Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.

Di reruntuhan bangnunan kuno, seperti sebuah arena di puncak gunung tertinggi benua Antareksia.

Ada pertarungan 16 vs 1 yang sangat intens sedang terjadi.

Meski jumlahnya tidak seimbang, satu orang itu berhasil memukul mundur 15 orang lainnya dengan sangat mudah. Dan menyisakan satu orang untuk dilawan.

Saat keduanya saling membentrokkan kedua pedang terjadi ledakan sihir yang luar biasa. Dari ekspresi jengkel yang di tunjukkan oleh salah satu dari mereka.

Tampak jelas kebencian yang terlihat. Mereka terus beradu pedang tanpa henti sampai akhir nya mereka saling menyilang kan pedang dan mencoba menahan serangan masing-masing.

"Kenapa?...... Kenapa kau melakukan semua ini, Dylan? Kau itu kuat..... Kenapa kau tidak gunakan kekuatanmu untuk membantu orang lain?".

Lawannya yang berambut emas itu manggil pria di depannya Dylan. Dan Dylan pun mulai menjawab pertanyaan dari lawannya itu.

"Membantu orang? Omong kosong macam apa itu, Reiner? Memangnya apa untungnya aku menolong mereka? Dan juga, berhenti berlagak seperti kau mengenalku".

Dylan dan Reiner kembali saling beradu pedang.

"Apa kau tahu Reiner, seberapa bencinya aku kepada mu dan semua orang yang ada di sekitarmu, huh?".

Sambil terus beradu pedang Dylan mengeluarkan semua kebencian yang dia pendam.

"Apa kau tahu rasanya dikhianati? Apa kau tahu rasanya melihat orang tuamu mati didepan matamu? Apa kau tahu rasanya diabaikan saat kau meminta bantuan? Apa kau tahu rasanya...... SAAT KAU KEHILANGAN SEGALANYA!!!!".

Ayunan keras pedang Dylan tidak bisa di tahan lagi oleh Reiner hingga membuatnya mundur ke belakang.

"Jadi, berhentilah bicara omong kosong, Reiner".

Reiner terdiam sesaat, sebelum akhirnya mulai menanggapi ucapan Dylan.

"Benar, aku tidak tahu. Aku juga tidak pernah mengalaminya..... Tapi, yang jelas apapun kondisi..... Kita harus tetap berada di jalan yang benar.... Dan berpegang teguh pada prinsip keadilan maka harapan sekecil apapun pasti akan datang".

"Di situasi seperti ini..... Kau masih saja bicara omong kosong dan memaksakan idealis mu kepadaku".

Dylan yang sudah sangat jengkel segera mengumpulkan energi sihir yang sangat besar di sekitarnya. Lalu dia mulai kembali berbicara.

"Kalau begitu, mari kita buktikan..... Antara "Keadilan dan Harapan" mu itu dengan "Kebencian dan Penderitaan" ku".

"Baiklah, Dylan.... Aku juga tidak ada niatan untuk berhenti dengan idealis ku ini".

Menanggapi Dylan, Reiner segera mengumpulkan Energi sihir di sekitar tubuhnya.

Keduanya sama-sama, memasang kembali teknik bertarung dan menggenggam erat pedangnya. Pandangan mereka hanya fokus untuk melihat yang ada di depannya.

Dan dalam momen yang bersamaan keduanya segera melompat dan saling melancarkan serangan.

""Wooooooooo......"".

Teriakan keduanya menggenggam dengan sangat keras, dan saat itu sebuah cahaya putih yang sangat terang menutupi semuanya.

(-------------)

Setelah beberapa saat cahaya putih itu menghilang, digantikan atap bangunan yang indah.

Ternyata itu semua adalah mimpi yang dialami Dylan saat dia sedang tertidur. Menyadari hal itu hanyalah mimpi, Dylan mencoba bangun dari tidurnya dan duduk.

Tangannya memegang wajahnya, dan dia masih memikirkan mimpi yang baru saja dia alami.

"Kalau tidak salah, itu adalah adegan dimana Dylan melawan Reiner untuk terakhir kalinya. Tapi, kenapa aku memimpikannya sekarang?".

Dylan bertanya-tanya soal mimpinya itu. Di tengah kebingungan akan mimpi nya itu. Ada seseorang yang masuk kedalam kamar Dylan.

