Saat ini, kedua orang tua Aqiel telah sampai di Indonesia, mereka dijemput oleh asisten pribadi Aqiel ke bandara menuju rumah mereka yang ada di Jakarta.
Ya, orang tua Aqiel memang mempunyai rumah yang cukup besar dan memiliki halaman yang luas, namun saat Aqiel dan kedua orang tuanya pindah ke Korea untuk membangun kembali perusahaan mereka yang sempat collapse di negeri ginseng itu, terpaksa rumah yang cukup besar dan luas itu ditinggalkan. Akan tetapi walaupun rumah itu tidak pernah ditempati selama lebih kurang 5 tahun belakangan ini, namun selalu ada yang membantu merawat dan membersihkan rumah itu.
Aqiel menyambut kedatangan kedua orang tuanya di rumah besar bak istana itu, dan tak lupa Alex pun ikut menyambut Mama Selly dan Papa Roy.
"Assalamu'alaikum Ma, Pa,"
"Assalamu'alaikum Tante, Om." Ucap Aqiel dan Alex secara bersamaan. Mereka pun menyalami kedua paruh baya itu penuh takzim.
"Wa'alaikumsalam Nak, Alex," jawab Mama Selly dan Papa Roy bersamaan.
"Masuk Ma, Pa, pasti Mama dan Papa lelah seharian di perjalanan." Ucap Aqiel.
"Demi anak Mama dan Papa, lelah ini nggak akan terasa," ucap Mama Selly terkekeh.
"Mama mu saja, Papa mah terpaksa mengikuti Mama ke Indonesia, karena Papa tidak bisa berjauhan dari Mama mu," seloroh Papa Roy bercanda.
"Papa jangan mulai deh, suka benar godain anaknya," ucap Mama Selly memukul lengan suaminya dengan pelan.
"Aduh,, sakit ma, Mama ini suka sekali mukul Papa," ucap Papa Roy meringis pura-pura kesakitan.
"Aduh mulai bucin, ingat Pa udah tua," ucap Aqiel meledek Papa nya.
"Dasar kamu anak durhaka," ucap Papa Roy menatap kearah anaknya.
"Benar dong Pa yang di bilang anak kita, sudah tua jangan bertingkah seperti anak muda, malu Pa" ucap Mama Selly membela anak sulungnya.
Aqiel dan Alex hanya tertawa melihat tingkah dua orang paruh baya itu.
"Tapi Papa kamu ini Lo Qiel sebenarnya yang paling senang dan semangat balik ke Indonesia, apalagi waktu Mama bilang kamu mau ngelamar gadis sepertiga malam mu itu, hari itu juga Papa menyuruh sekretaris nya untuk mempersiapkan keberangkatan kita ke Indonesia." Ucap Mama mulai menggoda suaminya.
"Enggak, mana ada Ma, ke g-eran nanti anak mu ini," ucap Papa Roy sambil bersungut-sungut, yang sebenarnya dalam hati lelaki paruh baya itu sangat senang anaknya sebentar lagi akan menikah. Hanya saja memang kebiasaannya tak pernah mengakui dan suka sekali menggoda anak sulungnya itu.
"Yasudah Mama sama Papa mending istirahat dulu deh, nanti kita bahas lagi untuk acara lamaran minggu depan." Tutur Aqiel sambil melangkahkan kaki nya kedalam rumah. Kedua pasangan paruh baya itu mengikuti putra sulungnya diikuti dengan Alex dibelakang.
***
Setelah seharian melakukan aktivitas mengajar, tibalah saatnya bel pulang berbunyi, Alesha dan Alena melangkahkan kakinya keluar dari ruang guru menuju parkiran. Namun di saat tiba di parkiran, Danar datang menghampiri mereka.
"Good Afternoon Miss Alesha," ucap Danar. Justru yang menjawab bukan lah Alesha, melainkan Alena.
"Alesha aja ni pak yang disapa," ucap Alena.
"Sore juga Bu Alena," ucap Danar.
"Hhmm...," Ucap Alena, sedang kan Alesha hanya menganggukkan kepalanya.
