Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya

Paginya Dirga sadar dan terbangun mendapati dirinya tidur di bed RS, dia melihat ke arah samping kiri ada Niana yang masih tertidur kecapekan. Lalu memandangi wajah Niana lekat lekat seolah-olah asing baginya. Wajah Niana terlihat imut dengan rambut terkepang kanan kiri, Dirga pun tersenyum melihatnya. Ada perasaan menenangkan dan begitu tulus ketika memandangi Niana. Mata Dirga pun berpindah ke arah tangannya yang dipegang erat oleh Niana. Jari manisnya melingkar sebuah cincin yang sama dengan jari manisnya Dirga. Cincin yang berbentuk hati terbelah dan akan membentuk hati yang utuh jika disatukan.

Tiba-tiba terdengar suara bunyi panggilan ponsel di atas meja, Dirga pun berusaha mengambilnya tetapi sangat susah karena tangan kanannya masih diperban melingkar ke lehernya, mungkin tangan kananya retak. Setelah ponsel berhasil diambil dengan tangan kirinya panggilannya sudah mati.

Lalu yang terlihat hanyalah wallpaper gambar 2 cincin berbetuk hati seperti cincin yang ada di jarinya dan jari gadis yang tertidur di dekatnya. Dirga masih bingung dan hanya menduga-duga saja tentang gadis yang ada di sampingnya.

"Siapakah gadis ini? Apakah dia tunanganku atau istriku atau masih pacaran" tanya Dirga dalam hati.

Dia mencoba membuka ponselnya sendiri, barangkali dia bisa mengetahui sesuatu. Tetapi layar ponselnya dikunci dengan sandi, Dirga tidak tahu sandinya apa.

"Ouchhh... " pekik Dirga sambil memengangi kepalanya yang masih dibalut perban

Niana pun sontak kaget dan terbangun. "Anda sudah sadar? Biar saya panggilkan dokter" kata Niana yang beranjak dari tempat duduknya

"Tidak usah, tolong temani aku" pinta Dirga sambil memengang tangan Niana

"Bagaimana keadaan anda, apakah kepala anda masih sakit" tanya Niana

"Kenapa aku berada di sini? Apa yang terjadi padaku? ucap Dirga bingung

"Anda semalam mengalami kecelakaan. Lalu saya membawa anda ke RS" ujar Niana

"Kamu kenapa bicara formal begitu dengan tunanganmu sendiri?" ucap Dirga

"Tunangan... " seru Niana yang belum menyadari masih memakai cincin milik Dirga yang ia temukan di basemen kantor

"Iya tunangan, kenapa memangnya, apa kita masih pacaran dan belum tunangan? Bukankah kita sudah memakai cincin yang sama" kata Dirga sambil menunjukan cincin yang melingkar di jarinya dan meraih tangan Niana

"Oh jadi karena cincin ini dia mengira aku tunangannya, bagaimana aku menjelaskannya, gimana kalau aku dituduh mencuri cincin ini lalu aku dipecat, apalagi cincinnya ada di jariku sekarang, aku harus bagaimana menjelaskannya dan apakah dia akan percaya dengan penjelasanku" batin Niana

"Hemmm kenapa bengong" ucap Dirga

"Emm gak apa-apa, Apakah anda tahu siapa nama saya? tanya Niana

Dirga pun menatap wajah Niana lekat-lekat dan tangannya meraih rambut Niana.

"Kalau melihat wajahmu aku tidak mengenalnya tapi gaya rambut macam apa ini, norak sekali sepertinya aku tidak menyukainya" ucap Dirga memegangi rambut Niana yang dikepang kanan dan kiri

"Sedang sakit saja masih menyebalkan, aku tanya apa jawabnya apa, terserah apa katamu yang penting aku merasa nyaman seperti ini bisa bergerak bebas saat beraktifitas" batin Niana

"Lalu siapa nama Anda" tanya Niana lagi untuk memastikan, apakah Dirga mengalami amnesia

Dirga pun seperti berfikir keras cukup lama mencoba mengingat siapa namanya. Lalu dia menggelengkan kepalanya.

