Chapter 5 : Hari Yang Tenang.

2 Tahun sudah berlalu.

Di sebuah Hutan perbatasan wilayah Arcadia.

Ada sekelompok Ksatria yang sedang melakukan ekspedisi.

Dari simbol berbentuk seperti burung Elang putih pada Armor mereka, menjelaskan bahwa mereka adalah Ksatria dari wilayah Arcadia.

Saat ini mereka sedang berhadapan dengan beberapa ekor Devil Boar.

Nah, kenapa mereka melawan sejumlah Devil Boar?

Itu karena keluhan dari warga yang tinggal di desa diluar kota pusat Arcadia, bahwa ladang mereka sering dirusak oleh Devil Boar.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa. Para petani jadi gagal panen akibat dari ulah makhluk itu yang memakan tanaman mereka.

"Berpencar, betul formasi dan kepung dia".

Seorang Ksatria yang tampaknya berpangkat

Kapten memberikan perintah pada bawahannya untuk berpencar mengelilingi Devil Boar.

Merasa bawahannya sudah pada posisi siap bertarung. Sang Kapten siap memberikan perintah.

"Baiklah, sekarang mari kita.... ".

Tiba-tiba suara terhenti karena ada seseorang yang memegang pundak kirinya.

".....Kalian mundur lah!? Serahkan saja pada kami".

Saat Kapten Ksatria itu menoleh dia sadar bahwa orang yang menghentikan nya adalah seorang pemuda tampan berambut hitam sedikit acak-acakan, bermata biru tua.

Dia membawa sebuah senjata berupa pedang Katana Jepang berjumlah 2 buah yang dia gantungkan di sebelah pinggang kirinya.

".... Tuan Dylan".

Ya, benar orang yang menghentikan Kapten Ksatria itu adalah Dylan van Arcadia. Putra Earl Arcadia sekaligus atasan mereka.

"Tunggu dulu, Tuan!?.... Ini tugas kami para Ksatria!? Anda tidak perlu repot....".

"Santai saja, Kapten!? Serahkan saja monster ini pada kami. Tidak akan lama, kok".

Tiba-tiba terdengar suara gadis yang ikut berjalan melewati sang Kapten. Gadis itu memiliki wajah yang sangat Cantik dengan lekuk tubuh yang indah dan dada yang berisi.

Memiliki rambut panjang sampai pinggang berwarna merah dan mata yang berwarna kuning keemasan.

Dia membawa sebuah senjata berupa Sabit sebesar 2 meter yang di gantung di punggung nya.

"Heh?..... Tunggu, Nona Filaret juga?".

Benar, Gadis itu adalah Filaret van Pillos yang sekarang berganti nama menjadi Filaret van Arcadia. Adik perempuan tiri Dylan yang lebih muda 5 bulan.

Kedua Kakak beradik itu dengan santainya berjalan menuju ke arah sejumlah Devil Boar yang ada di hadapan mereka.

"..... Jadi, ini Devil Boar yang terus-menerus mengganggu warga Arcadia, ya".

"Warga terus mengeluh soal ladang mereka yang sering di serang.... Untungnya tidak ada korban jiwa".

"Ada korban jiwa maupun tidak, tetap tidak merubah apapun juga".

"Hmm.... Aku setuju, Nii-san!? Jadi, mari kita hajar makhluk ini".

"Karena jumlah mereka ada 6 mari kita bagi sama rata, kau hadapi 3 ekor dan aku lawan 3 ekor".

"Sepakat!!".

Setelah mereka selesai berdiskusi, mereka bersiap untuk bertarung.

"Baiklah,.... MAJU SINI KALIAN!!!!".

Filaret langsung tanpa basa-basi segera berlari menuju kearah 3 ekor Devil Boar yang sudah dia targetkan.

"Yare, yare....Dasar, Fila!? Selalu saja tidak sabaran".

Dylan dengan santai berjalan kearah 3 ekor Devil Boar yang dia targetkan tapi sambil mengeluh karena melihat tindakan Filaret yang langsung menerjang lawannya.

