Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan

Pukul 5 sore Niana mulai menuju ke RS dengan membawa tas besar untuk kebutuhannya saat tinggal di RS. Niana juga sempat memasak puding spesial untuk merayu Mr Ken agar mau membantunya. Sebelum ke ruangan Dirga, dia menuju ke ruang Mr Ken penuh harap agar Mr Ken mau membantunya.

"Sore... Mr Ken?" sapa Niana mencoba akrab

"Hemmm"

"Ada apa menyuruhku ke sini? Apa kamu mau berubah pikiran ingin membantuku?" ucap Niana tersenyum lebar sambil mengangkat kedua alisnya berulang-ulang

"Nona ini ponsel Tuan Muda Dirga tolong berikan padanya, sandinya 2002 angka kelahiranmu dan angka kelahirannya, tolong diingat" kata Mr Ken pada Niana

"Oke" jawab Niana singkat seolab tidak tertarik dengan ucapan Mr Ken

"Jadi Mr Alien cuma mau nyerahin ponsel Dirga saja" batin Niana

"Apakah ada yang ingin nona tanyakan lagi?"

"Emm Mr Ken bagaimana keadaanmu, sepertinya saya tidak melihat keluargamu yang menengok dari kemarin"

"Hemm"

"Kenapa dia cuma hemm saja sih, sudah capek basa basi cuma hem hem saja dari tadi" batin Niana

"Mr Ken, ini pudding untuk mu. Aku yang membuat sendiri lho" kata Niana sambil menyerahkan pudding buatanya pada Mr Ken

"Apakah anda membuatkan untuk Tuan Muda juga?" jawab Mr Ken dengan sorotan mata tajam

"Dia tidak suka pudding tadi aku sudah memberikannya tapi dia gak mau"

"Bener-bener bodoh, mau menipuku" batin Mr Ken

"Terima kasih nona, silahkan kembali ke ruangan Tuan Muda"

"Kaku banget sih ni orang, kalau begitu aku to the point saja, basa basi pun juga tidak berguna" batin Niana

"Mr Ken sebenarnya aku mau minta tolong, tolong bicaralah pada Tuan Dirga yang sebenarnya kalau aku bukan tunanganya"

"Maaf tidak bisa Nona"

"Kenapa memangnya, kan kamu cukup bilang kalau aku bukan tunanganya, lalu masalah selesai. Memangnya dimana tunangannya? Bukankah Tuan Dirga akan lebih marah kalau tahu bahwa aku bukan tunangannya. Harusnya Tuan Dirga lebih membutuhkan tunangan aslinya kan daripada tunangan palsu. Apalagi kamu juga ikut membohonginya" ancam Niana

"Jaga bicara anda nona, ingat anda sendiri yang memakai cicin tunangan milik Tuan Muda. Maka bertanggung jawablah, bukankah kemarin anda juga sudah menandatangani perjanjiannya, apakah anda lupa dengan konsekuensinya?"

"Mr Ken tolonglah, aku ini cuma serbukan debu di pinggir jalan. Biarkan aku hidup bebas dengan tenang. Aku juga tidak sengaja memakai cincinya. Kasihanilah aku"

"Anda cukup menjadi tunangannya selama dia amnesia, silahkan pergi dari sini saya mau istirahat"

"Kau.... keterlaluan... dasar Mr Alien" batin Niana kesal langsung pergi begitu saja dan lupa tas besarnya tertinggal di kamar Mr Ken

Niana pun akhirnya pergi meninggalkan Mr Ken. Tetapi ketika sampai di lorong RS, Dirga sudah ada di depannya dengan kursi roda. Sorot matanya tajam ke arah Niana karena melihat Niana yang sepertinya habis dari ruang Mr Ken. Sepertinya Dirga sedang cemburu karena Niana sering menemui Mr Ken.

"Anda mau kemana?" tanya Niana setelah berjalan mendekati Dirga

"Bicaralah layaknya pasangan" titah Dirga

"Satu orang menyebalkan muncul lagi" batin Niana

"Kamu mau kemana? Apa yang sedang kamu lakukan di sini" tanya Niana

"Aku mau ke ruangan Ken. Ayo dorong kursi rodaku" pinta Dirga

"Baik, kamu mau apa menemui Mr Ken?"

