Dikamar miliknya saat ini, Alesha masih saja belum bisa tertidur, padahal saat ini sudah menunjukkan pukul 23.00 malam, entah apa yang dipikirkan oleh gadis cantik itu.
Alesha bangkit dari pembaringan nya, menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya, segera mengambil air wudhu dan membaca do'a tidur, berharap kantuk ini segera tiba. Namun hingga telah menunjukkan pukul 01.00 malam pun, Ia masih saja memutar badannya ke kiri dan ke kanan, Ia kembali duduk, mengingat kejadian-kejadian yang telah terjadi sebelumnya.
Mulai dari omongan para tetangga yang selalu menggunjingnya, baik secara terang-terangan maupun di belakang, sindiran teman-teman sesama mengajarnya, dan bahkan keluarga dari kedua orang tuanya yang selalu menanyakan kepadanya kapan ia akan menikah, tidak adakah lelaki yang mau meminangnya, begitulah pembicaraan para kerabat disaat pertemuan keluarga.
Dan lagi lelaki yang akan dikenalkan oleh kedua orang tuanya pun membuat dia dan keluarga kecewa. Apa salahnya selama ini, kenapa rasanya takdir mempermainkan dirinya. Di usia yang telah menginjak 27 tahun ini Ia masih saja sendirian, menantikan kekasih halal yang selama ini telah tertulis di Lauhul Mahfudz nya.
Berulang kali Alesha beristighfar, memohon ampunan kepada Yang Maha Kuasa, berharap agar penantiannya selama ini datang jua. Hingga waktu menunjukkan pukul 03.00 pagi, Ia segera mengambil air wudhu dan melaksanakan salat sunnah, setelah itu Ia mengambil mushafnya dan seperti biasa membaca Al-Qur'an sembari menunggu datangnya waktu subuh.
Saat adzan subuh berkumandang, Alesha lanjut melaksanakan salat shubuh dan tak lupa seperti biasa infaq shubuh serta memohon kembali agar do'a-do'anya selama ini segera di dengar dan dikabulkan oleh Allah SWT.
***
Paginya di kediaman Pak Anggara, Alesha dan semua anggota keluarga sedang sarapan pagi.
"Pagi Ibu, Ayah, mana Alfa sama Arfa, tumben belum sarapan?" ucap Alesha.
"Pagi Anak ibu yang cantik, adik kamu Arfa sudah berangkat pagi-pagi sekali, katanya mau bimbingan, kalau Alfa bentar lagi juga keluar kamar." Ucap Ibu Alice.
Tak lama Alfa juga bergabung di meja makan, mereka menikmati sarapan pagi seperti biasa. Hingga selesai sarapan Ibu Alice membuka pembicaraan.
"Kamu baik-baik saja kan Sha?" Tanya Ibu Alice. Ibu Alice kembali teringat dengan baik kejadian semalam, bagaimana Ia serta suami dan anaknya dibuat kecewa oleh lelaki yang akan dikenalkan kepada Alesha.
"Alhamdulillah Alesha baik Bu, Ibu masih kepikiran dengan kejadian semalam? Sudahlah Bu lupakan saja, yang terpenting sekarang Alesha mau Ibu sama Ayah nggak perlu banyak pikiran tentang Alesha, Allah tau mana yang terbaik buat Alesha, kenapa sampai sekarang belum ada yang datang untuk melamar Alesha, karena Allah percaya Alesha mampu untuk menghadapi semuanya hingga nanti dipertemukan dengan lelaki pilihan yang telah tertulis di Lauhul Mahfudz Alesha." Jawab Alesha meyakinkan kedua orang tuanya dengan menampilkan senyuman nya yang lebar, terbitlah lesung pipi nya yang membuat gadis cantik itu semakin menggemaskan.
"Iya Nak, Ayah sama Ibu percaya sama kamu, kamu anak yang baik, pasti jodoh kamu juga baik," ucap Ayah Anggara.
"Aamiin Allahumma Aamiin,," ucap Alesha tersenyum.
"Oh iya Yah, Bu, beberapa yang lalu, Alesha pernah ceritakan sewaktu Alesha mau nolongin salah satu murid Alesha yang mau di ganggu oleh salah satu preman, dan kita di tolongin sama seorang lelaki, dan ternyata lelaki itu Abang nya murid Alesha," Tutur Alesha melihat kearah kedua orang tuanya secara bergantian.