Di sisi lain.

Saat jarak antara Filaret dan para Devil Boar itu berdekatan, tanpa basa-basi dia langsung menggenggam Sabit yang dia bawa dan langsung segera menebas salah satu dari 3 ekor Devil Boar itu.

"Woriariaa...... ".

Dengan kecepatan tinggi Filaret memutarkan badannya sekaligus mengayunkan sabitnya ke arah 2 Devil Boar yang tersisa dan secara otomatis membelah mereka menjadi 2 bagian.

"Fiuh... Ini terlalu mudah".

Filaret bernapas lega sambil memutar-mutar kan Sabitnya.

Sementara itu Dylan dengan santai terus-menerus menghindari setiap serangan dari ketiga ekor Devil Boar. Seolah-olah sedang mempermainkan mereka.

".... Begitu ya!? Bukan hanya cepat, kalian juga memiliki daya serang yang kuat dan koordinasi yang bagus. Sayangnya..... ".

Dylan berhenti menghindar lalu berdiri santai dan memperlihatkan bahwa dia yang sekarang penuh dengan celah.

Dengan insting liarnya ketiga Devil Boar itu secara bersamaan langsung menerjang Dylan.

Saat jarak mereka mulai dekat, dalam gerakan lambat tangan kirinya mulai memegang sarung pedang dan tangan kanannya memegang gagang pedang.

"Phantom Blade".

Dalam sekejap mata Dylan sudah berpindah melewati ketiga Devil Boar itu. Dengan menarik salah satu Katana nya dan menebas ketiga Devil Boar itu dalam sekali ayunan.

Alhasil, ketiga Devil Boar itu langsung berubah menjadi segumpal daging cincang.

"..... Itu masih belum cukup..... Untuk mengalahkan ku".

Dylan melanjutkan kalimatnya yang terpotong tadi sambil meyarungkan pedang Katana nya.

Para Ksatria hanya bisa terdiam sambil terus membelalakkan mata mereka karena kejadian didepan mereka.

Di mana Tuan dan Nona yang harusnya mereka lindungi malah berbalik melindungi mereka dan dengan mudahnya mengalahkan musuh yang sulit mereka lawan.

"..... Sisanya aku serahkan padamu dan para bawahan mu, Kapten".

"Ba-baiklah, tuan".

Dylan mengatakan itu sambil berjalan menuju kudanya dan di ikuti Filaret yang juga berjalan menuju kuda miliknya untuk menunggu.

Sang kapten segera memberikan perintah kepada bawahannya, untuk segera membereskan mayat para Devil Boar itu.

"Ngomong-ngomong, Tuan Dylan dan Nona Filaret itu luar biasa, ya".

"Ya, kau benar!? Mereka masih sangat muda, tapi sudah melampaui kita para Ksatria".

"Tapi, aku penasaran akan beberapa hal?".

"Penasaran?".

"Iya!? Pertama, aku penasaran kenapa Tuan Dylan dan Nona Filaret sebagai bangsawan mau repot-repot ikut bergabung dengan tim Ekspresi!? Kedua, Nona Filaret itu seorang Penyihir, kan? Terus kenapa dia bertarung di garis depan bersama Tuan Dylan dan membawa senjata Sabit?".

Para Ksatria itu sedang membicarakan tentang kehebatan dari Tuan dan Nona mereka, sampai salah satu yang tampak seperti anggota baru dari mereka menanyakan alasan kenapa Tuan dan Nona mereka mau ikut tim Ekspedisi.

"Oh ya, karena kau baru saja bergabung, jadi kau masih belum tahu!? Biar aku ceritakan... ".

Sang, kapten mulai menceritakan awal kenapa Dylan dan Filaret ikut tim Ekspedisi.

Sebenarnya ini adalah hanya keinginan pribadi Dylan untuk ikut tim Ekspedisi, tentu saja hal itu ditolak oleh Ayah dan Ibunya.

