Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana

Setiap hari Minggu Niana berkunjung menemui anak-anak panti dan membawa buah tangan hanya untuk melihat senyuman di bibir mungil anak-anak panti yang tidak jauh dari tokonya. Dulu dia juga seperti anak-anak panti itu, tinggal di panti itu juga setelah pergi dari rumah. Di panti itulah dia juga suka belajar merajut dan menjual hasil rajutannya untuk meneruskan pendidikannya sampai kuliah.

Hidup sendiri sebatang kara tanpa keluarga tidak membuat Niana menyerah untuk bertahan hidup. Dia tinggal seorang diri di sebuah rumah yang sederhana jauh dari rumah ayahnya yang ada di Surabaya. Ibunya bernama Fatimah Zahratunisa sudah meninggal ketika dia lulus SD, ayahnya bernama Hadi Permana sudah menikah lagi dengan Ibu Arini teman dekat ibunya dan sudah mempunyai dua orang anak yang bernama Aska dan Liana. Aska adalah saudara sambung Niana, umurnya lebih tua setahun dari Niana. Dia adalah anak Ibu Arini dengan suaminya yang pertama. Sedangkan Liana berumur 12 tahun, dia adalah anak dari pernikahan ayahnya Niana dangan sahabat ibunya, yaitu Ibu Arini. Walau Niana dan Liana berbeda rahim tetapi Liana tetaplah adik kandung satu ayah. Dulu ketika ibunya masih hidup, Niana suka bermain dengan Aska saat mereka tinggal dirumahnya. Niana sudah menganggap Aska seperti kakaknya sendiri. Sampai sekarang Niana masih suka berkomunikasi dengan Aska walau hanya lewat ponsel. Bahkan setelah lulus kuliah Aska menyusul Niana ke Jakarta tanpa sepengetahuan ayahnya. Niana meminta Aska untuk tidak menceritakan pada ayahnya kalau dia berada di Jakarta. Niana sangat membenci ayah dan Ibu Arini makanya dia tidak mau ayahnya tahu dia ada dimana. Walau Aska anaknya Ibu Arini tetapi Aska sudah dianggap kakaknya sendiri dan Aska pun juga menyayangi Niana. Dulu Niana juga sayang pada Ibu Arini tetapi semenjak kecelakaan yang menewaskan Ibu Fatimah, Niana jadi benci sekali pada Ibu Arini.

Pada waktu kecelakaan Niana melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Ibu Arini yang membuat ibunya meninggal dalam kecelakaan itu. Waktu itu Niana ikut bersama ayah dan ibunya mencarikan apartemen untuk Ibu Arini karena suaminya yang ke dua di Jerman sudah meninggal, disana tidak memiliki keluarga akhirnya memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Ibu Arini memilih tinggal dekat dengan sahabatnya Fatimah ibunya Niana karena di Indonesia, Ibu Arini juga tidak memiliki saudara sama sekali setelah kepergian suami pertamanya karena sebuah kecelakaan. Ibu Fatimah meminta Ibu Arini tinggal dirumahnya untuk sementara waktu.Walau rumahnya sederhana tetapi cukup besar dan luas tetapi Ibu Arini nyaman tinggal di rumah sahabatnya. Pernikahan dengan suami ke-2 nya yang di Jerman itu meninggalkan banyak warisan tetapi tidak memiliki anak. Dengan harta warisan suaminya sebenarnya Ibu Arini bisa membeli apartemen mewah tetapi Ibu Arini memilih memenuhi permintaan sahabatnya untuk tinggal di rumahnya karena dia menghormati sahabatnya yang sudah dianggap seperti saudaranya sendiri.

