Tok tok tok... Niana mengetuk pintu kamar Mr Ken.
"Silahkan masuk Nona Niana" perintah Mr Ken
(Visual Mr Ken : Tsao Yuning)
"Hah bahkan itu baru suara ketukan pintu yang belum jelas siapa orangnya, Mr Ken langsung tau kalau aku yang datang. Apakah benar yang dikatakan Pak Hendra, kalau aku harus berhati-hati denganya" Niana berkata sendiri sebelum memasuki ruangan
"Silahkan duduk Nona Niana" ucap mr Ken
"Baik" Niana menundukan kepala kepada Mr Ken dan dua orang wanita yang sudah duduk di satu sofa panjang dan seorang lelaki yang duduk terpisah dari mereka. Niana duduk di sofa berhadapan dengan Nyonya Sofi dan Renata.
"Perkenalkan beliau adalah Nyonya Sofi Ibunya Tuan Muda Dirga dan adiknya Renata, lalu beliau yang di sampingnya adalah Pak Yudha pengacara pribadi keluarga Sanjaya" ucap Mr Ken. Lalu Niana pun mengulurkan tangan pada mereka untuk berjabat tangan.
"Langsung saja nona Niana, apakah benar anda yang telah menolong Tuan Muda Dirga dan saya, bisakah anda menceritakannya?" tanya Mr Ken dengan posisi duduk di atas bed. Kakinya terlihat diperban, mungkin kakinya patah waktu kecelakaan itu.
Niana pun menceritakan semuanya dari kejadian di bassement perusahaan sampai membawa mereka ke RS.
Tiba-tiba Nyonya Sofi membuka suara "Lalu kenapa anak saya menganggap kamu sebagai tunangannya?"
Niana kaget dengan pertanyaan Nyonya Sofi "Bagaimana Nyonya Sofi bisa tau, apakah mamanya Dirga tadi menguping pembicaraanku dengan Dirga" ucap Niana dalam hati
"Sebelumnya saya minta maaf Nyonya, mungkin karena cincin ini saya pakai jadi Dirga menganggap saya tunangannya ketika sadar. Saya bingung mau jujur pada Dirga tapi sepertinya dia mengalami amnesia jadi saya takut memperburuk keadaannya" Niana menjelaskan
"Baiklah kalau begitu, karena saat ini anak saya menganggap kamu adalah tunangannya maka kamu harus berpura-pura menjadi tunangannya sampai dia sembuh" perintah Nyonya Sofi
Semua ini dilakukan Nyonya Sofi demi kesehatan dan kebaikan anaknya. Waktu dia memberi tahu dokter tentang percakapan Niana dan Dirga yang tak sengaja dia dengar bersama Renata. Lalu dokter meminta agar tidak membebani pikiran Dirga selama dia belum sembuh agar tidak memperparah trauma dikepalanya akibat kecelakaan kemarin.
"Maaf nyonya, apakah tidak sebaiknya berbicara jujur saja pada Pak Dirga, kita bisa menjelaskannya pelan-pelan" kata Niana
"Maaf Nona Niana keputusan keluarga Sanjaya tidak pernah bisa diganggu gugat lagi. Semua hal yang berhubungan dengan Sanjaya ada di bawah kendali saya. Kalau anda tidak setuju maaf jika anda akan sulit mendapatkan pekerjaan dimana pun, bahkan toko anda pun bisa rata dengan tanah dalam hitungan menit" ucap mr Ken dengan sedikit ancaman.
Niana pun sudah tidak bisa bergeming sama sekali, berharap akan ada malaikat yang menolongnya dari kegilaan Dirga, ternyata malah semakin terjerumus dalam jurang yang semakin dalam. Siapakah yang bisa membantunya? Pupus sudah harapannya. Dia cuma bisa menyetujui keputusan keluarga Sanjaya tersebut.
"Pak Yudha tolong berikan berkasnya kepada Nona Niana" perintah Nonya Sofi yang langsung meninggalkan ruang Mr Ken.
"Silahkan ditanda tangani berkas perjanjiannya Nona" kata Pak Yudha
"Sebaiknya dibaca dulu isinya Nona Niana" ucap Mr Ken
Niana hanya mengangguk sambil membatin "Percuma juga dibaca, apapun yang kalian tulis di sini yang pasti merugikanku semua. Hei Mr Ken apakah aku yang cuma serbukan debu ini bisa menolak? Enggak kan lalu kenapa masih menyuruhku membacanya?"
