Biarkan Mereka Berkata

Cinta tidak pernah datang terlambat ataupun terburu-buru

Tetapi cinta selalu datang tepat pada waktunya

Jangan dikira cinta datang dari keakraban yang lama dan karena pendekatan yang tekun

Cinta adalah kecocokan jiwa

Dan jika itu tidak pernah ada, cinta tidak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad.

#Kahlil Gibran

WSM_(Penantian Kekasih Halal)

***

Pagi-pagi sekali Alex telah berada di rumah mewah keluarga Aqiel, mengetuk pintu kamar Aqiel berkali-kali hingga yang mempunyai kamar membukakan pintu. Ya, Alex memang telah biasa keluar masuk rumah Aqiel, karena dia saking dekatnya dengan keluarga Aqiel.

Ceklek,,!!

"Pagi bro, lama amat lo buka pintu,"seloroh Alex langsung masuk ke kekamar Aqiel dan duduk di sofa kamar milik Aqiel.

"Salam dulu, langsung menyelonong aja lo,"ucap Aqiel menatap datar sahabatnya itu.

"Oh iya,, Hehe!!" Ucap Alex terkekeh.

"Assalamu'alaikum bro," salam Alex.

"Wa'alaikumsalam, ngapain lo pagi-pagi udah dirumah gue, ganggu aja Lo," ucap Aqiel datar.

"Santai bro, masih pagi lo udah marah-marah aja sama gue, PMS lo," ucap Alex menggoda sahabat nya itu.

"Terserah Lo mau ngapain, gue lapar mau sarapan," ucap Aqiel sambil berlalu dari kamar miliknya meninggalkan Alex seorang sendiri.

"Mau kemana Lo bro," teriak Alex sambil mengejar sahabat nya itu. Namun Aqiel tetap berjalan kearah ruang makan tanpa menanggapi sahabat nya itu.

Saat dimeja makan, Papa Roy, Mama Selly, Aqiel dan Aldi sudah berada dimeja makan. Ya, Aqiel dan Aldi sekarang tinggal dirumah mewah itu, karena permintaan Mama Selly.

"Eh Tante, Om," ucap Alex meringis saat ia telah berada diruang makan.

"Kenapa lagi kalian berdua?, pagi-pagi sudah ribut saja," tanya Mama Selly.

"Nggak tau ni Ma, datang-datang bikin rusuh aja ni jomblo satu."seloroh Aqiel meledek sahabatnya itu.

"Sembarangan Lo, baru juga kemarin lo lamaran, udah ngatain gue jomblo aja lo," ucap Alex sambil bersungut-sungut.

Papa Roy dan Mama Selly hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka, sudah biasa melihat pemandangan dua lelaki tampan di hadapan mereka itu yang selalu saja meributkan hal-hal yang tidak penting.

"Duduk Lex, sarapan dulu, kamu belum sarapan kan?" Tanya Mama Selly.

"Kebetulan belum Tante, Tante memang paling pengertian deh, love you Tante," ucap Alex terkekeh.

"Idih,, apaan Lo pakai bilang love you segala sama nyokap gue," ucap Aqiel menatap datar sahabatnya itu.

"Cuma Om yang boleh bilang love you sama Tante Selly Lex," ucap Papa Roy tak mau kalah.

"Aduh,, mulai deh Papa bucinnya," ucap Aqiel sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Dasar tiga lelaki aneh," ucap Aldi ikut-ikutan.

"Siapa yang aneh," ucap Papa Roy, Aqiel dan Alex bersamaan sambil menatap tajam Aldi.

"Hehehe,,,! Piisss, bercanda doang." Ucap Aldi sambil membuat sudut v dengan jari telunjuk dan jari tengah nya sambil tertawa kikuk.

"Ini mau sarapan atau mau ribut, heran deh kok nggak ada yang benar semua," ucap Mama Selly heran dengan kelakuan suami, anak serta sahabat anaknya itu.