Dan saat dia penasaran siapa orangnya, rupanya dia adalah ayahnya, Hyoga.

"Bagaiman kondisimu, Dylan?".

"Yah, lukaku benar-benar sudah pulih. Tapi, rasa sakitnya masih ada..... Ayah sendiri, bagaimana?".

"Seperti yang kau lihat. Aku segar bugar".

"Syukurlah kalau begitu... Aku benar-benar berterimakasih atas kerja keras tim medis".

"Begitu, ya".

Hyoga lalu mengambil sebuah kursi dan mulai duduk sambil menatap Dylan.

"Jadi, Dylan.... Bisa beritahu aku 1 hal".

"Hmmm..".

"Apa kau sebenarnya, sudah tahu akan adanya serbuan monster ini?".

Pertanyaan Hyoga membuat Dylan terdiam untuk sesaat. Sampai akhirnya Dylan mulai membuka mulutnya.

"Iya....... Aku tahu".

"Haaa..... Jadi, begitu ya...... Kenapa kau tidak memberi tahu kami terlebih dahulu? Andai kami tahu soal ini, kita mungkin bisa saja berkerja sama, bukan?".

Sebenarnya, Dylan mengetahui kejadian ini berdasar cerita pada game "Long Life Brave" yang dia mainkan.

Awalnya, dia hanya berencana untuk bisa menghindari Death Flag yang datang. Tapi, sekarang dia melakukan semua ini sendiri bukan karena keinginannya saja.

Melainkan untuk melindungi semuanya.

Alasannya adalah jiwa yang berada di dalam Dylan sudah tidak menganggap semua orang di sekitarnya bukan sekedar NPC saja.

Mereka benar-benar hidup dan nyata.

Kebaikan dan kehangatan yang mereka berikan sudah menyentuh lubuk hatinya. Karena perasaan yang kuat itulah yang sekarang benar-benar merubah tujuan awalnya.

Setelah merenung untuk sesaat, Dylan kembali memberikan alasannya. Sambil menatap kebawah dan mengepal tangannya.

"Jika aku memberitahu yang lain soal serbuan monster. Mungkin saja, ada seseorang yang menjadi korban.... Memikirkan hal itu saja...... Makanya, aku mengambil satu-satunya jalan yaitu untuk bertarung sendiri".

Hyoga terdiam dan tertunduk sesaat setelah mendengar jawaban tak terduga dari putranya dan dia mulai bergumam sendiri.

*Dasar bodoh..... Kenapa kebodohan mu itu sama denganku di masa lalu.....*.

"Hmmm?".

Dylan sedikit heran dan kebingungan tak sengaja mendengar gumaman Ayahnya. Lalu Hyoga kembali menganggakat kepalanya dan menatap Dylan.

"Aku sangat ingin bilang kau "bodoh".... Tapi, berkatmu. Warga kota ini jadi terselamatkan".

"Ayah".

Hyoga memberikan pujian kepada Dylan sambil menunjukkan senyuman yang indah. Dylan sangat terkesan dengan pujian sederhana yang ayahnya berikan.

Lalu, Hyoga berdiri dari duduknya menghampiri Dylan dan memegang pundaknya. Dengan ekspresi wajah sedih yang dia tunjukkan Hyoga kembali berbicara.

"Dengarkan aku, Dylan.... Karena keraguanmu itu, kau bisa mengambil keputusan yang terbaik. Dan kau memutuskan untuk bertarung sendirian.... Mengambil tindakan tanpa ide ataupun rencana yang matang, juga tidak apa.... Tapi, yang jelas. Ayah sangat bersyukur bahwa kau masih hidup, Dylan".

Dylan terdiam dan terkesan di saat yang bersamaan, dia tidak menyangka bahwa ayahnya yang sangat supel dan terkadang semaunya sendiri itu bisa meneteskan air mata.

"Sialan.... Bicara seperti itu seperti bukan gaya ku saja".

Hyoga yang tersadar segera menyeka air matanya. Tapi, dia terhenti saat melihat Dylan juga tertunduk dan meneteskan air mata. Kemudian salah satu tangannya menyentuh kepala putranya itu.

Dylan yang merasa kepalanya di sentuh setega menganggakat kepalanya dan menatap kearah Hyoga.

