Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana

Niana pun menoleh ke arah Jesika dan membuka matanya. Lalu Dirga membawa sebuah buket bunga mawar dan berlutut dengan satu kakinya di depan Niana. Setiap arah mata memandangi mereka tanpa berkedip.

"Apa yang mau kau lakukan Tuan Tengil, apakah otakmu konslet lagi, tadi sikap mu seperti srigala yang mau memakan mangsanya, kenapa sekarang bersikap seperti pangeran yang ingin melamar pujaan hatinya" batin Niana

"Niana maafkan semua sikapku yang dulu sering menyakitimu. Maafkan aku yang pergi tanpa kabar. Aku janji akan memaafkan apapun kesalahanmu atau kebohongan mu, jangan pura-pura tak mengenaliku karena itu sangat menyakitkan. Mari kita mulai dari awal" ucap Dirga memohon

"Apa yang Dirga lakukan?" Jesika syok mendengar apa yang barusan diucapkan Dirga

"Jes, kita tidak salah denger kan" ucap Sindy

Semua orang yang ada di ruangan itu pun terkejut, termasuk Niana yang berdiri mematung bingung harus bahagia atau sedih. Sebenarnya terbesit rindu yang tertahan di hatinya, tapi bibir tak mampu berkata. Ingin sekali memeluk raganya tetapi dia bukan miliknya.

"Niana jawablah" ucap Dirga yang masih berlutut menunggu jawaban Niana

"Maaf semuanya saya sudah membuat acara jadi tidak nyaman, terima kasih untuk teman-teman semua" ucap Niana yang langsung berlari meninggalkan Dirga dengan air mata yang terus membasahi pipinya. Dia ingin sekali menyentuh Dirga dan memeluknya tetapi dia menyadari Dirga sudah milik orang lain.

"Niana tunggu" Dirga berteriak dan mengejarnya

"Om mondi cepat buka pintunya" ucap Niana yang segera bergegas masuk mobil setelah berlari dan sampai di depan lobi hotel

"Nona kenapa pulang-pulang menangis dan kenapa sembunyi, siapa yang mengejar Nona?" tanya Boni

"Sssttt... om Boni jangan berisik!" bisik Niana sambil melihat kearah luar.

Terlihat Dirga berhenti di belakang mobilnya. Lalu Dirga berlari ke jalan raya yang ada di depan hotel. Ketika mobil Niana berjalan sampai di pintu keluar hotel dan mau menyebrang, Niana melihat ada sebuah truk besar melaju dengan cepat sepertinya mengalami rem blong menuju ke arah Dirga. Karena pikiran Dirga yang sedang kacau mencari Niana, Dirga tidak fokus dengan situasi jalan. Niana pun langsung ke luar dari mobil dan menghampiri Dirga dengan cepat.

"Dirga... awas...!!!" teriak Niana sambil mendorong Dirga ke arah yang aman

Dirga pun terhindar dari tabrakan truk besar itu tetapi dia terjatuh dan kepalanya membentur trotoar pinggir jalan dengan sangat keras. Darah mengalir di pelipis kepalanya.

Nianapun juga jatuh terserempet truk yang hampir melindasnya. Mereka berdua saling berusaha meraih tangan. Dirga sempat memegang jari manis Niana yang melingkar cincin tunangannya. Dan cincin itupun terlepas dari jari Niana yang sudah tak sadarkan diri karena ditarik oleh Dirga yang masih setengah sadar. Beberapa detik kemudian Dirga juga tak sadarkan diri.

"Maafkan kita pak bos" ucap Boni

"Putriku baru saja pulang tapi sekarang 2 hari dia tidak sadar, kalian akan bertanggung jawab dengan apa?" ucap Pak Hadi begitu sedih lalu menangis karena tak bisa menahan air matanya lagi

Sayup-sayup terdengar seorang laki-laki sedang marah-marah diluar ruangan. Suara serak itu sepertinya sedang menghadapi kesedihan. Kedua netra Niana menatap langit-langit yang terlihat begitu asing dengan sorot lampu yang terang sekali. Keadaan di luar jendela kaca sudah gelap dan terlihat gedung-gedung tinggi terlihat bersinar lampu-lampunya. Di rabanya perban di kepalanya yang terasa pusing. Entah apa yang telah terjadi, Niana mencoba membuka matanya perlahan, terlihat jam dinding menunjukan pukul delapan malam. Dia mencoba mengingat-ingat kembali kejadian sebelum berada di ruangan itu. Teringat sepintas ketika tangannya meraih tangan Dirga yang telah diulurkan pada nya lalu semua menjadi gelap yang semakin pekat.

