Keluarga Cemara

Alhamdulillah acara pernikahan putra dan putri kita berjalan dengan lancar Ya Pak Anggara, Bu Alice," ucap Papa Roy kepada dua paruh baya yang sudah menjadi besannya saat ini.

"Oh iya, Pak Anggara, Bu Alice. Berhubung Nak Alesha sudah menjadi menantu kami, kami meminta keridhoan Pak Anggara dan bu Alice untuk membiarkan Nak Alesha dibawa ke kediaman anak saya, saya sudah menyiapkan kado pernikahan sebuah rumah untuk anak-anak kita, InsyaaAllah nyaman untuk ditempati, walaupun tidak terlalu besar, tak jauh dari perusahaan yang akan dipimpin oleh Aqiel untuk anak dan menantu saya. Sambung Papa Roy lagi kepada kedua besannya itu.

"Saat kata ijab kabul terucap, di sanalah saya sudah melepaskan anak kami sepenuhnya, Pak Roy. Insyaa Allah kami ridho saat Aqiel ingin membawa putri kami kemanapun dia pergi. Karena saat ini Alesha resmi menjadi milik suaminya." Ucap Ayah Anggara bijaksana.

"Alhamdulillah kalau seperti itu adanya. InsyaaAllah lusa saya dan istri akan kembali ke Korea, Pak Anggara, Bu Alice" ucap Papa Roy.

"Buru-buru sekali Pak, apa tidak begitu cepat?" Tanya Ayah Anggara.

"Saya sudah begitu lama meninggalkan perusahaan yang ada di Korea, jadi Saya dan istri akan segera kembali segera, kami tidak bisa berlama-lama di Indonesia. InsyaaAllah sesekali kami akan mengunjungi rumah bapak serta anak menantu di sini. Saya tunggu juga kedatangan Pak Anggara dan bu Alice di Korea." Tutur Papa Roy.

"Ya sudah kalau seperti itu Pak, kami hanya bisa mendoakan yang terbaik, semoga kelak saya dan keluarga juga bisa berkunjung ke Korea." ucap Ayah Anggara.

***

Hari ini keluarga Ayah Anggara dan Papa Roy menginap di salah satu hotel milik Papa Roy, yang telah disiapkan olehnya jauh-jauh hari, yang mana hotel itu sebentar lagi akan berpindah tangan menjadi milik Aqiel, karena memang perusahaan yang ada di Indonesia akan diteruskan oleh Aqiel.

Khusus satu lantai dikosongkan untuk kedua keluarga, kamar VIP dengan dekorasi yang elegan serta mewah. Terkhusus untuk Aqiel dan Alesha, mereka menempati kamar presidensial suite khusus untuk sepasang pengantin baru itu, yang telah disiapkan oleh pegawai hotel. Kamar yang ditempati oleh sepasang pengantin baru itu merupakan jenis kamar paling bagus dan paling mahal, mempunyai fasilitas yang sangat lengkap, mulai dari ruang tamu, dapur, ruang makan, teras, hingga menyajikan pemandangan terbaik.

Kini kedua pengantin telah berada di kamar milik mereka, Aqiel menggenggam tangan istrinya lalu mengajaknya untuk duduk di sofa yang ada di kamar itu, Aqiel meraih kedua tangan Alesha.

"Ya zaujati, Alhamdulillah kita sudah dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Saya dan kamu sudah halal, tidak ada lagi pembatas diantara kita, bolehkah saya membuka hijab mu sayang?" Ucap Aqiel kepada wanita yang kini telah menjadi istrinya itu dengan menatap penuh kelembutan.

Deg..!!!

Dada Alesha berdesir, sebelumnya ia tak pernah ditatap sedemikian rupa serta dipanggil dengan panggilan mesra oleh lawan jenisnya, namun saat hal itu ia dapatkan dari lelaki yang kini telah menjadi suaminya, dia menjadi berdebar tak karuan, ada perasaan aneh yang tak biasa ia rasakan. Namun , ia segera menetralisir rasa yang saat ini ia rasakan.

Alesha mengangguk pelan.

"Silahkan Mas, Mas berhak melihat nya." Jawab Alesha yakin.

"Kamu panggil aku apa?" Ucap Aqiel menggoda istrinya itu pura-pura tak mendengar.

"Mas," ucap Alesha sekali lagi dengan nada pelan.

"Kurang jelas sayang, bisakah kamu memanggil ku lebih kuat," ucap Aqiel sekali lagi, dia senang melihat rona wajah sang istri saat ia menggodanya.

