Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".

Di kamar Dylan.

Saat ini Dylan sedang duduk ditempat tidurnya dengan Filaret menemani dan membantu menyuapi nya makanan.

"Nii-san, Aaaaa".

Melihat tingkah Filaret yang memperlakukan nya seperti anak kecil membuat Dylan sedikit jengkel.

Namun apa daya, Dylan hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan itu.

Ketika Dylan sedang mengunyah makanan yang ada di mulutnya, dia sadar bahwa Filaret terus memperhatikannya.

"Kau sedang apa, Fila?".

Dylan yang penasaran dengan yang dilakukan Filaret mencoba untuk bertanya.

"Nii-san!? Ada apa dengan kedua mata mu itu!?".

"Memang apa ada yang salah dengan mataku?".

"Hmmm..... Setelah ku perhatikan baik-baik!? Mata Nii-san seperti mata predator!?.... Soalnya pupil mata Nii-san itu tidak bulat, melainkan berbentuk gari Vertikal".

".......... Fila bisa kau ambilkan aku cermin!? Biar aku lihat sendiri........".

Filaret segera berdiri untuk mengambil kaca dan menyerahkannya ke Dylan.

Begitu melihat pantulan dirinya di cermin, Dylan tahu bahwa yang dikatakan Filaret itu memang benar adanya.

Iris mata Dylan tetap berwarna biru tua yang berbeda bentuk pupil matanya berubah menjadi garis vertikal.

Dan sekali lagi dia mencoba perhatikan kedua matanya didepan cermin.

Selang beberapa saat akhirnya dia sadar bahwa matanya sekarang mirip dengan mata milik Fafnir.

CLACK...

Saat Dylan merenung soal matanya yang berubah, terdengar suara pintu terbuka. Dylan dan Filaret segera menoleh kearah pintu dan melihat seseorang yang masuk ke dalam.

Orang itu adalah Pavline Ibunya.

"Dylan, apa kau sudah baikan?".

"....Ah ya,......Aku sudah baikan, ibu".

"Syukurlah kalau begitu".

Ibunya segera tenang setelah mendengar itu dari mulut putranya sendiri.

"Oh ya, Fila-chan bisa kau keluar sebentar!? Ada sesuatu yang harus ibu bicarakan dengan, Kakakmu".

"Baiklah, kalau begitu aku keluar dulu".

Filaret segera berdiri dan meninggalkan ruangan sambil menutup pintu kembali.

"Memangnya, apa yang ingin ibu bicarakan denganku?".

Tanpa menjawab pertanyaan Dylan, Pavline segera duduk di kursi yang tadi dipakai Filaret dan mulai berbicara.

"Dylan.... Ibu mohon tolong jangan ada yang ditutupi lagi".

"Huh?".

"Ibu tidak sengaja mendengar pembicaraan antara Ayahmu dan Sonia?..... Jadi, tolong jawab ini, nak?...... Soal energi sihir mu yang tidak terbatas?.... Soal kau yang bertarung dengan Raja Dewa Naga Fafnir?.....Half-Dragon...... Gelar "Pembunuh Naga"........ Dan soal Uniqe Skill milikmu itu?...... Tolong jangan ada yang disembunyikan dari ibu lagi..... Ibu mohon Dylan.... Ibu mohon".

Sambil menetaskan air mata Pavline meminta penjelasan dari putranya.

(Eh?... Tunggu dulu?..... Half-Dragon?..... Pembunuh Naga?.... Uniqe Skill?.... Apaan itu?.... Seingat ku di gamenya tidak ada hal-hal semacam itu!?..... Memangnya Karakter Dylan itu punya semacam Uniqe Skill?.... Kok aku baru tahu!?.... Belum lagi ibu meminta ku menjelaskannya?..... Ya, mana aku tahu lah?..... Terus aku musti jawab apa coba?..... Hmmm... Yosh, ayo kasih alasan yang terdengar masuk akal aja).

Dylan yang kebingungan didalam pikirannya, akhirnya menemukan solusi untuk pertanyaan sulit dari Ibunya.

"Baiklah, kalau itu yang ibu mau.... Tapi, jujur saja aku tidak tahu apapun soal Uniqe Skill milikku.... Sebagai gantinya, akan aku ceritakan bagaimana aku bisa bertarung dengan Fafnir".

