"Mas kok cuma pesan menunya satu porsi aja mas untuk setiap makanan nya?" Tanya sang istri heran.
"Mas sengaja cinta, biar kita makannya satu piring berdua, biar mas bisa suapi kamu," ucap Aqiel menaik-turunkan alisnya.
"Ih..mas, aku kan bisa makan sendiri, aku malu jika harus disuapi" ucap Alesha menahan malu.
"Kenapa harus malu cinta, bukan kah Baginda Rasulullah dengan ibunda Aisyah juga selalu makan sepiring berdua? Bahkan Baginda Rasulullah minum di gelas di bekas bibir istrinya, ibunda Aisyah. Betapa romantisnya beliau dulu kepada istrinya, dan mas juga mau melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan Baginda Rasulullah." Tutur sang suami tercinta.
"Begitukah mas?" Tanya nya lagi.
"Iya cinta, dengan melakukan hal-hal romantis, mulai dari hal-hal kecil seperti itu, bisa membuat rumah tangga semakin harmonis, dan bisa menumbuhkan cinta setiap hari nya terhadap pasangan suami dan istri." Tutur Aqiel lagi menatap lekat wajah cantik sang istri.
"Iya deh mas," ucap Alesha menunduk malu.
"Jangan lupa berdoa dulu ya cinta," ucap Aqiel, mereka mulai menggumamkan do'a makan, lalu Aqiel mulai menyuapi istri cantik nya itu.
"Aaaa...buka mulutnya sayang," pinta sang suami. Alesha segera membuka mulutnya, setelah ia menyuapi sang istri, ia lanjut menyuapi makanan itu ke mulut nya sendiri.
"Gimana, Enak sayang?" Tanya nya lagi.
"Enak mas," ucap Alesha dengan.
"MasyaaAllah, pasti karena mas yang suapi kan?" Goda Aqiel menaik-turunkan alisnya.
"Mas bisa aja," ucap Alesha tersipu malu.
Pasutri baru itu menghabiskan menu makanan hingga bersih tak bersisa.
"Alhamdulillah, terimakasih mas," ucap sang istri, disaat Alesha ingin mengelap bekas makanan di mulutnya, Aqiel telah lebih dulu membantu membersihkan mulut sang istri dengan tisu yang ada di hadapannya dengan penuh kelembutan.
"Mas aku bisa sendiri," ucap Alesha mencebikkan bibirnya.
"Apapun yang berhubungan dengan istri cantik mas, mas nggak akan keberatan, bukan kah mas romantis? Apa kamu tidak suka kalau mas melakukan hal-hal yang romantis sayang?" Tanya Aqiel menatap manik sang istri dengan lekat.
"Suka mas, justru aku speechless dengan mas, setau aku dulu itu ya, mas kan orang nya dingin banget, bahkan aku gak pernah lihat mas dekat dengan wanita manapun." Ucap Alesha jujur.
"Karena mas tidak pernah melihat wanita selain kamu, sayang." Jawab Aqiel pasti.
"Terimakasih sekali lagi mas, karena mas menjaga hati mas selalu untuk ku," ucap Alesha haru biru.
"Kamu tidak perlu berterima kasih dengan suamimu ini lho cinta, mas ini suami kamu, apapun yang mas lakukan semuanya demi kamu," Tutur Aqiel lembut.
"Iya mas," ucap Alesha.
Cup!
Alesha tiba-tiba mencuri sebuah kecupan di pipi kanan sang suami.
"Wah... sayang, kamu sekarang sudah mulai berani ya sama mas." Ucap nya tersenyum.
"Itu sebagai tanda ucapan terimakasih aku, karena mas sudah menerima aku apa adanya dan memperlakukan aku dengan sangat baik sebagai istrinya mas." Ucap Alesha menyunggingkan senyumannya yang lebar.
Cup!
Aqiel tak mau kalah, iya balas mengecup pipi sang istri, Alesha memukul lengan suaminya dengan gemas, Aqiel menggelitik pinggang sang istri hingga ia berlari mengitari kamar dengan nuansa serba putih itu, dan Aqiel pun mengejar istri tercintanya, disaat lelah terasa, mereka duduk di sofa kamar itu, hingga keduanya tertawa bersama. Begitu lah aktivitas pasutri baru itu, yang masih hangat-hangatnya, semoga saja akan selalu begitu hingga maut memisahkan.
