Sementara itu, di dalam Dinding.
Filaret berhasil membopong Hyoga untuk kembali kedalam kota. Tapi, dia tidak membawanya ke base pengungsian.
Melainkan dia menidurkan badan Hyoga di atas trotoar dan kemudian Filaret mulai memfokuskan kekuatan sihir cahayanya untuk menyembuhkan luka Hyoga.
Tapi, sayangnya sekeras apapun dia berusaha pikirannya tetap tidak bisa fokus dan sihir yang dia pakai selalu gagal.
(Ada banyak hal yang tidak aku ketahui... Ini semua membuatku bingung.... Sebenarnya apa yang terjadi? Serangan monster tadi? Lalu pria asing dengan zirah putih?).
Belum sampai di situ saja, Filaret mulai gemetar ketakutan saat melihat kedua tangannya yang berlumuran darah Hyoga.
Tak mau tenggelam dalam ketakutannya, Filaret menggelengkan kepalanya dan mulai fokus untuk mengobati Hyoga dengan sihirnya.
(Aku harus tenang.... Coba ingat lagi, apa yang Nii-san ajarkan padaku sebelumnya...).
Sambil mengobati Hyoga, mengingat kembali memori masa lalu dirinya di bersama Dylan.
Saat itu, Filaret melihat Dylan yang kesakitan sambil terus menggenggam tangannya. Karena penasaran Filaret segera bertanya.
"Nii-san, tanganmu kenapa?".
"Oh, ini hanya memar kecil saja. Bukan masalah besar".
Selang beberapa saat Dylan balik bertanya kepada Filaret.
"Oh, iya Fira... Sihir penyembuh yang diajarkan ibu sebelumnya... Bisa kau gunakan itu?".
"Eh? Tapi, sampai sekarang aku sulit menggunakannya".
"Fira, apa kau tahu "kenapa" kau tidak bisa?".
"Etto... Karena itu terlalu sulit".
"Memang, sihir penyembuh itu sulit. Bahkan bagi kau yang bisa sihir cahaya sekalipun. Aku yakin penyebabnya bukan hanya itu".
Filaret hanya terdiam dan tidak bisa menjawab. Tapi, Dylan segera mengelus kepala Filaret dengan tangan yang satunya dan mulai berbicara.
"Apa kau ingat yang aku katakan saat kita latihan sihir bersama?".
Mendengar itu membuat mata Filaret terbelalak dan natap ke arah Dylan. Dan Dylan melanjutkan apa yang dia katakan.
"Saat kau menggunakan sihir, apapun itu. Semuanya akan berubah tergantung dari perasaan penggunaannya. Semua sihir mengambil perasaan dari baik-buruk nya dari pengguna sihir. Semua orang pasti pernah merasa gelisah. Karena yang percaya diri dengan kemampuannya itu sangat jarang ada. Dan perasaan negatif itulah yang membuatmu tidak mampu".
"I-itu sulit".
"Fira.... Kau itu punya bakat, sisanya hanya soal perasaan saja. Tidak apa-apa. Karena "sihir mu itu sangat hebat".... Jangan ragu lagi, ya. Fira".
Filaret tersentak dan terkesan dengan nasehat yang diberikan Dylan dan itu sangat membekas di hatinya.
"A-aku mengerti".
Kembali ke situasi sekarang.
Akhirnya, sihir penyembuh Filaret mulai keluar dan memancarkan cahaya yang terang.
Perlahan-lahan semua luka di tubuh Hyoga mulai tertutup sempurna seolah-olah tidak pernah ada. Wajah pucat nya mulai berangsur-angsur kembali cerah.
Meski begitu, tidak berhenti mengeluarkan kekuatan sihirnya sambil terus mengingat yang di ajarkan Dylan.
Sampai di satu titik, dia mulai merasa bahwa kakaknya Dylan itu adalah sosok yang misterius.
