Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.

Sementara itu, di dalam Dinding.

Filaret berhasil membopong Hyoga untuk kembali kedalam kota. Tapi, dia tidak membawanya ke base pengungsian.

Melainkan dia menidurkan badan Hyoga di atas trotoar dan kemudian Filaret mulai memfokuskan kekuatan sihir cahayanya untuk menyembuhkan luka Hyoga.

Tapi, sayangnya sekeras apapun dia berusaha pikirannya tetap tidak bisa fokus dan sihir yang dia pakai selalu gagal.

(Ada banyak hal yang tidak aku ketahui... Ini semua membuatku bingung.... Sebenarnya apa yang terjadi? Serangan monster tadi? Lalu pria asing dengan zirah putih?).

Belum sampai di situ saja, Filaret mulai gemetar ketakutan saat melihat kedua tangannya yang berlumuran darah Hyoga.

Tak mau tenggelam dalam ketakutannya, Filaret menggelengkan kepalanya dan mulai fokus untuk mengobati Hyoga dengan sihirnya.

(Aku harus tenang.... Coba ingat lagi, apa yang Nii-san ajarkan padaku sebelumnya...).

Sambil mengobati Hyoga, mengingat kembali memori masa lalu dirinya di bersama Dylan.

Saat itu, Filaret melihat Dylan yang kesakitan sambil terus menggenggam tangannya. Karena penasaran Filaret segera bertanya.

"Nii-san, tanganmu kenapa?".

"Oh, ini hanya memar kecil saja. Bukan masalah besar".

Selang beberapa saat Dylan balik bertanya kepada Filaret.

"Oh, iya Fira... Sihir penyembuh yang diajarkan ibu sebelumnya... Bisa kau gunakan itu?".

"Eh? Tapi, sampai sekarang aku sulit menggunakannya".

"Fira, apa kau tahu "kenapa" kau tidak bisa?".

"Etto... Karena itu terlalu sulit".

"Memang, sihir penyembuh itu sulit. Bahkan bagi kau yang bisa sihir cahaya sekalipun. Aku yakin penyebabnya bukan hanya itu".

Filaret hanya terdiam dan tidak bisa menjawab. Tapi, Dylan segera mengelus kepala Filaret dengan tangan yang satunya dan mulai berbicara.

"Apa kau ingat yang aku katakan saat kita latihan sihir bersama?".

Mendengar itu membuat mata Filaret terbelalak dan natap ke arah Dylan. Dan Dylan melanjutkan apa yang dia katakan.

"Saat kau menggunakan sihir, apapun itu. Semuanya akan berubah tergantung dari perasaan penggunaannya. Semua sihir mengambil perasaan dari baik-buruk nya dari pengguna sihir. Semua orang pasti pernah merasa gelisah. Karena yang percaya diri dengan kemampuannya itu sangat jarang ada. Dan perasaan negatif itulah yang membuatmu tidak mampu".

"I-itu sulit".

"Fira.... Kau itu punya bakat, sisanya hanya soal perasaan saja. Tidak apa-apa. Karena "sihir mu itu sangat hebat".... Jangan ragu lagi, ya. Fira".

Filaret tersentak dan terkesan dengan nasehat yang diberikan Dylan dan itu sangat membekas di hatinya.

"A-aku mengerti".

Kembali ke situasi sekarang.

Akhirnya, sihir penyembuh Filaret mulai keluar dan memancarkan cahaya yang terang.

Perlahan-lahan semua luka di tubuh Hyoga mulai tertutup sempurna seolah-olah tidak pernah ada. Wajah pucat nya mulai berangsur-angsur kembali cerah.

Meski begitu, tidak berhenti mengeluarkan kekuatan sihirnya sambil terus mengingat yang di ajarkan Dylan.

Sampai di satu titik, dia mulai merasa bahwa kakaknya Dylan itu adalah sosok yang misterius.

(Aku merasa, sekarang aku sudah mengerti apa yang Nii-san katakan dulu.... Nii-san tidak hanya mengajarkanku soal sihir.... Tapi, juga cara mempertahankan diri..... Aku selalu berpikir kalau ini aneh..... )

Lalu semua ucapan Dylan kembali terngiang-ngiang di kepalanya.

(Jangan sampai penyihir yang bisa "penyembuh" di ketahui musuh..... Penyihir yang bisa "penyembuh" akan merepotkan dan bisa jadi yang pertama diincar..... Jangan takut untuk mengembangkan statusmu sebagai "Penyihir".... Aku akan ajarkan kau cara untuk melindungi dirimu sendiri.... Jangan gegabah saat bertarung di garis depan.... Terkadang, aku ingin kau memikirkan cara mensupport dari belakang).

Filaret memulai bergumam di dalam pikiran lagi.

(Kebanyakan ilmu yang di ajarkan oleh Nii-san untuk mengatasi pertarungan yang sesungguhnya. Aku tidak mengerti, kenapa Nii-san mengajarkan hal itu kepadaku. Namun, hal itu justru berguna saat ini).

"Nii-san, siapa kau sebenarnya? Dan, apa semua ini hanya kebetulan?".