"Kenapa aku juga gak bisa mengingat namaku sendiri?" batin Dirga

"Ya Tuhan apakah otaknya sudah konslet, saraf-saraf otaknya sudah rusak karena kecelakaan kemarin sehingga dia jadi amnesia?" bisik Niana yang kebingungan mau berkata apa untuk menjelaskannya.

Kepala Niana seakan mau pecah mengetahui Dirga mengalami amnesia dan mengiranya sebagai tunangannya. Niana membayangkan betapa lelahnya kehidupan dia selanjutnya, rasanya dia ingin segera berlari menuju ke tengah laut dan berteriak sekeras kerasnya.

"Saya beri tahu bahwa nama anda adalah Dirga Bustoni Sanjaya, anda adalah CEO Sanjaya Grub dan anda tidak mungkin menyukai saya apalagi menjadikan saya tunangan anda. Maaf lupakan kata-kata saya barusan, minumlah dulu, anda kan baru sadar, jangan banyak berfikir kepala anda masih sakit" kata Niana dengan cepat berupah pikiran menyerahkan segelas air putih pada Dirga

"Aku akan mencari waktu yang tepat untuk menceritakan yang sebenarnya, apalagi otaknya sedang bermasalah takutnya malah memperburuk keadaannya, lebih baik nanti aku ceritakan pada keluarganya saja biar keluarganya yang menjelaskan padanya" kata Niana dalam hati

Dirga pun cuma melirik gelas di tangan Niana. Tidak tahu harus bagaimana meminum air di gelas itu. Kedua tangannya sulit untuk digerakan.

"Ini orang kenapa sih dikasih minum dari tadi cuma dilirik saja, memangnya dengan melirik gelas, air gelas akan berpindah sendiri ke mulut? Saya bukan Mr Ken yang tau maksud segala bentuk lirikan mata anda Tuan Sanjaya Grub" gumam Niana dalam hati

Sepertinya Niana belum tersadar kalau tangan kanan Dirga dibungkus perban dan tidak bisa bergerak, sedangkan tangan kiri masih terpasang infus. Dirga lalu menolehkan kepalanya ke arah tangannya kiri dan kanan.

"Lagi-lagi menggunakan bahasa isyarat, padahal sudah amnesia tapi kenapa bahasa tubuh tidak ikut hilang saja biar tidak menyusahkan manusia lain, saya bukan Mr Ken Tuan Dirga.... yang akan paham dengan segala olah tubuh dan panca indra anda" gerutu Niana dalam hatinya kesal

"Hemmm" lenguh Dirga membungkukan bahunya sambil membuang muka kesal seakan menyerah karena Niana yang tidak lekas paham apa maksudnya

"Oh maaf" ucap Niana

Lalu Niana mengambilkan sedotan untuk Dirga sambil tersenyum ketika Dirga minum. Ternyata butuh beberapa bahasa tubuh dan panca indra untuk membuat Niana paham maksud Dirga. Tidak seperti Mr Ken yang cukup dengan lirikan mata saja dia langsung paham yang dipikirkan bosnya. Entah dimana Mr Ken mengenyam pendidikannya untuk memahami apa yang diinginkan bosnya.

"Mungkin Mr Ken dulu menempuh pendidikan di universitas Semesta bersama para Alien mempelajari seluruh bahasa kehidupan yang ada di semua planet" pikir Niana yang otaknya sedang bertraveling tidak jelas

"Jadi namaku Dirga CEO Sanjaya Grub?"

"Iya Tuan Dirga. Apakah anda mengingat sesuatu?"

"Apakah kita sedang bertengkar sehingga kamu tidak mau mengaku sebagai tunangaku?" tanya Dirga dengan sikap Niana yang terasa bukan seperti tunangannya

"Ya Tuhan... Bagaimana aku mejelaskan padanya aku bukan tunangannya" batin Niana gregetan sekali bagaimana harus menanggapi Dirga

Tanpa mereka sadari, Nyonya Sofi bersama Renata diam-diam sudah di depan pintu kamar Dirga entah sejak kapan. Lalu mereka menuju ruang dokter yang menangani Dirga. Nyonya Sofi mememberi tahu dokter kalau anaknya sepertinya mengalamai amnesia setelah mendengar obrolan Dirga dengan Niana tadi. Dokter belum bisa memastikan kalau belum memeriksanya kembali. Dokter berkata akan melihat hasil pemeriksaan kepala Dirga dan menganalisis seberapa parah trauma di kepalanya yang menyebabkan amnesia. Sebelum kembali menemui Dirga, Nonya sofi dan Renata menemui Mr Ken. Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting dan rahasia.

