Lun xiang memegang sebuah Piringan Arc di tangannya. Kaisar yang melihat mengerutkan kening, bertanya-tanya dari mana selirnya mendapatkan benda berbentuk lingkaran itu. Kenapa ia merasa, selir nya banyak memiliki benda aneh yang belum pernah di lihatnya selama ini.
"Benda apa itu?" Gumam kaisar terus memperhatikan. Dan karena rasa penasaran dan juga tidak ingin selirnya menghadapi Ular Giok Putih sendiri, kaisar turun dan menghampiri Lun xiang.
"Biar aku membantu mu membunuh ular itu,"
"Tidak perlu, saya bisa melakukannya sendiri. Saya hanya ingin membuat diri saya kuat. Jika anda terus membantu saya, saya tidak akan pernah bisa meningkatkan kekuatan saya. Apakah saya mampu atau tidak melawan musuh yang lebih kuat," tolak Lun xiang.
Kaisar akhirnya menurut saja. Biarlah selirnya mengatasi masalahnya sendiri. Jika nanti selirnya tidak mampu, kaisar akan turun tangan membantu.
"Baiklah, jika itu keinginan mu."
Kaisar pergi, menyandarkan tubuhnya di pohon yang tak jauh dari pertarungan mereka. Melihat bagaimana cara Lun xiang membunuh hewan itu.
Sedangkan Lun xiang sedang mendengar penjelasan Pria tua yang menjadi pemandu Sistem X. Dari penjelasan itu, Lun xiang harus mengeluarkan tenaga dalamnya dan menyalurkan kekuatannya untuk membuat Piringan Arc berputar kuat.
Lun xiang yang mengerti melompat, dan melempar Piringan itu ke arah Ular Giok Putih.
Ular Giok Putih yang melihat Lun xiang ingin menyerangnya, menyemburkan kekuatan esnya.
Wuus…..
Lun xiang menghindar. Dan semburan kekuatan es itu menghantam beberapa pohon, membuat pohon itu langsung membeku.
Lun xiang melihat sekilas. Dia mulai mengumpulkan tenaga dalamnya dan menyalurkan kekuatan ke Piringan Arc. Ular Giok Putih, mengibaskan ekornya untuk mengganggu konsentrasi Lun xiang. Namun Lun xiang tidak bodoh, tahu jika konsentrasi nya akan di ganggu. Lun xiang melempar sebuah penghalang berbentuk bola, membungkus tubuhnya agar Ular Giok Putih tidak bisa melukainya.
Dug….
Dug….
Ular Giok menghantam penghalang itu, dengan mulut nya serta ekornya, namun tetap saja penghalang itu tidak hancur.
Ssssttttt…..
Desis Ular Giok Putih kesal Dan kembali mengeluarkan kekuatannya.
Boom…
Duuar…
Ledakan menghantam penghalang kuat itu berulang kali, dan membuat penghalang ity perlahan retak.
Krak….Krak….
Lun xiang yang berada di dalam penghalang kini sudah berhasil menyalurkan kekuatan di Piringan Arc. Saat ular itu mencoba terus menghancurkan penghalang dan penghalang itu berhasil pecah, Lun xiang yang sudah siap membunuh, memotong tubuh Ular Giok melompat dan melempar Piringan itu dengan kuat, serta di dorong dengan kekuatan tenaga dalam nya.
Piringan itu berputar dengan cepat. Dari piringan itu muncul seperti gerigi yang siap mencabik-cabik mangsanya dan saat piringan mengenai tubuh targetnya otomatis piringan itu akan terus berputar hingga berhasil memotong.
Lun xiang terus mendorong piringan tersebut dengan sekuat tenaga tepat di tubuh Ular Giok Putih.
Siiing….Siiing…..
Hiaaaaaa……
Teriak Lun xiang yang mengeluarkan seluruh tenaganya.
Craaaas…..
Booom….
Duuuar….
Tubuh Ular Giok terpotong menjadi dua, dan jatuh ke tanah dalam keadaan mati seketika. Sedangkan ledakan besar di akibatkan oleh Piringan Arc yang menghantam bukit yang tak jauh dari tempat itu, karena kuatnya kekuatan itu.
Lun xiang yang sudah kehabisan tenaga lemas dan jatuh. Kaisar yang melihat melesat dengan cepat, menangkap Lun xiang yang menatap dengan sayu dan setelah itu tak sadarkan diri.
Kaisar membawa Lun xiang dan menyandarkan tubuh itu di pohon, dia memberikan sebuah Pil untuk memulihkan tenaga dan setelah itu kaisar pergi mengambil bunga yang di cari Lun xiang.
"Ternyata bunga ini yang membuat mu sampai mempertahankan nyawa." Kaisar menyimpannya dan kembali, duduk di samping Lun xiang dan menyandarkan kepalanya itu di bahunya, biarlah Lun xiang istirahat untuk memulihkan kekuatan dan tenaganya.
Cukup lama mereka beristirahat, mata Lun xiang mulai mengerjap. Dia pun bangun. Hal pertama yang di lihatnya seseorang yang ada di sampingnya.
Lun xiang menatap kaisar yang juga menatapnya. Dengan cepat dia beranjak, tidak enak karena sudah menjadikan pria itu sebagia tempat bersandarnya.
"Maaf merepotkan mu,"
Kaisar hanya diam, dan setelah itu mengeluarkan sesuatu dari balik cincin penyimpanan dan menyerahkan pada Lun xiang.
"Ini ambillah,"
"Anda mengambilnya untuk ku?"
"Bukankah karena ini kau mempertaruhkan nyawa mu,"
Lun xiang hanya mengangguk dan mengambilnya, senang akhirnya mendapatkan bunga Ethereal Flower.
Setelah mendapatkan apa yang di cari, mereka berdua pergi dari hutan itu untuk kembali ke kediaman mereka masing-masing.
Setelah keluar mereka berpisah, menuju tempat masing-masing. Kaisar tidak pergi kembali bersama dengan Lun xiang karana tahu Lun xiang tidak mengenalnya sebagia kaisar maupun suaminya.
Lun xiang pergi dari hutan, dia di jemput oleh Yan Chen atas perintah kaisar, tahu kuda Lun xiang telah hilang. Yah Chen pribadi yang menjemput mengantar Lun xiang sampai istana.
Setelah sampai, Lun xiang langsung di sambut oleh Bibi Qin, tak lupa Bibi Qin juga menyiapkan air hangat untuk Nyonyanya mandi, tahu pasti lelah dan letih.
Setelah membersihkan diri, Lun xiang mengeluarkan semua barang yang di dapatkan beberapa hari ini, termasuk Ethereal Flower.
Lun xiang mengeluarkan tungku obatnya, dia belajar membuat obat lain, sesuai resep yang di tulis di buku, beberapa kali dia melakukan, cukup susah karana menggunakan kekuatan jiwa sangatlah tidak mudah, harus berkonsentrasi penuh.
Lun xiang harus belajar menggunakan kekuatan jiwa saat berlatih, karena saat nanti pembuatan Pil penawaran Racun Dingin memerlukan kekuatan jiwa yang cukup banyak. Oleh sebab itu, Lun xiang harus melatih agar tidak ada kegagalan nantinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Bzaa
semangat tor
2025-01-12
0
zz
😘😘😘😘💪💪💪
2024-09-12
0
Ray
Semakin Keren dan Ok👍🙏
2024-07-08
1