Filaret terus bertanya dan mencoba mencari jawaban tentang Dylan di dalam hatinya. Sayangnya, sekeras apapun dia mencoba. Filaret tidak pernah menemukan jawabannya.

(---------)

Kembali ke Dylan dan Oscar.

Dylan yang terkejut atas penawaran mendadak Oscar mulai kembali tenang dan mencoba mempertanyakan nya.

"Kenapa kau ingin merekrut ku menjadi bagian dari kalian?".

Oscar yang mendengar pertanyaan Dylan segera menjawabnya.

"Asal kau tahu saja, Dylan... Di Kerajaan Rachael kekuatan adalah segalanya. Karena itu, aku yang notabenenya adalah rakyat biasa bisa menjadi bagian menjadi 10 ksatria suci... Tapi, tentu saja hal itu masih belum memuaskan ku".

Dylan menaikkan salah satu alisnya. Dan Oscar kembali berbicara.

"Saat ini, Raja mengadakan kompetisi. Tentang siapapun diantara 10 ksatria suci yang memiliki prestasi yang paling bagus akan di beri jalan untuk menjadi raja selanjutnya".

"Menjadi Raja selanjutnya lewat sebuah kompetisi.... Kenapa Raja sampai bertindak sejauh itu?".

"Yah, itu karena Raja Rachael tidak punya pewaris dan hanya ada putri Mahkota.... Jadi singkatnya siapapun yang bisa memberikan prestasi yang besar dan memuaskan Raja. Maka ksatria itu akan di nikahkan oleh putri semata wayangnya.... Karena itulah, supaya aku tidak kalah dari sesama ksatria suci yang lain, aku melakukan ini".

"Lalu apa itu?"

Dylan kembali bertanya untuk memastikan sesuatu. Dan Oscar segera tersenyum lebar dan kembali berbicara.

"Aku akan memulai perang dengan Kerajaan Ingrid. Lalu aku akan terus menghancurkan Kerajaan yang ditugaskan kepadaku. Aku bisa mengalahkan ksatria suci yang lain. Dan berkesempatan menjadi Raja.... Karena itu bergabunglah denganku, Dylan... Orang sekuat dirimu setidaknya bisa menjadi penasehat Raja. Karena di Kerajaan Rachael selain sesama ksatria suci, tidak ada yang sepadan saat bertarung dengan ku".

Mendengar semua ucapan Oscar membuat Dylan sekali lagi menunjukkan ekspresi gelap di wajahnya.

"Lalu.... Kalau aku ikut denganmu. Langkah apa yang akan pertama kau ambil?".

"Pertama-tama, akan aku hancurkan kota ini. Lalu-".

"Sudah cukup".

Dylan segera memotong ucapan Oscar. Lalu dengan ekspresi yang menunjukkan kemarahan di wajahnya dia kembali berbicara.

"Aku sudah paham garis besarnya. Dan aku sudah cukup mendengar ocehanmu. Pembicaraan kita sudah selesai".

Dylan kembali memasang kuda-kuda bertarung dan menggenggam kuat pedang katana nya.

Oscar sadar bahwa Dylan baru saja menolak tawaran nya meski itu secara tersirat. Merasa jengkel Oscar mencoba bertanya apa alasan Dylan dengan kukuh menolak tawarannya.

"Apa yang coba kau lindungi? Wilayah ini? Kota ini? Penduduknya? Keluargamu?... Ini bukan tempat untuk orang "kuat" sepertimu Dylan... Apa jangan-jangan, karena gadis itu..... Gadis yang menjadi adik tiri mu itu?".

Dylan tersentak karena secara mengejutkan Oscar tahu bahwa Filaret bukanlah adik kandungnya.

"Bagaimana kau tahu?".

"Meski dia terus memanggilmu Nii-san, aku bisa melihat tidak ada kemiripan diantara kalian berdua, lalu aku juga merasa tidak ada ikatan aura yang kuat diantar kalian".

"Hebat juga kau bisa tahu semudah itu".

Dylan memuji kehebatan Oscar dalam menganalisa soal hubungannya dengan Filaret. Tapi, Oscar salah mengira ucapan Dylan sebagai kiasan dari pembenaran dugaan Oscar yang sebelumnya.

"Jadi, memang karena gadis itu, ya.... Kalau begitu buang saja orang yang tidak berguna sepertinya... Kalau kau ikut denganku, akan aku beri wanita-wanita cantik, sexy, dan mengairahkan sebanyak apapun yang kau inginkan".

"Diam kau".

Dylan kembali mengeluarkan aura menakutkannya dan kembali berbicara.

"Aku tidak akan pernah tunduk atau melayani Raja sepertimu.... Tidak, bukan itu saja, bahkan aku tidak akan tunduk di hadapan Dewa sekalipun".

Rasa jengkel Oscar akhirnya semakin memuncak setelah Dylan secara lantang dan mentah-mentah menolak tawarannya.

Oscar tertunduk diam dengan ekspresi gelap sambil mendecitkan gigi belakangnya. Bersamaan dengan emosinya yang memuncak energi sihirnya juga ikut meluap-luap.

"Begitu, ya. Sayang sekali...... Benar-benar sangat di sayangkan kalau pemuda hebat sepertimu.....".

