Sebulan sudah berlalu.
Dylan akhirnya benar-benar sudah pulih total.
Namun, semua orang di Mansion tampak aneh melihat sikap Dylan yang tiba-tiba saja berubah.
"Hei, tuan Dylan kenapa?"
"Baru kali ini aku melihatnya berlatih?"
"Dan juga gaya ber pedang apa itu?"
"Baru kali ini aku melihatnya".
Para Pelayan saling berbisik saat melihat Dylan tiba-tiba saja memutuskan untuk mulai melatih fisiknya dengan berolahraga dari pagi sampai siang hari.
Dimulai dengan pemanasan, Lari mengitari halaman Mansion, Push Up, Sit Up, Back Up dan melakukan Sparing baik dengan pedang maupun dengan tangan kosong.
Selesai dengan semua itu, salah satu Maid yang menjadi Maid pribadinya bernama Sonia mulai bertanya.
"Maaf tuan Dylan!? .... Sebenarnya apa yang anda barusan lakukan?".
"Oh,..... aku hanya merasa badanku kurang bugar.......jadi aku putuskan untuk melakukan beberapa latihan fisik agar badanku kembali bugar".
Dylan menjawab sambil menyeka keringat yang ada di kepalanya. Lalu Dylan kembali berbicara.
"Oh, ya Sonia!? .... Apa kau bisa bawakan aku beberapa buku?".
"Tentu saja!?.... Jadi buku apa yang anda minta?".
"..... Kalau bisa bawakan aku buku tentang sihir, buku matematika,...... buku sejarah Kerajaan Ingrid, buku soal kultivasi dan juga......buku soal monster".
"..... Baiklah, akan saya bawakan ke kamar anda".
"....Terimakasih ya!? ......Maaf karena aku tuan yang merepotkan".
Meski sedikit heran dengan permintaan tuannya, Sonia mengiyakan nya. Tapi, yang membuat Sonia terkejut adalah Dylan yang meminta maaf pada dirinya karena menjadi tuan yang merepotkan.
Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Dylan segera masuk kedalam kamarnya dan mulai membaca semua buku yang dia minta pada Sonia sampai jam makan malam.
Dan setelah makan malam, Dylan secara diam-diam mulai melatih sihirnya di dalam kamar.
Meski karakter Dylan tidak bisa menggunakan sihir atribut, tapi sebagai gantinya, Dylan memiliki ke unggulan dalam sihir non atribut
Contohnya yaitu Craft, Augmented, Power Up, Speed, Divine Art, Visual Activision, dan Phantom Blade.
Namun, karena dia dibutakan oleh kebencian pada Kerajaan dan Pahlawan makanya dia tidak bisa memaksimalkan kemampuan aslinya.
(Yosh, baiklah!? Akan aku gunakan seluruh pengetahuan ini supaya aku bisa terhindar dari kehancuran ku sendiri).
Dylan dengan giat terus melakukan kegiatan barunya setiap hari tanpa melewatkannya sedikit pun.
Hingga suatu hari saat makan malam bersama ayahnya memulai sebuah pembicaraan.
"Dylan besok Putri Vanessa akan datang berkunjung".
Mendengar hal itu Dylan menjadi sangat malas.
(Lah? Ngapain itu cewek dateng kesini?).
".....Vanessa?....Siapa dia?".
"Dia Putri Ke-2 Raja Ingrid yang kau tolong saat itu".
"Hou.....!?... Kenapa dia mau kesini ya".
"Tentu saja untuk menjenguk mu!? Saat dia tahu kau sudah baikan!? Dia memutuskan untuk datang kesini!? Jadi, besok kau akan menyambutnya".
Berbeda dengan penampilan luar Dylan yang terlihat datar.
Didalam pikirannya dia sangat ingin sekali muntah mendengar penjelasan dari ayahnya itu, tapi dia sadar saat ini dia sedang makan bersama.
Setelah berpikir beberapa saat Dylan kemudian berbicara.
(Tunggu dulu, mungkin ini akan jadi kesempatan yang bagus buatku..... Lagian ini masih 3 tahun sebelum dimulainya even di dalam game dimulai..... Menurut ceritanya, Dylan dan Vanessa bertunangan karena rasa bersalah Vanessa atas Dylan karena suatu hal..... Nah, mumpung kami belum bertunangan akan sangat bagus jika aku menolaknya sekarang..... Dengan begitu aku tidak perlu berurusan lagi dengannya dimasa depan...).
Berpikir sejenak sambil menyantap makanan, akhirnya dia berhasil menemukan sebuah ide.
"Baiklah,..... Besok akan aku sambut dia".