***
Lain cerita antara Aqiel dan Alesha yang mesra, kini beralih ke Sandra, ia sedang mengikuti sang suami yang sepertinya akan bertemu dengan seseorang di sebuah cafe di dekat mall terbesar di Jakarta. Saat Sandra tiba di dalam cafe, betapa terkejutnya ia, ternyata sang suami menjumpai wanita yang bersamanya waktu di mall, iya tidak langsung menghampiri, akan tetapi diam-diam mendengarkan obrolan mereka.
"Yo, aku mau ngomong serius sama kamu." Ucap wanita yang kini ada dihadapan Rio.
"Hhmm.. bicaralah." Ucap Rio.
"Ayo pisah," ucap Erina datar.
"Tidak akan, tidak akan pernah." Tegas Rio.
"Kenapa kamu egois," ucap gadis itu.
"Karena aku mencintaimu," ucap Rio tulus.
"Aku hanya istri siri mu Yo, Aku mau sudahi semua ini." Ucap Erina serius.
Yang Erina tahu Rio adalah lelaki yang belum beristri, mereka memang sudah kenal sejak lama. Karena Rio dijodohkan oleh orang tuanya dengan Sandra, terpaksa ia melupakan cintanya itu. Namun keadaan rumah tangganya tak sebaik itu, awalnya Ia hanya mencari pelampiasan, saat pertemuannya kembali dengan Erina, di saat itu dia mulai mendekati gadis itu, hingga mereka sama-sama saling mencintai.
Bukannya Rio tak mencintai istrinya, akan tetapi karena sikap sang istri, cinta yang awalnya mulai tumbuh kini lenyap begitu saja. Awalnya Erina tak mau terlalu dalam menjalani hubungan dengan Rio, tapi karena Rio berusaha memperlihatkan kesungguhannya, serta melamar gadis itu agar Erina percaya dengan keseriusan nya, akhirnya Erina pun luluh dan menerimanya, mereka menikah siri lima bulan yang lalu tanpa sepengetahuan Sandra dan keluarga, hanya keluarga dari Erina yang menjadi saksi pernikahan mereka.
"Aku capek Yo, Aku tidak mau menyakitinya lebih jauh lagi." Ucap Erina merasa bersalah karena telah merebut suami orang lain.
"Lalu kamu mau menyakiti ku, kamu sudah janji, apa kamu mengingkarinya sayang?" Ucap Rio.
"Lalu apa kamu bisa menjanjikan sebuah pernikahan untuk kita, maksud aku pernikahan yang diakui oleh keluargamu. Jadi yang kedua itu tidak enak Yo, jadi kumohon mengertilah, Aku ingin mencari bahagiaku.
Rio menatap binar Erina yang sudah berkaca-kaca sejak tadi.
"Rio Aku serius, Aku benar-benar lelah Yo. Ucap nya.
"Aku juga serius, apa Kamu pikir aku bercanda. Istri siri itu hanya status, kamu kan yang selalu aku utamakan sejak kita menikah, jadi jangan meminta yang sudah jelas tidak akan ku kabulkan." Tutur Rio.
"Yo aku ingin memilikimu seutuhnya, tapi aku sadar sampai kapanpun aku akan tetap jadi yang kedua, sebagai istri siri mu." Ucap Erina menekankan kata siri.
"Bukannya Kita sudah sering membahas ini. Sampai kapanpun aku tidak akan melepas mu." Jawab Rio.
"Mau sampai kapan aku harus bertahan, tolong ceraikan aku, dan fokuslah pada istri sah mu." Ucap nya menahan sesak di dada.
"Dia memang istri yang di ketahui semua orang, tapi cinta ini sudah mulai berkurang.
"Apa maksud kamu Yo, kenapa kamu terlalu memandang rendah semua hal. Ini sangat menyakitkan bagiku, tapi dia jauh lebih sakit jika tahu kamu sudah menikah siri denganku.
"Lalu aku harus bagaimana, aku kini sangat mencintaimu, rasa yang telah lama aku pendam, kini kembali lagi. Jadi jangan mengatakan itu lagi." Ucap Rio.