"Dylan.... Kalau kau merasa apa yang ayah katakan itu salah, pikirkan saja perlahan-lahan.... Untungnya, tidak ada satupun korban.... Kita masih punya banyak waktu. Tentu saja, tidak akan ada yang menyalahkan mu.... Jadi, itu saja untuk hari ini".

Hyoga segera pergi meninggalkan Dylan, tapi sebelum benar-benar pergi. Hyoga menoleh kearah Dylan dan kembali berbicara.

"Oh ya. Kalau badanmu sudah enakan, pergilah keluar dan jalan-jalanlah di kota. Karena kau adalah pahlawan kota dan wilayah ini. Banyak orang yang menunggu mu".

Hyoga segera pergi setelah mengucapkan hal itu kepada Dylan.

Setelah melihat sosok ayahnya pergi, Dylan menundukkan kepalanya lagi dan mulai berpikir tentang dampak apa yang akan terjadi kedepannya setelah apa yang dia lakukan.

(Sekarang, apa yang harus aku lakukan? Ada beberapa alur yang mengejutkan ku? Seperti fakta bahwa Oscar adalah orang yang menjadi dalang kehancuran wilayah Arcadia dan juga kudeta di Kerajaan Rachael. Belum lagi, orang itu adalah alasan kenapa Putri Sylvia bersekutu dengan Dewi Jahat Hella..... Sekarang, Oscar sudah mati.... Wilayah Arcadia terselamatkan, Kudeta Kerajaan Rachael tidak akan terjadi, Dan putri Sylvia tidak akan jatuh ke kedalam kegelapan..... Tapi, Reiner kehilangan mentor yang sangat penting untuk perkembangan karakter nya......... Memang tujuan ku adalah untuk menghindari Death Flag..... Dan karena tindakan yang aku lakukan....... Alurnya pasti sudah berubah drastis........ Dan masa depan tidak bisa aku prediksi).

Dylan lalu menyentuh kepalanya. Dan mulai bertanya kepada dirinya sendiri.

"Apa ada solusi tanpa menimbulkan masalah".

(-------------)

Kastil Raja di Kerajaan Rachael.

Ada sebuah ruangan yang di jaga oleh 2 orang ksatria dengan zirah lengkap. Di dalam ruangan itu ada sosok seorang gadis yang sedang tiduran sambil terus memeluk bantalnya.

Gadis itu memiliki kecantikan yang luar biasa, rambut panjang yang putih bersih dan mata yang berwarna biru berlian. Dadanya cukup berisi dan lekuk tubuhnya sangat pas dengan gaun ramping yang dia pakai.

Nama, gadis itu adalah Sylvia fou Rachael. Putri tunggal Raja William fou Rachael sekaligus salah satu karakter calon "penjahat" di masa depan.

Dari ekspresi wajahnya yang tampak murung dia seperti memikirkan sesuatu. Iya, sesuatu yang baru saja dia alami.

Yaitu sang ayah, Raja Rachael memutuskan untuk mencarikan putrinya seorang tunangan. Namun, karena adanya aturan lama yang mewajibkannya meminta saran kepada orang-orang yang katanya dipilih oleh Dewa Aesir sebagai perwakilannya.

Dan mereka menyebut diri mereka sebagai "The Oracle's".

Tapi, saran mereka sangat mengejutkan. Para "The Oracle's" menyuruh sang Raja untuk memilih pendamping putri adalah salah satu dari anggota 10 ksatria suci.

Sang Raja tentu sangat jelas menolak hal ini. Kenapa? Karena 10 ksatria suci adalah ksatria bawahan dari The Oracle's itu sendiri.

Tak mau kehabisan cara. The Oracle's membuat sebuah saran dimana ke 10 ksatria itu untuk saling bertarung dan siapa yang menang akan menjadi tunangan dan calon Raja selanjutnya.

Sebenarnya, Raja William ingin sekali menolak tawaran itu. Tapi, dari sejak zaman dulu, The Oracle's memiliki suara yang lebih kuat dari pada Raja itu sendiri. Dan dia terpaksa untuk menerima tawaran ini.

Setelah kompetisi itu di adakan siapa sangka yang memenangkan pertandingan itu adalah Oscar Niville Dragonia, seorang ksatria suci yang duduk di kursi ke 9.

