Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.

2 minggu berlalu sejak Dylan yang menolak pertunangan dengan Putri Vanessa.

Orang tua Dylan sudah membicarakan ini kepada Yang Mulia, dan kedua belah pihak setuju bahwa pertunangan mereka terlalu terburu-buru.

Mendengar kabar itu dari kedua orang tuanya, tentu saja didalam pikirannya dia sangat senang sampai ingin berteriak kegirangan. Meski wajahnya tetap tanpa ekspresi.

Dengan ini Death Flag dan Pengkhianatan yang akan di alami kedepannya berhasil dia hindari, sekarang dia bersiap untuk mengatasi Death Flag yang selanjutnya.

Di Kamar pribadi Dylan.

Saat ini Dylan sedang melakukan sejenis eksperimen dengan tanaman yang dia tanam di kamarnya. Lalu terdengar suara seseorang sedang mengetuk pintu kamarnya.

"Permisi, apa Tuan ada di dalam? Bolehkah saya masuk?".

"Hou.. Masuklah".

Setelah mendapat izin, pelayan itu membuka pintu dan masuk kedalam. Pelayan yang masuk adalah seorang pria muda berambut coklat. Dia memiliki wajah yang sangat tampan dan memancarkan aura seperti seorang kakak laki-laki.

"Selamat pagi, Tuan".

"Selamat pagi juga, Joe-san".

Pemuda yang masuk kedalam kamar Dylan adalah Joehart Isenhart. Dia adalah kepala pelayan yang dipekerjakan di Mansion Arcadia.

"Etto... Maaf tuan Dylan.... Apa yang sedang anda lakukan? Dan kenapa ada banyak pot berisi tanaman di kamar anda?".

"Oh, ini?........ Aku sedang melakukan semacam eksperimen sederhana terhadap beberapa jenis tanaman".

"Eksperimen? Untuk apa?".

"Yah,.... Kau tahu, kan?......... Beberapa tahun belakangan ini wilayah kita, sering dilanda badai dan beberapa kali gagal panen!?....... Akibatnya berdampak pada naiknya harga bahan pokok dan pakan ternak!?........ Untuk bisa memenuhi sandang pangan di wilayah kita!?...... Mau tidak mau kita harus mengimpor dari wilayah lain!?......... Dan tentu saja pajak juga akan ikut naik!? ....... Jadi,....... aku berpikir harus melakukan sesuatu agar, pajak dan bahan pokok bisa kembali normal!?....... Makanya sekarang aku sedang mencari solusinya".

"Begitu ya, aku paham".

Dylan menjelaskan apa maksud dari eksperimen nya tersebut terhadap Joehart. Dan dia menyimak nya dengan seksama.

"....... Lalu, Joe-san!?....... Ada urusan apa sampai datang ke kamarku!?........ Pasti ada sesuatu yang penting?".

"Oh, tidak ada!? Hanya saja aku khawatir, kenapa anda tidak keluar kamar".

"Hou.. ".

"Dan juga kebetulan, hari ini saya sedang libur".

"........Libur, ya?".

Dylan berpikir sejenak setelah mendengar alasan Joehart ada disini sekarang. Kemudian dia yang tadi sedang menulis sesuatu sambil berjongkok tiba-tiba berhenti dan berdiri lalu berjalan seperti hendak mengambil sesuatu.

"......Karena kau sedang libur!?......Maka, bantu aku".

Menemukan apa yang dia cari, Dylan segera memberikannya ke pada Joehart. Dan Joehart yang menerima itu tampak heran.

"..... Tuan, ini Ubi ungu, kan? Kenapa anda memberikan ini kepada saya?".

"........ Tenang saja,........ Ubi Ungu hasil dari eksperimen........ metode penanaman baru yang sedang aku teliti,....... Makanlah!!".

"Huh?".

