Menikah butuh persiapan ilmu, fisik dan mental, agar niat mulia membangun keluarga sakinah bisa terwujud secara nyata. Salah satu realisasi persiapan dari sisi ilmu adalah berusaha mengkaji beragam persoalan terkait dengan pernikahan, baik pra maupun pasca menikah, dari sudut pandang syariat Islam. Bekal ilmu tentang pernikahan ini laksana obor penerang yang akan menuntun sepasang pengantin untuk melabuhkan kapal keluarganya di pelabuhan kebahagiaan dan keharmonisan.
WSM_(Penantian Kekasih Halal)
***
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Hari di mana pernikahan Alesha Chayanika dengan Aqiel Afdal Zafi akan di berlangsung kan. Sesuai dengan rencana yang telah disepakati, acara tersebut digelar di tempat terbuka dengan dekorasi yang cantik dengan banyaknya dihiasi oleh bunga-bunga hidup sesuai permintaan Alesha, sederhana namun tetap elegan.
Pengantin wanita sudah disiapkan di sebuah tenda khusus yang dipersiapkan oleh keluarga, begitupun dengan para tamu undangan pun sudah mulai hadir memenuhi kursi yang sudah disediakan.
Alesha sangat cantik menggunakan gaun pengantin berwarna putih hasil karya perancang terkenal kenalan keluarga Aqiel. Ditambah dengan jilbab yang tetap syar'i serta hiasan kepala yang menjuntai dan ditambah dengan mahkota kecil diatas kepala gadis cantik berlesung pipi itu, yang sebentar lagi akan menjadi seorang istri dari Aqiel Afdal Zafi. Alesha ditemani oleh kakak kandungnya Amora serta sahabat nya Alena.
"MasyaaAllah Tabarakallahu, kamu cantik sekali Sha, kakak pangling lihat kamu, benar kan Na?" Ucap Amora menatap Alena sahabat adiknya itu.
"MasyaaAllah kakak benar, Alesha sangat cantik, aura kamu dihari pernikahan kamu ini sangat terpencar," ucap Alena berkaca-kaca.
"Kamu kenapa malah berkaca-kaca Na, tidakkah kamu bahagia dengan pernikahan sahabat kamu ini?" Tanya Alesha menatap netra sang sahabat.
"Tentu gue bahagia Na, gue kan pernah bilang, gue akan menjadi orang yang paling bahagia dengan kebahagiaan lo selain keluarga lo. Selama ini gue turut berada di samping lo, perjuangan lo hingga sampai di hari ini gak gampang, pernikahan yang selama ini lo nantikan, impian pernikahan yang selama ini lo nantikan akhirnya terwujud juga, bagaimana gue nggak bahagia sayangku, semoga pernikahan lo Sakinah Mawaddah Warahmah hingga till Jannah ya bestie." Tutur Alena memeluk sang sahabat dengan sayang yang sebentar lagi akan melepas masa lajangnya.
"Terimakasih ya bestie, Aku nggak tahu lagi harus berkata apa, yang pasti aku bersyukur banget punya sahabat seperti kamu, dan terima kasih karena kamu menepati janji kamu untuk selalu ada di dekat ku, hingga di saat hari penting ku." Ucap Alesha tulus. Percakapan dua sahabat itu tak luput dari pandangan sang kakak.
"Udah dong kalian berdua ini, masak di hari bahagia harus mengeluarkan air mata, Kakak juga bangga sama kamu Sha, selamat ya adikku, semoga pernikahan kamu dengan lelaki pilihanmu akan selalu membawamu untuk selalu mengingat Allah SWT, selalu berada di jalan-Nya Allah SWT, serta akan selalu membimbing mu ke surga-Nya Allah SWT." Ucap Amora tersenyum tulus dan juga memeluk sang adik dengan sayang sambil mengusap kepala adik perempuan satu-satunya itu.
"Aamiin Ya Rabbal 'Alamin" ucap Alesha dan Alena bersamaan.
Suara lantunan sholawat terdengar begitu menusuk indra pendengaran Alesha Chayanika serta sang kakak dan sahabat nya.
"Kak Aqiel sudah datang kak," kata salah satu Bridesmaids yaitu Naura memberitahu Alesha Chayanika yang barusan menghampiri Alesha.