"Baguslah, kalau begitu para pelayan akan mempersiapkan tempat untuk kalian".
(Aku pasti akan yang akan menang).
Dylan bersiap untuk menyambut hari esok sebagai langkah awalnya dalam menghindar dari Death Flag.
Besoknya, hari yang di tunggu telah tiba.
Saat ini Dylan seorang diri di depan pintu Mansion di temani pelayan pribadinya yang bernama Sonia.
Alasannya untuk menyambut seorang tamu yang datang ke rumahnya, lalu sebuah kereta kuda datang memasuki gerbang dan melaju perlahan ke arahnya.
Setelah kereta itu berputar dan berhenti, sang kusir segera turun dan membukakan pintu untuk seseorang yang ada didalam nya.
Begitu pintu terbuka, keluarlah seorang gadis cantik berambut jingga panjang sampai ke pinggang dengan bola mata berwarna ungu muda dan semakin cantik dengan gaunnya yang berwarna biru muda.
Ketika dia turun dari kereta langkah kakinya sangat anggun dan dapat menghipnotis siapapun yang melihatnya.
"Selamat datang, Nona Vanessa. Saya dengan senang hati menyambut anda di Mansion milik keluarga saya".
(Pahit, pahit, pahit ngapain juga aku harus menyambut wanita sialan ini!? Merepotkan).
Gadis yang Dylan sambut tidak lain dan bukan adalah Putri Ke-2 Kerajaan Ingrid Vanessa Sera Ingrid.
"Iya terimakasih atas sambutannya, Tuan Dylan!? Saya sangat tersanjung, sampai anda sendiri yang menyambut saya".
(Gua juga kagak mau kali!? Ini semua karena terpaksa).
Vanessa mengungkapkan terimakasih nya sambil menunduk badannya ke depan seperti etiket bangsawan pada umumnya.
Dan Dylan juga membalasnya dengan melakukan hal yang sama.
"Karena rasanya tidak sopan membiarkan anda berada disini. Mari ikuti saya ke taman belakang, para pelayan sudah menyiapkan meja, teh dan beberapa cemilan untuk kita".
"Aku menerimanya dengan senang hati".
Dylan menuntun Vanessa untuk pergi bersama ke taman belakang untuk menikmati beberapa cemilan dan ngobrol bersama.
(----------)
Di taman belakang Mansion.
Dylan dan Vanessa duduk saling berhadapan di sebuah meja, dan depan mereka terdapat banyak makanan ringan dan secangkir Teh.
Setelah menyeruput teh masing-masing. Vanessa mulai berbicara.
"Tuan Dylan, bagaiman kondisi anda?".
".... Kondisiku sudah semakin membaik".
"Syukurlah, kalau begitu".
Setelah basa-basi, Vanessa tiba-tiba menundukkan kepalanya. Dylan yang melihat itu sedikit heran.
"Maafkan aku atas apa yang terjadi!?.... Andai saja tidak ada anda yang mencoba berusaha menolong saya!?.... Anda tidak perlu mengalami semua ini!?.... Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya".
Dylan tahu apa maksud permintaan maaf yang dilakukan Vanessa.
Menurut cerita di gamenya.
Saat itu Dylan yang sedang jalan-jalan sambil menyamar di kota, tidak sengaja melihat dua orang mencurigakan yang menarik seorang anak kecil seusia dengannya yang ternyata adalah Vanessa.
Karena tidak bisa tinggal diam, Dylan menyerang dua orang itu dan menyuruh Vanessa untuk segera pergi, dan saat Vanessa berhasil terlepas dia segera pergi menyelamatkan diri.
Sementara Dylan menangani Kedua orang itu.
Tapi, sayangnya Dylan yang tidak memiliki keterampilan apa-apa dihajar habis-habisan oleh kedua orang itu. Sampai mengalami gegar otak ringan.
Di saat 2 orang itu hendak membunuhnya, Vanessa sudah kembali dengan membawa beberapa penjaga, mereka pun akhirnya diringkus.
Salah satu penjaga mengenali wajah Dylan dan segera membawanya kembali ke Mansion untuk mendapatkan perawatan.
Vanessa sendiri mengikutinya dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada kedua orang tua Dylan.
Dan sebagai bentuk permintaan maaf dan ucapan terimakasih, sang Raja dan Ratu memutuskan untuk menjodohkan mereka.
Kemudian Dylan mulai berbicara.
"Soal itu,.... anda tidak perlu khawatir Nona Vanessa!?.....Sudah sewajarnya, kita saling tolong menolong!?...... Dan anda tidak perlu sampai minta maaf...... apalagi sampai menundukkan kepala kepada orang seperti saya ini".
