf jadi merepotkan ibu" ucap Niana
"Tidak apa-apa Niana, ibu yang berterima kasih karena kamu dan Aska sudah membantu panti ini"
"Sama-sama bu, kalau begitu saya dan Aska mau pamit sekalian" kata Niana
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
meE😊😊
jejakkk
2023-09-10
0
kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ
karena nama Dirga yg kamu dengar itu orang yg sama Naina 😂😂
2023-09-06
1
faridah ida
mungkin jodoh kamu Niana ...😁😁
2023-09-05
1