Dalam sekejap mata Oscar langsung melesat kearah Dylan berniat menyerangnya.

"HARUS TERBUNUH DI TEMPAT INI!!!".

Sebelum Oscar bisa menggapai Dylan. Tiba-tiba sebuah ledakan energi yang besar terjadi, dan sumber itu berasal dari Dylan.

"APA?!!".

Hal itu tentu saja, membuat Oscar terkejut dan berhenti. Dia terkejut dan terkesan dengan energi sihir yang di pancarkan oleh Dylan.

"Jumlah energi sihir itu,..... Kau.... Memang aku sudah mengira, kalau kau punya energi sihir yang sangat besar. Tapi, aku tidak menyangka akan sebesar ini".

Lalu, Oscar seperti menyadari seseuatu.

"Jadi, selama kita berbicara. Kau mengumpulkan energi sihir dan memusatkan pada pedangmu.... Pemuda sepertimu, memang tidak bisa aku biarkan.... Aku jadi semakin ingin sekali membunuhmu".

Mengabaikan kesimpulan Oscar, Dylan memulai memasang kuda-kuda bertarung dan bersiap-siap untuk menyerang.

"Terima ini".

Dalam sekejap mata, Dylan segera melesat dan saat jaraknya dengan Oscar mulai berdekatan, Dylan dengan sangat cepat menganyunkan pedangnya dengan sangat cepat.

"Phantom Blade. Divine Sila".

Ayunan pedang katana yang kuat, cepat, ganas, di selimuti oleh energi sihir yang besar. Tidak bisa ditangkis maupun di tahan oleh Oscar.

Hasilnya, sebuah ledakan yang sangat besar terjadi dan menghempaskan Oscar. Belum sampai di situ saja, ledakan itu juga memberikan luka yang parah dan armor yang dia pakai hancur lebur.

(------------)

Setelah mengeluarkan serangan yang sangat luar biasa itu, bukan berarti fisiknya tidak terkena dampaknya.

Perlahan-lahan, Dylan mulai lemas dan hampir terjatuh. Untungnya, Dylan segera menancapkan pedangnya ke tanah untuk menopang badannya.

"Sialan,.....".

Tapi, Dylan belum bisa bernafas lega.

Karena Oscar muncul di balik debu yang berterbangan dan langsung mendaratkan sebuah tendangan yang sangat keras tepat di ulu hati Dylan.

Dylan yang terkejut dan tidak bisa menghindar, mau tidak mau dengan lapang dada menerima serangan itu.

Sangking kuatnya, Dylan sampai berguling-guling beberapa kali dan ketika dia mencoba berdiri mulutnya memuntahkan banyak darah. Sebagai tanda bahwa dia terkena serangan yang telak.

"Ha.... Ha.... Boleh juga kau, ya..... Karena dari segi kecepatan, tidak mampu kau melawanku dengan sihir jarak jauh.... Meski serangan tadi bisa melukaiku.... Jujur saja, aku suka dengan bagian trik licik mu itu".

Lalu, Oscar mulai memperhatikan penampilannya dan seketika panik saat tahu bawah penampilannya yang sekarang sangat berantakan.

"Dasar Bocah tengik! Bisa-bisanya kau melakukan ini kepadaku. Baju dan Armor ku yang sangat mahal".

Kemudian Oscar juga memegang kepalanya, dia sadar bawa rambutnya yang rapi menjadi acak-acakan.

"Ah.. Rambutku juga ikut berantakan. Kalau begini aku harus merapikannya lagi. Aku tidak menyangka pertarungan ini memakan waktu yang lama... Sial".

Oscar terus menerus mengumpat soal penampilan nya yang acak-acakan akibat terkena serangan dari Dylan.

Di sisi lain, Dylan mengabaikan semua yang dikatakan oleh Oscar dan mulai berpikir.

(Kesalahan. Aku salah mengira kalau Phantom Blade. Dive Sila ku mampu memotong nya dengan sekali serang. Kalau seperti ini kondisi nya akan semakin memburuk. Berpikirlah Dylan, kalau kau tidak menghabisi nya sekarang maka kau akan kehilangan kesempatan).

"Padahal aku sangat menyukai baju ku ini.... Kalau begini aku tidak bisa menemui "gadis" itu".

"Huh? Gadis itu?"

"Iya, gadis itu? Putri tunggal Raja Rachael. Sylvia fou Rachael".

Dylan seketika terkejut dan membelalakkan kedua matanya. Dia terkejut saat mendengar nama Putri yang di maksud Oscar.

Sylvia fou Rachael.

Salah satu karakter sampingan yang ada di dalam game "Long Live Brave". Tugasnya adalah menjadi karakter villian sama seperti Dylan. Di dalam game, dia memiliki gelar sebagai Saint Hitam.

Awalnya, Sylvia dianggap sebagai putri yang sangat baik. Dia cantik, pintar, dewasa, dan sangat peduli kepada warga Kerajaan.

Tapi, semuanya berubah.

Penyebabnya dia bisa menjadi seperti itu adalah, karena kudeta yang terjadi di Kerajaan Rachael yang berakhir dengan tewasnya sang Raja yaitu.

William fou Rachael ayah Sylvia.