"Ken bagaimana bisa terjadi kecelakaan itu sampai menyebabkan Dirga amnesia" tanya Nyonya Sofi

"Tuan Muda amnesia?" Mr Ken kaget

"Iya Ken, semoga dia sembuh secepatnya karena akan sangat rumit jika ingatannya tidak segera kembali" ucap Nyonya Sofi

"Maafkan Saya Nyonya, saya tidak bisa menahan amarah tuan muda waktu itu. Tuan Muda marah karena mengetahui diam-diam Nona Tania akan pergi ke Jerman melanjutkan studi kedokterannya. Lalu malam sebelum terjadi kecelakaan Tuan Muda memutuskan untuk segera melamar Nona Tania sebelum besoknya berangkat ke bandara. Tetapi waktu di bassement kantor salah satu cincinya jatuh dan hilang. Kami sudah mencari tetapi tidak ketemu. Kemudian tuan muda marah dan langsung masuk mobil mengambil kemudi dengan kecepatan tinggi mau membeli cincin lagi. Tuan Muda sempat menelfon Nona Tania untuk menunggunya sebentar di resto biasanya bertemu. Lalu ponsel Nona Tania mati. Dan Tuan Muda jadi tidak fokus menyetir. Tiba-tiba malah terjadi kecelakaan itu" jelas Mr Ken

"Apakah Tania sudah tau kalau Dirga kecelakaan?"

"Sudah Nyonya"

Paginya sebelum Nyonya Sofi datang menemui Mr Ken. Ternyata Mr Ken mendapat kabar kalau Tania sudah terbang ke Jerman. Tania menanyakan kenapa Dirga dari semalam tidak membalas panggilan dan chatnya. Lalu Mr Ken memberi tahu kalau Dirga kecelakaan. Tania minta maaf kerana tidak bisa kembali ke Indonesia secepatnya, karena dia baru saja sampai di sana dan baru akan memulai studinya. Tapi dia mengatakan akan menyempatkan untuk menanyakan kabar Dirga karena jadwal studinya sangat padat.

"Apakah karirnya lebih penting dari Dirga? Bagaimana dia bisa dipercaya untuk menjadi nona muda di rumah Sanjaya?" ucap Nyonya Sofi kesal dengan sikap Tania

"Tetapi Tuan Dirga mencintai Nona Tania Nyonya, selama dia tidak berselingkuh. Tuan Muda akan memaafkannya"

"Ken sebaiknya jangan beri tahu Tania kalau Dirga amnesia. Kalau dia tau pasti dia merasa lebih bebas karena studinya tidak terganggu oleh Dirga"

"Baik Nyonya"

"Kita selesaikan tentang gadis yang menolong kalian waktu kecelakaan karena saat ini Dirga sedang amnesia dan mengira gadis itu tunangannya"

Entah apalagi yang Nyonya Sofi dan Mr Ken bicarakan. Sepertinya mereka sedang menyusun rencana yang harus berjalan sempurna demi kebaikan Dirga.

Niana yang masih menemani Dirga merasa lega karena ada pesan masuk di ponselnya. Setidaknya dia bisa menghindar sementara dari sejuta pertanyaan dari Dirga karena Niana takut salah menjawab dan berujung pemecatan dari pekerjaannya. Dia masih menunggu malaikat penolong yang bisa membantunya keluar dari keadaannya sekerang.

