Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan

Pagi-pagi sekali Dirga sibuk di dapur. Entah apa yang ingin dimasaknya, dia hanya ingin membuatkan Niana sarapan. Niana pun menghampirinya dan membuka kulkas mau melihat isi kulasnya dengan posisi membungkukan setengah badanya. Tiba-tiba Dirga ada di belakangnya ikut melihat isi kulkas tanpa Niana sadari. Tangan kiri Dirga disandarkan di bibir atas kulkas sedang tangan kanannya mengambil sesuatu.

"Sepertinya banyak makanan yang sudah tidak layak makan" suara Dirga mengagetkan Niana

Lalu Niana berbalik arah dan wajah mereka saling bertemu. Wajah Niana terlihat merah karena malu apalagi mengingat kejadian semalam, lalu dia bergegas pergi dengan sedikit menundukan kepala melewati bawah tangan kiri Dirga yang bersandar di kulkas.

"Bagaimana kalau kita belanja ke supermarket?" seru Dirga

"Baiklah, tapi supermarket dekat sini saja ya jadi jalan kaki saja"

Di supermarket mereka membeli berbagai macam sayur, buah, daging dan kebutuhan rumah untuk 1 bulan. Ketika di kasir Dirga pun terbengong dia baru menyadari tidak memiliki dompet apalagi uang. Dia juga tidak pernah bertanya pada keluarganya dimana dompetnya dan apakah punya uang atau tidak. Dirga memang terbiasa tidak membawa dompet karena semua urusan transaksi keuangan diserahkan pada Mr Ken.

"Aku tidak punya uang sama sekali, dimana dompetku" ucap Dirga dalam hati

"Totalnya jadi 450.000 Nona" ucap pelayan kasir

"Baik" jawab Niana menyerahkan uang pada pelayan kasir

Lalu mereka pulang menuju ke rumah. Di jalan Niana mengajak Dirga berhenti di taman. Niana menarik tangan Dirga menuju ke sebuah ayunan dan meletakan belanjaannya.

"Kau mau apa" tanya Dirga

"Ayo tarik ayunannya dan dorong aku" ucap Niana yang sudah duduk di atas ayunan

"Baiklah"

"Aku senang sekali bisa main ayunan ini lagi. Kalau aku sedang sedih aku pergi ke sini main ayunan sendiri"

"Niana maafkan aku" ucap Dirga sambil mendorong pelan ayunan Niana

"Ada apa memangnya?"

"Tuan Tengil ini bisa juga minta maaf, lalu kenapa waktu SD kau menyebalkan sekali, jangankan minta maaf, bicara satu patah kata padaku saja tidak pernah. Padahal kita selalu satu kelas selama 6 tahun" batin Niana

Dirga pun duduk berjongkok di samping ayunan "Maaf sebagai suami aku belum punya uang sama sekali untuk menghidupimu" ucap Dirga menundukan kepalanya merasa dirinya tidak berguna untuk Niana

"Ha ha ha... aduh perutku sakit ha.. ha.. ha lucu sekali" Niana tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Dirga

"Apa yang kamu tertawakan"

"Ha ha ha rahasia kamu tidak akan tau, Tuan Tengil kamu itu biasanya dingin, cuek, sombong, arogan, pokoknya menyebalkan karena merasa berkuasa. Kenapa sekarang kamu jadi seperti suami yang gagal ha ha ha" batin Niana

"Tidak ada, aku juga tidak perlu uang mu. Aku bisa mencari sendiri, bahkan sejak lulus SD aku sudah hidup sebatang kara. Hingga aku punya rumah kecil sederhana dan sebuah toko kecil. Aku cuma tertawa karena CEO Sanjaya Grub ketika tidak punya uang seperti ini wajahnya ha.. ha.. ha.. ha.. " ucap Niana

"Hemm" Dirga ngambek dan kesal

"Duh.. duh...duh anak mama tidak punya uang" ejek Niana sambil mengusap usap rambut kepala Dirga