Sebulan tinggal dirumah Niana akhirnya Ibu Arini memutuskan untuk mencari apartemen. Ayah dan ibunya Niana ikut mencarikan apartemen, Niana pun juga ikut tetapi Aska tidak bisa ikut karena ada ujian sekolah. Waktu perjalanan pulang mengendarai mobil terjadilah kecelakaan tunggal. Saat itu ayah dan ibunya Niana ada dikursi depan, sedang Ibu Arini dan Niana duduk di kursi belakang. Mobil itu mengalami rem blong dan hampir jatuh ke jurang dengan posisi mobil miring ke kiri. Untung saja bagian bawah mobil tersangkut akar pohon yang besar tetapi akar pohon itu tidak mampu menahan lagi. Ayahnya Niana yang masih sadar segera mematikan mesin dan melepas sabuk pengamannya menuju kursi belakang dan keluar dari mobil yang posisinya sudah miring. Lalu menahan mobil itu agar tidak jatuh ke jurang sambil berteriak meminta tolong pada orang sekitar. Niana yang setengah sadar karena kepalanya terbentur kaca mobil tiba-tiba melihat Ibu Arini melepaskan sabuk pengaman ibunya. Saat itu pintu mobil sudah terbuka, akhirnya ibunya jatuh ke jurang dan meninggal dunia. Beberapa kali dia menceritakan kejadian itu pada ayahnya tetapi ayahnya masih saja membela Ibu Arini. Karena begitu sakit hatinya tidak dipercaya sang ayah, Niana tidak ingin mendengar penjelasan ayahnya. Di rumah sakit setelah kecelakaan Niana sempat mendengar obrolan Ibu Ariani yang ingin menikah dengan ayahnya. Dia yakin alasan ayahnya membela Ibu Arini hanya untuk membuat Niana setuju dengan keputusan ayahnya untuk menikahi Ibu Arini dan mau menerimanya sebagai ibu sambungnya.

Sebulan setelah pemakaman ibunya, ayahnya tiba-tiba memberi tahu pada Niana kalau mau menikahi Ibu Arini. Hati Niana yang begitu sakit kehilangan ibunya apalagi meninggalnya karena sahabat ibunya sendiri yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri malah seperti srigala berbulu domba. Sakit hatinya kian bertambah ketika ayahnya tidak percaya dengan kejadian kecelakaan yang membuat ibunya meninggal itu dan ayahnya malah menikahi Ibu Arini yang telah menyebabkan ibunya meninggal. Sepengetahuan Niana tentang keluarganya seperti itu, Setelah sehari ayahnya menikah dengan Ibu Arini, Niana memutuskan untuk pergi dari rumah meninggalkan sebuah surat.

"Ayah hatiku sakit sekali, ayah satu-satunya yang Niana punya malah tidak mempercayai perkataan Niana. Ayah itu bagai payung untuk Niana. Ketika hujan atau panas payung itu selalu melindungi Niana. Ingin rasanya ku pegang erat payung itu tapi kini payung itu sudah dirampas orang lain. Sekarang Niana harus hidup dalam dinginnya hujan dan panasnya matahari. Maaf ayah Niana pergi dari rumah, jangan mencoba menampakan diri dihadapan Niana lagi. Aku benci ayah. Mulai sekarang aku bukan anakmu"

Hari sudah gelap, Niana bergegas pulang ke rumah setelah mengecek tokonya, dia tidak mau besok pagi tertidur di kantor seperti tadi pagi. Sampai di rumah dia langsung merebahkan diri diatas kasur, karena sudah mandi di toko sore tadi. Ketika sudah mulai terlelap terdengar panggilan vidio call di ponselnya.

"Hallo, siapa ini? Ucap Niana yang belum sadar dari tidurnya

"Ini Aska Nian-nian, gimana kabarmu?" ucap Aska

"Oh kak Aska, maaf kak Niana baru bangun tidur. Niana baik kak Aska, ada apa kak Aska telfon Niana?"

