Chapter 9 : Monster Panik part 2.

"Meski aku seorang "penjahat".... Tapi, akulah.... YANG AKAN MELINDUNGI KOTA INI!!!".

Dylan berteriak sambil berlari menerjang bahaya seorang diri dengan tekad untuk melindungi kota beserta para penduduk nya.

Saat jarak mereka mulai berdekatan, Dylan mengayunkan kedua pedangnya sambil ikut memutarkan badannya.

Dengan gerakan itu, Dylan berhasil menebas beberapa monster seperti serigala.

Selesai dengan para serigala, Dylan mengayunkan satu pedangnya untuk membelah 2 ekor beruang.

Sementara satu pedang lainnya dia lempar kearah segerombolan goblin yang datang.

Tapi, dari arah belakang ada seekor Troll yang hendak menghantamnya. Untungnya Dylan berhasil menghindar.

Belum bisa bernafas lega, seekor Cyclop mengirimnya terbang dengan sebuah tendangan. Meski berhasil di tahan, Dylan sempat berguling-guling beberapa kali.

Momen itu di manfaatkan Dylan untuk mengambil kembali pedang katana yang dia lempar kearah goblin tadi.

Berhasil mendapatkan pedangnya lagi, Dylan memasang kuda-kuda dan mulai mengaktifkan sihir non atribut miliknya.

"Double Phantom Blades".

Dengan mengayunkan dua pedang katana nya yang sudah diberi sihir. Dylan mampu memotong banyak monster sekaligus dan berhasil memecah rombongan garis depan para monster.

Lalu pandangan teralihkan keatas, dimana dia melihat sekelompok monster terbang seperti Wyvren yang hendak melintas.

Tak mau membuang waktu lagi, Dylan memanfaatkan salah satu mayat monster untuk menjadi batu pijakan.

Dengan tambahan sihir Power Up. Lompatannya berhasil menggapai seekor Wyvren.

Dylan langsung menancapkan salah satu pedangnya ke leher Wyvren. Kesakitan, monster itu berteriak sambil menghembuskan nafas api.

Sadar akan adanya kesempatan, Dylan memanfaatkan nafas api Wyvren itu untuk membakar para monster yang ada di bawahnya.

"BERSIKAP SEPERTI LAYAKNYA MONSTER. DAN SALING MEMBUNUHLAH!!!!".

Dan itu terbukti efektif, banyak monster yang mati hangus terbakar baik itu Troll, Cyclop, dan yang lainnya.

Sadar, Wyvren yang di tumpangi nya mulai sekarat. Dengan paksa dan sekuat tenaga Dylan mengayunkan badan Wyvren itu dan melemparnya ke beberapa Wyvren lain yang terbang di sebelahnya.

Rencana berhasil beberapa Wyvren yang kena, segera terjatuh ketanah. Memanfaatkan berat jatuhnya Dylan mendarat tepat di badan Wyvren yang jatuh tadi dan langsung menusuknya dengan pedang.

Dari raut wajahnya tampak Dylan sudah mulai kelelahan dan dia segera mengambil ramuan penyembuh dari kantong dan segera meminumnya.

(Sudah kuduga ada yang aneh. Monster sebanyak ini berkumpul di satu tempat. Ini tidaklah wajar. Apa ini ada hubungannya dengan perebutan wilayah? Juga, aku tidak merasakan insting bertarung mereka. Mereka hanya membuat barisan dan pergi menuju kota. Tidak salah lagi tujuan mereka adalah kota Linic. Kalau memang benar, Apa untungnya menyerang kota Linic yang dekat pelabuhan ini?).

"Yang lebih penting, mungkin diluar sana ada yang "mengendalikan" para monster ini".

Tindak kan yang dilakukan Dylan, membuat para monster segera mengalihkan perhatian kepadanya.

Lalu sekelompok monster seperti semut raksasa dan belalang sembah hendak menyerangnya. Dengan sigap, Dylan menggunakan sihir angin di pedangnya dan kembali mengayunkannya.

"Wind Cutter".

Hembusan angin yang liar dan tajam langsung menebas para monster serangga itu menjadi potongan kecil.

