Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.

Dylan terkejut setengah mati, matanya yang biasanya tidak terbelalak, menjadi terbuka lebar saat mendengar nama dari orang yang baru saja menghempaskan Hyoga dan melempar Filaret.

Oscar Niville Dragonia.

Adalah nama karakter pendukung dalam "Long Life Braver" dia digambarkan sebagai Ksatria suci dari Kerajaan Suci Rachael.

Di gamenya, dia menjadi karakter yang akan membantu pahlawan Reiner dalam misi penaklukan salah satu dari 3 bos terakhir yaitu Raja Dewa Naga, Fafnir.

Oscar juga berperan sebagai mentor pahlawan sekaligus anggota party pahlawan. Dia terkadang memberikan beberapa misi-misi tertentu.

Jiwa yang ada didalam Dylan tahu hal itu, karena dia sudah berkali-kali menyelesaikan "Long Life Braver" di kehidupan sebelumnya.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah.

Kenapa karakter pendukung yang seharusnya membantu pahlawan, malah menjadi dalang di balik hancurnya wilayah Arcadia.

"Oscar Niville Dragonia? Bukankah kau kursi ke 9 dari 10 ksatria suci Kerajaan Rachael!!! Apa yang kalau lakukan disini?".

"Wow, luar biasanya. Seperti yang di harapkan dari putra Pendeta Pedang Es dan Cahaya, Hyoga van Aracadia. Bisa tahu siapa aku dengan sekali lihat saja. Yah, meski ini tidak ada hubungannya denganmu yang akan segera mati... Tapi, akan aku ceritakan sebagai bekal perjalanan mu ke akhirat".

Dylan segera menyepitkan kedua matanya, bersiap mendengar penjelasan Oscar.

"Begini, ya. Aku berencana untuk menghancurkan Kerajaan Ingrid yang berdekatan dengan wilayah Arcadia.... Dan wilayah ini adalah titik penting bagi penyerangan kami ke Kerajaan Ingrid.... Selain memiliki pelabuhan dan berdekatan dengan Laut. Wilayah ini juga di kelilingi hutan dan dataran tebing yang tinggi.... Jika terjadi peperangan inilah lokasi yang bagus dan kami bisa mengirim tambahan bantuan pasukan dan pasokan logistik melalui jalur darat dan laut".

Oscar merubah ekspresi menjadi ekspresi malas.

"Awalnya aku berpikir, apa untungnya menyerang wilayah ini?..... Tapi,...".

Ekspresinya tiba-tiba menjadi senyuman menakutkan.

"... Saat aku dengar wilayah ini di kelola oleh pahlawan Kerajaan Ingrid, Pendeta Pedang Es dan Cahaya, Hyoga van Arcadia. Maka tanpa pikir panjang aku merima misi ini agar aku bisa berduel dengannya.... Namun, aku tahu dia tidak akan keluar begitu saja.... Jadi, aku gunakan para monster untuk memancingnya keluar..... Namun, tidak aku sangka bahwa dia punya seorang putra yang sangat menarik perhatianku.... Dan ini pasti akan menjadi sangat menarik".

Dylan berusaha tetap tenang menanggapi senyuman dan provokasi sarkas dari Oscar.

"Begitu, ya. Jadi itu maksudmu".

Kemudian, Dylan segera mengarahkan pedang katana nya ke Oscar dan mulai berbicara.

"Singkatnya, inti perkataan mu barusan adalah bahwa kau berniat memicu peperangan, kan?.... Maaf saja. Tapi, aku tidak akan membiarkan kau mengambil alih wilayah ini sebagai basis militer mu".

Dylan membalas provokasi Oscar dengan provokasi juga. Melihat respon Dylan, Oscar mulai tertawa terbahak-bahak.

"Kuku... Hahahaha....!!!! Bisa-bisanya kau berbicara dengan kondisi tubuh yang penuh dengan luka dan baju compang-camping seperti itu!!! Dengar baik-baik, nak.... Kalau kondisi mu sempurna, sudah pasti aku akan kalah. Tapi, saat ini bukan hanya kehabisan stamina saja. Badanmu juga di penuhi banyak luka karena melawan para monster-".

