Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.

Butuh beberapa detik bagi Dylan untuk benar-benar mencerna perkataan dari para anak-anak itu.

Setelah pikirannya menjadi satu dan tenang Dylan segera berbalik mengarah ke anak-anak itu dan mulai berbicara.

"Baiklah, tapi aku harus ngomong dulu sama orang tua kalian".

"Kami ini tidak punya orang tua, Nii-chan".

"Kami tinggal di panti asuhan yang ada di sekitar sini".

Sesuai dengan dugaan Dylan, anak-anak ini adalah anak yatim-piatu yang tinggal di panti. Dan itu semakin di perkuat dengan pernyataan dari 2 dari beberapa anak yang mendatangi nya.

(Anak yatim-piatu tinggal ditempat ngak jelas kayak gini.... Aku merasa kasihan kalau mereka sampai dituduh copet karena uang yang aku kasih...... Aku juga ragu kalau nutrisi mereka terpenuhi.... Kalau gitu ku beri saja tusuk sate yang aku beli tadi.... Toh, aku tidak bisa menghabiskan semuanya sendiri).

"Baiklah, akan aku kasih kalian".

"HORE!!!!".

Anak-anak itu tampak senang mendengarnya.

"Tapi, tetap saja aku harus berbicara dengan orang yang mengurus kalian. Kalian tidak mau kan, disangka copet saat membawa sekantung uang. Dan juga karena kalian masih kecil, aku butuh izin dari pengurus kalian".

"Tidak perlu kami ini sudah dewasa tahu".

Salah seorang anak tetap memaksa Dylan dengan berkata dirinya sudah dewasa. Tentu saja, mana mungkin Dylan akan percaya begitu saja.

(Buset, ini bocil satu ribet amet).

"Gini, kalau kalian menuruti apa yang aku katakan, bukan hanya uang saja. Nanti akan aku kasih tusuk sate yang aku punya".

"SIAP NII-CHAN!!!".

Anak-anak kembali bersemangat setelah Dylan bilang bahwa dia tidak akan hanya memberi mereka uang tapi juga makanan.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, anak-anak itu segera menuntun Dylan menuju panti tempat mereka tinggal.

Selama perjalanan, Dylan sempat melirik kearah sebuah papan yang di sana terdapat gambar denah kota Algrand secara keseluruhan.

(Nanti, aku tinggal lihat peta itu saja untuk kembali ke penginapan).

"OI... LIHAT DI SANA ITU!!!!".

Salah satu anak berteriak, sambil menunjuk ke arah di depannya. Dylan yang juga mendengar itu juga mengalihkan pandangannya.

Di sana ada seorang gadis yang seusia dirinya berpakaian seperti biarawati gereja tanpa tudung. Dia gadis cantik dengan rambut berwarna hijau tosca dan kedua mata yang berwana sama.

Dadanya yang besar menonjol dibalik baju biarawati yang dia pakai, begitu pun juga dengan bokongnya yang tampak sangat sexy. Siapapun pria yang melihatnya, akan membangkitkan gairah mereka.

Sama halnya dengan pemuda yang berpenampilan seperti bangsawan dengan di kawal oleh 2 ksatria di belakangnya.

Pemuda itu memiliki rambut berwana coklat tua begitupun dengan kedua bola matanya. Rambutnya di model seperti gaya rambut Bob tapi lebih mirip seperti jamur.

Dia memliki wajah yang tampan namun terkesan tengil di saat yang bersamaan. Yang lebih membuat Dylan terheran-heran adalah dia yakin usia pemuda itu tidak jauh darinya, tapi dia berdiri dengan menggenggam tongkat jalan di tangan kirinya.

"Wah, dia lagi".

"Si anaknya Duke itu benar-benar menyebalkan sekali".

"Tunggu, kalian kenal dengannya?".

Dylan yang penasaran dengan identitas dari bangsawan muda itu segera bertanya kepada anak-anak itu.

"Dia itu putra dari Duke Rostvard. Namanya Gnecci fou Rostvard".

"Pppttt".

Mendengar nama dari pemuda itu, Dylan tiba-tiba menutup mulutnya dan mulai tertawa yang membuat anak-anak itu kebingungan.