Meskipun tidak dijelaskan sangat detail di gamenya. Tapi, yang jelas dia sangat membenci pahlawan Reiner karena sang Pahlawan adalah sekutu dari orang yang sudah menghancurkan Kerajaan dan membunuh ayahnya.

Makanya, dia bersekutu dengan Dewi jahat Hella untuk membunuh pahlawan. Sayangnya, dia bernasib sama seperti Dylan yang harus berakhir di tangan Pahlawan.

Berdasarkan itu, Dylan tahu bahwa orang yang melakukan kudeta di Kerajaan Rachael dan membunuh Raja William fou Rachael adalah Oscar Niville Dragonia itu sendiri.

Dan karena dia tidak bisa menikah dengan putri Sylvia makanya dia memanipulasi pahlawan berserta party nya untuk membunuh Sylvia.

"Begitu ya, aku paham sekarang. Alasan kenapa dia menjadi jahat kerena dia jatuh kedalam amarah dan dendam. Sama seperti Dylan".

"Huh? Kau ngomong apa?".

Gumaman Dylan tadi ternyata di dengar oleh Oscar. Tapi, Dylan mengabaikan itu dan mulai berbicara.

(Jujur saja, sebenarnya aku tidak peduli dengan nasib gadis itu..... Saat ini, aku fokus saja untuk mengalahkan Oscar.... Kedepannya seperti apa? Aku pikirkan nanti).

"Iya itu bukan apa-apa. Kau boleh aku kasih kau sebuah nasehat, Oscar..... Sekalipun, kau berhasil mengambil alih kota ini. Sekalipun kau memenangkan peperangan dan menjadi Raja.... Gadis itu..... Tidak akan pernah jadi milikmu".

Oscar terdiam sesaat mendengar nasehat dari Dylan. Kemudian Oscar menanggapi ucapan Dylan dengan rasa jengkel.

"Bocah sialan. Memangnya siapa kau? Enak sekali berkata bahwa aku "tidak" akan mendapatkan nya".

Lalu Oscar mengangkat pedangnya, mengumpulkan energi sihir di seluruh badannya. Dan kemudian dia mengaktifkan skill milik.

"Unique Skill : Berserk. Mode Aktif".

Sebuah ledakan energi yang sangat dahsyat terjadi dan menghempaskan semua debu, sampai Dylan harus menghalau nya dengan kedua tangannya.

"Dylan, anggaplah ini sebagai "Hadiah" dari ku karena sudah bermain dengan ku. Sekarang, akan aku hempas kan semua teknik mu itu".

"Unique Skill Berserk, ya? Jadi, begitu.... Jika mengaktifkan nya berarti kau mulai serius".

Dylan mulai memejamkan kedua matanya dan mulai berpikir.

(Berserk adalah skill penghancur yang sangat kuat. Orang yang mengaktifkan skill ini akan menghancurkan apapun yang ada di hadapannya tanpa peduli lingkungan sekitarnya.... Sangat sulit untuk menghadapi skill ini..... Maka hanya ada satu cara...).

Tangan Dylan kemudian memegang dadanya, dia merasa ada sebuah rantai tak terlihat yang saat ini sedang melilitnya.

(..... Jika aku mengaktifkan Limitless disini.... Ada kemungkinan aku akan menang. Tapi,....).

Di dalam hati, Dylan sangat khawatir jika dia mengaktifkan Limitless, ada kemungkinan badannya tidak akan bertahan mengingat dia mengalami luka yang cukup parah.

Belum lagi, resiko kekuatan Fafnir yang mungkin akan lepas kendali juga sangat besar terjadi.

(Tidak, lebih baik aku lawan dia dengan kekuatan ku yang biasa. Aku akan mencoba untuk tidak tergantung dengan kekuatan Limitless ataupun Fafnir).

Setelah berpikir sejenak, akhirnya Dylan memutuskan untuk tidak menggunakan Limitless atau Fafnir. Kemudian, dia memasang kuda-kuda bertarung dan mencengkram erat pedang katana nya sambil menatap lurus ke arah Oscar.

"Majulah dengan kekuatan penuh mu, Oscar Niville Dragonia".

"Bocah tengik.... Meskipun kau berhasil hidup, jangan berkata omong kosong.... Seperti yang kau minta, AKAN AKU HAPUS KEBERADAAN MU DARI DUNIA INI, DYLAN VAN ARCADIA!!!!".

Menanggapi tantangan Dylan, tanpa sedikitpun keraguan Oscar langsung berlari melesat kearah Dylan.

Begitupun juga dengan Dylan yang juga langsung berlari melesat kearah Oscar.

Dan saat mereka saling berhadap-hadapan, mereka dengan sangat cepat mengayunkan pedang mereka sehingga terjadi bentrokan kekuatan yang sangat besar sampai meledak tanah di sekitarnya.

Dan ini adalah puncak dari pertarungan keduanya.

Siapakah yang akan keluar sebagai pemenangnya?

Oscar? Dylan? Atau kedua sama-sama hancur?

(-------------)

Setelah ledakan besar itu.

Adu pedang dengan kecepatan yang melebihi suara terjadi. Begitu cepatnya sampai mata orang biasa tidak akan bisa mengikutinya.