"Maaf ya kakak akhir-akhir ini jarang hubungi kamu karena kakak banyak kerjaan di kantor"

"Gak apa-apa kak, Niana paham kok"

"Oh ya kakak mau ke Jakarta besok pagi, sudah lama kakak tidak jenguk kamu, kakak kangen sama adek kakak yang comel"

"Beneran?" ucap Niana merasa senang karena sudah lama Aska tidak mengunjunginya

"Iya nian-nian, oh iya besok minggu kan, sekalian kakak mau ikut kamu jenguk anak-anak panti"

"Oke kak, jumpa lagi besok"

"Selamat melanjutkan boboknya adek ku yang comel"

(Visual Aska : Liu Xueyi)

Aska kerja di Jakarta untuk merintis dan mengembangkan perusahaan yang baru didirikannya. Walaupun di Surabaya Ibu Arini memiliki beberapa perusahaan yang cukup besar, tetapi dia memilih Pak Hadi ayahnya Niana yang mengurusnya. Alasan Aska memilih merintis perusahaan baru di Jakarta karena ingin menemani Niana karena merasa kasihan Niana hidup sendiri di kota itu. Dia tinggal di sebuah apartemen mewah disana. Walau masih satu kota dengan Niana tetapi jarak apartemen dengan rumah Niana cukup lama sekitar 2 jam kalau tidak macet, kalau macet bisa 3 jam. Aska langsung tidur setelah menelfon Niana agar besok bisa bangun pagi dan tidak terjebak kemacetan.

Walaupun Ibu Arini yang menyebabkan ibunya Niana meninggal tetapi Niana tidak bisa membenci Aska. Karena Aska tidak ada hubungannya dengan kematian ibunya.

Sampai sekarang pun Aska tidak tahu pasti mengapa Niana pergi dari rumah dan membenci ayahnya. Yang Aska tahu, Niana hanya menjawab kalau dia benci ayahnya karena ayahnya menikah lagi, dia tidak ingin ayahnya menikah lagi dengan siapapun. Aska pun sebernarnya juga tidak ingin ibunya menikah dengan Pak Hadi karena hatinya Aska sesungguhnya ingin menganggap Niana lebih dari adiknya. Aska masih curiga alasan apa yang sebenarnya yang membuat Niana pergi dari rumah. Aska juga tidak mau bertanya lebih jauh lagi karena dia takut Niana juga akan menjauhinya. Cukup percaya dengan perkataan Niana saja agar tetap bisa berkomunikasi dengannya. Hingga saat ini, semenjak Niana pergi, Aska masih bisa berhubungan baik karena kepercayaannya diantara mereka. Dia menceritakan perjuangan hidupnya di Jakarta hanya pada Aska. Bahkan sebelum pergi dari rumah Niana menceritakan pada Aska kalau mau pergi ke Jakarta dan tinggal di Panti Kasih yang ada di sana. Dia meminta Aska untuk tidak menceritakan itu pada siapapun. Padahal Niana tidak punya kerabat satupun di Jakarta. Dia cuma ingat dulu ibunya mengajak Niana mengunjungi panti asuhan di salah satu kota Jakarta. Niana berencana tinggal di panti itu. Dia pergi dari rumah dengan uang tabungannya dan uang pemberian Aska yang selama ini ditabungnya. Walau uang yang dipegang tidak begitu banyak tetapi bisa untuk bertahan hidup di tengah kerasnya ibukota.

Ting.. tung... ting... tung.. "Itu pasti kak Aska" ucap Niana

"Selamat pagi Nian-Nian" ucap Aska yang dari tadi menunggu pintu dibuka

"Pagi kak, ayo masuk dulu"

"Gimana kamu sudah siap ke panti, apa saja yang mau dibawa"

"Seperti biasa kak buah dan susu segara, oh iya kakak bawa apa itu" kata Niana sambil mengemas yang mau dibawa

Niana memilih memberi buah dan susu setiap berkunjung di hari minggu. Dia ingin anak-anak sehat dengan makan buah dan bisa jadi pintar dengan minum susu segar walau cuma seminggu sekali karena Niana cuma bisa berkunjung di hari minggu saja. Kenapa susu segar karena susu kemasan instan itu sudah banyak pengawet dan pemanis buatannya jadi kurang baik untuk anak-anak menurut Niana.

