Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu

Sampai di depan pintu ruangan Dirga, seolah olah energi Niana yang sudah diisi dengan semangkuk mie tadi sudah habis, menguap begitu saja entah kemana. Niana harus kembali menemui Dirga dan harus bersiap dengan sejuta pertanyaan yang harus dijawabnya dengan hati-hati. Setelah membuka pintu Niana melihat Dirga duduk termenung di atas bed dengan wajah kesal.

"Hai, bagaimana keadaan anda, apakah anda ingin makan sesuatu" tanya Niana menyapa

"Aku tidak ingin apa-apa" ucap Dirga kesal

Ketika Niana menaruh belanjaanya di atas meja, ponselnya berdering. Dilihatnya ternyata panggilan dari salah satu karyawan di tokonya Niana.

"Maaf saya mau terima telfon dulu" ucap Niana agak menjauh dari Dirga

"Hallo, Ndre ada apa?" tanya Niana memelankan suaranya

"Hallo Niana, 2 hari ini kamu kemana sih? Kenapa gak ke toko?"

"Iya Ndre maaf" bisik Niana ke ponselnya lalu menuju pintu keluar sambil menatap Dirga dengan sedikit senyuman

Dirga terlihat kesal dengan sorotan mata tajam melirik ke arah Niana dan mengepalkan kedua telapak tangannya

"Siapa laki-laki yang menelfonnya, kenapa harus keluar ruangan?" batin Dirga curiga

Niana lama sekali menerima panggilan telfon membuat Dirga penasaran. Hampir setengah jam Niana asyik ngobrol. Entah apa yang sedang dibicarakan dengan karyawan sekaligus sahabatnya yang selalu menemaninya ketika dia tinggal di Panti Kasih itu.

"Siapa laki-laki yang menelfonmu? Lama sekali? Bukankah di dalam cukup tenang kenapa harus di luar?" tanya Dirga kesal

"Laki-laki??? Dia sahabat saya, dia bukan laki-laki"

"Kenapa namanya seperti laki-laki waktu kamu memanggilnya?"

"Namanya Andrea, saya memanggilnya ndre dan dia wanita" jawab Niana kesal sambil mengeluarkan makanan yang ada di dalam kantong plastik. Niana kesal karena Dirga bersikap seperti orang posesif sampai mengurusi siapa yang menelfonya dan membuatnya risih.

"Lalu apa yang kamu bicarakan dengan Ken? Apakah kalian hanya berdua saja diruanganya"

"Saya hanya ingin melihat keadaannya saja, tidak membicarakan apa-apa soalnya kemarin dia juga kecelakaan bersama anda. Di sana ada pengacara keluarga anda juga" jawab Niana dengan hati-hati agar Dirga tidak curiga

"Apa yang kamu beli Niana" tanya Dirga

"Jadi Tuan Tengil ini sudah tau namanku, mungkin dari Nyonya Sofi dan Renata" gumam Niana dalam hati

"Saya beli buah apel, apakah anda mau? " tanya Niana

"Hemmm"

"Baik saya kupasin dulu"

Dirga tersenyum manis memandangi Niana yang duduk di kursi samping bednya sedang mengupas buah apel. Niana meliriknya, dia jadi risih karena tidak biasa dilihatin laki-laki dengan tatapan seperti itu. Biasanya sorot mata Dirga ke Niana tajam, sinis, kadang seperti orang tidak suka kadang seperti meremehkan atau menghina.

"Please Tuan Dirga hentikan tatapan itu, kondisikan mata dan pikiran anda. Jangan bersikap konyol karena membuatku mual" batin Niana

"Kenapa aku bisa menyukai gadis sepertimu sampai sudah bertunangan denganmu?" ucap Dirga terheran masih tak henti-hentinya memandangi Niana. Niana hanya diam saja dan tetap fokus dengan buah apel di tangannya karena bagi Niana apa yang dikatakan Dirga itu hanyalah omong kosong belaka.

"Anda itu sedang konslet, kalau otak anda sudah benar tidak mungkin menyukai serbukan debu sepertiku" batin Niana sambil meliriknya

"Kenapa, rambutmu selalu dikepang kanan kiri?" tangan Dirga pun menyentuh rambut Niana yang dikepang.