(Aku merasa, sekarang aku sudah mengerti apa yang Nii-san katakan dulu.... Nii-san tidak hanya mengajarkanku soal sihir.... Tapi, juga cara mempertahankan diri..... Aku selalu berpikir kalau ini aneh..... )
Lalu semua ucapan Dylan kembali terngiang-ngiang di kepalanya.
(Jangan sampai penyihir yang bisa "penyembuh" di ketahui musuh..... Penyihir yang bisa "penyembuh" akan merepotkan dan bisa jadi yang pertama diincar..... Jangan takut untuk mengembangkan statusmu sebagai "Penyihir".... Aku akan ajarkan kau cara untuk melindungi dirimu sendiri.... Jangan gegabah saat bertarung di garis depan.... Terkadang, aku ingin kau memikirkan cara mensupport dari belakang).
Filaret memulai bergumam di dalam pikiran lagi.
(Kebanyakan ilmu yang di ajarkan oleh Nii-san untuk mengatasi pertarungan yang sesungguhnya. Aku tidak mengerti, kenapa Nii-san mengajarkan hal itu kepadaku. Namun, hal itu justru berguna saat ini).
"Nii-san, siapa kau sebenarnya? Dan, apa semua ini hanya kebetulan?".
Filaret terus bertanya dan mencoba mencari jawaban tentang Dylan di dalam hatinya. Sayangnya, sekeras apapun dia mencoba. Filaret tidak pernah menemukan jawabannya.
(---------)
Kembali ke Dylan dan Oscar.
Dylan yang terkejut atas penawaran mendadak Oscar mulai kembali tenang dan mencoba mempertanyakan nya.
"Kenapa kau ingin merekrut ku menjadi bagian dari kalian?".
Oscar yang mendengar pertanyaan Dylan segera menjawabnya.
"Asal kau tahu saja, Dylan... Di Kerajaan Rachael kekuatan adalah segalanya. Karena itu, aku yang notabenenya adalah rakyat biasa bisa menjadi bagian menjadi 10 ksatria suci... Tapi, tentu saja hal itu masih belum memuaskan ku".
Dylan menaikkan salah satu alisnya. Dan Oscar kembali berbicara.
"Saat ini, Raja mengadakan kompetisi. Tentang siapapun diantara 10 ksatria suci yang memiliki prestasi yang paling bagus akan di beri jalan untuk menjadi raja selanjutnya".
"Menjadi Raja selanjutnya lewat sebuah kompetisi.... Kenapa Raja sampai bertindak sejauh itu?".
"Yah, itu karena Raja Rachael tidak punya pewaris dan hanya ada putri Mahkota.... Jadi singkatnya siapapun yang bisa memberikan prestasi yang besar dan memuaskan Raja. Maka ksatria itu akan di nikahkan oleh putri semata wayangnya.... Karena itulah, supaya aku tidak kalah dari sesama ksatria suci yang lain, aku melakukan ini".
"Lalu apa itu?"
Dylan kembali bertanya untuk memastikan sesuatu. Dan Oscar segera tersenyum lebar dan kembali berbicara.
"Aku akan memulai perang dengan Kerajaan Ingrid. Lalu aku akan terus menghancurkan Kerajaan yang ditugaskan kepadaku. Aku bisa mengalahkan ksatria suci yang lain. Dan berkesempatan menjadi Raja.... Karena itu bergabunglah denganku, Dylan... Orang sekuat dirimu setidaknya bisa menjadi penasehat Raja. Karena di Kerajaan Rachael selain sesama ksatria suci, tidak ada yang sepadan saat bertarung dengan ku".
Mendengar semua ucapan Oscar membuat Dylan sekali lagi menunjukkan ekspresi gelap di wajahnya.
"Lalu.... Kalau aku ikut denganmu. Langkah apa yang akan pertama kau ambil?".
"Pertama-tama, akan aku hancurkan kota ini. Lalu-".
"Sudah cukup".
Dylan segera memotong ucapan Oscar. Lalu dengan ekspresi yang menunjukkan kemarahan di wajahnya dia kembali berbicara.
"Aku sudah paham garis besarnya. Dan aku sudah cukup mendengar ocehanmu. Pembicaraan kita sudah selesai".
