Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.

Sesaat kemudian, Dylan yang terkapar perlahan-lahan mulai bangkit. Sambil menahan rasa sakit dan badan yang lemas dia mencoba untuk berdiri tegak.

"Tidak.... Masih.... Belum..... Cukup..... Aku harus..... Melindungi..... Semua....".

Dengan tertatih-tatih, Dylan bergumam bahwa dia akan terus berusaha melindungi sesuatu yang berharga untuknya.

Perasaan itu muncul kembali seperti saat dia bertarung dengan Fafnir. Perasaan hangat yang diberikan oleh semua orang untuknya. Dylan juga yakin perasaan itulah yang mampu mendorong nya untuk melampaui batasan yang dia punya.

Itu benar-benar terbukti adanya.

Saat Dylan seorang diri berhasil mengalahkan Fafnir dan menghancurkan rantai tak kasat mata yang membelenggu nya selama ini.

Melihat kegigihan yang di tunjukkan Dylan membuat Oscar bangkit dan kembali menyerang nya.

Adu pedang kembali terjadi diantara keduanya. Selama adu pedang itu, Oscar mulai menertawakan sikap teguh yang Dylan pegang.

"Hahahaha....... Kau berusaha mati-matian untuk melindungi orang lain, sampai rela mengorbankan nyawamu!!! Naif itu ada batasnya, Dylan... Perang itu bukan hal yang indah. Orang berpikir bahwa itu hal yang remeh tidak akan bisa bertahan. Ini soal "membunuh atau dibunuh". Orang lain tidak ada hubungannya.... Apa aku salah".

Adu pedang itu terjadi sangat intens. Sampai akhirnya ada sebuah celah di antara mereka, hal itu segera di manfaat Dylan untuk menyerang balik.

Dia segera memperkuat pedang katana nya dengan sihir Augmention, melapisinya dengan sihir angin. Dan meningkatkan kecepatan dan kekuatan fisiknya dengan Boots dan Power Up.

"Phantom Blade. Grand Wind".

Dan dalam sekejap sosok Dylan menghilang di hadapan Oscar. Secara ajaib badannya tiba-tiba saja terkena sebuah tebasan dan menyemburkan banyak darah.

(Sial, aku melesat).

Ternyata serangan itu berasal dari Dylan yang sekarang berada di belakangnya. Oscar sadar bahwa saat melintas tadi, Dylan berhasil mendaratkan serangan ke badannya.

Sementara, Dylan merasa jengkel karena serangannya kembali gagal. Melihat itu Oscar kembali tertawa terbahak-bahak.

"Hahaha....... Sepertinya, memang aku yang benar. Apa hanya segini kekuatan untuk "melindungi" orang lain itu? Itu salah......".

Bersamaan dengan itu Oscar kembali mengaktifkan skill Berserk nya dan mulai kembali menyerang Dylan.

"....... Dalam pertarungan tidak ada istilah "melindungi orang lain". Mereka tidak lebih dari pada beban. Dan karena prinsip bodoh mu itu, kau tidak mampu mengeluarkan kemampuan aslimu......".

Oscar semakin brutal menyerang Dylan. Dan Dylan hanya bisa berusaha menahan serangan Oscar.

Sadar Dylan tidak terlalu merespon provokasi nya. Oscar mencoba memprovokasi lagi.

"...... Asal kau tahu saja. Di dunia ini, ketakutanlah yang menguasai segalanya. Orang yang percaya dengan kebaikan yang tidak berguna. PASTI AKAN KALAH PADA AKHIRNYA... KAU PAHAM, KAN? DYLAN!!!".

Dengan satu ayunan pedang yang sangat kuat dari Oscar langsung menghempaskan Dylan dan mengirimnya mundur beberapa meter.

Anehnya, kali ini Dylan berhasil menjaga posisinya untuk tetap berdiri.

Perlahan-lahan ekspresi wajahnya kembali menjadi gelap, dia hanya terdiam tanpa bicara apapun. Lalu salah satu tangannya mulai menyentuh dadanya.

Melihat tindakan Dylan yang tiba-tiba menjadi pasif membuat, Oscar juga ikut terdiam meperhatikan nya.