Akhirnya setelah perdebatan kecil itu, mereka semua sarapan dengan keheningan, menikmati setiap suapan demi suapan sumber energi mereka itu.

***

Berbeda cerita dengan Alesha, ia kini telah sampai disekolah tempat ia mengajar disusul oleh Alena yang baru saja sampai di ruang guru.

"Assalamu'alaikum bestie, cerah banget muka Lo pagi-pagi gini, ada apa?" Tanya Alena yang melihat rona wajah sahabatnya itu berbeda dari biasanya. 

Ya, Alena memang belum diberitahu oleh Alesha jika ia semalam dilamar oleh Aqiel, ia ingin memberikan kejutan kepada sahabatnya itu. Di saat Alesha ingin menceritakan tentang lamarannya, tiba-tiba saja Sandra dan kedua temannya menghampiri mereka.

"Pagi Miss Alesha dan Bu Alena," ucap Dona mewakili kedua temannya. Ya, kenapa Alesha dipanggil Miss karena dia guru bahasa Inggris, sedangkan Alena guru olahraga.

"Pagi Bu Dona," ucap Alesha dan Alena bersamaan.

"Tumben wajah Miss Alesha hari ini berbinar banget, ada kabar bahagia apa ni? Boleh dong cerita ke kita-kita" ucap Sandra mulai julid.

"Masak sih Miss, biasa aja kok," ucap Alesha yang tak mau menceritakan kepada teman-temannya perihal lamaran nya. Biarlah mereka taunya nanti disaat Alesha memberikan undangan pernikahan, agar lebih surprise katanya.

"Ada yang habis lamaran ya, Uuuppsss,,,!" Ucap Sandra lagi sambil menutup mulutnya dengan tangan.

"Emang siapa yang habis lamaran?" Tanya Danar yang tiba-tiba sudah ikut nimbrung di meja Alesha.

"Mau Alesha lamaran kek, mau nggak kek emang apa hubungannya sama lo," ucap Alena kesal sahabatnya itu selalu jadi korban ke julitan tiga serangkai.

"Ini loh, Miss Sandra, kirain habis dilamar, muka nya ceria bener," ucap Dona.

"Benaran Miss Alesha?" Tanya Danar penasaran.

Eemm,,,itu," sebelum Alesha menjawab, perkataannya sudah dipotong oleh Lisa.

"Ya mana mungkin secepat itu, kalau Miss Alesha lamaran pasti kita tau, lagian siapa yang mau sama Miss Alesha yang udah berusia 27 tahun, ucap Lisa ikut-ikutan.

"Memang kenapa kalau Miss Alesha udah 27 tahun," bela Danar.

"Kok bapak malah bela Miss Alesha sih, ucap Dona tiba-tiba marah. Ya Dona telah lama menyukai Danar, dia cemburu karena lelaki yang disukainya membela wanita lain.

"Udah deh kalian, kalau mau ribut sana diluar, ini ruang guru, nggak malu apa kalian masih pagi udah ribut kayak gini, apalagi Lo pada kan seorang pendidik." ucap Alena menyindir teman-teman seprofesi nya itu.

"Akhirnya karena guru yang lain pun sudah berdatangan, mereka semua bubar dari meja Alesha, kecuali Alena yang memang mejanya disamping Alesha.

"Hhhuufffttt...!" 

Alesha menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya.

"Btw Lo sesekali lawan dong Sha, jangan diam aja, makin menjadi tu mereka," ucap Alena geram dengan sahabatnya yang luar biasa sabar itu.

"Yaudah lah, nggak penting juga, nggak ada untungnya juga di aku." Ucap Alesha santai. 

Ya, Alesha memang sudah terlalu sering mendengar omongan julid orang-orang di sekitarnya, namun ia tidak mau terlalu memikirkannya, toh disaat nanti sudah tiba waktunya, mereka akan tahu Alesha akan menikah dengan seseorang yang selama ini berusaha memperjuangkannya, mereka juga bakalan bungkam, jadi untuk apa capek-capek menjelaskan kepada mereka, begitu pikir Alesha.

***

Kini Alesha dan Alena sedang dalam perjalanan menuju butik langganan keluarga Aqiel untuk melakukan fitting dress pernikahan. Ya, tadi sebelum Alesha berangkat ke sekolah, Aqiel menelponnya untuk memberitahukan bahwa hari ini mereka fitting dress pernikahan di butik langganan keluarganya atas permintaan Mama Selly.

Namun hari ini Alesha pulang bersama Alena, karena sewaktu mau berangkat mengajar, kendaraan roda empatnya tiba-tiba tidak mau menyala, sehingga ia harus naik taksi ke sekolah.

"Na, kamu jadi kan temani aku, kalau nggak aku naik taksi aja," ucap Alesha.

"Iya gue mau temenin lo, tapi lo dari tadi nggak bilang kita ini mau ke mana," ucap Alesha sambil tetap fokus menyetir.

"Udah ikutin aja ntar arahan dari aku, oh ya bentar lagi perempatan kita belok kanan ya Na." Ucap Alesha tanpa memberitahu tujuan mereka sekarang ke mana.

"Lo hobi banget main rahasia-rahasiaan sama gue Sha, tinggal kasih tahu aja kita mau ke mana sayangku." Ucap Alena gemas dengan sahabatnya itu.

Alesha hanya mengulum senyumnya, dia ingin memberikan surprise kepada sahabatnya itu.

"Yee Lo ditanyain malah senyam-senyum, aneh banget Lo hari ini," ucap Alena sambil memanyunkan bibirnya.

"Pokoknya kamu ikutin aja arahan dari aku, ntar di pertigaan kita belok kiri ya Na, terus disebelah kiri berhenti di butik Maria," ucap Alesha. Ya, langganan butik keluarga Aqiel namanya butik Maria.

"Ngapain kita ke butik Sha, Lo makin aneh aja deh," ucap Alena semakin penasaran. Sedangkan Alesha hanya tersenyum sambil mengamati jalanan ibukota itu.

"Nah, itu kelihatan butik nya, berhenti disitu ya Na," ucap Alesha, setelah sekitar 25 menit mereka melakukan perjalanan akhirnya sampai ditempat tujuan.

Alena memarkirkan mobilnya di depan butik yang begitu terkenal di Jakarta, bahkan para selebriti banyak yang memakai brand dari butik itu.

Alesha keluar dari mobil dan diikuti oleh Alena di belakangnya. Disaat Alesha dan Alena memasuki butik, ia disambut oleh Mama Selly serta Aqiel.

"Alhamdulillah akhirnya kamu sampai juga sayang, ucap Mama Selly menghampiri calon menantu nya itu.

"Assalamu'alaikum tan, eh Ma, maaf Alesha agak terlambat, karena baru pulang dari mengajar," ucap Alesha sambil mencium tangan Mama Selly dengan takzim.

"Wa'alaikumsalam, oke nggak papa sayang." Ucap Mama Selly.

Aqiel yang berada tak jauh dari Mama Selly hanya melirik sesekali ke arah Alesha.

"Oh iya Ma, kenalin ini sahabat Alesha sedari kecil, namanya Alena." Ucap alesha memperkenalkan sahabatnya itu.

"Alena Tante," ucap Alena sambil menyalami Mama Selly. Sebenarnya saat ini Alena tengah heran, Dia sedang berfikir siapa orang yang dipanggil Mama oleh Alesha dan kenapa ada Aqiel disitu.

"Tante calon mertua Alesha, Mama nya Aqiel," ucap Mama Selly memperkenalkan dirinya.

Lantas perkataan Mama Selly membuat Alena melebarkan matanya dengan sempurna.

"Maksudnya, Alesha dan Aqiel,,,? Alena menggantung pertanyaannya, ia masih bingung dengan keadaan saat ini, kenapa tiba-tiba Mama Selly mengatakan bahwa ia calon mertua Alesha.

"Maaf Ma, Alesha belum memberitahukan tentang lamaran semalam kepada Alena, karena Alesha mau memberikan surprise untuk Alena Ma," ucap Alesha sambil terkekeh.

"Lamaran?" Beo Alena.

"Iya Na, semalam gue ngelamar Alesha, dan Alesha menerima lamaran gue, sebulan lagi kita mau menikah, makanya sekarang kita lagi di butik mau fitting baju." Ucap Aqiel menjelaskan tanpa melihat ke arah Alena.

"Kok gue nggak tau, kapan kalian dekat, dan Lo kok nggak bilang-bilang sama gue," ucap Alena atas keterkejutan nya sambil menatap sahabatnya itu meminta kejelasan.

"Maaf Na, aku nggak bermaksud untuk nggak ngasih tahu kamu, nanti aku ceritakan semuanya sama kamu Na, Yang penting kamu senang kan sahabat kamu ini sebentar lagi akan menikah?" Tanya Alesha menatap netra mata sahabatnya itu.

"Bukan senang lagi besti, tapi gue bahagia banget dengar Lo bentar lagi mau menikah, dan lo," ucap Alena menunjuk ke arah Aqiel. 

"Gue harap lo jangan pernah mainin perasaan sahabat gue, apalagi nyakitin sahabat gue," ucap Alena menatap ke arah Akil.

"Lo tenang aja, sahabat lo bakalan bahagia bareng gue," ucap Aqiel yakin.

"Gue pegang janji lo," ucap Alena.

Aqiel menganggukkan kepalanya dengan pasti, setelah itu Mama Selly mengajak Alesha serta anaknya Aqiel dan diikuti oleh Alena dari belakang untuk melihat model dress serta tuxedo yang akan dikenakan saat acara akad maupun resepsi.

"Sayang, kamu mau dress yang seperti apa?" Tanya Mama Selly melihat ke arah calon menantunya itu.

"Alesha nggak terlalu menyukai gaun yang terlalu mencolok Ma, Alesha suka gaun yang simple, tapi tetap elegan dan tidak terlalu memperlihatkan lekuk tubuh, dan untuk hijabnya tetap Syar'i." Ucap Alesha menatap ke arah calon mertuanya itu.

"Kebetulan saya ada rancangan yang cocok sesuai permintaan nona Alesha," ucap desainer terkenal itu. Ia memperlihatkan beberapa gaun yang telah di rancang olehnya. Ada beberapa model gaun yang dibawakan oleh desainer terkenal itu.

"MasyaaAllah bagus semua Ma, Alesha jadi bingung, ucap Alesha.

"Bagaimana kalau ini Sha," ucap Aqiel memberikan pendapat. Menurutnya jika Alesha mengenakan gaun pilihan nya itu ia akan terlihat semakin cantik serta anggun.

"Wah,, pilihan kamu bagus Nak, coba dulu sayang," ucap Mama Selly.

Alesha mencoba gaun pilihan calon suaminya itu dibantu oleh asisten perancang busana itu. Saat alesha keluar dari ruang fitting, orang-orang yang ada di sekitar nya itu terpesona melihat kecantikan Alesha, termasuk Akil yang melihat ke arah Alesha tanpa berkedip.

"MasyaaAllah, cantik sekali kamu sayang, kamu jadi semakin cantik dan anggun, ternyata kalau pilihan calon suami dengan penuh cinta itu memang nggak diragukan lagi ya Na." Ucap Mama Selly kepada Alena.

"Iya Tante, lihat tuh anak Tante sampai nggak berkedip," ucap Alena terkekeh.

"Astaghfirullahaladzim," ucap Aqiel, lalu mengalihkan pandangannya ke arah samping.

Alesha yang diperhatikan seperti itu menundukkan pandangannya karena malu dipuji cantik oleh calon mertuanya.

"Ingat kamu belum menikah dengan Alesha, jadi jangan segitunya ngelihatin calon mantu Mama," ucap Mama Selly menggoda anaknya itu. Sedangkan Aqiel yang digoda oleh mamanya itu, hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Setelah itu Alesha kembali mengganti pakaiannya, kini Aqiel juga mencoba tuxedo dengan warna senada dengan gaun yang akan dikenakan oleh Alesha, untuk ia kenakan di saat akad maupun resepsi pernikahan.

Setelah selesai melakukan fitting baju pernikahan mereka, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan ke rumah mereka masing-masing.

"Ma, Aqiel, kalau gitu Alesha sama Alena pamit ya, terimakasih untuk hari ini," ucap Alesha tersenyum.

"Iya sayang sama-sama, kamu sama Alena hati-hati ya," ucap Mama Selly.

"Mari Tante, Qiel, ucap Alena.

"Assalamu'alaikum," ucap Alesha dan Alena bersamaan.

"Waalaikumsalam," ucap Mama Selly dan Aqiel sembari melambaikan tangannya di saat Alena mulai menjalankan mobilnya.

Disaat mobil Alena tak terlihat lagi, Mama Selly dan Aqiel pun melangkahkan kakinya menuju mobil Aqiel, iya pun melajukan kendaraan roda empatnya dari butik ternama itu.

.

.

To Be Continued 

Terpopuler

Comments

Dewi Nurani

Dewi Nurani

gelarnya guru tapi ahlak minus , emang ada yg seperti itu , biasanya bisik² di belakang , masa sih segitunya di ruang guru pula , rasanya cerita ini terlalu berlebihan

2024-05-06

1

Ainun Humaira

Ainun Humaira

ada ya wanita begitu, padahal sama-sama wanita.

2023-09-25

2

Gagah Gue

Gagah Gue

Suka geram dengan karakter seperti sandra dan kedua teman-temannya😏

Nggak tau aja alesha sudah lamaran, tinggal tunggu sebar undangan🤗 biar makin panas tu mereka yang suka julitin hidup orang😂