"Ini kakak bawakan baju dan perlengkapan mandi untuk anak-anak panti"

"Pasti anak-anak suka dengan pemberian kakak, yuk berangkat sekarang"

Di sebuah ruang makan yang cukup besar sudah dipenuhi anak-anak panti. Aska sedang pergi menyerahkan barang-barang yang dibawanya ke kamar anak-anak panti. Ketika ikut membantu ibu pengasuh panti untuk menuangkan susu ke gelas anak-anak, Niana tidak sengaja menumpahkan susu itu ke sepatu seseorang yang tiba-tiba berdiri di sampingnya melihat anak-anak panti. Niana tidak sengaja karena ada anak panti yang berebut minta dituangin susu oleh Niana. Akhirnya susu yang ada di botol yang dipegang Niana malah tumpah kena sepatu bahkan celana laki-laki itu.

"Maaf Pak saya tidak sengaja" ucap Niana dengan menundukan kepala

Laki-laki itu awalnya ingin menyapa anak panti, akhirnya langsung bergegas pergi tanpa sepatah kata pun.

"Kenapa pihak panti memperkerjakan orang yang tidak becus kerja, dasar rambut kepang kuda" gumam lelaki itu yang sebenarnya mau marah tetapi karena di depannya ada banyak anak-anak akhirnya memilih langsung pergi

"Lain kali tolong hati-hati nona, beliau adalah tuan muda kami, donatur terbesar di panti ini" kata pengawalnya pada Niana

Niana hanya menganggukan kepala sambil bergumam dalam hati

"Sombong sekali, Tuhan tidak menilai seberapa besar pemberianmu tetapi keikhlasannmu dalam memberi"

"Bu Siti, laki-laki yang tadi itu siapa sih?" tanya Niana kepada bu Siti salah satu pengasuh di panti

"Saya juga kurang tau, mbak Niana. Sepertinya saya juga baru pertama kali melihatnya" jawab bu siti

"Kayaknya pernah lihat tapi dimana ya?" kata Niana dalam hati sambil berfikir

"Niana ada yang bisa aku bantu tidak?" tanya Aska yang sudah ada dibelakang mengagetkan Niana

"Oh udah selesai kok"

"Baiklah yuk kita pamitan ke pemimpin panti dan pulang"

"Oke kita ke ruang pemimpin panti" sahut Niana

Tok tok tok Niana mengetuk pintu ruangan Ibu Fatiyah selaku pemimpin Panti Kasih. Ibu Fatiyah sangat akrab dengan Niana, karena Niana adalah mantan anak Panti Kasih juga.

"Selamat siang Bu Fati" sapa Niana

"Oh Niana, silahkan duduk" kata Ibu Fatiyah

"Ini Aska ya, lama tidak kesini. Apa kabarnya" tanya Ibu Fati pada Aska

"He..he.. Baik bu. Ibu masih ingat saya, padahal saya kesini baru 3 kali ini, saya sedang banyak kesibukan jadi baru bisa ke sini lagi" jawab Aska

"Tentu ibu ingat semua orang yang jadi donatur di panti ini, karena kalian itu orang-orang yang baik apalagi sudah mau membantu untuk anak-anak panti"

"Oh iya bu, sebelumnya maaf kalau boleh tahu siapa donatur terbesar di panti ini, soalnya tadi saya tidak sengaja numpahin susu di sepatunya. Saya cuma mau minta maaf saja bu, tapi saya tidak tau siapa orangnya" kata Niana

"Oh itu namanya Pak Dirga dia donatur baru di sini, karena baru datang hari ini juga" jawab Bu Fati