Dylan kembali memasang kuda-kuda bertarung dan menggenggam kuat pedang katana nya.
Oscar sadar bahwa Dylan baru saja menolak tawaran nya meski itu secara tersirat. Merasa jengkel Oscar mencoba bertanya apa alasan Dylan dengan kukuh menolak tawarannya.
"Apa yang coba kau lindungi? Wilayah ini? Kota ini? Penduduknya? Keluargamu?... Ini bukan tempat untuk orang "kuat" sepertimu Dylan... Apa jangan-jangan, karena gadis itu..... Gadis yang menjadi adik tiri mu itu?".
Dylan tersentak karena secara mengejutkan Oscar tahu bahwa Filaret bukanlah adik kandungnya.
"Bagaimana kau tahu?".
"Meski dia terus memanggilmu Nii-san, aku bisa melihat tidak ada kemiripan diantara kalian berdua, lalu aku juga merasa tidak ada ikatan aura yang kuat diantar kalian".
"Hebat juga kau bisa tahu semudah itu".
Dylan memuji kehebatan Oscar dalam menganalisa soal hubungannya dengan Filaret. Tapi, Oscar salah mengira ucapan Dylan sebagai kiasan dari pembenaran dugaan Oscar yang sebelumnya.
"Jadi, memang karena gadis itu, ya.... Kalau begitu buang saja orang yang tidak berguna sepertinya... Kalau kau ikut denganku, akan aku beri wanita-wanita cantik, sexy, dan mengairahkan sebanyak apapun yang kau inginkan".
"Diam kau".
Dylan kembali mengeluarkan aura menakutkannya dan kembali berbicara.
"Aku tidak akan pernah tunduk atau melayani Raja sepertimu.... Tidak, bukan itu saja, bahkan aku tidak akan tunduk di hadapan Dewa sekalipun".
Rasa jengkel Oscar akhirnya semakin memuncak setelah Dylan secara lantang dan mentah-mentah menolak tawarannya.
Oscar tertunduk diam dengan ekspresi gelap sambil mendecitkan gigi belakangnya. Bersamaan dengan emosinya yang memuncak energi sihirnya juga ikut meluap-luap.
"Begitu, ya. Sayang sekali...... Benar-benar sangat di sayangkan kalau pemuda hebat sepertimu.....".
Dalam sekejap mata Oscar langsung melesat kearah Dylan berniat menyerangnya.
"HARUS TERBUNUH DI TEMPAT INI!!!".
Sebelum Oscar bisa menggapai Dylan. Tiba-tiba sebuah ledakan energi yang besar terjadi, dan sumber itu berasal dari Dylan.
"APA?!!".
Hal itu tentu saja, membuat Oscar terkejut dan berhenti. Dia terkejut dan terkesan dengan energi sihir yang di pancarkan oleh Dylan.
"Jumlah energi sihir itu,..... Kau.... Memang aku sudah mengira, kalau kau punya energi sihir yang sangat besar. Tapi, aku tidak menyangka akan sebesar ini".
Lalu, Oscar seperti menyadari seseuatu.
"Jadi, selama kita berbicara. Kau mengumpulkan energi sihir dan memusatkan pada pedangmu.... Pemuda sepertimu, memang tidak bisa aku biarkan.... Aku jadi semakin ingin sekali membunuhmu".
Mengabaikan kesimpulan Oscar, Dylan memulai memasang kuda-kuda bertarung dan bersiap-siap untuk menyerang.
"Terima ini".
Dalam sekejap mata, Dylan segera melesat dan saat jaraknya dengan Oscar mulai berdekatan, Dylan dengan sangat cepat menganyunkan pedangnya dengan sangat cepat.
"Phantom Blade. Divine Sila".
Ayunan pedang katana yang kuat, cepat, ganas, di selimuti oleh energi sihir yang besar. Tidak bisa ditangkis maupun di tahan oleh Oscar.
Hasilnya, sebuah ledakan yang sangat besar terjadi dan menghempaskan Oscar. Belum sampai di situ saja, ledakan itu juga memberikan luka yang parah dan armor yang dia pakai hancur lebur.
(------------)
Setelah mengeluarkan serangan yang sangat luar biasa itu, bukan berarti fisiknya tidak terkena dampaknya.
Perlahan-lahan, Dylan mulai lemas dan hampir terjatuh. Untungnya, Dylan segera menancapkan pedangnya ke tanah untuk menopang badannya.
"Sialan,.....".
Tapi, Dylan belum bisa bernafas lega.
Karena Oscar muncul di balik debu yang berterbangan dan langsung mendaratkan sebuah tendangan yang sangat keras tepat di ulu hati Dylan.
Dylan yang terkejut dan tidak bisa menghindar, mau tidak mau dengan lapang dada menerima serangan itu.
Sangking kuatnya, Dylan sampai berguling-guling beberapa kali dan ketika dia mencoba berdiri mulutnya memuntahkan banyak darah. Sebagai tanda bahwa dia terkena serangan yang telak.
"Ha.... Ha.... Boleh juga kau, ya..... Karena dari segi kecepatan, tidak mampu kau melawanku dengan sihir jarak jauh.... Meski serangan tadi bisa melukaiku.... Jujur saja, aku suka dengan bagian trik licik mu itu".
Lalu, Oscar mulai memperhatikan penampilannya dan seketika panik saat tahu bawah penampilannya yang sekarang sangat berantakan.
"Dasar Bocah tengik! Bisa-bisanya kau melakukan ini kepadaku. Baju dan Armor ku yang sangat mahal".
Kemudian Oscar juga memegang kepalanya, dia sadar bawa rambutnya yang rapi menjadi acak-acakan.
"Ah.. Rambutku juga ikut berantakan. Kalau begini aku harus merapikannya lagi. Aku tidak menyangka pertarungan ini memakan waktu yang lama... Sial".
Oscar terus menerus mengumpat soal penampilan nya yang acak-acakan akibat terkena serangan dari Dylan.
Di sisi lain, Dylan mengabaikan semua yang dikatakan oleh Oscar dan mulai berpikir.
(Kesalahan. Aku salah mengira kalau Phantom Blade. Dive Sila ku mampu memotong nya dengan sekali serang. Kalau seperti ini kondisi nya akan semakin memburuk. Berpikirlah Dylan, kalau kau tidak menghabisi nya sekarang maka kau akan kehilangan kesempatan).
"Padahal aku sangat menyukai baju ku ini.... Kalau begini aku tidak bisa menemui "gadis" itu".
"Huh? Gadis itu?"
"Iya, gadis itu? Putri tunggal Raja Rachael. Sylvia fou Rachael".
Dylan seketika terkejut dan membelalakkan kedua matanya. Dia terkejut saat mendengar nama Putri yang di maksud Oscar.
Sylvia fou Rachael.
Salah satu karakter sampingan yang ada di dalam game "Long Live Brave". Tugasnya adalah menjadi karakter villian sama seperti Dylan. Di dalam game, dia memiliki gelar sebagai Saint Hitam.
Awalnya, Sylvia dianggap sebagai putri yang sangat baik. Dia cantik, pintar, dewasa, dan sangat peduli kepada warga Kerajaan.
Tapi, semuanya berubah.
Penyebabnya dia bisa menjadi seperti itu adalah, karena kudeta yang terjadi di Kerajaan Rachael yang berakhir dengan tewasnya sang Raja yaitu.
William fou Rachael ayah Sylvia.
Meskipun tidak dijelaskan sangat detail di gamenya. Tapi, yang jelas dia sangat membenci pahlawan Reiner karena sang Pahlawan adalah sekutu dari orang yang sudah menghancurkan Kerajaan dan membunuh ayahnya.
Makanya, dia bersekutu dengan Dewi jahat Hella untuk membunuh pahlawan. Sayangnya, dia bernasib sama seperti Dylan yang harus berakhir di tangan Pahlawan.