Tapi, begitu Dylan menunjukkan kemampuan baik itu sihir atau skill berpedang nya, keduanya mau tidak mau memberikan izin.

Namun, Filaret yang mendengar itu juga ingin sekali ikut bersama Kakaknya dalam tim Ekspedisi dan menunjukkan bakatnya dalam hal sihir.

Tapi, tidak seperti Kakaknya meski sudah menunjukkan bakat sihirnya Filaret masih saja tidak diperbolehkan ikut.

Sayangnya gadis itu masih belum menyerah, dia segera meminta izin untuk menunjukkan bakat bertarung nya dengan menggunakan senjata berupa Sabit besar.

Melihat bakat bertarung Filaret yang mumpuni dengan terpaksa Ayah dan Ibunya juga mengizinkannya ikut dalam tim Ekspedisi.

Penyebab Filaret bisa menjadi petarung jarak dekat itu juga karena pengaruh dari Dylan.

Hampir tiap hari Dylan dan Filaret selalu berlatih bersama baik itu latihan sihir, dan latihan fisik. Terkadang mereka juga sering melakukan sparing battle bersama.

Dan kenapa Filaret menggunakan senjata berupa Sabit, itu juga atas saran dari Dylan.

Dylan pernah bilang kalau Filaret unggul dalam serangan jarak jauh tapi lemah dengan serangan jarak pendek.

Untuk menutupi kekurangan tersebut Dylan menyarankan agar dia memiliki sebuah senjata yang mampu membuatnya menjaga jarak dari lawannya.

Awalnya, Filaret memilih Tombak sebagai senjata nya, kemudian berganti menjadi Busur dan terakhir adalah Sabit besar yang dia pakai sekarang.

Ternyata kecocokan Filaret dengan Sabit sangat baik sehingga dia memutuskan untuk lebih baik menggunakan Sabit di pertarungan.

"..... Yah, kurang lebih begitulah ceritanya. Dan saat ditanya kenapa beliau melakukan ini dia menjawab "Aku ingin melatih sekaligus menggunakan kemampuanku, untuk melindungi dan melayani masyarakat Arcadia" itu yang Tuan Dylan ucapkan".

"Bukan hanya itu saja, berkat semua pengetahuan Tuan Dylan, wilayah Arcadia tidak akan jadi lebih baik seperti sekarang".

"Apa maksud kalian?".

"Asal kau tahu saja, semua fasilitas yang ada di kota dan desa seperti air bersih, saluran air, irigasi pertanian, bangun, perpustakaan, taman kota, pasar dan fasilitas yang lain. Itu semua ada berkat ide dan pengetahuan dari Tuan Dylan".

"Wow... ".

"Bukan hanya itu saja, fasilitas militer yang kita miliki sekarang itu juga berkat Tuan Dylan".

"Dan masalah krisis pangan juga berhasil di tangani oleh Tuan Dylan".

"Benar!?.... Aku pikir dari ekspresinya Tuan Dylan adalah orang yang cuek dan tidak pedulian kepada orang-orang disekitarnya!?.... Tapi, dibalik sikapnya yang dingin, sebenarnya dia adalah orang yang sangat baik,..... Bahkan dia juga mendirikan sebuah panti asuhan untuk anak-anak terlantar dan korban budak beserta seluruh fasilitas nya".

Para Ksatria itu terus membicarakan tentang sosok Tuan mereka yang luar biasa, sementara Tuan yang bicarakan sedang duduk di atas kudanya seperti sedang memikirkan sesuatu.

(---------)

Setelah selesai dengan pembasmian Devil Boar, Dylan beserta rombongan kembali ke desa yang melapor untuk memberi tahu bahwa masalahnya sudah selesai.

Sebelum pergi Dylan memastikan apakah ada hal lain yang diperlukan atau ada kerusakan apa saja yang perlu ditangani.

Kepala desa segera memberitahu nya beberapa kerusakan dan beberapa hal lain yang diperlukan.