"Alhamdulillah, aku deg-degan deh Kak, Na," ucap Alesha, tangan kanannya menggenggam tangan sang kakak, sedangkan tangan kirinya menggenggam tangan sang sahabat.
"Jangan nervous loh sayang, tarik nafas lalu keluarkan," ucap Amora menatap Netra sang adik.
"Hhhuufffttt...!!" Alesha mengikuti instruksi sang kakak, ia menarik nafasnya dalam-dalam, lalu mengeluarkannya dengan perlahan.
"Lihat Sha, acara ijab kabulnya akan segera dimulai," Alena heboh saat layar televisi di hadapannya memperlihatkan video siaran langsung apa yang terjadi di area lokasi pernikahan.
"Tuh lihat Sha, calon suami kamu sayang, gimana? Dia tampan kan?," ucap Amora menggoda adiknya itu. Amora yang digoda hanya menundukkan kepalanya menutupi rona merah diwajahnya.
Alesha mendongakkan kepalanya, dia melihat layar televisi yang terletak di atas sebuah meja di dalam ruangan tersebut. Alesha tersenyum saat melihat Aqiel yang mengenakan setelan baju pengantin dengan warna senada dengan nya. Dia terlihat grogi dan gugup saat berhadapan dengan ayah Anggara calon mertuanya itu yang beberapa menit lagi akan menjadi Ayah mertuanya.
Di tempat ijab Kabul, para pihak yang bersangkutan tengah berdiskusi karena akad pernikahan akan menggunakan bahasa Arab. Ya, sebelumnya Aqiel dan Ayah Anggara sudah sepakat ijab kabul akan dilakukan menggunakan bahasa Arab.
Sedangkan di sisi lain, tepatnya di kursi tamu undangan, Danar dia diam memaku dengan pandangan yang tak bisa diartikan, menerawang lurus menatap ke arah Aqiel.
Beralih kembali ke tempat ijab qobul, di mana khotbah nikah selesai diucapkan oleh pihak keluarga laki-laki. Kini saatnya acara inti, yaitu pembacaan akad pernikahan.
"Apa semuanya sudah siap?" Tanya penghulu pernikahan.
Ayah Anggara dan Aqiel sama-sama menganggukkan kepala.
"Silakan tangan kanan Pak Anggara dan Aqiel saling bertautan," ucap pak penghulu
Tangan kanan Aqiel terulur menyambut tangan kanan Ayah Anggara yang terulur juga.
"Pak Anggara ikuti kata-kata saya ya," penghulu tersebut menghela nafas panjang saat ingin membantu Ayah Anggara dalam pengucapan kata ijab menggunakan bahasa Arab. Sedikit sulit karena tidak banyak yang menggunakannya.
"Baik pak," ucap Ayah Anggara sesegera mungkin.
"Ya Aqiel Afdal Zafi....." Kata Pak penghulu menuntun Ayah Anggara.
"Ya Aqiel Afdal Zafi bin Roy Atmaja Zafi, Ankahtuka wa zawwajtuka makhtubataka binti Alesha Chayanika, alal mahri 500 gharamaat minadz dzahabi wa adawatiashalati hallan," ucap Ayah Anggara dalam satu kali tarikan nafas.
"Qobiltu nikaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur wa radhiitu bihi, wallahu waliyyu taufiq." Ucap Aqiel tenang dalam satu kali tarikan nafas.
Sejenak suasana hening hingga beberapa detik.
"Bagaimana para saksi-saksi pernikahan? Sah?" Tanya Pak penghulu kepada para saksi serta semua tamu undangan yang ada di sana.
"Sah....!!" Jawab semuanya serentak. Lega rasanya ijab dan qabul berlangsung lancar tanpa ada pengulangan.
"Alhamdulillahirobbilalamin, Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltaha 'alaih, wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih." Pak penghulu membacakan doa pernikahan yang diaminkan oleh semua orang.
"Alesha, MasyaaAllah, Alhamdulillah. Selamat ya sayang kamu sudah menjadi seorang istri," ucap sang kakak haru biru.
"Selamat ya bestie ku yang cantik tiada duanya, kamu hari ini telah sah menjadi seorang istri, istrinya seorang Aqiel yang selama ini selalu mendo'akan kamu di sepertiga malamnya itu." ucap Alena menggoda sahabat nya itu.