Setelah keheningan yang terjadi beberapa saat. Dylan mulai berbicara menanggapi provokasi Oscar.

"Oscar, aku berterimakasih kepadamu. Berkat kau, akhirnya aku bisa ingat apa yang sudah aku lupakan".

Oscar hanya menaikkan salah satu alisnya sebagai tanda kebingungan yang di ucapkan Dylan.

"Kau benar, tekadku yang setengah-setengah tidak akan bisa melindungi orang-orang yang berharga di hidupku. Karena itu......".

Lalu tangan Dylan yang masih menyentuh dadanya mulai mengepal dengan sangat kuat. Dan Dylan kembali melanjutkan omongan.

"....... Mulai hari ini...... AKU TIDAK AKAN PERNAH RAGU LAGI!!!".

Dengan sekuat tenaga, tangan itu seperti menarik sesuatu. Meski tidak terlihat secara kasat mata, yang sebenarnya terjadi adalah Dylan kembali menghancurkan rantai tak kasat mata yang membelenggunya.

Dengan hancur dan lepasnya rantai itu, kekuatan Dylan meningkatkan dengan drastis sampai menimbulkan ledakan sihir yang luar biasa.

"Roooaaarrrr......".

Dengan kekuatan yang meledak-ledak itu, Dylan juga meraung sekeras-kerasnya seperti hewan buas yang baru saja lepas dari sangkarnya.

Oscar yang melihat kejadian itu, hanya bisa terkejut dan diam. Dia mulai bergumam di dalam hatinya.

(A-apa-apaan ini? Kekuatan yang sangat gila sekali? Aku tidak tahu kalau dia punya kekuatan sebesar ini?).

Lalu dia melihat tangan kanannya yang gemetar tanpa henti dan badannya yang terus mengeluarkan keringat dingin.

(Perasaan ini? Perasaan yang sama kurasakan saat itu. Saat bocah ini menatap tajam ke arahku).

Sebenarnya apa yang baru saja dilakukan Dylan adalah dia baru saja mengaktifkan Unique Skill miliknya yaitu Limitless.

Bukan itu saja, bersamaan dengan aktifnya skill itu, kekuatan Fafnir yang ada di dalam tubuh Dylan juga ikut keluar.

Dylan tahu bahwa mengaktifkan skill ini sangat beresiko untuk dirinya sendiri. Karena itu dia hanya punya waktu selama 2 menit untuk menggunakannya.

Dan dia harus menyelesaikan pertarungan ini sebelum 2 menit berakhir.

(----------)

Di dalam kota.

Rupanya teriakan Dylan dan energi sihirnya yang bocor dapat dirasakan oleh semua orang, termasuk Filaret, Hyoga yang sudah sadar dan Pavline yang berada di base pengungsian

"A-ayah teriakan dan energi sihir ini...".

"Iya, Fira... Tidak salah lagi, ini sihir dan teriakan..... Dylan".

Meski jarak mereka jauh dari gerbang, mereka bisa merasakan kekuatan magis milik Dylan yang meluap-luap.

Ditengah kebingungan semua orang, Pavline yang sudah tidak bisa menahan rasa khawatirnya berdiri dari tempat duduknya dan segera berlari sekencang mungkin menuju tempat Dylan dan Oscar bertarung sekarang.

"Ibu!!".

"Pavline!!!".

Melihat Pavline yang berlari membuat Hyoga dan Filaret memanggil dan memutuskan untuk mengejar nya dari belakang.

Pavline terus berlari sambil terus meneteskan air mata sebagai perwujudan dari rasa khawatirnya yang sudah tidak bisa dia bendung lagi.

(Dy-chan.... Ibu mohon.... Bertahanlah).

Di dalam hati, Pavline berdoa agar putra tersayangnya itu baik-baik saja.

(-----------)

Di luar dinding.

Sudah 1 menit berlalu. Tersisa 1 menit lagi.

Pertarungan Dylan dan Oscar mencapai *******.

Adu pedang dengan kecepatan tinggi kembali terjadi diantara keduanya. Kali ini setiap kali pedang mereka bertabrakan akan tercipta ledakan yang luar biasa.