"Karena aku menggemaskan dengan gaya rambut seperti ini" ucap Niana memuji dirinya sendiri sambil menarik sudut-sudut bibirnya ke samping memaksa tersenyum manis

Jantung Dirga pun tiba-tiba berdetak tak karuan disuguhi senyum manis Niana dari dekat. Ingin rasanya menyentuh pipinya tapi tangannya tak kuasa.

"Gaya rambutmu aneh, apanya yang menggemaskan. Coba kamu lihat betapa rumitnya kepanganmu, apakah hidupmu juga serumit rambutmu" ucap Dirga menenangkan jantungnya sendiri yang mau copot sambil menarik rambut Niana

"Aachh... sakit!! Lepaskan rambutku" pekik Niana

"Kamu pikir sedang tarik tambang, ini rambut Tuan Tengil. Kaulah yang membuat hidupku jadi rumit bukan rambutku" batin Niana kesal

"Katakan apa yang membuatku menyukaimu, bisakah kamu ceritakan bagaimana kisah kita" titah Dirga

"Apa yang harus aku ceritakan? diantara kita tidak ada cerita apapun" batin Niana

Dulu Dirga jatuh cinta pada pandangan pertama di sebuah jalan ketika Niana berangkat kerja. Saat itu Dirga menolong Niana yang sedang berdiri menunggu bus, ketika menyebrang jalan Niana mau ketabrak mobil lalu Dirga menarik tangannya dan mereka jatuh berpelukan dan berguling-guling. Kemudian Dirga yang ada dibawah memandangi wajah Niana, mereka saling berpandangan dan jantung Dirga yang berdetak sangat kencang pum dapat dirasakan oleh Niana. Niana melihat tangan Dirga luka tergores aspal karena melindungi kepala Niana saat berguling di aspal. Kemudian Niana mengobati lukanya, dia melipat lengan kemeja Dirga dan mengikatnya dengan ikat rambutnya agar tidak kotor saat diobati. Ketika kedua ikat rambut dilepas oleh Niana dari kepangan rambutnya lalu rambutnya pun terurai tertiup angin sangat cantik. Dirga pun memandangi Niana sampai tidak berkedip dan susah menelan ludahnya sendiri. Hari-hari selanjutnya Dirga selalu menunggu Niana di tempat biasa dia menunggu bus agar bisa bertemu Niana hingga akhirnya Dirga menyatakan cintanya. Tetapi Niana menolaknya karena Dirga adalah anak keluarga Sanjaya dan Niana hanyalah serbukan debu di pinggir jalan. Status sosialnya bagai langit dan bumi. Tetapi Dirga tidak putus asa walau sudah ditolak. Bahkan sampe rela ikut Niana naik bus berdesak-desakan dengan rakyat jelata. Di dalam bus Dirga berteriak mengungkapkan perasaanya pada Niana. Akhirnya Niana mau menerimanya setelah melihat ketulusan Dirga. Sampai akhirnya Dirga melamarnya dan hubungan mereka sudah 1 tahun ini. Sekian, begitulah maha karya singkat dari Niana tentang kisah cintanya dengan Dirga yang dia karang sendiri. Dirga yang sedang mendengarkan cerita Niana hanya terbengong karena tak ada sesuatu pun yang dia ingat dari cerita Niana.

"Hiks... hiks...hiks" Niana pura-pura menangis sedih ketika menceritakan kisah palsunya dengan Dirga. Padahal Niana sendiri mual dengan karangan ceritanya yang entah darimana idenya bisa mengalir begitu saja seperti drama korea. Dirga masih terbengong sambil mengingat-ingat kejadian yang diceritakan Niana.

"Kenapa aku merasa tidak pernah mengalami kejadian seperti itu dalam hidupku" ucap Dirga

"Dasar bodoh kamu kan lagi amnesia mana mungkin ingat, eh gak amnesia pun kamu juga tidak akan merasa itu terjadi di hidupmu, itu kan karangan ku saja. Akhirnya aku bisa mengerjai Tuan Tengil ini juga ha ha ha... " kata Niana dalam hati

"Aaaakkk.... " Dirga membuka mulutnya minta disuapin setelah melihat Niana yang selesai mengupas apel lalu memotong-motongnya.