Niana hanya bisa pasrah karena tidak tahu harus melakukan apa selain menandatangi berkas perjanjian itu. Kalau menolak pasti akan ada ancaman yang akan menyusahkan dirinya bahkan orang disekitarnya. Walau pasrah Niana sempat membaca sebentar, untuk mengantisipasi jika kedepannya ada yang tidak sanggup dia lakukan, dia bisa menolaknya. Sebenarnya banyak poin-poin yang ingin dia tolak, salah satunya tinggal di rumah Sanjaya selama Dirga belum sembuh. Niana pun juga tidak boleh kerja di Sanjaya Grub selama Dirga amnesia. Dan di berkas itu ada poin yang dicetak tebal artinya poin yang sangat penting dan harus diingat adalah Niana tidak boleh ada perasaan apapun pada Dirga. Tetapi ada satu yang benar-benar harus Niana tolak yaitu Niana tidak mau menerima gaji selama tidak bekerja di Sanjaya Grub dan uang kompensasi selama menjadi tunangan pura-pura Dirga. Mr Ken pun menyerahkan pada Niana saja mau diterima atau ditolak. Niana tidak mau menerima uang tersebut karena kalau menerimanya sama saja dia mendukung kebohongan untuk menjadi tunangan pura-puranya Dirga.
Terlihat dokter memeriksa keadaan Dirga di ruangannya.
"Dirga, anak mama gimana keadaanmu nak?" tanya wanita yang tiba-tiba masuk memeluk Dirga
"Maaf Anda siapa?" tanya Dirga
"Kak Dirga ini mama dan aku Renata adikmu satu-satunya" timpal Renata sambil memeluk mamanya
"Maaf saya tidak ingat apa-apa"
"Sebaiknya anda beristirahalah dulu Tuan Dirga, jangan banyak berfikir agar anda segera pulih" kata dokter
"Hemmm" balas Dirga pada dokter yang memeriksa
Dokterpun permisi dan meninggalkan ruangan diikuti Nyonya Sofi.
"Bagaimana dok keadaan anak saya?" tanya Nyonya Sofi
"Keadaan Tuan Dirga sekarang memang sedang mengalami amnesia tetapi bisa sembuh, Nyonya tidak perlu khawatir, saya sudah memeriksa semua hasil pemeriksaan tes kepala Tuan Dirga. Kemungkinan ketika Tuan Dirga sudah sembuh dari amnesianya, ia tidak akan mengingat lagi apa yang dialaminya selama amnesia. Untuk saat ini yang dibutuhkan hanya istirahat yang cukup dan jangan membebani pikirannya dengan hal-hal yang berat" kata dokter yang berbicara dengan Nyonya Sofi di luar ruangan.
"Baik dok, terima kasih" ucap Nyonya sofi. Lalu dia masuk menghampiri Dirga lagi.
" Ma.. dimana tunangan saya? Apa mama melihatnya?"
"Pasti yang dimaksud bukan Tania, melainkan gadis itu" batin Nyonya Sofi
"Tadi mama bertemu di depan, katanya dia mau menjenguk Ken asisten pribadimu"
"Ken... ?? Berapa umur Ken ma? Apakah hubungan mereka sangat dekat?" tanya Dirga seperti sedang cemburu
"Hemm, Mr Ken itu asisten pribadimu kak, Usianya lebih tua satu tahun dari kakak. Dia juga teman kakak sejak kecil. Kemarin dia juga kecelakaan bersama kakak dan sekarang di rawat di RS ini juga. Dia sudah lama mengabdi untuk keluarga Sanjaya dari kecil, tidak akan mungkin menghianatimu apalagi dekat dengan Niana, tunangan bosnya sendiri" kata Renata
"Oh jadi namanya Niana, cantik sekali namanya" batin Dirga
"Mama.. Renata.. apa kalian tahu sandi di ponsel ku?" tanya Dirga sambil memegang ponsel
"Kita bawa ponselmu kepada Ken, pasti dia tahu sandinya" kata Nyonya Sofi yang mengedipkan mata ke arah Renata. Karena Nyonya Sofi tengah menyadari kalau apa yang ada di dalam ponsel akan membuat pikiran Dirga menjadi berat. Pasti di dalam ponselnya banyak foto Tania dan riwayat chatnya. Renatapun langsung tanggap dia segera mengambil ponsel dari tangan Dirga.
"Iya kak, kita bawa ponsel mu ke Mr Ken saja, Rena yakin Mr Ken bisa dipercaya untuk memastikan semuanya berjalan sesuai keinginan kak Dirga. Kebetulan ponselmu baterinya juga habis" jelas Renata
"Baiklah" ucap Dirga
"Ma apakah aku dan Niana sedang bertengkar sebelumnya, kenapa dia bersikap seolah bukan tunanganku?"
