Sedikit Perhatian

Alena hanya mengikuti langkah Alesha dari belakang, entah ke mana sang sahabat akan membawa dirinya. Ternyata Alesha membawa sang sahabat untuk salat Dhuha di masjid yang tak jauh dari taman kota itu. Ya, kini waktu menunjukkan pukul 9 pagi.

Alesha memang biasa melaksanakan salat Dhuha seperti saat ini.

Langkah Alesha yang menuju masjid terhenti karena pertanyaan Alena.

Sha, lo bawa gue ke masjid mau ngapain?" Tanya Alena.

"Ya shalat dong bestie," jawab Alesha sambil menggeleng-gelengkan kepalanya heran dengan pertanyaan sahabatnya.

"Lo shalat bukan karena patah hati kan?" Tanya Alena memastikan.

"Ya enggak dong Na, kan Aku memang biasa salat Dhuha jam segini, Kamu kan juga tau. Lagian patah hati kenapa? Bahkan baru ketemu orang yang mau dikenalin Ibu sama Aku aja baru tadi, itupun secara kebetulan." Dengan setenang mungkin Alesha menjelaskan.

"Justru Aku bersyukur hari ini Allah memberikan petunjuk kepada Kita, siapa Dion itu sebenarnya. Karena dari awal, sejujurnya Aku juga nggak tertarik untuk kenalan dengan Dion. Entahlah, hanya saja Aku punya feeling yang nggak baik dari awal Ibu mau ngenalin Aku sama Dia." Alesha menjelaskan panjang kali lebar dengan perasaan yang lega, karena Dia tidak harus meneruskan pertemuannya dengan pilihan orang tuanya yang sedari awal dia sudah punya feeling tak baik pada lelaki itu.

"Syukur deh kalau lo baik-baik aja, gue nggak habis pikir deh sama tuh cowok, ada ya cowok yang udah punya pacar terus mau ngelamar pacarnya itu dan masih berusaha deketin lo melalui orang tua lo, yang anehnya lagi nih Sha, kan dia nggak pernah jumpa sama lo, kok Dia mau-mau aja gitu buat dikenalin sama lo?" Ucap Alena penuh curiga sambil mengerutkan keningnya tanda berpikir keras.

"Ya udah lah, ntar kita bahas lagi ya sahabatku tersayang, sekarang kita wudhu terus salat Dhuha, oke." Ajak Alesha sambil menarik tangan Alena untuk segera mengambil air wudhu.

Alesha shalat dengan khusyuk seperti biasanya, begitu pun dengan Alena, setelah salam Alesha memohon do'a serta ampunan kepada Allah SWT pencipta langit dan seisinya. Merasakan ketenangan serta kedamaian dalam hatinya setelah diberikan petunjuk oleh Yang Maha Kuasa.

Setelah salat Dhuha, Alesha dan Alena melangkahkan kakinya keluar dari masjid, menuju taman kota tempat mereka akan melaksanakan jogging yang gagal karena harus mengintai Dion dan wanita yang sedang bersamanya. Lagi-lagi Alesha berjumpa dengan Aqiel serta Alex sahabat nya Aqiel.

"Assalamualaikum Sha," ucap Aqiel dengan senyuman mempesona nya yang membuat lelaki itu semakin tampan, dengan jambang yang rapi serta aroma parfum yang maskulin. Jika orang-orang yang menghirup aroma khas lelaki itu, mungkin mereka ingin selalu berdekatan dengannya.

Alesha nampak kaget dengan kemunculan lelaki itu, sudah beberapa hari ini Ia selalu bertemu dengan teman SMA nya itu. Namum Ia segera menetralkan rasa keterkejutannya.

"Wa'alaikumsalam," jawab Alesha sambil menundukkan pandangannya.

"Ternyata Kita ketemu lagi, dunia ini sempit banget ya Sha," ucap Aqiel memecah ke kecanggungan. Ya, Aqiel memang tak sengaja bertemu dengan Alesha. Memang awalnya dia hanya mengikuti Alex untuk jogging di taman kota itu, karena dipaksa oleh sang sahabat.

Mungkin kali ini Aqiel akan berterima kasih kepada Alex, karena jika Alex tidak memaksanya untuk ikut, pagi ini Aqiel tidak akan bertemu dengan Alesha gadis yang selalu didoakan di sepertiga malamnya.

"Alesha hanya menjawab dengan anggukan serta senyuman manisnya, terpampang lah lesung pipi yang membuat gadis itu terlihat semakin cantik dan manis, apalagi dengan mata yang bulat seperti boba, bulu mata yang panjang serta lentik, hidung yang kecil serta mancung dan bibir yang kecil terlihatlah wajahnya yang cantik itu seperti boneka.