"Karena aku bisa mengerjaimu hari ini, dan tampangmu jadi kaya orang bodoh maka aku bersedia menyuapimu" batin Niana

"Niana, apakah kita sedang bertengkar kenapa sikapmu tidak seperti pasanganku"

"Iya, sebelum kecelakaan itu kita sedang bertengkar karena anda selalu mengingkari janji anda dan membuat saya selalu menunggu. Bahkan saya memergoki anda malah jalan dengan teman wanita anda dan melupakan janji bertemu saya. Entah sebenarnya anda mencintai saya atau tidak hiks.. hiks.." Niana berakting lagi dengan tangisan palsu

"Maafkan saya sudah menyakitimu, tetapi sepertinya aku bukan tipe laki-laki yang suka berhianat" ucap Dirga dengan wajah menyesal merasa bersalah

"Apa anda mau menuduh saya berbohong, anda sudah menyakiti saya dengan pergi bersama wanita lain hiks hiks... " ucap Niana

"Aku tidak menuduhmu berbohong, baiklah jangan menangis, maafkan aku kalau dulu aku bersalah?" ucap Dirga

"Saya sudah memaafkan anda tetapi dengan sebuah janji yang sudah kita sepakati. Anda tidak boleh menyentuhku dan tidak boleh ada kontak fisik diantara kita karena saya masih belum memaafkan anda sepenuhnya" kata Niana dengan bumbu kebohongan untuk menyelamatkan dirinya juga

"Benarkah seperti itu" tanya Dirga merasa aneh dengan perjanjian itu

"Iya, karena anda sedang amnesia jadi anda lupa" jawab Niana

"Apakah kita punya kenangan seperti foto bersama, mungkin saja aku bisa mengingat sesuatu, pasti kita punya bersama kan? Aku ingin melihatnya" ucap Dirga

"Apa foto bersama, bagaimana mungkin aku punya foto sama Dirga, bagaimana ini? Mungkin maksud pesan Mr Ken tadi siang untuk melanjutkan hidup adalah.. aah kenapa tadi ku hapus foto yang dia kirim" batin Niana

"Nanti Saya mau pulang ke rumah" Niana mengalihkan pembicaraan biar Dirga lupa meminta foto saat bersamanya

"Kenapa kamu tidak mau menemaniku di sini saja, bagaimana kalau aku butuh sesuatu?" rengek Dirga

"Saya harus ganti baju dulu, dari semalam juga belum mandi, saya juga harus mengecek toko saya" kata Niana

"Mandi saja di sini, bilang mama untuk menyuruh orang mengantar pakaianmu ke sini. Sebentar lagi kamu jadi istri pemilik Sanjaya Grub kenapa masih ngurusin toko kecil" kata Dirga kesal

"Kenapa dia jadi cerewet sekali sih, hei Tuan Sanjaya Grub anda itu harusnya dingin tak banyak ngomong, amnesia benar-benar melupuhkan ingatannya" batin Niana

"Maaf tidak bisa, saya tidak biasa bergantung pada orang lain. Sejak kecil Saya sudah hidup mandiri. Walau toko saya kecil itu hasil jerih payah saya sendiri. Saya mohon anda bisa menghargai keputusan saya"

"Baiklah... tapi berjanjilah untuk kembali secepatnya" ucap Dirga

"Saya usahakan"

"Satu lagi, jangan bicara formal sama tunanganmu"

"Iya" jawab Niana yang langsung bergegas pergi sebelum Dirga bertanya lagi tentang foto lagi

Niana langsung menuju ke rumah karena tidak sempat ke toko. Semua urusan toko dia pasrahkan ke Andrea untuk sementara. Sampai di rumah Niana mengecek ponselnya banyak sekali panggilan masuk dan pesan yang menumpuk. Dia cuma membalas pesan dari Aska saja. Kemudian mengirim pesan kepada Mr Ken untuk minta foto yang dia kirimkan tadi siang lagi. Baru saja mau menulis pesan, tiba-tiba ada pesan masuk dari Mr Ken.

"Berhati-hatilah dengan tindakan anda nona, ini terakhir kali saya mengirimkannya. Kalau sudah kembali ke RS segera temui saya" (chat dari Mr Ken)

"Ya Tuhan, apakah dia memata-mataiku, kenapa Mr Alien tau apa yang sudah aku lakukan" gumam Niana

"Baik Mr Ken" Niana membalas pesan lalu mandi

Niana merebahkan tubuhnya sebentar di kasur karena jiwa raganya sangat lelah selama di RS yang isinya selalu menguras energi dan emosinya. Niana pun berpikir mungkin Mr Ken orang terakhir yang bisa membuatnya keluar dari masalah. Niana bermaksud untuk merayu Mr Ken agar berkata jujur saja pada Dirga sehingga masalah bisa selesai dengan mudah. Walau berkas perjanjian sudah dia tanda tangani tetapi pikirannya masih sesederhana itu. Wajar jika Niana berpikir seperti itu karena Niana belum mengenal betul siapa Mr Ken dan bagaimana Dirga kalau sudah menyukai seseorang apalagi yang diketahui menjadi tunangannya.

