Kekalutan Alesha

Sesampainya di rumah, Alesha langsung masuk ke kamarnya dan membanting badannya di atas kasur empuk miliknya. Pikirannya melalang buana ke mana-mana, sosok lelaki yang membantunya saat dijambret tadi kembali merasuki pikirannya.

"Astaghfirullahaladzim,, aku kenapa sih, kenapa kepikiran dia lagi, tapi rasanya aku udah kenal lama deh, tapi siapa? Sudahlah enggak penting juga, belum tentu juga Aku jumpa sama dia lagi, Wallahu Alam.." kata Alesha berbicara pada dirinya sendiri.

"Lebih baik aku mandi deh, sebentar lagi juga mau magrib." Alesha menyambar handuk lalu melangkah menuju kamar mandi.

Setelah mandi dan mengambil air wudhu, tak lama azan maghrib berkumandang, Alesha langsung bersiap-siap untuk melaksanakan salat magrib.

Setelah melaksanakan salat dan mengucapkan salam, Alesha melantunkan dzikir dengan penuh ketenangan, mulutnya yang ber komat-kamit menandakan bahwa Alesha akan melakukan dzikir yang panjang.

Setelah lamanya berdzikir, iya berdoa memohon kepada sang pencipta, dengan sangat khusyuknya hingga menetes lah air matanya, entah apa yang diminta oleh Alesha kepada sang pencipta, yang pasti hanya Dia dan Allah yang tahu.

Selepas berdoa Alesha seperti biasa membaca Al-Qur'an, melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan suara yang begitu merdunya, nyaring terdengar di seluruh penjuru ruang kamar Alesha, sehingga bergetar lah setiap hati manusia yang mendengarnya.

Setelah membaca Al-Qur'an dan meletakkan Al-Qur'an itu di tempat semula, terdengarlah suara azan isya dari kamar Alesha, Alesha segera melaksanakan salat isya dengan khusyuknya seperti biasa.

Selepas salat Alesha melepaskan mukena serta melipat sajadahnya dan meletakkan kembali di tempatnya.

Ya, Alesha memanglah seorang gadis biasa yang berusaha untuk selalu memperbaiki diri serta ibadahnya, seorang muslimah yang memang hendaknya menunjukkan semua bentuk ibadah yang hanya kepada-Nya, bertakwa kepada-Nya ketika sepi maupun ramai karena di dalam hatinya tertancap kuat perasaan takut kepada Allah.

Dari dalam terdengar ada yang mengetuk pintu kamar Alesha.

Tok...tok...tok...!!!

"Kakak lagi ngapain di dalam? Sudah ditunggu di meja makan sama semuanya." Ternyata Alfa adik Alesha yang memanggil.

"Ya Dek, sebentar..!!" Jawab Alesha sambil melangkahkan kakinya menuju meja makan.

Di meja makan seperti biasanya keluarga Pak Anggara makan dengan penuh keheningan, hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar.

Setelah makan malam bersama Alesha membersihkan piring kotor serta membersihkan dapur yang telah digunakan Ibunya tadi untuk memasak makan malam.

Di saat Alesha sedang serius membersihkan dapur, terdengar langkah kaki mendekati Alesha. Ternyata yang mendekati Alesha adalah adiknya Alfa.

"Kakak udah selesai belum bersih-bersihnya?" Tanya Alfa kepada Alesha.

"Kenapa dek? Kamu mau minta tolong buat ngajarin kamu belajar ya?" Tanya Alesha penuh selidik.

Ya, Alesha sudah paham sekali dengan karakter Alfa, seperti biasa jika adiknya yang paling kecil ini tidak mengerti dengan tugas yang diberikan oleh gurunya, maka Ia akan meminta tolong kepada Alesha untuk mengajarinya, terlebih tugas bahasa Inggris.

"Hehehe...!! Kakak paling paham deh, Alfa jadi makin sayang kakak." Jawab Alfa sambil cekikikan, menampakkan deretan giginya yang rapi, terlihat menggemaskan untuk anak seumuran Alfa.

"Ya udah, Adek tunggu di ruang keluarga ya, nanti Kakak menyusul" kata Alesha dengan penuh kelembutan.

Ya, begitulah Alesha kepada orang-orang terdekatnya, terlebih keluarga serta sahabatnya, akan penuh dengan kelembutan dan kasih sayang, sangat berbeda jika Ia di dekat orang lain, yang tidak terlalu akrab dengannya, maka Alesha akan membatasi dirinya, walau tak bisa dipungkiri sikap ramah nya selalu kentara.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya di dapur, Alesha melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga, tempat di mana adiknya belajar.