Berdasarkan itu, Dylan tahu bahwa orang yang melakukan kudeta di Kerajaan Rachael dan membunuh Raja William fou Rachael adalah Oscar Niville Dragonia itu sendiri.
Dan karena dia tidak bisa menikah dengan putri Sylvia makanya dia memanipulasi pahlawan berserta party nya untuk membunuh Sylvia.
"Begitu ya, aku paham sekarang. Alasan kenapa dia menjadi jahat kerena dia jatuh kedalam amarah dan dendam. Sama seperti Dylan".
"Huh? Kau ngomong apa?".
Gumaman Dylan tadi ternyata di dengar oleh Oscar. Tapi, Dylan mengabaikan itu dan mulai berbicara.
(Jujur saja, sebenarnya aku tidak peduli dengan nasib gadis itu..... Saat ini, aku fokus saja untuk mengalahkan Oscar.... Kedepannya seperti apa? Aku pikirkan nanti).
"Iya itu bukan apa-apa. Kau boleh aku kasih kau sebuah nasehat, Oscar..... Sekalipun, kau berhasil mengambil alih kota ini. Sekalipun kau memenangkan peperangan dan menjadi Raja.... Gadis itu..... Tidak akan pernah jadi milikmu".
Oscar terdiam sesaat mendengar nasehat dari Dylan. Kemudian Oscar menanggapi ucapan Dylan dengan rasa jengkel.
"Bocah sialan. Memangnya siapa kau? Enak sekali berkata bahwa aku "tidak" akan mendapatkan nya".
Lalu Oscar mengangkat pedangnya, mengumpulkan energi sihir di seluruh badannya. Dan kemudian dia mengaktifkan skill milik.
"Unique Skill : Berserk. Mode Aktif".
Sebuah ledakan energi yang sangat dahsyat terjadi dan menghempaskan semua debu, sampai Dylan harus menghalau nya dengan kedua tangannya.
"Dylan, anggaplah ini sebagai "Hadiah" dari ku karena sudah bermain dengan ku. Sekarang, akan aku hempas kan semua teknik mu itu".
"Unique Skill Berserk, ya? Jadi, begitu.... Jika mengaktifkan nya berarti kau mulai serius".
Dylan mulai memejamkan kedua matanya dan mulai berpikir.
(Berserk adalah skill penghancur yang sangat kuat. Orang yang mengaktifkan skill ini akan menghancurkan apapun yang ada di hadapannya tanpa peduli lingkungan sekitarnya.... Sangat sulit untuk menghadapi skill ini..... Maka hanya ada satu cara...).
Tangan Dylan kemudian memegang dadanya, dia merasa ada sebuah rantai tak terlihat yang saat ini sedang melilitnya.
(..... Jika aku mengaktifkan Limitless disini.... Ada kemungkinan aku akan menang. Tapi,....).
Di dalam hati, Dylan sangat khawatir jika dia mengaktifkan Limitless, ada kemungkinan badannya tidak akan bertahan mengingat dia mengalami luka yang cukup parah.
Belum lagi, resiko kekuatan Fafnir yang mungkin akan lepas kendali juga sangat besar terjadi.
(Tidak, lebih baik aku lawan dia dengan kekuatan ku yang biasa. Aku akan mencoba untuk tidak tergantung dengan kekuatan Limitless ataupun Fafnir).
Setelah berpikir sejenak, akhirnya Dylan memutuskan untuk tidak menggunakan Limitless atau Fafnir. Kemudian, dia memasang kuda-kuda bertarung dan mencengkram erat pedang katana nya sambil menatap lurus ke arah Oscar.
"Majulah dengan kekuatan penuh mu, Oscar Niville Dragonia".
"Bocah tengik.... Meskipun kau berhasil hidup, jangan berkata omong kosong.... Seperti yang kau minta, AKAN AKU HAPUS KEBERADAAN MU DARI DUNIA INI, DYLAN VAN ARCADIA!!!!".
Menanggapi tantangan Dylan, tanpa sedikitpun keraguan Oscar langsung berlari melesat kearah Dylan.