Alesha terharu, iya bahkan meneteskan air mata kebahagiaan.
"Alhamdulillahirobbilalamin, inilah jawaban dari segala cinta yang Engkau berikan kepada kami kuat ya Allah, akhirnya pemilik hatiku, jiwa dan ragaku adalah Aqiel Afdal Zafi. Engkau yang memilihnya untukku, dan hari ini, Engkau telah mempersatukan kami dalam ikatan suci pernikahan yang engkau ridhoi." Batin Alesha lirih.
***
"Selamat saudara Aqiel, anda dan saudari Alesha Chayanika sudah menjadi pasangan suami istri yang sah di mata agama dan hukum negara." Ucap penghulu memberi selamat.
"Terimakasih pak," ucap Aqiel dengan senyumnya yang mengembang.
"Silakan dibawa pengantin wanitanya, untuk penandatanganan berkas-berkas, penyerahan mahar dan penyematan cincin nikah," ucap Pak penghulu.
Ibunda tercinta Alesha bangkit dari duduknya, melangkahkan kakinya menuju di mana sang anak perempuannya berada saat ini.
"Assalamu'alaikum," ucap Ibu Alice saat memasuki ruangan yang ditempati oleh Alesha.
"Wa'alaikumsalam," ucap Alesha, Amora dan Alena serta semua yang ada di ruangan itu secara bersamaan.
"Ayo nak, temui suamimu, kamu sama Aqiel sudah resmi menjadi suami istri, lekas temui suamimu, nak Aqiel sudah menunggu" ucap ibu Alice tersenyum menatap sang anak perempuannya.
"Selamat ya nak, kamu hari ini sudah menikah, dan telah resmi menyandang sebagai istri." Sambung ibu Alice lagi, akhirnya hari yang ditunggu selama ini terlewati.
"Terimakasih banyak Bu, doakan Alesha ya Bu, semoga Alesha bisa menjadi seorang istri yang baik untuk suami Alesha." Ucap Alesha menatap netra sang ibu membalas senyuman sang ibunda.
"Insyaa Allah nak, ibu akan selalu mendoakan kamu," jawab sang Ibunda tercinta.
"Aduh, kok malah melow, kan Alena ikut terharu, ayo Sha, Tante, kak Amora, kita keluar untuk mengantarkan Alesha bertemu suaminya," tutur Alena tak dipungkiri rasa Bahagia serta haru karena akad nikah sang sahabat tercinta berjalan dengan lancar.
Alesha mengangguk kan kepalanya begitu pun Ibu Alice dan Amora.
"Bismillahirrahmanirrahim," gumam Alesha lalu berdiri dari sofa yang ia duduki.
Langkah demi langkah Alesha keluar dari ruangan pengantin, Naura dan Parisya pun yang barusan menghampiri mereka, membantu memegangi gaun pengantin yang menjuntai panjang menyapu tanah bersama Alena. Sedangkan ibu Alice berada di sisi kanan Alesha, dan Amora berada di sisi kiri Alesha.
Suasana di luar mendadak hening, semua berfokus pada pengantin perempuan. Hanya lantunan sholawat yang begitu merdu sebagai pengiring pengantin wanita saat ingin bertemu dengan pengantin laki-laki.
Aqiel berdiri tegak sambil memperhatikan gadis yang kini sudah resmi menjadi kekasih halalnya tersebut. Sunggingan senyum tercipta di bibirnya tatkala sang istri semakin mendekat.
"MasyaaAllah, cantik sekali ya Zaujati," gumam Aqiel yang hanya ia sendiri yang mendengar ucapannya itu.
Tak terasa kini Alesha sudah berada di depan suaminya.
"Assalamualaikum ya zaujati," kata Aqiel lembut.
"Wa'alaikumsalam ya Jauzi," ucap Alesha membalas perkataan suaminya.
Alesha duduk di kursi yang telah disediakan. Aqiel kembali duduk tepat disebelah Alesha, menolehkan kepala lalu tersenyum saat gadis yang didoakannya di setiap sepertiga malamnya kini sudah halal dan resmi menjadi istrinya.
"Saudara Aqiel dan Saudari Alesha silakan ditandatangani berkas-berkasnya," ucap penghulu menyerahkan beberapa berkas kepada pasangan pengantin baru tersebut. Alesha dan Aqiel melakukannya dengan segera.
"Silakan dilanjut memasang kan cincin pernikahan. Pengantin wanita dulu yang menyematkan cincin pernikahan pada jari tangan pengantin laki-laki lalu kecup tangannya." Ucap penghulu memberi instruksi.
Alesha meraih cincin yang telah disediakan untuk dipasangkan di jari Aqiel, tangannya begitu gemetaran saat ingin memasangkannya pada jari sang kekasih halal. Begitu pula dengan Aqiel, dia ragu-ragu untuk menjulurkan tangannya kepada Alesha.
"Nak, ayo berikan tanganmu pada Alesha, tidak usah malu-malu, nanti juga malu-maluin," ucap Papa Roy menggoda putranya.
"Atau gue yang wakilkan bro," ucap Alex yang tak kalah ingin menggoda sang sahabat, yang duduk tak jauh dari Aqiel.
Aqiel dengan segera menjulurkan tangannya kepada Alesha meskipun ragu-ragu, Alesha gegas menyematkan cincin pernikahan di jari manis tangan kanan suaminya. Iya terdiam sejenak lalu menarik tangan suaminya untuk dikecup.
"Masya Allah Tabarakallahu," gumam Aqiel merasa gelayar aneh di tubuhnya.
Ayo nak Aqiel, giliran kamu yang menyematkan cincin di jari manis istrimu." Ucap penghulu kepada Aqiel.
Aqiel meraih cincin untuk disematkan di jari Alesha, dia menyematkannya di jari manis tangan kanan sang kekasih halal lalu mencium keningnya tanpa ragu. Alesha memejamkan matanya saat merasakan kecupan hangat yang menyentuh dahinya.
Saat Aqiel melepas kecupan itu, ia taruh tangan kiri di atas ubun-ubun kepala Alesha, lalu tangan kanan menengadah ke atas dan menggumamkan sebuah doa untuk sang kekasih halal.
"Silakan dibaca Shigat thaliknya, Nak," ucap penghulu lagi kepada Aqiel.
"Baik pak," Aqiel meraih buku nikah coklat berwarna tua lalu membukanya dengan segera dan mencari bagian yang tertera ucapan Shigat thalik.
"Sesudah akad nikah saya, Aqiel Afdal Zafi berjanji dengan sesungguh hati, bahwa saya akan mempergauli istri saya bernama Alesha Chayanika dengan baik (mu'asyarah bil ma'ruf) menurut ajaran Islam. Kepada istri saya tersebut saya menyatakan shigat thalik sebagai berikut: Apabila saya...." Aqiel membacanya dengan sangat lantang dan menggema.
"Alhamdulillahirobbilalamin, sekarang tinggal penyerahan mahar pernikahan dari suami untuk istrinya," ucap pak penghulu.
Aqiel membawa satu kotak perhiasan emas yang sudah dikemas rapi dengan seperangkat alat sholat. Sebagaimana yang sudah disebutkan, Aqiel memberi mahar 500 gram emas dan seperangkat alat salat, yang diterima baik oleh Alesha.
Akhirnya, acara demi acara akad nikah pernikahan sudah dilewati dengan baik. Kini Aqiel Afdal Zafi dan Alesha Chayanika sudah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah dimata agama dan hukum negara. Proses demi proses yang dilalui membuat haru biru kedua keluarga, sahabat serta tamu undangan yang hadir. Keduanya mendapatkan ucapan selamat yang tiada henti dari para keluarga dan sahabat. Dan akan lebih banyak lagi pada saat acara resepsi pernikahan yang akan digelar sebentar lagi.
Acara pernikahan hari ini sangatlah menguras tenaga dan pikiran. Saat semuanya selesai, kini meninggalkan wajah-wajah lelah di kedua
pengantin, para orang tua, keluarga dan para petugas yang dipekerjakan untuk mengatur jalannya acara demi acara dari pagi hingga sore tiba.
.
.
To Be Continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Gagah Gue
Senangnya, akhirnya alesha dihalalkan juga😍😍😍
2023-09-25
3
Ning Mar
akhirnya halal juga....selamat2,smg SAMAWA
2023-09-21
4