Hanya mereka yang terbiasa dengan pertarunganlah yang bisa melihat setiap gerak tubuh, benturan dan ayunan pedang merek.

Dari luar tampak Dylan bisa mengimbangi Oscar yang sudah mengaktifkan Unique Skill miliknya.

Tapi, nyatanya Dylan justru kesusahan.

Semakin dia menerima serangan dari Oscar, semakin rapuh juga pertahanan yang dia miliki. Bahkan setiap serangan balik yang Dylan berikan tidak memberikan efek apapun pada Oscar.

Menyadari kekurangan, Dylan mencoba untuk menunggu sebuah celah yang tepat untuk melakukan serangan telak.

(Aku yang sekarang, tidak bisa menghindari serangan skill Berserk yang dipakai Oscar. Jika ini terus berlanjut, maka aku akan mati.... Satu-satunya cara adalah menunggu jeda saat Oscar melepaskan energi sihirnya. Di saat itu aku bisa menyerangnya... Cukup waktu sekejap bagiku sebelum aku terkena serangannya... Aku akan serahkan pada satu serangan akhir ini).

Setelah menunggu sedikit lebih lama, akhirnya waktu yang di tunggu Dylan sudah di depan mata.

(Sekarang).

Dan dengan sekejap Dylan bersiap menyerang Oscar dengan teknik pamungkas nya. Begitu juga dengan Oscar yang ingin segera mengakhiri pertarungan dengan mengeluarkan teknik pamungkas nya juga.

(Ku pertaruhkan semuanya dalam satu serangan ini).

"PHANTOM BLADE. DIVINE SILA!!!!!".

Dylan segera mengeluarkan teknik pamungkas miliknya, dan Oscar tidak mau tinggal diam.

"BERSERK SHADES SWORD!!!!".

Bentrokan 2 kekuatan yang dahsyat kembali terjadi dan meledak arena disekitarnya. Dan bahkan sampai mengirim beberapa pohon berterbangan.

Lalu, setelah ledakan itu mereda.

Ada sosok bayangan yang melesat mundur dan menatap dinding dengan sangat keras. Ketika diperhatikan dengan sangat dekat, ternyata orang itu adalah Dylan.

Rupanya, serangan Dylan tidaklah cukup untuk menumbangkan Oscar. Meski begitu, serangan bukan gagal total. Setidaknya, Oscar juga terkena dampak dari serangan Dylan.

Itu terbukti dengan Oscar yang langsung menunduk setelah bentrokan itu terjadi.

Terpopuler

Comments

Nino Ndut

Nino Ndut

gw bingung ma mc
1. dia mau make unik skill dia tp mikir badan udh begitu..lah dari td si oscar biasa aj dia udh kesulitan ditambah oscar skrg make mode berserk y bakalan KO mc nya
2. dia diawal udh make divine sila tp gagal lah kok skrg make jurua itu lg..btw dari awal novel kok mc kayaknya miskin jurus y..

2024-03-07

4

Frando Kanan

Frando Kanan

oh? bkn tua bangka tpi asliny msh muda? ckckck 🙄

2023-12-18

1

Frando Kanan

Frando Kanan

HA! kekuatan adalah segalanya? jgn bkin gw KETAWA deh...jika kekuatan adalah segalanya mka Dunia ini gk layak lo tinggalin dsr tua bangka busuk

2023-12-18

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2 Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3 Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4 Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5 Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8 Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9 Chapter 7 : Unique Skill.
10 Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11 Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12 Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16 Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17 Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18 Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19 Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20 Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21 Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22 Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23 Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24 Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25 Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26 Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27 Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28 Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30 Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31 Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34 Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35 Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36 Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38 Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39 Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40 Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42 Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43 Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44 Chapter 29 : Camping.
45 Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46 Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49 Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50 Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51 Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52 Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59 Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60 Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61 Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62 Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63 Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64 Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65 Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66 Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67 Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68 Chapter 44 : Penyergapan.
69 Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70 Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74 Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78 Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79 Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80 Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81 Chapter 51 : Orang Bodoh.
82 Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83 Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84 Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85 Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86 Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87 Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88 Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89 Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90 Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91 Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92 Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93 Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94 Chapter 63 : Festival Akademi.
95 Chapter 64 : Amarah Conrad.
96 Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97 Chapter 66 : "Aku Menolak".
98 Chapter 67 : Monster Panggilan.
99 Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100 Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101 Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102 Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103 Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104 Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105 Chapter 74 : Tugas Resmi.
106 Chapter 75 : Masalah Baru.
107 Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108 Chapter 77 : Badai Laut.
109 Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110 Chapter 79 : Bendera Putih.
111 Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112 Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113 Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114 Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115 Chapter 84 : Kota Rondine.
116 Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117 Chapter 86 : Desa Para Elf.
118 Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119 Chapter 88 : Gunung Asthe.
120 Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121 Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122 Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123 Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124 Referensi Karakter (Fix)
125 Referensi Karakter Ke 2
126 Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127 Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128 Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129 Chapter 96 : Teleportasi.
130 Chapter 97 : Serangan Awal.
131 Chapter 98 : Tepat Waktu.
132 Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140 Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142 Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146 Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147 Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148 Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149 Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150 Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151 Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152 Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153 Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154 Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155 Chapter 108 : Frustasi.
156 Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157 Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158 Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159 Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160 Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161 Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162 Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163 Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164 Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165 Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166 Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167 Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168 Chapter 120 : Pertolongan.
169 Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170 Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171 Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172 Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173 Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174 Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175 Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176 Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177 Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178 Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179 Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180 Chapter 131 : Persidangan.
181 Chapter 132 : Rafen.
182 Chapter 133 : Hell Mimic.
183 Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184 Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185 Chapter 136 : Penghargaan.
186 Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187 Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188 Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189 Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190 Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191 Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192 Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193 Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194 Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195 Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196 Chapter 146 : Alasan Risu.
197 Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198 Chapter 148 : The Oracle's.
199 Chapter 149 : Cerita Tina.
200 Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201 Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202 Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203 Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204 Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205 Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206 Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207 Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208 Chapter 158 : Ketahuan.
209 Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210 Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211 Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212 Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213 Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214 Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215 Chapter 165 : Vampir.
216 Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217 Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218 Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219 Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220 Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221 Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222 Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223 Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224 Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225 Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226 Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227 Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228 Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229 Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230 Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231 Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232 Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233 Chapter 183 : Rencana Awin.
234 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235 Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236 Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.
Episodes