Pavline mengangguk paham dengan apa yang putranya katakan.

"Awalnya...... ".

Dylan mulai menceritakan semua yang terjadi padanya tanpa ada yang dikurangi ataupun di lebihkan.

"Begitulah... Apa yang terjadi padaku!?".

Ibunya hanya bisa tertunduk diam setelah mendengar semua cerita Dylan.

"Dan soal skill Limitless,.... Jujur aku baru tahu!?.... Andai saja memang benar skill itu yang membantuku untuk mengalahkan Fafnir aku sangat bersyukur memilikinya.... Tapi, ibu tidak usah khawatir.... Jika skill itu juga bisa menyakitiku dan membuat Ibu atau Ayah khawatir.... Maka, aku tidak akan menggunakan nya".

Dylan mengatakan itu untuk membuat Ibunya tidak khawatir akan dirinya.

Mendengar hal itu Ibunya menunjukkan ekspresi yang lebih tenang dari sebelumnya.

"Baiklah, ibu senang mendengarnya!? Tapi, kau harus janji satu hal!? Kau tidak boleh membuat kami semua khawatir, mengerti!?".

"...... Baiklah... Aku janji.... ".

Sedikit dipaksa, Dylan menyetujui apa yang ibunya minta.

".... Tapi, .... Aku juga punya permintaan".

"Apa itu, Dylan?".

"....... Jangan pernah memberitahu Filaret soal apa yang terjadi padaku!?....... Mau sekeras apapun dia bertanya...... Aku tidak mau dia khawatir".

"Baiklah, Ibu janji".

Begitu pun dengan sang Ibu yang juga berjanji untuk tidak memberi tahu soal Dylan yang sekarang memiliki gelar sebagai "Pembunuh Naga" dan tetang dirinya yang bervolusi menjadi Half-Dragon.

Namun, baik Dylan maupun Ibunya tidak sadar.

Bahwa di balik pintu Kamar Dylan ada Filaret yang masih di sana menguping semua pembicaraan mereka.

Mengetahui apa yang terjadi pada Kakaknya yang sangat dia sayangi, Filaret hanya bisa menangis.

Filaret bukan bersedih atas apa yang sudah terjadi pada Dylan.

Melainkan menangis karena menyalahkan dirinya sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong Kakaknya yang sudah banyak membantunya.

Sejak Dylan menolong nya keluar dari keterpurukan, Filaret selalu berusaha untuk menjadi sosok yang bisa mendukung atau bahkan melindunginya di masa depan.

Tapi, jangankan menolong.

Membantu penyembuhan Dylan saja dia tidak bisa.

Di hari itu juga, Filaret bertekad akan menjadi lebih baik, bukan hanya akan melindunginya saja. Tapi, juga menjadi orang yang bisa berjalan di samping sebagai pendamping nya.

Menyeka air matanya, kali ini Filaret menunjukkan ekspresi yang penuh dengan tekad, tapi di satu sisi sangat menakutkan.

"Kau tidak usah khawatir, Nii-san!?.... Aku akan berusaha untuk berjalan di sampingmu, mulai sekarang!?.... Dan jika ada ancaman yang datang akan aku singkirkan mereka yang ada dijalan kita!?.... Sekalipun penghalang itu adalah Dewa".

Filaret segera pergi menuju kamarnya untuk mulai berlatih sihir dengan tekad yang baru.

Dia mengeluarkan aura yang menyeramkan sehingga para pelayan yang melintasinya menjadi sangat ketakutan.

(----------)

1 bulan sudah berlalu.

Sekarang kondisi Dylan sudah kembali sembuh total.

Meski baru saja sembuh, Dylan kembali melakukan latihan.

Hanya saja kali ini tujuan latihannya adalah untuk mengukur seberapa jauh perubahan fisik dan kekuatannya setelah mengalahkan Raja Dewa Naga, Fafnir.

Serta mengendalikan kekuatan fisiknya yang telah berevolusi sebagai Half-Dragon.

BANG.

Suara kerasa dari sebuah batu besar yang hancur berkeping-keping setelah menerima sebuah tinjuan dari Dylan.

Melihat baru besar itu hancur berkeping-keping karena menerima tinjunya, Dylan menunjukkan ekspresi sedikit kecewa.