(Buset.. Nama apaan itu njirr.... Bikin sakit perut aja.... Orang tua bego macam apa coba yang kasih nama anaknya sendiri kayak nama pasta.... Belum lagi gaya rambutnya itu yang mirip jamur.... Benar-benar perpaduan yang bikin ngakak).

Setelah mengembalikan ketenangan nya Dylan kembali bertanya kepada anak-anak itu.

"Lalu kenapa si Gnecci ini seperti terus menggoda pengasuh kalian?".

"Dia sedang terserang penyakit sindrom cinta".

"Begitu ya..... Berarti dia sedang kesem-sem".

Dylan mengambil kesimpulan bahwa orang bernama Gnecci ini sedang jatuh cinta dengan pengasuh para anak-anak yatim ini.

Tapi, tampaknya biarawati itu sangat tidak suka dengan sikap dari bangsawan itu yang terkesan memasaknya.

"Sudah berapa kali aku bilang kan, Aria? Menyerah lah dan jadilah "gadis" dari Gnecci yang hebat ini. Dengan begitu, kau akan mendapatkan semua yang kau butuhkan".

Dengan cara bicara dan nada yang angkuh Gnecci memaksa biarawati yang bernama Aria ini untuk menjadi gadisnya. Dan nampaknya Gnecci melakukan sesuatu yang membuat Aria dalam masalah.

"Sudah aku bilang berkali-kali, kalau aku tidak mau jadi milikmu. Aku ini bukan barang".

Aria dengan sangat keras menolak ajakan dari Gnecci. Tapi, tentu saja Gnecci tidak menyerah begitu saja.

"Aria, Aria kau ini memang keras kepala, ya? Apa kau lupa berbicara dengan siapa? Aku ini Gnecci fou Rostvard, putra tertua dari keluarga Duke Rostvard dan calon pewaris keluarga. Dengan kekuasaan yang aku punya, aku bisa mendapatkan apapun yang aku mau bahkan jika itu dirimu sekalipun".

Gnecci kembali menyombongkan diri nya sebagai bangsawan. Dan para ksatria dibelakang nya menertawakan tindakan keras kepala Aria.

Tapi, Aria tidak peduli dengan itu dan mulai mengungkapkan kekesalannya terhadap Gnecci.

"Aku tahu? Alasan kenapa panti ini berakhir di pinggir kota, itu semua juga karena ulah mu....... Kau sengaja melakukan ini agar bisa mengisolasi ku..... Asal kau tahu saja.... Mau sekeras apapun usahamu itu..... Aku tidak akan pernah menyerahkan diriku, pada seorang pengecut yang bermain kotor seperti mu".

"Huh? Kau barusan bilang aku, pengecut?".

(Waduh gawat ini.... Si kepala Jamur itu mulai terpancing emosinya.... Akan bahaya jika dia menghajar gadis itu disini.... Jujur, aku tidak peduli apa pandangan orang dengan sikapnya itu..... Tapi, aku tidak bisa membiarkan ini.... Mari buat si Pasta Jamur itu meluapkan emosinya padaku).

"Hei, kalian..... Aku punya rencana untuk menolong pengasuh kalian".

Dylan berbisik kepada anak-anak itu soal rencana nya itu. Mendengar hal itu anak-anak bersedia membantu Dylan dalam melaksanakan rencananya.

Dan eksekusi dimulai.

(----------)

"Hahahaha..... Ya, benar sekali yang kalian katakan. Si kepala jamur itu sudah di tolak mentah-mentah. Tapi, masih saja memaksa si gadis biarawati itu.... Ya elah, kayak pria yang udah ngak ada harga dirinya lagi".

"Betul itu Nii-chan, dia itu benar-benar keras kepala".

"Dasar ngak tau malu".

"Dia sudah tidak punya kesempatan lagi".

"Bego itu ada batasnya".

Dengan nada sarkas dari Dylan dan anak-anak itu mulai mengejek kelakuan Gnecci yang bersikap sombong. Karena suara mereka yang lantang membuat semua orang mengalihkan pandangan kearahnya dan para anak-anak itu termasuk Gnecci dan Aria.

"Maksudku, biarawati di sana itu cinta pertamanya, kan? Eh tapi dia malah mempersulit dirinya sendiri. Benar-benar orang bego.... Oh, aku jadi kasihan dengan masa depannya".