"Aku mau bilang ke dia kalau aku akan menikah denganmu sebelum pulang dari RS, dia kan asisten pribadiku pasti bisa mengurus semua untuk ku"

"Apa... menikah??? Kamu becanda kan" ucap Niana syok harus berbuat apa ketika Dirga ingin menikah denganya

"Aku serius Niana. Aku ingin menikah sebelum aku keluar dari RS ini. Apa kata orang kalau kita belum menikah tetapi udah tinggal bersama?"

"Tetapi aku belum siap"

"Apa kamu ingin tinggal bersama denganku tanpa menikahimu. Baiklah kalau itu maumu"

"Bukan... tapi... " ucap Niana tertahan karena bingung

"Aku tidak mau dengar alasanmu apapun, kita sudah bertunangan, bukankah tujuannya juga untuk menikah"

"Bagaimana ini, aku harus berbuat apa agar isi kepala Dirga kembali ke posisi semula. Benar-benar membuat kepalaku mau pecah" batin Niana geram

"Kenapa bengong, ayo dorong kursi rodanya" titah Dirga

Niana pun membawa Dirga masuk ke ruang Mr Ken. Dan memikirkan cara agar Dirga membatalkan rencananya menikah. Keputusan hidup dan matinya saat ini ada di Mr Ken. Dia berharap Mr Ken tidak menyetujui Dirga dan bisa membujuknya agar membatalkan rencana untuk menikahinya.

"Tuan Muda, kenapa anda ke sini. Apakah tuan sudah sehat" tanya Mr Ken

"Aku bosan jadi aku keluar jalan-jalan, kamu Ken kan.. Aku mau kau urus pernikahannku dengan Niana sebelum aku pulang dari RS?"

"Kenapa anda selalu gegabah dalam urusan cinta tuan, sungguh menyusahkan" batin Mr Ken

Mr Ken melirik ke arah Niana yang posisinya dibelakang Dirga. Tangan Niana terlihat memohon kepada Mr Ken seakan meminta padanya untuk menolak rencana Dirga. Pikiran Mr Ken mulai merancang sebuah rencana agar semua berjalan sempurna.

"Ku mohon Mr Ken tolaklah ide gila Tuan Muda anda" batin Niana

"Kenapa buru-buru menikah, sebaiknya kamu fokus memulihkan kesehatanmu dulu" ucap Niana

"Baiklah Tuan Muda, saya akan membicarakan rencana pernikahan anda di RS pada Nyonya Sofi" ucap Mr Ken

"Apa...? hei Mr Alien. Apa kamu juga sudah gila" batin Niana geram sekali karena Mr Ken malah setuju tanpa menolak sedikit pun

Dirga hanya mengangguk-anggukan kepala, lalu matanya melihat lihat ke sekitar ruangan Mr Ken. Arah matanya terhenti pada sebuah kotak makanan yang lucu berwarna ungu di atas meja. Dirga pun penasaran dan mendekati meja itu.

"Apa itu yang ada di atas di mejamu"

"Aduh... Kenapa Dirga kepo sih sama milik orang lain, gimana kalau ketahuan itu pudding dari ku. Masalah satu belum selesai dia sudah mau membuat masalah lagi" batin Niana

"Saya tidak tahu tuan, Nona Niana meninggalkannya di sini" kata Mr Ken

"Apa... Hei Mr Ken, apa yang mau coba kau katakan. Awas saja kalau kau mau membuat Dirga marah pada ku" batin Niana mengigit bibirnya menatap kuatir dengan apa yang akan dikatakan Mr Ken pada Dirga

"Tuan Muda, sebenarnya itu pudding milik anda, Nona Niana sepertinya membuatkan khusus untuk anda, tetapi tertinggal di sini waktu nona mengunjungi saya untuk mengambil ponsel tuan, bahkan tas besarnya juga lupa di bawa" kata Mr Ken

"Syukurlah, jantungku udah mau copot kalau Dirga sampe tau aku membuatkan pudding untuk Mr Ken, pasti dia marah-marah dan cerewet sekali" batin Niana

"Niana lain kali jangan sembarangan menaruh milikku di tempat lain. Cepat ambil tasmu" titah Dirga

"Nona berhati-hatilah dalam bertindak, kali ini saya menolongmu. Jika Tuan Muda marah benar-benar akan menyusahkan hanya karena sebuah pudding" kata Mr Ken sambil menatap Niana

"Niana terima kasih, ayo kembali aku mau memakan puddingnya di kamarku saja"

"Ken aku pergi dulu, maaf aku tidak bisa membaginya karena ini buatan Niana untukku"

"Silahkan tuan"

"Hemm walaupun amnesia begitulah tuan muda kalau sudah menyukai seseorang, selalu posesif, bahkan cuma pudding yang rasanya masih abstrak takut diminta orang lain" batin Mr Ken sambil tersenyum

Sampai di ruangnya, Dirga langsung naik ke atas bednya dibantu Niana yang sedang menaruh infusnya.