"Sebagai suami aku merasa tidak berguna untukmu, seandainya aku bukan putra keluarga Sanjaya apakah aku bisa membahagiakanmu, bahkan untuk membayari belanjaanmu saja aku tidak punya uang sama sekali. Aku malu sama diriku sendiri, kamu bisa memiliki sesuatu karena usahamu sendiri sedangkan aku lahir sudah jadi putra Sanjaya tanpa merasakan kesusahan" ucap Dirga sedih

"Tuan Sanjaya Grub kenapa kamu jadi melow gini sih, aku mau mengerjai kamu jadi tak tega" batin Niana

"Kalau kamu punya uang tak apa, biar aku yang mencari, kalau kamu ingin berguna untuk ku cukup di rumah memasak untuk ku dan mengerjakan pekerjaan rumah, bagaimana?" ucap Niana

"Aku kerjain saja sekalian, seorang Tuan Muda Sanjaya Grub menjadi housemide di rumah Niana yang cuma serpihan debu pinggir jalan ha ha ha... karena anda juga sudah membuatku kehilangan pekerjaan, aku tidak boleh lagi kerja di Sanjaya Grub, bahkan di perusahaan mana pun. Walaupun dalam perjanjian, mama mu mengatakan akan mengganti gajiku selama aku tidak bekerja lagi disana atau dimana pun kecuali tokoku sendiri tapi aku tidak mau menerimanya. Kalau aku menerimanya sama saja aku ikut membohongimu, tapi yang aku lakukan sekarang karena aku diancam jadi aku terpaksa pura-pura jadi tunanganmu bahkan harus melakukan pernikahan palsu sesuai perintah mamamu dan Mr Alien itu" batin Niana

"Baiklah, tapi aku ingin mencari uang juga dengan usahaku sendiri. Akan ku buktikan pada mu aku bukan anak mama yang hanya bisa mengandalkan harta Sanjaya" ucap Dirga

"Kalau begitu aku akan membantumu mencari pekerjaan, apa ijazah terakhirmu"

"Aku ingin seperti kamu Niana, yang bekerja dengan usahan sendiri. Kalau aku memakai ijazahaku sama saja bukan murni usaha sendiri. Aku ingin menunjukan pada mu kalau aku adalah suami yang bisa kau andalkan walau tanpa nama Sanjaya"

"Terserah kau saja, bodoh amat mau kerja atau tidak. Kenapa aku ikut pusing mikirin. Harta milik Sanjaya saja bahkan bisa untuk membeli separuh negara ini. Lalu buat apa aku pusing mikirin nyari kerja buat kamu, yang ada malah kamu yang ngerjain aku jadinya" batin Niana

"Taman ini cukup ramai dan banyak pengunjung" mata Dirga terlihat menatap lurus memikirkan sesuatu ke arah taman

"Iya, apalagi kalau hari minggu banyak yang bawa anak-anak" ucap Niana

Niana yang masih asyik bermain ayunan tiba-tiba teringat sesuatu dalam hidupnya setelah melihat seorang anak bermain ayunan bersama kedua orang tuanya di sebrang taman di depannya. Tak terasa tiba-tiba air mata pun menetes di pipinya.

"Niana, kenapa kamu menangis? Apakah aku membuatmu sedih"

"Tidak.. aku hanya teringat orang tua ku"

"Oh ya dimana orang tuamu, sepertinya di rumah aku tidak melihat foto orang tua mu"

"Ibu ku sudah meninggal karena kecelakaan, aku menyimpan foto ibuku di kamar"

"Maafkan aku tidak tau kalau ibumu sudah meninggal"

"Tidak apa-apa"

"Foto ayahmu juga di kamar, bolehkah aku melihat foto ayah ibumu"

"Aku tidak punya ayah semenjak aku kabur dari rumah 13 tahun yang lalu, lebih tepatnya aku menganggap ayahku sudah mati" tegas Niana dan meneteskan air matanya lagi

Dirga yang berdiri dengan kedua lututnya langsung memeluk Niana yang masih duduk di atas ayunan sambil mengelus rambut Niana.