Joehart menjadi heran karena tiba-tiba saja, dia diperintah untuk memakan Ubi Ungu itu.

"........ Tak usah khawatir,........ aku sudah membersihkannya dari tanah dan getahnya".

Meski Dylan bilang itu sudah dibersihkan, namun Joehart agak ragu-ragu memakannya terbukti dengan dia yang beberapa kali melihat kearah Dylan yang masih dengan wajah datarnya.

Dan dengan terpaksa, Joehart mengigit dan memakan Ubi Ungu itu. Lalu ekspresi wajahnya berubah bahagia setelah beberapa kali menggigit dan merasakan Ubi itu.

"Tuan, Dylan. Ubi Ungu ini sangat manis".

"........Syukurlah.......kalau begitu".

Mendengar apa yang dikatakan Joehart, Dylan tersenyum tipis dan mulai berpikir dengan tangan kanan memegang dagu.

(Bagus, siapa sangka semuanya sesuai dengan tutorial yang ada didalam game aslinya!? Hehehe.... Dengan begini aku sekarang bisa 2 langkah lebih awal untuk menghindari Death Flag ku.... Hmmmm.... Tapi, bakal masalah kalau aku yang mengelola sendiri..... Aku butuh seseorang yang bisa aku percaya..... Untuk membantu ku dalam pengelolaan dan perencanaan nya........Yosh, kalau begitu.....).

Setelah berpikir sejenak Dylan tahu apa yang harus dia lakukan. Lalu dia kembali melihat Joehart yang sekarang dengan lahapnya memakan Ubi Ungu yang tadi dia berikan.

"Joe-san... ".

Dylan membawa sebuah kotak yang berisi beberapa tanaman, seperti Ubi Ungu, Kentang, Tomat, Selada, dan sayuran yang lain.

".... Bisa ikut aku ke dapur sekarang".

"Huh? Ke dapur? Untuk apa?"

".....Aku butuh kau dan beberapa koki di dapur untuk membantu ku dalam tes pengujian rasa apakah sayuran eksperimen ini memiliki rasa yang sama seperti sayuran pada umumnya... Dan jika seseorang bertanya dari mana aku mendapatkan semua sayuran ini kita tinggal bilang saja "rahasia"".

"Baiklah, lalu aku harus apa?".

"......Kau dan para Koki akan menjadi penguji nya!?...... Sementara aku yang akan memasaknya".

Dalam sekejab mata Joehart tiba-tiba diam mematung alasannya karena dia terkejut saat mendengar bahwa Dylan lah yang akan memasak dan dia dan para Koki disuruh untuk menjadi penguji nya.

"Tuan,..... Anda yang.... Akan memasak?".

"Huh?...... Tentu saja!?.... Memangnya kenapa?".

"Tidak..... Hanya saja.... Sejak kapan.... Anda bisa masak?".

Dylan terdiam sesaat mencoba untuk mencari alasan yang masuk akal.

"...... Soal itu..... Itu juga rahasia".

Dylan memutuskan menjawab semuanya sebagai "rahasia". Karena tidak mungkin dia bilang bahwa itu adalah pengetahuan dari kehidupan yang sebelumnya.

Di mana selain menjadi anak kuliahan dan menjadi atlit Kendo, dia juga bekerja sampingan sebagai Koki paruh waktu di sebuah restoran bintang 5.

Sesampai di Dapur, Joehart meminta izin pada kepala Koki untuk membiarkan Dylan memasak sendiri sayuran yang mereka bawa dan meminta mereka untuk menjadi pengujian rasa.

Mendapatkan izin meski kepala Koki dan semua stafnya khawatir. Dylan segera mengolah sayuran yang dia bawa menjadi berbagai jenis masakan.