"Niana terima kasih puddingnya"

Niana hanya menyunggingkan senyuman yang dipaksakan

"Segitunyakah harus memandangi sebuah pudding padahal itu sama kaya pudding-puding biasa, cuma bentuknya memang lucu" batin Niana heran sambil menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal

"Puddingnya menggemaskan seperti kamu" kata Dirga sambil mengelus pipi Niana yang duduk di kursi samping bednya

"Apakah kamu suka, pelan-pelan saja makanya aku tidak akan meminta juga"

Dirga tidak menjawab, hanya fokus pada pudding yang ada di depan matanya dan terus menikmati pudding itu sendirian.

"Selamat pagi Dirga" sapa Nyonya Sofi yang tiba-tiba datang bersama Renata

"Pagi ma, oh iya ma. Besok aku mau menikah dengan Niana sebelum pulang dari RS"

"Iya Ken sudah memberi tahu mama" ucap Nyonya Sofi

"Kenapa Nyonya Sofi sepertinya juga setuju, apakah mereka semua sudah gila. Bukannya Dirga sudah punya tunangan dan aku hanya tunangan palsunya" batin Niana

"Kak Dirga, makan apa sih? sepertinya enak banget" tanya Renata penasaran dan tangannya merebut sendok di tangan Dirga

"Tidak boleh, ini punya ku" Dirga menarik kotak makanannya menghindari Renata yang mau menyendok puddingnya

"Niana kemarilah saya ingin bicara denganmu" ucap Nyonya Sofi.

Mereka berdua keluar ruangan meninggalkan Dirga dan Renata yang asyik berebut pudding.

"Niana besok lusa Dirga sudah boleh pulang, tolong kemasi baju-bajumu ke rumah kami setelah acara pernikahan. Mulai lusa kamu tinggal di Rumah Besar Sanjaya" ucap Nyonya Sofi

"Maaf nyonya, saya tidak bisa tinggal di rumah Sanjaya. Apalagi menikah dengan Pak Dirga"

"Kalau kamu tidak mau, Dirga sendiri yang akan memintamu tinggal. Kalau kamu menolak, seisi rumah tidak akan tenang dengan kemarahannya, kamu tahu sendiri kan waktu Dirga marah lalu mengambil kemudi mobil dengan kecepatan tinggi dan akhirnya kecelakaan, bahkan Ken pun ikut jadi korban" tegas Nyonya Sofi

"Tetapi Pak Dirga sudah punya tuanangan nyonya, saya tidak mau merusak hubungan orang lain"

"Tenang saja pernikahan kalian besok semua hanya sandirwara. Tidak ada yang asli. Dan kamu tidak perlu khawatir pada tunangannya Dirga karena dia sedang di Jerman"

"Kalau begitu biar Pak Dirga yang tinggal di rumah saya saja nyonya? Saya janji akan mengurusnya dengan baik. Dan Saya mohon jangan fasilitasi Dirga dengan barang apapun termasuk uang dan ATM. Saya tidak mau Pak Dirga membuang-buang uang untuk memenuhi rumah saya dengan barang-barang mewah. Kalau masalah pekerjaanya di Sanjaya Grub saya serahkan ke Pak Dirga dan nyonya" kata Niana

"Tetapi Dirga tidak pernah hidup sederhana,dia tidak akan bisa tinggal di rumah kecil, dan bagaimana mungkin Dirga bisa hidup tanpa uang dan ATMnya" ucap Nyonya Sofi

"Maka Saya akan mengajarinya nyonya supaya dia terbiasa hidup sederhana, dia tidak akan kekurangan makan dan saya pastikan dia bisa tidur dengan nyaman" balas Niana sambil tersenyum

"Gadis ini apakah bisa dipercaya menjaga Dirga dengan baik, apakah Dirga tidak menderita tanpa uang atau ATM, bagaimana kamar Dirga disana bisakah dia tidur dengan nyaman. Tetapi kalau Dirga pulang ke rumah, gadis ini tidak mau ikut, aku tidak bisa membayangkan kekacuan yang akan terjadi di rumah. Kalau begitu biarkan saja yang penting Dirga tidak berulah di rumah Sanjaya" batin Nyonya Sofi