Updated 236 Episodes

1
Chapter 1 : Terlahir Sebagai Penjahat.
2
Chapter 2 : Menolak Pertunangan Dengan Putri Raja.
3
Chapter 3 : Metode Pertanian BMF.
4
Chapter 4 : Menangani Kenangan Pahit Dan Kesedihan Firalet.
5
Chapter 5 : Hari Yang Tenang.
6
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 1.
7
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 2.
8
Chapter 6 : Dylan vs Fafnir part 3 (Final).
9
Chapter 7 : Unique Skill.
10
Chapter 8 : Sebelum "Insiden Monster Panik".
11
Chapter 9 : Monster Panik part 1.
12
Chapter 9 : Monster Panik part 2.
13
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 1.
14
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 2.
15
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 3.
16
Chapter 10 : Dylan vs Oscar part 4.
17
Chapter 11 : Alur Cerita Game Berubah Drastis.
18
Chapter 12 : Tamu Dari Ibu Kota Dan Undangan Pesta Ball Kerajaan.
19
Chapter 13 : Algrand, Ibukota Kerajaan Ingrid.
20
Chapter 14 : Hubungan Yang Erat Untuk Kedepannya.
21
Side Story 1 : POV Vanessa Sera Ingrid.
22
Side Story 2 : POV Filaret van Arcadia
23
Chapter 15 : Tawaran Dylan Dan Situasi Kerajaan Rachael.
24
Chapter 16 : Jalan-jalan Dan Kembali Belajar.
25
Chapter 17 : Pesta Ball part 1.
26
Chapter 17 : Pesta Ball part 2.
27
Chapter 17 : Pesta Ball part 3.
28
Chapter 18 : Shadow Crow Dan Hadiah Ulang Tahun.
29
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 1.
30
Chapter 19 : Pesta Ulang Tahun Pavline part 2.
31
Chapter 20 : Tekad Baru Dan Keberangkatan.
32
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 1.
33
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 2.
34
Chapter 21 : Tes Ujian Masuk Akademi Estonia part 3.
35
Chapter 22 : Pengumuman Hasil Tes Dan Penculikan.
36
Chapter 23 : Munculnya Masalah Baru.
37
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 1.
38
Chapter 24 : Bisnis Dan Hari Pertama part 2.
39
Chapter 25 : Pesta Penyambutan Dan Pertemuan.
40
Chapter 26 : Pembicaraan Dan Percobaan Pembunuhan.
41
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 1.
42
Chapter 27 : Masa Lalu Oscar part 2.
43
Chapter 28 : Tanggung Jawab Bersama.
44
Chapter 29 : Camping.
45
Chapter 30 : Pelajaran Dan Pelatihan Di Mulai.
46
Chapter 31 : Pertemuan Tak Terduga.
47
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 1.
48
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 2.
49
Chapter 32 : Trail Running Yang Kacau part 3.
50
Chapter 33 : Kesedihan Dan Rasa Frustasi Ritzia.
51
Chapter 34 : Kembali Dan Hasil Penyelidikan.
52
Chapter 35 : Tak Tahu Diri.
53
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 1.
54
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 2.
55
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 3.
56
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 4.
57
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 5.
58
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 6.
59
Chapter 36 : Ekspresi Dungeon part 7.
60
Chapter 36 : Ekspedisi Dungeon part 8.
61
Chapter 37 : Kembali Dengan Selamat.
62
Chapter 38 : Hasil Dan Rekaman.
63
Chapter 39 : Perjalanan Menuju Resort Akademi.
64
Chapter 40 : Ayo Kita Santai Sejenak.
65
Chapter 41 : Musemum Lazarus.
66
Chapter 42 : Latihan "Kemaritiman" Hanyalah Kedok.
67
Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.
68
Chapter 44 : Penyergapan.
69
Chapter 45 : Rencana Vanessa Dan Permintaan Reiner
70
Chapter 46 : Keputusan Lafia.
71
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 1.
72
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 2.
73
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 3.
74
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.
75
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.
76
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 2.
77
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.
78
