Pagi-pagi sekali Dirga sibuk di dapur. Entah apa yang ingin dimasaknya, dia hanya ingin membuatkan Niana sarapan. Niana pun menghampirinya dan membuka kulkas mau melihat isi kulasnya dengan posisi membungkukan setengah badanya. Tiba-tiba Dirga ada di belakangnya ikut melihat isi kulkas tanpa Niana sadari. Tangan kiri Dirga disandarkan di bibir atas kulkas sedang tangan kanannya mengambil sesuatu.
"Sepertinya banyak makanan yang sudah tidak layak makan" suara Dirga mengagetkan Niana
Lalu Niana berbalik arah dan wajah mereka saling bertemu. Wajah Niana terlihat merah karena malu apalagi mengingat kejadian semalam, lalu dia bergegas pergi dengan sedikit menundukan kepala melewati bawah tangan kiri Dirga yang bersandar di kulkas.
"Bagaimana kalau kita belanja ke supermarket?" seru Dirga
"Baiklah, tapi supermarket dekat sini saja ya jadi jalan kaki saja"
Di supermarket mereka membeli berbagai macam sayur, buah, daging dan kebutuhan rumah untuk 1 bulan. Ketika di kasir Dirga pun terbengong dia baru menyadari tidak memiliki dompet apalagi uang. Dia juga tidak pernah bertanya pada keluarganya dimana dompetnya dan apakah punya uang atau tidak. Dirga memang terbiasa tidak membawa dompet karena semua urusan transaksi keuangan diserahkan pada Mr Ken.
"Aku tidak punya uang sama sekali, dimana dompetku" ucap Dirga dalam hati
"Totalnya jadi 450.000 Nona" ucap pelayan kasir
"Baik" jawab Niana menyerahkan uang pada pelayan kasir
Lalu mereka pulang menuju ke rumah. Di jalan Niana mengajak Dirga berhenti di taman. Niana menarik tangan Dirga menuju ke sebuah ayunan dan meletakan belanjaannya.
"Kau mau apa" tanya Dirga
"Ayo tarik ayunannya dan dorong aku" ucap Niana yang sudah duduk di atas ayunan
"Baiklah"
"Aku senang sekali bisa main ayunan ini lagi. Kalau aku sedang sedih aku pergi ke sini main ayunan sendiri"
"Niana maafkan aku" ucap Dirga sambil mendorong pelan ayunan Niana
"Ada apa memangnya?"
"Tuan Tengil ini bisa juga minta maaf, lalu kenapa waktu SD kau menyebalkan sekali, jangankan minta maaf, bicara satu patah kata padaku saja tidak pernah. Padahal kita selalu satu kelas selama 6 tahun" batin Niana
Dirga pun duduk berjongkok di samping ayunan "Maaf sebagai suami aku belum punya uang sama sekali untuk menghidupimu" ucap Dirga menundukan kepalanya merasa dirinya tidak berguna untuk Niana
"Ha ha ha... aduh perutku sakit ha.. ha.. ha lucu sekali" Niana tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Dirga
"Apa yang kamu tertawakan"
"Ha ha ha rahasia kamu tidak akan tau, Tuan Tengil kamu itu biasanya dingin, cuek, sombong, arogan, pokoknya menyebalkan karena merasa berkuasa. Kenapa sekarang kamu jadi seperti suami yang gagal ha ha ha" batin Niana
"Tidak ada, aku juga tidak perlu uang mu. Aku bisa mencari sendiri, bahkan sejak lulus SD aku sudah hidup sebatang kara. Hingga aku punya rumah kecil sederhana dan sebuah toko kecil. Aku cuma tertawa karena CEO Sanjaya Grub ketika tidak punya uang seperti ini wajahnya ha.. ha.. ha.. ha.. " ucap Niana
"Hemm" Dirga ngambek dan kesal
"Duh.. duh...duh anak mama tidak punya uang" ejek Niana sambil mengusap usap rambut kepala Dirga