Kemudian, pikiran Sylvia kembali memutar memori saat dia makan malam bersama Oscar hanya berdua saja. Melihat Sylvia yang terus merenung, membuat Oscar bertanya.

"Gimana kalau kau senyum sedikit, Nona Sylvia?".

Sylvia hanya diam saja, tidak merespon perkataan Oscar.

"Aku telah memenangkan pertandingan yang diadakan Ayahmu dan para The Oracle's..... Kau sudah tahu apa artinya, kan?..... Aku sudah memenuhi syarat sebagai Raja berdasar penilaian para The Oracle's.... Dan jika aku bisa mengenalkan nama baikku di dalam dan di luar negeri, aku akan menjadi Raja yang seutuhnya".

"Apa yang ingin anda lakukan setelah menjadi Raja?".

Sylvia yang dari tadi terdiam dan belum menyentuh makanannya bertanya tujuan Oscar. Kemudian, Oscar berdiri dan berjalan mendekat ke jendela.

Pandangan melihat kearah jendela melihat apa yang ada diluar sana. Selang beberapa saat dia mulai menjawab pertanyaan Sylvia.

"Seperti yang kau tahu.... Kerajaan ini menjadi besar karena peperangan.... Dan karena itu, aku ingin mengembalikannya kebentuk semulanya".

"Jangan-jangan...... ".

Mendengar perkataan Oscar membuat Sylvia membelalakkan matanya karena dia paham apa yang di maksud Oscar.

".... PARA PRAJURIT DI KERAJAAN INI TIDAK AKAN SEMUDAH ITU DIGERAKKAN, TUAN OSCAR".

Melihat tanggapan Sylvia yang penuh emosi, Oscar hanya memberikan senyuman sinis dengan menaikan salah satu sudut bibirnya.

"Tuan putri..... Apa kau tidak mengerti? Aku bisa menggerakkan prajurit ini dengan izin para The Oracle's.... Dan mereka pasti setuju dengan ide ku ini.... Sementara ayahmu, dia tidak punya pilihan lain selain terpaksa menurut".

Sylvia yang jengkel tidak bisa membalas perkataan Oscar dan hanya bisa mendecitkan gigi belakangnya.

"Yah, memang bagus kalau kita berpikir bahwa kita bisa mensejahterakan negeri tanpa perlu melukai Kerajaan Rachael..... Tapi, lihatlah kenyataan nya".

Pandangan Oscar melihat kearah para warga yang sedang melakukan aktifitas keseharian mereka.

"Meski tidak terlihat dengan mata telanjang.... Cepat atau lambat, rakyat tidak akan puas dengan peraturan perdamaian Raja saat ini.... Dan menganggap Kerajaan Rachael sudah kehilangan taringnya".

"AKU SANGAT PERCAYA PIKIRAN AYAHANDA ITU SUDAH BENAR...! JIKA KITA MELAKUKAN INVASI KE KERAJAAN LAIN TERUS MENERUS SEPERTI SEBELUMNYA.....! LAMBAT LAUN KITALAH YANG TIDAK AKAN BERTAHAN!!!!".

"Lalu, mau jadi apa Kerajaan ini?".

"I-itu.... Karena Kerajaan ini butuh waktu untuk berubah".

Jawaban yang setengah-setengah itu tidak bisa memuaskan Oscar. Dia segera berbalik memunggungi Sylvia dan mulai berbicara.

"Tuan putri... Negeri ini tidak butuh waktu untuk berubah... Rakyat di negeri ini hanya membutuhkan satu alasan.... Dan itu adalah....".

Oscar menoleh kearah Sylvia sambil menunjukkan ekspresi psikopatnya dan tersenyum jahat.

"..... "Untuk membuat banjir darah" ".

Sylvia tersentak dan ketakutan akan ucapan yang keluar dari mulut Oscar.

"Ayahanda, tidak akan pernah membiarkannya".

"Dasar keras kepala..... Apa kau tahu, alasan utama kenapa Ayahmu yang payah itu "masih" menjadi Raja Kerajaan ini?".

Sylvia kembali terdiam dengan ucapan yang keluar dari mulut Oscar. Tahu bahwa Sylvia tidak bisa menjawab pertanyaan, Oscar memberikan penjelasannya.

