Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.

Seminggu setelah kunjungan dari Rufus.

Dylan dan keluarga saat ini sedang menaiki kereta api, untuk menuju ke kota Algrand, ibukota Kerajaan Ingrid. Butuh waktu 3 hari lamanya perjalanan menuju ibukota dengan kereta api.

Bukan tanpa alasan mereka pergi ke sana. Mereka pergi karena mendapatkan undangan langsung dari Yang Mulia Raja Conrad Sera Ingrid untuk menghadiri pesta Ball yang dia adakan.

Pesta Ball di isi oleh para kaum bangsawan baik mereka yang berpangkat Baronet sampai mereka yang berpangkat ArcDuke.

Biasanya, para bangsawan akan memanfaatkan momen ini untuk membuat koneksi dengan keluarga lain bahkan jika mungkin membuat koneksi dengan Keluarga Kerajaan dengan cara memperkenalkan putra dan putri mereka.

Meski begitu, audience Ball akan di bagi menjadi 2 kelompok.

Pertama Audience biasa, terdiri dari para bangsawan berpangkat seperti Baronet, Baron, Viscount dan Count. Mereka hanya diizinkan untuk menikmati suasana pesta hanya seperti makan, minum saja.

Kedua, Audience elit, terdiri dari para bangsawan berpangkat Earl, Marquis, Duke dan ArcDuke. Bukan hanya diizinkan untuk menikmati suasana pesta saja, mereka juga diizinkan untuk ikut berdansa dan berbicara dengan anggota keluarga Kerajaan.

Mengingat, bahwa pangkat Keluarga Arcadia adalah Earl, mereka masuk ke dalam kategori yang kedua.

Mengetahui fakta ini baik Hyoga maupun Dylan, keduanya yang duduk sambil menatap pemandangan dari balik jendela kereta yang berjalan, tidak henti-hentinya menghembuskan nafas panjangnya sebagai bentuk keengganan nya untuk datang ke pesta Ball.

""Aaaaah........ ******.... Merepotkan banget.... Sialan..... Kenapa ini harus terjadi?"".

"Kalian berdua ini, dari mulai berangkat sampai sekarang terus saja mengeluh".

"Ceria sedikitlah Ayah, Nii-san".

Melihat kelakuan Hyoga dan Dylan, Pavline yang tidak tahan mencoba untuk menegur keduanya. Sementara Filaret mencoba menyemangati keduanya.

"Pavline sayang, kau harusnya tahu kenapa aku begini, kan?.... Semua itu karena kita akan bertemu dengan para bangsawan dari daerah lain dan anggota keluarga Kerajaan...... Kau juga tahu kan seperti apa mereka itu...... Melihat kelakuan mereka yang berpangkat tinggi seperti ArcDuke dan berpangkat paling rendah seperti Baronet saja, sudah membuatku ingin muntah".

"Tapi, masih ada yang sifatnya lebih baik?".

"Hmm.... Itu hanya minoritas saja. Mayoritas lainnya terlalu membanggakan status dan gelarnya. Cih, membayangkan senyuman penuh kepalsuan mereka itu, membuat ku mau muntah sekarang".

Pavline tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena sebagian besar apa yang dikatakan Hyoga memang benar adanya.

Hanya sedikit dari mereka yang tidak melebih-lebihkan statusnya dan bekerja dengan penuh dedikasi dan kejujuran.

"Dari pada mengkhawatirkan sikapku dan Ayah, bukankah kita seharusnya lebih khawatir dengan kondisi Filaret nantinya".

Hyoga dan Pavline langsung bereaksi setelah mendengar apa yang Dylan ucapkan. Mereka berdua bahkan Filaret sendiri tahu apa yang di maksud Dylan.

"Fira, di pesta Ball ini ada kemungkinan besar, kau akan bertemu kembali dengan kedua orang tua dan dan kedua saudarimu. Apa kau yakin akan baik-baik saja saat bertemu mereka?".

Terlepas dari rasa enggan nya menghadiri pesta, Dylan sangat mengkhawatirkan kondisi mental Filaret apabila harus bertemu lagi dengan keluarga Pillos yang sudah membuang dirinya.

"Tenang saja Ayah, Ibu, Nii-san.... Aku baik-baik saja. Bahkan aku sudah mengubur dan membuang perasaanku kepada mereka. Jadi, aku akan bersikap seperti kami tidak pernah memiliki hubungan apapun".

Filaret yang menjawab ke khawatiran semuanya dengan penuh semangat menandakan bahwa dia tidak masalah bertemu lagi dengan keluarga Pillos yang sudah membuang nya.

"Terlebih lagi..... Apa bila mereka berani "merendahkan" Ayah, Ibu dan terkhususnya Dylan-niisan di depan semua orang.... Maka tidak ada kata ampun untuk mereka".

Filaret menambahkan perkataan dengan menekan nama Dylan, dan mengeluarkan aura yang menakutkan sambil terus mempertahankan senyumannya.

"Oh, begitu ya".

Hyoga dan Pavline hanya memberikan senyuman sebagai respon terhadap kata-kata Filaret. Sementara Dylan kembali melihat kearah luar jendela.

(-------------)

Hari ke 3.

Akhirnya, mereka sampai di kota Algrand, ibukota Kerajaan Ingrid.

Sesuatu dengan status nya sebagai ibukota. Kau bisa melihat berbagai bangunan yang berdiri kokoh, rapi, dan banyak ornamen pada dindingnya.

Aspal jalan yang halus dan bersih dari sampah, jalur kereta traficline, kereta kuda yang berjalan rapi di jalan, orang-orang yang berlalu lalang, dan juga taman-taman kota yang indah. Saluran air kanal yang besar dan bersih.

Kota ini semakin indah dengan adanya beberapa monumen yang sangat megah dan indah.

Jika di bayangkan, seluruh bangunan dan fasilitas yang ada di kota Algrand seperti gabungan dari 3 kota modern yaitu kota London di Inggris, kota Paris di Perancis dan kota Venesia di Itali.

Yang membedakan orang-orang masih menggunakan kereta kuda, adanya monster dan sihir di dunia ini.

(Wow..... Tidak ku sangka, kota ini terlihat megah jika dilihat langsung seperti ini. Berbeda jauh dengan yang aku lihat pada gamenya).

Meski wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apapun, di dalam hati Dylan sangat terkesan dengan keindahan sudut kota Algrand.

"Dy-chan, ayo nanti kau ketinggalan, loh".

"Iya Bu, aku ke sana".

Dylan yang masih terkesan tersentak karena suara Pavline yang memanggilnya untuk menaikkan salah satu kereta kuda bertuliskan taxi dan pergi menuju penginapan yang mereka sudah pesan jauh hari sebelumnya.

Sesampainya di penginapan, Dylan segera merebahkan dirinya di atas kasur sambil melengtangkan kedua tangannya.

"Aaaaahhh..... Nikmatnya..... Sudah kuduga, rebahan di atas kasur empuk setelah perjalan panjang adalah yang terbaik".

"Ya ampun, Tuan. Setidaknya ganti baju dulu".

"Ngak mau Sonia, aku lagi posisi uwenak banget. Nanggung kalau harus ganti sekarang".

Dylan merespon saran dari Sonia dengan nada yang penuh dengan kemalasan dan Sonia hanya bisa menarik nafas panjang.

Selang beberapa saat, Sonia yang terus memperhatikan Dylan tiba-tiba mendapat sebuah ide.

"Tuan Dylan".

"Hmm?".

"Boleh aku memijat punggung anda?".

Dylan segera melirik kearah Sonia untuk beberapa saat.

"Baiklah, tolong lakukan ya. Punggungku sakit banget harus duduk terus selama 3 hari di kereta".

Dylan mengizinkan Sonia memijat punggung sambil membalikkan badannya.

"Kalau begitu, bisakah melepas baju anda?".

"Huh? Kenapa?".

"Saya berniat menggunakan minyak ini untuk meningkatkan efek pijatan. Jika tuan masih pakai baju maka efek pijatannya tidak akan terasa".

"..... Iya, iya.... Tapi, jangan macam-macam, ya".

Meski sempat ragu dan curiga, Dylan memutuskan menuruti apa yang diminta oleh Sonia.

Sonia terkejut untuk sesaat, alasannya karena dia sekarang melihat tubuh bagian atas tuan nya yang terbuka. Pipinya seketika menjadi merah merona.

Kedua matanya tidak bisa berkedip karena terlalu fokus untuk menikmati pemandangan di depannya.

Meski masih berusia 14 tahu, tapi tubuh tuannya memiliki badan yang kekar terlatih tapi tidak besar maupun kecil. Standar untuk ukuran pemuda seusia dirinya.

Dengan adanya beberapa bekas luka di tubuhnya semakin menambah nilai kegagahannya.

"Woi, Sonia. Kenapa diam saja? Cepat pijat aku".

"O-oh baik, segera tuan".

Sonia yang kembali sadar, segera melumuri kedua tangannya dengan minyak, dan dengan perlahan-lahan mulai memijat punggung Dylan yang menurutnya tak kalah luar biasa nya.

Selama Sonia memijat, sesekali Dylan mengerang sebagi tanda bahwa dia sangat menikmati pijatan itu.

Sementara Sonia yang entah mengapa setiap kali mendengar Dylan mengerang, nafasnya mulai terengah-engah, pipinya menjadi merah merona, badannya menjadi panas dan di kedua bola matanya tampak muncul tanda hati.

Seiring berjalannya waktu, tiba-tiba suara geraman Dylan tidak terdengar lagi.

Karena penasaran, Sonia segera melihat kearah wajah Dylan hanya untuk menemukan bahwa tuannya sekarang sudah tertidur lelap.

(Sepertinya, dia benar-benar kelelahan karena perjalan panjang itu).

Pandangan Sonia sekarang, terfokus pada bibir Dylan yang entah mengapa tampak manis di matanya.

Melihat adanya kesempatan, Sonia perlahan-lahan tapi pasti mulai mendekat wajahnya ke wajah Dylan.

Begitu wajah mereka sejajar, Sonia menghentikan dirinya dan memeriksa apakah tuannya terbangun atau tidak. Karena sangat berbahaya jika tuannya tiba-tiba saja terbangun.

Yakin bahwa Dylan sudah terlelap dalam tidurnya Sonia kembali melancarkan aksinya itu sambil terus terengah-engah.

Dan saat bibir mereka hampir saja bersentuhan.

Tiba-tiba ada sesuatu yang sangat kuat mencengkram kepalanya. Dan mutarmya perlahan sampai akhirnya wajah mereka berdua bertemu.

"Dasar pelayan pribadi sialan.... Berani juga mengambil kesempatan saat Nii-san sedang tidur. hah".

Iya, tidak salah lagi orang yang mencengangkan kepala dan menghentikan aksi Sonia adalah Filaret yang saat ini menunjukkan ekspresi yang sangat sadis.

"Oh, nona Fira ya.... Aku kira siapa. Bisa lepaskan cengkraman tangan anda kepala saya, itu sakit tahu".

"Huh? Melepas? Enak saja. Mana mungkin aku melepaskan tanganku ini dari pelayan kurang ajar sepertimu".

Walau di lihat dengan ekspresi sadis, Sonia dengan santainya meminta Filaret untuk melepas cengkraman nya. Tapi, Filaret semakin jengkel karena dia tidak melihat sedikit pun ekspresi menyesal dari Sonia.

"Hmmmm".

Selang beberapa saat, Filaret melepaskan cengkraman nya saat mendengar geraman dari Dylan yang tampaknya mulai bangun dari tidurnya.

Dan benar saja, Dylan kembali bangun sambil mengusap-usap matanya dan berbicara.

"Sonia, terimakasih atas pijatan nya sekarang badanku terasa enakan".

"Sama-sama tuan. Melayani anda adalah sebuah kehor bagi saya".

Sonia mengabaikan Filaret dan mulai membungkukkan badan sebagi respon atas ucapan terimakasih dari Dylan.

"Fira. Kenapa kau ada disini?".

Dylan yang melihat Filaret ada di kamarnya segera bertanya apa tujuannya.

"Untuk memastikan Nii-san aman dari seekor kucing pencuri yang kurang ajar".

Filaret menjawab pertanyaan Dylan sambil terus melirik tajam kearah Sonia. Dan Sonia sendiri mengalihkan pandangannya kearah lain sambil berpura-pura bersiul meski tidak ada suara yang keluar.

Meski Dylan sendiri dia tidak paham dengan apa yang di katakan oleh Filaret dia mencoba untuk mengabaikannya.

"Oh ya, karena kita sudah sampai di ibukota. Kenapa kita tidak jalan-jalan sebentar?".

Mendengar Dylan yang tiba-tiba mengajak pergi jalan-jalan, keduanya menjadi sangat antusias dan segera mendekatkan wajah ke Dylan sambil salah satu tangan mereka saling mendorong satu sama lain.

"Kalau begitu ajak aku saja, Tuan. Aku pasti akan menemani dan melindungi anda dengan segenap jiwaku".

"Ajak aku saja, Nii-san. Sudah menjadi tugas seorang adik perempuan untuk menemani Kakak laki-laki tersayangnya jalan-jalan".

"Nona Fira, bisakah anda berhenti dengan sikap egois anda. Biarkan saya yang menemani tuan Dylan".

"Egois apanya? Ini adalah soal tanggung jawab.... Tangung jawab.... Kau hanya bertugas untuk menyiapkan kebutuhan sehari-hari Nii-san... Sementara, aku bertanggung jawab untuk menemaninya di segala hal dan situasi".

Keduanya semakin jengkel satu sama lain.

"Huh? Apa maksudmu, Nona Fira? Perkataan mu barusan bukanlah sesuatu yang di katakan oleh seorang Adik Perempuan Kepada Kakak laki-laki nya. Jadi, berhenti bertingkah seolah-olah kau istri tuan Dylan".

"A-APA KATAMU?!!!!!".

Wajah Filaret langsung berubah menjadi merah merona setelah mendengar argumen yang keluar dari mulut Sonia.

"Itu juga berlaku untukmu, tahu.... Kau, hampir setiap hari selalu saja menggoda Nii-san. Mulai dari berkata-kata manis, berpakaian yang sangat seksi, sampai melakukan berbagai tindakan mesum seperti menyelinap dan tidur disebelah Nii-san tiap malam. Semua itu kau lakukan untuk mendapatkan perhatian nya, kan? Apa kau pikir itu hal yang pantas di lakukan oleh seorang pelayan!!!!".

"A-APA KATAMU, GADIS KECIL?!!!!".

Keduanya semakin jengkel antara satu dengan yang lain. Sekarang mereka mulai melakukan gulat tangan dengan kepala mereka saling bersentuhan.

"Kalau sudah begini.....".

"Kalau sudah begini.....".

"......Tuan Dylan....".

"...... Nii-san.......".

"".... Diantar kami....""".

"..... MANA YANG KAU PILIH?!!!!"".

Ketika mereka menolehkan wajah yang mereka lihat sosok Dylan yang sudah menghilang entah kemana, dan di atas tempat tidur itu ada sepucuk kertas yang bertuliskan.

[Kalian berdua terlalu berisik. Tinggal menjawab "iya" atau "tidak" saja sampai berkelahi. Jadi, aku putuskan untuk pergi sendiri. Tolong bilang pada Ayah dan Ibu, kalau aku sedang jalan-jalan].

Setelah membaca pesan singkat dari Dylan yang pergi meninggalkan keduanya saat masih saja berdebat dengan melompat lewat jendela.

Menghadapi kenyataan di depan mata, keduamya hanya bisa diam mematung tanpa bergerak seinci pun dari posisi mereka.

Sekarang, mereka sadar bahwa perdebatan mereka tadi itu sangatlah tidak penting dan membuang-buang waktu saja.

(----------)

"Tidak Fira, Tidak Sonia.... Aku tidak menyangka mereka berdua sama saja.... Apa susahnya tinggal menjawab "iya" atau "tidak". Malah berdebat hal ngak jelas seperti tadi".

Meninggalkan Filaret dan Sonia yang masih berdebat, saat ini Dylan sedang jalan-jalan seorang diri di keramaian kota Algrand.

Meski masih ada rasa jengkel di hatinya, Dylan mencoba untuk menikmati setiap keindahan sudut kota yang ada di sekitarnya.

Sangking sibuknya menikmati kesendirian dan keindahan kota, dia sepertinya tidak sadar sudah memasuki daerah kawasan perbelanjaan.

Di depan matanya saat ini, terdapat banyak sekali kios-kios kecil yang menjual banyak hal, dimulai dari makanan, aksesoris, bunga, buku dan yang lain-lain nya. Ibaratnya, seperti bazar di kehidupan Dylan yang sebelumnya.

"Heeee... Bahkan di dunia ini juga ada Bazar, ya. Skalanya jauh lebih besar, dan ramai dari pada di Arcadia. Hmm?".

Ditengah Dylan menikmati keramaian di bazar, tiba-tiba perutnya mulai keroncongan.

"Oh, suara perutku yang meronta-ronta, ya. Aku kira apa. Hm? Aroma ini.... Sepertinya dari sana".

Kemudian, Dylan baru ingat bahwa sejak dia sampai ke Kota Algrand, dia belum memakan apapun.

Selang beberapa saat, hidung Dylan mencium bau yang sangat lezat. Karena penasaran dia mengikuti dari mana sumber bau itu berasal dari sebuah kios yang menjual tusuk sate bakar.

"Hei nak. Mau beli beberapa tusuk sate?".

Melihat Dylan yang mendekat, paman penjual itu menawarkan jualannya.

"Baunya enak. Ngomong-ngomong daging apa yang kau pakai, paman?".

"Ini daging Holstein liar, tidak hanya menghasilkan susu tapi dagingnya juga enak".

Holstein adalah sejenis sapi liar di dunia ini yang hampir mirip dengan bison di bumi. Walau terkenal liar binatang ini masih bisa di jinakkan dan banyak di ternakkan.

"Hmmm. Kalau begitu, aku coba satu".

Dylan segera memakan tusuk sate yang tadi dia minta, dan betapa terkejutnya dia. Karena hanya dengan satu kali gigitan saja, dia dapat merasakan berbagai kenikmatan.

Daging yang empuk, tidak berbau, tingkat kematangan yang sempurna semuanya semakin kompleks dengan kekayaan rempah-rempah yang menjadi satu, menciptakan rasa lezat yang luar biasa.

(Daging nya juicy banget!!! Enak sekali!!! Rasa daging yang kaya ini berpadu dengan bumbu rempah-rempah dan manis ini luar biasa).

Sangking lezatnya, kedua mata Dylan sampai berbinar-binar.

"Paman, aku pesan 70 tusuk, ya".

"HEEEEEE.....!!! APA KAGAK KEBANYAKAN ITU?!!!!".

Sambil menunggu tusuk satenya di bakar, Dylan yang agak penasaran dengan situasi di kota Algrand mendekati hari pesta Ball Kerajaan mencoba bertanya pada Paman penjual tusuk sate itu.

"Hei paman, boleh aku bertanya seseuatu?".

"Iya, tanyakan saja".

"Aku baru kemarin sampai di kota ini, dan aku dengar ada beberapa rumor yang beredar. Bisa paman beritahu aku rumor-rumor apa saja yang paman tahu".

"Yah, sebenarnya banyak sekali rumor-rumor yang beredar di masyarakat kota Algrand akhir-akhir ini. Tapi, yang paling heboh adalah rumor soal "perang perebutan tahta" yang terjadi di dalam Istana".

"Perebutan Tahta? Apa itu benar?".

Dylan yang semakin penasaran mencoba untuk mengorek informasi lebih dalam lagi.

"Aku tidak tahu detailnya. Kami para rakyat biasa tidak diizinkan untuk tahu menahu soal itu, lagian itu juga hanya sebuah rumor".

Paman itu, kembali fokus untuk membakar tusuk sate pesanan Dylan. Lalu, selang beberapa saat dia kembali berbicara.

"Tapi, kalau soal pertikaian antara Putri pertama Ritzia dan Putri kedua Vanessa. Itu sudah menjadi konsumsi publik".

Dylan sempat tersentak saat mendengar kedua nama itu, tetapi sebelum bisa bertanya lebih lanjut pesanan nya sudah selesai.

"Ini pesanan mu, 70 tusuk sate".

"Oh ya, ini uangnya".

Dylan mengeluarkan beberapa koin perak dan menerima sekantong tusuk sate bakar dan segera berpamitan pergi.

Tidak mau mencolok dengan membawa makanan kemana-mana, Dylan memasukkan tusuk satenya kedalam item box. Sambil terus kepikiran dengan perkataan paman penjual tusuk sate itu.

(Putri pertama Kerajaan Ingrid, Ritzia Sera Ingrid. Namanya beberapa kali di sebutkan dalam dialog pada game. Visual karakternya tidak dimunculkan sama halnya dengan Rufus-san. Jadi, aku tidak tahu seperti apa penampilan maupun kepribadian nya. Tapi, aku tidak menyangka ada cerita dimana Ritzia dan Vanessa tidak memiliki hubungan yang baik sebagai Kakak-adik. Aku benar-benar penasaran seperti apa dia, mungkin Ball ini ada untungnya juga untukku).

Meski benci mengakuinya, setidaknya Dylan bisa bertemu dengan karakter yang tidak pernah tampil di dalam gamenya.

Dan ada kemungkinan, karakter ini juga bisa mempengaruhi alur ceritanya. Di saat Dylan sedang berpikir keras, akhirnya dia menyadari sesuatu setelah pandangnya kembali melihat sekitarnya yang tampak berbeda.

Saat ini, Dylan berada di jalan yang sepi dari orang-orang dan tidak sebersih pusat kota, bangunan disekitar nya tampak bangunan lama yang kurang terurus namun masih bisa ditempati.

"Sialan, karena tenggelam dalam pikiran. Aku sampai tersesat".

Ketika Dylan mencoba merenungi kesalahan nya, tiba-tiba dari arah belakang ada sesuatu yang menarik bajunya.

Menoleh kebelakang, yang dia temukan ada beberapa anak kecil berusia antara 7-10 tahun. Dari pakai nya yang terkesan berantakan, Dylan menduga bahwa mereka anak-anak yatim-piatu.

"Nii-chan, minta uangnya dong?".

"...... Huh?"

Tanpa ragu sedikitpun salah satu anak yang tadi menarik bajunya meminta uang. Dan Dylan hanya merespon dengan ekspresi terkejut dan kebingungan.

Terpopuler

Comments

Choco

Choco

praktis bingitz/Plusone/

2023-10-03

4

the Amay one

the Amay one

👍🏿👍🏿👍🏿

2023-08-19

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2 Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3 Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4 Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5 Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9 Chapter 7 : Unique Skill.
10 Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11 Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12 Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17 Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18 Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19 Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20 Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21 Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22 Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23 Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24 Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25 Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26 Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27 Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28 Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31 Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35 Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36 Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39 Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40 Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43 Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44 Chapter 29 : Camping.
45 Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46 Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50 Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51 Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52 Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59 Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61 Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62 Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63 Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64 Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65 Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66 Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67 Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68 Chapter 44 : Penyergapan.
69 Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70 Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79 Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80 Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81 Chapter 51 : Orang Bodoh.
82 Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83 Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84 Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85 Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86 Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87 Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88 Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89 Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90 Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91 Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92 Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93 Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94 Chapter 63 : Festival Akademi.
95 Chapter 64 : Amarah Conrad.
96 Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97 Chapter 66 : "Aku Menolak".
98 Chapter 67 : Monster Panggilan.
99 Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100 Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101 Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102 Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103 Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104 Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105 Chapter 74 : Tugas Resmi.
106 Chapter 75 : Masalah Baru.
107 Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108 Chapter 77 : Badai Laut.
109 Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110 Chapter 79 : Bendera Putih.
111 Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112 Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113 Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114 Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115 Chapter 84 : Kota Rondine.
116 Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117 Chapter 86 : Desa Para Elf.
118 Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119 Chapter 88 : Gunung Asthe.
120 Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121 Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122 Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123 Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124 Referensi Karakter (Fix)
125 Referensi Karakter Ke 2
126 Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127 Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128 Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129 Chapter 96 : Teleportasi.
130 Chapter 97 : Serangan Awal.
131 Chapter 98 : Tepat Waktu.
132 Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140 Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146 Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148 Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149 Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150 Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151 Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152 Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153 Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154 Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155 Chapter 108 : Frustasi.
156 Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157 Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158 Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159 Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160 Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161 Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162 Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163 Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164 Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165 Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166 Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167 Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168 Chapter 120 : Pertolongan.
169 Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170 Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171 Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172 Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173 Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174 Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175 Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176 Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177 Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178 Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179 Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180 Chapter 131 : Persidangan.
181 Chapter 132 : Rafen.
182 Chapter 133 : Hell Mimic.
183 Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184 Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185 Chapter 136 : Penghargaan.
186 Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187 Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188 Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189 Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190 Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191 Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192 Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193 Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194 Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195 Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196 Chapter 146 : Alasan Risu.
197 Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198 Chapter 148 : The Oracle's.
199 Chapter 149 : Cerita Tina.
200 Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201 Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202 Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203 Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204 Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205 Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206 Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207 Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208 Chapter 158 : Ketahuan.
209 Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210 Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211 Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212 Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213 Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214 Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215 Chapter 165 : Vampir.
216 Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217 Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218 Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219 Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220 Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221 Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222 Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223 Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224 Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225 Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226 Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227 Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228 Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229 Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230 Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231 Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232 Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233 Chapter 183 : Rencana Awin.
234 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236 Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.
Episodes

Updated 236 Episodes

1
Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2
Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3
Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4
Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5
Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9
Chapter 7 : Unique Skill.
10
Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11
Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12
Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17
Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18
Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19
Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20
Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21
Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22
Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23
Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24
Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25
Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26
Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27
Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28
Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31
Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35
Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36
Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39
Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40
Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43
Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44
Chapter 29 : Camping.
45
Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46
Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50
Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51
Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52
Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59
Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61
Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62
Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63
Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64
Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65
Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66
Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67
Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68
Chapter 44 : Penyergapan.
69
Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70
Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79
Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80
Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81
Chapter 51 : Orang Bodoh.
82
Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83
Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84
Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85
Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86
Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87
Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88
Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89
Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90
Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91
Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92
Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93
Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94
Chapter 63 : Festival Akademi.
95
Chapter 64 : Amarah Conrad.
96
Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97
Chapter 66 : "Aku Menolak".
98
Chapter 67 : Monster Panggilan.
99
Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100
Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101
Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102
Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103
Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104
Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105
Chapter 74 : Tugas Resmi.
106
Chapter 75 : Masalah Baru.
107
Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108
Chapter 77 : Badai Laut.
109
Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110
Chapter 79 : Bendera Putih.
111
Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112
Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113
Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114
Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115
Chapter 84 : Kota Rondine.
116
Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117
Chapter 86 : Desa Para Elf.
118
Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119
Chapter 88 : Gunung Asthe.
120
Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121
Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122
Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123
Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124
Referensi Karakter (Fix)
125
Referensi Karakter Ke 2
126
Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127
Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128
Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129
Chapter 96 : Teleportasi.
130
Chapter 97 : Serangan Awal.
131
Chapter 98 : Tepat Waktu.
132
Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140
Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146
Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148
Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149
Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150
Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151
Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152
Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153
Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154
Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155
Chapter 108 : Frustasi.
156
Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157
Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158
Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159
Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160
Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161
Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162
Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163
Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164
Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165
Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166
Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167
Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168
Chapter 120 : Pertolongan.
169
Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170
Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171
Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172
Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173
Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174
Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175
Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176
Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177
Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178
Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179
Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180
Chapter 131 : Persidangan.
181
Chapter 132 : Rafen.
182
Chapter 133 : Hell Mimic.
183
Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184
Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185
Chapter 136 : Penghargaan.
186
Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187
Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188
Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189
Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190
Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191
Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192
Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193
Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194
Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195
Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196
Chapter 146 : Alasan Risu.
197
Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198
Chapter 148 : The Oracle's.
199
Chapter 149 : Cerita Tina.
200
Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201
Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202
Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203
Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204
Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205
Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206
Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207
Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208
Chapter 158 : Ketahuan.
209
Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210
Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211
Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212
Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213
Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214
Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215
Chapter 165 : Vampir.
216
Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217
Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218
Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219
Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220
Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221
Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222
Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223
Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224
Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225
Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226
Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227
Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228
Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229
Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230
Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231
Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232
Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233
Chapter 183 : Rencana Awin.
234
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236
Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!