Selama Dylan memasak, para Koki dan Joehart terus melihat dan memperhatikan dengan seksama. Bahkan ada beberapa Maid yang mengeluarkan semacam Buku catatan kecil untuk mencatat setiap proses dan cara Dylan dalam mengolah bahan makanan.

Selang beberapa saat, masakan Dylan akhirnya selesai. Dan dia menyuruh mereka untuk mencicipi masakan buatannya.

Ketika masakan itu mereka makan buatan Dylan, tiba-tiba saja mereka menangis. Bukan karena masakan itu tidak enak, tapi karena sebaliknya.

Justru masakan tuan mereka Dylan itu sangat lezat luar biasa. Mereka tidak menyangka bahwa tuan mereka bisa membuat masakan selezat ini.

Melihat para Koki, Maid dan Joehart memakan masakannya dengan lahap membuat Dylan tersenyum, setelah itu dia mulai meminta mereka untuk menjelaskan apa yang mereka rasakan.

Mendapat jawaban yang dia mau, Dylan semakin yakin ini akan menjadi jalannya untuk menghindari salah satu Death Flag yang lainnya.

(----------)

Keesokan Paginya.

Diruang keluarga Mansion Arcadia berkumpul beberapa orang yang sudah duduk di meja.

Yang pertama adalah Kepala keluarga Arcadia saat ini Hyoga van Arcadia.

Yang kedua adalah seorang bendahara keluarga Arcadia Lucas Brinlight.

Dan yang terakhir adalah Dylan van Arcadia putra tunggal Hyoga van Arcadia sekaligus pewaris satu-satunya keluarga Arcadia.

Saat ini masing-masing dari mereka sedang membaca sebuah dokumen yang dibagikan.

Dokumen berisi soal pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan oleh keluarga Arcadia.

Dimulai dari pajak masyarakat, gaji setiap staf pekerja, biaya belanja, dan gaji prajurit.

"......Lucas-san, ini adalah dokumen pengeluaran dan pemasukan bulan ini yang kau susun sendiri, kan?...... Apa ada kesalahan?".

Dylan bertanya pada Lucas selalu bendahara keluarga Arcadia.

"Iya, tidak ada kesalahan sama sekali".

Lucas menjawab pertanyaan Dylan dengan tegas.

"Lucas, sudah melaporkannya padaku kemarin!? Terus? Kenapa kau menanyakan lagi, Dylan!? Apa ada sesuatu yang salah?".

Dylan sempat melirik kearah Lucas yang terkejut sesaat mendengar pertanyaan dari ayahnya.

"... Soal itu tidak ada, ayah? Aku hanya ingin memastikan kalau catatan ini memang benar!?.... Dan juga aku punya alasan lain kenapa aku meminta Ayah dan Lucas-san berkumpul disini".

"Meminta? Untuk apa?".

Dylan kemudian menundukkan kepalanya dan kembali berbicara.

"Aku minta izin agar kalian meminjamkan ku kekuatan kalian".

"Tunggu Dylan, apa maksudmu?".

Sang Ayah heran dengan sikap putranya yang sangat aneh. Sadar Ayahnya dan Lucas keheranan Dylan segera menjelaskan maksudnya.

"Biar aku menjelaskan nya!?...... Sepeti yang kita tahu, beberapa tahun belakangan ini wilayah Arcadia selalu dilanda badai dan juga gagal panen sehingga mempengaruhi sektor perekonomian di wilayah ini!?.... Untuk menangani hal itu aku akhirnya menemukan sebuah solusi!?...... Tapi, aku tidak bisa melakukannya sendiri!?........ Jadi, aku butuh izin sekaligus bantuan baik dari Ayah maupun Lucas-san dalam masalah ini!?..... Dan supaya meyakinkan, akan aku tunjukkan solusi itu!?.... Joe-san, tolong bagikan "itu" kepada mereka".

"Siap!!!".

Joehart memberikan sebuah keranjang yang berisi beberapa Ubi Ungu.