Pandangan Oscar teralihkan ke seekor monster yang sekarat di sebelahnya. Dan tanpa basa-basi dia langsung menghujamkan pedangnya ke monster yang sekarat itu dan kembali berbicara.

"Tidak seperti ksatria suci yang lain... Aku selalu bertarung dengan cara melemahkan lawanku terlebih dahulu. Setelah itu, aku baru menghabisinya. Itulah yang disebut "Teknik Perburuan"..... Jadi, kau pasti mengerti kan?".

Ucap Oscar sambil menjilat darah monster yang menempel di pedangnya.

"Maaf menyela pembicaraan kalian".

Sebuah suara tiba-tiba terdengar dan membuat Dylan dan Oscar mengalihkan pandangan ke sumber suara.

"Tapi, aku tidak akan membiarkan putra semata wayang ku bertarung seorang diri".

"AYAH!!".

Dylan berteriak memanggil Hyoga yang sudah kembali bangkit dan berniat membantunya.

"Bukan cuma, Ayah saja!?.... Aku tidak bisa membiarkan Kakak laki-laki ku kesusahan".

"FIRA!!!".

Selain Hyoga, Filaret segera berdiri sambil menggenggam sabit miliknya dan berniat membantu untuk melawan Oscar. Dylan yang melihat keduanya baik-baik saja, tanpa sadar mulai tersenyum samar.

"Kalian berdua... Jangan sampai mati, ya".

"Hah? Apa maksudmu itu? Siapa juga yang akan mati? Ayahmu ini pria jantan tahu!!"

"Ayah, Nii-san... Bisa kalian berdua lebih peduli pada kondisi tubuh kalian".

Hyoga segera terpancing emosinya saat mendengar provokasi tersirat dari mulut Dylan dan Filaret berusaha menjadi penengah di antara keduanya.

"Haaaaa..... Aku tidak paham dengan apa yang Hyoga dan gadis itu ocehkan.... Tapi, ya sudahlah. Kalian bertiga serang lah aku.... Akan aku kirim kalian bertiga ke alam baka".

Dengan memancarkan aura yang mengerikan Oscar menantang Dylan, Hyoga dan Filaret dalam pertarungan 3 vs 1.

(----------)

Sementara itu di dalam dinding, para warga masih panik dengan apa yang barusan terjadi. Mereka semua terus berharap dan merasa cemas di saat yang bersamaan.

Mereka sangat cemas apabila kawanan Monster itu berhasil menerobos dinding kota. Dan di satu sisi mereka juga berharap bahwa semua ini akan segera berakhir.

Tak terkecuali Pavline yang saat ini sedang berusaha menenangkan para warga. Meski terlihat tegar di luar, di dalam hati kecilnya yang paling dalam Pavline sangat khawatir dengan kondisi suami dan kedua anaknya itu.

Sebenarnya, setelah mendapat laporan dari Ksatria yang ditugaskan mengecek situasi dari atas dinding.

Mereka tahu, bahwa Dylan bertarung seorang diri diluar mengalihkan perhatian para monster itu.

Mendengar hal itu, Hyoga segera pergi untuk membantu putranya yang bertarung seorang diri diluar. Filaret juga ikut pergi dengan Hyoga, walau awalnya dia menolak. Melihat kegigihan di mata Filaret, membuatnya terpaksa mengizinkannya ikut.

Pavline berniat untuk ikut membantu Dylan menghadapi para monster di luar. Tapi, hal itu langsung di cegah oleh suaminya dengan berkata.

"Kita butuh seseorang yang bisa membuat warga tetap tenang di situasi ini. Dan orang yang cocok untuk tugas ini adalah kau, Pavline".

Meski sangat keberatan, mau tidak mau dia harus melaksanakan perintah dari suaminya. Dan membiarkannya pergi untuk membantu Dylan.

"Nona Pavline!!".

Pavline yang saat ini sedang tertunduk cemas, tiba-tiba terkejut saat salah seorang ksatria memanggil namanya. Lalu Pavline segera memperbaiki ekspresi wajahnya.