"Sebagai suami aku merasa tidak berguna untukmu, seandainya aku bukan putra keluarga Sanjaya apakah aku bisa membahagiakanmu, bahkan untuk membayari belanjaanmu saja aku tidak punya uang sama sekali. Aku malu sama diriku sendiri, kamu bisa memiliki sesuatu karena usahamu sendiri sedangkan aku lahir sudah jadi putra Sanjaya tanpa merasakan kesusahan" ucap Dirga sedih
"Tuan Sanjaya Grub kenapa kamu jadi melow gini sih, aku mau mengerjai kamu jadi tak tega" batin Niana
"Kalau kamu punya uang tak apa, biar aku yang mencari, kalau kamu ingin berguna untuk ku cukup di rumah memasak untuk ku dan mengerjakan pekerjaan rumah, bagaimana?" ucap Niana
"Aku kerjain saja sekalian, seorang Tuan Muda Sanjaya Grub menjadi housemide di rumah Niana yang cuma serpihan debu pinggir jalan ha ha ha... karena anda juga sudah membuatku kehilangan pekerjaan, aku tidak boleh lagi kerja di Sanjaya Grub, bahkan di perusahaan mana pun. Walaupun dalam perjanjian, mama mu mengatakan akan mengganti gajiku selama aku tidak bekerja lagi disana atau dimana pun kecuali tokoku sendiri tapi aku tidak mau menerimanya. Kalau aku menerimanya sama saja aku ikut membohongimu, tapi yang aku lakukan sekarang karena aku diancam jadi aku terpaksa pura-pura jadi tunanganmu bahkan harus melakukan pernikahan palsu sesuai perintah mamamu dan Mr Alien itu" batin Niana
"Baiklah, tapi aku ingin mencari uang juga dengan usahaku sendiri. Akan ku buktikan pada mu aku bukan anak mama yang hanya bisa mengandalkan harta Sanjaya" ucap Dirga
"Kalau begitu aku akan membantumu mencari pekerjaan, apa ijazah terakhirmu"
"Aku ingin seperti kamu Niana, yang bekerja dengan usahan sendiri. Kalau aku memakai ijazahaku sama saja bukan murni usaha sendiri. Aku ingin menunjukan pada mu kalau aku adalah suami yang bisa kau andalkan walau tanpa nama Sanjaya"
"Terserah kau saja, bodoh amat mau kerja atau tidak. Kenapa aku ikut pusing mikirin. Harta milik Sanjaya saja bahkan bisa untuk membeli separuh negara ini. Lalu buat apa aku pusing mikirin nyari kerja buat kamu, yang ada malah kamu yang ngerjain aku jadinya" batin Niana
"Taman ini cukup ramai dan banyak pengunjung" mata Dirga terlihat menatap lurus memikirkan sesuatu ke arah taman
"Iya, apalagi kalau hari minggu banyak yang bawa anak-anak" ucap Niana
Niana yang masih asyik bermain ayunan tiba-tiba teringat sesuatu dalam hidupnya setelah melihat seorang anak bermain ayunan bersama kedua orang tuanya di sebrang taman di depannya. Tak terasa tiba-tiba air mata pun menetes di pipinya.
"Niana, kenapa kamu menangis? Apakah aku membuatmu sedih"
"Tidak.. aku hanya teringat orang tua ku"
"Oh ya dimana orang tuamu, sepertinya di rumah aku tidak melihat foto orang tua mu"
"Ibu ku sudah meninggal karena kecelakaan, aku menyimpan foto ibuku di kamar"
"Maafkan aku tidak tau kalau ibumu sudah meninggal"
"Tidak apa-apa"
"Foto ayahmu juga di kamar, bolehkah aku melihat foto ayah ibumu"
"Aku tidak punya ayah semenjak aku kabur dari rumah 13 tahun yang lalu, lebih tepatnya aku menganggap ayahku sudah mati" tegas Niana dan meneteskan air matanya lagi
Dirga yang berdiri dengan kedua lututnya langsung memeluk Niana yang masih duduk di atas ayunan sambil mengelus rambut Niana.