"Haaaa..... Hancur lagi!?..... Padahal tadi itu cuma tinju biasa!?..... Kurasa tugas pertamaku adalah untuk mengendalikan dan menyesuaikan kekuatan diriku sebagai Half-Dragon".

Dylan hanya melayangkan sebuah tinju ringan.

Namun, tinjuan itu memberikan efek yang cukup parah.

"Nah, sekarang..... Joe-san!?......... Apa kau sudah siap".

Dylan memanggil Joehart kepala pelayan keluarga Arcadia yang saat ini sedang memegang busur dan sebuah anak panah yang di arahkan tepat ke Dylan.

"Tu-tuan.... Apa anda yakin akan melakukan ini?".

Joehart ketakutan saat Dylan menyuruh untuk memanah dirinya.

"..... Tidak usah khawatir, Joe-san!?..... Tembakan saja...".

Dylan meminta Joehart agar tidak khawatir dan segera menembaknya.

"Kalau anda kenapa-kenapa jangan salahkan aku".

Joehart dengan sangat keras menarik anak panah itu, melapisinya dengan sihir dan melepaskannya.

Anak panah sihir itu melesat dengan kecepatan tinggi membelah udara dan mengarah tepat ke kepala Dylan.

Tapi, secepat apapun anak panah sihir itu. Nyatanya panah itu tidak pernah sampai ke Dylan.

Alasannya, karena Dylan sudah menangkap anak panah itu hanya dengan tangan kosong.

Melihat Dylan yang berhasil menangkap nya, Joehart yang dari tadi khawatir akan keselamatan Tuannya akhirnya bisa bernafas lega.

Sementara Dylan, mengambil sebuah

kesimpulan dari percobaan tadi.

"......Ternyata, bukan hanya kekuatan Fisik dan Sihir ku saja yang meningkat!?..... Panca indra dan Responku terhadap serangan juga ikut meningkat".

Kemudian Dylan berpikir sejenak, hal itu bisa terlihat dengan kebiasaannya yang suka memejamkan mata dan tangan kanannya menyentuh dagunya sambil menunduk ke bawah.

Ketika tangannya turun dan matanya kembali terbuka, itu sebagai tanda bahwa dia sudah mengumpulkan ide di kepalanya.

".... Joe-san".

"Ha".

"..... Bisa kau panggilkan para Ksatria ke sini".

"Huh? Memanggil para Ksatria? Untuk apa?".

"..... Aku ingin sparring battle dengan mereka".

"Anda serius, Tuan".

"...... Tentu saja.... Tolong panggil mereka".

"Baiklah".

Joehart segera bergegas pergi memanggil para Ksatria. Dan beberapa saat kemudian para Ksatria segera datang ketempat Dylan.

"Lapor!? Kami, Ksatria Arcadia!? Datang untuk menemui Anda".

Sang Kapten segera memberi hormat pada Dylan di ikuti oleh para prajurit mengikutinya.

".... Tidak usah terlalu formal, Kapten Sebas..... Kita sedang tidak menjalani Misi Ekspedisi... ".

Nama dari Kapten tim ekspedisi yang Dylan dan Filaret ikuti adalah Sebastian Floki.

Dia seorang pria paruh baya yang sudah mengabdikan diri menjadi Ksatria keluarga Arcadia lebih dari 30 tahun lamanya.

Meski sudah tidak muda lagi, kemampuan beliau dalam hal ilmu berpedang tidak perlu diragukan.

"Ha!? Boleh saya tanya?.... Ada keperluan apa anda memanggil kami kemari".

".... Ah, soal itu..... Aku ingin kalian semua.... Menyerangku secara bersamaan".

"Eh?".

Sebastian dan para prajuritnya segera terdiam sesaat, melihat mereka terdiam Dylan segera menjelaskan tujuannya.

"..... Kalian tidak usah khawatir..... Aku hanya ingin melatih..... Sampai mana batas Staminaku..... Jadi, aku hanya akan menghindar saja... ".

".... Tapi, tuan!? Apa anda yakin? Kami mungkin bisa melukaimu!? Dan kami pasti akan mendapatkan teguran keras dari Tuan Hyoga dan Nona Pavline".

".... Aku sudah bilang pada Ayah dan Ibu soal apa yang akan aku lakukan....... Kalian tidak akan dapat teguran apapun soal ini.... Jadi,..... Langsung..... Serang aku dengan segenap kemampuan kalian... ".

