Jika kalian berpikir normal.
Tidak mungkin untuk manusia normal dapat menghancurkan rantai dengan kedua tanganmu.
Terlebih lagi kemunculan rantai cahaya yang tiba-tiba akan dianggap semacam halusinasi saja.
Tapi untuk sementara Dylan yakin kalau rantai yang melilit tubuhnya bisa dihancurkan.
Bersamaan dengan hancurnya rantai itu, kecepatan dan akselerasi Dylan meningkat dengan sangat pesat, bahkan dia bisa menghindar dari bola api yang dihembuskan Fafnir.
Sangking cepatnya bahkan Fafnir pun terkejut karena kehilangan pandangannya dari Dylan.
Melihat Fafnir yang kebingungan Dylan bersiap mengeluarkan tekniknya.
Tapi, kali ini dia memperkuat fisiknya dengan Sihir Power Up, memperkuat pedangnya dengan Sihir Augmented.
"Phantom Blade".
Kali ini tebasan yang dia keluarkan lebih tipis, lebih kuat, dan lebih tajam dari pada yang sebelumnya. Tebasan itu di arahkan tepat di mata sang Fafnir.
Tebasan, itu berhasil melukai mata kirinya. Namun, tebasan itu belum bisa menebus kornea mata dari Fafnir.
Akibatnya, sang Fafnir semakin murka dan mengeluarkan auman yang sangat keras.
Naga adalah sejenis Roh, meski begitu mereka tetap di kategorikan sebagai monster.
Mereka memiliki keunggulan yang lain dari pada makhluk hidup yang lain.
Tentu saja, mereka juga menunjukkan perilaku Defensif dan Refleksi seperti yang dilakukan Manusia dan Hewan lain, seperti melindungi organ indra mereka dari serangan.
Gempa daratan yang disebabkan Auman Fafnir, menyebabkan tanah runtuh, Dylan sangat terguncang sehingga membuat dia tidak bisa bergerak.
Dataran yang runtuh mencegah gelombang kejut dari nafas Fafnir.
Dylan mencoba melangkah diantara celah rongga yang ada di bawah tanah.
Raja Dewa Naga yang menggunakan kekuatan Supernatural dari Sihir.
Sementara Dylan mengambil tiga langkah ke depan.
Fafnir yang tidak ingin Dylan mendekat segera mengaktifkan sihirnya lagi untuk menjatuhkan Dylan yang dianggap sebagai Manusia Paling Kurang Ajar.
Lalu jutaan tembakan laser sihir segera menyerang nya.
"TIDAK AKAN AKU BIARKAN".
Dylan kembali mengaktifkan Sihir Shield Impluse, kali ini Dylan berhasil mengubah nya menjadi Fleksibel sehingga bisa mengubah arah tembakan laser sihir, dan dengan meningkatkan kecepatannya secara, sehingga Dylan dapat menembus gerombolan laser sihir itu yang menciptakan jalur antara Dylan dan Fafnir.
"HIYAAAAA.... ".
Dylan yang sudah melepas rantai yang membelenggu kemampuannya, bahkan dapat berlari lebih cepat dari suara.
Frustasi melihat perlawanan dari Dylan, dan untuk pertama kalinya Fafnir merasa bahwa dia tidak berdaya.
Fafnir mengaktifkan sebuah sihir Dragon's Breath, itu terwujud tanpa perlu rapalan atau lingkaran sihir.
Fafnir menuangkan hampir menggunakan seluruh kekuatannya kedalam api raksasa 7 warna. Dengan tujuan untuk menghancurkan lawannya.
Di atas bola api itu muncul sebuah lingkaran sihir yang sangat luar biasa besarnya.
Ini adalah kekuatan asli Fafnir sang Raja Dewa Naga, wajar jika dia memiliki kekuatan dan kemampuan diluar nalar.
(----------)
Namun, Dylan tidak peduli dan tetap melesat kearah Fafnir yang sedang mengamuk.
Saat jarak diantara mereka berdekatan, Dylan segera melompat menuju kearah tenggorokan Fafnir, lalu menggunakan teknik pedangnya yang sudah dilapisi sihir non atribut.
"Phantom Blade".
Dan kali ini teknik itu berhasil menyayat sisik di leher Fafnir.
Dengan sihir yang terkompresi meledak di dalam dirinya, Dylan sekali lagi mengayunkan pedangnya kembali menelusuri lintasan tebasan sebelumnya mengarah pada kulit Fafnir yang terbuka.
"GAAAAH!!!!".
Fafnir yang terluka segera menghentikan sihirnya dan mulai merasakan kesakitan.
Memanfaatkan momen itu Dylan kembali melakukan serangan balik dengan menusukkan salah satu pedangnya.
"GAAAAH!!!!!".
Fafnir yang terluka parah di bagian tenggorokan, dia berusaha menggoyangkan lehernya dan berteriak sekeras-kerasnya agar Dylan yang masih bergelantungan jatuh ke tanah.