"Oh iya Miss Alesha, waktu mobil Miss mogok, saya sudah bantuin tuh, bagaimana dengan tawaran saya, Miss mau kan jalan atau makan malam dengan saya, Miss Alena juga boleh deh ikut" Ucap Danar menagih keinginan nya.
"Yee pak Danar cari kesempatan dalam kesempitan," ucap Alena menggoda.
"Gimana Sha?" Tanya Alena Menaik-turunkan alisnya.
Alena tampak berpikir, menimbang-nimbang tawaran dari Danar.
"Memangnya kapan Pak?" Tanya Alesha.
"Minggu depan bagaimana Miss, sekalian sama Miss Alena, ada yang mau saya sampaikan sama Miss Alesha," tutur Danar.
"Mohon maaf Pak Danar, Minggu depan saya ada janji," ucap Alesha tak enak hati.
"Yasudah, kapan Miss Alesha ada waktu kosong kabari Saya," ucap Danar masih berharap.
"InsyaaAllah ya Pak Danar, saya nggak bisa janji," ucap Alesha.
"Ya sudah saya dan Alena duluan ya pak, Assalamu'alaikum," ucap Alesha diikuti oleh Alena.
"Waalaikumsalam, hati-hati Miss Alesha, Bu Alena," ucap Danar kecewa karena gagal untuk mengajak jalan Alesha.
Alesha masuk kedalam mobil milik Alena, hari ini memang Alena pagi-pagi datang ke rumah Alesha untuk menjemput gadis cantik itu.
Di perjalanan menuju rumah Alesha, dua wanita cantik itu sedang asyik mengobrol membahas hal yang tidak penting hingga membahas Danar dan juga Aqiel.
"By the way Sha, menurut gue Pak danar itu suka deh sama Lo," ucap Alena.
"Entahlah Na, yang pasti aku nggak punya perasaan sama dia, andaikan pun dia punya perasaan sama aku, aku nggak bisa membalas perasaan dia Na, makanya aku bingung waktu dia ngajak aku jalan, ya walaupun ada kamu pun, aku merasa nggak nyaman, karena aku nggak mau menerima laki-laki manapun jika hanya sekedar penasaran sama aku ataupun cuman sekedar ngajak pacaran. Yang aku cari lelaki yang benar-benar bisa menerima aku dan serius untuk meminta aku sama ibu dan ayah untuk menjadi istrinya. Lagian ya udahlah, nggak usah dibahas juga." Ucap Alesha yang tak ingin membahas lelaki yang saat ini mulai mencoba mendekatinya.
"Tapi kalau misalnya dia serius sama lo gimana Sha?" Tanya Alena penasaran.
"Aku juga nggak tau Na, by the way kamu ingat nggak sama Aqiel teman aku waktu SMA, waktu kita jumpa di taman kota setelah kita keluar dari masjid." Ucap Alesha mengingatkan.
"Hhmm,,oh ya gue ingat, cowok ganteng blasteran Indonesia-Turki itu kan Sha? Yang mirip sama lo itu." Ucap Alena.
"Memang iya kita mirip? Aku mah bukan blasteran." Ucap Alesha.
"Iya loh bestie ku, emang dia kenapa?" Lo suka sama dia?" Ucap Alena.
"Bukan gitu Na, tapi dia minggu depan mau datang ke rumah aku buat jumpa sama ibu, ayah." Ucap Alesha sambil melihat ke arah jendela luar mobil.
"Serius Lo Sha?" Tanya Alena kaget.
"Benar lo Na, lagian ngapain aku bohong sama kamu, cuma yang aku bingung kenapa dia tiba-tiba mau jumpa Ayah sama Ibu? Padahal kan selama ini juga aku sama dia nggak dekat, lagian di SMA dulu kita cuman sekedar tegur sapa, Kamu kan tahu sendiri Aku sama teman laki-laki cuek banget, kalau diajak ngobrol sekedar nya aja, itupun masalah tugas." Tutur Alesha.
"Jangan-jangan dia mau serius sama lo Sha." Ucap Alena sambil tetap fokus menyetir.
"Entahlah Sha," ucap Alesha sambil mengedik kan bahunya.