"Baiklah kalau itu maumu, tetapi ingatlah Dirga memiliki tunangan asli. Dan Dirga tidak tahu pernikahannya besok adalah sandiwara saja. Jadi pernikahan kalian tidak sah" tegas Nyonya Sofi

"Selalu ingat Nyonya, saya sadar diri, Pak Dirga pun juga tidak mungkin mengambil serpihan krikil di pinggir jalan seperti saya" ucap Niana

"Baiklah, karena kamu tidak mau tinggal di rumah Sanjaya, saya akan memastikan sendiri Dirga menyukai rumahmu" batin Nyonya Sofi

"Satu lagi, mulai sekarang panggil saya mama biar Dirga tidak curiga"

"Baik mama" ucap Niana dengan senyum yang dipaksakan

"Kalau begitu silahkan kembali menjaga anak Saya" kata Nyonya Sofi

Niana pun masuk ke ruang Dirga lagi. Dia duduk di sofa memikirkan sesuatu sambil melihat kakak beradik yang masih berebut pudding. Niana tidak mempedulikan mereka, pikirannya lelah, seolah masalah datang bertubi-tubi tidak membiarkannya bernafas sejenak.

"Apakah Dirga mau tinggal di gubuk rakyat jelata seperti ku, masa bodoh biarlah sekalian saja aku kerjai karena telah membuat kepalaku mau pecah" batin Niana

Sementara Nyonya Sofi yang masih berada diluar sedang menghubungi seseorang.

"Ken ganti rencana 2, siapkan semuanya hari ini juga, pastikan semua sesuai seleranya, lengkapi juga dengan beberapa interior yang sempurna supaya meyakinkan.

Terpopuler

Comments

Produksi Handle Kayu

Produksi Handle Kayu

adik dan kk yang akur, si dirga posesif bgt dg pudingnya

2023-09-15

0

Produksi Handle Kayu

Produksi Handle Kayu

kali ini kamu selamat Niana

2023-09-15

0

kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ

kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ

gimana klo Dirga meminta haknya sebagai seorang suami karena dia kan tidak tau klo pernikahannya hanya sandiwara belaka 🤭

2023-09-08

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2 Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3 Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4 Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5 Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6 Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7 Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8 Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9 Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10 Episode 10 Berjualan pudding di taman
11 Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12 Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13 Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14 Episode 14 Dirga menghilang
15 Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16 Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17 Episode 17 Nostalgia waktu SD
18 Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19 Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20 Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21 Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22 Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23 Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24 Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25 Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26 Episode 26 Sudah ingat semuanya
27 Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28 Episode 28 Alergi kepiting
29 Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30 Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31 Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32 Episode 32 Menghindar dari Dirga
33 Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34 Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35 Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36 Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37 Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38 Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39 Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40 Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41 Episode 41 Tak tahan lagi
42 Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43 Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44 Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45 Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46 Episode 46 Mencari info tentang Tania
47 Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48 Episode 48 Dirga sakit
49 Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50 Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51 Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52 Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53 Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54 Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55 Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56 Episode 56 Bertengkar
57 Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58 Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59 Episode 59 Dua insan telah bersatu
60 Episode 60 Melakukannya lagi
61 Episode 61 Kesedihan Dirga
62 Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63 Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64 Episode 64 Insiden tengah malam
65 Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66 Episode 66 Gara-gara baju seksi
67 Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68 Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69 Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70 Episode 70 Disuruh segera pulang
71 Episode 71 Membuat menunggu lagi
72 Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73 Episode 73 Ceroboh
74 Episode 74 Pinokio
75 Episode 75 Sudah puas
76 Episode 76 Mengerjai Niana
77 Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78 Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79 Episode 79 Duka Mendalam
80 Episode 80 Menaruh Dendam
81 Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82 Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83 Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84 Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85 Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86 Episode 86 Tarian Centil
87 Episode 87 Asal Bicara
88 Episode 88 Salah Sangka
89 Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90 Episode 90 Harapan Yang Kandas
91 Episode 91 Suara Yang Familier
92 Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93 Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94 Episode 94 Diskusi Rahasia
95 Episode 95 Benar-benar Hamil
96 Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97 Episode 97 Buku Diary Aska
98 Episode 98 Salah Sangka
99 Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100 Episode 100 Aska Cemburu
101 Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102 Episode 102 Ciuman Dadakan
103 Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104 Episode 104 Teror Di Toko
105 Episode 105 Saling Tuduh
106 Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107 Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108 Episode 108 Cemburu
109 Episode 109 Saling Cemburu
110 Episode 110 Pengawal Gadungan
111 Episode 111 Tidak Ada Kabar
112 Episode 112 Kabar Duka Lara
113 Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114 Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115 Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116 Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117 Episode 117 Tak Disangka-sangka
118 Episode 118 Salah Kamar
119 Episode 119 Merasa Aneh
120 Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121 Episode 121 Bertengkar Lagi
122 Episode 122 Cemburu
123 Episode 123 Keceplosan
124 Episode 124 Rindu
125 Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126 Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127 Episode 127 Penyesalan
128 Episode 128 Salah Paham Selesai
129 Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130 Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131 Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132 Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133 Episode 133 Panik Dan Khawatir
134 Episode 134 Gelang Dirga
135 Episode 135 Alergi Lagi
136 Episode 136 Akhirnya Tahu
137 Episode 137 Melepas Rindu
138 Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139 Episode 139 Diculik
140 Episode 140 Pengakuan
141 Episode 141 Disekap
142 Episode 142 Petunjuk
143 Episode 143 Pencarian
144 Episode 144 Kebahagiaan Datang
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2
Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3
Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4
Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5
Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6
Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7
Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8
Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9
Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10
Episode 10 Berjualan pudding di taman
11
Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12
Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13
Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14
Episode 14 Dirga menghilang
15
Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16
Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17
Episode 17 Nostalgia waktu SD
18
Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19
Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20
Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21
Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22
Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23
Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24
Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25
Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26
Episode 26 Sudah ingat semuanya
27
Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28
Episode 28 Alergi kepiting
29
Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30
Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31
Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32
Episode 32 Menghindar dari Dirga
33
Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34
Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35
Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36
Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37
Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38
Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39
Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40
Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41
Episode 41 Tak tahan lagi
42
Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43
Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44
Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45
Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46
Episode 46 Mencari info tentang Tania
47
Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48
Episode 48 Dirga sakit
49
Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50
Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51
Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52
Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53
Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54
Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55
Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56
Episode 56 Bertengkar
57
Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58
Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59
Episode 59 Dua insan telah bersatu
60
Episode 60 Melakukannya lagi
61
Episode 61 Kesedihan Dirga
62
Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63
Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64
Episode 64 Insiden tengah malam
65
Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66
Episode 66 Gara-gara baju seksi
67
Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68
Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69
Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70
Episode 70 Disuruh segera pulang
71
Episode 71 Membuat menunggu lagi
72
Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73
Episode 73 Ceroboh
74
Episode 74 Pinokio
75
Episode 75 Sudah puas
76
Episode 76 Mengerjai Niana
77
Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78
Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79
Episode 79 Duka Mendalam
80
Episode 80 Menaruh Dendam
81
Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82
Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83
Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84
Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85
Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86
Episode 86 Tarian Centil
87
Episode 87 Asal Bicara
88
Episode 88 Salah Sangka
89
Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90
Episode 90 Harapan Yang Kandas
91
Episode 91 Suara Yang Familier
92
Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93
Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94
Episode 94 Diskusi Rahasia
95
Episode 95 Benar-benar Hamil
96
Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97
Episode 97 Buku Diary Aska
98
Episode 98 Salah Sangka
99
Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100
Episode 100 Aska Cemburu
101
Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102
Episode 102 Ciuman Dadakan
103
Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104
Episode 104 Teror Di Toko
105
Episode 105 Saling Tuduh
106
Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107
Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108
Episode 108 Cemburu
109
Episode 109 Saling Cemburu
110
Episode 110 Pengawal Gadungan
111
Episode 111 Tidak Ada Kabar
112
Episode 112 Kabar Duka Lara
113
Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114
Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115
Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116
Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117
Episode 117 Tak Disangka-sangka
118
Episode 118 Salah Kamar
119
Episode 119 Merasa Aneh
120
Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121
Episode 121 Bertengkar Lagi
122
Episode 122 Cemburu
123
Episode 123 Keceplosan
124
Episode 124 Rindu
125
Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126
Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127
Episode 127 Penyesalan
128
Episode 128 Salah Paham Selesai
129
Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130
Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131
Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132
Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133
Episode 133 Panik Dan Khawatir
134
Episode 134 Gelang Dirga
135
Episode 135 Alergi Lagi
136
Episode 136 Akhirnya Tahu
137
Episode 137 Melepas Rindu
138
Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139
Episode 139 Diculik
140
Episode 140 Pengakuan
141
Episode 141 Disekap
142
Episode 142 Petunjuk
143
Episode 143 Pencarian
144
Episode 144 Kebahagiaan Datang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!