Seharian ini Andika tidak pergi kemanapun termasuk ke kantor, karena dia ingin menghabiskan waktu untuk lebih mengenal Tasya dan keluarganya lebih dalam lagi. Makanya dia sengaja mengambil satu hari libur dan membiarkan Mario menghandle pekerjaannya, agar dia bisa terus berada di samping Tasya dan mengorek semua informasi tentang keluarganya.
Andika ingin mendapatkan informasi sebanyak mungkin tentang Raisa dan Miranti sebelum dirinya ikut turun ke dalam permainan Raisa, Tasya sebenarnya malas menceritakan tentang segala hal tentang Raisa apalagi Miranti. Tapi demi kebaikan Andika, Tasya akhirnya menceritakan semuanya termasuk sifat buruk juga hal-hal yang pernah Raisa dan Miranti lakukan.
"Gimana mas? Kamu bisa mengingat semuanya kan? Dan apa masih ada lagi yang kamu ingin tanyakan lagi padaku?" Tasya mengubah posisi duduknya menjadi menghadapi Andika.
"Sepertinya sudah cukup, aku sudah tau apa yang harus di lakukan saat menghadapi mereka berdua"
"Baguslah, kalau begitu mas" Tasya kembali melanjutkan chattingannya dengan Rara.
Andika yang merasa di cuekin oleh Tasya mencoba mencari cara agar perhatian Tasya fokus pada dirinya lagi dan berhenti memainkan ponselnya, Berbagai cara sudah Andika lakukan. Dari mulai dirinya menawarkan makanan pada Tasya sampai mengajaknya berbicara terus-menerus, tapi tidak ada yang berhasil satu pun.
"Tasya... Bagaimana kalau kita berdua jalan-jalan ke taman atau kalau tidak kita pergi ke kebun binatang, gimana?" cara terakhir akhirnya Andika keluar juga dan dirinya tinggal menunggu jawaban dari Tasya.
"Eum... Tumben kamu mau keluar rumah mas, biasanya kalau aku ajakin kamu tidak mau dan selalu menolak"Tasya masih terus mengetik di ponselnya.
"Iya, aku lagi ingin cari udara segar saja untuk sekedar menghilangkan lelah karena pekerjaan. Jadi bagaimana? Apa kamu mau?"
Akhirnya Tasya mengiyakannya ajakan Andika dan dia juga langsung menyudahi chattingannya dengan Rara dan mematikan ponselnya agar dia bisa fokus pada jalan-jalannya bersama Andika.
Tasya yang baru selesai ganti baju langsung menemui Andika lagi di ruang tamu agar mereka berdua bisa segera berangkat, berhubung masih pagi jadi Andika bisa menghirup udara segar yang ada.
"Mas, sebenarnya kita mau jalan-jalan kemana?" Tasya mendorong kursi roda Andika keluar apartemen.
Andika sengaja tidak mengajak Mario, karena dia hanya ingin pergi berdua saja dengan Tasya. Bahkan Andika juga tidak mau naik mobil dengan alasan, Andika tidak mau cepat sampai di tempat tujuan mereka.
"Ke taman dekat sini saja bagaimana?"
"Emangnya di dekat apartemen ini ada taman ya mas? Aku baru tau loh"
"Iya ada dan letaknya tidak jauh dari apartemen, biasanya aku ke sana untuk baca buku sembari melihat anak-anak kecil bermain"
"Ya sudah... Kalau gitu kita ke sana saja ya mas, aku juga ingin lihat anak-anak di sana" Andika menganggukan kepalanya.
"Tasya, apa kamu tidak lelah mendorong kursi roda ku terus?"
"Tidak mas, hanya mendorong saja tidak akan membuat aku lelah mas"
"Kalau kamu lelah katakan pada ku ya" Tasya menganggukkan kepalanya walaupun Andika tidak melihatnya.
Setelah sampai di taman sudah banyak anak-anak yang sedang berlarian, bahkan ada anak yang menghampiri Andika dan mereka terlihat seperti sudah saling kenal satu sama lain.
Tasya bisa melihat kalau Andika sangat menyukai anak itu dan senyum Andika terbit di bibirnya saat anak itu juga tersenyum pada Andika, hari ini pertama kalinya Tasya benar-benar melihat senyum lebar Andika.
