Rahasia Terbongkar

Andika sudah meminta Tasya untuk mengabaikan Raisa dan mengajaknya kembali ke apartemen sebelum Raisa melakukan sesuatu yang akan menimbulkan masalah, tapi saat Tasya ingin melangkahkan kakinya Raisa langsung menggenggam tangan Tasya.

"Lepasin kak! Jangan halangi jalan kami!" Tasya mencoba melepaskan tangannya dari tangan Raisa, tapi genggam Raisa malah semakin kuat.

Saat Tata melihat ekspresi wajah Tasya yang kesakitan, dia langsung membantu Tasya untuk membebaskan diri dari Raisa dengan cara memukul pinggang Raisa agar dia melepaskan tangannya Tasya. Tapi bukannya membuat Raisa melakukan hal yang di inginkan, Tata malahan dia mendorong oleh Raisa sampai terjatuh dan Raisa juga langsung menarik Tasya ke dekat danau.

Walaupun tangannya masih terasa sakit karena ada luka di telapak tangan Tata, tapi dia tidak merengek dan malah langsung berdiri untuk langsung mengejar Tasya dan akan kembali menolongnya. Begitu juga dengan Andika yang ikut mengejar Tata dengan menjalankan kursi rodanya sendiri karena Calvin takut terjadi apa-apa dengan Tasya dan Tata.

Benar saja... Apa yang di takutkan Andika akhirnya sekarang terjadi juga! belum sempat dirinya sampai di dekat Tasya, Raisa sudah lebih dulu mendorong Tasya dan Tata ke dalam danau tepat di depan mata Andika. Karena sudah sangat panik akhirnya Andika turun dari kursi roda dan berlari untuk menyelamatkan Tata juga Tasya, tapi sampai di pinggir danau Andika dihadapkan pilihan.

"Ke-Kenapa Andika bisa berjalan?" ucap Raisa dalam hatinya saat melihat Andika berlari.

Andika yang masih bingung harus siapa yang dirinya utamakan terlebih dahulu, karena baik Tasya ataupun Tata keduanya sangat berarti dalam hidupnya. Saat Andika sudah punya pilihan dan ingin melompat ke danau, tiba-tiba Raisa datang dan menahannya agar tidak melompat dulu.

"Kalau boleh aku kasih saran, lebih baik kamu selamatkan anak kecil itu saja dulu mas dan jangan perdulikan Tasya. Jarak Tasya kan lebih jauh di bandingkan anak kecil itu, lagian Tasya pasti bisa kok selamatin dirinya sendiri" Raisa meletakkan tangannya di bahu Andika sembari tersenyum miring.

"Anda tidak perlu mengajarkan saya! Karena saya tau apa yang harus saya lakukan, jadi lebih baik anda pergi dari sini sekarang juga!"

Andika menepis tanga Raisa dan langsung melompat menyelamatkan Tata terlebih dahulu.

Sebenarnya Tasya tidak bisa berenang sejak kecil, jadi selagi Andika menyelamatkan Tata. Tasya hanya bisa terus berusaha untuk bertahan sampai Tata benar-benar berhasil di selamatkan. Walapun dirinya sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi, tapi dia yakin Andika akan segera datang menolongnya.

Beberapa detik kemudian saat Andika berhasil menyelamatkan Tata dan membawanya ke darat, Andika langsung melompat lagi ke danau untuk menolong Tasya. tapi sayangnya Tasya mulai kehabisan nafas dan sudah tidak bisa bertahan lagi, sehingga membuat dirinya jadi tenggelam.

"Gue yakin banget, kalau Tasya tidak akan bisa di selamatkan" ucap Raisa dalam hatinya sembari melipat tangannya di depan dan menatap Tasya yang sudah tidak terlihat lagi dari permukaan danau.

Cukup lama Andika di dalam air, bahkan sampai Tata berhasil mengembalikan energinya lagi. Saat Tata melihat Andika belum keluar dari dalam air, dirinya benar-benar khawatir dengan keadaan Tasya dan Andika. Bukan hanya itu saja yang membuat Tata tambah khawatir, tapi juga karena Raisa yang mengatakan sesuatu pada Tata tentang keselamatan Tasya.

Di saat Tata sedang marah-marah dengan Raisa, Andika muncul dari dalam air sembari menggendong Tasya yang sudah tidak sadarkan diri. Raisa yang melihat Tasya terbaring di atas tanah dengan keadaan seperti itu, langsung tertawa di dalam hatinya. Karena dirinya merasa kalau sudah menang dari Tasya, karena Tasya tidak akan pernah membuka matanya kembali.