"Dirga lagi Dirga lagi kenapa banyak bertebaran nama Dirga dan semua nama Dirga yang pernah ku dengar kenapa orangnya sombong-sombong sih" gumam Niana dalam hati

"Oh namanya Pak Dirga ya, kalau begitu boleh tidak bu saya minta tolong kalau beliau ke sini lagi, tolong sampaikan permintaan maaf dari Niana karena tadi belum sempat minta maaf tapi Pak Dirganya langsung pergi" pinta Niana

"Baiklah, nanti saya langsung telefon sendiri saja ke Pak Dirga, sekalian saya juga minta maaf mewakilkan panti" kata Bu Fati

"Terima kasih bu, maaf jadi merepotkan ibu" ucap Niana

"Tidak apa-apa Niana, ibu yang berterima kasih karena kamu dan Aska sudah membantu panti ini"

"Sama-sama bu, kalau begitu saya dan Aska mau pamit sekalian" kata Niana

Terpopuler

Comments

meE😊😊

meE😊😊

jejakkk

2023-09-10

0

kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ

kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ

karena nama Dirga yg kamu dengar itu orang yg sama Naina 😂😂

2023-09-06

1

faridah ida

faridah ida

mungkin jodoh kamu Niana ...😁😁

2023-09-05

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2 Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3 Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4 Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5 Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6 Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7 Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8 Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9 Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10 Episode 10 Berjualan pudding di taman
11 Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12 Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13 Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14 Episode 14 Dirga menghilang
15 Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16 Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17 Episode 17 Nostalgia waktu SD
18 Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19 Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20 Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21 Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22 Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23 Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24 Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25 Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26 Episode 26 Sudah ingat semuanya
27 Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28 Episode 28 Alergi kepiting
29 Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30 Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31 Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32 Episode 32 Menghindar dari Dirga
33 Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34 Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35 Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36 Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37 Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38 Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39 Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40 Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41 Episode 41 Tak tahan lagi
42 Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43 Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44 Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45 Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46 Episode 46 Mencari info tentang Tania
47 Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48 Episode 48 Dirga sakit
49 Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50 Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51 Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52 Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53 Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54 Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55 Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56 Episode 56 Bertengkar
57 Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58 Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59 Episode 59 Dua insan telah bersatu
60 Episode 60 Melakukannya lagi
61 Episode 61 Kesedihan Dirga
62 Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63 Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64 Episode 64 Insiden tengah malam
65 Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66 Episode 66 Gara-gara baju seksi
67 Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68 Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69 Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70 Episode 70 Disuruh segera pulang
71 Episode 71 Membuat menunggu lagi
72 Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73 Episode 73 Ceroboh
74 Episode 74 Pinokio
75 Episode 75 Sudah puas
76 Episode 76 Mengerjai Niana
77 Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78 Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79 Episode 79 Duka Mendalam
80 Episode 80 Menaruh Dendam
81 Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82 Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83 Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84 Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85 Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86 Episode 86 Tarian Centil
87 Episode 87 Asal Bicara
88 Episode 88 Salah Sangka
89 Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90 Episode 90 Harapan Yang Kandas
91 Episode 91 Suara Yang Familier
92 Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93 Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94 Episode 94 Diskusi Rahasia
95 Episode 95 Benar-benar Hamil
96 Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97 Episode 97 Buku Diary Aska
98 Episode 98 Salah Sangka
99 Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100 Episode 100 Aska Cemburu
101 Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102 Episode 102 Ciuman Dadakan
103 Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104 Episode 104 Teror Di Toko
105 Episode 105 Saling Tuduh
106 Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107 Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108 Episode 108 Cemburu
109 Episode 109 Saling Cemburu
110 Episode 110 Pengawal Gadungan
111 Episode 111 Tidak Ada Kabar
112 Episode 112 Kabar Duka Lara
113 Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114 Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115 Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116 Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117 Episode 117 Tak Disangka-sangka
118 Episode 118 Salah Kamar
119 Episode 119 Merasa Aneh
120 Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121 Episode 121 Bertengkar Lagi
122 Episode 122 Cemburu
123 Episode 123 Keceplosan
124 Episode 124 Rindu
125 Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126 Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127 Episode 127 Penyesalan
128 Episode 128 Salah Paham Selesai