"Yo please, Aku ingin kita pisah. Ini salah, seharusnya kita tidak melakukan ini. Jika dari awal aku tahu kamu lelaki beristri, aku tak akan mau menerima kamu. Dan Aku tak ingin lebih sakit dari ini." Ucap Erina meneteskan air mata.
"Kamu sudah tak mencintaiku.. kenapa terlihat enteng sekali kamu ingin meminta pisah, apa semudah itu?" Tanya nya.
"Kenapa kamu mempertanyakan hal yang sudah jelas kamu tahu jawabannya Yo, Aku mencintaimu melebihi diriku, tapi hari ini, detik ini aku melepas mu, berbahagialah dengannya Yo." Ucap Erina tak dapat lagi membendung tangisnya.
"Baiklah aku turuti maumu, aku akan melihat seberapa besar usahamu untuk menjauhiku, Aku tahu kamu seperti apa." Ucap Rio dengan tatapan yang tak bisa terbaca.
"Mana bisa kamu melepas ku begitu saja," ucap Erina.
"Kita sudah terikat sayang, begitukah yang mau kamu katakan," ucap Erina mengulang perkataan yang sering dikatakan oleh Rio kepadanya.
"Itu kamu paham, aku tahu kamu hamil anak kita, disaat Sandra melihat kita di mall waktu itu, kamu sebenarnya ingin mengatakan kepada ku kan, bahwa kamu mengandung buah hati kita, tapi kamu tahan semuanya, karena kamu merasa bersalah dengan Sandra." Ucap Rio to the point.
Deg!
"Dari mana kamu tahu Yo," ucap Erina yang kini debaran di dadanya sudah bertalu-talu.
"Aku tahu semua tentang kamu sayang, sekarang kamu pulang, aku akan memikirkan cara agar hubungan kita akan selalu bertahan." Ucapnya berlalu meninggalkan istri sirinya itu.
Erina tertunduk tak dapat berkata-kata lagi, air matanya terus mengalir, ia kini hanya bisa pasrah dengan keadaan.
Sandra yang sedari tadi mendengarkan obrolan lelaki yang masih berstatus suaminya itu, dengan wanita yang katanya adalah istri sirinya itu pun tak dapat menahan air matanya. Ternyata suaminya telah lama mengkhianati pernikahan mereka, ia pergi meninggalkan cafe itu menuju ke parkiran, memasuki mobil berwarna silver, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
***
Angin malam begitu menusuk kalbu, dua sejoli sedang menikmati hamparan lautan yang luas, mengisyaratkan keromantisan di antara sepasang manusia itu, rembulan menjadi saksi-saksi di antara ribuan bintang, tak ada yang dapat mengalahkan cinta yang begitu besar yang dimiliki oleh keturunan Adam dan hawa itu, tak pernah lelaki itu berfikir untuk mengkhianati cinta yang selama ini dia jaga, semuanya telah Ia berikan hanya pada satu nama, hanya untuk kekasih halalnya.
Setelah melaksanakan salat isya berjamaah, Aqiel mengajak sang istri untuk candle light dinner di tepi lautan tak jauh dari resort, yang telah dia persiapkan khusus untuk bidadarinya.
"Mas mau membawa aku ke mana? Kenapa aku harus menutup mata Mas?" Tanya sang istri penasaran.
"Kalau Mas kasih tahu nggak surprise lagi dong cinta, Oke sebentar lagi kita sampai." Ucap lelaki tampan itu menuntun gadis pujaan hatinya.
Aqiel melepaskan ikatan yang menutupi penglihatan sang istri.
"Surprise...." Teriak Aqiel dengan senyuman yang lebar.
"MasyaaAllah mas, ini mas yang siapkan semua nya?" Tanya Alesha begitu tak percaya jika suaminya itu begitu seromantis ini.
"Idenya memang dari mas sayang, tapi yang nyiapin pegawai resort." Ucap Aqiel terkekeh.
Aqiel lalu menarik salah satu kursi yang akan di duduki oleh istrinya, setelah dirasa wanitanya telah duduk dengan nyaman, ia pun menarik kursi yang ada di depannya, lalu duduk dihadapan istri tercintanya.
"Terimakasih mas," ucap Alesha senang.