"Dylan ini, kan? Ubi Ungu?".

"Dari mana tuan mendapatkan nya".

"......Darimana aku mendapatkan nya nanti akan aku jelaskan!? Pokoknya baik Ayah maupun Lucas-san mencobanya"

Tanpa pikir panjang lagi, kedua orang itu langsung mengambil dan memakan Ubi Ungu itu.

"Manis".

"Hmmm.... Benar tuan, Ubi ini sangat manis".

Melihat reaksi Ayahnya dan Lucas yang terkesan dengan rasa Ubi itu. Dylan segera menjelaskan.

"Ayah, Lucas-san.... Ubi itu adalah hasil dari sistem pertanian baru yang sekarang aku teliti dan kembangkan".

"Sistem pertanian baru?.... Bisa kau jelaskan pada kami, Dylan".

"..... Memang itu tujuanku!?.... Baiklah, tanpa basa-basi lagi.... Jawabannya adalah.... Ini".

Dylan menunjukkan sebuah botol kaca yang berisi cairan berwarna biru tua.

"Apa itu?".

"..... Ini adalah kunci dari sistem pertanian baru yang aku maksud.... Cairan yang berwarna Biru tua ini aku beri nama..... Blue Mist Essen".

"Apa itu sejenis pupuk? Tuan Dylan".

"...... Bisa dibilang, iya!?..... Dan aku memberi nama metode pertanian ini dengan nama BMF, singkatan dari Bule Mist Farm".

"Dari mana kau mendapatkannya, Dylan?".

"Sesuai dengan namanya Ayah, Lucas-san!?...... Essen ini aku ekstrak dari tanaman liar yang bernama Blue Mist yang tumbuh subur di wilayah kita ini hampir tiap musimnya!?..... Blue Mist memiki kandungan nutrisi yang sangat bagus dan memiliki kandung PH yang sangat tinggi...... Sehingga dapat membantu proses percepatan pertumbuhan tanaman..... Memangkas waktu yang diperlukan..... Sekaligus dapat berfungsi sebagai zat anti hama,.... Karena aromanya yang tidak disukai..... Cukup sekali saja menggunakannya..... Dengan mencampur nya kedalam air siraman..... Sebagai buktinya... Ubi Ungu yang Ayah dan Lucas baru saja makan,.... Bisa dipanen hanya dalam kurun waktu 3 hari saja.... Dimulai dari awal penanaman bibit".

"APA? 3 HARI!!!".

"Dengan metode menanam yang normal, membutuhkan waktu sekitar 2 bulan untuk panen".

Baik Ayahnya dan Lucas tekejut bukan main setelah mendengar penjelasan Dylan.

"..... Jangan terkejut dulu..... Justru itu adalah salah satu faktor.... Dari beberapa kendala yang ada".

"Beberapa kendala?".

Mereka kembali tenang saat Dylan memberi tahu ada kendal pada proses pertanjan yang dia temukan.

"Iya.... Pertama, setiap nutrisi yang dibutuhkan masing-masing tanaman itu berbeda-beda.... Jadi sangat sulit untuk memastikan takaran untuk setiap tanaman..... Kedua, karena proses pertumbuhan yang cepat, sehingga kita tidak bisa melakukannya dalam skala besar...... Ketiga, hasil panen yang memiliki kwalitas bagus akan sangat sulit dipasarkan... Tuan dari wilayah lain akan curiga dengan Arcadia..... Apabila kita memiliki hasil panen yang bagus dan harga jual yang murah..... Dan itu akan menyebabkan terjadinya penyimpangan ekonomi yang sangat nyata antar wilayah....Dan yang terakhir.....".

"Tuan feodal dari wilayah lain akan semakin membenci kita. Dan ada kemungkinan nyawamu akan terancam. Itu yang ingin kau katakan, kan? Dylan".