"Itu karena, Aku dan para The Oracle's masih ada "belas kasihan" dengan kalian.... Jadi, dia tidak akan bisa menghentikan keinginan ku maupun keinginan para The Oracle's".

Kenangan itu berakhir, setelah Oscar meninggalkan Sylvia sendirian dengan kebingungan nya.

Dan sekarang kembali ke Sylvia yang sudah duduk di tempat tidurnya sambil terus bergumam.

"Aku harus bertahan menghadapinya.... Ini juga demi ayahanda".

Lalu terdengar seseorang sedang mengetuk pintu kamarnya. Sylvia berdiri dan berjalan untuk membukakan pintu.

"Ayahanda".

Ternyata orang yang mengetuk pintu itu adalah Raja Kerajaan Rachael sekaligus ayah Sylvia.

Dia menggunakan jubah mewah yang biasa digunakan seorang Raja. Dia pria tua yang punya perawakan yang sangat terlatih namun wajahnya tuanya yang tertutup jenggot menunjukkan kelembutan hatinya.

"Silahkan masuk, Ayahanda".

"Maaf datang tiba-tiba seperti ini".

"Itu bukan masalah, lalu ada keperluan apa Ayahanda sampai kesini untuk menemui ku?".

"Yah ini sesuatu yang sangat penting. Jadi,.... Bagaimana kita bicarakan ini di taman?".

"Baiklah, Ayahanda".

Sylvia dan Raja William berjalan bersama menuju ke taman kastil. Sesampainya di sana merek langsung duduk berhadapan di tempat yang sudah di siapkan oleh para pelayan.

Setelah meminum beberapa teguk teh di cangkir mereka. Sylvia mulai bertanya "sesuatu" yang penting apa yang ingin di sampaikan.

"Ayahanda... Tentang yang ingin Ayahanda beri tahu?"

Raja William menaruh cangkir tehnya dan ekspresi wajahnya berubah menjadi serius.

"Mungkin ini adalah sesuatu yang sulit kau percaya...... Oscar Niville Dragonia.... Sudah Mati".

"Eh?".

Sylvia sangat terkejut bukan main, seluruh badannya seolah-olah membeku, matanya terbelalak.

Semua itu terjadi begitu dia mendapat kabar soal kematian Oscar Niville Dragonia yang katanya terkuat diantara 10 anggota ksatria Suci bawahan The Oracle's.

"T-tuan Oscar....? Bagaimana bisa...?".

"Dengan maksud untuk menaklukan Kerajaan lain. Oscar yang mendapat izin dari para The Oracle's, berencana untuk menundukkan suatu wilayah sebagai basisnya... Namun, dia berhasil dikalahkan oleh putra dari tuan tanah yang mengelola wilayah itu".

"Jadi, Tuan Oscar memang benar-benar sudah.....".

"Iya".

Setelah memastikan apa yang dia dengar, Sylvia semakin terkejut dan tidak menyangka dengan semua ini.

"Tapi, ayahanda.... Ini benar-benar sulit untuk di percaya.... Meski Tuan Oscar duduk di kursi ke 9 dari 10 ksatria suci.... Dia itu yang paling kuat diantara semuanya.... Skill Berserk nya itu tidak ada yang bisa menandingi nya.....".

"Maafkan aku, Sylvia. Karena Ayah tidak mampu melindungi mu".

Entah kenapa tiba-tiba Raja William meminta maaf pada putrinya sambil menundukkan kepalanya. Melihat hal itu Sylvia tidak bisa berkata-kata.

"Karena aturan lama yang menyatakan untuk "mengambil tindakan apapun berdasar titah The Oracle's". Ayah terpaksa setuju, dan mengizinkan Oscar untuk menikahi mu... Sudah sewajarnya jika kau sangat membenci ayah".

"Tidak Ayahanda. Sedikitpun aku tidak pernah membenci Ayahanda".

"Sylvia...".

Raja William berdiri dan berjalan ke arah Sylvia, kemudian memeluknya dengan sangat erat.

"Kau adalah kebanggaan ayah..... Dan masa depan Kerajaan ini ada di pundak mu".

"Ayahanda....".

Sylvia hanya bisa terdiam dan terkesan dengan kasih sayang yang Raja William tunjukkan padanya. Setelah itu Raja William melepas pelukannya dan kembali berbicara.

"Dan sekarang Ayah punya satu hal lagi yang ingin Ayah sampaikan".

Sylvia kebingungan dengan ucapan ayahnya.

"Sebenarnya, ayah tahu bahwa kau ingin melarikan diri dari Oscar..... Karena itu, ayah sudah menyiapkan rencana untukmu agar bisa melarikan diri".

"Eh? Aku baru pertama kali mendengar nya".

"Ini adalah rencana yang ayah buat untuk berkorban.... Jika kau tahu sebelumnya soal rencana ini.... Mungkin kau akan tetap memilih menikahi Oscar demi Ayah".

Sylvia tidak bisa berkata-kata apapun. Lalu Raja William melanjutkan perkataannya.

"Kau masih ingat dengan cerita soal invasi Kerajaan High Montana ke Kerajaan ini 20 tahun yang lalu?".

"Iya tentu aku masih ingat".

"Dulu ada seorang ksatria hebat yang sangat baik beserta pasukannya dari Kerjaan Ingrid yang dengan suka rela membantu Kerajaan Rachael untuk memukul mundur Kerajaan High Montana".

"Ah iya, kalau tidak salah orang itu adalah Pendeta Pedang Es dan Cahaya, Hyoga van Arcadia".

Mendengar putri nya mengingat cerita yang pernah dia ceritakan, membuat Raja William tersenyum.

"Meski Kerjaan kita tidak memiliki hubungan yang baik dengan Kerajaan Ingrid.... Tapi, kita sangat berhubungan baik dengan orang itu. Bahkan sampai sekarang kita sering melakukan kerja sama dan melakukan transaksi perdagangan yang lancar. Singkatnya, kami saling percaya satu sama lain".

Lalu ekspresi wajah Raja William menjadi sangat gelap. Tangannya mengepal dengan sangat keras.

"Tapi, hubungan baik itu akan hancur begitu saja. Karena ulah dari Oscar dan para The Oracle's".

"Eh? Apa maksudnya itu, Ayahanda?".

Tidak paham dengan ucapan ayahanda Sylvia kembali bertanya. Dan dengan terpaksa Raja William menjawab pertanyaan putrinya itu.

"Karena wilayah yang diserang oleh Oscar.... Adalah wilayah Arcadia yang di kelola oleh Hyoga.... Dan orang yang membunuh Oscar adalah putra nya, Dylan van Arcadia".

Mendengar hal itu dari mulut ayahnya, membuat Sylvia terpaku diam.

Meski tidak dijelaskan dengan detail Sylvia tahu akibat apa yang ditimbulkan dari tindakan sewenang-wenang Oscar.

