2 minggu berlalu sejak Dylan yang menolak pertunangan dengan Putri Vanessa.
Orang tua Dylan sudah membicarakan ini kepada Yang Mulia, dan kedua belah pihak setuju bahwa pertunangan mereka terlalu terburu-buru.
Mendengar kabar itu dari kedua orang tuanya, tentu saja didalam pikirannya dia sangat senang sampai ingin berteriak kegirangan. Meski wajahnya tetap tanpa ekspresi.
Dengan ini Death Flag dan Pengkhianatan yang akan di alami kedepannya berhasil dia hindari, sekarang dia bersiap untuk mengatasi Death Flag yang selanjutnya.
Di Kamar pribadi Dylan.
Saat ini Dylan sedang melakukan sejenis eksperimen dengan tanaman yang dia tanam di kamarnya. Lalu terdengar suara seseorang sedang mengetuk pintu kamarnya.
"Permisi, apa Tuan ada di dalam? Bolehkah saya masuk?".
"Hou.. Masuklah".
Setelah mendapat izin, pelayan itu membuka pintu dan masuk kedalam. Pelayan yang masuk adalah seorang pria muda berambut coklat. Dia memiliki wajah yang sangat tampan dan memancarkan aura seperti seorang kakak laki-laki.
"Selamat pagi, Tuan".
"Selamat pagi juga, Joe-san".
Pemuda yang masuk kedalam kamar Dylan adalah Joehart Isenhart. Dia adalah kepala pelayan yang dipekerjakan di Mansion Arcadia.
"Etto... Maaf tuan Dylan.... Apa yang sedang anda lakukan? Dan kenapa ada banyak pot berisi tanaman di kamar anda?".
"Oh, ini?........ Aku sedang melakukan semacam eksperimen sederhana terhadap beberapa jenis tanaman".
"Eksperimen? Untuk apa?".
"Yah,.... Kau tahu, kan?......... Beberapa tahun belakangan ini wilayah kita, sering dilanda badai dan beberapa kali gagal panen!?....... Akibatnya berdampak pada naiknya harga bahan pokok dan pakan ternak!?........ Untuk bisa memenuhi sandang pangan di wilayah kita!?...... Mau tidak mau kita harus mengimpor dari wilayah lain!?......... Dan tentu saja pajak juga akan ikut naik!? ....... Jadi,....... aku berpikir harus melakukan sesuatu agar, pajak dan bahan pokok bisa kembali normal!?....... Makanya sekarang aku sedang mencari solusinya".
"Begitu ya, aku paham".
Dylan menjelaskan apa maksud dari eksperimen nya tersebut terhadap Joehart. Dan dia menyimak nya dengan seksama.
"....... Lalu, Joe-san!?....... Ada urusan apa sampai datang ke kamarku!?........ Pasti ada sesuatu yang penting?".
"Oh, tidak ada!? Hanya saja aku khawatir, kenapa anda tidak keluar kamar".
"Hou.. ".
"Dan juga kebetulan, hari ini saya sedang libur".
"........Libur, ya?".
Dylan berpikir sejenak setelah mendengar alasan Joehart ada disini sekarang. Kemudian dia yang tadi sedang menulis sesuatu sambil berjongkok tiba-tiba berhenti dan berdiri lalu berjalan seperti hendak mengambil sesuatu.
"......Karena kau sedang libur!?......Maka, bantu aku".
Menemukan apa yang dia cari, Dylan segera memberikannya ke pada Joehart. Dan Joehart yang menerima itu tampak heran.
"..... Tuan, ini Ubi ungu, kan? Kenapa anda memberikan ini kepada saya?".
"........ Tenang saja,........ Ubi Ungu hasil dari eksperimen........ metode penanaman baru yang sedang aku teliti,....... Makanlah!!".
"Huh?".
Joehart menjadi heran karena tiba-tiba saja, dia diperintah untuk memakan Ubi Ungu itu.
"........ Tak usah khawatir,........ aku sudah membersihkannya dari tanah dan getahnya".
Meski Dylan bilang itu sudah dibersihkan, namun Joehart agak ragu-ragu memakannya terbukti dengan dia yang beberapa kali melihat kearah Dylan yang masih dengan wajah datarnya.
Dan dengan terpaksa, Joehart mengigit dan memakan Ubi Ungu itu. Lalu ekspresi wajahnya berubah bahagia setelah beberapa kali menggigit dan merasakan Ubi itu.
"Tuan, Dylan. Ubi Ungu ini sangat manis".
"........Syukurlah.......kalau begitu".
Mendengar apa yang dikatakan Joehart, Dylan tersenyum tipis dan mulai berpikir dengan tangan kanan memegang dagu.
(Bagus, siapa sangka semuanya sesuai dengan tutorial yang ada didalam game aslinya!? Hehehe.... Dengan begini aku sekarang bisa 2 langkah lebih awal untuk menghindari Death Flag ku.... Hmmmm.... Tapi, bakal masalah kalau aku yang mengelola sendiri..... Aku butuh seseorang yang bisa aku percaya..... Untuk membantu ku dalam pengelolaan dan perencanaan nya........Yosh, kalau begitu.....).
Setelah berpikir sejenak Dylan tahu apa yang harus dia lakukan. Lalu dia kembali melihat Joehart yang sekarang dengan lahapnya memakan Ubi Ungu yang tadi dia berikan.
"Joe-san... ".
Dylan membawa sebuah kotak yang berisi beberapa tanaman, seperti Ubi Ungu, Kentang, Tomat, Selada, dan sayuran yang lain.
".... Bisa ikut aku ke dapur sekarang".
"Huh? Ke dapur? Untuk apa?"
".....Aku butuh kau dan beberapa koki di dapur untuk membantu ku dalam tes pengujian rasa apakah sayuran eksperimen ini memiliki rasa yang sama seperti sayuran pada umumnya... Dan jika seseorang bertanya dari mana aku mendapatkan semua sayuran ini kita tinggal bilang saja "rahasia"".
"Baiklah, lalu aku harus apa?".
"......Kau dan para Koki akan menjadi penguji nya!?...... Sementara aku yang akan memasaknya".
Dalam sekejab mata Joehart tiba-tiba diam mematung alasannya karena dia terkejut saat mendengar bahwa Dylan lah yang akan memasak dan dia dan para Koki disuruh untuk menjadi penguji nya.
"Tuan,..... Anda yang.... Akan memasak?".
"Huh?...... Tentu saja!?.... Memangnya kenapa?".
"Tidak..... Hanya saja.... Sejak kapan.... Anda bisa masak?".
Dylan terdiam sesaat mencoba untuk mencari alasan yang masuk akal.
"...... Soal itu..... Itu juga rahasia".
Dylan memutuskan menjawab semuanya sebagai "rahasia". Karena tidak mungkin dia bilang bahwa itu adalah pengetahuan dari kehidupan yang sebelumnya.
Di mana selain menjadi anak kuliahan dan menjadi atlit Kendo, dia juga bekerja sampingan sebagai Koki paruh waktu di sebuah restoran bintang 5.
Sesampai di Dapur, Joehart meminta izin pada kepala Koki untuk membiarkan Dylan memasak sendiri sayuran yang mereka bawa dan meminta mereka untuk menjadi pengujian rasa.
Mendapatkan izin meski kepala Koki dan semua stafnya khawatir. Dylan segera mengolah sayuran yang dia bawa menjadi berbagai jenis masakan.
Selama Dylan memasak, para Koki dan Joehart terus melihat dan memperhatikan dengan seksama. Bahkan ada beberapa Maid yang mengeluarkan semacam Buku catatan kecil untuk mencatat setiap proses dan cara Dylan dalam mengolah bahan makanan.
Selang beberapa saat, masakan Dylan akhirnya selesai. Dan dia menyuruh mereka untuk mencicipi masakan buatannya.
Ketika masakan itu mereka makan buatan Dylan, tiba-tiba saja mereka menangis. Bukan karena masakan itu tidak enak, tapi karena sebaliknya.
Justru masakan tuan mereka Dylan itu sangat lezat luar biasa. Mereka tidak menyangka bahwa tuan mereka bisa membuat masakan selezat ini.
Melihat para Koki, Maid dan Joehart memakan masakannya dengan lahap membuat Dylan tersenyum, setelah itu dia mulai meminta mereka untuk menjelaskan apa yang mereka rasakan.
Mendapat jawaban yang dia mau, Dylan semakin yakin ini akan menjadi jalannya untuk menghindari salah satu Death Flag yang lainnya.
(----------)
Keesokan Paginya.
Diruang keluarga Mansion Arcadia berkumpul beberapa orang yang sudah duduk di meja.
Yang pertama adalah Kepala keluarga Arcadia saat ini Hyoga van Arcadia.
Yang kedua adalah seorang bendahara keluarga Arcadia Lucas Brinlight.
Dan yang terakhir adalah Dylan van Arcadia putra tunggal Hyoga van Arcadia sekaligus pewaris satu-satunya keluarga Arcadia.
Saat ini masing-masing dari mereka sedang membaca sebuah dokumen yang dibagikan.
Dokumen berisi soal pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan oleh keluarga Arcadia.
Dimulai dari pajak masyarakat, gaji setiap staf pekerja, biaya belanja, dan gaji prajurit.
"......Lucas-san, ini adalah dokumen pengeluaran dan pemasukan bulan ini yang kau susun sendiri, kan?...... Apa ada kesalahan?".
Dylan bertanya pada Lucas selalu bendahara keluarga Arcadia.
"Iya, tidak ada kesalahan sama sekali".
Lucas menjawab pertanyaan Dylan dengan tegas.
"Lucas, sudah melaporkannya padaku kemarin!? Terus? Kenapa kau menanyakan lagi, Dylan!? Apa ada sesuatu yang salah?".
Dylan sempat melirik kearah Lucas yang terkejut sesaat mendengar pertanyaan dari ayahnya.
"... Soal itu tidak ada, ayah? Aku hanya ingin memastikan kalau catatan ini memang benar!?.... Dan juga aku punya alasan lain kenapa aku meminta Ayah dan Lucas-san berkumpul disini".
"Meminta? Untuk apa?".
Dylan kemudian menundukkan kepalanya dan kembali berbicara.
"Aku minta izin agar kalian meminjamkan ku kekuatan kalian".
"Tunggu Dylan, apa maksudmu?".
Sang Ayah heran dengan sikap putranya yang sangat aneh. Sadar Ayahnya dan Lucas keheranan Dylan segera menjelaskan maksudnya.
"Biar aku menjelaskan nya!?...... Sepeti yang kita tahu, beberapa tahun belakangan ini wilayah Arcadia selalu dilanda badai dan juga gagal panen sehingga mempengaruhi sektor perekonomian di wilayah ini!?.... Untuk menangani hal itu aku akhirnya menemukan sebuah solusi!?...... Tapi, aku tidak bisa melakukannya sendiri!?........ Jadi, aku butuh izin sekaligus bantuan baik dari Ayah maupun Lucas-san dalam masalah ini!?..... Dan supaya meyakinkan, akan aku tunjukkan solusi itu!?.... Joe-san, tolong bagikan "itu" kepada mereka".
"Siap!!!".
Joehart memberikan sebuah keranjang yang berisi beberapa Ubi Ungu.
"Dylan ini, kan? Ubi Ungu?".
"Dari mana tuan mendapatkan nya".
"......Darimana aku mendapatkan nya nanti akan aku jelaskan!? Pokoknya baik Ayah maupun Lucas-san mencobanya"
Tanpa pikir panjang lagi, kedua orang itu langsung mengambil dan memakan Ubi Ungu itu.
"Manis".
"Hmmm.... Benar tuan, Ubi ini sangat manis".
Melihat reaksi Ayahnya dan Lucas yang terkesan dengan rasa Ubi itu. Dylan segera menjelaskan.
"Ayah, Lucas-san.... Ubi itu adalah hasil dari sistem pertanian baru yang sekarang aku teliti dan kembangkan".
"Sistem pertanian baru?.... Bisa kau jelaskan pada kami, Dylan".
"..... Memang itu tujuanku!?.... Baiklah, tanpa basa-basi lagi.... Jawabannya adalah.... Ini".
Dylan menunjukkan sebuah botol kaca yang berisi cairan berwarna biru tua.
"Apa itu?".
"..... Ini adalah kunci dari sistem pertanian baru yang aku maksud.... Cairan yang berwarna Biru tua ini aku beri nama..... Blue Mist Essen".
"Apa itu sejenis pupuk? Tuan Dylan".