"Baiklah!?.... Kalau begitu!?..... Semua tarik pedang kalian dan beriap untuk bertarung".

Dylan mengklaim bahwa dia sudah mendapatkan izin dari Ayah dan Ibunya.

Setelah memastikan hal itu Sebastian segera berdiri dan memberi aba-aba pada prajurit nya untuk siap bertarung.

Begitu sinyal diberikan, dimulai lah latihan pertarungan antara Dylan melawan Kapten Ksatria dan prajuritnya yang berjumlah sekitar 100 orang.

(----------)

Siang harinya.

Di tempat latihan.

Dylan berdiri sambil memegang jam tangan saku yang dia bawa. Tujuannya adalah untuk melihat berapa lama jumlah waktu yang terlewat.

"4 jam,.... Sudah selama itu aku melakukan sparing battle dengan para Ksatria!?..... Dan seperti dugaan?.... Staminaku juga ikut bertambah!?..... Nah, sekarang...... "

Dylan memasukkan kembali jam itu kedalam sakunya dan mengalihkan pandangan ke sekitarnya, seketika ekspresi berubah menjadi sangat rumit.

"...... Kurasa aku harus minta maaf pada mereka semua.... ".

Apa yang Dylan lihat adalah para Ksatria yang tadi berlatih bersamanya, tergeletak lemas di tanah.

Bukan karena mereka terluka atau babak belur.

Tapi, alasannya adalah karena kelelahan yang mereka rasakan akibat mereka yang melakukan sparring battle dengan Dylan.

Latihannya, adalah para Ksatria menyerang Dylan dan dia hanya menghindar saja tanpa melakukan serangan balasan.

"Haa..... Kalian semua pulang istirahat saja hari ini..... Nanti aku yang bilang pada Ayah.....".

".... B-b-baiklah.... T-t-tuan..... K-k-kami.... I-i-izin.... U-u-undur.... D-d-diri.... L-l-lebih..... D-d-dahulu..... ".

Dengan badan yang sempoyongan Sebastian dan para Ksatria segera berdiri dan berjalan pergi bahkan ada seorang Ksatria yang harus dibopong oleh Ksatria yang lain.

"Kerja bagus, Tuan Dylan".

"..... Ngapain, kau disini Sonia?".

Secara mengejutkan Sonia pelayan pribadi Dylan tiba-tiba saja muncul entah dari mana.

"Bukankah, sudah jelas!? Aku inikan pelayan pribadi, Tuan Dylan".

".......Kalau begitu, lakukan tugasmu dengan baik".

Mengabaikan Sonia, Dylan berjalan meninggalkan tempat latihan dengan Sonia mengikuti di belakangnya.

(Baiklah, sekarang waktunya istirahat sejenak lalu pergi, belajar sihir dengan Ibu).

Selesai istirahat siang, Dylan segera pergi menemui ibunya untuk belajar sihir.

Awalnya Dylan terkejut bahwa cuma hanya dia saja yang belajar hari ini.

Biasanya dia selalu belajar sihir bersama dengan Filaret. Saat ditanya ibunya bilang

"Filaret sedang belajar sihir sendirian di kamarnya".

Mendapatkan jawaban itu Dylan melanjutkan pembelajaran sihirnya.

Nah, alasan Dylan belajar sihir adalah, karena berhasil mengalahkan Fafnir. Dylan yang awalnya tidak bisa menggunakan Sihir Atribut.

Tiba-tiba bisa menggunakannya dan Dylan tahu alasannya karena jiwa dan kekuatan Fafnir sudah menjadi satu dengan dirinya, sehingga sekarang dia bisa menggunakan Sihir Atribut sama seperti Fafnir.

Dylan terus melakukan aktivitas yang sama selama hampir 2 bulan.

Dan tidak melewat kan nya sehari pun.

Sekarang setelah 2 bulan pelatihan.

Akhirnya Dylan mulai terbiasa dan bisa mengendalikan kekuatannya sebagai Half-Dragon.

Namun, sampai detik ini Dylan belum sepenuhnya bisa mengendalikan atau bahkan mengontrol skill Limitless miliki nya.