"Apa yang membuatmu menangis, ceritakan padaku jangan memendamnya sendiri, aku tidak akan membiarkanmu sedih seorang diri lagi" ucap Dirga pada Niana
"Aku tidak menyangka masa kecilmu sudah menderita bahkan kamu hidup sebatang kara dan berjuang sendiri untuk bertahan hidup. Tapi sekarang ada aku yang akan selalu ada di sisimu" batin Dirga yang hatinya pun ikut merasakan sakit
Akhirnya Niana pun menceritakan rasa sakit yang dia pendam sendiri sejak kecil kepada Dirga. Niana berpikir saat ini Dirga sedang amnesia kelak jika ingatannya sudah kembali Dirga juga tidak akan ingat tentang kesedihan yang dia ceritakan sekarang. Tidak ada satu orang pun yang tahu tentang kesedihan yang Niana rasakan selama ini yang membuatnya harus pergi dari rumah. Bahkan Aska satu-satunya orang yang dekat dengan nya tidak tahu yang sebenarnya.
"Menangislah Niana, jangan kau pendam sendiri kesedihanmu. Mulai sekarang ada aku di sisimu, aku berjanji tidak akan membuatmu sakit dan tidak akan pernah meninggalkanmu" ucap Dirga memeluk Niana dan mencium rambut Niana
"Kalau aku yang meninggalkanmu bagaimana?" ucap Niana
"Aku akan terus mengejarmu dan tak kan ku biarkan kamu pergi dari ku"
"Kalau aku yang berbuat salah, maksudnya aku tidak sengaja melakukan kesalahan dan menyakiti perasaanmu apakah kau mau memaafkanku? " tanya Niana ingin tahu bagaimana jika Dirga tahu kalau dia sudah berpura-pura jadi tunangannya karena dipaksa dan akhirnya membuat Dirga menikahinya walau hanya pernikahan palsu
"Kalau tidak sengaja mungkin bisa ku maafkan" ucap Dirga
"Benarkah? mungkin saja kamu akan membenciku dan meninggalkanku"
"Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu, bukankan aku yang menginginkan kita menikah secepatnya karena aku ingin mengikatmu supaya tidak bisa pergi dariku?"
"Apa kau percaya ketika orang melakukan kebohongan itu ada yang tujuannya untuk kebaikan. Saat kebohongan itu dilakukan dengan sangat terpaksa"
"Ya mungkin saja, tetapi lebih baik bukannya berkata jujur walau menyakitkan daripada berbohong. Lagian kamu mau ngomongin apa sih, kenapa jadi bahas kebohongan?" tanya Dirga merasa aneh
"Memang benar jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan. Tetapi bagaimana kalau kejujuran itu malah membuat orang yang akan dibohongi melukai orang lain bahkan hidup matinya tergantung kejujuran itu, mungkin bukan cuma satu orang melainkan banyak orang?" jelas Niana
"Memang siapa sih orang yang dibohongi itu, kenapa sekejam itu sampai melukai orang lain"
"Orang itu anda Tuan Sanjaya Grub, semoga apa yang ku katakan bisa kau ingat saat ingatan anda kembali. Agar di masa yang akan datang kita bisa hidup damai dengan dunia masing-masing" batin Niana yang berpikir bagaimana dia harus menanamkan dalam alam bawah sadar Dirga kalau kebohongan itu tidak salah sepenuhnya karena untuk kebaikan apalagi kebohongan itu juga terpaksa dilakukan.
"Mungkin saja ada, jadi berjanjilah untuk memaafkan aku jika suatu saat aku berbuat salah karena terpaksa, aku takut kelak kamu akan membenciku" ucap Niana meneteskan air mata yang sudah tak mampu dibendung karena takut kelak Dirga akan semakin membencinya.
"Kamu ngomong apa sih Niana. Aku sayang kamu, aku tidak bisa membencimu" ucap Dirga semakin bingung dengan maksud Niana
"Apa yang kau lakukan Tuan Sanjaya, kenapa malah memelukku dan menciumi kepalaku. Kau mencari kesempatan dalam kesedihan? Semua ucapanmu itu bagiku hanya omong kosong" batin Niana
"Ayo kita pulang, aku sudah lapar. Apakah kau mau memasak untuk ku" ucap Niana sambil melepaskan pelukan Dirga
"Baik kamu mau makan apa?" tanya Dirga
"Makan apa saja, semua aku suka"
"Baiklah aku akan memasakan makanan spesial untukmu"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
faridah ida
kalo Ken tahu ,Dirga di suruh Niana ,yang ada marah ini ...😁😋
2023-09-05
0