Melihat Dylan yang tidak mau tumbang, Fafnir kembali menyerangnya, kali ini dengan mengayunkan salah satu dari lengannya.
Dengan kecepatan yang tinggi, ayunan lengan itu menerjang Dylan.
Hembusan angin yang disebabkan ayunan lengan itu dapat menerbangkan rerumputan dan meninggal kan bekas seperti cakaran di tanah.
Untungnya Dylan berhasil menghindar dari serangan itu. Sadar serangannya berhasil di hindari Fafnir langsung mengayunkan lengan yang satunya secara bergantian.
Dan Dylan terus-terusan menghindar.
Saat Dylan mendapatkan sebuah kesempatan dia segera mengaktifkan salah satu dari skill miliknya
"Phantom Blade".
Sebuah skill pedang tak kasat yang mampu menebas apapun dalam jarak yang jauh.
Dylan pernah menggunakan skill ini saat membunuh beberapa Devil Boar saat melakukan ekspedisi.
(Apa? Tidak mempan? Bahkan menggores nya saja tidak).
Dylan terkejut saat serangannya tidak dapat menggores kulit ari nya.
Marah, Fafnir pun menyerang kembali dengan menembakkan laser sihir dalam jumlah yang banyak. Dan Dylan tidak punya pilihan selain berusaha untuk menangkis nya.
Dengan mengaktifkan Phantom Blade, dalam sekali ayunan perang Dylan dapat menebas setidaknya 5 tembakan laser sihir kearahnya.
Dan menggabungkannya dengan sihir Power Up dia bisa menahan hujaman peluru laser sihir itu.
Sebagai dari akibatnya ada lebih dari 50 peluru laser itu yang meledak dalam reaksi berantai.
Tapi, gelombang serangan kedua dan ketiga dari sang Naga Fafnir yang tidak ada habis-habisnya tidak akan berhenti begitu saja.
Dylan bahkan harus menarik pedang yang satunya akibat dia tidak bisa terus-terusan menangkis semua serangan itu hanya dengan satu tangan saja.
Tapi, kekuatan dan jumlah laser sihir yang di tembakkan secara bertahap terus meningkat.
Dengan begitu, maka jumlah laser sihir yang bisa di tangkis dengan Phantom Blade terus berkurang.
Bersamaan dengan itu, Dylan merasa energi sihir di dalamnya mulai berkurang dan efek penggunaan sihir yang secara berlebihan mulai berdampak pada fisiknya.
(Dia memang pantas di sebut "Bos Terakhir"!? Kekuatannya memang ngak ngotak..... Sial, aku hampir tidak bisa menebas semuanya. Dasar Monster!?.....).
Otot-otot di lengannya mulai kelelahan dan Dylan mulai kehilangan kendali atas tubuhnya.
(Sial, padahal aku sudah banyak latihan.... Tapi, sepertinya aku membuang-buang waktu hanya untuk memikirkan cara menghindari Death Flag ku saja, sampai tidak memikirkan kondisi terburuknya.... Kalau seperti ini..... Aku akan mati bahkan sebelum event dalam game dimulai).
Sekarang, Dylan secara perlahan-lahan mulai kehilangan semua Indra nya.
Dimulai dengan kehilangan Indra Perasa nya, bau asap ledakan sudah tidak bisa dia rasakan.
Bahkan kulit dan kedua tangannya yang memegang pedang sudah mati rasa.
Indra Penglihatan nya, sinar cahaya yang dipancarkan laser itu sudah tidak bisa dia lihat dan pandangan mulai gelap.
Indra Pendengaran nya, suara dari laser sihir yang meledak di sebelahnya sudah tidak terdengar lagi.
(---------)
Meski begitu terdesak Dylan masih berusaha sekeras tenaga untuk melawan balik Naga Fafnir yang sangat mustahil untuk di kalahkan seorang diri.
Merasa lawannya tidak mau tumbang, Fafnir meningkatkan kekuatan serangan laser sihir lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya.
"TIDAK AKAN KUBIARKAN!!!".
Sadar bahaya yang ada di depan matanya, Dylan mengaktifkan salah satu sihir tanpa atribut lainnya bernama Shield Impluse.
Sebuah teknik yang melepaskan semua energi sihir yang telah didorong ke tanah tepat di kaki lawan ke udara untuk menangkis sihir dari lawan.