"Ehem.. Apa ada yang ingin kau sampaikan? Ini sudah lebih dari 3 jam sejak para monster itu menyerang".

"Berkat parit yang muncul entah dari mana, para monster tidak bisa menyebrang dan menyentuh dinding kota sehingga kita tidak memiliki satupun korban".

(Heh? Parit? Memangnya ada Parit tepat didepan kota? Apa ini perbuatan Hyoga? Tapi, dia tidak pernah menceritakan apapun? Kalau bukan Hyoga, terus siapa? Fila-chan terus bersama ku.... Yang berarti....... Parit itu pasti ulah Dy-chan).

Pavline menganggukkan kepalanya, sebagai tanda dia paham apa yang di laporkan barusan.

"Dan saat kami cek, parit misterius itu mengitari seluruh dinding kota Linic. Dan seperti dugaan, Nona. Tuan Hyoga, Tuan Dylan dan Nona Filaret sedang bertarung melawan monster diluar gerbang masuk kota. Para ksatria sudah memastikan suaranya. Dan kami sangat yakin".

"Kerja bagus, terima kasih atas laporannya. Kau sudah boleh pergi".

"Maaf nona".

"Ada apa?".

Melihat ksatria itu sekali lagi memanggil namanya membuat Pavline kembali melihatnya.

"Ano... Bukankah lebih baik kami membantu mereka? Setidaknya kita bisa menggunakan panah dan sihir dari atas dinding".

Ksatria itu tampak cemas karena tidak bisa berbuat apa-apa. Pavline paham akan hal itu, tapi dia memilih untuk menyingkirkan perasaan cemasnya dan mengubah ekspresi wajahnya menjadi tegas.

"Apa katamu? Para monster itu tidak bisa masuk kedalam kota itu karena suami dan kedua anakku menarik perhatian mereka. Kalau kalian tembaki mereka, perhatian monster itu akan teralihkan kepada kalian. Dan itu akan menempatkan kota beserta para penduduk dalam bahaya. Selain itu musuh bukan hanya ada di darat saja".

"Namun nona, kami-".

"Aku tahu perasaan kalian. Tapi kali ini bisakah kalian serahkan masalah ini pada suamiku dan kedua anakku. Meski menyesal, perbuatan kalian hanya akan menjadi penghambat bagi mereka bertiga".

"..... Baiklah, jika itu memang perintah Nona".

Meski tampak kecewa, ksatria itu segera pergi melaksanakan perintah dari Pavline. Setelah ksatria itu pergi, Pavline segera duduk di kursi menghembuskan nafas panjang dan ekspresi wajahnya kembali menjadi cemas.

"Apa Dy-chan dan Fira-chan baik-baik saja, ya? Memang kalau bersama Hyoga, mereka akan baik-baik saja. Tapi sebagai ibu, rasanya itu-".

"Nona Pavline".

Seorang maid bernama Tina yang menjadi pelayan baru terlihat seusia dengan Dylan dan Filaret segera menaruh secangkir teh dan mulai berbicara setelah melihat ekspresi sedih dari Pavline.

"Nona tidak usah khawatir. Mereka bertiga pasti baik-baik saja!!! Soalnya Tuan Dylan dan Nona Filaret itu sangat kuat, kan?".

"Iya, iya, jika Tina-chan yang bilang. Itu pasti benar".

"Bukan hanya aku saja, tapi semua ksatria dan semua orang di wilayah Arcadia ini tahu seberapa kuatnya Tuan Dylan. Apa nona ingat, saat Tuan Dylan ikut festival pedang yang kita adakan?".

"Eh? Iya tentu aku ingat. Kalau tidak salah, Hyoga yang mengadakan... Itu benar-benar kenangan yang memalukan".

"Tidak juga kok, Nona!!! Karena adanya festival itulah para ksatria dan semua orang di wilayah Arcadia, terkhususnya kota Linic ini mengakui kehebatan Tuan Dylan. Bahkan Tuan Hyoga saja di buat kewalahan saat latihan tanding di Mansion, kan?".