"Iya ibu ingat, kenapa memang nya Nak?" Ucap Ibu Alice penasaran.
"Dia telfon Alesha, untuk meminta izin Alesha agar bisa bertemu dengan Ayah sama Ibu," ucap Alesha.
"Kok dia bisa hubungi kamu Sha? Dia punya nomor handphone kamu Nak?" Tanya Ayah Anggara penasaran.
"Nah kebetulan Abang nya murid Alesha itu teman Alesha sewaktu SMA Yah, Bu, dan Ibu sama Ayah kan tau sendiri dari dulu Alesha tidak pernah ganti nomor, ternyata dia selama ini masih menyimpan nomor Alesha, makanya dia bisa hubungi Alesha, kita juga beberapa kali secara tidak sengaja bertemu." Ucap Alesha menjelaskan apa adanya.
"Oh gitu, terus kenapa dia mau ketemu sama Ibu dan Ayah Sha, namanya siapa Sha?" Tanya Ibu Alice.
"Alesha juga gak tau Bu, namanya Aqiel, dia memang anaknya baik sih, tapi Alesha dulu juga nggak terlalu dekat sama dia, karena memang kan dari dulu Alesha nggak pernah dekat sama teman laki-laki Alesha." Tutur Alesha.
"Ya sudah, suruh dia kerumah Nak," ucap Ayah Anggara mantap.
"Baik Ayah, nanti Alesha akan kabari dia kalau Ayah sama Ibu sudah mengizinkan." Ucap Alesha.
Setelah sarapan pagi itu dan berbicara dengan kedua orang tuanya, Alesha tak lupa membantu ibunya mencuci piring kotor dan membersihkan dapur. Setelah itu Ia langsung menghubungi Aqiel melewati via chat untuk memberitahukan kepada lelaki itu bahwa orang tuanya telah mengizinkan.
Hari itu pun Alesha tetap beraktivitas seperti biasa, seolah tak pernah terjadi hal-hal yang membuat Ia dan keluarga kecewa.
***
Di apartemen milik Aqiel, Ia sekarang sedang menghubungi orang tuanya yang ada di Korea.
Tut..Tut..Tut...!!
Setelah tiga kali percobaan, akhirnya di belahan bumi lain telepon Aqiel diangkat juga oleh Ibu tercinta.
["Halo, Assalamualaikum Ma,]" ucap Aqiel.
["Waalaikumsalam Nak,"] jawab Mama Selly.
["Mama apa kabar? Mama sama Papa sehat kan disana?"] Tanya Aqiel perhatian.
["Alhamdulillah Mama sama Papa sehat di sini Nak, kamu baik-baik saja kan Nak di Indonesia?"] Tanya Ibunya khawatir, karena tiba-tiba saja putra sulungnya itu meneleponnya selarut ini.
["Alhamdulillah aqiel sehat di sini Ma, Aqiel baik-baik aja."] Jawab Aqiel.
["Alhamdulillah,, Ada apa kamu telepon Mama Nak selarut ini? Di sini masih jam 21.00 (KST) berarti di sana sekarang jam 23.00 (WIB), Kamu ada masalah di Indonesia?"] Tanya Mama Sely khawatir.
["Bukan Ma, hanya saja Aqiel mau minta restu sama Mama dan Papa, sebelumnya Aqiel sudah sering cerita kan sama Mama, selama ini Aqiel telah mempunyai pilihan hati untuk menjadi pendamping hidup Aqiel. Bisakah Minggu depan Mama dan Papa melamar kan Alesha untuk Aqiel?"] Tanya Aqiel memastikan.
Ya, selama ini Aqiel memang selalu menceritakan kepada Mama dan Papanya bahwa Ia telah memiliki pilihan sendiri. Karena sebelumnya dia sudah beberapa kali ingin dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan anak rekan bisnis Papa nya. Tentu saja Aqiel menolaknya, karena Ia tak bisa menerima gadis manapun selain Alesha wanita yang selama ini selalu dido'akan di sepertiga malamnya.