Sadar, bahwa dia terlalu tenggelam dalam pikirannya. Dylan segera menerjang maju dan membelah rombongan monster.

Setiap monster yang ada di depannya, Dylan segera mengayunkan pedangnya. Dan membelah mereka semua. Terkadang Dylan bisa menebas 2 jenis monster sekaligus dengan menggunakan masing-masing pedangnya.

Dylan menggunakan teknik pedang Niten-Ichi Ryuu yang dia pelajari saat dia masih menjadi bagian club Kendo di kehidupan sebelumnya. Untuk menghalau para monster yang menyerangnya.

Niten-Ichi Ryuu adalah teknik bertarung yang menggabungkan 2 pedang katana. Dan digunakan secara bergantian seperti satu pedang untuk bertahan dan satu pedang untuk menyerang.

Jika dilihat dari jauh Dylan seperti mengayunkan kedua pedangnya secara acak sambil terus menggerakkan tubuhnya untuk menghindar dari berbagai serangan.

Teknik ini sangat efektif dan berkat itu Dylan mampu mengalahkan banyak sekali monster yang datang padanya.

Namun, meski menggunakan teknik ini dan memperkuatnya dengan sihir. Tetap saja, terkadang Dylan juga terkena serangan dari para monster yang menyerangnya sekaligus dari berbagai arah.

Kelelahan dan luka tidak dapat di hindari.

Dylan masih terus menyerang, sambil menahan rasa sakit, mati rasa dan lelah yang perlahan-lahan mulai menggerogoti.

Meski fisik dan kekuatan meningkat setelah dia berevolusi menjadi Half-Dragon itu hanya memberikan waktu sedikit lebih lama untuk tubuhnya merespon rasa sakit dan lelah.

(Ha... Ha.... Ha... Apa aku kelelahan?)

"Cih. Tidak Dylan. Kau tidak bisa menyerah di sini. Aku sudah janji akan melindungi semuanya. Meski nyawa taruhannya. Jadi, aku tidak boleh tumbang disini.... Aku..... TIDAK BOLEH KALAH DISINI!!!!".

Dengan tekad yang baru, Dylan kembali berlari maju menerjang sekelompok monster itu seorang diri.

Tanpa dia sadari dari atas dinding kota ada beberapa ksatria yang melihatnya.

"Tunggu. Bukankah itu, Tuan Dylan?".

"Iya, itu benar. Kenapa tuan melawan para monster itu sendirian?".

"Aku tidak tahu, tapi kita harus laporkan ini pada tuan Hyoga".

Para ksatria itu segera berlari untuk pergi menemui Hyoga dan melaporkan apa yang baru saja dia lihat.

Sementara itu dipusat kota. Lebih tepatnya di sebuah menara jam yang ada di tengah kota Linic.

Sonia sedang berdiri dipuncak menara sambil menatap lurus kearah dimana Dylan sedang bertarung seorang diri.

(---------)

1 jam sudah berlalu.

Sudah banyak mayat monster yang bergelimpangan di mana-mana dan tanah menjadi merah karena banyaknya darah monster yang berceceran.

Walaupun begitu, monster masih datang untuk melawan dengan jumlah yang seolah-olah tidak berkurang sedikitpun meski sudah banyak yang dibunuh Dylan.

Bertarung selama 1 jam tanpa istirahat membuat badan Dylan semakin kelelahan. Belum lagi luka dan memar yang dia terima dari serangan para monster.

Sudah hampir 10 botol ramuan penyembuh yang dia minum untuk meminimalisir rasa sakit yang dia rasakan.

(Sial, capeknya bukan main.... Di tambah para monster ini seolah-olah tidak ada habisnya).

Bersamaan dengan itu sekelompok goblin hendak menyerangnya. Untungnya, Dylan berhasil menghindar dan menyerang balik para goblin itu.

Tapi, dari arah lain. Dylan tiba-tiba saja terkena pukulan dari sebuah gada kayu yang di ayunkan oleh seekor Troll.

Dylan tidak bisa menghindar akibat rasa kelelahan yang dia rasakan. Dan karena tak mampu bertahan Dylan terpental dengan sangat kencang dan beberapa kali terguling-guling di tanah.

