"Hendaknya dua insan yang telah terikat dalam suatu janji pernikahan, mengawali bahtera hidupnya dengan kebaikan untuk memperoleh kebahagiaan yang hakiki. Kebahagiaan yang hakiki adalah semuanya didasarkan karena cinta kepada Allah."
WSM_(Penantian Kekasih Halal)
***
Malam kian larut, sepasang pengantin baru itu baru saja tiba di kamar resort, keheningan malam menyelimuti kalbu, ruang kamar hanya diterangi dengan lampu tidur yang temaram, hingga sang pujangga menghidupkan cahaya malam, sebagai penerang untuk melihat betapa cantiknya bidadari surganya itu.
Alesha memasuki kamar mandi, ia membersihkan wajah nya serta menggosok gigi seperti biasa, mengganti bajunya dengan baju tidur, karena ia belum terbiasa mengganti pakaian di depan suaminya. Tak lupa ia mengambil wudhu sebelum tidur, setelah beberapa menit melakukan rutinitas di kamar mandi, ia melangkahkan kakinya menuju meja rias. Wanita cantik itu seperti biasa tak lupa memakai serangkaian skin care untuk merawat dirinya.
"MasyaaAllah, nikmat tuhan Mu mana lagi yang engkau dustakan," gumam sang suami memperhatikan istrinya dari pantulan cermin.
Tak pernah bosan iya memandang dengan lekat wajah istri cantiknya itu, tak bisa ia gambarkan kecantikan sang istri, mulai dari bentuk wajah yang mungil, mata yang lebar, bulu mata yang panjang serta lentik, hidung mancung, bibir yang mungil serta tipis dengan warna merah seperti jambu, serta kulit putih seputih susu. Setiap detiknya dan setiap ia memandang rasanya cinta itu kian bertambah jua.
"Mas kok lihatin aku begitu banget sih? Aku kan malu." Ucap Alesha menahan debaran di dada karena ditatap sebegitu intens oleh suaminya.
"Kenapa sayang? Bukankah yang Mas tatap halal buat Mas?" Ucap lelaki tampan itu tanpa mengalihkan pandangannya dari istri tercinta.
"Iya aku tau, tapi kalau lama-lama Mas tatap aku begitu terus, nanti jantung aku bocor Mas." Seloroh sang istri.
"Apa hubungannya mas menatap kamu dengan jantung bocor sayang?" Ucap Aqiel terkekeh, ia tak bisa menahan tawanya karena perkataan lucu istrinya itu.
"Ya habisnya mata Mas itu seperti laser, kalau terus-terusan ditatap begitu, nanti jantung aku bisa bocor dong, hihihi..!!!" Ucap Alesha sambil terkekeh.
"Kamu udah mulai gombal ya sayang, gombalan kamu receh" ucap Aqiel.
"Aku kan belajarnya dari Mas," ucap nya tertawa.
Aqiel hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu ia melangkahkan kaki ke kamar mandi untuk membersihkan diri, serta mengganti pakaiannya dengan baju tidur, dan tak lupa berwudhu sama seperti yang di lakukan istrinya itu. Sudah menjadi kebiasaannya sejak kecil.
Saat Aqiel keluar dari kamar mandi, ia mendapati sang istri sudah merebahkan badan di ranjang berukuran king size itu. Ia pun gegas menghampiri sang istri di ranjang mereka, dan ikut merebahkan badannya di samping istri tercinta.
Sebelum tidur, mereka membaca surah-surah pendek terlebih dahulu, lalu membaca doa tidur, Aqiel tak lupa mendekap sang istri ke pelukannya, menjadikan tangannya sebagai bantalan untuk sang istri tidur. Alesha selalu saja berdebar saat melakukan kontak fisik dengan sang suami. Hembusan nafas Aqiel begitu terasa, karena tak ada jarak diantara mereka. Aroma sang suami pun kini sudah menjadi candu baginya.
"Tidur sayang, ini sudah malam," ucap Aqiel sambil membelai lembut rambut wanita cantik itu.
"Iya mas, sebelum tidur maafkan segala kesalahan Alesha hari ini ya mas," ucap Alesha mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah suaminya itu.