Terpopuler

Comments

™RAWJAR~SAMA

™RAWJAR~SAMA

cukup

2024-04-15

2

the Amay one

the Amay one

👍🏿👍🏿👍🏿

2023-08-19

0

Buang Sengketa

Buang Sengketa

semakin menarik

2023-08-16

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2 Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3 Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4 Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5 Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9 Chapter 7 : Unique Skill.
10 Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11 Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12 Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17 Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18 Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19 Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20 Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21 Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22 Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23 Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24 Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25 Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26 Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27 Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28 Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31 Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35 Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36 Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39 Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40 Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43 Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44 Chapter 29 : Camping.
45 Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46 Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50 Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51 Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52 Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59 Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61 Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62 Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63 Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64 Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65 Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66 Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67 Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68 Chapter 44 : Penyergapan.
69 Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70 Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79 Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80 Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81 Chapter 51 : Orang Bodoh.
82 Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83 Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84 Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85 Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86 Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87 Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88 Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89 Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90 Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91 Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92 Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93 Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94 Chapter 63 : Festival Akademi.
95 Chapter 64 : Amarah Conrad.
96 Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97 Chapter 66 : "Aku Menolak".
98 Chapter 67 : Monster Panggilan.
99 Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100 Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101 Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102 Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103 Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104 Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105 Chapter 74 : Tugas Resmi.
106 Chapter 75 : Masalah Baru.
107 Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108 Chapter 77 : Badai Laut.
109 Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110 Chapter 79 : Bendera Putih.
111 Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112 Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113 Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114 Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115 Chapter 84 : Kota Rondine.
116 Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117 Chapter 86 : Desa Para Elf.
118 Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119 Chapter 88 : Gunung Asthe.
120 Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121 Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122 Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123 Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124 Referensi Karakter (Fix)
125 Referensi Karakter Ke 2
126 Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127 Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128 Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129 Chapter 96 : Teleportasi.
130 Chapter 97 : Serangan Awal.
131 Chapter 98 : Tepat Waktu.
132 Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140 Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146 Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148 Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149 Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150 Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151 Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152 Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153 Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154 Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155 Chapter 108 : Frustasi.
156 Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157 Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158 Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159 Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160 Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161 Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162 Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163 Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164 Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165 Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166 Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167 Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168 Chapter 120 : Pertolongan.
169 Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170 Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171 Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172 Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173 Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174 Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175 Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176 Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177 Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178 Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179 Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180 Chapter 131 : Persidangan.
181 Chapter 132 : Rafen.
182 Chapter 133 : Hell Mimic.
183 Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184 Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185 Chapter 136 : Penghargaan.
186 Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187 Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188 Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189 Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190 Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191 Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192 Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193 Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194 Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195 Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196 Chapter 146 : Alasan Risu.
197 Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198 Chapter 148 : The Oracle's.
199 Chapter 149 : Cerita Tina.
200 Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201 Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202 Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203 Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204 Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205 Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206 Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207 Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208 Chapter 158 : Ketahuan.
209 Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210 Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211 Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212 Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213 Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214 Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215 Chapter 165 : Vampir.
216 Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217 Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218 Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219 Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220 Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221 Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222 Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223 Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224 Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225 Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226 Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227 Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228 Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229 Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230 Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231 Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232 Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233 Chapter 183 : Rencana Awin.
234 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236 Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.
237 Chapter 186 : Dylan vs Para Saudari Kembar Succubus.
Episodes

Updated 237 Episodes

1
Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2
Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3
Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4
Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5
Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9
Chapter 7 : Unique Skill.
10
Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11
Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12
Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17
Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18
Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19
Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20
Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21
Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22
Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23
Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24
Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25
Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26
Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27
Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28
Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31
Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35
Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36
Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39
Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40
Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43
Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44
Chapter 29 : Camping.
45
Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46
Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50
Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51
Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52
Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59
Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61
Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62
Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63
Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64
Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65
Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66
Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67
Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68
Chapter 44 : Penyergapan.
69
Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70
Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79
Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80
Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81
Chapter 51 : Orang Bodoh.
82
Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83
Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84
Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85
Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86
Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87
Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88
Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89
Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90
Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91
Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92
Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93
Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94
Chapter 63 : Festival Akademi.
95
Chapter 64 : Amarah Conrad.
96
Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97
Chapter 66 : "Aku Menolak".
98
Chapter 67 : Monster Panggilan.
99
Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100
Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101
Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102
Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103
Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104
Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105
Chapter 74 : Tugas Resmi.
106
Chapter 75 : Masalah Baru.
107
Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108
Chapter 77 : Badai Laut.
109
Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110
Chapter 79 : Bendera Putih.
111
Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112
Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113
Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114
Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115
Chapter 84 : Kota Rondine.
116
Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117
Chapter 86 : Desa Para Elf.
118
Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119
Chapter 88 : Gunung Asthe.
120
Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121
Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122
Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123
Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124
Referensi Karakter (Fix)
125
Referensi Karakter Ke 2
126
Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127
Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128
Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129
Chapter 96 : Teleportasi.
130
Chapter 97 : Serangan Awal.
131
Chapter 98 : Tepat Waktu.
132
Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140
Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146
Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148
Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149
Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150
Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151
Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152
Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153
Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154
Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155
Chapter 108 : Frustasi.
156
Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157
Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158
Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159
Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160
Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161
Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162
Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163
Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164
Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165
Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166
Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167
Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168
Chapter 120 : Pertolongan.
169
Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170
Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171
Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172
Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173
Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174
Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175
Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176
Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177
Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178
Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179
Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180
Chapter 131 : Persidangan.
181
Chapter 132 : Rafen.
182
Chapter 133 : Hell Mimic.
183
Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184
Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185
Chapter 136 : Penghargaan.
186
Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187
Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188
Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189
Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190
Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191
Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192
Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193
Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194
Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195
Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196
Chapter 146 : Alasan Risu.
197
Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198
Chapter 148 : The Oracle's.
199
Chapter 149 : Cerita Tina.
200
Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201
Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202
Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203
Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204
Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205
Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206
Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207
Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208
Chapter 158 : Ketahuan.
209
Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210
Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211
Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212
Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213
Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214
Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215
Chapter 165 : Vampir.
216
Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217
Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218
Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219
Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220
Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221
Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222
Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223
Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224
Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225
Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226
Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227
Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228
Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229
Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230
Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231
Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232
Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233
Chapter 183 : Rencana Awin.
234
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236
Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.
237
Chapter 186 : Dylan vs Para Saudari Kembar Succubus.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!