Rasa sakit yang luar biasa menjalar di seluruh tubuh Dylan. Sangking sakitnya Dylan sampai mulutnya mengeluarkan darah dalam jumlah banyak.

Melihat Dylan yang tersungkur, para monster itu kembali mendekat. Dengan naluri insting liar, mereka tahu inilah kesempatan untuk menghabisi Dylan dan menerobos masuk ke kota.

Karena sudah sangat kelelahan, Dylan tidak bisa menghindar atau bergerak dia hanya bisa berdiri kembali itupun dengan didukung oleh pedangnya sebagai tumpuan.

"Sepertinya.... Ini akhirnya".

Dylan tahu bahwa dia sudah tidak bisa melawan balik lagi, meski kenangan tentang semua hal baik yang dia alami terlintas di pikirannya.

Itu tidak bisa menyulut api semangat bertarung di dalam dirinya. Dia tahu bahwa sekarang hidupnya ada diujung tanduk. Dan Dylan bersiap menerima kematiannya.

Tapi, di dalam hati kecilnya. Dylan merasa senang, meski berakhir diterkam monster setidaknya dia "mati di dalam pertarungan".

Saat Dylan bersiap menerima kematian nya. Entah mengapa dia merasakan tekanan energi sihir yang luar biasa.

Dan dari langit, turun sesosok bayangan yang turun di depan Dylan.

"Jangan sentuh anakku. Dasar bajingan jelek".

Bersamaan itu sosok bayangan itu mengayunkan pedangnya. Sebuah serangan yang dilapisi sihir es langsung menyerang para monster itu dan seketika membunuh mereka.

Dylan sangat terkejut dengan perubahan situasi yang terjadi. Lalu, sosok bayangan itu mulai berbicara.

"Ya ampun, dasar bocah nekat. Sekuat apapun kau. Kau tidak akan bisa melawan segerombolan monster dalam jumlah besar sendirian".

Sosok itu berbicara sambil menoleh ke Dylan yang ada dibelakang nya. Dan saat cahaya mulai menyinari secara perlahan-lahan, sosok itu tidak lain adalah ayahnya Hyoga yang menengah sebuah pedang.

"Ayah. Apa yang kau lakukan disini?".

"Huh? Tentu saja datang untuk membantu mu".

"Lalu, bagaimana para-".

Belum bisa melanjutkan ucapannya, tiba-tiba sebuah serangan tebasan api berbentuk cekungan tajam menyerang para monster dan membakar mereka.

Sesaat setelah nya, sesosok gadis muncul sambil membawa Sabit besar.

"Tidak usah khawatir para warga akan di urus oleh Ibu dan Squad ksatria. Karena itu aku dan Ayah bisa datang ke sini untuk membantumu, Nii-san".

Gadis yang menjawab pertanyaan Dylan adalah Filaret yang muncul tepat setelah Hyoga.

(---------)

Butuh beberapa detik, agar Dylan bisa mencerna apa yang Hyoga dan Filaret katakan kemudian dia baru bisa berbicara.

"Tidak. Jangan khawatir. Kalian kembali dan bantu para warga. Aku bisa tangani ini semuanya".

"Jangan katakan seseuatu yang sombong seperti itu.".

Mengabaikan ucapan Dylan, Hyoga segera maju dan menerjang para monster itu. Disusul Filaret yang berada di belakangnya.

Dengan teknik pedang miliknya Hyoga mampu mengalahkan beberapa monster dalam sekali ayunan.

Begitupun, dengan Filaret yang unjuk kebolehannya dalam bertarung menggunakan Sabit besarnya.

Hal itu tentu saja membuat Dylan terkejut.

Bukan karena teknik pedang Ayahnya atau pun Filaret. Melainkan karena pedang yang di bawa Hyoga.

(Tunggu dulu? Setelah ku perhatikan dengan seksama. Pedang itu tampak tak asing buat ku. Aku seperti pernah melihatnya di suatu tempat. Tapi kapan?).