Tak jauh dari Mereka ternyata Naura dan Parisya juga ada di sana, Naura yang pertama kali melihat Alesha dari kejauhan segera mengajak Parisya untuk menghampiri Alesha.

"Assalamualaikum Kak Alesha dan semuanya," ucap Naura dan Parisya bersamaan.

"Waalaikumsalam," ucap Alesha dan teman-temannya.

"Wah nggak nyangka ya Kita jumpa di sini, Kak Alesha dan Kak Aqiel janjian ya, kok bisa barengan?" Tanya Parisya.

"Enggak kok, kita secara kebetulan ketemu di sini," ucap Alesha menjelaskan kepada dua orang teman pengajiannya itu.

"Oh begitu, kirain," ucap Naura sambil mencebikkan bibirnya.

"Siapa lagi dua gadis cantik ini bro? Lu kenal mereka berdua?" Tanya Alex yang selalu kepo.

"Eh kenalin semuanya, ini Alex sahabat gue, Lex kenalin ini Alesha, dan gue semalam nggak sengaja ketemu Alesha di Masjid Jami' Al Badar dan juga teman Alesha ini, makanya gue juga kenal dengan teman Alesha. Kebetulan gue juga ada di tempat pengajian yang sama dengan Alesha." Aqiel menjelaskan secara rinci kepada Alex agar Ia tidak salah paham.

"Oh gitu, oke.. oke.. !!" Ucap Alex sambil manggut-manggut.

"Kenalin ini sahabat Aku Alena, yang ini Naura dan yang diujung Parisya," jawab Alesha memperkenalkan teman-temannya.

Mereka saling memperkenalkan diri satu persatu dengan menautkan kedua tangan di depan dada.

"Salam kenal, gue Alex teman Aqiel yang paling ganteng dan gak ada duanya," jawab Alex mempromosikan dirinya.

"Yee kepedean Lo," ucap Aqiel.

"Sirik aja lo," ucap Alex cemberut.

Aqiel tidak membalas ucapan Alex lagi.

"By the way, ini yang namanya Alesha? Aqiel sering banget cerita tentang lo Sha sama gue." ucap Alex dengan polosnya, sontak ucapan Alex membuat Aqiel membekap mulutnya.

"Lo bisa diam nggak?" Bisik Aqiel di telinga sahabatnya itu sambil menatap tajam ke arah sang sahabat.

"Maksudnya?" Tanya Alesha.

"Nggak ada apa-apa kok Sha, memang Alex suka nggak jelas." Jawab Aqiel tergagap.

Alesha hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanpa melihat kearah lelaki yang bukan mahramnya itu.

"Kamu sudah dari tadi disini Sha?" Tanya Aqiel.

"Iya lumayan, kita disini sejak pukul 7 pagi," ucap Alesha tanpa melihat ke arah Aqiel.

"Kok kita nggak ketemu ya? Padahal gue sama Aqiel juga dari jam 7 di sini," ucap Alex menimpali.

"Ya namanya juga taman ini kan besar bro, pertanyaan lo nggak berbobot banget." Ucap Aqiel dengan datar.

"Iya juga ya bro," ucap Alex sambil terkekeh.

"Oh iya, kita habis ini mau cari sarapan, kalian mau ikut sekalian?" Tanya Alena kepada mereka semua.

"Boleh," jawab mereka semua kompak.

"Tapi Kita maunya makan bubur ayam di pinggir jalan nggak jauh dari taman ini, kalian nggak keberatan kan?" Tanya Alesha kepada semuanya.

"Di pinggir jalan?" Beo Alex.

"Iya kenapa? Lo nggak biasa makan di pinggir jalan?" Tanya Alena sambil menyipitkan matanya.

"Eh bukan gitu maksud gue, emang yakin makanan di pinggir jalan itu higienis?" Tanya Alex memastikan.

"Insyaa Allah higienis, kita juga sering kok makan di situ, buktinya sampai sekarang kita masih sehat." jawab Alesha meyakinkan.

"By the way, yang lain gimana?" Tanya Alena.

"Aku sama Naura nggak masalah Kak, kita ikut aja, ya kan Nau?" Ucap Parisya.

"Iya Kak, kami biasa kok makan di pinggir jalan," ucap Naura.

"Kalau lo?" Tanya Alena kepada Aqiel yang dari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka.

"Gue di mana aja sih oke, selagi halal dan tempatnya bersih." Ucap Aqiel dengan muka datarnya.