"Ah iya itu benar.... Saat itu aku benar-benar sangat terkejut. Hyoga dan aku terus bertanya-tanya dengan gaya bertarung Dylan yang aneh dan bentuk pedangnya yang unik. Tapi, saat Hyoga mengajaknya bertanding. Di luar dugaan pertandingan mereka malah berakhir seimbang".

"Lalu selanjutnya adalah diluar dugaan".

Pavline dan Tina kembali teringat saat Dylan dan Hyoga berlatih pedang bersama. Kejadian tak terduga yang mereka maksud adalah saat dimana momen kedua pedang mereka sama-sama terlepas dari tangan mereka.

Bukannya menyelesaikan pertandingan, mereka malah melanjutkan pertandingan dengan saling adu baku hantam.

Tampak raut wajah keduanya yang sangat menikmati momen itu dan mengabaikan reaksi semua orang hanya bisa menghembuskan nafas panjang.

"Tapi, menurutku yang terkuat itu tetaplah Nona Pavline".

"Eh? Tina-chan. Apa maksud mu itu?".

Melihat Pavline yang kebingungan, Tina mulai menjelaskan apa yang dia katakan tadi.

"Maksudku itu, tak peduli sekuat apapun mereka. Baik Tuan Hyoga dan tuan Dylan, mereka tidak bisa melawan Nona Pavline yang sedang marah".

Gambaran saat Dylan dan Hyoga mendapat omelan dan amarah Pavline karena kelakuan mereka yang sudah keterlaluan sampai membuat keduanya tertunduk lesu.

Dan Filaret yang dengan sangat putus asa mencoba menenangkan ibunya yang sedang mengungkapkan amarahnya. Muncul dalam benak Tina.

"Ya ampun,.... Tina-chan bisa saja. Rasanya aku menjadi sangat malu... Tapi, aku jadi tenang karena mu... Terimakasih ya, Tina-chan".

Lalu, terdengar sebuah ledakan yang langsung mengakegetkan semua orang.

"Suara apa itu?".

"A-apa tembok yang menutup gerbang itu hancur?".

Mereka tahu kalau sumber ledakan itu berasal dari gerbang masuk Kota dari kepulan asap yang membumbung tinggi.

"Bukankah lebih baik kita pergi?".

"Memangnya diluar dinding itu lebih aman?".

"Bagaimana kalau masih ada monster yang tersisa?".

"Lalu, bagaimana keadaan Tuan Hyoga, Tuan Dylan dan Nona Filaret?".

"Mungkin mereka bertiga sudah....".

"PARA WARGA KOTA LINIC SEKALIAN!!!!".

Tiba-tiba suara seorang wanita menggema di sana. Dan saat para warga menoleh ke sumber suara. Yang mereka lihat adalah Pavline yang sekarang berdiri di atas semacam podium dari tumpukan kotak kayu.

"Para warga sekalian. Apa mungkin kalian tidak mempercayai dengan Suami dan kedua anakku juga?.... Pasti tak ada yang seperti itu, kan?".

Pavline menanyakan hal itu sambil tersenyum lebar tapi mengeluarkan aura yang mengerikan. Para warga yang melihat sosok Pavline yang seperti itu langsung gemetar ketakutan.

"Te-tentu saja... Kami percaya. Benarkan semuanya?".

"I-iya".

"Ka-kami percaya kok".

Para warga tidak punya pilihan selain menjawab pertanyaan Pavline sambil terus gemetar.

"Kalau begitu, maka kita semua tidak perlu tergesa-gesa. Walaupun kita tidak bisa bertarung, pasti ada hal lain yang bisa kita lakukan".

"Yang nona katakan memang benar".

"Kalian semua segera kumpulkan orang-orang. Utamakan anak kecil, wanita dan orang tua".

"Setelah itu pastikan jumlah obat-obatan dan makanan".

Melihat para ksatria dan warga yang mulai bahu membahu satu sama lain, membuat Pavline bisa bernafas lega.

Namun, tidak ada yang tahu.

Bahwa sedari tadi, Pavline terus mengepalkan tangannya dengan sangat kencang dan badannya terus bergetar. Sebagai tanda bahwa dia sedang berusaha menahan rasa takut dalam hatinya sekuat mungkin.

