Bug….
Bug….
Bug….
Aaarh…….
Lun xiang memukul Mey Ling dengan rotan, membuat tubuh itu penuh lemah dan memar.
Mey Ling berteriak meminta Lun xiang untuk berhenti. Namun Kun xiang yang memang sebenarnya orang kejam tidak akan berhenti dan melepas nya.
Mey Ling mencoba kabur dari pukulan itu, tapi Lun xiang tidak membiarkan begitu saja. Suara teriakan dan tawa Lun xiang menggema membuat beberapa prajurit dan pelayan yang lewat penasaran dengan apa yang terjadi, namun mereka tidak berani masuk dan melihat karena menurutnya itu sangat lancang.
"Selir pertama, hentikan! Jangan pukul Selir Mey Ling," seru pelayan yang sangat kasihan dengan nyonya.
"Aku tidak akan berhenti sebelum dia memberikan uang milik ku,"
Bug…
Bug…
Bug…
"Argh…. Dasar wanita sialan! Aku akan membuat perhitungan dengan mu."
Bug….
"Heh, berani kau melakukannya, aku akan semakin membuat wajah cantik mu menjadi babi,"
Bug…
Bug…
"Dasar sampah sialan!"
Bug….
Argh….
Mey Ling terus berteriak membuat kehebohan. Para pelayan kasat-kusut membicarakan keributan di istana anggrek, membuat para selir lainnya penasaran dengan apa yang terjadi. Dan akhirnya karena rasa penasaran itu, tiga selir lainnya datang berkunjung di istana anggrek.
Saat mereka sampai di sana, betapa terkejutnya mereka saat melihat kekacauan itu. Dimana Lun xiang sedang mengejar Mey Ling dengan membawa rotan. Dan lebih terkejutnya, wajah Mey Ling sudah lebam dan memar.
"Apa yang terjadi?" Teriak Selir ke empat, Luo Qingyi.
Mey Ling dan Lun xiang berhenti, menoleh ke arah suara. Mey Ling yang melihat beberapa selir lainnya datang langsung berlari menghampiri mereka, meminta bantuan pada mereka untuk membalas Lun xiang yang gila.
"Adik Qingyi bantu kakak memberi pelajaran pada wanita gila itu. Dia memukul dan membuat wajah ku menjadi babi seperti ini," tunjuknya pada wajahnya yang lebam.
Luo Qingyi yang melihat tentu saja marah, berbeda dengan Selir Xiao xiao, dia malah tertawa melihat betapa anehnya wajah selir Mey Ling yang selalu di bangga banggakan akan kecantikannya. Sedangkan Selir kelima Shi ling hanya diam dengan pandangan dingin, menatap Lun xiang uang menurutnya sangat keterlaluan.
Lun xiang yang di tatap sama sekali tidak takut, dia bersedekap dada menatap mereka semua.
"Hm…sepertinya tidak perlu aku mencari kalian. Karena kalian sudah datang maka aku juga akan memberikan sesuatu yang unik, membuat wajah kalian sama dengan si ja-lang itu."
"Kurang ajar! Dimana tata krama mu. Seharusnya kau tidak melakukan hal ini pada Selir Mey Ling. Kau tidak tahu siapa dia. Jika kaisar tahu, kau pasti akan…."
Bug
Rotan yang di pegang melayang tepat mengenai kepala Luo Qingyi.
Argh….
Semuanya terkejut dengan itu. Mereka tidak percaya, wanita yang penakut dan bodoh itu berani melempar rotan.
Tatapan tajam semua selir mengarah pada Lun xiang. Lun xiang hanya menaikkan satu alisnya, tidak peduli. Dia malah asik menatap jarinya yang lentik, hanya saja kukunya tidak teramat sama sekali.
"Sial! Kuku ini sangat jelek. Aku harus merawatnya agar terlihat cantik," gumamnya malah sibuk dengan kukunya.
Merasa di abaikan, mereka berempat sungguh murka. Mereka maju mencoba untuk memberi pelajaran. Luo Qingyi ingin menampar wajah lun xiang, namun sebelum tangan itu menyentuh, Lun xiang menahannya, mencekal dengan kuat membuat Luo Qingyi meringis kesakitan.
Argh….
"Lepaskan tangan ku sampah sialan!"
"Enak saja melepaskan mu. Kau pikir aku akan diam saat kau ingin menampar wajah cantik ku inj. Tidak akan,"
Plak….
"Ini, rasakan dulu bagaimana rasanya di tampar dengan keras,"
Tubuh Luo Qingyi jatuh karena kuatnya tamparan itu. Selir kedua, ketiga dan kelima membantu Luo Qingyi untuk bangun. Setelah itu mereka mencoba mengeroyok Lun xiang, memukul dan menjambak serta menamparnya. Tapi niat mereka tidak tersampaikan, karena Lun xiang tidak membiarkan mereka menyentuh atau melukainya.
Lun xiang yang pandai bertarung tentu saja meninju dan menendang mereka. Menghajarnya dengan keahlian bertarungnya. Walaupun sedikit susah karena pakaian yang dikenakannya, tidak membuat nya susah mengalahkan mereka. Dan kini ke empat selir itu tergeletak tak berdaya di tanah dengan penampilan acak-acakan.
"Aku bisa saja membunuh kalian saat ini, tapi jika aku membunuh maka uang ku tidak akan kembali. Sebagai gantinya karena aku berbelas kasih pada kalian, kalian semua harus menggantikan uang ku yang di ambil oleh selir babi itu. Dan jumlahnya harus tiga kali lipat untuk persatu orang," ucap Lun xiang licik, mencoba memeras mereka. Dengan ini dia bisa mendapatkan uang yang banyak. Hahaha…..
"Apa….!!!!" Teriak mereka bersama.
Jika mereka harus mengganti tiga kali lipat, maka mereka akan kehabisan uang. Tapi jika tidak, Lun xiang yang menatap mereka tajam pasti tidak akan segan membunuh mereka berempat. Biarlah untuk saat ini mereka mengganti, tapi setelah ini mereka akan membuat perhitungan pada wanita sampah itu. Mereka akan mengadu pada ibu suri tentang tindakan Lun xiang pada mereka.
Ke empat selir dengan terpaksa memberikan uang yang di milikinya. Rasanya ingin marah, tapi tidak berani. Lun xiang yang pendiam, lemah, bodoh dan tak berguna entah kenapa kini berubah drastis. Menjadi wanita kasar dan kejam.
Lun xiang yang telah mendapatkan apa yang diinginkan nya tertawa dalam hati.
Ho..Ho..Ho.. akhirnya dirinya tidak miskin lagi.
Ehm…
Lun xiang menatap ke empat selir itu dengan bersedekap dada dan tatapan dingin dan datar.
"Ingat baik-baik apa yang ku katakan ini. Mulai hari ini jangan berani mengusik ku. Jika kalian berani, aku tidak akan segan membunuh kalian semua. Walaupun aku tahu kalian dari keluarga yang berpengaruh, aku tidak peduli. Jika aku ingin membunuh maka akan ku lakukan. Apa yang ku katakan tidak main-main, ingat itu dan camkan,"
Setelah mengatakan itu Lun xiang berlalu pergi bersama Bibi Qin. Dia tidak memperdulikan mereka menuruti atau tidak. Jika mereka berani, maka Lun xiang tidak akan segan.
.
.
"Nyonya," panggil Bibi Qin yang melihat wajah senang Lun xiang.
Hahaha…..
Tawa Lun xiang begitu senang akhirnya dia memiliki uang. Dia akan menggunakan nya untuk keperluannya selama disini. Hm, tidak buruk. Memeras orang ternyata cukup menyenangkan. Em…bagaimana jika dia memeras sang kaisar, apakah dia akan lebih mendapatkan banyak uang.
Tidak, tidak. Dia belum tahu seperti apa watak dari orang nomor satu di kekaisaran ini. Jika ternyata orang itu seorang Tirani bisa gawat. Dia tidak ingin mati cepat sebelum dia kuat dan memiliki kultivasi tinggi.
Setelah kepergian Lun xiang, ke empat begitu murka. Mereka akan membalas penghinaan ini dan akan melakukan berbagai cara untuk membuat Lun xiang menyesal karena berani pada mereka.
"Kita harus melaporkan semua ini pada Ibu Suri. Biarkan dia di hukum oleh ibu suri. Setelah Ibu Suri tahu, aku yakin Ibu Suri tidak akan tinggal diam. Dan dia akan mampus." Ucap Mey Ling dan semuanya menyetujui.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Bzaa
menarik
2025-01-11
0
Nitha Ani
kt liat aj permainannya.hahaha
2024-07-27
1
Ray
Siapa takut diadukan kepada Ibu Suri, pasti dilawan juga😂😂
Makin Seru pastinya👍
2024-07-08
0