Pulang Ke Rumah Andika

Setelah acara resepsi selesai Mario datang kembali untuk langsung membawa Tasya ke kediaman Andika, Tasya awalnya menolak karena dirinya ingin menginap dulu semalam. Tapi Mario menginginkan kembali syarat yang di berikan Andika Tasya, jadi mau tidak mau dirinya harus tetap ikut dengan Mario.

sepanjang perjalanan Tasya hanya diam saja sembari melihat ke arah jalanan dari jendela mobil, sedangkan Mario juga hanya fokus menyetir dan terkadang melihat ke arah Tasya melalui kaca spion.

Butuh waktu satu jam lebih untuk bisa sampai di rumah yang sudah di sediakan Andika untuk Tasya, karena terlalu lelah akhirnya Tasya sampai ketiduran di dalam mobil walaupun masih menggunakan gaun pengantin.

Saat mereka sampai di halaman rumah, Mario mencoba membangunkan Tasya. Tapi sayangnya usaha Mario tidak berhasil dan karena Mario tidak ada pilihan lain, akhirnya Mario memutuskan untuk menelpon Andika untuk menanyakan tindakan selanjutnya yang harus dirinya ambil.

Belum selesai Mario menelpon Andika, Tasya sudah lebih dulu bangun dari tidurnya. Bahkan Tasya sudah turun dari mobil dan berdiri di belakang Mario untuk menunggunya selesai menelpon.

"Apa itu telpon dari Andika?" Tasya langsung bertanya setelah Mario menutup panggilan telponnya.

"Nona Tasya! Sejak kapan anda berada di sini?" Mario yang menoleh ke belakang dan melihat Tasya sedang menutup mulut ga karena menguap.

"Baru saja, apa yang tadi menelpon itu Andika?" Tasya kembali bertanya hal yang sama sembari melipat tangannya di depan dadanya.

"Iya nona, tadi saya yang menelpon tuan Andika untuk memberitahu kalau saya sudah mengantar nona sampai di rumah ini" Tasya hanya mengangguk-anggukan pelan kepalanya.

"Mari saya antar masuk ke dalam nona"

"Oke"

Mario langsung mengambil koper Tasya di dalam bagasi dan meminta Tasya untuk berjalan lebih dulu di depannya, sedangkan dirinya jalan di belakang untuk mengikuti Tasya sembari membawakan koper Tasya.

Tasya terkejut saat dirinya membuka pintu utama yang langsung menampilkan beberapa pelayan dan bodyguard yang sudah di siapkan Andika untuknya, mereka semua sedang berbaris rapih untuk menyambut kedatangan Tasya ke rumah itu.

Saat Tasya berjalan di tengah dan melewati mereka semua, mereka langsung membukukan badannya sebagai rasa hormat mereka terhadap istri dari Andika yang berarti nyonya di rumah itu.

"Selamat malam nona Tasya dan selalu datang di rumah ini, perkenalkan saya Adrian. Saya kepala pelayan di rumah ini, kalau salah satu pelayan di sini ada yang membuat anda tidak suka. Nona bisa memberitau ke saya" Adrian memberikan senyumnya.

"Baik, terima kasih banyak untuk bantuannya pak Andika. Pak Mario, Andika ada dimana sekarang? Apa dia sedang dalam perjalan pulang ke sini?"

"Maaf nona Tasya, tapi tuan Andika masih berada di kantornya nona dan sepertinya malam ini pak Andika akan pulang ke apartemen. Pak Andika juga berpesan agar nona Tasya langsung beristirahat lebih dulu saja"

"Oh begitu, Baiklah... Lalu dimana kamar saya?" Tasya melihat ke arah Mario dan Adrian secara bergantian.

"Ada di lantai atas nona"

Adrian langsung memanggil salah satu pelayan yang masih berbaris di sana untuk mengantar Tasya ke kamar, Tasya langsung mengikuti pelayan itu sampai di depan pintu kamarnya dan Andika.

"Oh iya, siapa nama kamu?" Tasya membalikkan badannya ke arah pelayan yang mengantarnya.

"Nama saya Salsabila nona" Salsa menjawab sembari menundukkan kepalanya.

"Nama yang bagus, terima kasih ya sudah mengantar saya" Tasya memberikan senyumannya pada Salsa.

"Sama-sama nona, kalau begitu saya permisi dulu. Nona selamat beristirahat"

Setelah mendapat anggukan kepala dari Tasya, Salsa langsung membungkukkan badannya dan pergi dari depan kamar Tasya. Sedangkan Tasya juga langsung masuk ke dalam kamarnya yang bernuansa putih untuk mandi dan mengganti gaunnya dengan baju tidur.

Tasya yang sudah bersiap untuk tidur harus mengurungkan kembali niatnya, karena Andika yang tiba-tiba menelponnya. Sebenarnya Tasya sudah sangat mengantuk dampak malas untuk mengangkatnya, tapi ponselnya tidak berhenti berdering jadi terpaksa Tasya mengangkatnya.

-Pembicaraan Tasya dan Andika di telpon-

"Iya hallo, ada apa?" Tasya menjawab telponnya dengan suara lemas.

"Kenapa lama sekali mengangkatnya? Apa kamu sudah tertidur?" di sebrang telpon Andika bertanya sembari melepaskan dasinya.

"Baru mau tidur, ada apa kamu telpon?"

"Hanya ingin memastikan saja, apa kamu sudah tertidur atau belum"

"Cuma untuk hal itu saja?"

"Iya"

Tasya langsung menghela nafasnya dan memutar bola matanya malas, setelah mendengar jawaban Andika dirinya benar-benar merasa bertambah kesal. Dari mulai Andika tidak ada di resepsi pernikahan mereka, sampai sekarang dia nelpon di saat Tasya sudah ingin tertidur hanya untuk memastikan hal yang tidak penting menurut Tasya.

Demi menenangkan dirinya agar tidak bertambah kesal, Tasya langsung mematikan telpon Andika begitu saja dan berharap dia tidak mengganggu tidur Tasya. Tapi sayangnya baru saja Tasya ingin memejamkan matanya lagi, Andika kembali menelpon dirinya.

Saat Tasya angkat Andika langsung marah-marah, karena perlakuan Tasya tadi. Awalnya Tasya hanya mendengarkan setiap perkataan Andika, tapi tiba-tiba emosinya memuncak setelah mendengar perkataan Andika.

-Pembicaraan Andika dan Tasya di telpon ke dua kalinya-

"Kamu bilang apa tadi mas? Aku engga menganggap kamu suami ku? Bukannya kamu ya engga menganggap aku istri mu" Tasya langsung menyela perkataan Andika.

"Maksudnya?"

"Masih tanya maksudnya? Kamu engga datang di acara resepsi pernikahan kita, apa kamu anggap istri mu mas? Terus sekarang, kamu juga tidak pulang ke rumah dan bahkan aku saja belum lihat wajah kamu sama sekali mas"

Tasya berbicara dengan cepat untuk mengeluarkan semua perasaan yang dirinya pendam dari tadi pagi pada Andika. Sedangkan Andika mencoba fokus mendengarkan keluhan yang diberikan istrinya.

"Untuk acara resepsi pernikahan bukan sudah ditulis dalam syarat yang aku suruh Mario sampaikan ya? Kalau sekarang aku tidak pulang, itu karena kerjaan ku terlalu menumpuk"

"Sebenarnya apa alasan kamu menolak datang ke acara resepsi itu mas?"

"Aku punya alasan yang tidak bisa aku jelaskan untuk sekarang, jadi kamu tidak perlu banyak tanya tentang hal itu. Paham?"

"Oke aku paham"

Setelah mengatakan itu Tasya kembali mematikan panggilan telponnya dan kali ini dia juga langsung mematikan ponselnya, agar Andika tidak bisa menelponnya lagi. Tasya benar-benar tidak habis pikir, sebenarnya pernikahan macam apa yang dia jalani saat ini.

Padahal Tasya berharap pernikahannya akan membawa dirinya pada kebahagiaan, tapi gimana mau bahagia? Baru hari pertama menikah saja mereka sudah bertengkar, gimana nanti kedepannya? Akan berjalan seperti apa pernikahan mereka berdua? Apa mungkin sesuai yang Tasya harapkan? Semua pertanyaan itu memenuhi kepala Tasya.

Jam sudah menunjukkan pukul satu malam, tapi Tasya masih belum bisa tertidur juga. Sudah berkali-kali dirinya mencoba memejamkan matanya, sayangnya dia masih terus kepikiran dengan yang dia lakukan pada Andika tadi.

Tasya kembali menyalakan ponselnya untuk melihat apakah Andika menelponnya lagi atau tidak, ternyata Andika tidak menelponnya lagi melainkan hanya mengirimkan pesan yang berisi ucapan sebelum tidur untuk Tasya. Setelah membaca pesan Andika, Tasya mencoba kembali untuk tertidur dan kali ini usahanya berhasil Tasya tidur dengan nyenyak.

Episodes
1 Pembicaraan Keluarga
2 Keputusan
3 Pilihan
4 Pembicaraan Pernikahan
5 Mempersiapkan pernikahan
6 Keanehan Acara Pernikahan
7 Pulang Ke Rumah Andika
8 Penasaran Dengan Wajah Andika
9 Cara Membuat Andika Pulang
10 Kembali atau Tidak?
11 Hari Yang Dinanti
12 Canggung
13 Perasaan Senang
14 Permintaan Ibu Tiri Tasya
15 Keinginan Tasya
16 Kedatangan Miranti dan Raisa
17 Kelakuan Buruk Raisa
18 Memperkenalkan Andika
19 Waktu Bersama Andika
20 Rahasia Terbongkar
21 Seperti Keluarga
22 Kedatangan Ferdian
23 Untuk Pertama Kalinya
24 Berubah Pikiran
25 Ungkapan Perasaan
26 Saat Berdua
27 Berbelanja Berdua
28 Mendapatkan Izin Andika?
29 Kejutan Untuk Tasya
30 Camping
31 Menghilangkan Rasa Canggung
32 Permintaan Maaf
33 Pembicaraan Tentang Bulan Madu 1
34 Pembicaraan Tentang Bulan Madu 2
35 Pulang Ke Rumah
36 Berpamitan
37 Bulan Madu 1
38 Bulan Madu 2
39 Bulan Madu 3
40 Mengerjai Raisa
41 Alasan Mencintai
42 Rahasia
43 Marahnya Tasya
44 Mencoba Berbaikan
45 Merawat Andika
46 Perhatian Tasya
47 Bertemu Lagi
48 Persiapan
49 Keinginan Andika
50 Pemeriksaan
51 Hasil
52 Murung
53 Orang Baru
54 Datang Menemui
55 Menenangkan Pikiran
56 Ujian Pernikahan
57 Bimbang
58 Awal Pembicaraan
59 Rencana
60 Keputusan Andika
61 Memperbaiki Kesalahan
62 Hasil Pemeriksaan
63 Perhatian Andika
64 Kekesalan Tasya
65 Kejutan Untuk Tasya I
66 Kecemasan Tata
67 Kejutan Untuk Tasya II
68 Kepanikan Andika
69 Kebahagiaan Andika
70 Kepulangan
71 Pemilihan Nama
72 Akhir Dari Segalanya
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Pembicaraan Keluarga
2
Keputusan
3
Pilihan
4
Pembicaraan Pernikahan
5
Mempersiapkan pernikahan
6
Keanehan Acara Pernikahan
7
Pulang Ke Rumah Andika
8
Penasaran Dengan Wajah Andika
9
Cara Membuat Andika Pulang
10
Kembali atau Tidak?
11
Hari Yang Dinanti
12
Canggung
13
Perasaan Senang
14
Permintaan Ibu Tiri Tasya
15
Keinginan Tasya
16
Kedatangan Miranti dan Raisa
17
Kelakuan Buruk Raisa
18
Memperkenalkan Andika
19
Waktu Bersama Andika
20
Rahasia Terbongkar
21
Seperti Keluarga
22
Kedatangan Ferdian
23
Untuk Pertama Kalinya
24
Berubah Pikiran
25
Ungkapan Perasaan
26
Saat Berdua
27
Berbelanja Berdua
28
Mendapatkan Izin Andika?
29
Kejutan Untuk Tasya
30
Camping
31
Menghilangkan Rasa Canggung
32
Permintaan Maaf
33
Pembicaraan Tentang Bulan Madu 1
34
Pembicaraan Tentang Bulan Madu 2
35
Pulang Ke Rumah
36
Berpamitan
37
Bulan Madu 1
38
Bulan Madu 2
39
Bulan Madu 3
40
Mengerjai Raisa
41
Alasan Mencintai
42
Rahasia
43
Marahnya Tasya
44
Mencoba Berbaikan
45
Merawat Andika
46
Perhatian Tasya
47
Bertemu Lagi
48
Persiapan
49
Keinginan Andika
50
Pemeriksaan
51
Hasil
52
Murung
53
Orang Baru
54
Datang Menemui
55
Menenangkan Pikiran
56
Ujian Pernikahan
57
Bimbang
58
Awal Pembicaraan
59
Rencana
60
Keputusan Andika
61
Memperbaiki Kesalahan
62
Hasil Pemeriksaan
63
Perhatian Andika
64
Kekesalan Tasya
65
Kejutan Untuk Tasya I
66
Kecemasan Tata
67
Kejutan Untuk Tasya II
68
Kepanikan Andika
69
Kebahagiaan Andika
70
Kepulangan
71
Pemilihan Nama
72
Akhir Dari Segalanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!