"Gue do'ain selalu yang terbaik buat lo besti." Ucap Alena tulus.
"Aamiin Allahumma Aamiin," ucap Alesha.
Saking asyiknya ngobrol tak terasa mereka berdua sampai di pelataran rumah Alesha, yang tidak terlalu besar namun cukup nyaman karena dikelilingi oleh bunga-bunga yang ditanam oleh Alesha. Ya Alesha memang suka dengan berbagai macam bunga. Di samping rumah Alesha pun ada taman kecil dan bangku panjang serta gazebo untuk duduk santai.
"Yaudah masuk dulu bestie," ajak Alesha.
"Next gue mampir, hari ini laki gue pulang, jadi gue mau siap-siap nyambut laki tercinta." Ucap Alena tersenyum.
"Syukur deh suami kamu pulang, jadi nggak jomblo lagi," ucap Alesha terkekeh.
"Yyee Lo, ngeledek gue nomor satu," sahut Alena sambil tertawa, Alesha pun ikut tertawa, turut senang karena sang sahabat tidak kesepian dirumah nya yang besar.
"Yaudah, sana pulang," ucap Alesha dengan muka datar nya
"Wah,, ngusir Lo, yaudah deh gue pulang," ucap Alena sambil mencebikkan bibirnya.
Alesha hanya tertawa terbahak-bahak melihat sahabatnya itu yang terlihat lucu baginya.
Alena mulai melajukan kendaraannya hingga tak terlihat lagi oleh sepasang netra Alesha, Ia pun masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar miliknya.
***
Dihari yang dinanti oleh Aqiel dan keluarga, hari dimana ia akan melamar gadis impiannya, siapa lagi kalau bukan Alesha. Aldi adik Aqiel pun turut hadir, dan Ia sekarang juga telah mengetahui bahwa Abang satu-satunya ini selama ini selalu meminta Alesha untuk menjadi kekasih halalnya disetiap sepertiga malamnya.
Kini Aqiel dan kedua orang tuanya serta beberapa keluarga nya yang ada di Jakarta, dan tak lupa Alex sang sahabat beserta adiknya turut hadir di acara penting lelaki tampan itu. Sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah Alesha.
Di saat Alesha dan kedua orang tuanya serta dua adiknya sedang duduk di ruang keluarga, tiba-tiba dari luar terdengar bel berbunyi.
"Sebentar ya, Ibu buka dulu pintunya," ucap ibu Alice. Saat ibu Alice membuka pintu, betapa terkejutnya ia karena saat ini ada sekitar 3 mobil yang datang ke rumahnya, dan beberapa orang memegang seserahan.
Ayah Anggara yang mendengar suara ramai dari pintu luar rumahnya pun menyusul sang istri.
"Siapa Bu?" Tanya Ayah Anggara sambil melangkahkan kaki ke depan. Ia tak kalah terkejut dengan sang istri saat tiba di depan rumah tepatnya dihalaman rumahnya telah ramai orang-orang membawa berbagai macam seserahan.
Ibu Aqiel yang melihat keterkejutan calon besan nya ini pun menjelaskan maksud dan tujuannya.
"Assalamu'alaikum Bu, perkenalkan saya Ibu dari Aqiel, yang ditengah anak saya namanya Aqiel, dan yang disamping anak saya suami saya. Ibu Selly memperkenalkan keluarganya serta menjelaskan maksud dan tujuannya datang ke rumah keluarga pak anggara.
Ibu Alice yang paham maksud dari wanita paruh baya itu pun segera menyuruh Aqiel serta keluarga untuk segera masuk kedalam rumah mereka. Mereka semua masuk ke dalam setelah tuan rumah mempersilahkan mereka masuk. Mereka semua dipersilahkan duduk di ruang tamu.
Ibu Alice kembali masuk ke ruang keluarga dimana Alesha berada, Ia menjelaskan kepada putrinya Alesha bahwa Aqiel yang pernah diceritakan anaknya itu kepada kedua orang tuanya datang bersama keluarga besarnya, serta menjelaskan maksud dan tujuan mereka. Alesha yang mendengar penjelasan ibunya itu pun tak kalah terkejut, iya sampai menutup mulutnya serta mata bulatnya melebar sempurna. Memang Aqiel pernah bilang mau bertemu kedua orang tuanya, tetapi bukan untuk melamarnya.
Deg!
"Me..melamar Bu?" Tanya Alesha tergagap. Dadanya saat ini berdebar sangat kencang, seolah di tengah awan yang bergemuruh.
"Iya nak, ibu juga kaget awalnya kok rame sekali, terus mereka juga membawa berbagai macam seserahan, Ibu juga nggak enak menolaknya, jadi ibu menyuruh mereka semua untuk masuk ke rumah. Sekarang mereka ditemani ayah di ruang tamu. Lebih baik kamu siap-siap terus temui lelaki yang mau melamar kamu, semuanya Ibu serahkan ke kamu Nak, asalkan kamu bahagia Ibu akan dukung kamu." Ucap Bu Alice tulus.
"Baik Bu," ucap Alesha sambil melangkahkan kakinya kedalam kamar mempersiapkan dirinya. Sedangkan ibunya ke dapur menyiapkan minum serta makanan ringan yang ada di kulkas untuk tamu mereka.
Di saat Alesha telah keluar dari kamarnya, langkahnya terhenti di saat mendengar suara lelaki yang memang ia kenal, ibunya yang melihat putri cantiknya itu pun menghampiri serta membawa anaknya untuk duduk di tengah-tengah antara ibu dan ayahnya.
Sebelum itu, Alesha memperkenalkan dirinya, menyalami satu persatu keluarga dari Aqiel mulai dari Mama Selly serta Tante serta sepupu Aqiel kecuali para lelaki yang bukan mahramnya, Alesha hanya mengatupkan kedua tangannya di depan dada sembari tersenyum, terbitlah lesung pipinya membuat gadis itu semakin cantik.
"MasyaaAllah, ini yang namanya Alesha Bu? Cantik sekali putri ibu." Ucap Mama Selly kagum dengan kecantikan gadis itu. Tak kalah dengan keluarga Aqiel juga kagum dengan kecantikan Alesha.
"Alhamdulillah, iya Bu ini putri kedua saya. Kalau putri pertama saya sudah menikah, dan sekarang ikut tinggal dengan suaminya." Jawab Ibu Alice dengan ramah.
Begitulah obrolan para calon besan dan keluarga. Setelah Mama Selly serta Papa Roy mejelaskan kembali maksud dan tujuannya, Alesha meminta Aqiel untuk berbicara berdua, karena Ia saat ini tengah bingung dengan lamaran yang tiba-tiba.
"Boleh kah Alesha berbicara berdua dengan Aqiel? Maksud Alesha ditemani oleh salah satu keluarga dari Tante, karena tidak baik juga berbicara berdua dengan yang bukan mahram." Ucap Alesha menjelaskan maksudnya.
Ibu Selly yang mengerti akan maksud dari gadis cantik itu, mempersilahkan anak sulungnya untuk berbicara berdua dengan Alesha, akan tetapi ditemani oleh sepupu perempuan Aqiel.
Alesha melihat ke arah Ayah dan Ibunya, meminta persetujuan mereka, Ayah Anggara dan Ibu Alice menganggukkan kepalanya paham akan maksud dari anak kedua mereka.
Alesha melangkahkan kakinya ke taman yang ada disamping rumah, diikuti oleh Aqiel serta sepupunya dari belakang. Aqiel duduk agak berjauhan dari Alesha di gazebo itu. Sedangkan sepupunya Aqiel duduk di bangku panjang tak jauh dari gazebo, guna menghindari fitnah jika berduaan dengan yang bukan mahram.
.
.
To be Continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Gagah Gue
Sweet banget, aleshanya selalu didoakan di seperrtiga malam oleh Aqiel.😍🤗
2023-09-22
2
Wawa Sese
Akhirnya, sekian purnama alesha di lamar juga☺️☺️☺️
2023-09-22
3
Sitingasmi
seru .. !
lanjut...
2023-09-07
2