Sampai di depan pintu ruangan Dirga, seolah olah energi Niana yang sudah diisi dengan semangkuk mie tadi sudah habis, menguap begitu saja entah kemana. Niana harus kembali menemui Dirga dan harus bersiap dengan sejuta pertanyaan yang harus dijawabnya dengan hati-hati. Setelah membuka pintu Niana melihat Dirga duduk termenung di atas bed dengan wajah kesal.
"Hai, bagaimana keadaan anda, apakah anda ingin makan sesuatu" tanya Niana menyapa
"Aku tidak ingin apa-apa" ucap Dirga kesal
Ketika Niana menaruh belanjaanya di atas meja, ponselnya berdering. Dilihatnya ternyata panggilan dari salah satu karyawan di tokonya Niana.
"Maaf saya mau terima telfon dulu" ucap Niana agak menjauh dari Dirga
"Hallo, Ndre ada apa?" tanya Niana memelankan suaranya
"Hallo Niana, 2 hari ini kamu kemana sih? Kenapa gak ke toko?"
"Iya Ndre maaf" bisik Niana ke ponselnya lalu menuju pintu keluar sambil menatap Dirga dengan sedikit senyuman
Dirga terlihat kesal dengan sorotan mata tajam melirik ke arah Niana dan mengepalkan kedua telapak tangannya
"Siapa laki-laki yang menelfonnya, kenapa harus keluar ruangan?" batin Dirga curiga
Niana lama sekali menerima panggilan telfon membuat Dirga penasaran. Hampir setengah jam Niana asyik ngobrol. Entah apa yang sedang dibicarakan dengan karyawan sekaligus sahabatnya yang selalu menemaninya ketika dia tinggal di Panti Kasih itu.
"Siapa laki-laki yang menelfonmu? Lama sekali? Bukankah di dalam cukup tenang kenapa harus di luar?" tanya Dirga kesal
"Laki-laki??? Dia sahabat saya, dia bukan laki-laki"
"Kenapa namanya seperti laki-laki waktu kamu memanggilnya?"
"Namanya Andrea, saya memanggilnya ndre dan dia wanita" jawab Niana kesal sambil mengeluarkan makanan yang ada di dalam kantong plastik. Niana kesal karena Dirga bersikap seperti orang posesif sampai mengurusi siapa yang menelfonya dan membuatnya risih.
"Lalu apa yang kamu bicarakan dengan Ken? Apakah kalian hanya berdua saja diruanganya"
"Saya hanya ingin melihat keadaannya saja, tidak membicarakan apa-apa soalnya kemarin dia juga kecelakaan bersama anda. Di sana ada pengacara keluarga anda juga" jawab Niana dengan hati-hati agar Dirga tidak curiga
"Apa yang kamu beli Niana" tanya Dirga
"Jadi Tuan Tengil ini sudah tau namanku, mungkin dari Nyonya Sofi dan Renata" gumam Niana dalam hati
"Saya beli buah apel, apakah anda mau? " tanya Niana
"Hemmm"
"Baik saya kupasin dulu"
Dirga tersenyum manis memandangi Niana yang duduk di kursi samping bednya sedang mengupas buah apel. Niana meliriknya, dia jadi risih karena tidak biasa dilihatin laki-laki dengan tatapan seperti itu. Biasanya sorot mata Dirga ke Niana tajam, sinis, kadang seperti orang tidak suka kadang seperti meremehkan atau menghina.
"Please Tuan Dirga hentikan tatapan itu, kondisikan mata dan pikiran anda. Jangan bersikap konyol karena membuatku mual" batin Niana
"Kenapa aku bisa menyukai gadis sepertimu sampai sudah bertunangan denganmu?" ucap Dirga terheran masih tak henti-hentinya memandangi Niana. Niana hanya diam saja dan tetap fokus dengan buah apel di tangannya karena bagi Niana apa yang dikatakan Dirga itu hanyalah omong kosong belaka.
"Anda itu sedang konslet, kalau otak anda sudah benar tidak mungkin menyukai serbukan debu sepertiku" batin Niana sambil meliriknya
"Kenapa, rambutmu selalu dikepang kanan kiri?" tangan Dirga pun menyentuh rambut Niana yang dikepang.
"Karena aku menggemaskan dengan gaya rambut seperti ini" ucap Niana memuji dirinya sendiri sambil menarik sudut-sudut bibirnya ke samping memaksa tersenyum manis
Jantung Dirga pun tiba-tiba berdetak tak karuan disuguhi senyum manis Niana dari dekat. Ingin rasanya menyentuh pipinya tapi tangannya tak kuasa.