"Mungkin saja" jawab Renata sekenanya
"Dirga istirahatlah jangan memaksakan kalau kamu belum ingat, kesehatanmu belum benar-benar pulih" kata mamanya
"Baik ma, oh ya ma kalau nanti bertemu Niana tolong suruh dia segera ke sini, aku ingin dia yang menjagaku di RS"
"Baiklah, jaga dirimu baik-baik besok mama ke sini lagi"
Nyonya Sofi dan Renata meninggalkan Dirga sendiri agar bisa beristirahat. Mereka kembali ke ruangan Mr Ken. Disana Niana sudah tidak ada. Hanya ada Mr Ken dan Pak Yudha.
"Ken ini ponselnya Dirga, saya serahkan semua padamu, pastikan semua berjalan dengan sempurna" ucap Nyonya Sofi.
Nyonya sofi tidak perlu menjelaskan apa yang harus dilakukan dengan ponsel Dirga, apa yang harus dilakukan semua sudah ada di dalam kepala Mr Ken. Nyonya Sofi dan Renata langsung bergegas pergi tanpa menanyakan apakah Niana sudah menandatangani atau belum. Hal itu tidak perlu ditanyakan karena semua yang sudah ada dalam rencana Mr Ken untuk keluarga Sanjaya belum pernah ada yang membuat kecewa.
Sementara di foodcourt RS terlihat Niana sedang menikmati semangkuk mie sambil melihat-lihat ponselnya. Tiba-tiba ada pesan masuk dari nomer yang tidak dikenal, pesannya berisi foto-foto dirinya dengan Dirga yang terlihat mesra di beberapa tempat entah dimana. Foto editan itu kelihatan begitu asli dan natural. Niana yang merasa tidak pernah berfoto bersama Dirga pun sampai menjatuhkan sendoknya dan kelihatan susah menelan mie yang sudah dikunyahnya hingga hampir tersedak lalu meminum segelas air.
"Siapa yang melakukan ini? kegilaan apalagi lagi ini? Sejak kapan aku berfoto dengan si Tuan Tengil itu" gerutu Niana
Banyak foto tentang moment-moment penting yang telah di edit oleh Mr Ken. Bahkan foto saat bertunangan dengan Dirga juga ada, di foto itu Niana terlihat cantik sekali dengan rambut terurai lurus. Ada juga sebuah foto di sebuah restoran mahal di foto itu Niana menyandarkan kepala di dada Dirga dan memeluknya sepertinya itu moment candle light dinner.
"Menjijikan sekali" gerutu Niana
Lalu ada pesan masuk ketika Niana sedang melihat-lihat ulang foto-foto dirinya dengan Dirga.
"Simpanlah foto itu Nona, semoga bermanfaat untuk kehidupan Anda selanjutnya.... (Mr Ken)" (Chat Mr Ken di ponsel Niana)
"Dasar gila... Apakah kau kurang kerjaan Mr Alien, sampai mengambil foto-fotoku lalu kau edit bersama Tuan Tengil. Apakah foto editan yang anda kirim bisa digunakan untuk belanja menopang kebutuhan hidupku. Melihatnya saja membuat perutku mual"
Energi Niana sudah mulai terisi dengan semangkuk mie yang telah dihabiskannya tadi. Walau dikunyahan terakhir susah ditelan setelah melihat foto editan yang begitu mesra dengan Dirga. Niana Lalu menuju ke kasir membayar dan membeli beberapa camilan. Dia menyerahkan selembar uang dan Ponselnya yang memeperlihatkan fotonya dengan Dirga. Pelayan kasirpun menatap bingung kepada Niana sambil mengambil uang dan melihat foto di ponsel Niana. Pelayanpun mengambil uangnya saja dan menyerahkan ponsel Niana
"Maaf nona ini ponsel anda dan kembalianya" ucap pelayan kasir
"Oh iya, terima kasih"
"Tuh kan hanya manusia normal saja yang tau kalau foto editan yang dikirim Mr Ken tidak berguna sama sekali, bahkan hanya untuk membayar semangkuk mie dan beberapa camilan pun tidak bisa, bagaimana bisa bermanfaat untuk kehidupanku selanjutnya, dasar Mr Alien gila" gumam Niana meninggalkan foodcourt menuju ke ruangan Dirga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
@Kristin
Wajah Ken sangat tegang ya
2023-10-04
1
Produksi Handle Kayu
kasihan Niana lagi laper2nya jd kesedak
2023-09-15
0
Produksi Handle Kayu
visual Mr Ken badas hot keren
2023-09-15
0