"Apa yang membuatmu menangis, ceritakan padaku jangan memendamnya sendiri, aku tidak akan membiarkanmu sedih seorang diri lagi" ucap Dirga pada Niana

"Aku tidak menyangka masa kecilmu sudah menderita bahkan kamu hidup sebatang kara dan berjuang sendiri untuk bertahan hidup. Tapi sekarang ada aku yang akan selalu ada di sisimu" batin Dirga yang hatinya pun ikut merasakan sakit

Akhirnya Niana pun menceritakan rasa sakit yang dia pendam sendiri sejak kecil kepada Dirga. Niana berpikir saat ini Dirga sedang amnesia kelak jika ingatannya sudah kembali Dirga juga tidak akan ingat tentang kesedihan yang dia ceritakan sekarang. Tidak ada satu orang pun yang tahu tentang kesedihan yang Niana rasakan selama ini yang membuatnya harus pergi dari rumah. Bahkan Aska satu-satunya orang yang dekat dengan nya tidak tahu yang sebenarnya.

"Menangislah Niana, jangan kau pendam sendiri kesedihanmu. Mulai sekarang ada aku di sisimu, aku berjanji tidak akan membuatmu sakit dan tidak akan pernah meninggalkanmu" ucap Dirga memeluk Niana dan mencium rambut Niana

"Kalau aku yang meninggalkanmu bagaimana?" ucap Niana

"Aku akan terus mengejarmu dan tak kan ku biarkan kamu pergi dari ku"

"Kalau aku yang berbuat salah, maksudnya aku tidak sengaja melakukan kesalahan dan menyakiti perasaanmu apakah kau mau memaafkanku? " tanya Niana ingin tahu bagaimana jika Dirga tahu kalau dia sudah berpura-pura jadi tunangannya karena dipaksa dan akhirnya membuat Dirga menikahinya walau hanya pernikahan palsu

"Kalau tidak sengaja mungkin bisa ku maafkan" ucap Dirga

"Benarkah? mungkin saja kamu akan membenciku dan meninggalkanku"

"Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu, bukankan aku yang menginginkan kita menikah secepatnya karena aku ingin mengikatmu supaya tidak bisa pergi dariku?"

"Apa kau percaya ketika orang melakukan kebohongan itu ada yang tujuannya untuk kebaikan. Saat kebohongan itu dilakukan dengan sangat terpaksa"

"Ya mungkin saja, tetapi lebih baik bukannya berkata jujur walau menyakitkan daripada berbohong. Lagian kamu mau ngomongin apa sih, kenapa jadi bahas kebohongan?" tanya Dirga merasa aneh

"Memang benar jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan. Tetapi bagaimana kalau kejujuran itu malah membuat orang yang akan dibohongi melukai orang lain bahkan hidup matinya tergantung kejujuran itu, mungkin bukan cuma satu orang melainkan banyak orang?" jelas Niana

"Memang siapa sih orang yang dibohongi itu, kenapa sekejam itu sampai melukai orang lain"

"Orang itu anda Tuan Sanjaya Grub, semoga apa yang ku katakan bisa kau ingat saat ingatan anda kembali. Agar di masa yang akan datang kita bisa hidup damai dengan dunia masing-masing" batin Niana yang berpikir bagaimana dia harus menanamkan dalam alam bawah sadar Dirga kalau kebohongan itu tidak salah sepenuhnya karena untuk kebaikan apalagi kebohongan itu juga terpaksa dilakukan.

"Mungkin saja ada, jadi berjanjilah untuk memaafkan aku jika suatu saat aku berbuat salah karena terpaksa, aku takut kelak kamu akan membenciku" ucap Niana meneteskan air mata yang sudah tak mampu dibendung karena takut kelak Dirga akan semakin membencinya.