Tidak ada yang memperhatikan hal itu, kecuali Tina yang ada disampingnya.

(Sudah kuduga, Nona Pavline itu kuat. Meski dia yang paling khawatir dengan keselamatan ketiganya. Dia berusaha untuk menutupinya agar orang disekitarnya tidak ikut khawatir).

Tia kemudian mengalihkan pandangannya kearah langit. Dan dia mulai tenggelam dalam pikirannya.

Dia masih ingat betul.

Hari saat pertama kali bertemu dengan Dylan, saat itu dia hanya seorang anak yatim yang berkeliling sambil menjual bunga. Tina melakukan itu untuk bisa menghidupi ibunya yang sedang sakit.

Suatu hari, saat Tina sedang berjualan seorang pria tidak sengaja menabraknya dan menjatuhkan keranjang berisi bunga yang hendak dia jual.

Akibatnya, bunga itu menjadi kotor dan rusak sehingga tidak bisa di jual lagi. Melihat hal itu membuat Tina menangis.

Bukannya membantu orang itu malah terus berjalan mengabaikan Tina yang menangis sambil mengambil kembali bunganya yang rusak dan kotor.

Lalu, saat dia sedang mengambil bunga-bunga itu, seorang anak laki-laki datang membantunya. Sedikit berbincang, meski baru bertemu Tina mulai bercerita semua tentang dirinya.

Sampai akhirnya, Tina baru tahu bahwa anak laki-laki yang menolong dan diajaknya bicara adalah Dylan Van Arcadia putra tuan tanah Arcadia.

Tina tentu saja sangat terkejut. Tapi, yang lebih mengejutkan lagi Dylan mengulurkan tangan dan menawarinya pekerjaan yang lebih baik dengan penghasilan yang stabil.

Yaitu menjadi Pelayan di mansion Arcadia. Dan belum sampai disitu Dylan juga membantu pengobatan ibu Tina sampai sembuh total tanpa dipungut biaya. Bahkan Ibu Tina bernama Tordelis juga dipekerjakan sebagai Pelayan.

Setelah mengenang hal yang paling membekas di hatinya, Tina mulai menggenggam kedua tangannya dan mulai bersikap seperti sedang berdoa.

(Tuan Dylan. Anda adalah bangsawan yang berbeda dari kebanyakan bangsawan yang ada. Anda sama sekali tidak membanggakan status anda, tidak ragu untuk berkomunikasi dengan kami rakyat biasa dan bahkan turun tangan sendiri untuk membantu dan melindungi kami seperti sekarang. Karena itu, kumohon kembalilah dengan selamat karena banyak orang yang menunggu anda).

Di dalam lubuk hatinya, Tina berdoa agar Dylan kembali dengan selamat.