Sebelum mengenal Tania dulu Dirga pernah menyukai seseorang tetapi hubungannya putus karena diselingkuhi. Kehidupannya jadi kacau selalu marah-marah, sering pergi ke bar walau tidak suka minum alkohol, tidak suka di dekati wanita mana pun dan hanya menghabiskan waktu dengan bermain game di bar bersama temannya lalu pulang tengah malam. Urusan perusahan yang ayahnya serahkan padanya jadi kacau karena Dirga tidak fokus bekerja. Dirga pun lalu pergi ke Australia untuk melupakan masa lalunya sambil mengurus perusahaan ayahnya yang berada di sana.

Setelah setahun di sana Dirga akhirnya membuka diri dan menjalin hubungan dengan Tania yang saat itu sedang kuliah di Australia. Kemudian Dirga kembali ke Indonesia lagi karena ayahnya meninggal. Dia pulang bersama Tania yang kebetulan juga sudah lulus S2 Kedokteran. Setelah 5 bulan di Indonesia Tania ternyata diam-diam berencana melanjutkan studinya ke Jerman tanpa Dirga ketahui.

Sekarang malah Niana yang dianggapnya sudah bertunangan dengannya. Walaupun terlihat sederhana hanya kesalahpahaman karena Dirga amnesia tetapi itu tidak sesederhana yang Niana pikirkan.

Terpopuler

Comments

@Kristin

@Kristin

Bunga 🌹 untuk mu semangat 💪

2023-10-04

0

Produksi Handle Kayu

Produksi Handle Kayu

visual Tania kek apa pinisirin

2023-09-15

0

Produksi Handle Kayu

Produksi Handle Kayu

cie cemburu sekebon

2023-09-15

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2 Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3 Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4 Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5 Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6 Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7 Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8 Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9 Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10 Episode 10 Berjualan pudding di taman
11 Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12 Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13 Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14 Episode 14 Dirga menghilang
15 Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16 Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17 Episode 17 Nostalgia waktu SD
18 Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19 Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20 Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21 Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22 Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23 Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24 Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25 Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26 Episode 26 Sudah ingat semuanya
27 Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28 Episode 28 Alergi kepiting
29 Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30 Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31 Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32 Episode 32 Menghindar dari Dirga
33 Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34 Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35 Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36 Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37 Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38 Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39 Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40 Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41 Episode 41 Tak tahan lagi
42 Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43 Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44 Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45 Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46 Episode 46 Mencari info tentang Tania
47 Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48 Episode 48 Dirga sakit
49 Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50 Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51 Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52 Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53 Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54 Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55 Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56 Episode 56 Bertengkar
57 Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58 Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59 Episode 59 Dua insan telah bersatu
60 Episode 60 Melakukannya lagi
61 Episode 61 Kesedihan Dirga
62 Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63 Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64 Episode 64 Insiden tengah malam
65 Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66 Episode 66 Gara-gara baju seksi
67 Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68 Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69 Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70 Episode 70 Disuruh segera pulang
71 Episode 71 Membuat menunggu lagi
72 Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73 Episode 73 Ceroboh
74 Episode 74 Pinokio
75 Episode 75 Sudah puas
76 Episode 76 Mengerjai Niana
77 Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78 Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79 Episode 79 Duka Mendalam
80 Episode 80 Menaruh Dendam
81 Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82 Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83 Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84 Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85 Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86 Episode 86 Tarian Centil
87 Episode 87 Asal Bicara
88 Episode 88 Salah Sangka
89 Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90 Episode 90 Harapan Yang Kandas
91 Episode 91 Suara Yang Familier
92 Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93 Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94 Episode 94 Diskusi Rahasia
95 Episode 95 Benar-benar Hamil
96 Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97 Episode 97 Buku Diary Aska
98 Episode 98 Salah Sangka
99 Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100 Episode 100 Aska Cemburu
101 Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102 Episode 102 Ciuman Dadakan
103 Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104 Episode 104 Teror Di Toko
105 Episode 105 Saling Tuduh
106 Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107 Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108 Episode 108 Cemburu
109 Episode 109 Saling Cemburu
110 Episode 110 Pengawal Gadungan
111 Episode 111 Tidak Ada Kabar
112 Episode 112 Kabar Duka Lara
113 Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114 Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115 Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116 Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117 Episode 117 Tak Disangka-sangka
118 Episode 118 Salah Kamar
119 Episode 119 Merasa Aneh
120 Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121 Episode 121 Bertengkar Lagi
122 Episode 122 Cemburu
123 Episode 123 Keceplosan
124 Episode 124 Rindu
125 Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126 Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127 Episode 127 Penyesalan
128 Episode 128 Salah Paham Selesai
129 Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130 Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131 Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132 Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133 Episode 133 Panik Dan Khawatir
134 Episode 134 Gelang Dirga
135 Episode 135 Alergi Lagi
136 Episode 136 Akhirnya Tahu
137 Episode 137 Melepas Rindu
138 Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139 Episode 139 Diculik
140 Episode 140 Pengakuan
141 Episode 141 Disekap
142 Episode 142 Petunjuk
143 Episode 143 Pencarian
144 Episode 144 Kebahagiaan Datang
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2
Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3
Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4
Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5
Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6
Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7
Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8
Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9
Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10
Episode 10 Berjualan pudding di taman
11
Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12
Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13
Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14
Episode 14 Dirga menghilang
15
Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16
Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17
Episode 17 Nostalgia waktu SD
18
Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19
Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20
Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21
Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22
Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23
Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24
Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25
Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26
Episode 26 Sudah ingat semuanya
27
Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28
Episode 28 Alergi kepiting
29
Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30
Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31
Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32
Episode 32 Menghindar dari Dirga
33
Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34
Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35
Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36
Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37
Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38
Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39
Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40
Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41
Episode 41 Tak tahan lagi
42
Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43
Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44
Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45
Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46
Episode 46 Mencari info tentang Tania
47
Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48
Episode 48 Dirga sakit
49
Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50
Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51
Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52
Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53
Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54
Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55
Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56
Episode 56 Bertengkar
57
Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58
Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59
Episode 59 Dua insan telah bersatu
60
Episode 60 Melakukannya lagi
61
Episode 61 Kesedihan Dirga
62
Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63
Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64
Episode 64 Insiden tengah malam
65
Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66
Episode 66 Gara-gara baju seksi
67
Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68
Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69
Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70
Episode 70 Disuruh segera pulang
71
Episode 71 Membuat menunggu lagi
72
Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73
Episode 73 Ceroboh
74
Episode 74 Pinokio
75
Episode 75 Sudah puas
76
Episode 76 Mengerjai Niana
77
Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78
Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79
Episode 79 Duka Mendalam
80
Episode 80 Menaruh Dendam
81
Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82
Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83
Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84
Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85
Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86
Episode 86 Tarian Centil
87
Episode 87 Asal Bicara
88
Episode 88 Salah Sangka
89
Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90
Episode 90 Harapan Yang Kandas
91
Episode 91 Suara Yang Familier
92
Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93
Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94
Episode 94 Diskusi Rahasia
95
Episode 95 Benar-benar Hamil
96
Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97
Episode 97 Buku Diary Aska
98
Episode 98 Salah Sangka
99
Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100
Episode 100 Aska Cemburu
101
Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102
Episode 102 Ciuman Dadakan
103
Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104
Episode 104 Teror Di Toko
105
Episode 105 Saling Tuduh
106
Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107
Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108
Episode 108 Cemburu
109
Episode 109 Saling Cemburu
110
Episode 110 Pengawal Gadungan
111
Episode 111 Tidak Ada Kabar
112
Episode 112 Kabar Duka Lara
113
Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114
Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115
Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116
Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117
Episode 117 Tak Disangka-sangka
118
Episode 118 Salah Kamar
119
Episode 119 Merasa Aneh
120
Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121
Episode 121 Bertengkar Lagi
122
Episode 122 Cemburu
123
Episode 123 Keceplosan
124
Episode 124 Rindu
125
Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126
Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127
Episode 127 Penyesalan
128
Episode 128 Salah Paham Selesai
129
Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130
Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131
Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132
Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133
Episode 133 Panik Dan Khawatir
134
Episode 134 Gelang Dirga
135
Episode 135 Alergi Lagi
136
Episode 136 Akhirnya Tahu
137
Episode 137 Melepas Rindu
138
Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139
Episode 139 Diculik
140
Episode 140 Pengakuan
141
Episode 141 Disekap
142
Episode 142 Petunjuk
143
Episode 143 Pencarian
144
Episode 144 Kebahagiaan Datang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!