Chapter 9 : Monster Panik part 1.

Di dalam game.

Insiden Monster Panik terjadi sebelum event dalam game dimulai. Memang tidak ditampilkan, tapi insiden itu di ceritakan saat dimana Dylan bertarung satu lawan satu dengan Pahlawan dan party nya.

Dimana kejadian itu terjadi saat pertengahan musim panas. Saat itu di kota Linic pusat wilayah Arcadia sedang diadakan festival panen.

Para warga dan para ksatria semuanya tenggelam dalam hiruk pikuk kemeriahan Festival sehingga tidak banyak ksatria yang berjaga di dinding kota.

Akibatnya, saat insiden itu terjadi banyak warga yang tidak bisa mengungsi dan berakhir menjadi korban dalam insiden itu. Termasuk kedua orang tua Dylan yang menjadi korban.

Nah, alasan kenapa Dylan memiliki dendam kesumat terhadap pihak Kerajaan adalah karena Pihak Kerajaan tidak mau melakukan penyelidikan tentang insiden ini.

Mereka bahkan bertindak seolah-olah tidak terjadi apapun.

(Yah begitulah, alur cerita di gamenya.... Sekarang aku harus bagaimana?).

Saat ini, Dylan sedang berjalan-jalan bersama dengan Keluarganya menikmati festival.

"Dy-chan, kau kenapa? Apa kau tidak enak badan?".

"... Ah.... Tidak.... Aku baik-baik saja, ibu".

"Hmmm.... Soalnya kau terus diam menatap sandwich itu".

"... Aku hanya sedang... Ya memikirkan sesuatu yang rumit".

Kemudian, Dylan mulai merasakan hawa dingin di sekitarnya. Tak butuh waktu lama baginya untuk tahu dimana sumbernya. Yang tidak lain adalah Filaret yang sekarang menatapnya dengan mata kosong dan ekspresi yang curiga.

"Nii-san.... Sesuatu yang kau maksud ini.... Bukan si Onee-san cantik penjual sandwich tadi, kan?".

"Huh? Kau ini ngomong apa, Fira?.... Tentu saja bukan".

"Terus apa, dong?".

(Soal serangan monster yang akan terjadi segera. Tapi, mana mungkin aku memberitahunya. Nanti aku dianggap gila).

"..... Bukan seseuatu yang penting".

"Hmmm.....".

Filaret mengembangkan pipinya sebagai tanda dia tidak puas dengan jawaban dari Dylan.

"Sudahlah, kalian berdua jangan berkelahi. Kita disini untuk menikmati festival dan liburan bersama. Dylan, ayah tahu kau tidak suka keramaian. Tapi, kali ini tolong ikutlah kami".

"Baiklah, Ayah. Kali ini aku ngalah aja deh".

"Haaa.... Kenapa aku merasa ada perasaan tidak tulus dalam ucapan mu itu".

Kemudian mereka berempat kembali berjalan-jalan menikmati festival yang sangat meriah.

Tampak raut wajah senang ditunjukkan oleh Pavline, Hyoga, dan Filaret. Terkadang mereka mampir ke berbagai kios untuk membeli makanan dan minuman. Dan tentu saja mereka juga mampir ke kios yang menjual aksesoris.

Meski terlihat menikmati festival bersama keluarga. Pikiran Dylan tidak benar-benar menikmati ini semua.

Alasannya, karena dia tahu dalam kurun waktu beberapa saat lagi semua senyum ceria ini akan berubah menjadi tangisan yang menyedihkan.

Saat mereka berniat untuk memasuki toko barbeque yang sudah menjadi langganan mereka. Meski festival berlangsung banyak toko yang masih buka dan salah satunya adalah Toko barbeque ini.

Ketika mereka melangkah masuk, Hyoga sadar bahwa Dylan hanya diam di tempat sambil melihat jam saku yang dia bawa.

"Dylan, ada apa nak?".

Ditanya oleh ayahnya, Dylan segera memasukkan jam sakunya dan mulai berbicara.

"Ayah, aku mau ke kamar mandi umum dulu. Nanti aku susul kalian".

"Oh, baiklah".

Meski agak curiga Hyoga mengizinkan putra nya untuk pergi. Tapi, saat Dylan berbalik badan dia kembali berbicara.

"Oh, ya Ayah. Kondisi hutan akhir-akhir ini.... Aku ingin Ayah, Ibu, dan Fira.... "Pergi" sejauh mungkin jika situasinya berubah "gawat"... Pikirkan "keselamatan" kalian. Soal diriku.... Aku akan "bertahan" selama mungkin".

