Tak terasa sudah pukul 12 siang, Niana merasa waktu begitu cepat mungkin karena dia bahagia bersama sahabat sekaligus karyawan-karyawannya. Dira datang membawa kantong plastik yang berisi makanan untuk semua karyawan. Merekapun menikmati makan siang di lantai atas bergantian. Empat orang jaga toko, empatnya makan siang.
Ketika Niana sedang makan siang di lantai atas. Tiba-tiba ada pengunjung laki-laki yang membawa box makanan dan sebuket bunga mawar merah. Laki-laki itu menuju ke meja resepsionis lantai bawah, di sana ada Andrea yang berjaga. Andrea pun melongo melihat laki-laki yang begitu tampan menghampiri dirinya dengan membawa bunga.
"Apakah ini Toko Niana Craft?" tanya laki-laki itu
"Tampan sekali, bahkan lebih tampan dari Aska. Siapa yang ingin dia temui?" batin Andrea yang pikirannya entah kemana karena masih terpesona dengan laki-laki yang ada di depannya
"Permisi, apa ini tokonya Niana" tanya Dirga lagi
"Iya betul, apakah ada yang bisa saya bantu tuan?" jawab Andrea tersadar dari lamunannya dan tetap tidak berkedip
"Jadi kamu yang namanya Andrea, kenalkan saya Dirga suaminya Niana" ucap Dirga setelah melihat nick name yang terpasang di baju kerja Andrea
"Suami....????" seru Andrea kaget
"Iya, maaf mungkin anda belum tahu karena pernikahannya memang mendadak. Apakah Niana ada?"
"Mari saya antar ke atas"
Andrea bergegas menghampiri Niana yang sedang makan siang di lantai atas. Dia sampai lupa menyuruh Dirga duduk. Karena begitu kaget ternyata diam-diam Niana sudah punya suami tanpa memberi tahunya. Bahkan dia pun ingin memarahi bos sekaligus sahabatnya itu. Andrea lalu membuka pintu ruang istirahat karyawan.
"Niana sini" ucap Andrea sambil melirik ke arah Dirga yang berada di ruang tamu
"Ada apa sih?" tanya Niana penasaran
"Suamimu datang" bisik Andrea ke telinga Niana yang masih makan ayam kecap
"Apa... " Niana pun langsung melihat ke arah luar. Terlihat Dirga sedang menaruh box makananya lalu melambaikan tangan ke arah Niana
"Tolong jangan bilang pada besti-besti lain, jaga pintu jangan sampai yang lain mengintip" bisik Niana segera menghampiri Dirga
Dirga tersenyum sambil berkacak pinggang dan geleng-geleng kepala ketika melihat Niana menghampirinya. Andrea yang masih berjaga di pintu, melirik mereka karena penasaran apakah laki-laki itu benar suami Niana apa bukan. Dia sampai tidak percaya Niana bisa menemukan malaikat yang begitu tampan dari planet mana. Walau Andrea suka memuji ketampanan Aska dan merasa Aska itu yang paling tampan yang pernah dia temui. Ternyata di atas langit masih ada langit dan di atasnya lagi masih ada langit-langit yang lain. Mungkin suaminya Niana itu menurut Andrea adalah malaikat di langit paling atas, karena begitu sempurna.
"Stop" ucap Dirga sambil menahan kedua bahu Niana untuk menghentikan langkahnya
"Kenapa kamu ke sini tidak bilang dulu" bisik Niana lirih biar tidak terdengar karyawan lainnya
"Dasar bodoh, kenapa masih sering kaya anak kecil kalau makan" ucap Dirga mengelap kecap yang menempel di pipi Niana lalu mengusap-usap kepalanya
"Ini bunga untuk istriku yang menggemaskan" ucap Dirga memberikab sebuket bunga mawar merah
Andrea yang masih single hanya bisa memgigit jari saat melihat pemandangan romantis Dirga pada Niana. Lalu Niana menarik tangan Dirga dengan tangan kirinya menuju ruangannya, sedangkan tangan kanannya masih memegang paha ayam yang baru dimakannya satu gigitan.
Setelah masuk ruangannya, Niana segera mengunci pintu.
"Apa yang kamu lakukan disini, kenapa kesini tidak bilang dulu, bukannya kamu tadi bilang mau jualan" kata Niana nerocos tanpa henti karena kesal
Tiba-tiba Dirga malah memegang tangan Niana yang masih membawa paha ayam, lalu Dirga mengarahkan tangan Niana ke mulutnya, Dirga pun mengigit daging ayam itu pas di bekas gigitan Niana.