Sihir non atribut milik Dylan ini adalah Sihir yang berfokus pada pertahanan.
Tetapi, dengan menipisnya energi sihir milik Dylan.
Akibatnya bombardir serangan laser sihir Fafnir menembus pertahanan dan menghantam seluruh tubuh Dylan.
Sebuah ledakan yang sangat dahsyat sekali lagi terjadi di tempat itu. Dan Dylan terpental dan berguling-guling di tanah beberapa kali dan badanya penuh dengan luka yang parah.
Seketika rasa hangat menghilang dari tubuhnya, rasa kematian yang dekat meliputi seluruh tubuhnya.
Kehilangan banyak darah mengganggu fungsi kerja otaknya, dan bahkan kemampuan untuk memikirkan ingatan yang sedang berjalan telah diambil.
Ibarat sebuah kenyataan yang pasti akan menimpanya sebagai karakter penjahat.
(Sialan...... Kurasa aku akan..... Mati..... Mati.... Untuk kedua kalinya...... Yah, seharusnya memang seperti ini, sih!?..... Seorang penjahat... Mati di awal cerita.... Bukankah itu bagus untuk dunia dan Pahlawan.... Dengan begini.... Aku.... Tidak perlu....).
Tiba-tiba, Dylan teringat dengan senyuman yang di berikan kedua orang tuanya yaitu Hyoga dan Pavline.
Mereka menangis bahagia saat tahu Dylan sudah sadar dari pingsannya.
Lalu para pelayanan di rumah yang ada di Mansion, Filaret yang sudah seperti adiknya sendiri, para Ksatria, Sonia yang terus membantunya, warga kota dan desa yang ada di wilayah Arcadia yang tersenyum dan menyapanya.
Kenangan itu muncul di dalam pikiran nya dan membuat hatinya sangat hangat. Saat itu dia sadar bahwa dunia ini bukan hanya sebatas game saja melainkan Dunia nyata.
Kehangatan yang diberikan oleh mereka semua adalah nyata adanya.
Dan kehangatan itu bukan untuk sosok Dylan van Arcadia saja, melainkan juga untuk jiwa yang sekarang bersemayam di tubuh Dylan.
(...... Seorang penjahat di takdir kan untuk selalu kalah..... Itu hal yang biasa..... Tapi, maaf saja..... Aku tidak mau mati....... Aku tidak mau menyerah......).
Penolakan akan kematian, begitu kuat dan menggebu-gebu didalam dirinya, menghancurkan es dihatinya dalam sekejap.
Setelah menghapus semua alasan, hal yang terlintas dipikirkan adalah keinginan gila untuk hidup.
Tanpa berpikir apapun, tanpa rencana apapun hanya keinginan kuat untuk hidup, Dylan melangkah maju dan berlari menerjang Fafnir seperti sebuah kilatan cahaya.
Konsentrasi nya di paksa hingga batasnya.
Menambah dan memaksa kekuatan fisiknya berkali-kali.
Sementara Fafnir bersiap untuk menghembuskan bola api berukuran besar kearahnya.
(Terlalu lambat.... Kenapa aku terlalu lambat?).
Seketika, Dylan melihat dirinya yang sudah terikat dan terlilit oleh banyaknya rantai besi yang aneh.
Saat itu dia sadar bahwa kebodohan ini, beban ini seolah-olah seluruh tubuhnya di ikat oleh rantai ini. Yang membuatnya tidak bisa melangkah maju.
Rantai tak terlihat yang selama ini merantai cahaya hidupnya.
Dylan memegang rantai itu sekencang-kencangnya dan menariknya sekeras-kerasnya. Sambil meluapkan emosi yang ada didalam dirinya.
".......Akan Membuat Pilihan Dan Mengukir Takdirku Sendiri!?....... Jadi,...... JANGAN GANGGU AKU!!!!!!".
Rantai tak terlihat yang mengikatnya selama ini akhirnya terlepas dan sesuatu di dalam diri Dylan mulai bangkit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 236 Episodes
Comments
Big Boss
momen seperti ini paling suka di novel perjuangan hidup mati
2024-11-17
1
syirubin nadzri
ada tuh manganya kekuatannya disegel ama beberapa rantai
2024-06-28
1
Nabila Yuuchan
kek kenal gitu gw kalo gak salah mc ny tuh nozom bounty yang kekuatan ny di belenggu gitu sama rantai keren sih
2024-06-20
1