"...... Bisa dibilang, iya!?..... Dan aku memberi nama metode pertanian ini dengan nama BMF, singkatan dari Bule Mist Farm".
"Dari mana kau mendapatkannya, Dylan?".
"Sesuai dengan namanya Ayah, Lucas-san!?...... Essen ini aku ekstrak dari tanaman liar yang bernama Blue Mist yang tumbuh subur di wilayah kita ini hampir tiap musimnya!?..... Blue Mist memiki kandungan nutrisi yang sangat bagus dan memiliki kandung PH yang sangat tinggi...... Sehingga dapat membantu proses percepatan pertumbuhan tanaman..... Memangkas waktu yang diperlukan..... Sekaligus dapat berfungsi sebagai zat anti hama,.... Karena aromanya yang tidak disukai..... Cukup sekali saja menggunakannya..... Dengan mencampur nya kedalam air siraman..... Sebagai buktinya... Ubi Ungu yang Ayah dan Lucas baru saja makan,.... Bisa dipanen hanya dalam kurun waktu 3 hari saja.... Dimulai dari awal penanaman bibit".
"APA? 3 HARI!!!".
"Dengan metode menanam yang normal, membutuhkan waktu sekitar 2 bulan untuk panen".
Baik Ayahnya dan Lucas tekejut bukan main setelah mendengar penjelasan Dylan.
"..... Jangan terkejut dulu..... Justru itu adalah salah satu faktor.... Dari beberapa kendala yang ada".
"Beberapa kendala?".
Mereka kembali tenang saat Dylan memberi tahu ada kendal pada proses pertanjan yang dia temukan.
"Iya.... Pertama, setiap nutrisi yang dibutuhkan masing-masing tanaman itu berbeda-beda.... Jadi sangat sulit untuk memastikan takaran untuk setiap tanaman..... Kedua, karena proses pertumbuhan yang cepat, sehingga kita tidak bisa melakukannya dalam skala besar...... Ketiga, hasil panen yang memiliki kwalitas bagus akan sangat sulit dipasarkan... Tuan dari wilayah lain akan curiga dengan Arcadia..... Apabila kita memiliki hasil panen yang bagus dan harga jual yang murah..... Dan itu akan menyebabkan terjadinya penyimpangan ekonomi yang sangat nyata antar wilayah....Dan yang terakhir.....".
"Tuan feodal dari wilayah lain akan semakin membenci kita. Dan ada kemungkinan nyawamu akan terancam. Itu yang ingin kau katakan, kan? Dylan".
Hyoga memotong ucapan anaknya. Dan Dylan yang mendengar itu menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, kami semua mengerti!?.... Jadi, apa yang bisa kami bantu? tuan Dylan".
Lucas yang antusias segera bertanya pada Dylan apa yang bisa dia kerjakan. Lalu Dylan mulai mengungkapkan tujuan yang sebenarnya.
".... Pertama, aku ingin mempraktikkan metode BMF ini dilahan yang sesungguhnya..... Karena itu aku butuh Lucas-san untuk merancang dari mulai susunan biaya yang diperlukan, lahan yang bisa kita pakai, dan para petani yang mau mencoba metode BMF ini..... Dan tentu saja kita juga akan siapkan biaya ganti rugi, apabila metode BMF ini gagal.... Jika sukses, kita juga harus menjaga agar hasil panen dan pemasaran sekecil mungkin dan terkendali supaya tidak menimbulkan kecurigaan dari wilayah lain..... Apa kau bisa, Lucas-san?".
"Hm... Jika ini bisa membantu mengembalikan pertumbuhan ekonomi wilayah Arcadia.... Tentu saja aku mau".
Lucas tersenyum dan menjawab Dylan dengan penuh percaya diri dan ketegasan.
"Terimakasih Lucas-san.... Apabila kau ada kendala atau ide segera beritahu aku, tanpa ragu".
"Serahkan padaku".
"... Dan untuk Ayah, aku..... "
"Kau ingin menggunakan nama Ayahmu ini sebagai tameng dan penemu metode BMF ini, kan?".
Dylan menganggukkan kepala mendengar kesimpulan Ayahnya.
"Sudah tugas seorang Ayah untuk melindungi anaknya!? .... Dylan, gunakan namaku sebanyak yang kau mau".