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 4.
79
Chapter 49 : Filaret vs Tanifa.
80
Chapter 50 : Alasan Yang Tak Masuk Akal.
81
Chapter 51 : Orang Bodoh.
82
Chapter 52 : Pertarung Yang Tak Seimbang.
83
Chapter 53 : Seorang Penjahat Yang Juga Seorang Malaikat Kematian.
84
Chapter 54 : Istirahat Dengan Bermain Basket Dan Pesta Barbeque.
85
Chapter 55 : Pembicaraan Seorang Ayah Dan Putrinya.
86
Chapter 56 : Rencana Ratu Celestine Dan Curhat Vanessa.
87
Chapter 57 : Hadiah Kecil.
88
Chapter 58 : Pahlawan Dan Penjahat.
89
Chapter 59 : Niat Jahat Nelson.
90
Chapter 60 : Balasan Dari Kesombongan.
91
Side Story 3 : POV Claudia von Ritzburg.
92
Chapter 61 : Kebetulan Dan Salah Paham.
93
Chapter 62 : Persiapan Festival Akademi.
94
Chapter 63 : Festival Akademi.
95
Chapter 64 : Amarah Conrad.
96
Chapter 65 : Penyerang Misterius.
97
Chapter 66 : "Aku Menolak".
98
Chapter 67 : Monster Panggilan.
99
Chapter 68 : Kebencian Solaris.
100
Chapter 69 : Akan Aku Hancurkan Dunia Ini.
101
Chapter 70 : Orang Yang Tidak Seperti Itu.
102
Chapter 71 : Penilaian Dan Terpaksa Ikut.
103
Chapter 72 : Rapat Penting Kemiliteran.
104
Chapter 73 : Pemanggilan Familiar.
105
Chapter 74 : Tugas Resmi.
106
Chapter 75 : Masalah Baru.
107
Chapter 76 : Putri Dan Pangeran Dari Kerajaan Edelweis.
108
Chapter 77 : Badai Laut.
109
Chapter 78 : Penyelamatan Korban.
110
Chapter 79 : Bendera Putih.
111
Chapter 80 : Tantangan Raja Christopher.
112
Chapter 81 : Dylan vs Chris (Pertarungan Kecepatan).
113
Chapter 82 : Sejarah Naga Laut, Leviathan.
114
Chapter 83 : Ucapan Terima Kasih Dan Keberangkatan.
115
Chapter 84 : Kota Rondine.
116
Chapter 85 : Heroine Elf Sang Pahlawan.
117
Chapter 86 : Desa Para Elf.
118
Chapter 87 : Cerita Seorang Elf Yang Bernyanyi Dibawah Sinar Rembulan.
119
Chapter 88 : Gunung Asthe.
120
Chapter 89 : Undangan Black Dragon.
121
Chapter 90 : Cinta Yang Membawa Obsesi.
122
Chapter 91 : Suasana Di Mansion Cylde.
123
Chapter 92 : Dunia segel "Realm Between Realm".
124
Referensi Karakter (Fix)
125
Referensi Karakter Ke 2
126
Chapter 93 : Serangan Desa Elf.
127
Chapter 94 : Diskusi Dan Keputusan.
128
Chapter 95 : Alex Dan Identitas Nameless.
129
Chapter 96 : Teleportasi.
130
Chapter 97 : Serangan Awal.
131
Chapter 98 : Tepat Waktu.
132
Chapter 99 : Rute Lain Dan Persiapan.
133
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 1.
134
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 2.
135
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 3.
136
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 4.
137
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 5.
138
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 6.
139
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 7.
140
Chapter 100: Pertempuran Hutan Beltram part 8.
141
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 9.
142
Chapter 100 : Pertempuran Hutan Beltram part 10.
143
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 1.
144
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 2.
145
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 3.
146
Chapter 101 : Akhir Dari Pertempuran (Dylan vs Viola) part 4.
147
Chapter 101 : Menuju Akhir Pertempuran (Dylan vs Viola) part 5.
148
Chapter 102 : Bala Bantuan Datang.
149
Chapter 103 : Situasi Yang Berbalik.
150
Chapter 104 : "Kelemahan Dari Unique Skillmu adalah....".
151
Chapter 105 : Blasted Of Yggdrasil Magic Tree.
152
Chapter 106 : Pengkhianat Dan Alasan Dibalik Kebencian Heroine.
153
Side Story : "Reputasi ku bisa hancur...".
154
Chapter 107 : Pasca Event Hutan Beltram.
155
Chapter 108 : Frustasi.
156
Chapter 109 : Pentas Seni Drama.
157
Chapter 110 : Kegelisahan Filaret.
158
Chapter 111 : Heroine Untuk Ornest.
159
Chapter 112 : Lantunan Panggilan Ocarina.
160
Chapter 113 : Vanessa, Flora dan Alasan Luke.
161
Chapter 114 : Keinginan Reiner, Kekhawatiran Olga, Kembalinya Seseorang.
162