"Gaya rambutmu aneh, apanya yang menggemaskan. Coba kamu lihat betapa rumitnya kepanganmu, apakah hidupmu juga serumit rambutmu" ucap Dirga menenangkan jantungnya sendiri yang mau copot sambil menarik rambut Niana
"Aachh... sakit!! Lepaskan rambutku" pekik Niana
"Kamu pikir sedang tarik tambang, ini rambut Tuan Tengil. Kaulah yang membuat hidupku jadi rumit bukan rambutku" batin Niana kesal
"Katakan apa yang membuatku menyukaimu, bisakah kamu ceritakan bagaimana kisah kita" titah Dirga
"Apa yang harus aku ceritakan? diantara kita tidak ada cerita apapun" batin Niana
Dulu Dirga jatuh cinta pada pandangan pertama di sebuah jalan ketika Niana berangkat kerja. Saat itu Dirga menolong Niana yang sedang berdiri menunggu bus, ketika menyebrang jalan Niana mau ketabrak mobil lalu Dirga menarik tangannya dan mereka jatuh berpelukan dan berguling-guling. Kemudian Dirga yang ada dibawah memandangi wajah Niana, mereka saling berpandangan dan jantung Dirga yang berdetak sangat kencang pum dapat dirasakan oleh Niana. Niana melihat tangan Dirga luka tergores aspal karena melindungi kepala Niana saat berguling di aspal. Kemudian Niana mengobati lukanya, dia melipat lengan kemeja Dirga dan mengikatnya dengan ikat rambutnya agar tidak kotor saat diobati. Ketika kedua ikat rambut dilepas oleh Niana dari kepangan rambutnya lalu rambutnya pun terurai tertiup angin sangat cantik. Dirga pun memandangi Niana sampai tidak berkedip dan susah menelan ludahnya sendiri. Hari-hari selanjutnya Dirga selalu menunggu Niana di tempat biasa dia menunggu bus agar bisa bertemu Niana hingga akhirnya Dirga menyatakan cintanya. Tetapi Niana menolaknya karena Dirga adalah anak keluarga Sanjaya dan Niana hanyalah serbukan debu di pinggir jalan. Status sosialnya bagai langit dan bumi. Tetapi Dirga tidak putus asa walau sudah ditolak. Bahkan sampe rela ikut Niana naik bus berdesak-desakan dengan rakyat jelata. Di dalam bus Dirga berteriak mengungkapkan perasaanya pada Niana. Akhirnya Niana mau menerimanya setelah melihat ketulusan Dirga. Sampai akhirnya Dirga melamarnya dan hubungan mereka sudah 1 tahun ini. Sekian, begitulah maha karya singkat dari Niana tentang kisah cintanya dengan Dirga yang dia karang sendiri. Dirga yang sedang mendengarkan cerita Niana hanya terbengong karena tak ada sesuatu pun yang dia ingat dari cerita Niana.
"Hiks... hiks...hiks" Niana pura-pura menangis sedih ketika menceritakan kisah palsunya dengan Dirga. Padahal Niana sendiri mual dengan karangan ceritanya yang entah darimana idenya bisa mengalir begitu saja seperti drama korea. Dirga masih terbengong sambil mengingat-ingat kejadian yang diceritakan Niana.
"Kenapa aku merasa tidak pernah mengalami kejadian seperti itu dalam hidupku" ucap Dirga
"Dasar bodoh kamu kan lagi amnesia mana mungkin ingat, eh gak amnesia pun kamu juga tidak akan merasa itu terjadi di hidupmu, itu kan karangan ku saja. Akhirnya aku bisa mengerjai Tuan Tengil ini juga ha ha ha... " kata Niana dalam hati
"Aaaakkk.... " Dirga membuka mulutnya minta disuapin setelah melihat Niana yang selesai mengupas apel lalu memotong-motongnya.
"Karena aku bisa mengerjaimu hari ini, dan tampangmu jadi kaya orang bodoh maka aku bersedia menyuapimu" batin Niana
"Niana, apakah kita sedang bertengkar kenapa sikapmu tidak seperti pasanganku"
"Iya, sebelum kecelakaan itu kita sedang bertengkar karena anda selalu mengingkari janji anda dan membuat saya selalu menunggu. Bahkan saya memergoki anda malah jalan dengan teman wanita anda dan melupakan janji bertemu saya. Entah sebenarnya anda mencintai saya atau tidak hiks.. hiks.." Niana berakting lagi dengan tangisan palsu
"Maafkan saya sudah menyakitimu, tetapi sepertinya aku bukan tipe laki-laki yang suka berhianat" ucap Dirga dengan wajah menyesal merasa bersalah
"Apa anda mau menuduh saya berbohong, anda sudah menyakiti saya dengan pergi bersama wanita lain hiks hiks... " ucap Niana
"Aku tidak menuduhmu berbohong, baiklah jangan menangis, maafkan aku kalau dulu aku bersalah?" ucap Dirga
"Saya sudah memaafkan anda tetapi dengan sebuah janji yang sudah kita sepakati. Anda tidak boleh menyentuhku dan tidak boleh ada kontak fisik diantara kita karena saya masih belum memaafkan anda sepenuhnya" kata Niana dengan bumbu kebohongan untuk menyelamatkan dirinya juga