"Oh iya... Perkenalkan ini istri om, namanya tante Tasya" Andika mengusap kepala anak perempuan itu.
"Hallo tante Tasya... Kenali nama aku Tata" Tata tersenyum ke arah Tasya.
"Hallo sayang" Tasya berjongkok sembari tersenyum dan mengusap pipi Tata.
Tata langsung mengajak Andika dan Tasya untuk ke tempat biasa dia dengan Andika bersama, di tempat itu Tasya juga ingin menanyakan darimana Andika kenal dengan Tata.
Tempat yang biasa Andika dan Tata bersama adalah di bawah pohon besar ya berada di pinggir danau, mereka berdua sangat menyukai tempat itu karena bagus untuk sekedar duduk dan bersantai.
"Mas, bagaimana kamu bisa bertemu dengan Tata? Lalu dimana orang tuanya? Kenapa dia berada di taman sendirian?" Tasya duduk di atas tanah bersama dengan Tata di depannya.
"Begini ceritanya... Saat mengetahui kalau aku tidak bisa berjalan lagi perasaan ku hancur dan aku pergi ke taman ini untuk menangisi kondisi ku, sejak saat itulah aku bertemu dengan Tata yang datang untuk menghibur ku" Andika bercerita sembari melihat ke arah danau.
"Bagaimana dengan orang tua Tata mas?"
"Awalnya aku juga bertanya-tanya dimana orang tua Tata, karena di hari pertemuan aku dengan dia aku sama sekali tidak melihat keberadaan orang tuannya. Tapi setelah aku cari tau ternyata...."
"Ternyata kenapa mas?" Tasya menoleh ke arah Andika.
Andika menghela nafas kasarnya dan melanjutkan cerita tentang orang tua Tata yang sudah tiada dan Tata hanya tinggal sendirian di apartemen, dia sering berada di taman untuk meminta makanan pada pengunjung yang berada di sana.
Setelah mendengar cerita Andika Tasya benar-benar tidak menyangka, anak yang baru berusia delapan tahun harus berjuang hidup sendiri tanpa seorangpun di sampingnya. Hati Tasya rasanya sangat sedih dan bahkan dia hampir menangis sembari memeluk Tata.
"Hidup Tata dengan aku tidak jauh berbeda, kami tumbuh tanpa bantuan orang tua dan karena itulah aku dengan Tata bisa sedekat ini sekarang" Andika menoleh dan melihat Tasya yang masih memeluk Tata.
"Mas, boleh engga kalau kita ajak Tata ke unit apartemen kita? Aku ingin masakan makanan untuk dia" Tasya menoleh dan menatap Andika dengan ekspresi wajah memohon.
"Tentu boleh... Aku yakin Tata pasti juga akan sangat senang mendengarnya, karena dia tidak pernah makan-makanan langsung yang baru dimasak"
"Makasih ya mas" Tasya tersenyum ke Andika.
"Sama-sama" Andika membalas senyum Tasya dengan senyum tipisnya.
Waktu sudah semakin siang dan cuaca di luar juga semakin panas, akhirnya Tasya memutuskan untuk mengajak Andika kembali ke apartemen dan termasuk dengan Tata juga.
Andika langsung mengiyakannya, karena dia juga merasa sudah lapar dan ingin cepat-cepat makan masakan Tasya. Lagi pula mereka juga sudah terlalu lama meninggalkan Salsa dan Mario di apartemen.
Saat mereka baru bertiga baru akan berjalan pulang tiba-tiba seseorang menghampiri mereka dan membuat Tasya terkejut dengan kehadirannya, sedangkan Andika hanya menatap orang itu sembari mengepalkan tangannya.
"Hai, mas Andika" orang itu tersenyum pada Tasya.
"Kak Raisa!"
Raisa tidak menghiraukan keberadaan Tasya di sana, karena yang sejak tadi di lihat Raisa adalah Andika dan bahkan Raisa terus tersenyum pada Andika membuat Tasya yang melihatnya menjadi kesal.
"Mau apa lagi dia datang ke sini?" tanya Tasya dalam hatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments