Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko

Tak terasa sudah pukul 12 siang, Niana merasa waktu begitu cepat mungkin karena dia bahagia bersama sahabat sekaligus karyawan-karyawannya. Dira datang membawa kantong plastik yang berisi makanan untuk semua karyawan. Merekapun menikmati makan siang di lantai atas bergantian. Empat orang jaga toko, empatnya makan siang.

Ketika Niana sedang makan siang di lantai atas. Tiba-tiba ada pengunjung laki-laki yang membawa box makanan dan sebuket bunga mawar merah. Laki-laki itu menuju ke meja resepsionis lantai bawah, di sana ada Andrea yang berjaga. Andrea pun melongo melihat laki-laki yang begitu tampan menghampiri dirinya dengan membawa bunga.

"Apakah ini Toko Niana Craft?" tanya laki-laki itu

"Tampan sekali, bahkan lebih tampan dari Aska. Siapa yang ingin dia temui?" batin Andrea yang pikirannya entah kemana karena masih terpesona dengan laki-laki yang ada di depannya

"Permisi, apa ini tokonya Niana" tanya Dirga lagi

"Iya betul, apakah ada yang bisa saya bantu tuan?" jawab Andrea tersadar dari lamunannya dan tetap tidak berkedip

"Jadi kamu yang namanya Andrea, kenalkan saya Dirga suaminya Niana" ucap Dirga setelah melihat nick name yang terpasang di baju kerja Andrea

"Suami....????" seru Andrea kaget

"Iya, maaf mungkin anda belum tahu karena pernikahannya memang mendadak. Apakah Niana ada?"

"Mari saya antar ke atas"

Andrea bergegas menghampiri Niana yang sedang makan siang di lantai atas. Dia sampai lupa menyuruh Dirga duduk. Karena begitu kaget ternyata diam-diam Niana sudah punya suami tanpa memberi tahunya. Bahkan dia pun ingin memarahi bos sekaligus sahabatnya itu. Andrea lalu membuka pintu ruang istirahat karyawan.

"Niana sini" ucap Andrea sambil melirik ke arah Dirga yang berada di ruang tamu

"Ada apa sih?" tanya Niana penasaran

"Suamimu datang" bisik Andrea ke telinga Niana yang masih makan ayam kecap

"Apa... " Niana pun langsung melihat ke arah luar. Terlihat Dirga sedang menaruh box makananya lalu melambaikan tangan ke arah Niana

"Tolong jangan bilang pada besti-besti lain, jaga pintu jangan sampai yang lain mengintip" bisik Niana segera menghampiri Dirga

Dirga tersenyum sambil berkacak pinggang dan geleng-geleng kepala ketika melihat Niana menghampirinya. Andrea yang masih berjaga di pintu, melirik mereka karena penasaran apakah laki-laki itu benar suami Niana apa bukan. Dia sampai tidak percaya Niana bisa menemukan malaikat yang begitu tampan dari planet mana. Walau Andrea suka memuji ketampanan Aska dan merasa Aska itu yang paling tampan yang pernah dia temui. Ternyata di atas langit masih ada langit dan di atasnya lagi masih ada langit-langit yang lain. Mungkin suaminya Niana itu menurut Andrea adalah malaikat di langit paling atas, karena begitu sempurna.

"Stop" ucap Dirga sambil menahan kedua bahu Niana untuk menghentikan langkahnya

"Kenapa kamu ke sini tidak bilang dulu" bisik Niana lirih biar tidak terdengar karyawan lainnya

"Dasar bodoh, kenapa masih sering kaya anak kecil kalau makan" ucap Dirga mengelap kecap yang menempel di pipi Niana lalu mengusap-usap kepalanya

"Ini bunga untuk istriku yang menggemaskan" ucap Dirga memberikab sebuket bunga mawar merah

Andrea yang masih single hanya bisa memgigit jari saat melihat pemandangan romantis Dirga pada Niana. Lalu Niana menarik tangan Dirga dengan tangan kirinya menuju ruangannya, sedangkan tangan kanannya masih memegang paha ayam yang baru dimakannya satu gigitan.

Setelah masuk ruangannya, Niana segera mengunci pintu.

"Apa yang kamu lakukan disini, kenapa kesini tidak bilang dulu, bukannya kamu tadi bilang mau jualan" kata Niana nerocos tanpa henti karena kesal

Tiba-tiba Dirga malah memegang tangan Niana yang masih membawa paha ayam, lalu Dirga mengarahkan tangan Niana ke mulutnya, Dirga pun mengigit daging ayam itu pas di bekas gigitan Niana.

"Apa yang kamu lakukan" seru Niana

"Makan paha ayam"

"Menjijikan sekali, itukan bekas gigitanku,sama saja kau mencuri ciumanku walau aku tidak merasakannya langsung" batin Niana

"Dimana jualanmu, apakah sudah habis sampai kamu punya waktu ke sini" tanya Niana

Dirga meraih tangan Niana lalu menyerahkan beberapa lembar uang untuknya

"Apa ini" tanya Niana

"Itu hasil jerih payah laki-laki yang telah mengambil tanggung jawab atas dirimu" ucap Dirga tersenyum bangga

"Tapi ini uangnya banyak banget. Kalau puddingmu habis saja tidak mungkin uangnya sebanyak ini" tanya Niana heran

Niana curiga Dirga beneran jualan atau hanya pura-pura. Karena baru setengah hari Dirga berjualan, Niana tidak percaya kalau sudah habis pudding yang dijualnya.

"Apakah Dirga benaran jualan? Bisa saja dia dikirimi uang sama mamanya atau Mr Alien" batin Niana

"Tadi aku bikin pudding 110 buah, satu cup harganya 10.000. Yang 100 sudah habis terjual lalu ada ibu-ibu yang mau pesan 500 buah untuk ultah anaknya 2 hari lagi" ucap Dirga

"Jadi ibu-ibu itu sudah bayar semuanya" tanya niana

"Iya, daku sisakan 10 buah untuk mu dan karyawan-karyawanmu. Soalnya tadi pagi kamu tidak mau bawa jadi aku bawakan ke tokomu"

"Pintar juga Tuan Tengil cari uang walau gak pakai nama Sanjaya, bahkan dalam 1 hari saja udah dapet 6 juta, kalau satu bulan bisa dapet omset 180 juta. Gajiku di Sanjaya grub saja gak sampe 8 juta. Padahal pertama aku jualan tas rajut saja sehari cuma dapat 200 ribu" batin Niana

Lagi-lagi Niana selalu kalah bersaing dengan Dirga bahkan dari SD sampai sekarang. Niana begitu ambisi bisa bersaing dengan Dirga tetapi faktanya Dirga selalu jadi pemenang. Kapankah Niana bisa menang dari Dirga. Dia ingin sekali-kali menjadi pemenang juga dan mengalahkan Dirga walaupun diantara mereka tidak ada yang mengibarkan bendera persaingan.

Dirga lalu menuju pintu keluar, dia mau mengambil pudding yang diletakanya di ruang tamu.

"Tunggu, kamu mau kemana?" ucap Niana

"Mau bagiin pudding ke karyawan-karyawanmu"

"Biar nanti Andrea yang bagiin"

"Ini uangnya kamu bawa saja"

"Kenapa"

"Kamu kan tidak pegang uang sama sekali. Kamu juga harus belanja untuk besok dan pesanan ibu-ibu tadi"

"Baiklah, kalau begitu temani aku belanja"

Dirga mengajak Niana ke supermarket membeli bahan-bahan untuk membuat pudding. Niana pun setuju agar Dirgadak berlama-lama di tokonya dan membuat karyawannya curiga.

"Kamu tadi dari taman ke toko naik apa?"

tanya Niana yang sedang berdiri menunggu bus bersama Dirga

"Naik angkot, kebetulan sopir angkotnya kenal kamu karena sering mengantarmu ke toko"

"Beneran dia naik angkot ha...ha...ha... untung saja kata Mr Ken kalau Dirga udah sembuh tidak akan ingat kejadian selama dia amnesia" batin Niana

"Siapa nama sopirnya?" tanya Niana

"Kenapa kamu suka sama sopir angkot itu" ucap Dirga cemburu

"Tidak, lagian angkot disini banyak, sopirnya juga beda-beda. Bukan cuma satu"

"Terus buat apa aku harus tau namanya" ucap Dirga dengan raut wajah marah

.

"Hemmm aku kan cuma basa basi kenapa dia marah" batin Niana

"Ayo naik, busnya sudah datang" ucap Niana

Kebetulan busnya saat itu penuh, banyak orang yang berdiri. Niana dan Dirga pun tidak dapat tempat duduk dan akhirnya berdiri. Dirga berdiri berhadapan dengan Niana yang telah menyandarkan punggungnya di tiang besi di dalam bus, sedangjan tangan kirinya Dirga berpegangan pada tiang besi itu. Dirga melindungi Niana dari orang-orang yg berdiri berjejal di dalam bus. Tiba-tiba sopir bus melakukan rem mendadak. Niana yang hampir jatuh langsung ditangkap oleh tangan kanan Dirga dengan melingkarkan tangan di pinggang Niana dan menarik ke pelukannya.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Dirga yang jantungnya berdetak sangat kencang seperti genderang mau perang

Niana yang mukanya memerah karena malu cuma menggelengkan kepalanya.

"Kenapa naik bus, tidak naik angkot lagi" tanya Dirga menatap Niana dan masih memeluk pinggang Niana

"Aku tidak suka sopir angkotnya"ucap Niana kesal karena tadi dituduh suka sama sopir angkotnya

"Jadi siapa yang kamu suka?" ucap Dirga menggoda Niana dengan posisi masih merangkul pinggang Niana

"Sudah sampai ayo kita turun" ucap Niana segera bergegas melarikan diri dari situasi yang membuat hatinya jadi tak menentu.

"Sadar Niana, dia sedang amnesia. Jangan terpengaruh rayuannya" batin Niana

Ketika sedang belanja ponselnya terus berbunyi. Ada banyak chat masuk dari Andrea. Sepertinya Andrea sangat kesal karena Niana tidak cerita sama sekali kalau dia sudah tunangan. Padahal sejak di Panti Kasih sampai sekarang, dia adalah sahabat terdekatnya.

"Aku sahabatmu bukan? Kenapa menikah tidak mengabariku?" (Chat dari Andrea)

"Kamu dimana? Balas chatku"

"Besti-besti pada nanya puddingnya dari siapa? Ada hubungan apa kamu sama tukang pudding"

"Ceritanya panjang. Nanti aku ceritakan kalau sudah di rumah. Aku tidak pernah menikah dengan tukang pudding" (Balasan chat Niana pada Andrea)

Ketika sedang membalas chat dari Andrea, Niana merasa ada yang sedang mengikutinya. Sebenarnya dia sudah merasa seperti sedang diamati saat membuka pintu gerbang rumah ketika berangkat kerja tadi pagi. Karena perasaannya tidak enak, Niana buru-buru mengajak Dirga pulang secepatnya, kebetulan Dirga juga sudah selesai berbelanja.

Sesampai di rumah Niana melihat kanan kiri langsung menutup pintu gerbang rapat-rapat. Dirga pun bingung dengan sikap Niana.

"Niana kamu kenapa" tanya Dirga

"Tidak apa-apa, aku masuk kamar dulu ya, capek banget" ucap Niana yang meninggalkan Dirga di dapur sedang menaruh belanjaannya.

Sesampai di kamar Niana mengintip ke jendela kamar. Lalu menutup gorden rapat-rapat. Niana merasa takut masih ada yang mengawasinya.

"Siapa yang mengikutiku, apakah orang suruhan Mr Ken. Untuk apa juga dia harus memata-mataiku?" batin Niana

Tiba-tiba ada panggilan vidio yang mengagetkan Niana. Dilihatnya layar ponsel ternyata Andrea. Andrea sudah tidak sabar ingin mendengar penjelasan Niana. Niana pun menceritakan semuanya.

"Sebaiknya kamu jujur saja, aku takut kamu yang akan sakit jika menaruh perasaan padanya"

"Tenanglah, aku bisa mengontrol perasaanku"

"Hemmm dasar kepala batu, ya sudah terserah. Akan ku temani kau menangis jika kelak dia sadar dan tidak menginginkanmu"

"Apa? Sahabat macam apa kau tega mendoakan aku sakit. Kamu tidak perlu khawatir aku tidak akan suka padanya"

"Anda yang berkuasa Nona Niana, bye-bye" ucap Andrea menutup telefonnya

Mata-mata itu memang disuruh mengawasi Niana dan Dirga. Bahkan ada 2 mata-mata yang mengawasi mereka. Salah satunya memang orang suruhan Mr Ken untuk mengawasi keadaan Tuan Mudanya.

Mr Ken menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat foto dan vidio dari orang suruhannya, terheran-heran dengan sikap Tuan Mudanya saat ini. Tuan muda yang dikenalnya sangat dingin, cuek, arogan dan sedikit sombong itu mau berjualan pudding hanya karena seorang gadis yang bernama Niana. Bahkan naik angkot dan bus sampai berdesak-desakan. Dirga juga terlihat tiap pagi membuang sampah di depan rumah Niana. Sungguh pemandangan yang tak pernah Mr Ken lihat sejak tuannya masih kecil sampai dia bertemu Niana. Berbeda sekali ketika berpacaran dengan mantan pacarnya yang pertama dan calon tunangannya Tania yang selalu bergelimang harta dan tidak pernah hidup susah dan masih dengan sikap arogannya. Mendengar kabar tentang Dirga saat ini malah membuat Nyonya Sofi bahagia karena Dirga sekarang bisa merasakan bagaimana perjuangan hidup yang sebenarnya. Walaupun kenyataannya kata dokter, Dirga tidak akan ingat kejadian selama dia amnesia. Nyonya Sofi akhirnya menyuruh Mr Ken membiarkannya saja, yang penting Dirga tidak berbuat seenaknya sendiri dan membuat kekacauan.

Terpopuler

Comments

faridah ida

faridah ida

ada bagus nya juga ini kalo mama nya Dirga gak marah kalo anak nya di buat jualan sama Niana ...😁😁