Dylan berjaji akan mengirimkan seseorang untuk mengecek dan memperbaiki kerusakan serta membawa apa yang diperlukan. Setelah itu mereka segera pergi kembali ke Kota.

Begitu, sampai kota Dylan dan Filaret segera berpisah dengan rombongan Ksatria yang ingin melaporkan tugas pembasmian kali ini kepada Tuan Hyoga.

Tapi, Dylan menyuruh mereka untuk kembali ke Markas dan beristirahat sementara untuk laporannya biar dia dan Filaret yang akan melaporkannya.

Saat ini Dylan dan Filaret sedang berjalan santai di kota, setiap kali melintas penduduk di sana segera memberikan salam hangat kepada keduanya.

Baik Dylan maupun Filaret membalas sapaan orang-orang itu. Bahkan ada ada juga anak kecil yang ikut menyapa mereka.

"Sepertinya reputasi Nii-san, semakin baik tiap harinya".

"Iya..... Haaa... Sial, kenapa ini terjadi?.... Padahal aku hanya ingin tidak mencolok, saja".

"Sudah, sudah disesali pun juga percuma".

".... Aku tahu itu.... Andai Ayah dan Ibu tidak keceplosan.... Semuanya tidak akan seperti ini sekarang.....".

"Ya... Ayah dan Ibu orangnya memang begitu, sih. Jadi, mau bagaimana lagi".

Ada alasan kenapa para penduduk Kota terkhusus nya seluruh penduduk wilayah Arcadia bisa sangat menghormati Dylan adalah karena ulah dari Ayah dan Ibunya.

Dimulai dari Ayahnya yang dengan tidak sengaja membocorkan informasi soal putranya Dylan yang menemukan metode pertanian BMF pada saat penyuluhan kepada para petani di wilayah Arcadia.

Dan Ibunya yang keceplosan soal Dylan yang juga menciptakan beberapa alat Sihir seperti Hairdryer Sihir, Kulkas Sihir, Mesin Cuci Sihir dan masih banyak lagi.

Alasan Dylan membuat alat-alat Sihir itu adalah untuk membantu pekerjaan para pelayanan yang ada di rumahnya.

Berdasarkan pengetahuan dari kehidupan sebelumnya dan pengetahuan Sihir di dunia ini.

Dia menciptakan alat-alat yang ada di dunia yang sebelumnya dan ngganti listrik menjadi batu Sihir sebagai sumber tenaga.

Dylan berencana memasarkan produknya dengan menggunakan nama Ibunya Pavline sebagai penemu.

Namun, seperti Ayahnya Hyoga, Ibunya malah keceplosan dan menyebut nama Dylan sebagai penemu alat-alat.

Rencana Dylan yang melakukan itu bertujuan agar dirinya tidak mencolok malah menjadi berbalik dan membuat dirinya dihormati masyarakat dan itu menyusahkan nya.

Untungnya, pihak Kerajaan belum mendengar apapun soal apa yang terjadi di wilayah Arcadia.

Tapi, Dylan tahu bahwa pihak Kerajaan sudah mulai agak curiga.

(---------)

Setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka tiba di Mansion Arcadia. Begitu masuk mereka segera disambut oleh beberapa pelayan.

"Selamat Malam, Tuan Dylan. Nona Filaret".

"Selamat malam semua".

".... Hm.... Selamat Malam dan.... Kerja bagus... Semua......Ayah dan Ibu ada dimana?".

"Tuan Hyoga dan Nona Pavline sedang ada diruang Keluarga, Tuan Dylan".

"Hm. Baiklah kalau begitu.... Kalian semua boleh istirahat sekarang..... ".

Setelah bertanya dimana Ayah dan Ibunya, Dylan menyuruh seluruh pelayan untuk beristirahat hari ini. Kemudian Dylan dan Filaret segera menuju ruang Keluarga.