"Niana tolong temui Mr Ken di ruang perawatan, di sana juga ada Nyonya Sofi ibunya Pak Dirga dan Nona Renata adik perempuannya. Berhati-hatilah dengan Mr Ken karena segala sesuatu tentang Pak Dirga dan yang berhubungan dengan Sanjaya selalu dalam pengawasanya"(pesan dari Pak Hendra di ponsel Niana)

"Kenapa ibunya Dirga malah menemui Mr Ken. Kenapa gak langsung menemui anaknya? Sudahlah aku harus segera pergi ke sana daripada bersama Dirga hanya membuatku pusing" batin Niana

"Maaf saya harus pergi dulu menemui dokter dan menyelesaikan administrasi, anda beristirahatlah dulu" kata Niana pada Dirga

"Baiklah" ucap Dirga yang masih bingung kenapa Niana bicaranya seperti bukan pada pasangan atau tunangannya

"Hemm..." seru Dirga

"Apalagi? Dan apa artinya itu?" batin Niana yang sudah mau memegang gagag pintu dengan posisi membelakangi Dirga, Niana lalu menoleh ke belakang

"Apakah ada yang perlu saya bantu atau Anda membutukan sesuatu biar saya carikan sekalian" ucap Niana sambil memaksa bibirnya tersenyum karena sudah kesal sekali

"Hemmhh" Dirga mendesah kesal lalu membaringkan tubuhnya miring membelakangi Niana yang masih berdiri di depan pintu. Sebenarnya dia ingin tau namanya Niana tetapi Dirga gengsi menanyakannya karena nama tunanganya saja ia tidak tahu. Niana yang sudah capek dan pusing harus bagaimana lagi menanggapi Dirga, lalu pergi begitu saja.