"Hheemm..!!!" Alesha berdeham memecah kesunyian.

"Aduh...duh... Rajin sekali Adiknya Kakak, mana nih yang perlu Kakak ajarin?" tanya Alesha kepada Alfa.

"Ini lho Kak tugas bahasa Inggris, ada yang nggak Adek paham." Adu Alfa kepada kakaknya.

"Oh ini mah gampang dek, tinggal merem langsung selesai mah kalau Kakak yang ngerjain." Jawab Alesha sambil bercanda.

"Ya Kakak kan guru bahasa Inggris, wajar Kakak paham", jawab Alfa sambil mencebikkan bibirnya.

Setelah selesai mengajari adiknya, Alesha langsung melangkahkan kaki menuju kamar tidurnya, rasa-rasanya badan Alesha hari ini terasa remuk semua. Ia ingin mengistirahatkan badannya yang lelah setelah seharian melakukan rutinitas.

Di saat Alesha baru akan merebahkan badannya, terdengar kembali ketukan pintu dari luar.

Tok...tok...tok...!!!

"Alesha Kamu belum tidur kan nak? Ini Ibu, boleh Ibu masuk?" Izin Ibu kepada Alesha.

Alesha segera melangkahkan kaki lalu membuka pintu kamarnya.

Ada apa Bu? Ayo Bu masuk," tanya Alesha sambil menuntun Ibunya untuk duduk di sofa yang ada di kamarnya.

Ibu Alesha duduk di samping Alesha duduk saat ini.

"Kok muka Ibu serius banget, ada apa Bu?" Tanya Alesha kembali.

"Gini nak, Ibu mau mengenalkan Kamu dengan seseorang, menurut Ibu Dia lelaki yang baik, mana tahu lelaki ini cocok buat Kamu," kata Ibu Alesha memberitahukan kepadanya dengan mimik muka yang serius.

Alesha yang mendengar perkataan Ibunya itu cukup terkejut, mata bobanya mem bola sempurna.

"Kenalan?" Beo Alesha.

"Maksud Ibu, Ibu mau menjodohkan Alesha dengan lelaki pilihan Ibu, begitu Bu?" Alesha memperjelas pertanyaannya.

"Bukan maksud Ibu mau menjodohkan Kamu nak, hanya saja menurut Ibu anak ini cukup baik serta sopan kepada orang tua, mana tahu setelah kamu kenalan sama Dia, Kamu cocok dengan Dia. Ibu tak bermaksud memaksa Kamu, hanya saja Ibu hanya ingin Kamu mencoba membuka hati kepada seseorang yang ingin mengenal kamu lebih dekat, kapan lagi kamu menikah? Umur kamu sekarang udah berapa Alesha?" Panjang kali lebar Ibu Alesha menjelaskan.

Alesha tampak berpikir, memikirkan perkataan Ibunya, sebenarnya Alesha tidak ingin ada perjodohan dalam pernikahannya kelak, hanya saja Alesha tidak ingin mengecewakan Ibunya. Alesha berusaha menimbang-nimbang perkataan sang Ibu.

"Bagaimana nak? Kamu mau kan untuk kenal dulu sama lelaki ini? Namanya nak Dion. Ibu kenal sama nak Dion sewaktu Ibu ingin pulang dari arisan rumah temen Ibu.

Di saat itu jalanan lagi sepi, tidak ada satu ojek pun lewat maupun taksi, karena Ibu lihat hari sudah mulai mendung, Ibu berjalan menyusuri jalanan mana tahu nantinya ada kendaraan yang lewat, di saat Ibu berjalan tiba-tiba ada mobil yang berhenti, ternyata Dia adalah seorang lelaki yang masih muda, Dia memberikan tumpangan kepada Ibu, dan mengantarkan Ibu sampai ke toko.

Dia cukup lama di toko dan Ibu banyak mengobrol dengannya, hingga Ibu mengatakan kepadanya bahwa Ibu memiliki seorang anak gadis yang saat ini belum menikah. Nak Dion terlihat tertarik disaat Ibu membahas Kamu.

Ibu sempat bertanya kepadanya, apakah Dia sudah menikah atau memiliki calon, namun nak Dion mengatakan bahwa ia belum memiliki calon ataupun menikah, nak Dion mengatakan bahwa Ia bersedia untuk dikenalkan dengan Kamu.

Ibu pun langsung memberikan nomor handphone Kamu, jika Kamu ingin mengenalnya, Ibu akan minta dia untuk segera menghubungi Kamu.

Pikiran Alesha kembali menerawang, memikirkan matang-matang perkataan sang Ibu.