Chapter 115 : "Aku sudah bukan bawahan mu....".
163
Chapter 116 : Munculnya Pasukan Laut Leviathan.
164
Chapter 117 : "Naga Laut" Leviathan.
165
Chapter 118 : Aqua Breath Dan Serangan Langsung.
166
Side Story : "Kembalikan bantal ku, bangsat!!!" part 1.
167
Chapter 119 : Pertarungan Ditengah Badai Lautan.
168
Chapter 120 : Pertolongan.
169
Chapter 121 : Kebenaran Dibalik Sosok Sang Dalang.
170
Chapter 122 : ".... Bolehkan, aku hajar adik mu ini?".
171
Chapter 123 : Ratu Naga Mear Dan Balasan Awal Untuk Rafen.
172
Chapter 124 : *.... Maka, biar aku saja yang mati*.
173
Chapter 125 : Magic Disrupting Mist.
174
Chapter 126 : Malapetaka Yang Kembali.
175
Chapter 127 : Akhir sang "Naga Laut" dan Kebenaran Fafnir.
176
Chapter 128 : Rahasia dan Kesepakatan Bersama.
177
Chapter 129 : Undangan Dan Aula Sidang.
178
Chapter 130 : Percobaan Pembunuhan Dan Rumor "Pengintai Malam".
179
Side Story : Elsa, Guru Seksi Otak Otot.
180
Chapter 131 : Persidangan.
181
Chapter 132 : Rafen.
182
Chapter 133 : Hell Mimic.
183
Chapter 134 : Serangan Hell Mimic.
184
Chapter 135 : Kenangan Ruvick dan Serangan Multistrike.
185
Chapter 136 : Penghargaan.
186
Chapter 137 : Pulang Dan Sedikit Masalah Di Kapal Terbang.
187
Chapter 138 : Laporan Dan Obrolan Para Gadis.
188
Chapter 139 : Senior Yang Kesusahan Dan Permintaan Annastasia-sensei (Fix).
189
Chapter 140 : Tuduhan Palsu.
190
Side Story : Ritzia vs Tugas Melukis Alberto-sensei.
191
Chapter 141 : Perdebatan Tidak Penting.
192
Chapter 142 : Kualitime Ayah, Anak Dan Hasil Otopsi.
193
Chapter 143 : "Hukuman" Olga untuk Frey Dan Gadis Pencuri Ikan.
194
Chapter 144 : Heroine Baru Dari Ras Beastkin.
195
Chapter 145 : Kenangan Ratu Iblis, Hasil Koroner, Dan Permintaan Risu.
196
Chapter 146 : Alasan Risu.
197
Chapter 147 : Sejarah Kerajaan Ingrid dan Kerajaan Shiledwelt.
198
Chapter 148 : The Oracle's.
199
Chapter 149 : Cerita Tina.
200
Chapter 150 : Bantuan Dylan Untuk Tina.
201
Chapter 151 : Kunjungan Mentri Pendidikan Dan Latihan Luke.
202
Chapter 152 : Metri Pendidikan Dan Pembicaraan Di Taman Akademi.
203
Chapter 153 : Panggilan Protas Dari Aria.
204
Chapter 154 : Memulai Perselisihan Dengan Ketua OSIS.
205
Chapter 155 : Berbelanja Bersama Dan Benih Kebencian.
206
Chapter 156 : Bersembunyi Dibalik Bilik Ganti.
207
Chapter 157 : Pikiran Jahat Dylan Alias Ritsuka.
208
Chapter 158 : Ketahuan.
209
Chapter 159 : Undang Pesta Ulang Tahun.
210
Chapter 160 : POV Chef Joseph Dan Tatapan Dari Jarak Jauh.
211
Chapter 161 : Keengganan Untuk Hadir.
212
Chapter 162 : Teriakan Di Dalam Kegelapan Malam.
213
Chapter 163 : Menemukan Sarang Vampir.
214
Chapter 164 : Tujuan Desmond.
215
Chapter 165 : Vampir.
216
Chapter 166 : Ledakan Dari Bawah Tanah.
217
Chapter 167 : Menerima Konsekuensi Dan Pertemuan Rahasia Bangsawan.
218
Chapter 168 : Menghadiri Pesta Ulang Tahun Ratu Celestine Di Istana.
219
Chapter 169 : Sambutan Keluarga Kerajaan Dan 2 Diplomat Baru.
220
Chapter 170 : Kerajaan Yaegashi Dan Duduk Bersama Di Satu Meja.
221
Chapter 171 : (DASAR BANGKE!!!! KENAPA AKU MALAH KECEPLOSAN....).
222
Chapter 172 : Tamu Tak Di Undang.
223
Chapter 173 : Manuver Rahasia.
224
Chapter 174 : Kekacauan Di Pesta Kerajaan.
225
Chapter 175 : Tim Gabungan Melawan "Grim Ripper".
226
Chapter 176 : Pertarungan Sengit.
227
Chapter 177 : Vampir Dengan 2 Artefak "Master Canes".
228
Chapter 178 : Peningkatan Unique Skill Dan Penentuan.
229
Chapter 179 : Falma Yang Kesulitan.
230
Chapter 180 : Rasa Bersalah Falma.
231
Chapter 181 : Sebuah "Janji" Dan Reuni Saling Benci.
232
Chapter 182 : Terlepas Dari Rasa Bersalah Dan Dendam.
233
Chapter 183 : Rencana Awin.
234
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 1).
235
Chapter 184 : Masa Lalu Demiurge Dan Kutukan Dewa Iblis (part 2).
236
Chapter 185 : "Explotion Chaos" Dan "Penjahat" Yang Kembali.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!