"Aku panggil Mas, boleh kan? Kan sekarang Mas sudah sah menjadi suami ku, tak baik jika aku memanggil hanya dengan nama." Ucap Alesha tersipu malu.

Aneh rasanya mengatakan hal demikian kepada lelaki yang belum lama telah sah menjadi suaminya.

"Boleh sayang, boleh sekali istriku, cintaku, bidadari surgaku," ucap Aqiel kepada wanita cantik berlesung pipi itu. Sikap yang tak pernah ia tunjukkan kepada wanita manapun, hanya Alesha yang dapat melihat kelembutan serta sikap manis yang kini ditunjukkan oleh Aqiel kepada nya. Mungkin ia sudah ketularan bucin sang Papa.

Aqiel menggeser dirinya untuk lebih dekat dengan sang istri, kedua tangan terulur untuk melepaskan hijab yang menutupi kepala wanita halalnya itu. Aqiel perlahan melepas hijab yang menutupi mahkota isterinya itu, hingga kain terbuka sepenuhnya, tergerai lah rambut panjang hitam legam nan indah milik istrinya itu. Dia begitu takjub melihat keindahan yang ada di hadapannya kini yang mampu menggetarkan jiwa.

Alesha yang ditatap menjadi tidak karuan perasaannya, dia seketika menunduk malu.

"Masyaa Allah, cantik sekali istriku ini." Aqiel mengangkat dagu Alesha, menatapnya penuh cinta dan kelembutan, wanita yang selama ini telah Ia doakan setiap di sepertiga malamnya, telah menjadi miliknya seutuhnya.

***

Kini semua keluarga sedang mengadakan makan malam bersama di sebuah Aula yang telah di sulap oleh pegawai hotel milik Papa Roy untuk dijadikan ruang makan dua keluarga, termasuk Alena dan suami serta Alex pun tak ketinggalan. Mereka juga menginap di hotel mewah itu.

Alesha dan Aqiel baru saja tiba dimeja makan, semua pasang mata menatap mereka berdua dengan tatapan bahagia melihat sepasang anak manusia yang baru saja halal.

"Akhirnya pengantin baru datang juga, dari tadi ditungguin, kita sudah keroncongan ini, lagian Lo benar-benar Qiel, masih magrib juga" ucap Alex menggoda sahabat nya itu sambil menaik turunkan alisnya.

Aqiel tak menghiraukan perkataan sang sahabat, ia kini fokus kepada sang istri yang tangannya ia genggam, menuntun sang istri untuk duduk di kursi yang telah disediakan, Alesha yang diperlakukan bak ratu diantara semua orang yang ada di sana hanya bisa tertunduk malu. Setelah istrinya duduk, Aqiel pun juga duduk di samping istri tercintanya tanpa melepaskan genggaman tangan nya itu.

"Aduh ada yang mulai bucin ni," seloroh Papa Roy menggoda putra nya itu.

"Seperti Papa nggak bucin aja," ucap Aqiel menatap sang Papa.

"Yyee, Lo dulu juga sering nyindir om kalau om bucin sama Tante," ucap Alex menyindir sang sahabat.

"Berisik Lo, makanya cepat nikah, biar bisa bucin juga," balas Aqiel tak mau kalah.

"Baru juga Lo nikah udah sombong aja sama gue," ucap Alex bersungut-sungut.

"Benar kata Aqiel Lex, kapan kamu menyusul Aqiel, kan om juga mau lihat calon kamu siapa," ucap Papa Roy gantian menggoda Alex.

"Om nggak asik, sekarang kok malah menyudutkan aku ikut-ikutan Aqiel, tenang aja Om sebentar lagi aku juga bakalan nyusul Aqiel." Ucap Alex mencebikkan bibirnya.

"Sama siapa? Gue nggak pernah lihat Lo gandeng cewek, kan Lo selama ini mengikuti gue terus." Ucap Aqiel tak kalah ingin menggoda sang sahabat.

"Tante, lihat ni anak dan suami Tante." Ucap Alex mencari pembelaan dari Mama Selly.

"Udah deh, kok pada ribut, sekarang waktunya makan, nggak malu apa berdebat di depan banyak orang, nggak baik juga ribut di depan makanan." Tutur Mama Selly.

"Maaf ya sayang," ucap Papa Roy meminta maaf pada sang istri.

"Yyee bucin," balas Aqiel.

"Mas..!!" Tegur Alesha menggenggam tangan suaminya.

"Iya sayang, maaf ya," ucap Aqiel meringis ditegur sang istri. Alesha hanya menyunggingkan senyuman nya yang indah.

Lantas perdebatan anak dan ayah serta sahabat itu mengundang gelak tawa semua orang. Ayah Anggara dan Ibu Alice hanya menggeleng-gelengkan kepala, ternyata keluarga pak anggara sesantai dan seharmonis itu, ia jadi tenang menyerah kan putri nya itu kepada Aqiel. Begitu menurut Ayah Anggara dan Ibu Alice.

"Ayo, Pak Anggara, Bu Alice dan semuanya, dimakan hidangan nya." Ucap Mama Selly dengan ramah.

Setelah menggumam kan do'a, semua keluarga makan dengan tenang. Hanya suara dentingan sendok dan garpu yang terdengar.

Setelah semuanya menyelesaikan makan malam mewah itu, kedua keluarga berbincang ringan.

"Kak, kakak berarti sudah nggak tinggal dirumah dong." Ucap Alfa adik bungsu Alesha yang duduk disamping sang kakak.

"Iya tampan, Abang akan bawa kak Alesha kerumah Abang," ucap Aqiel menjawab pertanyaan sang adik.

Ia menunduk lesu, belum siap rasanya berpisah dengan sang kakak yang selama ini selalu bersamanya.

"Kok Alfa malah sedih, harus tetap Semangat dong, kan kakak masih bisa sering-sering mampir kerumah. Ya kan Mas?" Ucap Alesha menatap netra sang suami untuk mendapatkan dukungan.

"Iya benar yang dibilang kak Alesha, nanti Abang sama kak Alesha akan sering-sering main kerumah Alfa, atau Alfa juga boleh sering-sering main kerumah Abang dan kak Alesha, nginap pun boleh." Ucap Aqiel membujuk si bungsu.

"Ya kan beda, kalau Alfa ada PR siapa yang bakal ajarin? Bang Arfa kan nggak bisa ngajarin Alfa, bang Arfa nggak sepintar kak Alesha." Ucap Alfa mulai berkaca-kaca.

"Kok malah bawa-bawa nama Abang, kan kamu yang nggak mau di ajarkan sama Abang setiap ada tugas dari sekolah," ucap Arfa yang tak mau disalahkan.

"Arfa kamu ini suka sekali iseng sama adik nya, makanya dia sering nggak mau nurut sama kamu," ucap sang Ibu kepada anak lelakinya itu.

"Habisnya aku suka godain adek Bu, lucu aja kalau lihat adek ngambek," ucap Arfa terkekeh.

"Arfa kamu ini benar-benar ya, jelas-jelas adiknya lagi sedih malah di isengi," ucap Amora.

"Hehe, maaf deh, nggak lagi, maafin Abang ya dek, kamu gak usah nangis deh, nanti kalau ada PR Abang bantuin deh," bujuk Arfa kepada adik satu-satunya itu.

"Abang janji ya, nggak bohong kan?" Tanya sang adik menuntut jawaban.

"Iya, tapi nggak bisa janji," ucap Arfa menggoda adik nya lagi.

"Arfa..!" Tegur sang ayah.

"Hehe iya ayah, bercanda doang," ucap Arfa terkekeh.

"Seru sekali ya Bu kalau punya anak banyak, ramai, beda dengan saya, anak cuma dua, satu sudah menikah, tinggal satu lagi, itupun jauh tinggalnya, karena selama ini tinggal sama pamannya, karena nggak mau tinggal di Korea." ucap Mama Selly yang sedari tadi memperhatikan interaksi keluarga dari Pak Anggara dan Bu Alice.

"Alhamdulillah Bu, ibu juga beruntung memiliki anak yang tampan, baik, serta Sholeh seperti anak-anak ibu." ucap Bu Alice tersenyum.

"MasyaaAllah, Alhamdulillah Bu, saya memiliki anak-anak yang penurut dan sayang sama saya dan suami. Apalagi Aqiel Bu, dia tidak pernah izinkan saya kecapekan, kerja yang berat-berat, masak pun dilarang, selama di Korea saya jarang sekali masak Bu, karena Aqiel sudah mempekerjakan koki untuk dirumah, bahkan yang bersihkan rumah pun ART, saya tinggal duduk manis dirumah." ucap Mama Selly antusias menceritakan anak sulungnya itu.

"Jadi Abang aja ni yang di puji-puji, Abang aja yang jadi anak kesayangan Mama." ucap Aldi anak bungsunya Mama Selly dan Papa Roy yang kini tengah cemburu dengan si abang.

"Maaf sayang, Mama tidak bermaksud hanya memuji Abang kamu, kamu juga anak baik, selalu perhatian sama Mama dan Papa walaupun kamu jauh di Indonesia, kan Mama tadi belum selesai ceritanya." Tutur Mama Selly memberikan pengertian kepada anak bungsunya itu yang kini tengah cemburu kepada Abangnya.

Alesha yang mendengar penuturan ibu mertuanya itu mengenai lelaki yang kini sudah menjadi suami nya itu, ia merasa sangat beruntung, karena mendapatkan suami yang tampan, baik serta Sholeh. Dengan Mama nya saja sesayang dan seperhatian itu, apalagi dengan dirinya nanti, begitu yang ada di pikiran Alesha. Ia senyum-senyum sendiri karena bangga pada dirinya, amalan apa yang ia lakukan sehingga dipersatukan dengan seseorang yang ada disampingnya saat ini.

"Kamu kenapa cinta? Kok senyum-senyum menatap wajahku? Aku tampan ya?" Goda Aqiel sambil menatap istrinya itu penuh dengan cinta dan kelembutan.

Alesha tergagap karena ketahuan sedang melihat suaminya itu sambil senyum-senyum sendiri.

"Eh,, enggak, nggak kenapa-kenapa kok, aku nggak lagi lihatin mas kok, mas ge-er deh." Ucap Alesha yang segera menundukkan kepalanya, ia rasanya masih canggung dan belum terbiasa dengan tatapan serta perlakuan sang suami.

"Iya juga nggak papa sayang, justru aku senang, dan kamu hanya boleh menatap aku, nggak boleh melirik atau menatap lelaki selain aku, I love You..." Ucap Aqiel tersenyum, di ujung kata iya memelankan suaranya di telinga sang istri.

Alesha yang mendapatkan pengakuan cinta yang tiba-tiba hanya tersenyum malu-malu, kini mungkin wajahnya sudah merah merona seperti kepiting rebus karena terus-terusan mendapat serangan kata-kata gombal dan manis dari kekasih halalnya itu.

"Ntar malam jangan lupa ya sayang," ucap Aqiel lanjut menggoda istri tercintanya itu sambil menaik-turunkan alisnya itu.

"Hhaahh,,, maksudnya Mas?," Ucap Alesha penuh keterkejutan dengan pertanyaan sang suami. 

Aqiel hanya tertawa gemas dengan reaksi sang istri, setiap detiknya rasanya ia semakin jatuh cinta saja dengan kekasih halalnya itu, dan kalau bisa tak mau jauh-jauh barang sedetikpun.

 

Cieee awas loh reader jangan senyum-senyum sendiri, tapi ikut halu juga nggak papa sih, Author juga suka halu, hehehe..!!!

.

.

To Be Continued 

Terpopuler

Comments

Ainun Humaira

Ainun Humaira

Suka banget dengan keluarga cemara ini.