Begitupun juga dengan Dylan yang juga langsung berlari melesat kearah Oscar.
Dan saat mereka saling berhadap-hadapan, mereka dengan sangat cepat mengayunkan pedang mereka sehingga terjadi bentrokan kekuatan yang sangat besar sampai meledak tanah di sekitarnya.
Dan ini adalah puncak dari pertarungan keduanya.
Siapakah yang akan keluar sebagai pemenangnya?
Oscar? Dylan? Atau kedua sama-sama hancur?
(-------------)
Setelah ledakan besar itu.
Adu pedang dengan kecepatan yang melebihi suara terjadi. Begitu cepatnya sampai mata orang biasa tidak akan bisa mengikutinya.
Hanya mereka yang terbiasa dengan pertarunganlah yang bisa melihat setiap gerak tubuh, benturan dan ayunan pedang merek.
Dari luar tampak Dylan bisa mengimbangi Oscar yang sudah mengaktifkan Unique Skill miliknya.
Tapi, nyatanya Dylan justru kesusahan.
Semakin dia menerima serangan dari Oscar, semakin rapuh juga pertahanan yang dia miliki. Bahkan setiap serangan balik yang Dylan berikan tidak memberikan efek apapun pada Oscar.
Menyadari kekurangan, Dylan mencoba untuk menunggu sebuah celah yang tepat untuk melakukan serangan telak.
(Aku yang sekarang, tidak bisa menghindari serangan skill Berserk yang dipakai Oscar. Jika ini terus berlanjut, maka aku akan mati.... Satu-satunya cara adalah menunggu jeda saat Oscar melepaskan energi sihirnya. Di saat itu aku bisa menyerangnya... Cukup waktu sekejap bagiku sebelum aku terkena serangannya... Aku akan serahkan pada satu serangan akhir ini).
Setelah menunggu sedikit lebih lama, akhirnya waktu yang di tunggu Dylan sudah di depan mata.
(Sekarang).
Dan dengan sekejap Dylan bersiap menyerang Oscar dengan teknik pamungkas nya. Begitu juga dengan Oscar yang ingin segera mengakhiri pertarungan dengan mengeluarkan teknik pamungkas nya juga.
(Ku pertaruhkan semuanya dalam satu serangan ini).
"PHANTOM BLADE. DIVINE SILA!!!!!".
Dylan segera mengeluarkan teknik pamungkas miliknya, dan Oscar tidak mau tinggal diam.
"BERSERK SHADES SWORD!!!!".
Bentrokan 2 kekuatan yang dahsyat kembali terjadi dan meledak arena disekitarnya. Dan bahkan sampai mengirim beberapa pohon berterbangan.
Lalu, setelah ledakan itu mereda.
Ada sosok bayangan yang melesat mundur dan menatap dinding dengan sangat keras. Ketika diperhatikan dengan sangat dekat, ternyata orang itu adalah Dylan.
Rupanya, serangan Dylan tidaklah cukup untuk menumbangkan Oscar. Meski begitu, serangan bukan gagal total. Setidaknya, Oscar juga terkena dampak dari serangan Dylan.
Itu terbukti dengan Oscar yang langsung menunduk setelah bentrokan itu terjadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 236 Episodes
Comments
Nino Ndut
gw bingung ma mc
1. dia mau make unik skill dia tp mikir badan udh begitu..lah dari td si oscar biasa aj dia udh kesulitan ditambah oscar skrg make mode berserk y bakalan KO mc nya
2. dia diawal udh make divine sila tp gagal lah kok skrg make jurua itu lg..btw dari awal novel kok mc kayaknya miskin jurus y..
2024-03-07
4
Frando Kanan
oh? bkn tua bangka tpi asliny msh muda? ckckck 🙄
2023-12-18
1
Frando Kanan
HA! kekuatan adalah segalanya? jgn bkin gw KETAWA deh...jika kekuatan adalah segalanya mka Dunia ini gk layak lo tinggalin dsr tua bangka busuk
2023-12-18
1