"Benarkah seperti itu" tanya Dirga merasa aneh dengan perjanjian itu
"Iya, karena anda sedang amnesia jadi anda lupa" jawab Niana
"Apakah kita punya kenangan seperti foto bersama, mungkin saja aku bisa mengingat sesuatu, pasti kita punya bersama kan? Aku ingin melihatnya" ucap Dirga
"Apa foto bersama, bagaimana mungkin aku punya foto sama Dirga, bagaimana ini? Mungkin maksud pesan Mr Ken tadi siang untuk melanjutkan hidup adalah.. aah kenapa tadi ku hapus foto yang dia kirim" batin Niana
"Nanti Saya mau pulang ke rumah" Niana mengalihkan pembicaraan biar Dirga lupa meminta foto saat bersamanya
"Kenapa kamu tidak mau menemaniku di sini saja, bagaimana kalau aku butuh sesuatu?" rengek Dirga
"Saya harus ganti baju dulu, dari semalam juga belum mandi, saya juga harus mengecek toko saya" kata Niana
"Mandi saja di sini, bilang mama untuk menyuruh orang mengantar pakaianmu ke sini. Sebentar lagi kamu jadi istri pemilik Sanjaya Grub kenapa masih ngurusin toko kecil" kata Dirga kesal
"Kenapa dia jadi cerewet sekali sih, hei Tuan Sanjaya Grub anda itu harusnya dingin tak banyak ngomong, amnesia benar-benar melupuhkan ingatannya" batin Niana
"Maaf tidak bisa, saya tidak biasa bergantung pada orang lain. Sejak kecil Saya sudah hidup mandiri. Walau toko saya kecil itu hasil jerih payah saya sendiri. Saya mohon anda bisa menghargai keputusan saya"
"Baiklah... tapi berjanjilah untuk kembali secepatnya" ucap Dirga
"Saya usahakan"
"Satu lagi, jangan bicara formal sama tunanganmu"
"Iya" jawab Niana yang langsung bergegas pergi sebelum Dirga bertanya lagi tentang foto lagi
Niana langsung menuju ke rumah karena tidak sempat ke toko. Semua urusan toko dia pasrahkan ke Andrea untuk sementara. Sampai di rumah Niana mengecek ponselnya banyak sekali panggilan masuk dan pesan yang menumpuk. Dia cuma membalas pesan dari Aska saja. Kemudian mengirim pesan kepada Mr Ken untuk minta foto yang dia kirimkan tadi siang lagi. Baru saja mau menulis pesan, tiba-tiba ada pesan masuk dari Mr Ken.
"Berhati-hatilah dengan tindakan anda nona, ini terakhir kali saya mengirimkannya. Kalau sudah kembali ke RS segera temui saya" (chat dari Mr Ken)
"Ya Tuhan, apakah dia memata-mataiku, kenapa Mr Alien tau apa yang sudah aku lakukan" gumam Niana
"Baik Mr Ken" Niana membalas pesan lalu mandi
Niana merebahkan tubuhnya sebentar di kasur karena jiwa raganya sangat lelah selama di RS yang isinya selalu menguras energi dan emosinya. Niana pun berpikir mungkin Mr Ken orang terakhir yang bisa membuatnya keluar dari masalah. Niana bermaksud untuk merayu Mr Ken agar berkata jujur saja pada Dirga sehingga masalah bisa selesai dengan mudah. Walau berkas perjanjian sudah dia tanda tangani tetapi pikirannya masih sesederhana itu. Wajar jika Niana berpikir seperti itu karena Niana belum mengenal betul siapa Mr Ken dan bagaimana Dirga kalau sudah menyukai seseorang apalagi yang diketahui menjadi tunangannya.
Sebelum mengenal Tania dulu Dirga pernah menyukai seseorang tetapi hubungannya putus karena diselingkuhi. Kehidupannya jadi kacau selalu marah-marah, sering pergi ke bar walau tidak suka minum alkohol, tidak suka di dekati wanita mana pun dan hanya menghabiskan waktu dengan bermain game di bar bersama temannya lalu pulang tengah malam. Urusan perusahan yang ayahnya serahkan padanya jadi kacau karena Dirga tidak fokus bekerja. Dirga pun lalu pergi ke Australia untuk melupakan masa lalunya sambil mengurus perusahaan ayahnya yang berada di sana.
Setelah setahun di sana Dirga akhirnya membuka diri dan menjalin hubungan dengan Tania yang saat itu sedang kuliah di Australia. Kemudian Dirga kembali ke Indonesia lagi karena ayahnya meninggal. Dia pulang bersama Tania yang kebetulan juga sudah lulus S2 Kedokteran. Setelah 5 bulan di Indonesia Tania ternyata diam-diam berencana melanjutkan studinya ke Jerman tanpa Dirga ketahui.
Sekarang malah Niana yang dianggapnya sudah bertunangan dengannya. Walaupun terlihat sederhana hanya kesalahpahaman karena Dirga amnesia tetapi itu tidak sesederhana yang Niana pikirkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
@Kristin
Bunga 🌹 untuk mu semangat 💪
2023-10-04
0
Produksi Handle Kayu
visual Tania kek apa pinisirin
2023-09-15
0
Produksi Handle Kayu
cie cemburu sekebon
2023-09-15
0