"Apa yang kamu lakukan" seru Niana
"Makan paha ayam"
"Menjijikan sekali, itukan bekas gigitanku,sama saja kau mencuri ciumanku walau aku tidak merasakannya langsung" batin Niana
"Dimana jualanmu, apakah sudah habis sampai kamu punya waktu ke sini" tanya Niana
Dirga meraih tangan Niana lalu menyerahkan beberapa lembar uang untuknya
"Apa ini" tanya Niana
"Itu hasil jerih payah laki-laki yang telah mengambil tanggung jawab atas dirimu" ucap Dirga tersenyum bangga
"Tapi ini uangnya banyak banget. Kalau puddingmu habis saja tidak mungkin uangnya sebanyak ini" tanya Niana heran
Niana curiga Dirga beneran jualan atau hanya pura-pura. Karena baru setengah hari Dirga berjualan, Niana tidak percaya kalau sudah habis pudding yang dijualnya.
"Apakah Dirga benaran jualan? Bisa saja dia dikirimi uang sama mamanya atau Mr Alien" batin Niana
"Tadi aku bikin pudding 110 buah, satu cup harganya 10.000. Yang 100 sudah habis terjual lalu ada ibu-ibu yang mau pesan 500 buah untuk ultah anaknya 2 hari lagi" ucap Dirga
"Jadi ibu-ibu itu sudah bayar semuanya" tanya niana
"Iya, daku sisakan 10 buah untuk mu dan karyawan-karyawanmu. Soalnya tadi pagi kamu tidak mau bawa jadi aku bawakan ke tokomu"
"Pintar juga Tuan Tengil cari uang walau gak pakai nama Sanjaya, bahkan dalam 1 hari saja udah dapet 6 juta, kalau satu bulan bisa dapet omset 180 juta. Gajiku di Sanjaya grub saja gak sampe 8 juta. Padahal pertama aku jualan tas rajut saja sehari cuma dapat 200 ribu" batin Niana
Lagi-lagi Niana selalu kalah bersaing dengan Dirga bahkan dari SD sampai sekarang. Niana begitu ambisi bisa bersaing dengan Dirga tetapi faktanya Dirga selalu jadi pemenang. Kapankah Niana bisa menang dari Dirga. Dia ingin sekali-kali menjadi pemenang juga dan mengalahkan Dirga walaupun diantara mereka tidak ada yang mengibarkan bendera persaingan.
Dirga lalu menuju pintu keluar, dia mau mengambil pudding yang diletakanya di ruang tamu.
"Tunggu, kamu mau kemana?" ucap Niana
"Mau bagiin pudding ke karyawan-karyawanmu"
"Biar nanti Andrea yang bagiin"
"Ini uangnya kamu bawa saja"
"Kenapa"
"Kamu kan tidak pegang uang sama sekali. Kamu juga harus belanja untuk besok dan pesanan ibu-ibu tadi"
"Baiklah, kalau begitu temani aku belanja"
Dirga mengajak Niana ke supermarket membeli bahan-bahan untuk membuat pudding. Niana pun setuju agar Dirgadak berlama-lama di tokonya dan membuat karyawannya curiga.
"Kamu tadi dari taman ke toko naik apa?"
tanya Niana yang sedang berdiri menunggu bus bersama Dirga
"Naik angkot, kebetulan sopir angkotnya kenal kamu karena sering mengantarmu ke toko"
"Beneran dia naik angkot ha...ha...ha... untung saja kata Mr Ken kalau Dirga udah sembuh tidak akan ingat kejadian selama dia amnesia" batin Niana
"Siapa nama sopirnya?" tanya Niana
"Kenapa kamu suka sama sopir angkot itu" ucap Dirga cemburu
"Tidak, lagian angkot disini banyak, sopirnya juga beda-beda. Bukan cuma satu"
"Terus buat apa aku harus tau namanya" ucap Dirga dengan raut wajah marah
.
"Hemmm aku kan cuma basa basi kenapa dia marah" batin Niana
"Ayo naik, busnya sudah datang" ucap Niana
Kebetulan busnya saat itu penuh, banyak orang yang berdiri. Niana dan Dirga pun tidak dapat tempat duduk dan akhirnya berdiri. Dirga berdiri berhadapan dengan Niana yang telah menyandarkan punggungnya di tiang besi di dalam bus, sedangjan tangan kirinya Dirga berpegangan pada tiang besi itu. Dirga melindungi Niana dari orang-orang yg berdiri berjejal di dalam bus. Tiba-tiba sopir bus melakukan rem mendadak. Niana yang hampir jatuh langsung ditangkap oleh tangan kanan Dirga dengan melingkarkan tangan di pinggang Niana dan menarik ke pelukannya.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Dirga yang jantungnya berdetak sangat kencang seperti genderang mau perang
Niana yang mukanya memerah karena malu cuma menggelengkan kepalanya.
"Kenapa naik bus, tidak naik angkot lagi" tanya Dirga menatap Niana dan masih memeluk pinggang Niana
"Aku tidak suka sopir angkotnya"ucap Niana kesal karena tadi dituduh suka sama sopir angkotnya
"Jadi siapa yang kamu suka?" ucap Dirga menggoda Niana dengan posisi masih merangkul pinggang Niana
"Sudah sampai ayo kita turun" ucap Niana segera bergegas melarikan diri dari situasi yang membuat hatinya jadi tak menentu.
"Sadar Niana, dia sedang amnesia. Jangan terpengaruh rayuannya" batin Niana
Ketika sedang belanja ponselnya terus berbunyi. Ada banyak chat masuk dari Andrea. Sepertinya Andrea sangat kesal karena Niana tidak cerita sama sekali kalau dia sudah tunangan. Padahal sejak di Panti Kasih sampai sekarang, dia adalah sahabat terdekatnya.
"Aku sahabatmu bukan? Kenapa menikah tidak mengabariku?" (Chat dari Andrea)
"Kamu dimana? Balas chatku"
"Besti-besti pada nanya puddingnya dari siapa? Ada hubungan apa kamu sama tukang pudding"
"Ceritanya panjang. Nanti aku ceritakan kalau sudah di rumah. Aku tidak pernah menikah dengan tukang pudding" (Balasan chat Niana pada Andrea)
Ketika sedang membalas chat dari Andrea, Niana merasa ada yang sedang mengikutinya. Sebenarnya dia sudah merasa seperti sedang diamati saat membuka pintu gerbang rumah ketika berangkat kerja tadi pagi. Karena perasaannya tidak enak, Niana buru-buru mengajak Dirga pulang secepatnya, kebetulan Dirga juga sudah selesai berbelanja.
Sesampai di rumah Niana melihat kanan kiri langsung menutup pintu gerbang rapat-rapat. Dirga pun bingung dengan sikap Niana.
"Niana kamu kenapa" tanya Dirga
"Tidak apa-apa, aku masuk kamar dulu ya, capek banget" ucap Niana yang meninggalkan Dirga di dapur sedang menaruh belanjaannya.
Sesampai di kamar Niana mengintip ke jendela kamar. Lalu menutup gorden rapat-rapat. Niana merasa takut masih ada yang mengawasinya.
"Siapa yang mengikutiku, apakah orang suruhan Mr Ken. Untuk apa juga dia harus memata-mataiku?" batin Niana
Tiba-tiba ada panggilan vidio yang mengagetkan Niana. Dilihatnya layar ponsel ternyata Andrea. Andrea sudah tidak sabar ingin mendengar penjelasan Niana. Niana pun menceritakan semuanya.
"Sebaiknya kamu jujur saja, aku takut kamu yang akan sakit jika menaruh perasaan padanya"
"Tenanglah, aku bisa mengontrol perasaanku"
"Hemmm dasar kepala batu, ya sudah terserah. Akan ku temani kau menangis jika kelak dia sadar dan tidak menginginkanmu"
"Apa? Sahabat macam apa kau tega mendoakan aku sakit. Kamu tidak perlu khawatir aku tidak akan suka padanya"
"Anda yang berkuasa Nona Niana, bye-bye" ucap Andrea menutup telefonnya
Mata-mata itu memang disuruh mengawasi Niana dan Dirga. Bahkan ada 2 mata-mata yang mengawasi mereka. Salah satunya memang orang suruhan Mr Ken untuk mengawasi keadaan Tuan Mudanya.
Mr Ken menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat foto dan vidio dari orang suruhannya, terheran-heran dengan sikap Tuan Mudanya saat ini. Tuan muda yang dikenalnya sangat dingin, cuek, arogan dan sedikit sombong itu mau berjualan pudding hanya karena seorang gadis yang bernama Niana. Bahkan naik angkot dan bus sampai berdesak-desakan. Dirga juga terlihat tiap pagi membuang sampah di depan rumah Niana. Sungguh pemandangan yang tak pernah Mr Ken lihat sejak tuannya masih kecil sampai dia bertemu Niana. Berbeda sekali ketika berpacaran dengan mantan pacarnya yang pertama dan calon tunangannya Tania yang selalu bergelimang harta dan tidak pernah hidup susah dan masih dengan sikap arogannya. Mendengar kabar tentang Dirga saat ini malah membuat Nyonya Sofi bahagia karena Dirga sekarang bisa merasakan bagaimana perjuangan hidup yang sebenarnya. Walaupun kenyataannya kata dokter, Dirga tidak akan ingat kejadian selama dia amnesia. Nyonya Sofi akhirnya menyuruh Mr Ken membiarkannya saja, yang penting Dirga tidak berbuat seenaknya sendiri dan membuat kekacauan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
faridah ida
ada bagus nya juga ini kalo mama nya Dirga gak marah kalo anak nya di buat jualan sama Niana ...😁😁
2023-09-05
1
faridah ida
kaget2 daah tuh semua karyawan Niana ....😂😂😂
2023-09-05
0