Kaisar menghancurkan Ular tersebut, jelmaan dari racun hati dingin. Semua ruangan yang tadi tertutup oleh es kini menghilang dan kembali seperti semula.
Lun xiang yang di pinggangnya di peluk, mendongak menatap siapa orang tersebut. Pria yang beberapa hari lalu bersama di hutan untuk mencari Ethereal Flower.
"Kau..!"
Kaisar menunduk menatap wanita yang ada di dalam pelukannya, diam dan tidak ingin menjawab.
Lun xiang langsung melepaskan diri, menghindar dan menghampiri ibu suri yang lemah, memeriksa. Untuk pria itu dia akan bertanya lagi setelah urusan dengan ibu suri selesai.
"Sepertinya penyakit nya sudah berhasil di singkirkan. Tinggal pemulihan tubuh."
Yu Zhun yang mendengar langsung mendekat. Dia tidak percaya bahwa penyakit Ibu nya berhasil di sembuhkan, dan itu berkat Selir Pertama kakaknya yang di anggap bodoh dan tidak berguna.
"Apa yang kau katakan benar?"
"Tentu saja. Aku sudah memeriksanya. Sekarang angkat ibu dan aku akan memberi perawatan terakhir agar kondisinya lebih baik lagi."
Tubuh ibu suri begitu lemah, Lun xiang berencana memberikan cairan infus untuknya agar tubuhnya kembali kuat dan bertenaga.
Yu Zhun mengangkat tubuh ibu suri, sedangkan kaisar duduk di kursi membiarkan adiknya melakukan hal itu sambil matanya tak lepas menatap apa yang akan di lakukan selir bodohnya itu.
Lun xiang mengeluarkan sebuah infus, dan setelah itu menancapkan jarum tersebut di tangan ibu suri. Yu Zhun mengerutkan kening melihat benda aneh yang belum pernah di lihatnya, sama saat melihat bom dan juga granat waktu itu Lun xiang membantunya.
Begitupun dengan kaisar yang tidak tahu apa itu. Sebenarnya benda apa itu? Dan dari mana selirnya memilikinya. Karena di kerajaannya seperti tidak ada barang seperti itu.
"Biarkan ibu beristirahat, dan jangan ganggu dia." Ucapnya selesai dan memberikan peringatan pada Yu Zhun dan juga pria yang tak lain adalah kaisar.
Yu Zhun mengangguk, berbeda dengan kaisar yang tetap diam.
Lun xiang beralih dan mendekat ke arah kaisar, menatapnya dan bertanya. "Siapa anda ini? Kenapa ada disini?"
Yu Zhun yang mendengar, ingin menjawab. Tapi kaisar menahannya untuk diam. Biarkan ini menjadi urusannya.
"Apa kau tidak mengenalku?" Tanya kaisar menatap wajah ayu selirnya.
"Tentu saja saya mengenal anda. Anda pria yang ada di hutan itu,"
"Hanya itu saja?" Lun xiang mengerutkan kening, apa maksudnya.
Melihat wajah bingung Lun xiang, Yu Zhun begitu gemas. Dia tidak tahan untuk mengatakan bahwa pria di hadapannya adalah kaisar, suami Lun xiang.
"Kakak ipar, apa kau benar-benar tidak mengenalnya?"
"Aku hanya mengenal dia pria yang ada di hutan itu. Itu pun aku tidak tahu siapa namanya."
"Hahahaha…..kau sungguh lucu sekali. Baru kali ini aku melihat ada yang tidak mengenali nya. Kak, sepertinya pesona mu telah hilang di depan istri mu, sampai dia melupakan mu."
Kaisar yang mendengar langsung memberikan tatapan pada adiknya dan membuat Yu Zhun langsung bungkam. Begitu mengerikan.
Lun xiang bingung. Apa tadi yang di katakan Yu Zhun, Istri? Lun xiang menatap kaisar dan entah kenapa dia memiliki pemikiran bahwa pria itu mungkin saja suaminya yang berarti kaisar kerajaan tempat tinggalnya.
"Apa kau kaisar, suami ku?" Tanya Lun xiang tapi tidak di jawab membuat Lun xiang kesal.
Tiba-tiba pria tua muncul dan berbicara. "Bukankah dia pria yang waktu itu,"
"Maksud mu?"
"Dia pria yang pernah datang membantu mu saat diri mu menyerap buah darah." Jelas pria tua.
"Benarkah?"
"Aku tidak akan salah mengenali orang."
"Berarti dia mengikuti cukup lama saat itu. Dasar suami sialan! Awas kau ya,"
Lun xiang bersedekap dada, menunjukkan wajah marahnya. "Kenapa tidak mengatakan jika kau adalah suami ku?" Kesalnya dengan wajah tidak bersahabat.
"Kau tahu sedang berbicara dengan siapa?"
"Tentu saja dengan kaisar kerjaaan ini."
"Kalau kau tahu siapa aku, tidak seharusnya berbicara seperti itu. Dimana etika mu."
"Aku tidak peduli. Yang ku tahu kau adalah suami ku, bukan kaisar."
Senyum kecil muncul di bibir kaisar, hanya saja tidak terlihat oleh Lun xiang.
