Paginya Dirga sadar dan terbangun mendapati dirinya tidur di bed RS, dia melihat ke arah samping kiri ada Niana yang masih tertidur kecapekan. Lalu memandangi wajah Niana lekat lekat seolah-olah asing baginya. Wajah Niana terlihat imut dengan rambut terkepang kanan kiri, Dirga pun tersenyum melihatnya. Ada perasaan menenangkan dan begitu tulus ketika memandangi Niana. Mata Dirga pun berpindah ke arah tangannya yang dipegang erat oleh Niana. Jari manisnya melingkar sebuah cincin yang sama dengan jari manisnya Dirga. Cincin yang berbentuk hati terbelah dan akan membentuk hati yang utuh jika disatukan.
Tiba-tiba terdengar suara bunyi panggilan ponsel di atas meja, Dirga pun berusaha mengambilnya tetapi sangat susah karena tangan kanannya masih diperban melingkar ke lehernya, mungkin tangan kananya retak. Setelah ponsel berhasil diambil dengan tangan kirinya panggilannya sudah mati.
Lalu yang terlihat hanyalah wallpaper gambar 2 cincin berbetuk hati seperti cincin yang ada di jarinya dan jari gadis yang tertidur di dekatnya. Dirga masih bingung dan hanya menduga-duga saja tentang gadis yang ada di sampingnya.
"Siapakah gadis ini? Apakah dia tunanganku atau istriku atau masih pacaran" tanya Dirga dalam hati.
Dia mencoba membuka ponselnya sendiri, barangkali dia bisa mengetahui sesuatu. Tetapi layar ponselnya dikunci dengan sandi, Dirga tidak tahu sandinya apa.
"Ouchhh... " pekik Dirga sambil memengangi kepalanya yang masih dibalut perban
Niana pun sontak kaget dan terbangun. "Anda sudah sadar? Biar saya panggilkan dokter" kata Niana yang beranjak dari tempat duduknya
"Tidak usah, tolong temani aku" pinta Dirga sambil memengang tangan Niana
"Bagaimana keadaan anda, apakah kepala anda masih sakit" tanya Niana
"Kenapa aku berada di sini? Apa yang terjadi padaku? ucap Dirga bingung
"Anda semalam mengalami kecelakaan. Lalu saya membawa anda ke RS" ujar Niana
"Kamu kenapa bicara formal begitu dengan tunanganmu sendiri?" ucap Dirga
"Tunangan... " seru Niana yang belum menyadari masih memakai cincin milik Dirga yang ia temukan di basemen kantor
"Iya tunangan, kenapa memangnya, apa kita masih pacaran dan belum tunangan? Bukankah kita sudah memakai cincin yang sama" kata Dirga sambil menunjukan cincin yang melingkar di jarinya dan meraih tangan Niana
"Oh jadi karena cincin ini dia mengira aku tunangannya, bagaimana aku menjelaskannya, gimana kalau aku dituduh mencuri cincin ini lalu aku dipecat, apalagi cincinnya ada di jariku sekarang, aku harus bagaimana menjelaskannya dan apakah dia akan percaya dengan penjelasanku" batin Niana
"Hemmm kenapa bengong" ucap Dirga
"Emm gak apa-apa, Apakah anda tahu siapa nama saya? tanya Niana
Dirga pun menatap wajah Niana lekat-lekat dan tangannya meraih rambut Niana.
"Kalau melihat wajahmu aku tidak mengenalnya tapi gaya rambut macam apa ini, norak sekali sepertinya aku tidak menyukainya" ucap Dirga memegangi rambut Niana yang dikepang kanan dan kiri
"Sedang sakit saja masih menyebalkan, aku tanya apa jawabnya apa, terserah apa katamu yang penting aku merasa nyaman seperti ini bisa bergerak bebas saat beraktifitas" batin Niana
"Lalu siapa nama Anda" tanya Niana lagi untuk memastikan, apakah Dirga mengalami amnesia
Dirga pun seperti berfikir keras cukup lama mencoba mengingat siapa namanya. Lalu dia menggelengkan kepalanya.
"Kenapa aku juga gak bisa mengingat namaku sendiri?" batin Dirga
"Ya Tuhan apakah otaknya sudah konslet, saraf-saraf otaknya sudah rusak karena kecelakaan kemarin sehingga dia jadi amnesia?" bisik Niana yang kebingungan mau berkata apa untuk menjelaskannya.
Kepala Niana seakan mau pecah mengetahui Dirga mengalami amnesia dan mengiranya sebagai tunangannya. Niana membayangkan betapa lelahnya kehidupan dia selanjutnya, rasanya dia ingin segera berlari menuju ke tengah laut dan berteriak sekeras kerasnya.