Ya, Aqiel memang selalu bersikap datar kepada lawan jenisnya, tapi tidak dengan Alesha gadis yang selama ini Ia kagumi, Ia akan berbicara dengan kehati-hatian dan penuh kelembutan.

"Oke karena tidak ada yang keberatan, let's go, perut gue udah laper nih, cacing-cacing di perut gue udah meronta-ronta," ucap Alena sambil terkekeh.

Setelah sampai di tempat bubur ayam langganan Alesha dan Alena, mereka duduk di tempat yang telah disiapkan oleh mamang penjual bubur.

"Assalamualaikum neng cantik, sudah lama atuh neng berdua nggak ke sini." Ucap mamang penjual bubur ayam dengan ramah.

Ya, Alesha dan Alena memang telah lama menjadi langganan di tempat penjual bubur itu, sehingga penjual bubur itu telah hafal sekali dengan mereka berdua.

"Waalaikumsalam mang," jawab Alesha dan Alena bersamaan.

"Wah,,hari ini rame, sama calon atuh neng Sha kesini nya?" Tanya mamang penjual bubur.

Mendengar ucapan mamang penjual bubur itu, Alesha pun terbatuk, dia terkejut dengan ucapan mamang penjual bubur ayam itu. Aqiel yang berada di hadapan Alesha refleks memberikan air minum miliknya kepada Alesha.

"Uhhuukk,, uhhhuukk,, !!" Alesha pun terbatuk.

"Kamu nggak papa Sha? Ini diminum dulu." Ucap Aqiel sambil menyerahkan gelas yang berisi air putih itu.

"Terima kasih," ucap Alesha menerima gelas berisi air putih pemberian Aqiel sambil menundukkan wajahnya yang saat ini pipinya sudah memerah karena menahan malu.

"Kenapa atuh neng?" Ucap mamang penjual bubur ayam itu yang tak tahu atas kesalahannya karena sudah bertanya hal demikian.

"Nggak papa mang, kenalin mang mereka semua ini temannya Alesha," tutur Alesha.

Oh gitu, Sering-sering mampir di warung mamang ya, neng Alesha sama neng Alena sudah langganan makan bubur ayam disini" ucap Mang Karyo sambil terkekeh dan menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

"Kalau neng Alena nggak sama suaminya? Biasanya juga sering atuh sama den Argantara suami nya neng." Ucap penjual bubur itu.

"Kebetulan suami Saya sekarang dipindah tugaskan ke luar kota mang," ucap Alena apa adanya.

"Oh begitu, hehe,,, baiklah, ini neng yang cantik-cantik sama Aden yang ganteng-ganteng mau pesan apa atuh?" Ucap mang Karyo mencatat satu persatu pesanan Alesha dan kawan-kawan.

"Saya bubur ayam paket komplit, cabe nya banyakin ya mang," ucap Alesha dan Aqiel secara bersamaan.

"Cieee....!" Ucap Alena dan yang lainnya.

"Jangan-jangan jodoh nih, pesanannya aja bisa samaan gitu," ucap Alex menggoda dua pasang manusia yang tengah salah tingkah itu.

"Tapi benaran loh, kalian itu ada mirip-miripnya, menurut gue Alex benar kali ini, jangan-jangan kalian berdua jodoh lagi." ucap Alena menimpali perkataan Alex.

"Nah benar kan Kak, nggak hanya Aku sama Parisya aja yang merasa kalau Kak Alesha dan Kak Aqiel itu mirip." Ucap Naura menambahkan.

"Iya benar, menurut aku juga gitu, kalian itu cocok banget loh kalau disandingkan berdua," ucap Parisya tak mau ketinggalan.

Aqiel yang merasa paham bahwa Alesha merasa kurang nyaman dengan topik saat ini langsung mengalihkan pembicaraan.

"By the way, ini mau pada makan atau mau ngobrol? Mamang nya udah nungguin itu dari tadi, kalian mau pesan apaan?" Ucap Aqiel dengan datar.

Alesha yang sedari tadi hanya mendengarkan perkataan teman-temannya, hanya bisa tertunduk malu, wajahnya yang sekarang sudah seperti kepiting rebus, karena sedari tadi teman-temannya selalu menggoda nya dan Aqiel.

Akhirnya setelah semua pesanan datang, mereka semua makan dengan lahapnya.

Aqiel yang melihat Alesha ingin mengambil tisu yang agak jauh darinya pun, segera membantu Alesha mengambil tisu itu dan memberikan nya kepada Alesha.

"Ini Sha," ucap Aqiel.

"Terimakasih," ucap Alesha.

Lagi-lagi tindakan Aqiel membuat perhatian teman-temannya fokus pada mereka berdua sambil mengulum senyum.