Sesampai di Ruang Keluarga, Dylan dan Filaret tanpa izin langsung membuka pintu dan masuk.

"Yo, Dylan, Filaret. Selamat datang".

"Selamat datang, Anak-anak ku tersayang".

Meski kasar, keduanya disambut sangat baik oleh Ayah dan Ibunya. Saat ini mereka sedang duduk berhadapan seperti sedang memainkan sesuatu di meja.

"Haaa.... Ayah dan Ibu main catur lagi, ya?".

"Yah, mau bagaimana lagi, pekerjaan Ayah sudah selesai dan sekarang ini punya waktu luang".

Permainan Catur sebenarnya tidak ada di dunia ini. Lalu bagaimana bisa ada?

Jawabannya adalah Dylan yang memperkenalkannya.

Awalnya Dylan merasa bosan dengan rutinitas yang dia jalani. Tapi, karena tidak ada hiburan seperti Televisi, manga dan Anime seperti di dunia sebelumnya.

Maka dia berinisiatif untuk membuat beberapa permainan yang setidaknya dapat menghiburnya.

Jadi dibuatlah beberapa permainan yang dia contoh dari kehidupan sebelumnya.

Dan salah satunya adalah permainan Catur ini. Karena rasa penasaran orang-orang yang ada disekitarnya, Dylan mengajarkan cara memainkan dan aturan permainannya.

Siapa sangka dalam waktu singkat, Catur menjadi salah satu beberapa permainan yang Dylan ciptakan, mulai digemari oleh semua orang di Mansion dan bahkan semua orang di wilayah Arcadia.

Baik Pria maupun Wanita, Orang tua, bahkan anak-anak juga ikut memainkan permainan ini.

"Lalu Ibu bagaimana?".

"Aku sudah serahkan sisa pekerjaan ku pada yang lainnya!? Terus kenapa kalian berdua ada disini?".

"Aku dan Nii-san, ingin melaporkan hasil dari Ekspedisi kami".

"Kita bahas itu besok, malam ini kalian istirahat saja".

".... Kalau begitu, aku dan Fila undur diri dulu. Selamat Malam".

"Selamat Malam".

Mereka segera berbalik dan berniat kembali ke kamar mereka masing-masing.

"Oh ya, aku hampir lupa!?.... Dylan, hari ini kau mendapatkan sebuah surat".

"Huh?.... ".

Dylan segera menghentikan langkahnya menunjukkan ekspresi jijik saat mendengar kabar itu dari Ayahnya.

"Surat?.......Jangan bilang itu dari?".

"Ya, seperti yang biasanya".

Mengkonfirmasi itu dari ayahnya Dylan segera mengangkat wajahnya keatas dan menyentuh kepalanya seolah-olah sedang menahan rasa pusing.

"Haaaaa........Lagi-lagi si gadis bego itu!?...... Apa dia segitu bodohnya sampai tidak mengerti arti kata "berhenti"".

"Hei, Nii-san..... Jujur saja aku agak penasaran!? Siapa "gadis bego" Yang di maksud Nii-san, tadi?".

Filaret yang penasaran itu segera bertanya ke Dylan soal siapa orang yang dimaksud.

Tapi, entah mengapa dia memberikan tatapan mata yang sangat kosong, nada bicaranya yang dingin dan mengeluarkan Aura yang sedikit mengintimidasi sambil tersenyum menakutkan.

Semua orang yang ada di ruangan itu termasuk Ayah dan Ibu mereka menggigil ketakutan saat melihat ekspresi Filaret.

Dan satu-satunya orang yang tidak peka akan hal itu adalah Dylan yang masih tetap dengan ekspresi datarnya.

"......Oh ya, aku belum menceritakan padamu!?..... Orang yang ku maksud adalah Vanessa Sera Ingrid, Putri Ke-2 Raja Ingrid..... 2 tahun yang lalu di sempat menjadi korban penculikan saat liburan ke wilayah Arcadia ini..... Untung nya saat itu aku berhasil menolongnya".

"Nii-san menolong Tuan Putri Kerajaan itu dari para penculik, itu luar biasa!?... Terus kenapa Nii-san terlihat tampak tak menyukai nya? ".

"..... Ah soal itu, biar aku lanjutkan!?..... Yang Mulia yang mendapatkan kabar itu sangat berterima kasih padaku karena sudah menyelamatkan putrinya dan Beliau berniat memberiku sebuah "hadiah" Sebagai ucapan terimakasih".

"Hadiah?".

".... Awalnya aku pikir itu mungkin sebuah item atau mungkin sejumlah uang... Tapi, "hadiah" yang mereka maksud adalah "proposal pertunangan" antara Aku dan Putri Vanessa".

"Heeeee...... ".

Begitu mendengar maksud dari kata "hadiah" yang berarti pertunangan seketika membuat Filaret mengeluarkan aura mengintimidasi yang lebih besar dan menakutkan, bahkan matanya semakin kosong dan senyumannya semakin lebar.

".... Tapi, aku langsung menolak nya mentah-mentah... ".

Mendengar hal itu, aura Filaret langsung kembali tenang.

"Oh, baguslah!? Aku senang mendengar nya".

(..... Kenapa ini anak malah senang, sampai tersenyum bahagia begitu).

Dylan bertanya-tanya kenapa Filaret tampak senang akan hal itu.

"......Yah, pokoknya!? Aku tidak mau membaca atau membalasnya!? Jadi,... Sonia".

"Iya, Tuan".

"..... Bisa kau bakar semua surat itu.... Aku bosan berurusan dengannya".

"Ba-baiklah, Tuan".

(((Dasar kejam))).

Dylan memerintahkan Sonia untuk membakar semua surat yang dikirim Vanessa. Dan mereka menatap Dylan dan berbicara di dalam hati sebagai pria yang kejam.

Tanpa, peduli dengan hal itu Dylan segera pergi menuju kamarnya untuk beristirahat dari rutinitasnya hari ini.

Terpopuler

Comments

SkyBlue206

SkyBlue206

sadis banget bro 😂
normalnya, kalo perlakuan surat keluarga kerajaan kayak gitu bisa dianggap niat berontak ke keluarga kerajaan 🤣

2024-12-18

2

Ardi Provision

Ardi Provision

adik tiri atau adik angkat??
kalau dari penjelasan sebelum nya seharusnya adik angkat

2025-02-02

1

Erwinsyah

Erwinsyah

nona? seharusnya di panggil nyonya dong🤔

2024-04-26

3

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2 Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3 Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4 Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5 Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9 Chapter 7 : Unique Skill.
10 Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11 Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12 Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17 Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18 Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19 Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20 Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21 Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22 Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23 Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24 Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25 Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26 Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27 Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28 Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31 Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35 Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36 Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39 Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40 Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43 Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44 Chapter 29 : Camping.
45 Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46 Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50 Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51 Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52 Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59 Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61 Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62 Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63 Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64 Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65 Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66 Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67 Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68 Chapter 44 : Penyergapan.
69 Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70 Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79 Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80 Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81 Chapter 51 : Orang Bodoh.
82 Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83 Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84 Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85 Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86 Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87 Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88 Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89 Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90 Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91 Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92 Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93 Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94 Chapter 63 : Festival Akademi.
95 Chapter 64 : Amarah Conrad.
96 Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97 Chapter 66 : "Aku Menolak".
98 Chapter 67 : Monster Panggilan.
99 Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100 Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101 Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102 Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103 Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104 Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105 Chapter 74 : Tugas Resmi.
106 Chapter 75 : Masalah Baru.
107 Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108 Chapter 77 : Badai Laut.
109 Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110 Chapter 79 : Bendera Putih.
111 Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112 Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113 Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114 Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115 Chapter 84 : Kota Rondine.
116 Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117 Chapter 86 : Desa Para Elf.
118 Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119 Chapter 88 : Gunung Asthe.
120 Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121 Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122 Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123 Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124 Referensi Karakter (Fix)
125 Referensi Karakter Ke 2
126 Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127 Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128 Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129 Chapter 96 : Teleportasi.
130 Chapter 97 : Serangan Awal.
131 Chapter 98 : Tepat Waktu.
132 Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140 Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146 Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148 Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149 Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150 Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151 Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152 Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153 Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154 Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155 Chapter 108 : Frustasi.
156 Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157 Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158 Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159 Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160 Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161 Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162 Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163 Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164 Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165 Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166 Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167 Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168 Chapter 120 : Pertolongan.
169 Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170 Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171 Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172 Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173 Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174 Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175 Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176 Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177 Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178 Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179 Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180 Chapter 131 : Persidangan.
181 Chapter 132 : Rafen.
182 Chapter 133 : Hell Mimic.
183 Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184 Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185 Chapter 136 : Penghargaan.
186 Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187 Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188 Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189 Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190 Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191 Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192 Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193 Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194 Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195 Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196 Chapter 146 : Alasan Risu.
197 Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198 Chapter 148 : The Oracle's.
199 Chapter 149 : Cerita Tina.
200 Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201 Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202 Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203 Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204 Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205 Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206 Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207 Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208 Chapter 158 : Ketahuan.
209 Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210 Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211 Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212 Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213 Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214 Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215 Chapter 165 : Vampir.
216 Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217 Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218 Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219 Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220 Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221 Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222 Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223 Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224 Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225 Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226 Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227 Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228 Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229 Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230 Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231 Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232 Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233 Chapter 183 : Rencana Awin.
234 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236 Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.
Episodes