"Kamu ngomong apa sih Niana. Aku sayang kamu, aku tidak bisa membencimu" ucap Dirga semakin bingung dengan maksud Niana

"Apa yang kau lakukan Tuan Sanjaya, kenapa malah memelukku dan menciumi kepalaku. Kau mencari kesempatan dalam kesedihan? Semua ucapanmu itu bagiku hanya omong kosong" batin Niana

"Ayo kita pulang, aku sudah lapar. Apakah kau mau memasak untuk ku" ucap Niana sambil melepaskan pelukan Dirga

"Baik kamu mau makan apa?" tanya Dirga

"Makan apa saja, semua aku suka"

"Baiklah aku akan memasakan makanan spesial untukmu"

Terpopuler

Comments

faridah ida

faridah ida

kalo Ken tahu ,Dirga di suruh Niana ,yang ada marah ini ...😁😋

2023-09-05

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2 Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3 Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4 Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5 Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6 Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7 Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8 Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9 Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10 Episode 10 Berjualan pudding di taman
11 Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12 Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13 Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14 Episode 14 Dirga menghilang
15 Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16 Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17 Episode 17 Nostalgia waktu SD
18 Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19 Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20 Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21 Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22 Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23 Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24 Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25 Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26 Episode 26 Sudah ingat semuanya
27 Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28 Episode 28 Alergi kepiting
29 Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30 Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31 Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32 Episode 32 Menghindar dari Dirga
33 Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34 Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35 Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36 Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37 Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38 Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39 Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40 Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41 Episode 41 Tak tahan lagi
42 Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43 Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44 Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45 Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46 Episode 46 Mencari info tentang Tania
47 Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48 Episode 48 Dirga sakit
49 Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50 Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51 Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52 Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53 Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54 Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55 Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56 Episode 56 Bertengkar
57 Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58 Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59 Episode 59 Dua insan telah bersatu
60 Episode 60 Melakukannya lagi
61 Episode 61 Kesedihan Dirga
62 Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63 Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64 Episode 64 Insiden tengah malam
65 Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66 Episode 66 Gara-gara baju seksi
67 Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68 Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69 Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70 Episode 70 Disuruh segera pulang
71 Episode 71 Membuat menunggu lagi
72 Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73 Episode 73 Ceroboh