"Sama-sama cinta, suka nggak?" Tanya Aqiel, walaupun ia tau bagaimana perasaan sang istri dari melihat ekspresinya, namun ia tetap ingin mendengar jawaban dari mulut istrinya itu secara langsung.
"Aku benar-benar speechless Mas, suka banget, aku nggak pernah bayangin kalau mas akan seromantis ini." Ucap Alesha tersenyum lebar, kini rasanya ribuan kupu-kupu sedang berterbangan di perutnya.
"Alhamdulillah kalau istri cantiknya mas suka," kamu akan dapat kejutan setiap harinya dari mas, tunggu aja cinta." Ucap Aqiel mengedipkan sebelah matanya kepada sang istri.
"Jangan terlalu sering dong Mas, lama-lama aku diabetes kalau Mas selalu bersikap manis seperti ini." Ucap Alesha menggembungkan pipinya.
"Aduh.. MasyaaAllah istrinya mas ini kok lucu banget sih, mana ada diabetes, mas jadi pingin cepat-cepat makan deh." Ucap Aqiel dengan tatapan yang menggoda.
"Mas sudah lapar? Yaudah ayok kita makan," ucap Alesha polos.
"Benar sayang kamu sudah siap mas makan?" Tanya Aqiel menggoda istrinya nya itu.
"Maksudnya mas?" Tanya Alesha heran.
"Mas jadi makin gemas sama kamu, kalau respon kamu begitu. Berarti udah boleh kan sayang?" Tanya Aqiel memastikan.
"Iya mas, mas nggak perlu izin aku." Ucap Alesha, benar-benar pemikiran Alesha berbeda dengan apa yang dipikirkan Aqiel.
Koki yang mengantarkan hidangan pembuka itu menghampiri mereka.
"Selamat malam tuan dan nona, silahkan dinikmati hidangan nya." Ucapnya lalu berlalu dari dua sejoli yang dimabuk cinta itu. Mereka berdua hanya menganggukkan kepalanya kepada koki tersebut.
Sebelum makan, seperti biasa mereka selalu memulai dengan membaca do'a. Aqiel menyuapi sang istri tercinta, ia tak ingin momen sekecil apapun terlewatkan dengan sang istri.
"Buka mulut sayang," ucap Aqiel, lalu ia menyuapi makanan yang ada dihadapan nya.
Alesha juga melakukan hal yang sama, iapun menyuapi sang suami, ia tau suaminya itu tak akan menyentuh makanan nya kalau tak ia suapi, karena fokus suaminya hanya untuk melihat istri tercintanya makan.
Mulai dari makanan pembuka, makanan utama hingga dessert sudah mereka nikmati, kini dua sejoli itu sedang menikmati angin malam sambil berjalan ditepi laut tak jauh dari tempat mereka candle light dinner. Aqiel tak melepas genggaman tangga nya sama sekali dari sang istri, bahkan kini ia mendekap sang istri agar lebih dekat dengan nya. Karena ia tau istrinya itu kedinginan karena hembusan angin malam.
"Dingin ya sayang?" Tanyanya kepada sang istri.
"Lumayan mas, tapi sejuk." Ucap Alesha tersenyum.
"Sini jangan jauh-jauh," ucap Aqiel langsung mendekap bahu sang istri, dan memasukkan badan sang istri kedalam jaket yang ia kenakan.
"Mas jangan begini disini, malu dilihatin orang." Ucap Alesha menunduk kan kepalanya, namun tak bisa di pungkiri ia merasa nyaman.
"Kamu kan istrinya mas, kita sudah halal, kenapa harus malu, kan mas cuma peluk kamu biar nggak kedinginan cinta." Tutur Aqiel dengan penuh kelembutan.
.
.
To Be Continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Wawa Sese
Pelajaran berharga untuk Sandra🥺
2023-09-25
3
Wawa Sese
Sabar ya san. walaupun aku kesal sama kamu karena sudah jahat sama alesha. tapi sebagai wanita aku paham perasaan kamu🥺
2023-09-25
3
Amin Srgfoo
gampang banget cari istri klo ngak cocok tinggal cari lagi... komunikasi bukannya penting ya dalam rumah tangga
2023-09-19
4