Masih mempertahankan sikap sarkas nya, Dylan di bantu anak-anak itu terus menjelek-jelekkan Gnecci di depan banyak orang. Tanpa tahu bahwa Gnecci sudah mulai jengkel dengan tindakan sarkas Dylan.

"Dia baru saja bertemu dan bilang "Jadilah, gadisku". Gadis manapun pasti akan langsung jijik saat dengar hal itu dari orang yang pertama kali dia temui..... Yah, aku tidak tahu apakah itu semacam "kebodohan" atau sikap "terlalu percaya diri" atau mungkin kombinasi keduanya".

Dylan lalu mulai berpose dengan gaya yang super cool dan kembali berbicara.

"Kalau itu aku... Maka aku akan berpura-pura menabraknya dan memulai percakapan "Oh, maaf atas segala masalah yang aku perbuat padamu...". Kesan pertama itu penting dan menambah nilai plus dalam dirimu, bro".

"Wah, baru nyoba udah gagal aja".

"Payah".

"Itu contoh dari orang dewasa yang tidak patut untuk ditiru. Saat kalian sudah besar jangan seperti itu, ya.... Maksudku, dia ini calon pewaris dari keluarga Duke, kan? Kupikir, dia harus memikirkan kewibawaan nya dari pada nafsunya semata".

"Apa? Orang ini adalah pewaris selanjutnya?".

"Eh? Bukankah dia putra dari Duke Rostvard?".

Dylan tersenyum tipis saat berhasil menarik perhatian semua penduduk disekitarnya.

Dengan begini rencana Dylan untuk mempermalukan Gnecci semakin mulus. Dan itu juga di dukung dengan Gnecci yang berusaha keras mempertahan rasa malunya di depan semua orang.

"Ya, ampun. Bikin keributan karena memamerkan status dan kekuasaannya di tengah jalan yang ramai begini. Tidak tenang dan tidak berpikir panjang. Orang kayak dia sudah pasti masa depannya itu suram banget".

"Hahahah.... Masa depan suram".

"Kalau nilai rapot, pasti merah semua".

"Kewibawaan dan kehormatan nya sudah hancur semua".

Dylan sempat melirik lagi kearah Gnecci yang sekarang bergetar sudah tidak tahu harus ngomong apa.

(Baiklah, sudah cukup mengata-ngatai nya).

"Nah, mari kita lupakan itu. Sekarang, biarkan aku bertemu dengan biarawati yang merawat kalian".

"Baiklah".

"Pe-permisi... Anda siapa ya?".

Karena penasaran kenapa anak-anak asuhannya bisa bersama Dylan, Aria mendekat dan mencoba bertanya.

"Aku Dylan, hanya orang yang kebetulan lewat dan bertemu dengan anak-anak ini".

"Saya Aria, biarawati yang merawat anak-anak yatim yang Dylan-san bawa".

Mendengar hal itu, Aria segera menundukkan kepala dan dengan panik meminta maaf.

"Lalu, saya minta maaf yang sebesar-besarnya, Dylan-san!!! Tanpa dana bantuan, kami kesulitan untuk memenuhi kebutuha anak-anak yang lain".

"Eh. Benarkah sesulit dan seburuk itu?".

Dylan yang mendengar kondisi panti dari Aria membuatnya terkejut, dia juga sempat melirik kearah Gnecci sebagai tanda dia tahu apa yang sudah terjadi.

(Si keparat kepala jamur ini.... Hal hina apa saja yang sudah dia lakukan?).

"Itu karena bangsawan ini.... Dia pengecut, hina, terburuk, dan bahkan aku meragukan tata krama nya".

Gnecci semakin terpuruk dengan kata-kata pedas yang keluar dari mulut Aria. Dylan yang melihat kondisi Gnecci yang sekarang memberikannya tatapan kasihan.

(Tunggu, kok aku jadi kasihan sama dia sekarang?).

"Ngomong-ngomong, ada keperluan apa Dylan-san datang kesini?".

"Ah, begini. Aku berencana memberi batuan berupa uang dan berbagi beberapa makanan yang aku beli ke panti setelah mendengar kondisi nya dari anak-anak ini".

"Ah, benarkah.... Terimakasih banyak".

"Tadi aku beli 70 tusuk sate dan aku tidak bisa menghabiskannya sendiri".

"Wow, banyak banget".

"Jadi, aku taruh dimana?".

"Di dapur saja, sini biar aku pandu".

(----------)

"Hei, rambut hitam sialan".

Merasa ada yang memanggilnya, Dylan mengalihkan pandangannya ke Gnecci yang terlihat sangat marah.

Terlepas dari penghinaan yang dia terima. Gnecci tidak bisa menahan rasa amarah yang membara setelah melihat Dylan dengan mudah nya mendekati Aria.

"Kau pikir aku akan membiarkanmu begitu saja, bajingan.... Aku ini bangsawan, putra Duke Rostvard yang terkenal.... Aku tidak akan memaafkan mu atas tindakanmu barusan".

"Huh? Kau pikir aku peduli denganmu? Meladeni mu itu hanya buang-buang waktu saja, kepala Jamur".

"Ke-kepala jamur?!! Beraninya kau memanggilku kepala Jamur?".

Dylan yang tampak tidak peduli dan malah semakin mengejeknya. Membuat Gnecci semakin naik pitam.

Tanpa pikir panjang dia mengarahkan tangan kanannya kearah Dylan dan mulai merapalkan mantra sihir api.

Orang-orang yang melihat itu menjadi panik dan mulai menghindar.

"Inilah akibatnya karena berani mempermalukan ku. Terbakar lah sampai menjadi abu. Fireboult".

"Dylan-san!!!!".

"Nii-chan!!!!".

Bola api sebesar bola basket melesat kearah Dylan. Lalu Dylan yang masih santai mengarahkan tangan kanannya dan mulai merapal mantra sihir tanpa atributnya.

"Impact".

Dalam sekejap bola api tadi langsung lenyap begitu saja. Kejadian ini membuat semua orang terkejut termasuk Gnecci sendiri yang tidak paham apa yang terjadi.

"A-apa? A-apa yang terjadi barusan? Sihir bola api terkuat ku.... Lenyap begitu saja?.... Sialan.... APA YANG KAU LAKU-".

"Berisik tahu".

Belum bisa menyelesaikan ucapannya, Gnecci terdiam dan mulai meneteskan keringat dingin begitu pun dengan kedua pengawalnya yang juga tidak bisa bergerak.

Itu semua karena saat ini, Dylan menatap ketiganya dengan mata yang menyala merah dan mengeluarkan aura yang menakutkan.

"Hei, kepala jamur.... Apa kau tidak diajari untuk tidak asal-asalan menyerang orang yang baru saja kau temui tanpa tahu kekuatan aslinya? Menganggap remeh lawan mu hanya karena status dan sihir yang kau punya. Meski begitu, kau tidak akan bisa mengalahkan ku semudah itu".

"""Hiiiiiii......."""".

Dylan yang semakin menunjukkan aura mengerikannya, membuat Gnecci ketakutan setengah mati. Sampai-sampai, kedua kakinya tidak bisa membantu berdiri dan dia berakhir tertunduk di depan Dylan.

"Sekarang pergilah dari sini. Dan jangan pernah kalian ganggu Aria dan anak-anak ini lagi. Jika kau tidak ingin tahu apa yang akibatnya".

Meski Gnecci tidak merespon ancaman Dylan, tapi kedua ksatria itu menganggukkan kepala sebagai tanda setuju.

Tanpa basa-basi mereka langsung menggotong Gnecci kembali ke kereta dan meninggalkan panti dengan sangat terburu-buru.

"Ah, sialan...... Aku lepas kendali lagi...... Ini keempat kalinya.... Kurasa aku harus untuk lebih bisa menahan emosiku".

Dylan yang akhirnya kembali sadar segera mengeluh tentang dirinya yang tidak bisa menahan aura Fafnir yang keluar dari tubuhnya.

Dylan yang sudah kembali tenang segera menemukan Aria dan anak-anak itu gemetar ketakutan dengan sikap Dylan yang berubah drastis.

"Ah, aku minta maaf untuk yang tadi".

"I-iya tidak apa-apa. Justru Kamilah yang harus minta maaf karena melibatkan Dylan-san dalam masalah ini".