Dylan mencoba berpikir keras dan berusaha men scan memori di otaknya. Selang beberapa saat, mata Dylan tiba-tiba terbelalak. Akhirnya dia tahu apa pedang itu.

Nama pedang yang di gunakan Hyoga adalah Light-Ice Sword. Semacam item sihir pedang suci dalam game "Long Life Braver" yang digunakan oleh seorang karakter dalam game itu bergelar "Pendeta Pedang Es dan Cahaya". Yang pernah berjasa besar untuk menyelamatkan Kerjaan Ingrid dari Invasi Kerajaan Iblis Inferno.

Pedang itu tidak bisa disebut sebagai item yang bisa digunakan Pahlawan. Karena pedang itu hanya di sebutkan pada cerita dan ditunjukkan sebagai peninggalan dari sang "Pendeta Pedang Es dan Cahaya".

Dan yang membuat Dylan semakin shock adalah karena saat ini dia baru ingat kalau nama lengkap dari karakter "Pendeta Pedang Es dan Cahaya" adalah Hyoga van Arcadia yang tidak lain adalah Ayahnya sendiri.

(Sek, bentar bentar. Karakter "Pendeta Pedang Es dan Cahaya" yang terkenal dalam game itu, ayah? Kenapa aku baru ingat sekarang? Dan kenapa ayah tidak pernah cerita sedikitpun?).

Lalu pandangan Dylan menatap lurus kearah Hyoga dan Filaret yang bertarung melawan para monster bersama.

Menggelengkan kepalanya beberapa kali. Dylan kembali berdiri dan menggenggam kedua pedang katana nya.

"Sekarang tidak ada waktu untuk bertanya".

Dylan segera menyusul mereka dan melancarkan serangan ke arah para monster itu. Melihat Dylan yang kembali bangkit membuat Hyoga dan Filaret tersenyum.

"Oh, Sepertinya kau masih punya kekuatan untuk melawan, ya".

"Tentu saja".

"Ayah jadi tenang".

Dylan sempat tersentak dengan ucapan Hyoga.

"Kenapa? Apa kerena jumlah monster yang aku kalahkan?".

"Hmph...... Dasar putra sok kuat. Sebenarnya banyak hal yang ingin Ayah, Filaret dan Ibu mu tanyakan. Tapi sekarang, aku sudah tidak peduli".

"Ayah benar khusus kali ini, kami akan biarkan hal semacam ini begitu saja. Tapi, setelah selesai. Nii-san harus menjelaskannya pada kami".

Mereka berbincang sambil terus bertarung dengan para monster yang menyerang mereka.

"Dylan, biar Ayahmu ini beri sebuah nasehat. Kau itu "kuat", ayah akui itu. Tapi, aku tidak sarankan kau mengandalkan kekuatanmu terus-terusan. Ayah tahu, kau ingin membereskan semua ini semua sendirian tanpa merepotkan orang lain, termasuk keluargamu sendiri. Ini bukan cuma untukmu saja, tapi juga untuk Fira-".

Hyoga kemudian berteriak sambil menebas monster didepannya.

"JANGAN PERNAH MENGEMBAN MASALAH MU SENDIRIAN. COBALAH UNTUK MENGANDALKAN ORANG LAIN. KARENA TAK PEDULI SEKUAT APAPUN, KAU TIDAK BISA MENANGGUNG SEMUANYA SENDIRI!!...... Apa aku salah?".

Baik Dylan dan Filaret tersentak oleh nasehat Hyoga. Mereka tidak percaya, sosok ayah yang terkadang kikuk di depan kedua anaknya itu bisa memberikan nasehat yang begitu menancap di hati mereka.

Tanpa sadar, Dylan tersenyum.

"Itu benar. Aku tidak sendirian sekarang....... Ku andalkan kalian berdua. Ayah, Fira".

"Baiklah".

"Apapun untuk Nii-san".

Sekarang mereka bertiga berkerja sama untuk melawan para segerombolan monster itu. Dan saling memunggungi satu sama lain.

"""MAJULAH KESINI KALIAN. DASAR KALIAN MONSTER JELEK!!!""".

Dengan teriakan bersama ketiganya melawan segerombolan monster yang mengepung mereka hanya dengan modal nekat.