Sementara Dylan menggunakan sisa-sisa kekuatannya untuk tetap mencengkram pedangnya yang tertancap kuat di leher Fafnir.
Dylan menggunakan sisa-sisa terakhir dari sihirnya dan mengumpulkan semua di lengan kanannya.
Dylan mendarat sebuah tinjuan yang diperkuat dengan Sihir Power Up dan menghantam gagang pedangnya yang tertancap dengan sekeras-kerasnya.
Lalu, semburan sihir yang sangat kuat melewati pedang yang tertancap di leher Fafnir, meniupkan seikat saraf, daging, darah, dan semuanya.
"GAAAA....... ".
Teriakan Fafnir perlahan-lahan mulai menghilang, matanya mulai memudar, badannya lemas dan akhirnya jatuh tersungkur ke tanah.
Melihat kondisi itu sudah dapat dipastikan bahwa Fafnir sang Raja Dewa Naga, Naga yang mendapat julukan "sang Kiamat" dan "sang Malapetaka", Naga Kanibal yang memakan sesama Naga sendiri, bahkan Naga yang disembah sebagai Dewa.
Berhasil di kalahkan.
"Ha.. Ha.. Ha.. Akhirnya.... Sudah... Selesai... ".
Dylan yang sudah mulai kelelahan dan kehilangan banyak darah, masih mencoba berdiri dengan menggunakan pedangnya sebagai tumpuan.
Saat pandangan yang kabur melihat kearah mayat Fafnir.
Tiba-tiba mayat itu mulai bersinar dan terurai menjadi segerombolan cahaya yang indah.
Dylan yang melihat itu hanya bisa bertanya-tanya didalam hatinya.
"?".
Kemudian segerombolan cahaya itu segera melesat dan berkumpul di sekitar Dylan.
Lalu, secara ajaib segerombolan cahaya itu masuk kedalam tubuh Dylan.
Anehnya, Dylan tidak merasakan apapun saat cahaya itu masuk dan menghilang kedalam tubuhnya.
"Apa.... Itu.... Barusan....?.... Ah,.... Sial.... Aku.... Sudah.... Tidak... Kuat.... Lagi.... ".
Dylan yang sudah tidak kuat segera jatuh tersungkur ketanah dan pingsan di tempat.
Dengan ini Dylan melakukan sesuatu yang hal sangat mustahil bahkan seorang Pahlawan sekalipun tidak mungkin bisa melakukannya.
Yaitu seorang manusia biasa, seorang diri mengalahkan sang Raja Dewa Naga Fafnir.
(-----------)
Sesaat setelah Dylan pingsan, ada seseorang wanita yang muncul entah dari mana dan berjalan menuju Dylan yang tergeletak di tanah.
Wanita itu menggunakan pakaian pelayan, dan setelah cahaya sinar matahari menyinari nya, ternyata wanita itu adalah Sonia yang menjadi pelayan pribadi Dylan di Mansion Arcadia.
Sonia segera duduk disebelah Dylan dan mulai mengelus kepala Dylan.
"Aku tidak menyangka, bahwa kau akan bisa merusak segel yang aku berikan padamu".
Lalu, pandangan Sonia melihat ke tempat dimana bekas mayat Fafnir berada.
"Sangking besarnya kekuatan itu, kau bahkan bisa mengalahkan Fafnir dan mengklaim kekuatannya seorang diri...... Namun, itu sangat membebani tubuhmu...... Aku hanya berharap bahwa kejadian ini tidak akan menarik perhatian mereka".
Sonia kembali melihat ke Dylan, lalu dia mulai tersenyum dan pipinya menjadi merah merona.
Dan mulai mendekat wajahnya ke wajah Dylan.
"Aku menantikan kejutan apa yang akan kau buat di masa depan nanti!?...... Suami masa depanku tercinta".
Kemudian Sonia mengecup pipi Dylan dan membopongnya kembali ke rumah.
Entah apa yang dimaksud Sonia? Dan siapa sebenarnya Sonia?
Tapi, yang jelas Dylan sudah merubah alur cerita di dunia itu secara drastis.
Dan entah siapa "mereka" yang dimaksud Sonia. Lalu siapa sebenarnya Sonia seolah-olah dia tahu kejutan yang dimiliki Dylan.
Yang jelas di masa depan nanti, Dylan sudah bukan lagi karakter penjahat biasa lagi, dan dia akan jadi sosok yang bahkan lebih besar.
Dan dunia ini lebih membutuhkannya daripada sang Pahlawan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 236 Episodes
Comments
Big Boss
suka cerita tokoh biasa menjadi tokoh utama nya lebih ada yang berbeda
2024-11-17
1
[ O 5 - 8 ] Mr. Rax
mungkin itu rantai batasan dunia
2024-02-17
6
Frando Kanan
Sonia ini bkn pelayan? ini seperti ada identitas lain si Sonia ini
2023-12-17
4