"Niana kamu, sudah sadar? Bagaimana keadaanmu? ucap Aska yang duduk di sampingnya

"Dimana dia kak?"

"Kamu tidak perlu memikirkannya karena dia sudah bersama keluarganya"

"Lalu bagaimana keadaanya"

"Niana kamu baru sadar, jangan banyak berpikir, aku ambilkan minum untukmu" ucap Aska

Niana hanya mengaggukan kepalanya

"Aku panggil dokter dulu, ayah ada di depan. Aku akan memberi tahunya kalau kau sudah sadar"

Niana mengkhawatirkan keadaan Dirga tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Badannya sendiri terasa lemas, untuk bangun saja tak mampu ia lakukan.

"Niana bagaimana keadaanmu, dimana yang sakit nak, Kamu mau makan apa? Ini ayah bawakan banyak makanan untukmu" ucap Pak Hadi sambil membantu Niana bangun dengan menaruh bantal di belakang punggungnya

"Niana tidak ingin makan apa-apa yah"

"Tapi kamu sudah 2 hari tidak sadar, ayo makanlah sedikit agar kamu tidak lemas"

"Apa 2 hari?? lalu bagaimana keadaan Dirga, dimana dia?" batin Niana kaget

"Ayah, dimana dia sekarang? Apakah dia baik-baik saja?"

"Putra Sanjaya Grub itu sudah pergi dari RS ini bersama keluarganya setelah sadar kemarin sore"

"Kenapa Dirga tidak menemuiku? Apakah ingatanya sudah kembali lalu meninggalkanku begitu saja tanpa kabar. Kenapa hatiku terasa perih. Bukankah harusnya aku bahagia dia sudah pergi dari hidupku" batin Niana yang mendongakan matanya ke atas membendung air matanya

dan tangannya berusaha mengelap air matanya tetapi butiran bening itu terus menetes di pipinya

"Niana lupakanlah laki-laki itu, ayah sudah tahu semuanya" ucap Pak Hadi sambil mengelus rambut Niana

"Niana mau istirahat yah" ucap Niana kembali merebahkan tubunya. Hatinya tak kuat menahan kesedihan, raganya pun seakan melemah mengiringi kepedihan hatinya.

Sejak kepergian Dirga tanpa kabar, Niana di kamar hanya berdiam dan termenung. Walau Aska sudah mengajaknya bicara tetapi Niana hanya merespon dengan anggukan kadang senyuman yang dipaksaka dan sedikit bicara.

"Niana kata dokter besok kamu sudah boleh pulang, mamah juga pulang besok pagi. Aku seneng kita bisa berkumpul lagi di rumah" ucap Aska sambil menyuapi Niana makan malam. Niana pun hanya tersenyum

"Kak aku sudah kenyang, aku mau tidur" ucap Niana

"Baiklah istirahatlah, semoga besok pagi kamu ceriamu kembali" ucap Aska

"Dirga brengksek kau sudah membuat Niana begitu sedih, aku tak akan membiarkanmu mendekati Niana lagi" batin Aska

Pagi yang cerah, matahari bersinar terang membagi kehangatannya. Akhirnya Niana pulang kembali ke rumahnya yang 13 tahun ditinggalkannya. Rumah yang sangat besar dan halaman yang luas tetapi terlihat sederhana dan telah memberinya kenyamanan itu sekarang tampak lebih bagus dan cantik dengan taman yang didominasi bunga mawar merah muda. Banyak para pelayan rumah yang sedang sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. Dulu hanya ada 2 pelayan di rumah itu karena Pak Hadi sekarang sudah menjadi Orang terkaya di Surabaya jadi pelayan rumah pun semakin banyak juga.