.
.
Lun xiang merajuk, dia kesal karena kaisar tidak mengatakan jujur padanya bahwa dia adalah suaminya. Bibir nya cemberut entah kenapa dia begitu kesal dengan suaminya itu, dan itu membuat kaisar begitu gemas.
Lun xiang pergi meninggalkan kaisar. Sedangkan kaisar langsung menyusul setelah Yu Zhun memberi perintah untuk menyusul dan menenangkan selirnya itu. Sebelumnya kaisar tidak mau, tapi Yu Zhun memaksa mengingatkan bahwa Lun xiang baru saja menyelamatkan ibunda mereka. Dan kaisar tidak boleh membuat Lun xiang marah. Jika ibunda mereka tahu, pasti kaisar akan mendaotakka hukuman telah membuat Lun xiang kesal.
Lun xiang yang melihat kaisar menyusulnya tersenyum menyeringai. Dia memiliki rencana. Memang marah dan kesalnya di buat-buat olehnya agar kaisar menyusulnya.
Dia ingin membuat selir lain panas melihat kaisar yang memperhatikan dan dekat nya. Dia ingin membuat mereka tahu bahwa walaupun dia selir buangan, kini kaisar mulai memperhatikannya, tidak seperti mereka yang di abaikan.
Kaisar berjalan di belakang Lun xiang, masih dengan wajah dingin dan datarnya. Sebenarnya dia enggan tapi tidak ingin ibunda nya tahu tentang semua ini. Jika ibu suri tahu sudah pasti dia akan mendapatkan amukan.
"Lihatlah wajahnya yang dingin, aku ingin tertawa melihatnya seperti itu. Dia sepertinya terpaksa mengikuti mu,"
"Biarkan saja. Aku ingin melihat bagaimana dia mencoba menenangkan ku."
Namun sebelum mereka sampai di kediaman istana dingin, Lun xiang dan Kaisar bertemu dengan empat selir lainnya. Dan itu membuat seringai licik Lun xiang muncul. Dan otaknya langsung berputar, bagaimana cara membuat mereka kesal dan marah.
Dengan cepat, Lun xiang membalikkan tubuh dan mendekati Kaisar, merangkul lengan itu posesif, menunjukkan bahwa kaisar miliknya.
"Sayang, kenapa repot-repot harus mengantarkan ku. Padahal aku bisa kembali sendiri. Aku sungguh tidak enak dengan mu, apalagi aku takut di lihat selir lainnya, takut mereka marah dan menyiksa ku," ucapnya begitu manja, memeluk erat sambil menyandarkan kepalanya di lengan itu.
Kaisar mengerutkan keningnya. Ada apa dengan selirnya ini, kenapa menjadi aneh.
Pria tua yang melihat itu tertawa terbahak-bahak, sungguh Lun xiang tidak cocok melakukan hal itu, menggelikan.
"Diam kau tua sialan!"
"Hahaha…..wajah mu benar-benar menggelikan,"
"Diam! Atau ku sumpal dengan sandal ku,"
"Lakukan jika kau bisa,"
"Sialan! Awas saja kau."
Namun tak lama kaisar kini mengerti kenapa selir pertama nya melakukan itu, ternyata karena ada keempat selirnya.
"Hormat hamba Yang Mulia," sapa mereka memberi hormat. Sungguh mereka begitu sopan dan anggun. Berbeda dengan Lun xiang yang tidak memberi hormat padanya. Malah sebaliknya, memarahinya.
Kaisar mengangguk. Para selir melihat ke arah Lun xiang yang masih betah menempel di lengan kaisar.
"Selir pertama, apa yang anda lakukan? Kenapa anda bertingkah seperti itu kepada kaisar di luar seperti ini. Apa anda tidak tahu sopan santun?" Ucap Mey Ling dan di angguki semuanya.
Dalam hati mereka begitu geram, ingin menarik tubuh itu dan menjambak serta menampar wajah Lun xiang. Tapi mereka tidak berani karena disana ada kaisar, dan hanya bisa menahan dan mengumpat kekesalan mereka dalam hati.
"Apa ada yang salah? Dia suami ku, maka tidak masalah aku melakukan ini. Lagian tidak ada yang berhak melarang. Bukankah begitu suami ku?" Tanya Lun xiang mendongak, menatap kaisar karena tingginya hanya sebatas dada kaisar.
Kaisar hanya diam, tidak menyahut dan itu membuat Lun xiang kesal. Dia mencubit lengan itu, memintanya menjawab iya, masih dengan memberikan tatapan kesal.
Hm…..
Jawabnya hanya seperti itu, tapi sukses membuat ke empat selirnya mengepalkan tangan, marah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Hary
yg jadi pertanyaan,
"punya 5 selir g ada yg di ewek...? "
kelimanya masih "perawan" dong...
2025-02-22
1
Ray
Hajar terus Pun Xiang, akting yg lebih Ok biar selir yg lain Iri😂😂😂😂 Ok bener dah cerita outhor, lanjut Up, semangat💪🙏😘
2024-07-08
3
Shinta Dewiana
ha....ha....ha....bagus2
2024-07-05
0