"Terima kasih, Ayah dan Lucas-san atas bantuan kalian.... Namun, aku pertegas ini hanya bersifat sementara saja, bukan permanen".
Hasilnya, mereka setuju untuk menggunakan metode BMF yang Dylan temukan.
(---------)
Beberapa minggu kemudian, proyek metode BMF mulai dilakukan.
Dan hasilnya sangat luar biasa.
Dalam waktu singkat wilayah Arcadia berhasil mengembalikan perekonomian mereka dan dengan pengawasan yang sangat ketat, wilayah lain tidak curiga sama sekali dengan perubahan drastis Arcadia.
Kemudian, malam hari di Mansion Arcadia.
Dylan sedang berdiri di balkon sambil membaca hasil laporan metode BMF yang dia terima dari Lucas.
Dia tersenyum melihat hasil laporan yang menyatakan semuanya berjalan lancar.
Kemudian dia menatap langit malam yang indah disinari oleh cahaya bulan yang indah dan angin malam yang sepoi-sepoi.
(Yosh.... Dengan mengembalikan kestabilan ekonomi wilayah Arcadia, aku bisa terhindar dari Death flag yang ke-2..... Nah, sekarang bagaimana caranya agar bisa menhindari 3 Death Flag yang tersisa).
"Dylan!!! Apa kau di balkon, nak?".
Saat Dylan sedang berpikir langkah apa selanjutnya untuk menghindari Death Flag nya, sebuah suara wanita memanggilnya dari belakang.
"Ah, iya bu!? Aku ada disini".
Dylan menjawab panggilan itu sambil berbalik mengarah ke sumber suara yang ternyata memang suara ibunya Pavline van Arcadia bersama sosok anak kecil.
Dari penampilan nya dia memiliki bentuk badan seperti anak perempuan. Namun, Dylan tidak bisa melihatnya karena tertutup oleh kegelapan ruangan.
"Dylan, hari ini keluarga kita kedatangan anggota baru!? Ayo nak, silahkan perkenalkan dirimu".
"Hou..... ".
Meski dari luar terlihat ekspresi Dylan sangat tenang dan datar, tapi didalam kepalanya malah sebaliknya.
(Heh?..... Anggota baru?..... Sek bentar, sek bentar.... Jangan bilang itu....).
Dylan terkejut bukan karena dia sudah tahu siapa anggota yang dimaksud. Tapi, dia terkejut karena cepatnya Death Flag yang selanjutnya berkibar.
Gadis kecil itu segera maju setelah disuruh memperkenalkan dirinya. Saat badannya mulai terlihat dengan jelas saat tersinari cahaya bulan.
Gadis kecil itu memiki paras yang cantik, dengan rambut lurus panjang berwarna merah dan bola mata yang berwarna kuning keemasan. Dia menunjukkan ekspresi yang polos dan canggung.
"Salam kenal,...... Na-namaku adalah Fi-Filaret van Pi-pillos. Mu-mulai hari ini aku.... A-akan jadi bagian..... Ke-keluarga ini.... Mo-mohon bantuannya.... Tu-tuan Dy-dylan"
Dengan badan yang gemetar dan kalimat yang terbata-bata. Gadis kecil itu memperkenalkan dirinya sebagai Filaret van Pillos yang kedepannya akan berganti nama belakang menjadi Filaret van Arcadia.
Salah satu dari 15 karakter wanita yang akan jatuh cinta dengan Reiner fou Stanley, sekaligus adik tiri Dylan van Arcadia.
(Ya elah.... Gini amet nasibku.... Baru saja bisa bernafas lega... Eh, malah muncul Death Flag yang lain).
Sementara Dylan hanya bisa mengeluh didalam pikirannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 236 Episodes
Comments
liker
ini kenapa ada tambahan bahas Jepang?? gk asik banget taiii! aneh gw bacanya, tema barat tapi dicampur bahas jepang
2024-11-23
2
Rune
author nya mungkin terinspirasi dari manga my death flag show no Ending,rada ketebak sih
2024-03-03
3
[ O 5 - 8 ] Mr. Rax
novelnya bagus tapi kurang rapi dan kata" lumayan tepat walau ada yg salah moga chapter selanjutnya makin baik
2024-02-17
2