"Om, tante Tasya baik-baik saja kan?" Tata menangis di samping Tasya.

"Iya tante Tasya baik-baik saja, jadi kamu tenang saja ya" Andika tersenyum tipis sembari menghapus air mata Tata.

Sejak tadi Andika terus berusaha membuat Tasya sadar kembali, bahkan dia juga sampai memberikan nafas buatan untuk Tasya. Sayangnya semua itu tidak berhasil, karena sepertinya Tasya terlalu banyak menelan air dan juga terlalu lama berada di dalam air jadi membuatnya kehabisan oksigen.

Andika yang sudah sangat khawatir dengan keadaan Tasya langsung kembali menggendong Tasya untuk membawanya ke rumah sakit bersama dengan Tata, sedangkan Raisa masih berdiri di tempatnya sembari menatap punggung Andika yang sudah semakin menjauh dan hilang dari pandangan matanya.

Baru saja Andika ingin memberhentikan taksi untuk membawa Tasya ke rumah sakit karena kalau dirinya harus pulang terlebih dulu akan membutuhkan waktu lagi, tapi tiba-tiba ada mobil pribadi yang sudah lebih dulu berhenti tepat di depan Andika dan langsung menampilkan Mario yang berlari ke arah Andika setelah turun dari mobil.

Tadinya Mario hanya sekedar lewat di taman itu karena dia akan menuju ke kantor untuk menggantikan Andika menyelesaikan pekerjaan di kantor, tapi saat Mario melewati taman dia malah melihat Andika yang berdiri dipinggir jalan sembari menggendong Tasya makanya Mario langsung menghentikan mobilnya karena ekspresi wajah Andika terlihat sedang panik.

"Tuan ada ada apa? Kenapa pakaian anda basah semua? Dan apa yang terjadi dengan nona Tasya?"

"Nanti saja saya jelaskannya, sekarang kamu antar saya ke rumah sakit dulu untuk membawa Tasya" Mario langsung menganggukan kepalanya dan membukakan pintu belakang agar Tasya dan Andika duduk di kursi belakang.

Saat Kevin memasukan Tasya ke dalam mobil, Mario langsung mengajak Tata untuk masuk juga ke dalam mobil dan duduk kursi depan. Setelah itu Mario langsung melajukan mobilnya ke rumah sakit terdekat, Mario yang melihat ekspresi wajah khawatir Andika dari kaca spion langsung menambah kecepatan mobilnya.

Setelah sampai di depan rumah sakit Andika langsung turun dari mobil dan berlari ke dalam rumah sakit sembari menggendong Tasya, sedangkan Mario menyusul bersama dengan Tata setelah memarkirkan mobilnya.

"Tolong, istri saya dok" Andika membaringkan Tasya di atas tempat tidur dalam ruang UGD.

"Apa penyebabnya pak?" dokter perempuan itu melihat ke arah Andika.

"Istri saya tenggelam di danau dok, dan sepertinya dia terlalu lama berada di dalam air makanya dia sampai tidak sadarkan diri"

"Baiklah... Kalau begitu anda silahkan tunggu di luar dulu ya pak, biar kami tangani istri anda" Andika hanya menganggukan kepalanya dan meninggalkan Tasya.

Saat keluar dari ruang UGD sudah ada Mario dan Tata yang duduk bersebelahan, dengan Tata yang sudah mengganti bajunya. Andika duduk di kursi sebelah kanan Mario, sembari mengusap kasar wajahnya.

"Tuan Andika... Saya sudah mendengar semua ceritanya dari Tata, apa benar semua ini perbuatan Raisa?" Andika menghela nafas kasarnya dan menjawab dengan anggukan kepalanya.

"Saya harus membalaskan semua yang dilakukan Raisa hari ini"

"Apa yang bisa saya bantu untuk anda tuan?"

Andika menatap ke arah Marion dan membisikkan sesuatu di telinga Mario, setelah itu Mario langsung pergi dan meninggalkan Andika juga Tata di rumah sakit.

Episodes
1 Pembicaraan Keluarga
2 Keputusan
3 Pilihan
4 Pembicaraan Pernikahan
5 Mempersiapkan pernikahan
6 Keanehan Acara Pernikahan
7 Pulang Ke Rumah Andika
8 Penasaran Dengan Wajah Andika
9 Cara Membuat Andika Pulang
10 Kembali atau Tidak?
11 Hari Yang Dinanti
12 Canggung
13 Perasaan Senang
14 Permintaan Ibu Tiri Tasya
15 Keinginan Tasya
16 Kedatangan Miranti dan Raisa
17 Kelakuan Buruk Raisa
18 Memperkenalkan Andika
19 Waktu Bersama Andika
20 Rahasia Terbongkar
21 Seperti Keluarga
22 Kedatangan Ferdian
23 Untuk Pertama Kalinya
24 Berubah Pikiran
25 Ungkapan Perasaan
26 Saat Berdua
27 Berbelanja Berdua
28 Mendapatkan Izin Andika?
29 Kejutan Untuk Tasya
30 Camping
31 Menghilangkan Rasa Canggung
32 Permintaan Maaf
33 Pembicaraan Tentang Bulan Madu 1
34 Pembicaraan Tentang Bulan Madu 2
35 Pulang Ke Rumah
36 Berpamitan
37 Bulan Madu 1
38 Bulan Madu 2
39 Bulan Madu 3
40 Mengerjai Raisa
41 Alasan Mencintai
42 Rahasia
43 Marahnya Tasya
44 Mencoba Berbaikan
45 Merawat Andika
46 Perhatian Tasya
47 Bertemu Lagi
48 Persiapan
49 Keinginan Andika
50 Pemeriksaan
51 Hasil
52 Murung
53 Orang Baru
54 Datang Menemui
55 Menenangkan Pikiran
56 Ujian Pernikahan
57 Bimbang
58 Awal Pembicaraan
59 Rencana
60 Keputusan Andika
61 Memperbaiki Kesalahan
62 Hasil Pemeriksaan
63 Perhatian Andika
64 Kekesalan Tasya
65 Kejutan Untuk Tasya I
66 Kecemasan Tata
67 Kejutan Untuk Tasya II
68 Kepanikan Andika
69 Kebahagiaan Andika
70 Kepulangan
71 Pemilihan Nama
72 Akhir Dari Segalanya
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Pembicaraan Keluarga
2
Keputusan
3
Pilihan
4
Pembicaraan Pernikahan
5
Mempersiapkan pernikahan
6
Keanehan Acara Pernikahan
7
Pulang Ke Rumah Andika
8
Penasaran Dengan Wajah Andika
9
Cara Membuat Andika Pulang
10
Kembali atau Tidak?
11
Hari Yang Dinanti
12
Canggung
13
Perasaan Senang
14
Permintaan Ibu Tiri Tasya
15
Keinginan Tasya
16
Kedatangan Miranti dan Raisa
17
Kelakuan Buruk Raisa
18
Memperkenalkan Andika
19
Waktu Bersama Andika
20
Rahasia Terbongkar
21
Seperti Keluarga
22
Kedatangan Ferdian
23
Untuk Pertama Kalinya
24
Berubah Pikiran
25
Ungkapan Perasaan
26
Saat Berdua
27
Berbelanja Berdua
28
Mendapatkan Izin Andika?
29
Kejutan Untuk Tasya
30
Camping
31
Menghilangkan Rasa Canggung
32
Permintaan Maaf
33
Pembicaraan Tentang Bulan Madu 1
34
Pembicaraan Tentang Bulan Madu 2
35
Pulang Ke Rumah
36
Berpamitan
37
Bulan Madu 1
38
Bulan Madu 2
39
Bulan Madu 3
40
Mengerjai Raisa
41
Alasan Mencintai
42
Rahasia
43
Marahnya Tasya
44
Mencoba Berbaikan
45
Merawat Andika
46
Perhatian Tasya
47
Bertemu Lagi
48
Persiapan
49
Keinginan Andika
50
Pemeriksaan
51
Hasil
52
Murung
53
Orang Baru
54
Datang Menemui
55
Menenangkan Pikiran
56
Ujian Pernikahan
57
Bimbang
58
Awal Pembicaraan
59
Rencana
60
Keputusan Andika
61
Memperbaiki Kesalahan
62
Hasil Pemeriksaan
63
Perhatian Andika
64
Kekesalan Tasya
65
Kejutan Untuk Tasya I
66
Kecemasan Tata
67
Kejutan Untuk Tasya II
68
Kepanikan Andika
69
Kebahagiaan Andika
70
Kepulangan
71
Pemilihan Nama
72
Akhir Dari Segalanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!