Dan kembalinya Aqiel ke Indonesia pun sudah Ia ceritakan kepada kedua orang tuanya, selain bertemu klien penting, dia juga ingin mencari tahu tentang wanita pilihannya, siapa lagi kalau bukan Alesha.
Mendengar berita ini, tentu saja orang tua Aqiel sangat senang, karena selama ini mereka sudah lama menginginkan anak sulungnya itu segera menikah dan memiliki pendamping. Karena mereka tak sabar untuk segera menimang cucu di usia mereka yang tidak lagi muda.
["Kamu serius Nak? Kamu sudah bertemu dengan Alesha? Kamu sudah memastikan bahwa Ia belum menikah? Atau dia belum dilamar oleh orang lain? "] pertanyaan beruntun diberikan Mama Selly kepada Aqiel.
Karena Mama Selly tak ingin anaknya dianggap sebagai perusak hubungan orang lain, karena tidak ada yang tau apa yang terjadi, sebab Aqiel dan Alesha selama ini terbentang jarak dan waktu, terlebih Aqiel tidak pernah berkomunikasi sekalipun dengan Alesha, hanya di sepertiga malamnya saja ia selalu memohon dan berdo'a.
Aqiel pun punya alasan kenapa dari dulu Ia tak pernah sekalipun untuk mendekati gadis impiannya itu, karena setelah lulus kuliah, Papa nya meminta Aqiel untuk meneruskan perusahaan yang ada di Korea yang saat itu hampir collapse, demi membangkitkan kembali perusahaan yang telah lama dibangun oleh orang tuanya, mau tidak mau Aqiel harus membantu Papanya, sehingga Ia menahan diri untuk tidak mendekati Alesha, dan fokus pada perusahaan milik keluarganya. Hingga saat ini perusahaan milik keluarganya telah bangkit kembali dan tersebar hampir di seluruh negara, termasuk Indonesia.
Mama Selly justru sangat senang mendengar kabar baik dari anak lelaki sulungnya ini, akan tetapi Ia juga tidak mau anaknya terjebak dengan perasaannya yang telah lama Ia pendam, jika si wanita memiliki calon atau bahkan telah dilamar oleh lelaki lain.
"Karena, Islam tidak memperbolehkan seseorang melamar perempuan yang telah dilamar oleh orang lain dengan sengaja, hal itu dilarang. Karena jika ternyata peminang kedua yang diterima oleh si wanita yang dilamar, tentunya secara manusiawi hal itu akan membuat kecewa peminang pertama dan berpotensi menimbulkan permusuhan antara mereka berdua. Kecuali jika peminang kedua mendapat izin dari peminang pertama, maka itu tidak dilarang."
["Satu-satu dong Ma bertanya nya, Mama jangan khawatir, Aqiel telah memastikan bahwa Alesha belum memiliki calon ataupun di lamar oleh lelaki lain, Aqiel juga sebelumnya sudah bertemu dengan Alesha beberapa kali, dan Aqiel sempat menelpon Alesha dan meminta izin kepada nya bahwa Aqiel akan datang ke rumahnya menjumpai orang tuanya, tadi pagi pun Alesha memberitahu Aqiel lewat via chat dan Alesha memberikan jawaban yang positif, bahwa Ia menerima niat baik Aqiel untuk datang bertemu kedua orang tuanya, Aqiel memang tidak memberitahu tujuan serta niat Aqiel bertemu orang tuanya, hanya saja Aqiel yakin akan niat Aqiel kali ini."] Jawab Aqiel menjelaskan panjang kali lebar meyakinkan mamanya.
["Alhamdulillah kalau begitu Nak, Insyaa Allah lusa Mama dan Papa akan segera ke Indonesia, dan Minggu depan Mama dan Papa akan melamar wanita pilihan kamu."] Ucap Mama Selly diseberang sana.
Sontak jawaban Mama Selly membuat Aqiel bahagia, lega rasanya di saat mendapatkan restu dari orang tuanya.
["Terima kasih Ma, karena selama ini Mama dan Papa selalu mendukung keinginan Aqiel"] ucap Aqiel bahagia.