Setiap kali dia mencoba, itu pasti berakhir gagal dan kalaupun berhasil Dylan hanya bisa menggunakannya selama 2 menit saja.

(----------)

Dimalam hari yang dia tunggu-tunggu telah datang.

Bagi Dylan ini adalah malam yang sangat berat untuknya.

Karena dia tahu berdasarkan skenario di game nya, besok pagi adalah hari dimana event sebelum game dimulai yang disebut "Insiden Panik Monster" akan terjadi.

Screen itu bercerita soal hancurnya wilayah Arcadia karena infasi dadakan para monster dan berakibat pada kematian Ayah dan Ibunya.

Dan hanya Dylan dan Filaret yang berhasil selamat.

Kejadian itu, membuat Dylan memiliki dendam kesumat terhadap Kerajaan karena tidak mencoba untuk melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut.

Sekarang karena tidak mau berakhir dengan yang sama di skenario gamenya.

Setelah makan malam dan kembali ke kamar, Dylan diam-diam pergi menyelinap keluar Mansion dengan menggunakan jubah tudung berwarna hitam dan membawa sebuah lentera yang di dalamnya terdapat baru sihir cahaya.

Sesampainya di hutan, Dylan secara perlahan-lahan berjalan dan terus mengamati sekitarnya.

"...... Dari informasi dari Sebas-san..... Aktifitas monster memang berkurang beberapa hari ini..... Juga tidak ada laporan soal desa yang di serang...... Seperti yang ada di dalam skenario gamenya..... Sekarang,...... Aku harus kemba-.....".

Belum bisa menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja Dylan merasakan ada seseorang selain dirinya di hutan itu yang menatapnya dari belakang.

Reflek segera menoleh kebelakang dan hampir menarik pedang Katana nya, bersiap untuk bertarung.

Setelah memperhatikan sekitar, ternyata tidak ada orang sama sekali. Dylan membatalkan niatnya dan berjalan pergi kembali ke Mansion menghilang dalam kegelapan.

Dari arah belakang ada seorang pria tampan berambut kuning pucat, dengan mata berwarna ungu menggunakan setelan armor berjubah berwarna putih bersih dan membawa sebuah pedang yang dia gantung di pinggang kirinya.

"Hmmm.... Padahal aku sudah menyembunyikan hawa keberadaan ku setipis mungkin.... Tapi, dia tetap menyadarinya.... Orang yang menarik!?..... Nah, sekarang...... Mari kita lihat. Apa kau benar-benar bisa menghiburku besok".

Entah siapa sebenarnya pria misterius itu.

Namun, yang jelas dia berharap Dylan akan dapat menghibur nya.

Terpopuler

Comments

syirubin nadzri

syirubin nadzri

kirim cerita manga lagi yak

2024-06-28

1

Viki D. Widodo

Viki D. Widodo

udah baca sampe chapter 8.. sejauh ini alur cerita nya bagus.. tahap perkembangan si MC juga menarik.. cuman karakter figuran nya kurang greget dan pengaruh ke si MC nya kurang.. dan kalo bisa tata bahasa dan penyampaian nya diperbaiki..
itu pendapat ku sih.. selebihnya bagus