(----------)

Mengikuti insting, para monster itu langsung menerjang dan berusaha menumbangkan Dylan, Filaret dan Hyoga.

"Mereka Datang".

""Mengerti"".

Dengan aba-aba Dylan, ketiganya bersiap untuk datangnya serangan para monster itu.

Satu persatu para monster itu mendekat dan menyerang mereka, dan tentu saja mereka terus menyerang setiap monster yang datang tanpa memecah formasi segitiga bertarung mereka.

Terkadang mereka berganti posisi dan saling mencoba untuk melindungi satu sama lain.

Bagi orang yang biasa dengan pertarungan. Dia akan mengatakan bahwa kerja sama Dylan, Hyoga dan Filaret sangat selaras dan sangat terkoordinasi dengan baik.

Mereka terus menyerang para monster yang datang tanpa melupakan pertahanan mereka. Jika ada sebuah celah, yang lain akan segera menutupinya.

Begitupun, saat ada serangan dari monster yang terbang di langit, mereka bergantian menggunakan sihir elemen masing-masing untuk mencegah mereka masuk.

Terkadang, Dylan meminta Filaret atau Hyoga untuk membantu nya untuk memberikan batu loncatan, agar Dylan menebas para monster yang melintas di udara.

Dan setelah 2 jam pertarungan yang sangat lama itu. Mereka berhasil mengalahkan para monster itu dan monster terakhir yang berwujud Cyclop berhasil di belah menjadi 2 oleh Dylan dan Filaret.

"Itu yang terakhir".

"Horeeee... Kita berhasil!!!".

Dylan menunjukkan ekspresi lega dan gembira setelah selesai menghentikan Insiden Monster Panik. Sekaligus, berhasil menyingkirkan Death Flag yang datang.

"Terimakasih Ayah, Fira. Jika bukan karena bantuan kalian. Aku pasti tidak bisa menangani ini semua".

"Hehehe.... Tidak masalah kok, Nii-san".

"Sudah tugas, seorang ayah untuk membantu anaknya yang kesusahan. Dan lain kali cobalah jujur pada kami, mengerti?".

"Aku mengerti. Kalau begitu, ini kemenangan kita bertiga".

Sambil meminum sebotol Exilir mereka pun merayakan kemenangan.

Tapi, tiba-tiba suara misterius muncul entah dari mana.

"Ini terlalu cepat bagi kalian untuk merayakan kemenangan".

Sekelebat bayangan muncul dan menyerang Hyoga dengan sangat cepat. Sangking cepatnya baik Dylan, Filaret dan bahkan Hyoga tidak sempat merespon nya.

Dalam sekejap mata, Hyoga terpental dengan sangat keras. Hal itu juga membuat Dylan dan Filaret terkejut bukan main.

(----------)

"""AYAH!!!""".

Baik Dylan dan Filaret segera terkejut dan secara spontan memanggil Hyoga.

Belum bisa bernafas lega, sekelebat bayangan itu langsung menghantam Filaret dan juga melemparnya.

"FIRA!!!".

Dylan juga segera berteriak memanggil Filaret yang juga ikut terpental.

(Sial, ini gawat.... Ternyata musuhku bukan hanya monster saja.... Saat aku merasakan keberadaannya, dia sudah berada dalam jangkauan ku.... Tapi, meski begitu. Aku masih tidak bisa memperingatkan Ayah dan Filaret... Dia....).

"Hei, lihat kemana kau. Nak?".

(.... Dia sangat cepat).

Bayangan itu langsung menyerang Dylan dengan sebuah tendangan ke atas yang sangat keras dan cepat.

Untungnya, Dylan bisa menghindar dengan salto beberapa kali ke belakang. Dan adegan itu membuat bayangan itu terkejut sesaat.

Setelah memperbaiki postur tubuhnya, Dylan segera mengalihkan pandangannya ke arah bayangan yang menyerangnya barusan.

"Hehe... Ternyata kau bisa menghindari serangan barusan, ya. Sudah kuduga kau memang kuat. Lebih kuat dari pria tua dan gadis yang barusan ku hempaskan".