Yang membedakan lagi, sekarang Oscar tampak mulai kesusahan mengatasi setiap serangan Dylan.

Meski dia sudah mengaktifkan skill Berserk nya, itu masih belum cukup untuk mengatasi kekuatan besar yang di keluarkan Dylan

(Sial, apa-apaan dia ini).

Oscar yang jengkel mulai mengeluarkan salah satu teknik andalannya.

"Berserk. Guillotine Chamber".

Sebuah serangan tebasan yang besar turun dari langit bersiap menyerang Dylan.

Tidak mau kalah Dylan mengeluarkan salah satu teknik andalannya juga.

"Limitless. Shield Impluse".

"APA?"

Sebuah serangan yang langsung memblok dan menghancurkan serangan Oscar. Hal itu membuat Oscar terkejut.

(Dia menghempaskan energi sihir yang terakumulasi di tanah dan mendorongnya untuk membalik serangan ku sekaligus menghancurkannya).

Tersisa 30 detik lagi.

Sadar waktunya terbatas Dylan kembali menyerang Oscar dengan sangat ganas dan bahkan tidak memberinya jeda.

Setiap Oscar melakukan serangan balik Dylan kembali menangkis nya dengan mudah. Hal itu semakin membuat Oscar jengkel.

"BOCAH TENGIK!!!".

Tersisa 20 detik lagi.

Mereka masih saling berbalas serangan. Namun, sekarang efek samping Limitless mulai terasa. Tapi, sebisa mungkin Dylan mengabaikan nya.

Tersisa 10 detik lagi.

Dylan kembali melancarkan serangannya begitu pun dengan Oscar yang tidak mau kalah.

Tersisa 5 detik lagi.

"AYO KITA AKHIRI INI SEKARANG BOCAH TENGIK".

Oscar yang sudah mencapai batasnya segera bersiap-siap mengeluarkan teknik pamungkas nya sekali lagi.

"BAIKLAH, MARI KITA AKHIRI INI".

Dylan yang juga setuju segera bersiap-siap mengeluarkan teknik pamungkas nya.

Tersisa 3 detik lagi.

Selesai dengan persiapan mereka masing-masing, keduanya segera melesat dan menerjang bersiap untuk bentrokan kekuatan yang akan mengakhiri pertarungan yang panjang ini.

Tersisa 2 detik lagi.

"BERSERK. GUILLOTINE OF SKY".

"LIMITLESS. PHANTOM DIVINE SILA".

Tersisa 1 detik.

Bentrokan keluatan yang sangat dahsyat dan gila terjadi kembali, tapi kali ini dengan daya ledak yang luar biasa. Keduanya sama-sama mengeluarkan seluruh kekuatan yang mereka punya.

Hingga akhirnya, hasil dari pertarungan ini muncul.

Karena tepat saat waktu menunjukkan tersisa 0 detik.

Dylan berhasil menghancurkan kekuatan Oscar. Belum sampai disitu saja, Dylan bahkan berhasil membelah Oscar menjadi 2 dengan menebasnya secara horizontal.

"Ini.... Mustahil.... Aku.... Kalah".

Oscar terkejut dengan hasil pertarungan ini. Dia yakin bahwa dia akan keluar sebagai pemenangnya.

Tapi takdir berkata lain.

Dia malah kalah dari Dylan seorang pemuda yang baru berusia 14 tahun yang seharusnya tidak memiliki pengalaman bertarung.

(----------)

Sementara itu dengan serangan terakhir tadi, kekuatan Limitless Dylan kembali tersegel. Namun, efek Limitless membuat Dylan mulai merasakan kelelahan yang luar biasa.

Setelah kembali tenang, Dylan berjalan menuju Oscar yang sekarang terkapar tak berdaya. Dylan terus menatap Oscar karena dia tahu Oscar belum sepenuhnya mati.

"Kau masih hidup ya, Oscar? Daya tahan tubuh mu boleh juga. Sepeti kecoa saja".

Melihat Dylan mengajaknya berbicara Oscar memutuskan menggunakan waktu terakhirnya untuk sedikit ngobrol dengan Dylan.