Sadar ini adalah kesalahan, Dylan segera meminta maaf atas kejadian diluar dugaannya. Aria meski badannya masih bergetar dia mengatakan bahwa itu bukanlah masalah.

Melupakan kejadian itu, Aria dan anak-anak mengizinkan Dylan untuk masuk dan berkunjung ke dalam panti mereka.

Dylan dan Aria.

Pertemuan keduanya memang tidak di sengaja. Tapi, kelak keduanya akan memiliki hubungan yang sangat erat untuk kedepannya.

Sampai membuat Filaret dan Sonia jengkel akan kedekatan mereka.

(---------)

Di kereta kuda dalam perjalanan ke mansion Rostvard.

Gnecci masih menyimpan amarahnya yang tidak padam, kali ini amarahnya bukan karena Aria yang berusaha keras terus menerus menolaknya.

Melainkan karena pria asing yang muncul membantu Aria, Dylan. Gnecci berpikir bahwa Dylan adalah orang yang paling bertanggung jawab atas penghinaan yang dia terima sekarang.

Biasanya, orang akan langsung tunduk ketika mendengar nama, status dan kekuasaan keluarganya.

Tapi, tidak dengan pria itu.

Untuk Aria dia mungkin masih bisa toleran karena dia gadis yang Gnecci sukai. Berbeda halnya dengan Dylan.

Dia sama sekali tidak takut atau bahkan gentar saat nama keluarga Rostvard di sebutkan. Bahkan yang lebih parah sihir api yang menjadi ciri khas keluarga Rostvard di hempaskan nya begitu saja.

Dan lebih menyakitkan dirinya adalah fakta bahwa Gnecci tidak bisa berbuat apa-apa saat dia hanya ditatap olehnya. Saat itu badannya tidak berhenti bergetar karena rasa takut dan keringat dingin terus mengalir dari keningnya.

Dia merasa baru saja berurusan dengan sesuatu yang sangat kuat dan menakutkan yang pernah dia rasakan. Dan tahu, bahwa dia seharusnya tidak mencari masalah dengan sosok yang sangat menakutkan itu.

Sekarang, didalam pikiran nya Gencci berencana untuk membalasnya. Sebenarnya, dia tahu apa akibatnya jika dia membalas perbuatan Dylan.

Tapi, harga dirinya sebagai bangsawan yang ingin dianggap istimewa tidak bisa membiarkan hal itu.

"Rakyat biasa yang bernama Dylan itu..... Lihat saja. Tidak akan aku maafkan semua yang sudah kau lakukan".

Bergumam dengan penuh kejengkelan, Gnecci akan memberikan balasan yang setimpal pada Dylan tanpa tahu identitas Dylan yang sebenarnya.

Terpopuler

Comments

abdillah musahwi

abdillah musahwi

1 orang bodoh lagi yang mau nyari penyakit 😔

2024-07-13

2

Bagus Prakoso

Bagus Prakoso

memaksa thor

2024-03-24

2

Ally Ally

Ally Ally

bocilnye be Like

2024-03-12

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2 Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3 Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4 Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5 Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9 Chapter 7 : Unique Skill.
10 Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11 Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12 Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17 Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18 Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19 Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20 Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21 Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22 Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23 Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24 Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25 Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26 Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27 Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28 Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31 Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35 Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36 Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39 Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40 Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43 Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44 Chapter 29 : Camping.
45 Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46 Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50 Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51 Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52 Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59 Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61 Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62 Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63 Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64 Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65 Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66 Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67 Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68 Chapter 44 : Penyergapan.
69 Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70 Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79 Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80 Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81 Chapter 51 : Orang Bodoh.
82 Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83 Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84 Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85 Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86 Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87 Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88 Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89 Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90 Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91 Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92 Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93 Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94 Chapter 63 : Festival Akademi.
95 Chapter 64 : Amarah Conrad.
96 Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97 Chapter 66 : "Aku Menolak".
98 Chapter 67 : Monster Panggilan.
99 Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100 Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101 Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102 Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103 Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104 Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105 Chapter 74 : Tugas Resmi.
106 Chapter 75 : Masalah Baru.
107 Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108 Chapter 77 : Badai Laut.
109 Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110 Chapter 79 : Bendera Putih.
111 Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112 Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113 Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114 Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115 Chapter 84 : Kota Rondine.
116 Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117 Chapter 86 : Desa Para Elf.
118 Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119 Chapter 88 : Gunung Asthe.
120 Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121 Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122 Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123 Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124 Referensi Karakter (Fix)
125 Referensi Karakter Ke 2
126 Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127 Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128 Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129 Chapter 96 : Teleportasi.
130 Chapter 97 : Serangan Awal.
131 Chapter 98 : Tepat Waktu.
132 Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140 Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146 Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148 Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149 Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150 Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151 Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152 Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153 Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154 Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155 Chapter 108 : Frustasi.
156 Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157 Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158 Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159 Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160 Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161 Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162 Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163 Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164 Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165 Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166 Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167 Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168 Chapter 120 : Pertolongan.
169 Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170 Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171 Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172 Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173 Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174 Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175 Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176 Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177 Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178 Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179 Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180 Chapter 131 : Persidangan.
181 Chapter 132 : Rafen.
182 Chapter 133 : Hell Mimic.
183 Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184 Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185 Chapter 136 : Penghargaan.
186 Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187 Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188 Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189 Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190 Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191 Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192 Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193 Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194 Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195 Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196 Chapter 146 : Alasan Risu.
197 Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198 Chapter 148 : The Oracle's.
199 Chapter 149 : Cerita Tina.
200 Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201 Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202 Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203 Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204 Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205 Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206 Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207 Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208 Chapter 158 : Ketahuan.
209 Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210 Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211 Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212 Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213 Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214 Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215 Chapter 165 : Vampir.
216 Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217 Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218 Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219 Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220 Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221 Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222 Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223 Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224 Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225 Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226 Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227 Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228 Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229 Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230 Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231 Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232 Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233 Chapter 183 : Rencana Awin.
234 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236 Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.
Episodes

Updated 236 Episodes

1
Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2
Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3
Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4
Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5
Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9
Chapter 7 : Unique Skill.
10
Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11
Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12
Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17
Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18
Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19
Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20
Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21
Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22
Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23
Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24
Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25
Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26
Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27
Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28
Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31
Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35
Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36
Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39
Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40
Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43
Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44
Chapter 29 : Camping.
45
Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46
Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50
Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51
Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52
Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59
Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61
Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62
Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63
Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64
Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65
Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66
Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67
Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68
Chapter 44 : Penyergapan.
69
Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70
Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79
Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80
Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81
Chapter 51 : Orang Bodoh.
82
Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83
Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84
Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85
Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86
Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87
Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88
Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89
Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90
Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91
Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92
Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93
Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94
Chapter 63 : Festival Akademi.
95
Chapter 64 : Amarah Conrad.
96
Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97
Chapter 66 : "Aku Menolak".
98
Chapter 67 : Monster Panggilan.
99
Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100
Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101
Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102
Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103
Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104
Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105
Chapter 74 : Tugas Resmi.
106
Chapter 75 : Masalah Baru.
107
Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108
Chapter 77 : Badai Laut.
109
Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110
Chapter 79 : Bendera Putih.
111
Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112
Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113
Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114
Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115
Chapter 84 : Kota Rondine.
116
Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117
Chapter 86 : Desa Para Elf.
118
Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119
Chapter 88 : Gunung Asthe.
120
Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121
Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122
Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123
Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124
Referensi Karakter (Fix)
125
Referensi Karakter Ke 2
126
Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127
Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128
Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129
Chapter 96 : Teleportasi.
130
Chapter 97 : Serangan Awal.
131
Chapter 98 : Tepat Waktu.
132
Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140
Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146
Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148
Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149
Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150
Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151
Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152
Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153
Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154
Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155
Chapter 108 : Frustasi.
156
Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157
Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158
Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159
Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160
Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161
Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162
Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163
Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164
Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165
Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166
Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167
Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168
Chapter 120 : Pertolongan.
169
Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170
Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171
Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172
Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173
Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174
Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175
Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176
Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177
Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178
Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179
Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180
Chapter 131 : Persidangan.
181
Chapter 132 : Rafen.
182
Chapter 133 : Hell Mimic.
183
Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184
Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185
Chapter 136 : Penghargaan.
186
Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187
Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188
Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189
Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190
Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191
Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192
Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193
Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194
Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195
Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196
Chapter 146 : Alasan Risu.
197
Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198
Chapter 148 : The Oracle's.
199
Chapter 149 : Cerita Tina.
200
Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201
Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202
Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203
Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204
Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205
Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206
Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207
Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208
Chapter 158 : Ketahuan.
209
Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210
Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211
Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212
Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213
Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214
Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215
Chapter 165 : Vampir.
216
Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217
Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218
Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219
Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220
Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221
Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222
Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223
Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224
Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225
Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226
Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227
Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228
Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229
Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230
Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231
Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232
Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233
Chapter 183 : Rencana Awin.
234
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236
Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!