2023-09-05

1

faridah ida

faridah ida

kaget2 daah tuh semua karyawan Niana ....😂😂😂

2023-09-05

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2 Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3 Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4 Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5 Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6 Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7 Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8 Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9 Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10 Episode 10 Berjualan pudding di taman
11 Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12 Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13 Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14 Episode 14 Dirga menghilang
15 Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16 Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17 Episode 17 Nostalgia waktu SD
18 Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19 Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20 Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21 Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22 Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23 Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24 Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25 Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26 Episode 26 Sudah ingat semuanya
27 Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28 Episode 28 Alergi kepiting
29 Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30 Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31 Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32 Episode 32 Menghindar dari Dirga
33 Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34 Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35 Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36 Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37 Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38 Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39 Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40 Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41 Episode 41 Tak tahan lagi
42 Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43 Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44 Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45 Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46 Episode 46 Mencari info tentang Tania
47 Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48 Episode 48 Dirga sakit
49 Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50 Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51 Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52 Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53 Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54 Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55 Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56 Episode 56 Bertengkar
57 Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58 Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59 Episode 59 Dua insan telah bersatu
60 Episode 60 Melakukannya lagi
61 Episode 61 Kesedihan Dirga
62 Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63 Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64 Episode 64 Insiden tengah malam
65 Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66 Episode 66 Gara-gara baju seksi
67 Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68 Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69 Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70 Episode 70 Disuruh segera pulang
71 Episode 71 Membuat menunggu lagi
72 Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73 Episode 73 Ceroboh
74 Episode 74 Pinokio
75 Episode 75 Sudah puas
76 Episode 76 Mengerjai Niana
77 Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78 Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79 Episode 79 Duka Mendalam
80 Episode 80 Menaruh Dendam
81 Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82 Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83 Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84 Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85 Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86 Episode 86 Tarian Centil
87 Episode 87 Asal Bicara
88 Episode 88 Salah Sangka
89 Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90 Episode 90 Harapan Yang Kandas
91 Episode 91 Suara Yang Familier
92 Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93 Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94 Episode 94 Diskusi Rahasia
95 Episode 95 Benar-benar Hamil
96 Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97 Episode 97 Buku Diary Aska
98 Episode 98 Salah Sangka
99 Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100 Episode 100 Aska Cemburu
101 Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102 Episode 102 Ciuman Dadakan
103 Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104 Episode 104 Teror Di Toko
105 Episode 105 Saling Tuduh
106 Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107 Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108 Episode 108 Cemburu
109 Episode 109 Saling Cemburu
110 Episode 110 Pengawal Gadungan
111 Episode 111 Tidak Ada Kabar
112 Episode 112 Kabar Duka Lara
113 Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114 Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115 Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116 Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117 Episode 117 Tak Disangka-sangka
118 Episode 118 Salah Kamar
119 Episode 119 Merasa Aneh
120 Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121 Episode 121 Bertengkar Lagi
122 Episode 122 Cemburu
123 Episode 123 Keceplosan
124 Episode 124 Rindu
125 Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126 Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127 Episode 127 Penyesalan
128 Episode 128 Salah Paham Selesai
129 Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130 Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131 Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132 Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133 Episode 133 Panik Dan Khawatir
134 Episode 134 Gelang Dirga
135 Episode 135 Alergi Lagi
136 Episode 136 Akhirnya Tahu
137 Episode 137 Melepas Rindu
138 Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139 Episode 139 Diculik
140 Episode 140 Pengakuan
141 Episode 141 Disekap
142 Episode 142 Petunjuk
143 Episode 143 Pencarian
144 Episode 144 Kebahagiaan Datang
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2
Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3
Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4
Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5
Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6
Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7
Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8
Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9
Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10
Episode 10 Berjualan pudding di taman
11
Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12
Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13
Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14
Episode 14 Dirga menghilang
15
Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16
Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17
Episode 17 Nostalgia waktu SD
18
Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19
Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20
Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21
Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22
Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23
Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24
Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25
Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26
Episode 26 Sudah ingat semuanya
27
Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28
Episode 28 Alergi kepiting
29
Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30
Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31
Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32
Episode 32 Menghindar dari Dirga
33
Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34
Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35
Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36
Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37
Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38
Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39
Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40
Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41
Episode 41 Tak tahan lagi
42
Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43
Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44
Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45
Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46
Episode 46 Mencari info tentang Tania
47
Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48
Episode 48 Dirga sakit
49
Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50
Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51
Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52
Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53
Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54
Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55
Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56
Episode 56 Bertengkar
57
Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58
Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59
Episode 59 Dua insan telah bersatu
60
Episode 60 Melakukannya lagi
61
Episode 61 Kesedihan Dirga
62
Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63
Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64
Episode 64 Insiden tengah malam
65
Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66
Episode 66 Gara-gara baju seksi
67
Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68
Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69
Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70
Episode 70 Disuruh segera pulang
71
Episode 71 Membuat menunggu lagi
72
Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73
Episode 73 Ceroboh
74
Episode 74 Pinokio
75
Episode 75 Sudah puas
76
Episode 76 Mengerjai Niana
77
Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78
Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79
Episode 79 Duka Mendalam
80
Episode 80 Menaruh Dendam
81
Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82
Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83
Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84
Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85
Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86
Episode 86 Tarian Centil
87
Episode 87 Asal Bicara
88
Episode 88 Salah Sangka
89
Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90
Episode 90 Harapan Yang Kandas
91
Episode 91 Suara Yang Familier
92
Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93
Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94
Episode 94 Diskusi Rahasia
95
Episode 95 Benar-benar Hamil
96
Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97
Episode 97 Buku Diary Aska
98
Episode 98 Salah Sangka
99
Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100
Episode 100 Aska Cemburu
101
Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102
Episode 102 Ciuman Dadakan
103
Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104
Episode 104 Teror Di Toko
105
Episode 105 Saling Tuduh
106
Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107
Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108
Episode 108 Cemburu
109
Episode 109 Saling Cemburu
110
Episode 110 Pengawal Gadungan
111
Episode 111 Tidak Ada Kabar
112
Episode 112 Kabar Duka Lara
113
Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114
Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115
Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116
Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117
Episode 117 Tak Disangka-sangka
118
Episode 118 Salah Kamar
119
Episode 119 Merasa Aneh
120
Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121
Episode 121 Bertengkar Lagi
122
Episode 122 Cemburu
123
Episode 123 Keceplosan
124
Episode 124 Rindu
125
Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126
Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127
Episode 127 Penyesalan
128
Episode 128 Salah Paham Selesai
129
Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130
Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131
Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132
Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133
Episode 133 Panik Dan Khawatir
134
Episode 134 Gelang Dirga
135
Episode 135 Alergi Lagi
136
Episode 136 Akhirnya Tahu
137
Episode 137 Melepas Rindu
138
Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139
Episode 139 Diculik
140
Episode 140 Pengakuan
141
Episode 141 Disekap
142
Episode 142 Petunjuk
143
Episode 143 Pencarian
144
Episode 144 Kebahagiaan Datang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!