Terpopuler

Comments

Princess Ren

Princess Ren

itumah namanya Jodoh 💃💃💃💃💃💃

2023-10-18

0

@Kristin

@Kristin

dirga kena Amnesia ya

2023-10-04

0

Produksi Handle Kayu

Produksi Handle Kayu

ngomong Dirgaa jgn ham hem bae

2023-09-15

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2 Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3 Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4 Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5 Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6 Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7 Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8 Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9 Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10 Episode 10 Berjualan pudding di taman
11 Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12 Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13 Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14 Episode 14 Dirga menghilang
15 Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16 Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17 Episode 17 Nostalgia waktu SD
18 Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19 Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20 Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21 Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22 Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23 Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24 Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25 Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26 Episode 26 Sudah ingat semuanya
27 Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28 Episode 28 Alergi kepiting
29 Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30 Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31 Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32 Episode 32 Menghindar dari Dirga
33 Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34 Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35 Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36 Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37 Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38 Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39 Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40 Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41 Episode 41 Tak tahan lagi
42 Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43 Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44 Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45 Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46 Episode 46 Mencari info tentang Tania
47 Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48 Episode 48 Dirga sakit
49 Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50 Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51 Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52 Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53 Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54 Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55 Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56 Episode 56 Bertengkar
57 Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58 Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59 Episode 59 Dua insan telah bersatu
60 Episode 60 Melakukannya lagi
61 Episode 61 Kesedihan Dirga
62 Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63 Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64 Episode 64 Insiden tengah malam
65 Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66 Episode 66 Gara-gara baju seksi
67 Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68 Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69 Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70 Episode 70 Disuruh segera pulang
71 Episode 71 Membuat menunggu lagi
72 Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73 Episode 73 Ceroboh
74 Episode 74 Pinokio
75 Episode 75 Sudah puas
76 Episode 76 Mengerjai Niana
77 Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78 Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79 Episode 79 Duka Mendalam
80 Episode 80 Menaruh Dendam
81 Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82 Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83 Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84 Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85 Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86 Episode 86 Tarian Centil
87 Episode 87 Asal Bicara
88 Episode 88 Salah Sangka
89 Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90 Episode 90 Harapan Yang Kandas
91 Episode 91 Suara Yang Familier
92 Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93 Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94 Episode 94 Diskusi Rahasia
95 Episode 95 Benar-benar Hamil
96 Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97 Episode 97 Buku Diary Aska
98 Episode 98 Salah Sangka
99 Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100 Episode 100 Aska Cemburu
101 Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102 Episode 102 Ciuman Dadakan
103 Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104 Episode 104 Teror Di Toko
105 Episode 105 Saling Tuduh
106 Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107 Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108 Episode 108 Cemburu
109 Episode 109 Saling Cemburu
110 Episode 110 Pengawal Gadungan
111 Episode 111 Tidak Ada Kabar
112 Episode 112 Kabar Duka Lara
113 Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114 Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115 Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116 Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117 Episode 117 Tak Disangka-sangka
118 Episode 118 Salah Kamar
119 Episode 119 Merasa Aneh
120 Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121 Episode 121 Bertengkar Lagi
122 Episode 122 Cemburu
123 Episode 123 Keceplosan
124 Episode 124 Rindu
125 Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126 Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127 Episode 127 Penyesalan
128 Episode 128 Salah Paham Selesai
129 Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130 Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131 Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132 Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133 Episode 133 Panik Dan Khawatir
134 Episode 134 Gelang Dirga
135 Episode 135 Alergi Lagi
136 Episode 136 Akhirnya Tahu
137 Episode 137 Melepas Rindu
138 Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139 Episode 139 Diculik
140 Episode 140 Pengakuan
141 Episode 141 Disekap
142 Episode 142 Petunjuk
143 Episode 143 Pencarian
144 Episode 144 Kebahagiaan Datang
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2
Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3
Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4
Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5
Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6
Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7
Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8
Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9
Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10
Episode 10 Berjualan pudding di taman
11
Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12
Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13
Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14
Episode 14 Dirga menghilang
15
Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16
Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17
Episode 17 Nostalgia waktu SD
18
Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19
Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20
Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21
Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22
Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23
Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24
Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25
Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26
Episode 26 Sudah ingat semuanya
27
Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28
Episode 28 Alergi kepiting
29
Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30
Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31
Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32
Episode 32 Menghindar dari Dirga
33
Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34
Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35
Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36
Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37
Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38
Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39
Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40
Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41
Episode 41 Tak tahan lagi
42
Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43
Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44
Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45
Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46
Episode 46 Mencari info tentang Tania
47
Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48
Episode 48 Dirga sakit
49
Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50
Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51
Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52
Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53
Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54
Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55
Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56
Episode 56 Bertengkar
57
Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58
Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59
Episode 59 Dua insan telah bersatu
60
Episode 60 Melakukannya lagi
61
Episode 61 Kesedihan Dirga
62
Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63
Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64
Episode 64 Insiden tengah malam
65
Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66
Episode 66 Gara-gara baju seksi
67
Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68
Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69
Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70
Episode 70 Disuruh segera pulang
71
Episode 71 Membuat menunggu lagi
72
Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73
Episode 73 Ceroboh
74
Episode 74 Pinokio
75
Episode 75 Sudah puas
76
Episode 76 Mengerjai Niana
77
Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78
Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79
Episode 79 Duka Mendalam
80
Episode 80 Menaruh Dendam
81
Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82
Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83
Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84
Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85
Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86
Episode 86 Tarian Centil
87
Episode 87 Asal Bicara
88
Episode 88 Salah Sangka
89
Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90
Episode 90 Harapan Yang Kandas
91
Episode 91 Suara Yang Familier
92
Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93
Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94
Episode 94 Diskusi Rahasia
95
Episode 95 Benar-benar Hamil
96
Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97
Episode 97 Buku Diary Aska
98
Episode 98 Salah Sangka
99
Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100
Episode 100 Aska Cemburu
101
Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102
Episode 102 Ciuman Dadakan
103
Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104
Episode 104 Teror Di Toko
105
Episode 105 Saling Tuduh
106
Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107
Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108
Episode 108 Cemburu
109
Episode 109 Saling Cemburu
110
Episode 110 Pengawal Gadungan
111
Episode 111 Tidak Ada Kabar
112
Episode 112 Kabar Duka Lara
113
Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114
Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115
Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116
Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117
Episode 117 Tak Disangka-sangka
118
Episode 118 Salah Kamar
119
Episode 119 Merasa Aneh
120
Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121
Episode 121 Bertengkar Lagi
122
Episode 122 Cemburu
123
Episode 123 Keceplosan
124
Episode 124 Rindu
125
Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126
Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127
Episode 127 Penyesalan
128
Episode 128 Salah Paham Selesai
129
Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130
Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131
Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132
Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133
Episode 133 Panik Dan Khawatir
134
Episode 134 Gelang Dirga
135
Episode 135 Alergi Lagi
136
Episode 136 Akhirnya Tahu
137
Episode 137 Melepas Rindu
138
Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139
Episode 139 Diculik
140
Episode 140 Pengakuan
141
Episode 141 Disekap
142
Episode 142 Petunjuk
143
Episode 143 Pencarian
144
Episode 144 Kebahagiaan Datang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!