Terpopuler

Comments

the Amay one

the Amay one

👍🏿👍🏿👍🏿

2023-08-19

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2 Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3 Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4 Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5 Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9 Chapter 7 : Unique Skill.
10 Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11 Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12 Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17 Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18 Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19 Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20 Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21 Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22 Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23 Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24 Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25 Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26 Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27 Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28 Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31 Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35 Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36 Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39 Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40 Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43 Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44 Chapter 29 : Camping.
45 Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46 Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50 Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51 Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52 Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59 Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61 Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62 Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63 Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64 Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65 Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66 Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67 Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68 Chapter 44 : Penyergapan.
69 Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70 Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79 Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80 Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81 Chapter 51 : Orang Bodoh.
82 Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83 Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84 Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85 Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86 Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87 Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88 Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89 Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90 Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91 Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92 Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93 Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94 Chapter 63 : Festival Akademi.
95 Chapter 64 : Amarah Conrad.
96 Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97 Chapter 66 : "Aku Menolak".
98 Chapter 67 : Monster Panggilan.
99 Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100 Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101 Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102 Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103 Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104 Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105 Chapter 74 : Tugas Resmi.
106 Chapter 75 : Masalah Baru.
107 Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108 Chapter 77 : Badai Laut.
109 Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110 Chapter 79 : Bendera Putih.
111 Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112 Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113 Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114 Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115 Chapter 84 : Kota Rondine.
116 Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117 Chapter 86 : Desa Para Elf.
118 Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119 Chapter 88 : Gunung Asthe.
120 Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121 Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122 Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123 Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124 Referensi Karakter (Fix)
125 Referensi Karakter Ke 2
126 Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127 Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128 Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129 Chapter 96 : Teleportasi.
130 Chapter 97 : Serangan Awal.
131 Chapter 98 : Tepat Waktu.
132 Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140 Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146 Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148 Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149 Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150 Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151 Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152 Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153 Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154 Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155 Chapter 108 : Frustasi.
156 Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157 Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158 Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159 Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160 Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161 Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162 Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163 Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164 Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165 Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166 Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167 Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168 Chapter 120 : Pertolongan.
169 Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170 Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171 Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172 Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173 Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174 Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175 Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176 Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177 Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178 Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179 Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180 Chapter 131 : Persidangan.
181 Chapter 132 : Rafen.
182 Chapter 133 : Hell Mimic.
183 Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184 Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185 Chapter 136 : Penghargaan.
186 Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187 Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188 Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189 Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190 Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191 Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192 Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193 Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194 Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195 Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196 Chapter 146 : Alasan Risu.
197 Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198 Chapter 148 : The Oracle's.
199 Chapter 149 : Cerita Tina.
200 Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201 Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202 Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203 Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204 Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205 Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206 Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207 Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208 Chapter 158 : Ketahuan.
209 Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210 Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211 Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212 Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213 Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214 Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215 Chapter 165 : Vampir.
216 Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217 Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218 Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219 Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220 Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221 Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222 Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223 Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224 Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225 Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226 Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227 Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228 Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229 Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230 Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231 Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232 Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233 Chapter 183 : Rencana Awin.
234 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236 Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.
Episodes

Updated 236 Episodes

1
Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2
Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3
Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4
Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5
Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9
Chapter 7 : Unique Skill.
10
Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11
Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12
Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17
Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18
Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19
Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20
Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21
Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22
Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23
Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24
Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25
Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26
Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27
Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28
Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31
Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35
Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36
Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39
Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40
Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43
Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44
Chapter 29 : Camping.
45
Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46
Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50
Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51
Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52
Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59
Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61
Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62
Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63
Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64
Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65
Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66
Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67
Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68
Chapter 44 : Penyergapan.
69
Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70
Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79
Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80
Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81
Chapter 51 : Orang Bodoh.
82
Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83
Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84
Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85
Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86
Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87
Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88
Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89
Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90
Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91
Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92
Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93
Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94
Chapter 63 : Festival Akademi.
95
Chapter 64 : Amarah Conrad.
96
Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97
Chapter 66 : "Aku Menolak".
98
Chapter 67 : Monster Panggilan.
99
Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100
Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101
Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102
Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103
Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104
Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105
Chapter 74 : Tugas Resmi.
106
Chapter 75 : Masalah Baru.
107
Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108
Chapter 77 : Badai Laut.
109
Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110
Chapter 79 : Bendera Putih.
111
Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112
Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113
Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114
Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115
Chapter 84 : Kota Rondine.
116
Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117
Chapter 86 : Desa Para Elf.
118
Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119
Chapter 88 : Gunung Asthe.
120
Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121
Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122
Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123
Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124
Referensi Karakter (Fix)
125
Referensi Karakter Ke 2
126
Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127
Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128
Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129
Chapter 96 : Teleportasi.
130
Chapter 97 : Serangan Awal.
131
Chapter 98 : Tepat Waktu.
132
Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140
Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146
Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148
Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149
Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150
Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151
Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152
Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153
Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154
Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155
Chapter 108 : Frustasi.
156
Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157
Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158
Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159
Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160
Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161
Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162
Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163
Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164
Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165
Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166
Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167
Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168
Chapter 120 : Pertolongan.
169
Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170
Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171
Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172
Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173
Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174
Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175
Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176
Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177
Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178
Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179
Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180
Chapter 131 : Persidangan.
181
Chapter 132 : Rafen.
182
Chapter 133 : Hell Mimic.
183
Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184
Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185
Chapter 136 : Penghargaan.
186
Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187
Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188
Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189
Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190
Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191
Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192
Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193
Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194
Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195
Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196
Chapter 146 : Alasan Risu.
197
Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198
Chapter 148 : The Oracle's.
199
Chapter 149 : Cerita Tina.
200
Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201
Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202
Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203
Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204
Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205
Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206
Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207
Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208
Chapter 158 : Ketahuan.
209
Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210
Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211
Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212
Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213
Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214
Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215
Chapter 165 : Vampir.
216
Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217
Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218
Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219
Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220
Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221
Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222
Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223
Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224
Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225
Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226
Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227
Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228
Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229
Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230
Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231
Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232
Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233
Chapter 183 : Rencana Awin.
234
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236
Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!