Setelah mereka semua menyelesaikan sarapan paginya. Mereka pulang ke rumah masing-masing.

"By the way Kita duluan ya Kak Alesha dan semuanya," ucap Naura dan Parisya bersamaan.

"Eh bareng aja ke parkirannya, Kita juga mau langsung pulang, ya kan Na?" Ucap Alesha.

"Iya besti," ucap Alena.

"Kita semua duluan ya Qiel, Lex," ucap Alesha kepada Aqiel dan Alex yang seperti nya masih betah di sana.

"Iya Sha hati-hati ya, kalian semua juga," ucap Aqiel.

"Assalamu'alaikum,,," ucap Alesha, Alena, Naura dan Parisya bersamaan.

"Wa'alaikumsalam," ucap Aqiel dan Alex.

Mulai menjauh empat wanita yang cantik-cantik itu meninggalkan Aqiel dan Alex.

"Pantesan aja Lo gak bisa lupain gadis impian lo itu, ternyata dia cantik banget bro, apalagi gadis solehah kayak dia, kalau cewek kayak Alesha gue mah juga mau," ucap Alex menggoda temannya.

"Lagian gue suka sama Alesha bukan hanya karena dia cantik aja, tapi karena kepribadiannya dan dia juga wanita yang cerdas, apalagi setau gue Alesha nggak pernah dekat dengan lelaki manapun, dia selalu jaga jarak sama lawan jenis nya, nggak sama dengan wanita-wanita di luaran sana," tutur Aqiel sambil mengenang masa SMA nya.

"Dan Lo jangan macam-macam sama gue berfikiran untuk suka sama Alesha," ucap Aqiel menatap tajam sahabatnya.

"Yee santai kali bro, gue juga nggak sejahat itu kali merebut gadis yang sudah bertahun-tahun lo doain di sepertiga malam lo." Ucap Alex menenangkan sang sahabat.

Aqiel hanya diam tanpa memperdulikan perkataan sahabatnya itu.

"By the way, lo udah hubungin kedua orang tua lo di Korea? Kapan lo bakal ngelamar Alesha?" Tanya Alex menatap sahabatnya.

"Lo tunggu aja waktunya, nanti lo harus ada di saat gue ngelamar Alesha," ucap Aqiel sambil melangkahkan kakinya meninggalkan sahabatnya itu menuju parkiran yang ada di dekat taman kota itu.

"Diajak ngobrol lo malah ninggalin gue," ucap Alex sambil bersungut-sungut lalu mengejar Aqiel yang telah menjauh darinya.

.

.

To be Continued

Terpopuler

Comments

Dewi Nurani

Dewi Nurani

kebanyakan by the way , kayak obtolan anak abege

2024-05-06

0

Gagah Gue

Gagah Gue

Nggak apa, mulai dari perhatian kecil dulu ya Aqiel😁😅😄

2023-09-22

1

Ainun Humaira

Ainun Humaira

Mulai deg-degan ni. hayuk kudukung sampai halal.

2023-09-22

3

lihat semua
Episodes
1 Kesabaran Alesha
2 Perdebatan Kecil
3 Pertemuan Singkat
4 Kekalutan Alesha
5 Tak di Duga
6 Terciduk
7 Sedikit Perhatian
8 Tersudut
9 Kabar Bahagia
10 Khitbah (1)
11 Khitbah (2)
12 Biarkan Mereka Berkata
13 Kisah Alesha
14 Akhirnya
15 Hari Bahagia Alesha Chayanika & Aqiel Afdal Zafi
16 Keluarga Cemara
17 Pasutri Baru
18 Saling Menerima
19 Ternyata...
20 Dua Insan
21 Cemburu (1)
22 Rumah Baru (1)
23 Rumah Baru (2)
24 Kedatangan Mama Selly & Papa Roy
25 Syukuran Rumah Baru
26 Tersebarnya Rumor
27 Istirahat Total
28 Ikhtiar
29 Sidang (1)
30 Sidang (2)
31 Kerumah Ayah & Ibu
32 Tetangga Julit
33 Menggapai Ridho Suami
34 38 Derajat Celcius
35 Resmi Bercerai
36 Selalu Ingin Bermanja
37 Praduga
38 Sudah Empat Minggu
39 Siapa Wanita Itu?
40 Morning Sickness
41 Penjelasan (1)
42 Penjelasan (2)
43 Mengidam (1)
44 Mengidam (2)
45 Jatuh Pingsan
46 Hamil Kembar
47 Pernyataan Alex
48 Kepulangan Alesha
49 Graduation (1)
50 Graduation (2)
51 Sebuah Kejutan
52 Pertemuan Pertama
53 Cemburu (2)
54 Mohon Perlindungan
55 Pertama Kali Datang Kekantor
56 Seperti Penguntit
57 Kelakuan Sang Suami
58 Kedatangan Karin
59 Kemarahan Aqiel
60 Mempertimbangkan
61 Grand Opening
62 Pertemuan
63 Berpamitan
64 Pembicaraan Empat Sahabat
65 Lamaran Dadakan
66 Jawaban Parisya
67 Keinginan Baby Twins
68 Lamaran Resmi
69 Notifikasi Email
70 Balasan Email
71 Rumah Produksi Film
72 Terkenal
73 Wedding Day (1)
74 Wedding Day (2)
75 Kelahiran Bayi Amora
76 Azlan Zaydan Hidayat
77 Taman
78 Sah...
79 Gagal Malam Pertama
80 Firasat
81 Pendarahan
82 Kecelakaan Tunggal
83 Ujian Terberat
84 Flashback
85 Kerumah Nenek & Kakek
86 Minta Adek
87 Penuh Syukur (Tamat)
88 PENGUMUMAN (Novel Hidayah Terindah)
89 PENGUMUMAN (Novel Kau Hanya Untukku)
90 PENGUMUMAN (Novel Mengobati Hati Yang Terluka)
91 Shanum: SAMUEL & HANUM
92 Novel "Ours Time"
93 Novel: Takdir di Ujung Waktu
94 Novel: Jodoh Jalur Ummi
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Kesabaran Alesha
2
Perdebatan Kecil
3
Pertemuan Singkat
4
Kekalutan Alesha
5
Tak di Duga
6
Terciduk
7
Sedikit Perhatian
8
Tersudut
9
Kabar Bahagia
10
Khitbah (1)
11
Khitbah (2)
12
Biarkan Mereka Berkata
13
Kisah Alesha
14
Akhirnya
15
Hari Bahagia Alesha Chayanika & Aqiel Afdal Zafi
16
Keluarga Cemara
17
Pasutri Baru
18
Saling Menerima
19
Ternyata...
20
Dua Insan
21
Cemburu (1)
22
Rumah Baru (1)
23
Rumah Baru (2)
24
Kedatangan Mama Selly & Papa Roy
25
Syukuran Rumah Baru
26
Tersebarnya Rumor
27
Istirahat Total
28
Ikhtiar
29
Sidang (1)
30
Sidang (2)
31
Kerumah Ayah & Ibu
32
Tetangga Julit
33
Menggapai Ridho Suami
34
38 Derajat Celcius
35
Resmi Bercerai
36
Selalu Ingin Bermanja
37
Praduga
38
Sudah Empat Minggu
39
Siapa Wanita Itu?
40
Morning Sickness
41
Penjelasan (1)
42
Penjelasan (2)
43
Mengidam (1)
44
Mengidam (2)
45
Jatuh Pingsan
46
Hamil Kembar
47
Pernyataan Alex
48
Kepulangan Alesha
49
Graduation (1)
50
Graduation (2)
51
Sebuah Kejutan
52
Pertemuan Pertama
53
Cemburu (2)
54
Mohon Perlindungan
55
Pertama Kali Datang Kekantor
56
Seperti Penguntit
57
Kelakuan Sang Suami
58
Kedatangan Karin
59
Kemarahan Aqiel
60
Mempertimbangkan
61
Grand Opening
62
Pertemuan
63
Berpamitan
64
Pembicaraan Empat Sahabat
65
Lamaran Dadakan
66
Jawaban Parisya
67
Keinginan Baby Twins
68
Lamaran Resmi
69
Notifikasi Email
70
Balasan Email
71
Rumah Produksi Film
72
Terkenal
73
Wedding Day (1)
74
Wedding Day (2)
75
Kelahiran Bayi Amora
76
Azlan Zaydan Hidayat
77
Taman
78
Sah...
79
Gagal Malam Pertama
80
Firasat
81
Pendarahan
82
Kecelakaan Tunggal
83
Ujian Terberat
84
Flashback
85
Kerumah Nenek & Kakek
86
Minta Adek
87
Penuh Syukur (Tamat)
88
PENGUMUMAN (Novel Hidayah Terindah)
89
PENGUMUMAN (Novel Kau Hanya Untukku)
90
PENGUMUMAN (Novel Mengobati Hati Yang Terluka)
91
Shanum: SAMUEL & HANUM
92
Novel "Ours Time"
93
Novel: Takdir di Ujung Waktu
94
Novel: Jodoh Jalur Ummi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!