2023-09-22

3

lihat semua
Episodes
1 Kesabaran Alesha
2 Perdebatan Kecil
3 Pertemuan Singkat
4 Kekalutan Alesha
5 Tak di Duga
6 Terciduk
7 Sedikit Perhatian
8 Tersudut
9 Kabar Bahagia
10 Khitbah (1)
11 Khitbah (2)
12 Biarkan Mereka Berkata
13 Kisah Alesha
14 Akhirnya
15 Hari Bahagia Alesha Chayanika & Aqiel Afdal Zafi
16 Keluarga Cemara
17 Pasutri Baru
18 Saling Menerima
19 Ternyata...
20 Dua Insan
21 Cemburu (1)
22 Rumah Baru (1)
23 Rumah Baru (2)
24 Kedatangan Mama Selly & Papa Roy
25 Syukuran Rumah Baru
26 Tersebarnya Rumor
27 Istirahat Total
28 Ikhtiar
29 Sidang (1)
30 Sidang (2)
31 Kerumah Ayah & Ibu
32 Tetangga Julit
33 Menggapai Ridho Suami
34 38 Derajat Celcius
35 Resmi Bercerai
36 Selalu Ingin Bermanja
37 Praduga
38 Sudah Empat Minggu
39 Siapa Wanita Itu?
40 Morning Sickness
41 Penjelasan (1)
42 Penjelasan (2)
43 Mengidam (1)
44 Mengidam (2)
45 Jatuh Pingsan
46 Hamil Kembar
47 Pernyataan Alex
48 Kepulangan Alesha
49 Graduation (1)
50 Graduation (2)
51 Sebuah Kejutan
52 Pertemuan Pertama
53 Cemburu (2)
54 Mohon Perlindungan
55 Pertama Kali Datang Kekantor
56 Seperti Penguntit
57 Kelakuan Sang Suami
58 Kedatangan Karin
59 Kemarahan Aqiel
60 Mempertimbangkan
61 Grand Opening
62 Pertemuan
63 Berpamitan
64 Pembicaraan Empat Sahabat
65 Lamaran Dadakan
66 Jawaban Parisya
67 Keinginan Baby Twins
68 Lamaran Resmi
69 Notifikasi Email
70 Balasan Email
71 Rumah Produksi Film
72 Terkenal
73 Wedding Day (1)
74 Wedding Day (2)
75 Kelahiran Bayi Amora
76 Azlan Zaydan Hidayat
77 Taman
78 Sah...
79 Gagal Malam Pertama
80 Firasat
81 Pendarahan
82 Kecelakaan Tunggal
83 Ujian Terberat
84 Flashback
85 Kerumah Nenek & Kakek
86 Minta Adek
87 Penuh Syukur (Tamat)
88 PENGUMUMAN (Novel Hidayah Terindah)
89 PENGUMUMAN (Novel Kau Hanya Untukku)
90 PENGUMUMAN (Novel Mengobati Hati Yang Terluka)
91 Shanum: SAMUEL & HANUM
92 Novel "Ours Time"
93 Novel: Takdir di Ujung Waktu
94 Novel: Jodoh Jalur Ummi
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Kesabaran Alesha
2
Perdebatan Kecil
3
Pertemuan Singkat
4
Kekalutan Alesha
5
Tak di Duga
6
Terciduk
7
Sedikit Perhatian
8
Tersudut
9
Kabar Bahagia
10
Khitbah (1)
11
Khitbah (2)
12
Biarkan Mereka Berkata
13
Kisah Alesha
14
Akhirnya
15
Hari Bahagia Alesha Chayanika & Aqiel Afdal Zafi
16
Keluarga Cemara
17
Pasutri Baru
18
Saling Menerima
19
Ternyata...
20
Dua Insan
21
Cemburu (1)
22
Rumah Baru (1)
23
Rumah Baru (2)
24
Kedatangan Mama Selly & Papa Roy
25
Syukuran Rumah Baru
26
Tersebarnya Rumor
27
Istirahat Total
28
Ikhtiar
29
Sidang (1)
30
Sidang (2)
31
Kerumah Ayah & Ibu
32
Tetangga Julit
33
Menggapai Ridho Suami
34
38 Derajat Celcius
35
Resmi Bercerai
36
Selalu Ingin Bermanja
37
Praduga
38
Sudah Empat Minggu
39
Siapa Wanita Itu?
40
Morning Sickness
41
Penjelasan (1)
42
Penjelasan (2)
43
Mengidam (1)
44
Mengidam (2)
45
Jatuh Pingsan
46
Hamil Kembar
47
Pernyataan Alex
48
Kepulangan Alesha
49
Graduation (1)
50
Graduation (2)
51
Sebuah Kejutan
52
Pertemuan Pertama
53
Cemburu (2)
54
Mohon Perlindungan
55
Pertama Kali Datang Kekantor
56
Seperti Penguntit
57
Kelakuan Sang Suami
58
Kedatangan Karin
59
Kemarahan Aqiel
60
Mempertimbangkan
61
Grand Opening
62
Pertemuan
63
Berpamitan
64
Pembicaraan Empat Sahabat
65
Lamaran Dadakan
66
Jawaban Parisya
67
Keinginan Baby Twins
68
Lamaran Resmi
69
Notifikasi Email
70
Balasan Email
71
Rumah Produksi Film
72
Terkenal
73
Wedding Day (1)
74
Wedding Day (2)
75
Kelahiran Bayi Amora
76
Azlan Zaydan Hidayat
77
Taman
78
Sah...
79
Gagal Malam Pertama
80
Firasat
81
Pendarahan
82
Kecelakaan Tunggal
83
Ujian Terberat
84
Flashback
85
Kerumah Nenek & Kakek
86
Minta Adek
87
Penuh Syukur (Tamat)
88
PENGUMUMAN (Novel Hidayah Terindah)
89
PENGUMUMAN (Novel Kau Hanya Untukku)
90
PENGUMUMAN (Novel Mengobati Hati Yang Terluka)
91
Shanum: SAMUEL & HANUM
92
Novel "Ours Time"
93
Novel: Takdir di Ujung Waktu
94
Novel: Jodoh Jalur Ummi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!