Dylan terkejut melihat siapa sosok orang yang menghempaskan Hyoga dan Filaret.

(Penampilan pria ini.... Aku yakin pernah melihatnya di suatu tempat.... Tapi, aku tidak ingat siapa dia).

Dylan bergumam didalam pikirannya dan berusaha mencari sesuatu di ingatannya soal pria yang ada di depannya sekarang.

"Apalagi kau berhasil selamat dari serangan para monster barusan..... Dan kau juga menyelamatkan penduduk kota dengan membuat sebuah parit besar yang sangat dalam lalu mengisinya dengan air.... Memang jika kau membangun sebuah Parit di depan dinding kota untuk kedepannya pasti para monster atau bahkan orang yang ingin menyerang kota ini tidak akan bisa masuk..... Dan andai ada yang berhasil melintas, kalian tinggal menghabisinya saja..... Harus aku akui itu rencana yang bagus..... Hanya saja, kau tidak menduga kalau para monster itu di kendalikan oleh seseorang, kan? Jadi, apa aku benar?".

Dylan hanya bisa mendecitkan gigi belakangnya saat mendengar semua kesimpulan yang di ambil pria yang ada didepannya.

"Siapa.... Siapa kau?".

Tanpa basa-basi lagi, Dylan segera menanyakan identitas dari pria itu.

"Oh, aku?... Benar juga, rasanya tidak sopan jika tidak memberitahu namaku....".

Lalu pria itu mulai berpose megah dan memperkenalkan dirinya.

"Salam kenal, nak!? Namaku adalah Oscar Niville Dragonia.... Seorang ksatria suci milik Kerajaan Rachael... Sekaligus, orang yang mengendalikan kawanan Monster tadi".

Dylan segera membelalakkan kedua matanya saat tahu siapa orang yang ada di hadapannya.

Bukan karena takut, melainkan orang yang ada di depannya adalah karakter pendukung yang seharusnya membantu pahlawan.

(Tunggu sebentar!? Apa-apaan ini? Bagaimana seseorang yang harusnya membantu pahlawan di masa depan. Malah melakukan penyerangan ke wilayah Arcadia).

"Jangan bercanda denganku, bangsat".

Dylan tanpa sadar mengeluarkan gumaman jengkelnya.

Saat itu, dia langsung mengambil kesimpulan bahwa alur cerita di dalam game itu pasti memiliki akhir yang buruk untuk kedepannya.

Terpopuler

Comments

abdillah musahwi

abdillah musahwi

nih MCnya main skip saja paling kalo ada keterangan/alur cerita yang ada di gamenya, biar cepat tamat

2024-07-13

2

Nino Ndut

Nino Ndut

jujur gw curiga mc asal namatin game nih..masa dia banyak miss ama info2 penting..

2024-03-07

3

Frando Kanan

Frando Kanan

pendukumg mlh jd terbalik

2023-12-18

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2 Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3 Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4 Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5 Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9 Chapter 7 : Unique Skill.
10 Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11 Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12 Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17 Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18 Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19 Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20 Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21 Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22 Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23 Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24 Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25 Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26 Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27 Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28 Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31 Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35 Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36 Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39 Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40 Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43 Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44 Chapter 29 : Camping.
45 Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46 Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50 Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51 Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52 Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59 Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61 Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62 Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63 Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64 Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65 Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66 Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67 Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68 Chapter 44 : Penyergapan.
69 Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70 Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79 Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80 Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81 Chapter 51 : Orang Bodoh.
82 Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83 Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84 Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85 Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86 Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87 Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88 Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89 Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90 Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91 Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92 Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93 Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94 Chapter 63 : Festival Akademi.
95 Chapter 64 : Amarah Conrad.
96 Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97 Chapter 66 : "Aku Menolak".
98 Chapter 67 : Monster Panggilan.
99 Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100 Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101 Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102 Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103 Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104 Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105 Chapter 74 : Tugas Resmi.
106 Chapter 75 : Masalah Baru.
107 Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108 Chapter 77 : Badai Laut.
109 Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110 Chapter 79 : Bendera Putih.
111 Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112 Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113 Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114 Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115 Chapter 84 : Kota Rondine.
116 Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117 Chapter 86 : Desa Para Elf.
118 Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119 Chapter 88 : Gunung Asthe.
120 Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121 Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122 Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123 Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124 Referensi Karakter (Fix)
125 Referensi Karakter Ke 2
126 Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127 Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128 Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129 Chapter 96 : Teleportasi.
130 Chapter 97 : Serangan Awal.
131 Chapter 98 : Tepat Waktu.
132 Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140 Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146 Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148 Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149 Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150 Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151 Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152 Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153 Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154 Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155 Chapter 108 : Frustasi.
156 Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157 Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158 Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159 Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160 Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161 Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162 Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163 Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164 Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165 Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166 Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167 Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168 Chapter 120 : Pertolongan.
169 Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170 Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171 Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172 Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173 Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174 Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175 Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176 Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177 Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178 Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179 Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180 Chapter 131 : Persidangan.
181 Chapter 132 : Rafen.
182 Chapter 133 : Hell Mimic.
183 Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184 Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185 Chapter 136 : Penghargaan.
186 Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187 Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188 Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189 Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190 Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191 Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192 Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193 Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194 Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195 Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196 Chapter 146 : Alasan Risu.
197 Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198 Chapter 148 : The Oracle's.
199 Chapter 149 : Cerita Tina.
200 Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201 Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202 Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203 Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204 Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205 Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206 Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207 Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208 Chapter 158 : Ketahuan.
209 Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210 Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211 Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212 Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213 Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214 Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215 Chapter 165 : Vampir.
216 Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217 Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218 Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219 Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220 Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221 Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222 Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223 Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224 Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225 Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226 Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227 Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228 Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229 Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230 Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231 Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232 Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233 Chapter 183 : Rencana Awin.
234 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236 Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.
Episodes

Updated 236 Episodes

1
Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2
Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3
Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4
Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5
Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9
Chapter 7 : Unique Skill.
10
Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11
Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12
Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17
Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18
Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19
Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20
Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21
Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22
Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23
Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24
Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25
Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26
Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27
Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28
Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31
Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35
Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36
Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39
Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40
Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43
Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44
Chapter 29 : Camping.
45
Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46
Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50
Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51
Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52
Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59
Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61
Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62
Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63
Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64
Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65
Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66
Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67
Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68
Chapter 44 : Penyergapan.
69
Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70
Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79
Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80
Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81
Chapter 51 : Orang Bodoh.
82
Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83
Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84
Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85
Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86
Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87
Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88
Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89
Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90
Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91
Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92
Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93
Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94
Chapter 63 : Festival Akademi.
95
Chapter 64 : Amarah Conrad.
96
Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97
Chapter 66 : "Aku Menolak".
98
Chapter 67 : Monster Panggilan.
99
Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100
Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101
Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102
Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103
Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104
Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105
Chapter 74 : Tugas Resmi.
106
Chapter 75 : Masalah Baru.
107
Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108
Chapter 77 : Badai Laut.
109
Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110
Chapter 79 : Bendera Putih.
111
Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112
Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113
Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114
Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115
Chapter 84 : Kota Rondine.
116
Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117
Chapter 86 : Desa Para Elf.
118
Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119
Chapter 88 : Gunung Asthe.
120
Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121
Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122
Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123
Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124
Referensi Karakter (Fix)
125
Referensi Karakter Ke 2
126
Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127
Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128
Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129
Chapter 96 : Teleportasi.
130
Chapter 97 : Serangan Awal.
131
Chapter 98 : Tepat Waktu.
132
Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140
Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146
Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148
Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149
Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150
Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151
Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152
Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153
Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154
Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155
Chapter 108 : Frustasi.
156
Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157
Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158
Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159
Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160
Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161
Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162
Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163
Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164
Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165
Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166
Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167
Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168
Chapter 120 : Pertolongan.
169
Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170
Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171
Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172
Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173
Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174
Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175
Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176
Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177
Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178
Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179
Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180
Chapter 131 : Persidangan.
181
Chapter 132 : Rafen.
182
Chapter 133 : Hell Mimic.
183
Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184
Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185
Chapter 136 : Penghargaan.
186
Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187
Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188
Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189
Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190
Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191
Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192
Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193
Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194
Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195
Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196
Chapter 146 : Alasan Risu.
197
Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198
Chapter 148 : The Oracle's.
199
Chapter 149 : Cerita Tina.
200
Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201
Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202
Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203
Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204
Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205
Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206
Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207
Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208
Chapter 158 : Ketahuan.
209
Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210
Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211
Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212
Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213
Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214
Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215
Chapter 165 : Vampir.
216
Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217
Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218
Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219
Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220
Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221
Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222
Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223
Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224
Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225
Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226
Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227
Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228
Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229
Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230
Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231
Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232
Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233
Chapter 183 : Rencana Awin.
234
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236
Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!