74 Episode 74 Pinokio
75 Episode 75 Sudah puas
76 Episode 76 Mengerjai Niana
77 Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78 Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79 Episode 79 Duka Mendalam
80 Episode 80 Menaruh Dendam
81 Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82 Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83 Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84 Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85 Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86 Episode 86 Tarian Centil
87 Episode 87 Asal Bicara
88 Episode 88 Salah Sangka
89 Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90 Episode 90 Harapan Yang Kandas
91 Episode 91 Suara Yang Familier
92 Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93 Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94 Episode 94 Diskusi Rahasia
95 Episode 95 Benar-benar Hamil
96 Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97 Episode 97 Buku Diary Aska
98 Episode 98 Salah Sangka
99 Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100 Episode 100 Aska Cemburu
101 Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102 Episode 102 Ciuman Dadakan
103 Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104 Episode 104 Teror Di Toko
105 Episode 105 Saling Tuduh
106 Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107 Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108 Episode 108 Cemburu
109 Episode 109 Saling Cemburu
110 Episode 110 Pengawal Gadungan
111 Episode 111 Tidak Ada Kabar
112 Episode 112 Kabar Duka Lara
113 Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114 Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115 Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116 Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117 Episode 117 Tak Disangka-sangka
118 Episode 118 Salah Kamar
119 Episode 119 Merasa Aneh
120 Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121 Episode 121 Bertengkar Lagi
122 Episode 122 Cemburu
123 Episode 123 Keceplosan
124 Episode 124 Rindu
125 Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126 Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127 Episode 127 Penyesalan
128 Episode 128 Salah Paham Selesai
129 Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130 Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131 Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132 Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133 Episode 133 Panik Dan Khawatir
134 Episode 134 Gelang Dirga
135 Episode 135 Alergi Lagi
136 Episode 136 Akhirnya Tahu
137 Episode 137 Melepas Rindu
138 Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139 Episode 139 Diculik
140 Episode 140 Pengakuan
141 Episode 141 Disekap
142 Episode 142 Petunjuk
143 Episode 143 Pencarian
144 Episode 144 Kebahagiaan Datang
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Episode 1 Terbangun dari mimpi dan flash back saat SD
2
Episode 2 Nama Dirga bertebaran dimana-mana
3
Episode 3 Susu stroberry berengkarnasi jadi susu alpukat
4
Episode 4 Dirga amnesia dan mengira Niana tunangannya
5
Episode 5 Semakin terjerumus ke jurang sandiwara
6
Episode 6 Katakan apa yang membuatku menyukaimu
7
Episode 7 Jangan menaruh miliku sembarangan
8
Episode 8 Dipermainkan kancing baju
9
Episode 9 Jujur lebih baik daripada berbohong walau kenyataanya menyakitkan
10
Episode 10 Berjualan pudding di taman
11
Episode 11 Tiba-tiba datang ke toko
12
Episode 12 Bendera persaingan mulai berkibar
13
Episode 13 Bertemu kembali setelah 13 tahun
14
Episode 14 Dirga menghilang
15
Episode 15 Bertemu kembali dengan Ibu Arini
16
Episode 16 Kembali berbaikan dengan keluarga
17
Episode 17 Nostalgia waktu SD
18
Episode 18 Dirga benar-benar pergi dari hidup Niana
19
Episode 18 Niana kembali bekerja di Sanjaya Grub
20
Episode 20 Diam-diam memesan 50 ayam kecap untuk mengganti makanan Niana
21
Episode 21 Terngiang-ngiang dengan kepangan rambut Niana
22
Episode 22 Merasa resep puddingnya dicuri Niana
23
Episode 23 Menolong Dirga membalut luka
24
Episode 24 Dituduh menghianati Sanjaya Grub
25
Episode 25 Tersenyum-senyum dengan kekonyolan Niana
26
Episode 26 Sudah ingat semuanya
27
Episode 27 Setitik bagian hati saya tidak pernah ada rasa untuk anda
28
Episode 28 Alergi kepiting
29
Episode 29 Cemburu gara-gara ikat rambut
30