"Begitu ya!? Aku sangat senang mendengarnya".
Vanessa menunjukkan ekspresi lega saat mendengar perkataan dari Dylan.
(Ok, bagus!? Sekarang saatnya untuk menyelesaikan ini).
"Kalau begitu, jika hanya itu yang ingin anda sampaikan maka biarkan aku.... ".
"Etto.... Maaf, tapi bukan hanya itu saja alasanku kemari".
Dylan menaikan salah satu alisnya mendengar apa yang akan dikatakan Vanessa.
Tapi di dalam pikirkan nya dia sudah tahu apa itu.
"Begini,.... Aku sudah meminta saran pada Yang Mulia. Soal apa yang harus aku lakukan untuk meminta maaf darimu, lalu mereka bilang bahwa permintaan maaf saja tidak akan cukup. Jadi,.... Yang Mulia menyarankan agar aku dan kau untuk bertunangan sebagai balasan atas semua yang sudah terjadi".
Mendengar hal itu Dylan yang terus memasang wajah datar tersenyum sesaat, kemudian berdiri dan membungkukkan badannya dan mulai berbicara.
"...Sebelumnya aku minta maaf pada anda Nona Vanessa,..... meskipun niat anda dan keluarga anda sangat baik........ Tapi, saya dengan berat hati harus menolaknya".
Mendengar Dylan yang menolak proposal pertunangan itu membuat Vanessa terkejut bukan main.
"Tuan Dylan boleh aku tahu apa alasannya?".
Vanessa meminta penjelasan kepada Dylan alasan kenapa dia menolak proposal pertunangan itu.
(Itu karena kau akan meninggalkanku demi sang pahlawan.... Tapi, kalau aku berikan alasan seperti itu maka dia pasti kebingungan.... Kalau begitu mari kita pakai cara yang biasa).
"..... Kita baru saling kenal satu sama lain, ...rasanya sangat aneh tiba-tiba saja kita bertunangan tanpa tahu kebiasaan dan kepribadian kita masing-masing...... Maupun itu sikap yang baik atau sikap yang buruk..... Akan lebih baik kalau kita mulai dengan saling mengenal satu sama lain...... Agar kedepannya baik saya maupun anda tidak ada yang kecewa atau tersakiti".
(Ya elah, sok keren banget gua.... Tapi dengan begini nih cewek pasti berpikir kalau aku orang yang menyebelin dan sok jual mahal.... Dan itu semakin mempermudah segalanya).
Vanessa terpaku diam saat mendengar alasan Dylan barusan.
Sesaat kemudian dia berdiri dan kembali berbicara.
"Jadi menurutmu kita harus memulainya dengan saling mengenal satu sama lain, kah?..... ".
Lalu tiba-tiba saja dia berdiri dengan wajah mendung.
".... Kalau begitu Tuan Dylan, saya undur diri dahulu".
"..... Maka, biar aku antar anda kembali ke kereta".
Vanessa memutuskan untuk pergi dan Dylan mengantarkan nya sampai kembali ke kereta kuda.
Tampak jelas ekspresi kecewa di wajah Vanessa. Dan entah mengapa, Vanessa tidak berhenti menggigit ujung kuku ibu jarinya.
Selesai berpamitan kereta kuda Vanessa segera pergi meninggalkan Mansion Arcadia.
(Hahahaaaaa..... Akhirnya cewek itu pergi juga!? Hehe.... Sekarang satu flag kehancuran sudah ku hindari... Harus aku akui, kalau dia lebih cantik dari di pada di gamenya... Tapi meski punya paras cantik pada akhirnya dia tetaplah seorang lacur sialan..... Lagian siapa juga cowok waras yang mau sama cewek kayak dia... Nah, sekarang aku semakin bisa melihat masa depan yang cerah untuk kedepannya).
Meski wajahnya tersenyum datar dan melambaikan tangan kearah Vanessa yang pergi.
Tapi, didalam kepalanya dia tertawa puas dan merasa bahwa dirinya berhasil menang melawan Death Flag nya.
Dia yakin dengan sepenuh hati bahwa keselamatannya dimasa depan akan terjamin.
Namun, Dylan tidak sadar bahwa hal kecil yang baru saja dia lakukan memberikan dampak yang besar untuk kedepannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 236 Episodes
Comments
Big Boss
ini yang jadi misteri karena merubah alur ceritanya
2024-11-16
1
call me oni chan
segakmau itu cuy mc kita ga mau mati
2024-06-30
4
Zeno
Thor MC nya jangan jadi Hero kalo bisa jadi villain atau anti hero
2024-04-23
7