["Selagi itu yang terbaik dan buat anak-anak Mama dan Papa bahagia, kita pasti mendukung dan akan selalu mendoakan yang terbaik, yang penting sekarang kamu persiapkan diri Kamu untuk minggu depan, masalah hantaran dan yang lainnya serahkan sama Mama"] ucap sang Mama.
["Siap Ma, ya sudah kalau begitu Aqiel mau siap-siap untuk tidur dulu, Aqiel juga udah ngantuk banget ini Ma, sekali lagi terimakasih Ma, Assalamu'alaikum Ma,"] ucap Aqiel dengan wajah yang berbinar bahagia.
["Wa'alaikumsalam Nak"] Mama Selly pun mengakhiri telfon dengan anak sulungnya itu.
***
"Ada apa Ma, malam-malam begini Aqiel telfon, tumben-tumbenan anak kesayangan Mama itu telfon mama, apalagi di Indonesia sudah pukul 23.00 malam." Ucap Papa Roy penasaran.
"Begini pa, Aqiel memberitahu kan kabar bahagia untuk kita," ucap Mama Selly sambil mengedipkan matanya.
"Mama malam-malam gini jangan mancing Papa dong," ucap Papa Roy terkekeh.
"Ih Papa, Mama serius," ucap Mama Selly sambil mencebikkan bibirnya.
Ya, kedua orang tua Aqiel ini, walaupun sudah tidak muda lagi, tapi mereka selalu saja berperilaku layaknya anak muda tengah pacaran, Ayah Roy yang sering kali menggoda istri tercintanya itu.
"Iya memang kabar bahagia apa Ma?" Tanya Papa Roy serius kali ini.
"Kasih tau gak ya?" Ucap Mama Selly balas menggoda suaminya itu.
"Mama,," ucap Papa Roy dengan nada yang genit.
"Hehe,, iya Pa, kali ini Mama serius, lusa kita ke Indonesia ya Pa," ucap Mama Selly terkekeh.
"Ngapain ke Indonesia Ma? Ada masalah apa Ma?" Tanya Papa Roy penasaran.
"Iya lusa kita harus ke Indonesia, karena Minggu depan kita akan melamar gadis impian anak kita untuk Aqiel." Ucap Mama Selly.
"Maksud mama perempuan yang selalu di do'akan anak kita di setiap sepertiga malamnya itu?" Tanya Papa Roy memastikan.
"Iya Pa, kata Aqiel anak kita ini udah sempat ketemu sama gadis impiannya itu, dan sudah bertukar kabar juga, Aqiel bilang dia juga sudah memastikan kalau Alesha belum dilamar apalagi menikah." Ucap Mama Selly meyakinkan.
"Oke kalau begitu nanti Papa akan minta sekretaris Papa untuk mengurus keberangkatan kita lusa," ucap Papa Roy semangat.
"Oh iya pa, kalau Aqiel nanti menikah, perusahaan yang disini bagaimana, pasti Aqiel akan tinggal di Indonesia," ucap Mama Selly.
"Mama tenang saja, untuk perusahaan yang disini Papa akan serahkan kepada Rendi sepupunya Aqiel, dia kan hampir sama dengan anak kita hebat nya dalam mengurus perusahaan, dan Papa juga akan tetap mengawasi perusahaan kita disini, dan Aqiel akan Papa pindahan ke perusahaan yang ada di Indonesia." Tutur Papa Roy menenangkan istri tercintanya.
"Begitu ya Pa, kalau begitu Mama juga lega, semoga niat baik anak kita dilancarkan serta dimudahkan ya Pa," ucap Mama Selly mendo'akan anak sulung nya itu.
"Aamiin Ya Rabb," ucap Papa Roy.
"Mama jadi nggak sabar deh Aqiel menikah dan kita akan segera punya Mantu," ucap Mama Selly bahagia.
"Iya Ma, Papa juga mau cepat-cepat punya cucu," ucap Papa Roy tak kalah bahagia.
Ya begitulah pembicaraan pasangan paruh baya yang tidak lagi muda itu.
.
.
To Be Continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Gagah Gue
Semangat Aqiel, aku padamu. Ku kawal sampai bisa menghalalkan alesha, eh pada takdir author deh😆
2023-09-22
2
Sitingasmi
lanjut thor
2023-09-07
1