Baik Bu, Alesha akan coba untuk mengenal Dia, semoga saja benar dia lelaki yang baik. Tapi jangan paksakan Alesha, jika saja Alesha tidak cocok dengannya. Jawab Alesha dengan serius kepada sang Ibu sambil menatap lurus ke depan.

***

Di tempat yang lain, saat ini Aqiel sedang memikirkan sang gadis pujaan hati, iya mengingat kembali pertemuannya dengan Alesha tadi. Iya tersenyum sendiri seperti orang yang baru merasakan jatuh cinta.

Bagaimana tidak, memendam perasaan saja sudah bertahun-tahun lamanya, dan setelah sekian tahun akhirnya berjumpa dengan sang pujaan hati.

Ring...ring...ring..!!!

Di saat Aqiel sedang melamun memikirkan gadis impiannya, handphonenya berbunyi membuyarkan lamunannya.

Ternyata Alex sahabat Aqiel yang menelpon.

"halo...!! Ngapain lo nelpon gue? Ketus Aqiel kepada Alex.

"Buset dah.. galak amat lu bro, baru gue telepon lu udah marah-marah aja." Jawab Alex di seberang sana.

"Buruan kalau nggak penting gue matiin nih." Kata Aqiel dengan wajah seriusnya.

"Santai bro, gue di depan apartemen lo nih, buruan bukain pintu, udah jadi nyamuk gue dari tadi nungguin lo buka pintu." Jawab Alex sambil menggerutu.

"Ngapain lo di depan apartemen gue?" Tanya Aqiel dengan keterkejutannya.

"Bukannya bukain pintu, lo malah banyak tanya, buruan woi kaki gue pegel nih." Alex bersungut-sungut didepan apartemen.

Aqiel melangkahkan kakinya menuju pintu depan apartemen, lalu membukakan pintu untuk Alex.

"Nah gitu dong, dari tadi juga gue tunggu lo bukain pintu," Alex ngedumel sambil melangkahkan kaki ke dalam apartemen Aqiel.

"Masih untung gue bukain pintu buat lo," jawab Aqiel dengan nada galaknya.

"Mulai hari ini gue mau nginap di sini," Alex memberitahu Aqiel dengan santainya.

"Ngapain lo nginep di sini? dan sejak kapan Lo sampai di Indonesia? lo mengikuti gue?" Tanya Aqiel penuh selidik.

"Kan kita bagaikan kepompong bro, di mana ada lo di situ ada gue," jawab Alex dengan cengengesan.

"Ih,,ogah gue di ikuti sama lu mulu," jawab Aqiel sambil mencebikkan bibirnya.

Ya begitulah jika Aqiel dan Alex bertemu, mereka memang seperti tikus dan kucing, tidak pernah akur. Tapi jangan salah, di balik sikap mereka itu, mereka saling perhatian satu sama lain serta saling melindungi, melebihi saudara sendiri. Jika ada yang menyakiti Aqiel, maka Alex lah yang akan menjadi garda terdepannya, begitupun sebaliknya.

***

Disekolah tempat Alesha mengajar saat ini, dia duduk termenung sendirian di bawah pohon rindang, tak jauh dari Alesha duduk, datanglah Alena menghampiri.

"Assalamualaikum besti, pagi-pagi udah kusut aja tuh muka, kayak baju belum disetrika." Kata Alena sambil nyengir kuda, menampakan deretan giginya yang rapi.

"Waalaikumsalam Na,, Aku lagi galau nih Na, Ibu mau jodohkan Aku sama kenalannya yang belum lama Ibu kenal." Adu Alesha dengan muka lesunya.

"Apa, dijodohin..?" Alena terkejut dengan suaranya yang besar.

"Ssssttttt....!!! Suara kamu bisa dikecilin dikit nggak sih Na, ntar ada yang dengar." Kata Alesha membekap mulut Alena sambil bersungut-sungut.

"Gue nggak salah dengarkan Sha? Emangnya zaman Siti Nurbaya, pakai dijodohin segala, lagian kan lo cantik Sha, gue yakin kok pasti ada yang bakalan datang buat ngelamar lo nantinya tanpa harus dijodohin." Jawab Alena dengan tampang seriusnya.

"Iya aku tahu Na, tapi aku nggak mau mengecewakan Ibu, Ibu sepertinya suka banget sama lelaki itu, namanya Dion." Alesha menceritakan semuanya kepada Alena pembicaraannya tadi malam dengan Ibunya tanpa ada yang ditutup-tutupi.