"Saya beri tahu bahwa nama anda adalah Dirga Bustoni Sanjaya, anda adalah CEO Sanjaya Grub dan anda tidak mungkin menyukai saya apalagi menjadikan saya tunangan anda. Maaf lupakan kata-kata saya barusan, minumlah dulu, anda kan baru sadar, jangan banyak berfikir kepala anda masih sakit" kata Niana dengan cepat berupah pikiran menyerahkan segelas air putih pada Dirga
"Aku akan mencari waktu yang tepat untuk menceritakan yang sebenarnya, apalagi otaknya sedang bermasalah takutnya malah memperburuk keadaannya, lebih baik nanti aku ceritakan pada keluarganya saja biar keluarganya yang menjelaskan padanya" kata Niana dalam hati
Dirga pun cuma melirik gelas di tangan Niana. Tidak tahu harus bagaimana meminum air di gelas itu. Kedua tangannya sulit untuk digerakan.
"Ini orang kenapa sih dikasih minum dari tadi cuma dilirik saja, memangnya dengan melirik gelas, air gelas akan berpindah sendiri ke mulut? Saya bukan Mr Ken yang tau maksud segala bentuk lirikan mata anda Tuan Sanjaya Grub" gumam Niana dalam hati
Sepertinya Niana belum tersadar kalau tangan kanan Dirga dibungkus perban dan tidak bisa bergerak, sedangkan tangan kiri masih terpasang infus. Dirga lalu menolehkan kepalanya ke arah tangannya kiri dan kanan.
"Lagi-lagi menggunakan bahasa isyarat, padahal sudah amnesia tapi kenapa bahasa tubuh tidak ikut hilang saja biar tidak menyusahkan manusia lain, saya bukan Mr Ken Tuan Dirga.... yang akan paham dengan segala olah tubuh dan panca indra anda" gerutu Niana dalam hatinya kesal
"Hemmm" lenguh Dirga membungkukan bahunya sambil membuang muka kesal seakan menyerah karena Niana yang tidak lekas paham apa maksudnya
"Oh maaf" ucap Niana
Lalu Niana mengambilkan sedotan untuk Dirga sambil tersenyum ketika Dirga minum. Ternyata butuh beberapa bahasa tubuh dan panca indra untuk membuat Niana paham maksud Dirga. Tidak seperti Mr Ken yang cukup dengan lirikan mata saja dia langsung paham yang dipikirkan bosnya. Entah dimana Mr Ken mengenyam pendidikannya untuk memahami apa yang diinginkan bosnya.
"Mungkin Mr Ken dulu menempuh pendidikan di universitas Semesta bersama para Alien mempelajari seluruh bahasa kehidupan yang ada di semua planet" pikir Niana yang otaknya sedang bertraveling tidak jelas
"Jadi namaku Dirga CEO Sanjaya Grub?"
"Iya Tuan Dirga. Apakah anda mengingat sesuatu?"
"Apakah kita sedang bertengkar sehingga kamu tidak mau mengaku sebagai tunangaku?" tanya Dirga dengan sikap Niana yang terasa bukan seperti tunangannya
"Ya Tuhan... Bagaimana aku mejelaskan padanya aku bukan tunangannya" batin Niana gregetan sekali bagaimana harus menanggapi Dirga
Tanpa mereka sadari, Nyonya Sofi bersama Renata diam-diam sudah di depan pintu kamar Dirga entah sejak kapan. Lalu mereka menuju ruang dokter yang menangani Dirga. Nyonya Sofi mememberi tahu dokter kalau anaknya sepertinya mengalamai amnesia setelah mendengar obrolan Dirga dengan Niana tadi. Dokter belum bisa memastikan kalau belum memeriksanya kembali. Dokter berkata akan melihat hasil pemeriksaan kepala Dirga dan menganalisis seberapa parah trauma di kepalanya yang menyebabkan amnesia. Sebelum kembali menemui Dirga, Nonya sofi dan Renata menemui Mr Ken. Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting dan rahasia.
"Ken bagaimana bisa terjadi kecelakaan itu sampai menyebabkan Dirga amnesia" tanya Nyonya Sofi
"Tuan Muda amnesia?" Mr Ken kaget
"Iya Ken, semoga dia sembuh secepatnya karena akan sangat rumit jika ingatannya tidak segera kembali" ucap Nyonya Sofi
"Maafkan Saya Nyonya, saya tidak bisa menahan amarah tuan muda waktu itu. Tuan Muda marah karena mengetahui diam-diam Nona Tania akan pergi ke Jerman melanjutkan studi kedokterannya. Lalu malam sebelum terjadi kecelakaan Tuan Muda memutuskan untuk segera melamar Nona Tania sebelum besoknya berangkat ke bandara. Tetapi waktu di bassement kantor salah satu cincinya jatuh dan hilang. Kami sudah mencari tetapi tidak ketemu. Kemudian tuan muda marah dan langsung masuk mobil mengambil kemudi dengan kecepatan tinggi mau membeli cincin lagi. Tuan Muda sempat menelfon Nona Tania untuk menunggunya sebentar di resto biasanya bertemu. Lalu ponsel Nona Tania mati. Dan Tuan Muda jadi tidak fokus menyetir. Tiba-tiba malah terjadi kecelakaan itu" jelas Mr Ken
"Apakah Tania sudah tau kalau Dirga kecelakaan?"
"Sudah Nyonya"
Paginya sebelum Nyonya Sofi datang menemui Mr Ken. Ternyata Mr Ken mendapat kabar kalau Tania sudah terbang ke Jerman. Tania menanyakan kenapa Dirga dari semalam tidak membalas panggilan dan chatnya. Lalu Mr Ken memberi tahu kalau Dirga kecelakaan. Tania minta maaf kerana tidak bisa kembali ke Indonesia secepatnya, karena dia baru saja sampai di sana dan baru akan memulai studinya. Tapi dia mengatakan akan menyempatkan untuk menanyakan kabar Dirga karena jadwal studinya sangat padat.
"Apakah karirnya lebih penting dari Dirga? Bagaimana dia bisa dipercaya untuk menjadi nona muda di rumah Sanjaya?" ucap Nyonya Sofi kesal dengan sikap Tania
"Tetapi Tuan Dirga mencintai Nona Tania Nyonya, selama dia tidak berselingkuh. Tuan Muda akan memaafkannya"
"Ken sebaiknya jangan beri tahu Tania kalau Dirga amnesia. Kalau dia tau pasti dia merasa lebih bebas karena studinya tidak terganggu oleh Dirga"
"Baik Nyonya"
"Kita selesaikan tentang gadis yang menolong kalian waktu kecelakaan karena saat ini Dirga sedang amnesia dan mengira gadis itu tunangannya"
Entah apalagi yang Nyonya Sofi dan Mr Ken bicarakan. Sepertinya mereka sedang menyusun rencana yang harus berjalan sempurna demi kebaikan Dirga.
Niana yang masih menemani Dirga merasa lega karena ada pesan masuk di ponselnya. Setidaknya dia bisa menghindar sementara dari sejuta pertanyaan dari Dirga karena Niana takut salah menjawab dan berujung pemecatan dari pekerjaannya. Dia masih menunggu malaikat penolong yang bisa membantunya keluar dari keadaannya sekerang.
"Niana tolong temui Mr Ken di ruang perawatan, di sana juga ada Nyonya Sofi ibunya Pak Dirga dan Nona Renata adik perempuannya. Berhati-hatilah dengan Mr Ken karena segala sesuatu tentang Pak Dirga dan yang berhubungan dengan Sanjaya selalu dalam pengawasanya"(pesan dari Pak Hendra di ponsel Niana)
"Kenapa ibunya Dirga malah menemui Mr Ken. Kenapa gak langsung menemui anaknya? Sudahlah aku harus segera pergi ke sana daripada bersama Dirga hanya membuatku pusing" batin Niana
"Maaf saya harus pergi dulu menemui dokter dan menyelesaikan administrasi, anda beristirahatlah dulu" kata Niana pada Dirga
"Baiklah" ucap Dirga yang masih bingung kenapa Niana bicaranya seperti bukan pada pasangan atau tunangannya
"Hemm..." seru Dirga
"Apalagi? Dan apa artinya itu?" batin Niana yang sudah mau memegang gagag pintu dengan posisi membelakangi Dirga, Niana lalu menoleh ke belakang
"Apakah ada yang perlu saya bantu atau Anda membutukan sesuatu biar saya carikan sekalian" ucap Niana sambil memaksa bibirnya tersenyum karena sudah kesal sekali
"Hemmhh" Dirga mendesah kesal lalu membaringkan tubuhnya miring membelakangi Niana yang masih berdiri di depan pintu. Sebenarnya dia ingin tau namanya Niana tetapi Dirga gengsi menanyakannya karena nama tunanganya saja ia tidak tahu. Niana yang sudah capek dan pusing harus bagaimana lagi menanggapi Dirga, lalu pergi begitu saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
Princess Ren
itumah namanya Jodoh 💃💃💃💃💃💃
2023-10-18
0
@Kristin
dirga kena Amnesia ya
2023-10-04
0
Produksi Handle Kayu
ngomong Dirgaa jgn ham hem bae
2023-09-15
0