129 Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130 Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131 Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132 Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133 Episode 133 Panik Dan Khawatir
134 Episode 134 Gelang Dirga
135 Episode 135 Alergi Lagi
136 Episode 136 Akhirnya Tahu
137 Episode 137 Melepas Rindu
138 Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139 Episode 139 Diculik
140 Episode 140 Pengakuan
141 Episode 141 Disekap
142 Episode 142 Petunjuk
143 Episode 143 Pencarian
144 Episode 144 Kebahagiaan Datang
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2
Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3
Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4
Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5
Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6
Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7
Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8
Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9
Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10
Episode 10 Berjualan pudding di taman
11
Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12
Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13
Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14
Episode 14 Dirga menghilang
15
Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16
Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17
Episode 17 Nostalgia waktu SD
18
Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19
Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20
Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21
Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22
Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23
Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24
Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25
Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26
Episode 26 Sudah ingat semuanya
27
Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28
Episode 28 Alergi kepiting
29
Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30
Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31
Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32
Episode 32 Menghindar dari Dirga
33
Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34
Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35
Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36
Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37
Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38
Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39
Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40
Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41
Episode 41 Tak tahan lagi
42
Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43
Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44
Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45
Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46
Episode 46 Mencari info tentang Tania
47
Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48
Episode 48 Dirga sakit
49
Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50
Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51
Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52
Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53
Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54
Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55
Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56
Episode 56 Bertengkar
57
Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58
Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59
Episode 59 Dua insan telah bersatu
60
Episode 60 Melakukannya lagi
61
Episode 61 Kesedihan Dirga
62
Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63
Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64
Episode 64 Insiden tengah malam
65
Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66
Episode 66 Gara-gara baju seksi
67
Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68
Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69
Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70
Episode 70 Disuruh segera pulang
71
Episode 71 Membuat menunggu lagi
72
Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73
Episode 73 Ceroboh
74
Episode 74 Pinokio
75
Episode 75 Sudah puas
76
Episode 76 Mengerjai Niana
77
Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78
Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79
Episode 79 Duka Mendalam
80
Episode 80 Menaruh Dendam
81
Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82
Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83
Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84
Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85
Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86
Episode 86 Tarian Centil
87
Episode 87 Asal Bicara
88
Episode 88 Salah Sangka
89
Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90
Episode 90 Harapan Yang Kandas
91
Episode 91 Suara Yang Familier
92
Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93
Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94
Episode 94 Diskusi Rahasia
95
Episode 95 Benar-benar Hamil
96
Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97
Episode 97 Buku Diary Aska
98
Episode 98 Salah Sangka
99
Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100
Episode 100 Aska Cemburu
101
Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102
Episode 102 Ciuman Dadakan
103
Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104
Episode 104 Teror Di Toko
105
Episode 105 Saling Tuduh
106
Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107
Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108
Episode 108 Cemburu
109
Episode 109 Saling Cemburu
110
Episode 110 Pengawal Gadungan
111
Episode 111 Tidak Ada Kabar
112
Episode 112 Kabar Duka Lara
113
Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114
Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115
Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116
Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117
Episode 117 Tak Disangka-sangka
118
Episode 118 Salah Kamar
119
Episode 119 Merasa Aneh
120
Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121
Episode 121 Bertengkar Lagi
122
Episode 122 Cemburu
123
Episode 123 Keceplosan
124
Episode 124 Rindu
125
Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126
Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127
Episode 127 Penyesalan
128
Episode 128 Salah Paham Selesai
129
Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130
Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131
Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132
Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133
Episode 133 Panik Dan Khawatir
134
Episode 134 Gelang Dirga
135
Episode 135 Alergi Lagi
136
Episode 136 Akhirnya Tahu
137
Episode 137 Melepas Rindu
138
Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139
Episode 139 Diculik
140
Episode 140 Pengakuan
141
Episode 141 Disekap
142
Episode 142 Petunjuk
143
Episode 143 Pencarian
144
Episode 144 Kebahagiaan Datang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!