"Bocah tengik. Apa segitu bencinya kau kepadaku? Yah, ini menyebalkan karena aku akan mati".

Lalu Oscar mulai memperhatikan Dylan yang tampaknya biasa saja dengan apa yang dia saksikan.

"Hou.... Kau bilang tidak pernah membunuh orang, kan? Terus kenapa kau tidak jijik atau muntah saat melihat kondisiku?".

".... Itu karena, aku sudah mempersiapkan diriku. Agar siap, apabila hari dimana aku melihat kematian tepat di depan mataku sendiri datang".

"Begitu ya.... Haaa, sampai sekarang aku sama sekali tidak mengerti, kenapa pemuda sepertimu bersikeras untuk mengalahkan ku... Sial sekali aku... Padahal tinggal sedikit lagi.... Padahal kalau aku bisa meruntuhkan Kerajaan lain. Lalu jadi Raja. Aku bisa mendapatkan gadis itu".

"Maaf saja, aku tidak peduli apa kau bisa mendapatkan nya atau tidak. Aku hanya melakukan apa yang menurutku benar saja".

"Mulut mu itu pedes banget.... Kau seharusnya menghiburku yang sedang sekarat ini".

Dylan hanya terdiam dan terus melihat Oscar kali ini dengan pandangan yang menunjukkan ekspresi simpati.

"Ya sudahlah... Apapun alasanmu, aku sudah puas bahwa ada seorang pemuda kuat yang bisa mengalahkan ku..... Kurasa ini pertama kalinya aku bisa bertarung sesenang ini.... Tapi, seandainya kau tidak punya Unique Skill yang luar biasa gilanya dan kekuatan aneh tadi, sudah pasti aku yang akan menang..... Bukannya aku tidak terima kekalahan, tapi aku hanya mengatakan kenyataan nya..... Tekad yang kuat, ya..... Kurasa aku tidak ditakdirkan mempunyai nya".

Sambil menatap langit, pandangan Oscar perlahan-lahan mulai memudar. Dan dia tahu waktunya tidak akan lama lagi.

"Aaahh..... Aku akan segera mati..... Selamat tinggal Dylan.... Senang rasanya bisa bertarung dengan mu".

Bersamaan dengan berakhirnya kata itu, Oscar menghembuskan nafas terakhirnya. Mata menjadi kosong dan badannya menjadi kaku.

Dylan yang melihat itu hanya diam seribu bahasa dan hanya bisa menundukkan kepalanya.

"Selamat jalan, Oscar... Kuharap kau bisa beristirahat dengan tenang".

Dari arah belakang.

"DY-CHAN!!!".

Dylan langsung tersentak dan segera menoleh kebelakang saat mendengar ada yang memanggil namanya.

Dari nada suara dan caranya menyingkat nama, sudah pasti bahwa itu ibunya. Dan benar saja saat pandangan nya terarah ke gerbang disana ada sosok Pavline yang sedang berlari menuju ke arahnya, di susul oleh Filaret dan Hyoga di belakangnya.

"Ibu, Ayah, Fira".

Dylan mencoba untuk mendekat, tapi baru beberapa langkah badannya mulai linglung dan dia mulai tidak bisa mempertahankan posisinya.

Karena sudah tidak tahan lagi Dylan mulai tumbang. Untungnya, Filaret berlari lebih cepat dari Pavline dan segera memberi dukungan agar badan Dylan tidak terjatuh.

Setelah mendekap Dylan agar tidak jatuh. Filaret memeluknya dengan sangat erat dan mulai menangis sejadinya.

Bukan hanya Filaret saja. Ibunya Pavline juga ikut memeluk Dylan dengan sangat erat lalu menangis sejadinya.

"Uwaaaaa..... Syukurlah, syukurlah Nii-san tidak apa-apa waaaaa".

"Uwaaaaa...... Jangan membuat ibu khawatir, sayang. Ibu tidak tahu harus apa jika kau tidak ada waaa.....".

"Ibu, Fira. Tenang lah aku baik-baik".

Dylan secara putus asa mencoba menenangkan keduanya. Sementara Hyoga hanya bisa melihat sambil menghembuskan nafas sebagai tanda bahwa dia juga lega melihat putra nya selamat.