"Hei, Dylan kau ini ngomong apa?".

Dylan segera melangkah pergi meninggalkan Hyoga yang masih dipenuhi dengan tanda tanya di kepalanya.

"Anak itu kenapa, sih? Yah, saat kembali akan aku tanya dia".

Hyoga memutuskan untuk bertanya pada Dylan nanti dan melangkah masuk kedalam toko menyusul Pavline dan Filaret yang sudah masuk terlebih dahulu.

(----------)

Dylan tidak pergi untuk mencari kamar mandi. Melainkan dia berjalan keluar dari kota Linic.

Saat dia sudah agak menjauh dari gerbang kota. Dylan mengangkat wajahnya dan menatap langit yang cerah lalu memejamkan kedua matanya.

"Akhirnya, aku bisa sampai pada hari ini tanpa memberitahu siapapun".

Beberapa kali menghembuskan nafas, Dylan menundukkan kepalanya, mengambil kedua pedang katana nya dari item box, menaruhnya dipinggang dan mulai berjongkok.

Lalu salah satu tangannya menyentuh tanah. Dan dia kembali memejamkan matanya.

(Mungkin seharusnya, aku memberitahu yang lain........ Dengan begitu, aku mungkin bisa membawa semua orang pergi dari sini...... Aku bisa mengatasi bahaya dengan bekerja sama dengan Ayah dan yang lainnya....... Tapi, aku tidak bisa membiarkan orang lain terluka...... Mereka bukan hanya sekedar Karakter Mob dalam game..... Mereka itu nyata..... Mereka itu hidup.... Dan jika harus ada yang mati...... Maka, biar aku saja yang mati..... Karena aku adalah seorang karakter "penjahat".... Dan "penjahat" selalu mati sendirian).

Lalu, Dylan mengaktifkan sihir elemen yang dia dapat setelah mengalahkan Naga Fafnir dan menciptakan sebuah parit berukuran besar dan dalam.

Tidak lupa dia juga menutup Gebang akses masuk kota dengan sihir tanah.

Selesai dengan itu, Dylan duduk bersila di tanah dan menatap lurus ke depan nya.

"2 tahun lama nya sejak aku bereinkarnasi sebagai Dylan..... Dan selama itu juga aku terus memikirkannya...... Hasil yang aku dapat adalah..... Baik itu kehidupan ku yang dulu..... Maupun yang sekarang..... Aku.... Sama sekali tidak berubah".

Bersamaan dengan itu, sebuah ledakan terjadi di dalam hutan yang tepat di depan Dylan. Selang beberapa saat segerombolan monster mulai berlari kearahnya.

(-----------)

"HM?".

Di dalam kota Linic.

Filaret yang sedang memakan daging barbeque nya tiba-tiba terkejut akan seseuatu. Tentu saja, hal itu membuat Pavline yang duduk di depannya ikut terkejut.

"Fi-chan, kau kenapa?".

"Aaa... Tidak apa-apa ibu".

"Hmmm... Begitu ya... Oh ya, Hyoga. Dy-chan kemana? Katanya hanya ke kamar mandi, tapi kenapa lama sekali?".

"Pavline, hari ini sedang festival. Ada banyak orang yang sedang antri untuk menggunakan kamar mandi. Dylan pasti juga ikut antri, jadi wajar kalau agak lama. Jangan khawatir".

"Iya, Bu. Lagian Nii-san itu bukan anak kecil lagi".

"Kalian benar. Aku terlalu khawatir".

Setalah meyakinkan Pavline, mereka bertiga kembali menyantap daging barbeque yang ada didepan mereka.

Tapi tetap saja, pikiran Filaret terus kebingungan dengan apa yang baru saja dia rasakan.

(Tadi, aku merasakan adanya energi sihir yang sangat besar keluar walau cuma sesaat. Dari tipenya, aku bisa tahu kalau itu sihir Nii-san. Tapi, untuk apa dia menggunakan sihir di tempat banyak orang seperti ini?)

Filaret sempat merasakan energi sihir besar yang sama dengan milik Dylan. Alasan kenapa dia bisa tahu adalah karena mereka berdua sering melakukan latihan sihir bersama. Dan Filaret tahu betul bentuk energi sihir yang Dylan miliki begitupun sebaliknya.

Selang beberapa saat, pandangan Filaret teralihkan ke luar jendela. Dia terkejut karena tiba-tiba orang-orang di luar mulai berlarian ke sana kemari dengan sangat panik.

Lalu seorang ksatria menerobos masuk ke toko dan dengan terengah-engah dia mulai berbicara dengan sangat keras.

"SEMUANYA HARAP LARI. SELAMATKAN DIRI KALIAN. ADA STAMPEDE!!!!".

Seketika semua orang mulai panik dan segera bergegas keluar dari toko. Begitupun dengan Hyoga, Pavline dan Filaret.

Meski mengikuti kedua orang tuanya. Filaret sebenarnya tidak begitu mengerti apa itu Stampede.

"Ayah, apa itu Stampede? Dan kenapa semua orang berlarian panik saat mendengar nya?".

"Stampede adalah insiden dimana sekelompok monster dalam jumlah besar datang dan menyerang apapun yang mereka lewati".

Kemudian, seorang ksatria datang menemui mereka.

"Tuan Hyoga!!!".

"Bagus, syukurlah kau ada disini. Maaf sebelumnya, tapi aku minta kau dan para ksatria untuk melakukan evakuasi secepatnya kepada para warga. Pavline pergi dan pimpin para Ksatria, Fira kau juga bantu ibumu".

"Baik, Tuan".

"Serahkan padaku, sayang".

"Tapi, ayah?".

"Tidak ada kata "tapi" Fira. Lakukan saja yang aku perintahkan".

"Bukan itu maksudku, aku cuma ingin tanya. Bagaimana dengan Nii-san?".

"Benar, sayang. Kita tidak tahu Dy-chan ada dimana?"

Hyoga sempat terdiam untuk sesaat setelah mendengar pertanyaan Filaret dan Pavline yang sedang panik. Dengan ekspresi gelap Hyoga menjawab.

"Lalukan saja, apa yang aku perintahkan".

"Tapi, ayah-"

"Hyoga-".

"TIDAK USAH KHAWATIR!!!!...... Dylan itu putra kita dan Kakak laki-laki Fira. Kita bertiga tahu seberapa kuat dirinya. Dia tidak akan mati semudah itu".

""........ Baiklah"".

Meski terpaksa, Pavline dan Filaret harus mengikuti perintah Hyoga. Mereka berdua segera pergi meninggalkan Hyoga yang juga pergi kearah yang berlawanan.

Walau terlihat tegas, di dalam hati kecil Hyoga dia juga sama paniknya dengan Pavline yang khawatir dengan kondisi putra nya.

Namun, dia memilih untuk mengesampingkan perasaan itu dan fokus untuk mengerahkan para ksatria.

(----------)

Hyoga saat ini sedang menumpulkan dan mempersiapkan pasukan ksatria yang ada di kota untuk bersiap menahan serbuan para monster dan memberi waktu bagi warga untuk evakuasi.

Disaat dia sedang memberi pengarahan, seorang ksatria berlari kearahnya.

"Tuan Hyoga!!!".

Mendengar ada yang memanggilnya, Hyoga segera mengalihkan pandangannya dan mulai bertanya pada ksatria yang tampak panik itu.

"Ada apa?".

"Tuan..... Ha... Ha.... Ha... Gerbang kotanya....".

"Ada apa dengan Gerbang nya? Apa para monster itu berhasil masuk ke kota?".

"Bukan itu Tuan".

"Lalu apa?".

"Gerbangnya..... Gerbangnya tertutup oleh dinding batu yang tebal".

"Apa katamu?".

Hyoga sangat terkejut setelah mendengar laporan dari ksatria tadi. Dan tanpa pikir panjang dia segera berlari menuju Gerbang masuk kota.

Sesampainya disana, banyak sekali orang yang panik dan kebingungan dengan apa yang terjadi.

Mengalihkan pandangannya, ada sosok Pavline dan Filaret berdiri, dan Hyoga segera menemui mereka.

"Pavline, kenapa kau disini? Bukannya aku menyuruhmu untuk mengevakuasi warga melalui jalur evakuasi yang ada di pelabuhan?".

"Aku dapat laporan dari para ksatria, makanya aku kesini untuk mengeceknya. Tapi, siapa yang menutup gerbang ini dengan dinding tanah?".

"Aku juga tidak tahu".

Meski kebingungan, Hyoga yang melihat para warga yang panik dan sangat ketakutan tentang situasi yang terjadi. Hyoga juga tahu bahwa membawa para warga pergi dengan kapal juga mustahil. Karena jumlah kapal dan jumlah penduduk tidaklah sebanding.

"TENANGLAH PARA WARGA KOTA LINIC!!! SAMA SEPERTI KALIAN, AKU TIDAK TAHU SIAPA YANG TELAH MELAKUKAN INI. TAPI, INI ADALAH SITUASI YANG MENGUNTUNGKAN KARENA PARA MONSTER ITU TIDAK AKAN BISA MASUK KEDALAM KOTA!!! SEKARANG AKU MINTA KERJASAMA NYA. PERGILAH MENGUNGSI KE SISI PANTAI DAN PELABUHAN. JANGAN LUPA PASTIKAN SEMUA KELUARGA DAN SANAK SAUDARA KALIAN IKUT DAN JANGAN SAMPAI TERPISAH. SEBAGAI TUAN WILAYAH ARCADIA INI AKU PASTI AKAN MENOLONG KALIAN".

Mendengar pidato Hyoga, semua warga mulai terlihat tenang dan mulai mengikuti instruksi yang diberikan para ksatria.

Sementara itu, Filaret diam-diam mendekat ke gerbang dan menyentuh dinding itu dengan tangannya. Sambil memfokuskan kekuatan sihirnya dia berusaha menganalisa dinding batu itu.

Selang beberapa saat dia kembali membuka matanya karena terkejut dengan apa yang dia temukan.

(Tidak salah lagi. Dinding ini terbuat dari sihir Nii-san. Aku tahu karena kami selalu berlatih sihir bersama. Bukan itu saja, aku juga merasakan ada sebuah parit besar tepat di luar dinding ini. Itu juga dibuat dengan sihir Nii-san. Tapi semua itu, sesuatu yang bisa dilakukan dalam waktu singkat. Rasanya seperti Nii-san sudah tahu akan datangnya Stampede ini. Karena itu dia melakukan semuanya sendiri).

"Nii-san. Berapa banyak rahasia yang kau ketahui dan sembunyikan dari kami?".

Dengan ekspresi cemas, Filaret sangat khawatir dan penasaran dengan segala tindakan misterius yang dilakukan Kakak laki-laki nya. Seolah-olah Dylan sudah tahu segalanya.

Di luar dinding.

Tampak segerombolan monster dari berbagai jenis berlari mendekat kearah kota Linic.

Dylan yang merasa jarak mereka mulai dekat, segera berdiri dan menarik kedua pedang katana nya. Bersiap untuk bertarung.

"Akhirnya.... Kalian datang juga..... Haaa... Ya sudahlah, lagian yang harus aku lakukan tetap sama".

Dylan menatap tajam kearah para gerombolan monster itu dan kembali berbicara.

"Meski aku seorang "penjahat".... Tapi, akulah.... YANG AKAN MELINDUNGI KOTA INI!!!".

Dylan berteriak sambil berlari menerjang bahaya seorang diri dengan tekad untuk melindungi kota beserta para penduduk nya.

Terpopuler

Comments

Erwinsyah

Erwinsyah

seharusnya Fila kan bukan Fira?,kan namanya filaret 🥱🤔

2024-04-27

2

Nino Ndut

Nino Ndut

entah bego atau tolol y mcnya..entah knp tindakan yg diambil tuh selalu ngerasa bukan yg terbaik n seharuanya dipilih..n keselnya lg mc selalu bilang klo digame tuh begini begitu..hadehh, itu tuh real hidup loe bego, klo soal game anggap kayak loe dpt bayangan maaa depan aj..

2024-03-07

1

the Amay one

the Amay one

👍🏿👍🏿👍🏿

2023-08-19

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2 Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3 Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4 Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5 Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9 Chapter 7 : Unique Skill.
10 Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11 Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12 Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17 Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18 Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19 Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20 Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21 Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22 Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23 Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24 Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25 Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26 Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27 Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28 Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31 Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35 Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36 Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39 Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40 Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43 Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44 Chapter 29 : Camping.
45 Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46 Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50 Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51 Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52 Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59 Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61 Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62 Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63 Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64 Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65 Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66 Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67 Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68 Chapter 44 : Penyergapan.
69 Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70 Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79 Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80 Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81 Chapter 51 : Orang Bodoh.
82 Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83 Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84 Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85 Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86 Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87 Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88 Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89 Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90 Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91 Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92 Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93 Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94 Chapter 63 : Festival Akademi.
95 Chapter 64 : Amarah Conrad.
96 Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97 Chapter 66 : "Aku Menolak".
98 Chapter 67 : Monster Panggilan.
99 Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100 Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101 Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102 Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103 Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104 Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105 Chapter 74 : Tugas Resmi.
106 Chapter 75 : Masalah Baru.
107 Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108 Chapter 77 : Badai Laut.
109 Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110 Chapter 79 : Bendera Putih.
111 Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112 Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113 Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114 Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115 Chapter 84 : Kota Rondine.
116 Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117 Chapter 86 : Desa Para Elf.
118 Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119 Chapter 88 : Gunung Asthe.
120 Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121 Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122 Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123 Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124 Referensi Karakter (Fix)
125 Referensi Karakter Ke 2
126 Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127 Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128 Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129 Chapter 96 : Teleportasi.
130 Chapter 97 : Serangan Awal.
131 Chapter 98 : Tepat Waktu.
132 Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140 Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146 Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148 Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149 Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150 Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151 Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152 Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153 Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154 Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155 Chapter 108 : Frustasi.
156 Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157 Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158 Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159 Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160 Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161 Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162 Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163 Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164 Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165 Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166 Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167 Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168 Chapter 120 : Pertolongan.
169 Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170 Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171 Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172 Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173 Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174 Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175 Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176 Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177 Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178 Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179 Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180 Chapter 131 : Persidangan.
181 Chapter 132 : Rafen.
182 Chapter 133 : Hell Mimic.
183 Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184 Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185 Chapter 136 : Penghargaan.
186 Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187 Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188 Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189 Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190 Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191 Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192 Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193 Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194 Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195 Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196 Chapter 146 : Alasan Risu.
197 Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198 Chapter 148 : The Oracle's.
199 Chapter 149 : Cerita Tina.
200 Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201 Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202 Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203 Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204 Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205 Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206 Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207 Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208 Chapter 158 : Ketahuan.
209 Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210 Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211 Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212 Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213 Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214 Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215 Chapter 165 : Vampir.
216 Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217 Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218 Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219 Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220 Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221 Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222 Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223 Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224 Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225 Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226 Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227 Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228 Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229 Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230 Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231 Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232 Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233 Chapter 183 : Rencana Awin.
234 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236 Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.
Episodes

Updated 236 Episodes

1
Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2
Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3
Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4
Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5
Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9
Chapter 7 : Unique Skill.
10
Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11
Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12
Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17
Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18
Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19
Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20
Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21
Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22
Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23
Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24
Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25
Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26
Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27
Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28
Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31
Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35
Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36
Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39
Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40
Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43
Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44
Chapter 29 : Camping.
45
Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46
Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50
Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51
Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52
Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59
Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61
Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62
Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63
Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64
Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65
Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66
Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67
Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68
Chapter 44 : Penyergapan.
69
Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70
Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79
Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80
Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81
Chapter 51 : Orang Bodoh.
82
Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83
Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84
Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85
Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86
Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87
Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88
Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89
Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90
Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91
Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92
Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93
Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94
Chapter 63 : Festival Akademi.
95
Chapter 64 : Amarah Conrad.
96
Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97
Chapter 66 : "Aku Menolak".
98
Chapter 67 : Monster Panggilan.
99
Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100
Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101
Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102
Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103
Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104
Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105
Chapter 74 : Tugas Resmi.
106
Chapter 75 : Masalah Baru.
107
Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108
Chapter 77 : Badai Laut.
109
Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110
Chapter 79 : Bendera Putih.
111
Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112
Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113
Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114
Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115
Chapter 84 : Kota Rondine.
116
Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117
Chapter 86 : Desa Para Elf.
118
Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119
Chapter 88 : Gunung Asthe.
120
Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121
Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122
Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123
Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124
Referensi Karakter (Fix)
125
Referensi Karakter Ke 2
126
Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127
Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128
Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129
Chapter 96 : Teleportasi.
130
Chapter 97 : Serangan Awal.
131
Chapter 98 : Tepat Waktu.
132
Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140
Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146
Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148
Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149
Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150
Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151
Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152
Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153
Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154
Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155
Chapter 108 : Frustasi.
156
Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157
Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158
Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159
Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160
Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161
Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162
Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163
Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164
Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165
Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166
Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167
Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168
Chapter 120 : Pertolongan.
169
Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170
Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171
Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172
Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173
Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174
Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175
Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176
Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177
Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178
Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179
Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180
Chapter 131 : Persidangan.
181
Chapter 132 : Rafen.
182
Chapter 133 : Hell Mimic.
183
Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184
Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185
Chapter 136 : Penghargaan.
186
Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187
Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188
Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189
Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190
Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191
Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192
Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193
Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194
Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195
Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196
Chapter 146 : Alasan Risu.
197
Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198
Chapter 148 : The Oracle's.
199
Chapter 149 : Cerita Tina.
200
Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201
Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202
Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203
Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204
Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205
Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206
Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207
Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208
Chapter 158 : Ketahuan.
209
Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210
Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211
Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212
Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213
Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214
Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215
Chapter 165 : Vampir.
216
Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217
Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218
Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219
Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220
Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221
Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222
Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223
Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224
Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225
Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226
Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227
Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228
Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229
Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230
Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231
Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232
Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233
Chapter 183 : Rencana Awin.
234
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236
Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!