Hyoga memotong ucapan anaknya. Dan Dylan yang mendengar itu menganggukkan kepalanya.

"Baiklah, kami semua mengerti!?.... Jadi, apa yang bisa kami bantu? tuan Dylan".

Lucas yang antusias segera bertanya pada Dylan apa yang bisa dia kerjakan. Lalu Dylan mulai mengungkapkan tujuan yang sebenarnya.

".... Pertama, aku ingin mempraktikkan metode BMF ini dilahan yang sesungguhnya..... Karena itu aku butuh Lucas-san untuk merancang dari mulai susunan biaya yang diperlukan, lahan yang bisa kita pakai, dan para petani yang mau mencoba metode BMF ini..... Dan tentu saja kita juga akan siapkan biaya ganti rugi, apabila metode BMF ini gagal.... Jika sukses, kita juga harus menjaga agar hasil panen dan pemasaran sekecil mungkin dan terkendali supaya tidak menimbulkan kecurigaan dari wilayah lain..... Apa kau bisa, Lucas-san?".

"Hm... Jika ini bisa membantu mengembalikan pertumbuhan ekonomi wilayah Arcadia.... Tentu saja aku mau".

Lucas tersenyum dan menjawab Dylan dengan penuh percaya diri dan ketegasan.

"Terimakasih Lucas-san.... Apabila kau ada kendala atau ide segera beritahu aku, tanpa ragu".

"Serahkan padaku".

"... Dan untuk Ayah, aku..... "

"Kau ingin menggunakan nama Ayahmu ini sebagai tameng dan penemu metode BMF ini, kan?".

Dylan menganggukkan kepala mendengar kesimpulan Ayahnya.

"Sudah tugas seorang Ayah untuk melindungi anaknya!? .... Dylan, gunakan namaku sebanyak yang kau mau".

"Terima kasih, Ayah dan Lucas-san atas bantuan kalian.... Namun, aku pertegas ini hanya bersifat sementara saja, bukan permanen".

Hasilnya, mereka setuju untuk menggunakan metode BMF yang Dylan temukan.

(---------)

Beberapa minggu kemudian, proyek metode BMF mulai dilakukan.

Dan hasilnya sangat luar biasa.

Dalam waktu singkat wilayah Arcadia berhasil mengembalikan perekonomian mereka dan dengan pengawasan yang sangat ketat, wilayah lain tidak curiga sama sekali dengan perubahan drastis Arcadia.

Kemudian, malam hari di Mansion Arcadia.

Dylan sedang berdiri di balkon sambil membaca hasil laporan metode BMF yang dia terima dari Lucas.

Dia tersenyum melihat hasil laporan yang menyatakan semuanya berjalan lancar.

Kemudian dia menatap langit malam yang indah disinari oleh cahaya bulan yang indah dan angin malam yang sepoi-sepoi.

(Yosh.... Dengan mengembalikan kestabilan ekonomi wilayah Arcadia, aku bisa terhindar dari Death flag yang ke-2..... Nah, sekarang bagaimana caranya agar bisa menhindari 3 Death Flag yang tersisa).

"Dylan!!! Apa kau di balkon, nak?".

Saat Dylan sedang berpikir langkah apa selanjutnya untuk menghindari Death Flag nya, sebuah suara wanita memanggilnya dari belakang.

"Ah, iya bu!? Aku ada disini".

Dylan menjawab panggilan itu sambil berbalik mengarah ke sumber suara yang ternyata memang suara ibunya Pavline van Arcadia bersama sosok anak kecil.

Dari penampilan nya dia memiliki bentuk badan seperti anak perempuan. Namun, Dylan tidak bisa melihatnya karena tertutup oleh kegelapan ruangan.

"Dylan, hari ini keluarga kita kedatangan anggota baru!? Ayo nak, silahkan perkenalkan dirimu".