(-----------)

Setelah momen yang mengharukan itu.

Dylan segera dibawa untuk menerima pengobatan dan Filaret di suruh untuk menemaninya.

Sementara itu Hyoga tetap di tempat itu bersama Pavline untuk memeriksa mayat Oscar. Pavline yang tidak tahu menahu mencoba bertanya kepada suaminya itu.

"Sayang. Sebenarnya siapa dia?".

"Oscar Niville Dragonia. Kursi kesembilan dari 10 ksatria suci milik Kerajaan Rachael. Dia juga disebut yang terkuat diantara 9 anggota yang lain".

"Kalau dia yang terkuat, kenapa malah menduduki kursi ke sembilan. Dan kenapa dia melakukan penyerang kesini?".

"Karena kelakuan nya yang barbar dan brutal itulah dia tidak bisa naik pangkat. Dan alasan kenapa dia menyerang kota ini. Dari yang dikatakan Dylan dia berencana menjadikan wilayah Arcadia ini sebagai basis nya. Untuk memicu peperangan dengan Kerajaan Ingrid".

Pavline langsung tersentak mendengar penjelasan dari Hyoga.

"Yah, pokoknya kita urus dulu mayatnya. Lalu baru kita urus yang lain".

Hyoga segera memberikan instruksi kepada bawahannya untuk membawa mayat Oscar ke kediaman Arcadia. Dan sementara sisanya mengurus mayat monster yang bergelimpangan dimana-mana.

Tanpa mereka sadari ada sosok wanita misterius berjubah hitam mengawasinya dari jarak jauh.

Sejak awal, dia sudah melihat semua pertarungan ini. Dan dia tidak bisa berhenti tersenyum apalagi saat melihat potensi yang Dylan miliki.

"Heeee.... Dylan van Arcadia, ya? Jadi, anak itu yang dijaga Sonia, ya? Aku tidak menyangka bahwa dia "semenarik" ini....".

Wanita misterius itu segera berbalik badannya dan hendak melangkah pergi, tapi dia sempat menengok kearah Kota Linic dan mulai bergumam.

"Kali ini aku mundur dulu, ya..... Aku juga tidak mau berurusan dengan Arc Angel yang sedang marah.... Hibur aku lain kali, ya!!! Dylan-kun".

Wanita itu segera menghilang begitu saja seolah-olah lenyap tak tersisa.

Di sisi lain.

Gerak gerik wanita itu sudah diawasi oleh Sonia yang berdiri di atas menara jam sejak penyerangan itu terjadi.

Dari raut jengkel yang dia pancarkan, sepertinya Sonia tahu siapa wanita misterius.

Terpopuler

Comments

landax maniak

landax maniak

cm punya skill ini kah wkwk

2025-01-28

1

Frando Kanan

Frando Kanan

spa ya...wanita misteri itu...