Episode 30 Tania kembali ke indonesia
31
Episode 31 Tujuan Tania ke rumah Sanjaya
32
Episode 32 Menghindar dari Dirga
33
Episode 33 Terkuak semua yang dilakukan untuk menghindari Dirga
34
Episode 34 Rahasia Risti terbongkar
35
Episode 35 Piagam penghargaan untuk Niana
36
Episode 36 Niana sedang dismenhorea
37
Episode 37 Sudah jatuh tertimpa tangga
38
Episode 38 Pura-pura hilang ingatan lagi
39
Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis
40
Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi
41
Episode 41 Tak tahan lagi
42
Episode 42 Ketahuan pura-pura amnesia
43
Episode 43 Cemburu dengan panggilan sayang
44
Episode 44 Harus nembayar dengan hal yang sama
45
Episode 45 Tidak tega berbuat lebih
46
Episode 46 Mencari info tentang Tania
47
Episode 47 Cemburu melihat foto mesra Tania dan Dirga
48
Episode 48 Dirga sakit
49
Episode 49 Sisi alimnya membuyarkan angan liarnya
50
Episode 50 Mama Sofi terjatuh
51
Episode 51 Cemburu memakan habis akal sehat
52
Episode 52 Saat melayang setinggi-tingginya lalu berhenti di tengah jalan
53
Episode 53 Cincin tunangan sudah ketemu
54
Episode 54 Tak bisa tidur tanpa Niana
55
Episode 55 Memberi tanda kegemasan
56
Episode 56 Bertengkar
57
Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga
58
Episode 58 Tak tahan diam-diaman terlalu lama
59
Episode 59 Dua insan telah bersatu
60
Episode 60 Melakukannya lagi
61
Episode 61 Kesedihan Dirga
62
Episode 62 Pertemuan dengan Tania
63
Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang
64
Episode 64 Insiden tengah malam
65
Episode 65 Bekas kecupan di kemeja
66
Episode 66 Gara-gara baju seksi
67
Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging
68
Episode 68 Belum kenal tapi sudah seperti musuh
69
Episode 69 Kesepakatan dengan Aska
70
Episode 70 Disuruh segera pulang
71
Episode 71 Membuat menunggu lagi
72
Episode 72 Hari pertama bertanggung jawab pada Aska
73
Episode 73 Ceroboh
74
Episode 74 Pinokio
75
Episode 75 Sudah puas
76
Episode 76 Mengerjai Niana
77
Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya
78
Episode 78 Kabar Duka Yang Mengejutkan
79
Episode 79 Duka Mendalam
80
Episode 80 Menaruh Dendam
81
Episode 81 Malu-malu Tapi Mau
82
Episode 82 Mencuci Otak Paman Yan
83
Episode 83 Memikirkan Cara Membalas Dendam
84
Episode 84 Dewi Fortuna Menjadi Dewi Kemalangan
85
Epiosde 85 Pertemuan Misterius
86
Episode 86 Tarian Centil
87
Episode 87 Asal Bicara
88
Episode 88 Salah Sangka
89
Episode 89 Diam-diam Menghabiskan Martabak
90
Episode 90 Harapan Yang Kandas
91
Episode 91 Suara Yang Familier
92
Episode 92 Cuaca Panas Membuat Gerah
93
Episode 93 Pemilik Sapu Tangan Merah
94
Episode 94 Diskusi Rahasia
95
Episode 95 Benar-benar Hamil
96
Episode 96 Berpamitan Pada Semua Keluarga
97
Episode 97 Buku Diary Aska
98
Episode 98 Salah Sangka
99
Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal
100
Episode 100 Aska Cemburu
101
Episode 101 Isyarat Untuk Bersaing
102
Episode 102 Ciuman Dadakan
103
Episode 103 Hadiah Ulang Tahun
104
Episode 104 Teror Di Toko
105
Episode 105 Saling Tuduh
106
Episode 106 Mendengar Suara Yang Sama
107
Episode 107 Pertemuan ke 2 Di Bangunan Tua
108
Episode 108 Cemburu
109
Episode 109 Saling Cemburu
110
Episode 110 Pengawal Gadungan
111
Episode 111 Tidak Ada Kabar
112
Episode 112 Kabar Duka Lara
113
Episode 113 Jenazah Dirga Ditemukan
114
Episode 114 Hidup Tanpa Dirga
115
Episode 115 Tamu Tak Dikenal
116
Episode 116 Bagai Pinang Dibelah 2
117
Episode 117 Tak Disangka-sangka
118
Episode 118 Salah Kamar
119
Episode 119 Merasa Aneh
120
Episode 120 Merasa Malu Sendiri
121
Episode 121 Bertengkar Lagi
122
Episode 122 Cemburu
123
Episode 123 Keceplosan
124
Episode 124 Rindu
125
Episode 125 Perang Batin Di Ruang Makan
126
Episode 126 Akhirnya Ketahuan
127
Episode 127 Penyesalan
128
Episode 128 Salah Paham Selesai
129
Episode 129 Menahan Emosi dan Rindu
130
Episode 130 Rindu Yang Menyiksa
131
Episode 131 Cemburu Dan Kecewa
132
Episode 132 Cemburu Membuat Marah
133
Episode 133 Panik Dan Khawatir
134
Episode 134 Gelang Dirga
135
Episode 135 Alergi Lagi
136
Episode 136 Akhirnya Tahu
137
Episode 137 Melepas Rindu
138
Episode 138 Perayaan Hari Jadi
139
Episode 139 Diculik
140
Episode 140 Pengakuan
141
Episode 141 Disekap
142
Episode 142 Petunjuk
143
Episode 143 Pencarian
144
Episode 144 Kebahagiaan Datang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!