2024-02-20

2

the Amay one

the Amay one

👍🏿👍🏿

2023-08-19

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2 Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3 Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4 Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5 Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9 Chapter 7 : Unique Skill.
10 Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11 Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12 Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17 Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18 Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19 Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20 Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21 Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22 Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23 Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24 Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25 Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26 Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27 Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28 Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31 Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35 Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36 Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39 Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40 Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43 Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44 Chapter 29 : Camping.
45 Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46 Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50 Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51 Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52 Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59 Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61 Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62 Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63 Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64 Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65 Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66 Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67 Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68 Chapter 44 : Penyergapan.
69 Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70 Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79 Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80 Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81 Chapter 51 : Orang Bodoh.
82 Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83 Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84 Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85 Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86 Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87 Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88 Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89 Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90 Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91 Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92 Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93 Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94 Chapter 63 : Festival Akademi.
95 Chapter 64 : Amarah Conrad.
96 Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97 Chapter 66 : "Aku Menolak".
98 Chapter 67 : Monster Panggilan.
99 Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100 Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101 Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102 Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103 Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104 Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105 Chapter 74 : Tugas Resmi.
106 Chapter 75 : Masalah Baru.
107 Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108 Chapter 77 : Badai Laut.
109 Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110 Chapter 79 : Bendera Putih.
111 Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112 Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113 Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114 Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115 Chapter 84 : Kota Rondine.
116 Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117 Chapter 86 : Desa Para Elf.
118 Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119 Chapter 88 : Gunung Asthe.
120 Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121 Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122 Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123 Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124 Referensi Karakter (Fix)
125 Referensi Karakter Ke 2
126 Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127 Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128 Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129 Chapter 96 : Teleportasi.
130 Chapter 97 : Serangan Awal.
131 Chapter 98 : Tepat Waktu.
132 Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140 Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146 Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148 Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149 Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150 Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151 Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152 Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153 Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154 Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155 Chapter 108 : Frustasi.
156 Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157 Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158 Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159 Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160 Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161 Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162 Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163 Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164 Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165 Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166 Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167 Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168 Chapter 120 : Pertolongan.
169 Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170 Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171 Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172 Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173 Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174 Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175 Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176 Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177 Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178 Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179 Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180 Chapter 131 : Persidangan.
181 Chapter 132 : Rafen.
182 Chapter 133 : Hell Mimic.
183 Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184 Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185 Chapter 136 : Penghargaan.
186 Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187 Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188 Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189 Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190 Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191 Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192 Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193 Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194 Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195 Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196 Chapter 146 : Alasan Risu.
197 Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198 Chapter 148 : The Oracle's.
199 Chapter 149 : Cerita Tina.
200 Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201 Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202 Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203 Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204 Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205 Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206 Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207 Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208 Chapter 158 : Ketahuan.
209 Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210 Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211 Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212 Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213 Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214 Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215 Chapter 165 : Vampir.
216 Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217 Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218 Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219 Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220 Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221 Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222 Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223 Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224 Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225 Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226 Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227 Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228 Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229 Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230 Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231 Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232 Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233 Chapter 183 : Rencana Awin.
234 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236 Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.
Episodes

Updated 236 Episodes

1
Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2
Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3
Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4
Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5
Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9
Chapter 7 : Unique Skill.
10
Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11
Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12
Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17
Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18
Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19
Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20
Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21
Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22
Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23
Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24
Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25
Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26
Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27
Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28
Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31
Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35
Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36
Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39
Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40
Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43
Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44
Chapter 29 : Camping.
45
Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46
Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50
Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51
Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52
Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59
Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61
Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62
Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63
Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64
Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65
Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66
Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67
Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68
Chapter 44 : Penyergapan.
69
Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70
Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79
Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80
Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81
Chapter 51 : Orang Bodoh.
82
Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83
Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84
Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85
Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86
Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87
Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88
Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89
Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90
Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91
Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92
Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93
Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94
Chapter 63 : Festival Akademi.
95
Chapter 64 : Amarah Conrad.
96
Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97
Chapter 66 : "Aku Menolak".
98
Chapter 67 : Monster Panggilan.
99
Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100
Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101
Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102
Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103
Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104
Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105
Chapter 74 : Tugas Resmi.
106
Chapter 75 : Masalah Baru.
107
Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108
Chapter 77 : Badai Laut.
109
Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110
Chapter 79 : Bendera Putih.
111
Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112
Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113
Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114
Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115
Chapter 84 : Kota Rondine.
116
Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117
Chapter 86 : Desa Para Elf.
118
Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119
Chapter 88 : Gunung Asthe.
120
Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121
Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122
Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123
Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124
Referensi Karakter (Fix)
125
Referensi Karakter Ke 2
126
Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127
Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128
Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129
Chapter 96 : Teleportasi.
130
Chapter 97 : Serangan Awal.
131
Chapter 98 : Tepat Waktu.
132
Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140
Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146
Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148
Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149
Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150
Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151
Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152
Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153
Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154
Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155
Chapter 108 : Frustasi.
156
Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157
Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158
Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159
Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160
Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161
Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162
Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163
Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164
Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165
Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166
Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167
Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168
Chapter 120 : Pertolongan.
169
Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170
Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171
Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172
Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173
Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174
Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175
Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176
Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177
Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178
Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179
Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180
Chapter 131 : Persidangan.
181
Chapter 132 : Rafen.
182
Chapter 133 : Hell Mimic.
183
Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184
Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185
Chapter 136 : Penghargaan.
186
Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187
Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188
Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189
Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190
Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191
Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192
Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193
Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194
Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195
Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196
Chapter 146 : Alasan Risu.
197
Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198
Chapter 148 : The Oracle's.
199
Chapter 149 : Cerita Tina.
200
Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201
Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202
Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203
Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204
Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205
Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206
Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207
Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208
Chapter 158 : Ketahuan.
209
Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210
Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211
Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212
Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213
Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214
Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215
Chapter 165 : Vampir.
216
Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217
Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218
Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219
Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220
Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221
Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222
Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223
Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224
Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225
Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226
Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227
Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228
Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229
Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230
Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231
Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232
Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233
Chapter 183 : Rencana Awin.
234
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236
Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!