2023-12-18

3

the Amay one

the Amay one

👍🏿👍🏿

2023-08-19

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2 Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3 Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4 Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5 Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9 Chapter 7 : Unique Skill.
10 Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11 Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12 Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17 Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18 Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19 Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20 Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21 Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22 Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23 Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24 Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25 Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26 Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27 Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28 Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31 Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35 Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36 Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39 Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40 Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43 Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44 Chapter 29 : Camping.
45 Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46 Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50 Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51 Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52 Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59 Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61 Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62 Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63 Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64 Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65 Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66 Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67 Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68 Chapter 44 : Penyergapan.
69 Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70 Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79 Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80 Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81 Chapter 51 : Orang Bodoh.
82 Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83 Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84 Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85 Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86 Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87 Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88 Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89 Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90 Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91 Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92 Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93 Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94 Chapter 63 : Festival Akademi.
95 Chapter 64 : Amarah Conrad.
96 Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97 Chapter 66 : "Aku Menolak".
98 Chapter 67 : Monster Panggilan.
99 Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100 Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101 Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102 Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103 Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104 Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105 Chapter 74 : Tugas Resmi.
106 Chapter 75 : Masalah Baru.
107 Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108 Chapter 77 : Badai Laut.
109 Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110 Chapter 79 : Bendera Putih.
111 Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112 Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113 Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114 Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115 Chapter 84 : Kota Rondine.
116 Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117 Chapter 86 : Desa Para Elf.
118 Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119 Chapter 88 : Gunung Asthe.
120 Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121 Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122 Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123 Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124 Referensi Karakter (Fix)
125 Referensi Karakter Ke 2
126 Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127 Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128 Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129 Chapter 96 : Teleportasi.
130 Chapter 97 : Serangan Awal.
131 Chapter 98 : Tepat Waktu.
132 Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140 Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146 Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148 Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149 Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150 Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151 Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152 Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153 Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154 Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155 Chapter 108 : Frustasi.
156 Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157 Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158 Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159 Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160 Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161 Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162 Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163 Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164 Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165 Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166 Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167 Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168 Chapter 120 : Pertolongan.
169 Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170 Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171 Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172 Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173 Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174 Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175 Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176 Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177 Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178 Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179 Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180 Chapter 131 : Persidangan.
181 Chapter 132 : Rafen.
182 Chapter 133 : Hell Mimic.
183 Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184 Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185 Chapter 136 : Penghargaan.
186 Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187 Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188 Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189 Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190 Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191 Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192 Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193 Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194 Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195 Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196 Chapter 146 : Alasan Risu.
197 Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198 Chapter 148 : The Oracle's.
199 Chapter 149 : Cerita Tina.
200 Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201 Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202 Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203 Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204 Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205 Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206 Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207 Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208 Chapter 158 : Ketahuan.
209 Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210 Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211 Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212 Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213 Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214 Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215 Chapter 165 : Vampir.
216 Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217 Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218 Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219 Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220 Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221 Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222 Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223 Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224 Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225 Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226 Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227 Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228 Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229 Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230 Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231 Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232 Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233 Chapter 183 : Rencana Awin.
234 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236 Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.
Episodes

Updated 236 Episodes

1
Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2
Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3
Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4
Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5
Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9
Chapter 7 : Unique Skill.
10
Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11
Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12
Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17
Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18
Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19
Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20
Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21
Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22
Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23
Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24
Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25
Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26
Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27
Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28
Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31
Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35
Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36
Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39
Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40
Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43
Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44
Chapter 29 : Camping.
45
Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46
Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50
Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51
Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52
Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59
Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61
Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62
Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63
Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64
Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65
Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66
Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67
Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68
Chapter 44 : Penyergapan.
69
Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70
Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79
Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80
Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81
Chapter 51 : Orang Bodoh.
82
Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83
Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84
Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85
Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86
Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87
Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88
Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89
Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90
Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91
Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92
Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93
Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94
Chapter 63 : Festival Akademi.
95
Chapter 64 : Amarah Conrad.
96
Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97
Chapter 66 : "Aku Menolak".
98
Chapter 67 : Monster Panggilan.
99
Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100
Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101
Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102
Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103
Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104
Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105
Chapter 74 : Tugas Resmi.
106
Chapter 75 : Masalah Baru.
107
Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108
Chapter 77 : Badai Laut.
109
Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110
Chapter 79 : Bendera Putih.
111
Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112
Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113
Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114
Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115
Chapter 84 : Kota Rondine.
116
Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117
Chapter 86 : Desa Para Elf.
118
Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119
Chapter 88 : Gunung Asthe.
120
Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121
Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122
Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123
Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124
Referensi Karakter (Fix)
125
Referensi Karakter Ke 2
126
Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127
Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128
Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129
Chapter 96 : Teleportasi.
130
Chapter 97 : Serangan Awal.
131
Chapter 98 : Tepat Waktu.
132
Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140
Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146
Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148
Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149
Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150
Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151
Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152
Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153
Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154
Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155
Chapter 108 : Frustasi.
156
Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157
Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158
Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159
Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160
Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161
Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162
Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163
Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164
Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165
Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166
Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167
Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168
Chapter 120 : Pertolongan.
169
Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170
Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171
Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172
Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173
Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174
Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175
Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176
Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177
Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178
Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179
Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180
Chapter 131 : Persidangan.
181
Chapter 132 : Rafen.
182
Chapter 133 : Hell Mimic.
183
Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184
Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185
Chapter 136 : Penghargaan.
186
Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187
Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188
Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189
Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190
Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191
Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192
Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193
Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194
Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195
Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196
Chapter 146 : Alasan Risu.
197
Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198
Chapter 148 : The Oracle's.
199
Chapter 149 : Cerita Tina.
200
Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201
Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202
Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203
Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204
Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205
Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206
Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207
Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208
Chapter 158 : Ketahuan.
209
Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210
Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211
Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212
Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213
Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214
Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215
Chapter 165 : Vampir.
216
Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217
Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218
Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219
Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220
Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221
Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222
Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223
Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224
Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225
Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226
Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227
Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228
Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229
Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230
Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231
Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232
Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233
Chapter 183 : Rencana Awin.
234
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236
Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!