"Hou..... ".

Meski dari luar terlihat ekspresi Dylan sangat tenang dan datar, tapi didalam kepalanya malah sebaliknya.

(Heh?..... Anggota baru?..... Sek bentar, sek bentar.... Jangan bilang itu....).

Dylan terkejut bukan karena dia sudah tahu siapa anggota yang dimaksud. Tapi, dia terkejut karena cepatnya Death Flag yang selanjutnya berkibar.

Gadis kecil itu segera maju setelah disuruh memperkenalkan dirinya. Saat badannya mulai terlihat dengan jelas saat tersinari cahaya bulan.

Gadis kecil itu memiki paras yang cantik, dengan rambut lurus panjang berwarna merah dan bola mata yang berwarna kuning keemasan. Dia menunjukkan ekspresi yang polos dan canggung.

"Salam kenal,...... Na-namaku adalah Fi-Filaret van Pi-pillos. Mu-mulai hari ini aku.... A-akan jadi bagian..... Ke-keluarga ini.... Mo-mohon bantuannya.... Tu-tuan Dy-dylan"

Dengan badan yang gemetar dan kalimat yang terbata-bata. Gadis kecil itu memperkenalkan dirinya sebagai Filaret van Pillos yang kedepannya akan berganti nama belakang menjadi Filaret van Arcadia.

Salah satu dari 15 karakter wanita yang akan jatuh cinta dengan Reiner fou Stanley, sekaligus adik tiri Dylan van Arcadia.

(Ya elah.... Gini amet nasibku.... Baru saja bisa bernafas lega... Eh, malah muncul Death Flag yang lain).

Sementara Dylan hanya bisa mengeluh didalam pikirannya.

Terpopuler

Comments

liker

liker

ini kenapa ada tambahan bahas Jepang?? gk asik banget taiii! aneh gw bacanya, tema barat tapi dicampur bahas jepang

2024-11-23

2

Rune

Rune

author nya mungkin terinspirasi dari manga my death flag show no Ending,rada ketebak sih

2024-03-03

3

[ O 5 - 8 ] Mr. Rax

[ O 5 - 8 ] Mr. Rax

novelnya bagus tapi kurang rapi dan kata" lumayan tepat walau ada yg salah moga chapter selanjutnya makin baik

2024-02-17

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2 Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3 Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4 Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5 Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9 Chapter 7 : Unique Skill.
10 Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11 Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12 Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17 Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18 Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19 Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20 Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21 Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22 Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23 Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24 Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25 Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26 Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27 Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28 Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31 Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35 Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36 Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39 Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40 Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43 Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44 Chapter 29 : Camping.
45 Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46 Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50 Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51 Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52 Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59 Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61 Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62 Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63 Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64 Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65 Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66 Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67 Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68 Chapter 44 : Penyergapan.
69 Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70 Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79 Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80 Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81 Chapter 51 : Orang Bodoh.
82 Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83 Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84 Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85 Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86 Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87 Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88 Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89 Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90 Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91 Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92 Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93 Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94 Chapter 63 : Festival Akademi.
95 Chapter 64 : Amarah Conrad.
96 Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97 Chapter 66 : "Aku Menolak".
98 Chapter 67 : Monster Panggilan.
99 Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100 Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101 Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102 Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103 Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104 Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105 Chapter 74 : Tugas Resmi.
106 Chapter 75 : Masalah Baru.
107 Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108 Chapter 77 : Badai Laut.
109 Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110 Chapter 79 : Bendera Putih.
111 Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112 Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113 Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114 Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115 Chapter 84 : Kota Rondine.
116 Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117 Chapter 86 : Desa Para Elf.
118 Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119 Chapter 88 : Gunung Asthe.
120 Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121 Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122 Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123 Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124 Referensi Karakter (Fix)
125 Referensi Karakter Ke 2
126 Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127 Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128 Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129 Chapter 96 : Teleportasi.
130 Chapter 97 : Serangan Awal.
131 Chapter 98 : Tepat Waktu.
132 Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140 Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146 Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148 Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149 Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150 Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151 Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152 Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153 Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154 Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155 Chapter 108 : Frustasi.
156 Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157 Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158 Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159 Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160 Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161 Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162 Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163 Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164 Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165 Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166 Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167 Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168 Chapter 120 : Pertolongan.
169 Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170 Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171 Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172 Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173 Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174 Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175 Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176 Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177 Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178 Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179 Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180 Chapter 131 : Persidangan.
181 Chapter 132 : Rafen.
182 Chapter 133 : Hell Mimic.
183 Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184 Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185 Chapter 136 : Penghargaan.
186 Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187 Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188 Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189 Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190 Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191 Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192 Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193 Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194 Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195 Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196 Chapter 146 : Alasan Risu.
197 Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198 Chapter 148 : The Oracle's.
199 Chapter 149 : Cerita Tina.
200 Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201 Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202 Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203 Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204 Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205 Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206 Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207 Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208 Chapter 158 : Ketahuan.
209 Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210 Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211 Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212 Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213 Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214 Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215 Chapter 165 : Vampir.
216 Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217 Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218 Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219 Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220 Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221 Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222 Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223 Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224 Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225 Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226 Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227 Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228 Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229 Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230 Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231 Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232 Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233 Chapter 183 : Rencana Awin.
234 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236 Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.
Episodes