2023-09-25

3

Wawa Sese

Wawa Sese

Positif vibe banget keluarga ini, keluarga impianku😍😍😍

2023-09-22

4

Sitingasmi

Sitingasmi

lanjut...
tmbh seru

2023-09-08

3

lihat semua
Episodes
1 Kesabaran Alesha
2 Perdebatan Kecil
3 Pertemuan Singkat
4 Kekalutan Alesha
5 Tak di Duga
6 Terciduk
7 Sedikit Perhatian
8 Tersudut
9 Kabar Bahagia
10 Khitbah (1)
11 Khitbah (2)
12 Biarkan Mereka Berkata
13 Kisah Alesha
14 Akhirnya
15 Hari Bahagia Alesha Chayanika & Aqiel Afdal Zafi
16 Keluarga Cemara
17 Pasutri Baru
18 Saling Menerima
19 Ternyata...
20 Dua Insan
21 Cemburu (1)
22 Rumah Baru (1)
23 Rumah Baru (2)
24 Kedatangan Mama Selly & Papa Roy
25 Syukuran Rumah Baru
26 Tersebarnya Rumor
27 Istirahat Total
28 Ikhtiar
29 Sidang (1)
30 Sidang (2)
31 Kerumah Ayah & Ibu
32 Tetangga Julit
33 Menggapai Ridho Suami
34 38 Derajat Celcius
35 Resmi Bercerai
36 Selalu Ingin Bermanja
37 Praduga
38 Sudah Empat Minggu
39 Siapa Wanita Itu?
40 Morning Sickness
41 Penjelasan (1)
42 Penjelasan (2)
43 Mengidam (1)
44 Mengidam (2)
45 Jatuh Pingsan
46 Hamil Kembar
47 Pernyataan Alex
48 Kepulangan Alesha
49 Graduation (1)
50 Graduation (2)
51 Sebuah Kejutan
52 Pertemuan Pertama
53 Cemburu (2)
54 Mohon Perlindungan
55 Pertama Kali Datang Kekantor
56 Seperti Penguntit
57 Kelakuan Sang Suami
58 Kedatangan Karin
59 Kemarahan Aqiel
60 Mempertimbangkan
61 Grand Opening
62 Pertemuan
63 Berpamitan
64 Pembicaraan Empat Sahabat
65 Lamaran Dadakan
66 Jawaban Parisya
67 Keinginan Baby Twins
68 Lamaran Resmi
69 Notifikasi Email
70 Balasan Email
71 Rumah Produksi Film
72 Terkenal
73 Wedding Day (1)
74 Wedding Day (2)
75 Kelahiran Bayi Amora
76 Azlan Zaydan Hidayat
77 Taman
78 Sah...
79 Gagal Malam Pertama
80 Firasat
81 Pendarahan
82 Kecelakaan Tunggal
83 Ujian Terberat
84 Flashback
85 Kerumah Nenek & Kakek
86 Minta Adek
87 Penuh Syukur (Tamat)
88 PENGUMUMAN (Novel Hidayah Terindah)
89 PENGUMUMAN (Novel Kau Hanya Untukku)
90 PENGUMUMAN (Novel Mengobati Hati Yang Terluka)
91 Shanum: SAMUEL & HANUM
92 Novel "Ours Time"
93 Novel: Takdir di Ujung Waktu
94 Novel: Jodoh Jalur Ummi
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Kesabaran Alesha
2
Perdebatan Kecil
3
Pertemuan Singkat
4
Kekalutan Alesha
5
Tak di Duga
6
Terciduk
7
Sedikit Perhatian
8
Tersudut
9
Kabar Bahagia
10
Khitbah (1)
11
Khitbah (2)
12
Biarkan Mereka Berkata
13
Kisah Alesha
14
Akhirnya
15
Hari Bahagia Alesha Chayanika & Aqiel Afdal Zafi
16
Keluarga Cemara
17
Pasutri Baru
18
Saling Menerima
19
Ternyata...
20
Dua Insan
21
Cemburu (1)
22
Rumah Baru (1)
23
Rumah Baru (2)
24
Kedatangan Mama Selly & Papa Roy
25
Syukuran Rumah Baru
26
Tersebarnya Rumor
27
Istirahat Total
28
Ikhtiar
29
Sidang (1)
30
Sidang (2)
31
Kerumah Ayah & Ibu
32
Tetangga Julit
33
Menggapai Ridho Suami
34
38 Derajat Celcius
35
Resmi Bercerai
36
Selalu Ingin Bermanja
37
Praduga
38
Sudah Empat Minggu
39
Siapa Wanita Itu?
40
Morning Sickness
41
Penjelasan (1)
42
Penjelasan (2)
43
Mengidam (1)
44
Mengidam (2)
45
Jatuh Pingsan
46
Hamil Kembar
47
Pernyataan Alex
48
Kepulangan Alesha
49
Graduation (1)
50
Graduation (2)
51
Sebuah Kejutan
52
Pertemuan Pertama
53
Cemburu (2)
54
Mohon Perlindungan
55
Pertama Kali Datang Kekantor
56
Seperti Penguntit
57
Kelakuan Sang Suami
58
Kedatangan Karin
59
Kemarahan Aqiel
60
Mempertimbangkan
61
Grand Opening
62
Pertemuan
63
Berpamitan
64
Pembicaraan Empat Sahabat
65
Lamaran Dadakan
66
Jawaban Parisya
67
Keinginan Baby Twins
68
Lamaran Resmi
69
Notifikasi Email
70
Balasan Email
71
Rumah Produksi Film
72
Terkenal
73
Wedding Day (1)
74
Wedding Day (2)
75
Kelahiran Bayi Amora
76
Azlan Zaydan Hidayat
77
Taman
78
Sah...
79
Gagal Malam Pertama
80
Firasat
81
Pendarahan
82
Kecelakaan Tunggal
83
Ujian Terberat
84
Flashback
85
Kerumah Nenek & Kakek
86
Minta Adek
87
Penuh Syukur (Tamat)
88
PENGUMUMAN (Novel Hidayah Terindah)
89
PENGUMUMAN (Novel Kau Hanya Untukku)
90
PENGUMUMAN (Novel Mengobati Hati Yang Terluka)
91
Shanum: SAMUEL & HANUM
92
Novel "Ours Time"
93
Novel: Takdir di Ujung Waktu
94
Novel: Jodoh Jalur Ummi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!