Updated 236 Episodes

1
Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2
Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3
Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4
Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5
Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9
Chapter 7 : Unique Skill.
10
Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11
Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12
Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17
Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18
Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19
Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20
Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21
Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22
Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23
Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24
Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25
Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26
Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27
Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28
Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31
Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35
Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36
Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39
Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40
Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43
Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44
Chapter 29 : Camping.
45
Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46
Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50
Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51
Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52
Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59
Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61
Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62
Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63
Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64
Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65
Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66
Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67
Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68
Chapter 44 : Penyergapan.
69
Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70
Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79
Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80
Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81
Chapter 51 : Orang Bodoh.
82
Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83
Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84
Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85
Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86
Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87
Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88
Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89
Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90
Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91
Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92
Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93
Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94
Chapter 63 : Festival Akademi.
95
Chapter 64 : Amarah Conrad.
96
Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97
Chapter 66 : "Aku Menolak".
98
Chapter 67 : Monster Panggilan.
99
Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100
Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101
Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102
Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103
Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104
Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105
Chapter 74 : Tugas Resmi.
106
Chapter 75 : Masalah Baru.
107
Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108
Chapter 77 : Badai Laut.
109
Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110
Chapter 79 : Bendera Putih.
111
Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112
Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113
Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114
Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115
Chapter 84 : Kota Rondine.
116
Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117
Chapter 86 : Desa Para Elf.
118
Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119
Chapter 88 : Gunung Asthe.
120
Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121
Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122
Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123
Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124
Referensi Karakter (Fix)
125
Referensi Karakter Ke 2
126
Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127
Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128
Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129
Chapter 96 : Teleportasi.
130
Chapter 97 : Serangan Awal.
131
Chapter 98 : Tepat Waktu.
132
Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140
Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146
Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148
Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149
Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150
Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151
Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152
Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153
Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154
Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155
Chapter 108 : Frustasi.
156
Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157
Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158
Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159
Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160
Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161
Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162
Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163
Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164
Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165
Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166
Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167
Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168
Chapter 120 : Pertolongan.
169
Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170
Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171
Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172
Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173
Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174
Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175
Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176
Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177
Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178
Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179
Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180
Chapter 131 : Persidangan.
181
Chapter 132 : Rafen.
182
Chapter 133 : Hell Mimic.
183
Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184
Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185
Chapter 136 : Penghargaan.
186
Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187
Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188
Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189
Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190
Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191
Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192
Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193
Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194
Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195
Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196
Chapter 146 : Alasan Risu.
197
Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198
Chapter 148 : The Oracle's.
199
Chapter 149 : Cerita Tina.
200
Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201
Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202
Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203
Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204
Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205
Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206
Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207
Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208
Chapter 158 : Ketahuan.
209
Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210
Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211
Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212
Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213
Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214
Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215
Chapter 165 : Vampir.
216
Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217
Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218
Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219
Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220
Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221
Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222
Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223
Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224
Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225
Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226
Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227
Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228
Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229
Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230
Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231
Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232
Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233
Chapter 183 : Rencana Awin.
234
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236
Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!