"Selamat datang kembali di rumah" ucap Aska bahkan para pelayan rumah pun sudah mempersiapkan penyambutan Niana

"Nian-Nian, ayah dan mama senang kamu pulang ke rumah" ucap Pak Hadi

"Mama juga bahagia bisa berkumpul denganmu lagi nak" ucap Mama Arini yang masih duduk di kursi rodanya

"Kak Nian, kamar kakak masih sama di lantai 2. Setiap hari mama menyuruh bi Asih membersihkannya, ayo aku antar ke atas" ucap Liana

"Biar aku bawakan kopermu" ucap Aska

"Terima kasih ayah, mama, Liana dan kak Aska"

"Yuk kak ke atas" ajak Liana menggandeng tangan Niana sambil berlari layaknya bocah

"Lian-Lian... hati-hati kak Niana baru saja sembuh, jangan mengajaknya lari-lari" teriak Pak Hadi

"Oke yah" teriak Liana yang tetap berlari

"Tarraaa......!!!" terika Aska dan Liana bersamaan

"Kamar kamu masih sama kaya dulu semua serba pink cuma ada beberapa furniture yang diganti" ucap Aska

"Apa kak Nian suka? Ayah dan mama yang mendekornya lho" ucap Liana

"Iya aku suka sekali" jawab Niana

Niana merasa seperti mendapatkan energi positif setelah menginjakan kakinya lagi di rumahnya. Niana pun semakin bersemangat bangun dari kesedihannya karena di rumahnya banyak keluarga yang menyayanginya. Sungguh tidak pernah terbayangkan dia kembali ke rumah itu. Tentu menjadi kebahagiaan baru untuknya setelah merasakan kesedihan.

Tetapi Niana tidak bisa selamanya tinggal di rumah itu karena di Jakarta dia juga memiliki rumah sendiri dan memiliki toko juga beberapa karyawan yang masih membutuhkan dirinya. Niana juga ingin mengembangkan usahanya lagi. Dia sudah terbiasa tidak bergantung pada siapapun selama 13 tahun. Jadi sulit baginya kalau hanya duduk manis seperti tuan putri walaupun dia memang tuan putri juga di rumah itu.

Seminggu sudah berlalu, sesuai permintaan Niana pada sang ayah bahwa dia hanya akan tinggal di rumah selama seminggu dan selanjutnya dia akan terbang lagi ke Jakarta. Dengan berat hati Pak Hadi menyetujuhi permintaan putrinya. Walau Pak Hadi tidak ingin mengekang hidup Niana tetapi diam-diam dia menyuruh Boni dan Mondi untuk selalu menjaga Niana ketika di Jakarta. Karena Pak Hadi tidak ingin putrinya disakiti orang lain lagi. Niana pun menuju Jakarta lagi bersama Aska. Kebetulan Aska juga harus segera kembali ke perusahannya yang sudah ditinggal beberpa hari sejak Niana kecelakaan.

Akhirnya Niana sampai di rumanya di temani Aska. Mereka masuk ke dalam rumah, Niana mendapati keadaan rumah sudah kembali seperti semula setelah di tinggal ke Surabaya. Foto-foto editan dengan Dirga yang terpasang di beberapa dinding rumahnya pun sudah tidak ada.

"Niana, duduklah kakak akan membawa kopermu ke kamarmu" ucap Aska. Niana hanya menganggukan kepalanya

Niana melangkah menuju kamar Dirga. Kamarnya tetap sama, bahkan kasurnya yang mahal pun masih ada, tetapi orangnya sudah pergi. Niana pun langsung menutup pintu kamar itu agar tidak teringat kembali dengan Dirga.

"Terima kasih kak" ucap Niana pada Aska yang turun dari tangga

"Sama-sama Niana"

"Kakak mau minum apa? Biar aku buatkan"

"Air putih saja. Oh iya Maaf kakak tidak bisa lama-lama menemanimu karena besok kakak ada rapat. Kamu gak apa-apa kan?

"Kakak tenang saja, bukankah dari kecil Niana sudah terbiasa sendiri" ucap Niana sambil menyerahkan segelas air

"Baiklah, kamu jaga diri baik-baik. Ingat kalau ada apa-apa bilang sama kakak!"

"Siap bos Aska"

"Sebenarnya kakak ingin berlama-lama dengan adik kakak yang comel. Kakak juga pengen ajak kamu jalan-jalan tapi saat ini kakak sibuk sekali"

"Lain kali juga tidak apa-apa kak, Niana juga harus mengecek toko, pasti banyak kerjaan yang terbengkalai"

"Syukurlah kalau kau banyak kesibukan, setidaknya kau tidak memikirkan si brengsek itu" batin Aska

"Baiklah kakak langsung pulang ya, kakak akan menelfonmu kalau sudah sampai apartement"

"Oke, hati-hati kak"

Rumah yang tadi agak ramai karena ada Aska seketika menjadi sunyi senyap tanpa suara. Niana mulai bersih-bersih rumah yang sudah seminggu lebih tidak ditempati.

Dia menyibukan diri agar tidak ada kesempatan di pikirannya tentang Dirga. Tetapi di rumahnya itu penuh kenangan bersama Dirga, bagaimana bisa dia melupakannya dengan mudah.

Tak terasa begitu cepat waktu berlalu hingga malam pun tiba. Niana mulai menghempaskan tubuhnya ke kasur dan ponsel pun berdering. Aska melakukan vidio call untuk menemaninya di saat malam yang begitu sunyi agar dia tidak terlarut dalam kenangan bersama Dirga. Entah apa saja yang dibicarakan, Aska hanya ingin mengisi malamnya Niana yang sepi sendiri setiap hari. Nianapun mulai mengantuk dan waktu menunjukan pukul setengah sembilan malam, panggilan vidio dengan Aska pun segera diakhiri.

Terpopuler

Comments

faridah ida

faridah ida

yaaa alamat sadar dari amnesia ini Dirga , kasihan Niana ini ....😔😔

2023-09-05

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2 Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3 Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4 Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5 Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6 Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7 Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8 Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9 Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10 Episode 10 Berjualan pudding di taman
11 Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12 Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13 Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14 Episode 14 Dirga menghilang
15 Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16 Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17 Episode 17 Nostalgia waktu SD
18 Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19 Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20 Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21 Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22 Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23 Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24 Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25 Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26 Episode 26 Sudah ingat semuanya
27 Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28 Episode 28 Alergi kepiting
29 Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30 Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31 Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32 Episode 32 Menghindar dari Dirga
33 Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34 Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35 Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36 Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37 Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38 Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39 Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40 Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41 Episode 41 Tak tahan lagi
42 Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43 Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44 Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45 Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46 Episode 46 Mencari info tentang Tania
47 Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48 Episode 48 Dirga sakit
49 Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50 Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51 Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52 Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53 Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54 Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55 Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56 Episode 56 Bertengkar
57 Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58 Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59 Episode 59 Dua insan telah bersatu
60 Episode 60 Melakukannya lagi
61 Episode 61 Kesedihan Dirga
62 Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63 Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64 Episode 64 Insiden tengah malam
65 Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66 Episode 66 Gara-gara baju seksi
67 Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68 Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69 Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70 Episode 70 Disuruh segera pulang
71 Episode 71 Membuat menunggu lagi
72 Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73 Episode 73 Ceroboh
74 Episode 74 Pinokio
75 Episode 75 Sudah puas
76 Episode 76 Mengerjai Niana
77 Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78 Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79 Episode 79 Duka Mendalam
80 Episode 80 Menaruh Dendam
81 Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82 Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83 Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84 Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85 Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86 Episode 86 Tarian Centil
87 Episode 87 Asal Bicara
88 Episode 88 Salah Sangka
89 Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90 Episode 90 Harapan Yang Kandas
91 Episode 91 Suara Yang Familier
92 Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93 Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94 Episode 94 Diskusi Rahasia
95 Episode 95 Benar-benar Hamil
96 Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97 Episode 97 Buku Diary Aska
98 Episode 98 Salah Sangka
99 Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100 Episode 100 Aska Cemburu
101 Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102 Episode 102 Ciuman Dadakan
103 Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104 Episode 104 Teror Di Toko
105 Episode 105 Saling Tuduh
106 Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107 Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108 Episode 108 Cemburu
109 Episode 109 Saling Cemburu
110 Episode 110 Pengawal Gadungan
111 Episode 111 Tidak Ada Kabar
112 Episode 112 Kabar Duka Lara
113 Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114 Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115 Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116 Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117 Episode 117 Tak Disangka-sangka
118 Episode 118 Salah Kamar
119 Episode 119 Merasa Aneh
120 Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121 Episode 121 Bertengkar Lagi
122 Episode 122 Cemburu
123 Episode 123 Keceplosan
124 Episode 124 Rindu
125 Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126 Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127 Episode 127 Penyesalan
128 Episode 128 Salah Paham Selesai
129 Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130 Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131 Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132 Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133 Episode 133 Panik Dan Khawatir
134 Episode 134 Gelang Dirga
135 Episode 135 Alergi Lagi
136 Episode 136 Akhirnya Tahu
137 Episode 137 Melepas Rindu
138 Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139 Episode 139 Diculik
140 Episode 140 Pengakuan
141 Episode 141 Disekap
142 Episode 142 Petunjuk
143 Episode 143 Pencarian
144 Episode 144 Kebahagiaan Datang
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2
Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3
Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4
Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5
Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6
Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7
Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8
Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9
Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10
Episode 10 Berjualan pudding di taman
11
Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12
Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13
Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14
Episode 14 Dirga menghilang
15
Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16
Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17
Episode 17 Nostalgia waktu SD
18
Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19
Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20
Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21
Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22
Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23
Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24
Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25
Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26
Episode 26 Sudah ingat semuanya
27
Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28
Episode 28 Alergi kepiting
29
Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30
Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31
Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32
Episode 32 Menghindar dari Dirga
33
Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34
Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35
Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36
Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37
Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38
Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39
Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40
Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41
Episode 41 Tak tahan lagi
42
Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43
Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44
Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45
Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46
Episode 46 Mencari info tentang Tania
47
Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48
Episode 48 Dirga sakit
49
Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50
Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51
Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52
Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53
Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54
Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55
Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56
Episode 56 Bertengkar
57
Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58
Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59
Episode 59 Dua insan telah bersatu
60
Episode 60 Melakukannya lagi
61
Episode 61 Kesedihan Dirga
62
Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63
Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64
Episode 64 Insiden tengah malam
65
Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66
Episode 66 Gara-gara baju seksi
67
Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68
Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69
Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70
Episode 70 Disuruh segera pulang
71
Episode 71 Membuat menunggu lagi
72
Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73
Episode 73 Ceroboh
74
Episode 74 Pinokio
75
Episode 75 Sudah puas
76
Episode 76 Mengerjai Niana
77
Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78
Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79
Episode 79 Duka Mendalam
80
Episode 80 Menaruh Dendam
81
Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82
Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83
Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84
Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85
Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86
Episode 86 Tarian Centil
87
Episode 87 Asal Bicara
88
Episode 88 Salah Sangka
89
Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90
Episode 90 Harapan Yang Kandas
91
Episode 91 Suara Yang Familier
92
Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93
Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94
Episode 94 Diskusi Rahasia
95
Episode 95 Benar-benar Hamil
96
Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97
Episode 97 Buku Diary Aska
98
Episode 98 Salah Sangka
99
Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100
Episode 100 Aska Cemburu
101
Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102
Episode 102 Ciuman Dadakan
103
Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104
Episode 104 Teror Di Toko
105
Episode 105 Saling Tuduh
106
Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107
Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108
Episode 108 Cemburu
109
Episode 109 Saling Cemburu
110
Episode 110 Pengawal Gadungan
111
Episode 111 Tidak Ada Kabar
112
Episode 112 Kabar Duka Lara
113
Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114
Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115
Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116
Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117
Episode 117 Tak Disangka-sangka
118
Episode 118 Salah Kamar
119
Episode 119 Merasa Aneh
120
Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121
Episode 121 Bertengkar Lagi
122
Episode 122 Cemburu
123
Episode 123 Keceplosan
124
Episode 124 Rindu
125
Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126
Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127
Episode 127 Penyesalan
128
Episode 128 Salah Paham Selesai
129
Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130
Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131
Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132
Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133
Episode 133 Panik Dan Khawatir
134
Episode 134 Gelang Dirga
135
Episode 135 Alergi Lagi
136
Episode 136 Akhirnya Tahu
137
Episode 137 Melepas Rindu
138
Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139
Episode 139 Diculik
140
Episode 140 Pengakuan
141
Episode 141 Disekap
142
Episode 142 Petunjuk
143
Episode 143 Pencarian
144
Episode 144 Kebahagiaan Datang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!