Pukul 5 sore Niana mulai menuju ke RS dengan membawa tas besar untuk kebutuhannya saat tinggal di RS. Niana juga sempat memasak puding spesial untuk merayu Mr Ken agar mau membantunya. Sebelum ke ruangan Dirga, dia menuju ke ruang Mr Ken penuh harap agar Mr Ken mau membantunya.
"Sore... Mr Ken?" sapa Niana mencoba akrab
"Hemmm"
"Ada apa menyuruhku ke sini? Apa kamu mau berubah pikiran ingin membantuku?" ucap Niana tersenyum lebar sambil mengangkat kedua alisnya berulang-ulang
"Nona ini ponsel Tuan Muda Dirga tolong berikan padanya, sandinya 2002 angka kelahiranmu dan angka kelahirannya, tolong diingat" kata Mr Ken pada Niana
"Oke" jawab Niana singkat seolab tidak tertarik dengan ucapan Mr Ken
"Jadi Mr Alien cuma mau nyerahin ponsel Dirga saja" batin Niana
"Apakah ada yang ingin nona tanyakan lagi?"
"Emm Mr Ken bagaimana keadaanmu, sepertinya saya tidak melihat keluargamu yang menengok dari kemarin"
"Hemm"
"Kenapa dia cuma hemm saja sih, sudah capek basa basi cuma hem hem saja dari tadi" batin Niana
"Mr Ken, ini pudding untuk mu. Aku yang membuat sendiri lho" kata Niana sambil menyerahkan pudding buatanya pada Mr Ken
"Apakah anda membuatkan untuk Tuan Muda juga?" jawab Mr Ken dengan sorotan mata tajam
"Dia tidak suka pudding tadi aku sudah memberikannya tapi dia gak mau"
"Bener-bener bodoh, mau menipuku" batin Mr Ken
"Terima kasih nona, silahkan kembali ke ruangan Tuan Muda"
"Kaku banget sih ni orang, kalau begitu aku to the point saja, basa basi pun juga tidak berguna" batin Niana
"Mr Ken sebenarnya aku mau minta tolong, tolong bicaralah pada Tuan Dirga yang sebenarnya kalau aku bukan tunanganya"
"Maaf tidak bisa Nona"
"Kenapa memangnya, kan kamu cukup bilang kalau aku bukan tunanganya, lalu masalah selesai. Memangnya dimana tunangannya? Bukankah Tuan Dirga akan lebih marah kalau tahu bahwa aku bukan tunangannya. Harusnya Tuan Dirga lebih membutuhkan tunangan aslinya kan daripada tunangan palsu. Apalagi kamu juga ikut membohonginya" ancam Niana
"Jaga bicara anda nona, ingat anda sendiri yang memakai cicin tunangan milik Tuan Muda. Maka bertanggung jawablah, bukankah kemarin anda juga sudah menandatangani perjanjiannya, apakah anda lupa dengan konsekuensinya?"
"Mr Ken tolonglah, aku ini cuma serbukan debu di pinggir jalan. Biarkan aku hidup bebas dengan tenang. Aku juga tidak sengaja memakai cincinya. Kasihanilah aku"
"Anda cukup menjadi tunangannya selama dia amnesia, silahkan pergi dari sini saya mau istirahat"
"Kau.... keterlaluan... dasar Mr Alien" batin Niana kesal langsung pergi begitu saja dan lupa tas besarnya tertinggal di kamar Mr Ken
Niana pun akhirnya pergi meninggalkan Mr Ken. Tetapi ketika sampai di lorong RS, Dirga sudah ada di depannya dengan kursi roda. Sorot matanya tajam ke arah Niana karena melihat Niana yang sepertinya habis dari ruang Mr Ken. Sepertinya Dirga sedang cemburu karena Niana sering menemui Mr Ken.
"Anda mau kemana?" tanya Niana setelah berjalan mendekati Dirga
"Bicaralah layaknya pasangan" titah Dirga
"Satu orang menyebalkan muncul lagi" batin Niana
"Kamu mau kemana? Apa yang sedang kamu lakukan di sini" tanya Niana
"Aku mau ke ruangan Ken. Ayo dorong kursi rodaku" pinta Dirga
"Baik, kamu mau apa menemui Mr Ken?"
"Aku mau bilang ke dia kalau aku akan menikah denganmu sebelum pulang dari RS, dia kan asisten pribadiku pasti bisa mengurus semua untuk ku"
"Apa... menikah??? Kamu becanda kan" ucap Niana syok harus berbuat apa ketika Dirga ingin menikah denganya
"Aku serius Niana. Aku ingin menikah sebelum aku keluar dari RS ini. Apa kata orang kalau kita belum menikah tetapi udah tinggal bersama?"
"Tetapi aku belum siap"
"Apa kamu ingin tinggal bersama denganku tanpa menikahimu. Baiklah kalau itu maumu"
"Bukan... tapi... " ucap Niana tertahan karena bingung
"Aku tidak mau dengar alasanmu apapun, kita sudah bertunangan, bukankah tujuannya juga untuk menikah"
"Bagaimana ini, aku harus berbuat apa agar isi kepala Dirga kembali ke posisi semula. Benar-benar membuat kepalaku mau pecah" batin Niana geram
"Kenapa bengong, ayo dorong kursi rodanya" titah Dirga
Niana pun membawa Dirga masuk ke ruang Mr Ken. Dan memikirkan cara agar Dirga membatalkan rencananya menikah. Keputusan hidup dan matinya saat ini ada di Mr Ken. Dia berharap Mr Ken tidak menyetujui Dirga dan bisa membujuknya agar membatalkan rencana untuk menikahinya.
"Tuan Muda, kenapa anda ke sini. Apakah tuan sudah sehat" tanya Mr Ken
"Aku bosan jadi aku keluar jalan-jalan, kamu Ken kan.. Aku mau kau urus pernikahannku dengan Niana sebelum aku pulang dari RS?"
"Kenapa anda selalu gegabah dalam urusan cinta tuan, sungguh menyusahkan" batin Mr Ken
Mr Ken melirik ke arah Niana yang posisinya dibelakang Dirga. Tangan Niana terlihat memohon kepada Mr Ken seakan meminta padanya untuk menolak rencana Dirga. Pikiran Mr Ken mulai merancang sebuah rencana agar semua berjalan sempurna.
"Ku mohon Mr Ken tolaklah ide gila Tuan Muda anda" batin Niana
"Kenapa buru-buru menikah, sebaiknya kamu fokus memulihkan kesehatanmu dulu" ucap Niana
"Baiklah Tuan Muda, saya akan membicarakan rencana pernikahan anda di RS pada Nyonya Sofi" ucap Mr Ken
"Apa...? hei Mr Alien. Apa kamu juga sudah gila" batin Niana geram sekali karena Mr Ken malah setuju tanpa menolak sedikit pun
Dirga hanya mengangguk-anggukan kepala, lalu matanya melihat lihat ke sekitar ruangan Mr Ken. Arah matanya terhenti pada sebuah kotak makanan yang lucu berwarna ungu di atas meja. Dirga pun penasaran dan mendekati meja itu.
"Apa itu yang ada di atas di mejamu"
"Aduh... Kenapa Dirga kepo sih sama milik orang lain, gimana kalau ketahuan itu pudding dari ku. Masalah satu belum selesai dia sudah mau membuat masalah lagi" batin Niana
"Saya tidak tahu tuan, Nona Niana meninggalkannya di sini" kata Mr Ken
"Apa... Hei Mr Ken, apa yang mau coba kau katakan. Awas saja kalau kau mau membuat Dirga marah pada ku" batin Niana mengigit bibirnya menatap kuatir dengan apa yang akan dikatakan Mr Ken pada Dirga
"Tuan Muda, sebenarnya itu pudding milik anda, Nona Niana sepertinya membuatkan khusus untuk anda, tetapi tertinggal di sini waktu nona mengunjungi saya untuk mengambil ponsel tuan, bahkan tas besarnya juga lupa di bawa" kata Mr Ken
"Syukurlah, jantungku udah mau copot kalau Dirga sampe tau aku membuatkan pudding untuk Mr Ken, pasti dia marah-marah dan cerewet sekali" batin Niana
"Niana lain kali jangan sembarangan menaruh milikku di tempat lain. Cepat ambil tasmu" titah Dirga
"Nona berhati-hatilah dalam bertindak, kali ini saya menolongmu. Jika Tuan Muda marah benar-benar akan menyusahkan hanya karena sebuah pudding" kata Mr Ken sambil menatap Niana
"Niana terima kasih, ayo kembali aku mau memakan puddingnya di kamarku saja"
"Ken aku pergi dulu, maaf aku tidak bisa membaginya karena ini buatan Niana untukku"
"Silahkan tuan"
"Hemm walaupun amnesia begitulah tuan muda kalau sudah menyukai seseorang, selalu posesif, bahkan cuma pudding yang rasanya masih abstrak takut diminta orang lain" batin Mr Ken sambil tersenyum
Sampai di ruangnya, Dirga langsung naik ke atas bednya dibantu Niana yang sedang menaruh infusnya.
"Niana terima kasih puddingnya"
Niana hanya menyunggingkan senyuman yang dipaksakan
"Segitunyakah harus memandangi sebuah pudding padahal itu sama kaya pudding-puding biasa, cuma bentuknya memang lucu" batin Niana heran sambil menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal
"Puddingnya menggemaskan seperti kamu" kata Dirga sambil mengelus pipi Niana yang duduk di kursi samping bednya
"Apakah kamu suka, pelan-pelan saja makanya aku tidak akan meminta juga"
Dirga tidak menjawab, hanya fokus pada pudding yang ada di depan matanya dan terus menikmati pudding itu sendirian.
"Selamat pagi Dirga" sapa Nyonya Sofi yang tiba-tiba datang bersama Renata
"Pagi ma, oh iya ma. Besok aku mau menikah dengan Niana sebelum pulang dari RS"
"Iya Ken sudah memberi tahu mama" ucap Nyonya Sofi
"Kenapa Nyonya Sofi sepertinya juga setuju, apakah mereka semua sudah gila. Bukannya Dirga sudah punya tunangan dan aku hanya tunangan palsunya" batin Niana
"Kak Dirga, makan apa sih? sepertinya enak banget" tanya Renata penasaran dan tangannya merebut sendok di tangan Dirga
"Tidak boleh, ini punya ku" Dirga menarik kotak makanannya menghindari Renata yang mau menyendok puddingnya
"Niana kemarilah saya ingin bicara denganmu" ucap Nyonya Sofi.
Mereka berdua keluar ruangan meninggalkan Dirga dan Renata yang asyik berebut pudding.
"Niana besok lusa Dirga sudah boleh pulang, tolong kemasi baju-bajumu ke rumah kami setelah acara pernikahan. Mulai lusa kamu tinggal di Rumah Besar Sanjaya" ucap Nyonya Sofi
"Maaf nyonya, saya tidak bisa tinggal di rumah Sanjaya. Apalagi menikah dengan Pak Dirga"
"Kalau kamu tidak mau, Dirga sendiri yang akan memintamu tinggal. Kalau kamu menolak, seisi rumah tidak akan tenang dengan kemarahannya, kamu tahu sendiri kan waktu Dirga marah lalu mengambil kemudi mobil dengan kecepatan tinggi dan akhirnya kecelakaan, bahkan Ken pun ikut jadi korban" tegas Nyonya Sofi
"Tetapi Pak Dirga sudah punya tuanangan nyonya, saya tidak mau merusak hubungan orang lain"
"Tenang saja pernikahan kalian besok semua hanya sandirwara. Tidak ada yang asli. Dan kamu tidak perlu khawatir pada tunangannya Dirga karena dia sedang di Jerman"
"Kalau begitu biar Pak Dirga yang tinggal di rumah saya saja nyonya? Saya janji akan mengurusnya dengan baik. Dan Saya mohon jangan fasilitasi Dirga dengan barang apapun termasuk uang dan ATM. Saya tidak mau Pak Dirga membuang-buang uang untuk memenuhi rumah saya dengan barang-barang mewah. Kalau masalah pekerjaanya di Sanjaya Grub saya serahkan ke Pak Dirga dan nyonya" kata Niana
"Tetapi Dirga tidak pernah hidup sederhana,dia tidak akan bisa tinggal di rumah kecil, dan bagaimana mungkin Dirga bisa hidup tanpa uang dan ATMnya" ucap Nyonya Sofi
"Maka Saya akan mengajarinya nyonya supaya dia terbiasa hidup sederhana, dia tidak akan kekurangan makan dan saya pastikan dia bisa tidur dengan nyaman" balas Niana sambil tersenyum
"Gadis ini apakah bisa dipercaya menjaga Dirga dengan baik, apakah Dirga tidak menderita tanpa uang atau ATM, bagaimana kamar Dirga disana bisakah dia tidur dengan nyaman. Tetapi kalau Dirga pulang ke rumah, gadis ini tidak mau ikut, aku tidak bisa membayangkan kekacuan yang akan terjadi di rumah. Kalau begitu biarkan saja yang penting Dirga tidak berulah di rumah Sanjaya" batin Nyonya Sofi
"Baiklah kalau itu maumu, tetapi ingatlah Dirga memiliki tunangan asli. Dan Dirga tidak tahu pernikahannya besok adalah sandiwara saja. Jadi pernikahan kalian tidak sah" tegas Nyonya Sofi
"Selalu ingat Nyonya, saya sadar diri, Pak Dirga pun juga tidak mungkin mengambil serpihan krikil di pinggir jalan seperti saya" ucap Niana
"Baiklah, karena kamu tidak mau tinggal di rumah Sanjaya, saya akan memastikan sendiri Dirga menyukai rumahmu" batin Nyonya Sofi
"Satu lagi, mulai sekarang panggil saya mama biar Dirga tidak curiga"
"Baik mama" ucap Niana dengan senyum yang dipaksakan
"Kalau begitu silahkan kembali menjaga anak Saya" kata Nyonya Sofi
Niana pun masuk ke ruang Dirga lagi. Dia duduk di sofa memikirkan sesuatu sambil melihat kakak beradik yang masih berebut pudding. Niana tidak mempedulikan mereka, pikirannya lelah, seolah masalah datang bertubi-tubi tidak membiarkannya bernafas sejenak.
"Apakah Dirga mau tinggal di gubuk rakyat jelata seperti ku, masa bodoh biarlah sekalian saja aku kerjai karena telah membuat kepalaku mau pecah" batin Niana
Sementara Nyonya Sofi yang masih berada diluar sedang menghubungi seseorang.
"Ken ganti rencana 2, siapkan semuanya hari ini juga, pastikan semua sesuai seleranya, lengkapi juga dengan beberapa interior yang sempurna supaya meyakinkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
Produksi Handle Kayu
adik dan kk yang akur, si dirga posesif bgt dg pudingnya
2023-09-15
0
Produksi Handle Kayu
kali ini kamu selamat Niana
2023-09-15
0
kɑyʆɑ ɳɑtɦɑɳiɑ ɦuwɑiɗɑ
gimana klo Dirga meminta haknya sebagai seorang suami karena dia kan tidak tau klo pernikahannya hanya sandiwara belaka 🤭
2023-09-08
0