"Gue sebagai sahabat lo, cuman bisa do'ain yang terbaik buat lo Sha, lo gadis yang baik, cantik, semoga Lo dapatin calon imam yang sesuai keinginan lo selama ini." Perhatian Alena kepada Alesha sambil menepuk-nepuk bahu sahabatnya itu.

"Makasih ya Na, Kamu selalu aja nenangin Aku disaat-saat aku seperti ini." Senyum Alesha dengan tulus.

***

Sepulang dari mengajar, Alesha melihat salah satu muridnya dihadang di jalanan yang sepi oleh beberapa preman. Alesha yang melihat muridnya yang diganggu oleh preman itu segera menghampiri, walaupun sebenarnya Alesha merasa ketakutan, tapi Ia tidak bisa mengabaikan siswanya begitu saja.

"Hey kalian, jangan ganggu anak itu," kata Alesha kepada preman yang mengganggu siswanya tersebut.

"Pucuk dicinta ulam pun tiba, ada gadis manis yang tiba-tiba datang tanpa diundang," kata salah satu preman tersebut.

"Miss Alesha, Miss jangan ke sini Miss, bisa membahayakan diri Miss sendiri, Miss nggak akan bisa melawan mereka, lari Miss," kata Aldi memperingati Alesha.

Ya, siswa yang diganggu oleh preman itu adalah Aldi murid Alesha di sekolah.

Di saat para preman itu ingin mendekati Alesha, terdengar suara seorang lelaki yang yang meneriaki mereka dengan suara beratnya, berjalan menghampiri para preman dengan tinggi badan yang jangkung bak seorang model.

Dia menarik salah satu kerah baju preman itu dengan kasar lalu melemparnya.

"Pergi kalian dari sini, jangan sampai kalian menyesal karena sudah berani mengganggu mereka berdua." kata Aqiel dengan berang kepada para preman dengan wajah datar nya serta dengan tatapan yang tajam hingga menghunus ke jantung.

"Jangan sok jadi pahlawan kesiangan lo, wajah lu yang tampan dan mulus ini bisa kita hancurkan, hajar guys." Kata salah satu preman tersebut.

Terjadilah perkelahian di antara Aqiel dan para preman, namun bukan Aqiel namanya kalau ia tidak bisa menghadapi para lawannya. Semua preman dibikin tumbang tak berdaya, dan tidak sedikitpun ada luka lebam di wajah maupun di badan Aqiel. Karena Aqiel sudah menguasai beberapa ilmu beladiri sejak kecil, maka dengan mudahnya Aqiel bisa menjatuhkan para lawan-lawannya.

.

.

To Be Continued

Terpopuler

Comments

Gagah Gue

Gagah Gue

Yuk busa yuk segera di halalkan😁

2023-09-22

3

Ainun Humaira

Ainun Humaira

Itu calon kekasih halal kamu sha. aku lihat diprofil nya hihi

2023-09-22

3

Musim_Salju

Musim_Salju

Assalamu'alaikum para pembaca, author kembali lagi dengan episode baru hari ini, mohon dukungan serta kritik dan saran nya demi perbaikan karya author kedepannya 🤗

2023-08-08

4

lihat semua
Episodes
1 Kesabaran Alesha
2 Perdebatan Kecil
3 Pertemuan Singkat
4 Kekalutan Alesha
5 Tak di Duga
6 Terciduk
7 Sedikit Perhatian
8 Tersudut
9 Kabar Bahagia
10 Khitbah (1)
11 Khitbah (2)
12 Biarkan Mereka Berkata
13 Kisah Alesha
14 Akhirnya
15 Hari Bahagia Alesha Chayanika & Aqiel Afdal Zafi
16 Keluarga Cemara
17 Pasutri Baru
18 Saling Menerima
19 Ternyata...
20 Dua Insan
21 Cemburu (1)
22 Rumah Baru (1)
23 Rumah Baru (2)
24 Kedatangan Mama Selly & Papa Roy
25 Syukuran Rumah Baru
26 Tersebarnya Rumor
27 Istirahat Total
28 Ikhtiar
29 Sidang (1)
30 Sidang (2)
31 Kerumah Ayah & Ibu
32 Tetangga Julit
33 Menggapai Ridho Suami
34 38 Derajat Celcius
35 Resmi Bercerai
36 Selalu Ingin Bermanja
37 Praduga
38 Sudah Empat Minggu
39 Siapa Wanita Itu?
40 Morning Sickness
41 Penjelasan (1)
42 Penjelasan (2)
43 Mengidam (1)
44 Mengidam (2)
45 Jatuh Pingsan
46 Hamil Kembar
47 Pernyataan Alex
48 Kepulangan Alesha
49 Graduation (1)
50 Graduation (2)
51 Sebuah Kejutan
52 Pertemuan Pertama
53 Cemburu (2)
54 Mohon Perlindungan
55 Pertama Kali Datang Kekantor
56 Seperti Penguntit
57 Kelakuan Sang Suami
58 Kedatangan Karin
59 Kemarahan Aqiel
60 Mempertimbangkan
61 Grand Opening
62 Pertemuan
63 Berpamitan
64 Pembicaraan Empat Sahabat
65 Lamaran Dadakan
66 Jawaban Parisya
67 Keinginan Baby Twins
68 Lamaran Resmi
69 Notifikasi Email
70 Balasan Email
71 Rumah Produksi Film
72 Terkenal
73 Wedding Day (1)
74 Wedding Day (2)
75 Kelahiran Bayi Amora
76 Azlan Zaydan Hidayat
77 Taman
78 Sah...
79 Gagal Malam Pertama
80 Firasat
81 Pendarahan
82 Kecelakaan Tunggal
83 Ujian Terberat
84 Flashback
85 Kerumah Nenek & Kakek
86 Minta Adek
87 Penuh Syukur (Tamat)
88 PENGUMUMAN (Novel Hidayah Terindah)
89 PENGUMUMAN (Novel Kau Hanya Untukku)
90 PENGUMUMAN (Novel Mengobati Hati Yang Terluka)
91 Shanum: SAMUEL & HANUM
92 Novel "Ours Time"
93 Novel: Takdir di Ujung Waktu
94 Novel: Jodoh Jalur Ummi
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Kesabaran Alesha
2
Perdebatan Kecil
3
Pertemuan Singkat
4
Kekalutan Alesha
5
Tak di Duga
6
Terciduk
7
Sedikit Perhatian
8
Tersudut
9
Kabar Bahagia
10
Khitbah (1)
11
Khitbah (2)
12
Biarkan Mereka Berkata
13
Kisah Alesha
14
Akhirnya
15
Hari Bahagia Alesha Chayanika & Aqiel Afdal Zafi
16
Keluarga Cemara
17
Pasutri Baru
18
Saling Menerima
19
Ternyata...
20
Dua Insan
21
Cemburu (1)
22
Rumah Baru (1)
23
Rumah Baru (2)
24
Kedatangan Mama Selly & Papa Roy
25
Syukuran Rumah Baru
26
Tersebarnya Rumor
27
Istirahat Total
28
Ikhtiar
29
Sidang (1)
30
Sidang (2)
31
Kerumah Ayah & Ibu
32
Tetangga Julit
33
Menggapai Ridho Suami
34
38 Derajat Celcius
35
Resmi Bercerai
36
Selalu Ingin Bermanja
37
Praduga
38
Sudah Empat Minggu
39
Siapa Wanita Itu?
40
Morning Sickness
41
Penjelasan (1)
42
Penjelasan (2)
43
Mengidam (1)
44
Mengidam (2)
45
Jatuh Pingsan
46
Hamil Kembar
47
Pernyataan Alex
48
Kepulangan Alesha
49
Graduation (1)
50
Graduation (2)
51
Sebuah Kejutan
52
Pertemuan Pertama
53
Cemburu (2)
54
Mohon Perlindungan
55
Pertama Kali Datang Kekantor
56
Seperti Penguntit
57
Kelakuan Sang Suami
58
Kedatangan Karin
59
Kemarahan Aqiel
60
Mempertimbangkan
61
Grand Opening
62
Pertemuan
63
Berpamitan
64
Pembicaraan Empat Sahabat
65
Lamaran Dadakan
66
Jawaban Parisya
67
Keinginan Baby Twins
68
Lamaran Resmi
69
Notifikasi Email
70
Balasan Email
71
Rumah Produksi Film
72
Terkenal
73
Wedding Day (1)
74
Wedding Day (2)
75
Kelahiran Bayi Amora
76
Azlan Zaydan Hidayat
77
Taman
78
Sah...
79
Gagal Malam Pertama
80
Firasat
81
Pendarahan
82
Kecelakaan Tunggal
83
Ujian Terberat
84
Flashback
85
Kerumah Nenek & Kakek
86
Minta Adek
87
Penuh Syukur (Tamat)
88
PENGUMUMAN (Novel Hidayah Terindah)
89
PENGUMUMAN (Novel Kau Hanya Untukku)
90
PENGUMUMAN (Novel Mengobati Hati Yang Terluka)
91
Shanum: SAMUEL & HANUM
92
Novel "Ours Time"
93
Novel: Takdir di Ujung Waktu
94
Novel: Jodoh Jalur Ummi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!