Updated 236 Episodes

1
Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2
Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3
Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4
Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5
Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9
Chapter 7 : Unique Skill.
10
Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11
Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12
Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17
Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18
Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19
Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20
Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21
Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22
Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23
Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24
Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25
Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26
Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27
Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28
Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31
Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35
Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36
Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39
Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40
Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43
Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44
Chapter 29 : Camping.
45
Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46
Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50
Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51
Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52
Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59
Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61
Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62
Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63
Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64
Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65
Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66
Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67
Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68
Chapter 44 : Penyergapan.
69
Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70
Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79
Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80
Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81
Chapter 51 : Orang Bodoh.
82
Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83
Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84
Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85
Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86
Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87
Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88
Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89
Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90
Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91
Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92
Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93
Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94
Chapter 63 : Festival Akademi.
95
Chapter 64 : Amarah Conrad.
96
Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97
Chapter 66 : "Aku Menolak".
98
Chapter 67 : Monster Panggilan.
99
Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100
Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101
Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102
Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103
Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104
Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105
Chapter 74 : Tugas Resmi.
106
Chapter 75 : Masalah Baru.
107
Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108
Chapter 77 : Badai Laut.
109
Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110
Chapter 79 : Bendera Putih.
111
Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112
Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113
Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114
Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115
Chapter 84 : Kota Rondine.
116
Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117
Chapter 86 : Desa Para Elf.
118
Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119
Chapter 88 : Gunung Asthe.
120
Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121
Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122
Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123
Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124
Referensi Karakter (Fix)
125
Referensi Karakter Ke 2
126
Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127
Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128
Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129
Chapter 96 : Teleportasi.
130
Chapter 97 : Serangan Awal.
131
Chapter 98 : Tepat Waktu.
132
Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140
Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146
Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148
Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149
Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150
Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151
Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152
Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153
Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154
Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155
Chapter 108 : Frustasi.
156
Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157
Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158
Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159
Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160
Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161
Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162
Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163
Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164
Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165
Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166
Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167
Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168
Chapter 120 : Pertolongan.
169
Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170
Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171
Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172
Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173
Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174
Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175
Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176
Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177
Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178
Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179
Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180
Chapter 131 : Persidangan.
181
Chapter 132 : Rafen.
182
Chapter 133 : Hell Mimic.
183
Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184
Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185
Chapter 136 : Penghargaan.
186
Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187
Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188
Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189
Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190
Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191
Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192
Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193
Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194
Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195
Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196
Chapter 146 : Alasan Risu.
197
Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198
Chapter 148 : The Oracle's.
199
Chapter 149 : Cerita Tina.
200
Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201
Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202
Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203
Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204
Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205
Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206
Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207
Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208
Chapter 158 : Ketahuan.
209
Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210
Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211
Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212
Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213
Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214
Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215
Chapter 165 : Vampir.
216
Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217
Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218
Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219
Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220
Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221
Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222
Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223
Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224
Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225
Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226
Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227
Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228
Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229
Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230
Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231
Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232
Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233
Chapter 183 : Rencana Awin.
234
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236
Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!