"Iya sayang, mas sudah maafin kamu," ucap nya tersenyum.
"Terimakasih mas, Assalamu'alaikum." Ucap Alesha mulai menutup matanya.
"Wa'alaikumsalam cintaku," jawab Aqiel. Ia mengecup lama kening serta ubun-ubun sang istri, lalu mengikuti jejak sang istri untuk menuju alam mimpi.
***
Seperti biasa lelaki itu terbangun pada pukul 03.00 pagi, dia langsung bergegas ke kamar mandi untuk mandi pagi, serta mengambil berwudhu, ia akan melaksanakan salat sunnah tahajud.
Aroma badannya menyeruak di seluruh ruangan, sang istri pun terbangun, mendapati kekasih halal telah segar dan wangi, sedang duduk di hadapannya dengan pakaian Koko serta sarung dan ditambah dengan peci di kepalanya.
"Mas kok wangi banget dan sudah rapi saja," ucap Alesha sambil mengerjap-mengerjapkan matanya.
"Mas baru selesai mandi cinta, mau mengajak kamu untuk salat qiyamul lail, karena sekarang sudah jam 03.00 pagi." Ucap Aqiel selalu dengan tatapan yang meneduhkan.
"Yaudah aku mandi dan siap-siap dulu ya Mas," ucap Alesha menatap netra sang suami.
Aqiel menganggukkan kepalanya, sembari menunggu sang istri, dia membuka mushaf lalu membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Saat ia melihat sang istri telah keluar dari kamar mandi dan memakai mukena, ia menutup mushafnya, lalu siap-siap untuk mengimami sang istri.
Kini dua sejoli itu sedang melaksanakan ibadah salat sunnah tahajud, ditutup dengan salat sunah witir. Setelah salam mereka masing-masing berdoa dengan khusyuk meminta segala keinginan untuk kebaikan dalam rumah tangga, dan tak lupa bersyukur sebanyak-banyaknya.
Aqiel membalikkan badannya menghadap sang istri, tersenyum menatap wajah indah itu. Sang istri yang sadar ditatap segera menyudahi doanya. Tak lupa Alesha mencium tangan sang suami dengan penuh takzim, lalu Aqiel pun balas mengecup lama kening sang istri.
"Kenapa tadi Mas senyum-senyum sambil menatap aku?" Tanya Alesha.
"Ya zaujati, kita lanjut salat sunnah zifaf ya? Apa kamu ridho mas gauli sayang?" Tanya Aqiel tiba-tiba meminta haknya pada Alesha.
Alesha seketika mamaku, tak ia sangka ternyata sang suami meminta haknya. Tapi sebagai istri Sholehah ia harus melakukan kewajiban nya dan memberikan hak suaminya itu. Setelah terdiam beberapa saat, Alesha mengangguk pelan.
"Insyaa Allah aku ridho Mas." Jawab Alesha malu-malu sebab gugup dan grogi berbaur menjadi satu dalam dirinya.
"Alhamdulillah, terima kasih Cinta. Ayo kita tunaikan salat sunnah zifaf supaya apa yang kita lakukan mendapat rahmat dari Allah. " Ucap Aqiel sumringah.
Imam Nawawi Al-Jawi (1314 H) menjelaskan dalam kitabnya Nihayatuz Zain; "Bahwa di antara amalan yang dianjurkan untuk dilakukan oleh pasangan pengantin baru pada malam pertama adalah salat sunah dua rakaat. Salat ini disebut dengan salat Sunnah zifaf atau malam pengantin."
"Adapun yang dilakukan oleh sepasang suami istri sebelum berjima' (berhubungan badan); bersih diri dan berwudhu, memakai wewangian, berdandan dan berpakaian yang disukai suami atau istri, sebaiknya tidak bersenggama dalam keadaan sangat lapar atau dalam keadaan sangat kenyang karena dapat membahayakan kesehatan, suami hendaknya mengucapkan salam, hendaknya seorang suami melakukan candaan dan obrolan ringan yang mengubah agar suasana tidak tegang, suami hendaknya meletakkan tangannya pada ubun-ubun istrinya seraya mendoakan baginya."
Aqiel dan Alesha melanjutkan salat sunnah zifaf berjama'ah. Setelah selesai dengan kegiatan salat, keduanya kini sudah berada di pinggiran ranjang, saling bertatapan penuh arti. Alesha gugup luar biasa, ia bahkan sampai gemetaran.
"Sayang, Mas akan melakukan kewajiban mas terhadapmu, kamu sudah meridhoi nya, maka dari itu kita berdoa, semoga ibadah yang kita lakukan mendapat ridho Allah serta apa yang kita lakukan terhindar dari godaan syaitan." Ucap Aqiel lembut seraya menangkup kedua wajah sang istri.
Setelah membaca doa berhubungan suami istri, Aqiel mengucapkan salam, lalu ia mengecup lama ubun-ubun sang istri, meletakkan tangannya pada ubun-ubun istrinya seraya mendoakan baginya, lalu mengecup ke empat bagian pada wajah istri cantiknya itu. Keduanya menyatukan raga dan cinta mereka dalam ikatan suci yang halal.
Setelah melakukan penyatuan, keduanya segera melakukan mandi besar (mandi junub).
Alesha menangis haru saat sesuatu yang selama ini ia jaga kehormatannya telah menjadi milik suami yang berhak atas dirinya. Saat itu juga, Alesha meyakinkan hatinya, bahwa ia mencintai Aqiel Afdal Zafi karena Allah SWT.
***
Kini Alena sedang berjalan sendirian di taman tak jauh dari tempat tinggalnya. Saat dia sedang memperhatikan orang-orang yang belalang itu, ia bertemu dengan parisya dan Naura.
"Kalian disini juga?" Tanya Alena.
"Eh kak Alena, iya kak, kami habis olahraga pagi," ucap Naura.
"Kakak sendirian aja disini?" Tanya Parisya.
"Iya, kan kalian tahu sendiri laki gue tugas di luar kota, biasanya ada Alesha yang nemenin, tapi kan sekarang dia lagi honeymoon bareng suaminya. Ya, jadilah gue jalan sendirian, suntuk gue dirumah." Tutur Alena lesu.
"Kebetulan kak, yaudah gabung sama kita aja, by the way gimana kalau kita video call Kak Alesha." Saran Parisya kepada dua wanita cantik itu.
"Iya benar kak, aku juga kangen sama kak Alesha, eh tapi.. emang nggak ganggu kak Alesha yang lagi honeymoon?." Ucap Naura merasa tak enak hati.
"Nggak lah, lagian Alesha nggak mungkin marah juga, biar gue yang hubungi." Ucap Alena segera menekan nomor sang sahabat untuk ia telfon.
["Hello, Assalamu'alaikum Na, eh ada kalian juga, apa kabar?"]~ Alesha
["Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah kami baik."]~ Alena, Naura, Parisya
["Gimana acara bulan madu loh Sha? Aqiel memperlakukan Lo dengan baik kan?"]~ Alena
["Alhamdulillah mas Aqiel baik sama aku, terus perhatian banget,"]~ Alesha
["Syukur deh kalau gitu, gue senang dengarnya bestie"]~ Alena
["seru gak kak di labuan bajo?"]~ Naura
["Alhamdulillah seru, tempat nya indah banget, view pemandangan dari resort tempat aku nginap sama mas Aqiel juga langsung berhadapan dengan laut, aku betah malah disini"]~ Alesha
["Ih.. kak Alesha jangan bikin iri dong, kan aku juga mau honeymoon kesana"]~ Parisya
["Nikah dulu Lo, mau honeymoon sama siapa Lo Sya, sama komodo"]~ Alena
Alesha diseberang telfon hanya tergelak mendengar pembicaraan teman-temannya.
["Next kita sambung lagi ya bestie, mas Aqiel udah panggil aku, aku sama Mas Aqiel mau jalan-jalan,"]~ Alesha
["Okedeh, jangan lama-lama disana ya bestie, kan gue kangen."]~ Alena
["Kita juga kangen kak,"]~ Naura, Parisya
["Iya, kan aku cuma seminggu disini, lagian setelah cuti aku balik ngajar, dan bisa jumpa kamu Na, dan sama kalian juga."]~ Alesha
"[Yaudah, Assalamu'alaikum,"]~ Alesha
["Wa'alaikumsalam"]~ Alena, Naura, Parisya
Click..!!!
Alena mengakhiri panggilan telepon nya, kini mereka bercakap-cakap bertiga, membicarakan berbagai macam pembahasan, mulai dari rumah tangga, hingga Kajian, dan obrolan random lainnya.
***
"Bukannya itu Sandra," gumam Alesha seorang diri.
"Kakak ngomong apa barusan?" Tanya Parisya.
"Eh enggak, itu gue lihat teman sesama ngajar, sepertinya lagi nangis, mau gue susul tapi malas ketemu sama tu orang." Tutur Alena.
"Emang kenapa kak Alena nggak mau ketemu dia?" Tanya Naura penasaran.
"Dia tuh ya, sebelum Alesha menikah, dia bersama dua orang temannya selalu juliti Alesha, gue kan kesel, apalagi Alesha nggak pernah balas omongan mereka." Ucap Alena bersungut-sungut.
"Serius kak? Yaudah kita susul aja dia." Ucap Parisya.
"Eh tunggu dulu, kita tu nggak boleh menyimpan kebencian sama orang lain, sekalipun mereka menyakiti hati kita." Tutur Naura menasehati dua orang temannya.
"Iya deh, Bu ustadzah," ucap Alena dan Parisya bersamaan.
Ya, Naura dan Parisya memang memiliki sifat yang berbeda. Naura sabar sedangkan Parisya agak sedikit bar-bar, bisa dibilang ukhti bar-bar, hehe. Kalau Alena mah tau sendiri, dia orang yang tak akan tinggal diam kalau sang sahabat disakiti.
"Tapi gue tetap mau samperin tu orang, gue penasaran kenapa dia nangis di pagi hari gini, mana sepi lagi ni taman." Ucap Alena tetap dengan pendirian nya.
Saat Alena, Naura dan Parisya ingin mendekati Sandra, langkah mereka terhenti disaat seorang lelaki mendekati Sandra.
"Tunggu, tu cowok seperti nya gue kenal deh, itu sepertinya suami Sandra, tapi mereka sepertinya lagi ribut," ucap Alena dengan suara pelan.
"Jadi kita menguping ini kak?" Tanya Naura.
"Sssttt..!! Udah Lo diem, gue penasaran sama obrolan mereka." Ucap Alena.
"Memangnya nggak papa ni, kalau ketahuan gimana? Nggak baik menguping rumah tangga orang lain." Tutur Naura lagi.
Alena tak menanggapi, Naura dan Parisya pun ikut diam di belakang pohon besar mengamati dua pasangan suami istri itu.
"Mau apalagi kamu mas ikuti aku sampai ke sini, belum puas kamu khianati aku, khianati pernikahan kita, kamu menikah siri dengan wanita itu tanpa sepengetahuan aku dan keluarga, tega kamu mas," ucap Sandra sambil mengeluarkan air mata.
Alena dan dua orang temannya yang mendengar kan perkataan Sandra tak dapat menahan rasa keterkejutan mereka.
"Terus kamu mau bagaimana? Yang jelas aku nggak akan melepas Erina, aku cinta sama dia." Ucap Rio tanpa rasa bersalah.
Sandra yang berusaha menahan rasa sakitnya sejak kejadian sebulan lalu hanya bisa menangisi pernikahan nya, ia juga tak mungkin meminta cerai kepada sang suami, karena ada suatu alasan yang membuat Sandra tak bisa bercerai begitu saja kepada suaminya itu.
"Cukup mas, cukup kamu mengatakan berkali-kali bahwa kamu mencintai dia," ucap Sandra tergugah, lalu ia berlari meninggalkan sang suami yang telah menyakiti hatinya.
"Gila, nggak nyangka gue, apa ini karma untuk dia karena selama ini udah nyakitin Alesha dengan omongan nya." ucap Alena di dalam hati.
.
.
To Be Continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments