Keinginan Tasya

Tasya hari ini benar-benar terlihat lelah sekali, bahkan seluruh badannya terasa sakit dan pegal-pegal. Karena tadi pengunjung restoran yang datang lumayan banyak dan sekarang dirinya baru sampai di rumah setelah menempuh perjalanan yang jauh seperti biasanya untuk bisa sampai di rumah.

Saat Tasya masuk ke dalam kamar ternyata Andika sudah berada lebih dulu di sana dan bahkan sudah tertidur pulas, Tasya yang tidak ingin mengganggu atau sampai membuat suaminya terbangun langsung membuka sepatu high heelsnya dan berjalan pelan menuju kamar mandi.

Baru saja Tasya memegang gagang pintu kamar mandi, tapi Andika sudah terbangun dari tidurnya. Bahkan sekarang dirinya sudah duduk menyender dan langsung memanggil nama Tasya dengan mata yang masih terpejam, sedangkan Tasya langsung membalik badannya menghadap Andika.

"Akhirnya kamu pulang juga, jam berapa ini?" Andika mengucek-ngucek matanya.

"Sudah jam sepuluh malam mas... Kamu lanjut saja lagi tidurnya ya, aku mau bersih-bersih dulu" Andika hanya mengangguk pelan, sedangkan Tasya tersenyum sebentar dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.

Dua puluh menit berlalu Tasya akhirnya keluar dari kamar mandi dengan baju tidurnya sembari memeluk badannya sendiri karena kedinginan, Andika yang melihat hal itu bingung kenapa Tasya bisa kedinginan sampai badannya menggigil? Padahal ada air hangat yang bisa dia gunakan.

"Kenapa kamu engga lanjut tidur lagi mas?" Tasya naik ke atas tempat tidur sembari memeluk badannya dan mengusap-usap lengan tangannya.

"Sudah tidak mengantuk lagi, kamu kenapa menggigil begitu? Apa kamu mandi menggunakan air dingin?"

"Iya mas... Tadi aku salah memutar kerannya, jadi terpaksa aku mandi pakai air dingin mas. Oh iya mas, maaf ya kalau tadi langkah kaki ku buat kamu jadi terbangun mas"

"Tidak masalah! Lagipula tadi aku hanya ketiduran dan untungnya kamu membuat ku terbangun, karena masih ada kerjaan yang harus di selesaikan"

Andika mengusap surai rambut Tasya sebentar dengan tangan kanannya sembari mengetik di laptopnya dan dia langsung fokus kembali ke laptopnya agar lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya, sedangkan Tasya hanya tersenyum tipis sembari memperhatikan Andika.

Sebenarnya ada hal yang ingin Tasya katakan pada Andika, tapi dia akan menunggu Andika menyelesaikan pekerjaannya saja. Karena Tasya takut mengganggu fokus Andika dan memperlambat Andika untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Satu jam berlalu dan Tasya sudah menguap beberapa kali, tapi dia masih tetap akan menunggu Andika selesai. Andika yang melihat mata Tasya sudah sangat mengantuk, akhirnya memutuskan untuk menutup laptopnya dan melanjutkan pekerjaannya besok.

Saat Tasya melihat Andika sudah membereskan laptopnya, matanya kembali segar dan rasa ngantuknya langsung menghilang begitu saja. Sedangkan Andika yang melihat Tasya kembali bersemangat hanya menatapnya sembari mengangkat satu alisnya.

"Mas... Ada yang aku ingin bicarakan sebentar dengan kamu, boleh tidak?"

"Jadi ada yang ingin kamu bicarakan ya, makanya kamu terus menunggu ku walaupun sudah sangat mengantuk. Memangnya kamu ingin bicarakan tentang apa?" Tasya hanya tersenyum menunjukkan giginya saja.

"Berhubung sudah larut malam, jadi aku langsung ke intinya saja ya mas" Andika hanya menganggukkan kepalanya sembari mengangkat kedua alisnya.

"Sebenarnya gini mas, dari kemarin aku ingin menyarankan ke kamu untuk kita pindah rumah yang lebih dekat dengan kantor kamu dan restoran tempat aku bekerja mas. Supaya aku tidak perlu pulang larut malam terus dan juga badan ku tidak pegal-pegal, karena terlalu lama di jalan. Bagaimana mas menurut kamu?" Tasya menatap Andika dengan penuh harapan.

"Itupun kalau kamu bersedia untuk pindah saja, tapi kalau kamu tidak mau ya engga masalah mas" tambah Tasya sembari tersenyum, karena melihat Andika hanya diam saja tidak memberi jawab apapun.

"Baiklah, besok kita akan pindah ke apartemen dulu ya sambil nanti kita cari-cari rumah yang bagus di sekitar sana"

"Beneran mas? Berarti kamu setuju untuk pindah kan?" Andika lagi-lagi hanya menjawab dengan anggukan kepalanya.

Awalnya Tasya pikir akan sangat sulit untuk mengajak Andika pindah dari rumah itu, tapi ternyata malah sebaliknya begitu mudah Andika mengiyakan permintaan Tasya. Akhirnya hati Tasya bisa tenang, karena keinginannya sudah tersampaikan pada Andika.

Tasya yang saking senangnya akan pindah besok, sampai-sampai membuatnya kelepasan mengecup pipi Andika dan membuat telinga Andika memerah karena malu mendapatkan kecupan dari sang istri.

"Sudah... Lebih baik sekarang kamu istirahat, karena sudah jam dua pagi. Biar besok kita bisa berangkat lebih pagi sebelum kamu ke restoran"

Tasya menganggukkan kepalanya dan menuruti perkataan Andika dengan langsung merebahkan badannya dan memejamkan matanya, setelah Tasya akhirnya tertidur pulas Andika juga langsung tertidur karena sudah sangat mengantuk dari tadi.

...****************...

Dari pukul setengah tujuh pagi Andika sudah menunggu Tasya yang masih belum keluar juga dari kamar, padahal Andika sudah meminta Salsa untuk mengatakan pada Tasya agar lebih cepat sedikit. Karena takut jalanan akan keburu macet, tapi Tasya masih juga lama.

Akhirnya tepat di jam tujuh Tasya keluar dari kamar dan menuruni anak tangga satu persatu sembari melihat wajah Andika yang sepertinya sudah sangat busa menunggu. Tasya berpikir kalau Andika akan marah padanya, tapi saat Tasya berdiri di depannya Andika malah memberikan senyumnya.

"Sudah siap? Bisa kita berangkat sekarang?"

"Iya bisa kok mas"

"Salsa, apa barang-barang kamu sudah tidak ada yang tertinggal?"

"Tidak ada tuan, semua barang-barang saya sudah ada di dalam koper ini tuan" Salsa menepuk tarikan kopernya.

"Baik kalau begitu kita jalan sekarang Rio" Mario menganggukkan kepalanya sembari bersiap untuk ke belakang Andika, tapi sebelum Mario sampai Tasya sudah lebih dulu berada di belakang Andika dan mendorong kursi rodanya sampai ke mobil.

Saat di perjalanan Tasya terus kepikiran alasan Andika membawa Salsa bersama mereka itu apa? Padahal tadinya Tasya ingin merasakan seperti orang lain yang tinggal hanya berdua dengan suaminya saja, tapi sekarang malah ada Salsa juga.

Setelah sampai di apartemen dan Salsa sudah masuk ke dalam kamarnya, Tasya memutuskan untuk menanyakan pertanyaan yang sedari tadi ada di kepalanya dan terus mengganggu pikirannya.

"Apa ada hal lain lagi yang kamu inginkan Tasya?"

"Tdak ada mas, aku hanya ingin menanyakan sesuatu ke kamu aja"

"Pertanyaan tentang apa?"

"Aku ingin tau alasan kamu membawa Salsa ikut pindah ke sini juga mas"

"Oh tentang hal itu ya... Alasan aku membawanya ke sini untuk menemani kamu di saat aku harus keluar negeri atau luar kota agar aku engga khawatir saat kamu sendiri di rumah, jadi engga apa-apa kan kalau ada Salsa juga?"

"Iya mas, engga apa-apa kok" Tasya tersenyum pada Andika.

Setelah selesai membahas masalah Salsa, Andika meminta Tasya untuk memilihkan baju di dalam kamar mereka yang akan dia gunakan ke kantor. Tasya langsung bergegas mencarinya, karena dia juga harus segera berangkat ke restoran.

Awalnya Tasya ingin pergi naik taxi atau bus, tapi Andika melarang dan mengajaknya untuk berangkat bersama karena jalan tempat kerja mereka berdua searah. Bahkan Andika mengatakan akan mengantar Tasya sampai di depan restoran

Saat sampai di depan restoran Tasya langsung berpamitan dengan Andika dan masuk ke dalam, karena dirinya sudah telat dua menit dan sedangkan Andika langsung melanjutkan perjalanan lagi untuk menuju kantor.

Episodes
1 Pembicaraan Keluarga
2 Keputusan
3 Pilihan
4 Pembicaraan Pernikahan
5 Mempersiapkan pernikahan
6 Keanehan Acara Pernikahan
7 Pulang Ke Rumah Andika
8 Penasaran Dengan Wajah Andika
9 Cara Membuat Andika Pulang
10 Kembali atau Tidak?
11 Hari Yang Dinanti
12 Canggung
13 Perasaan Senang
14 Permintaan Ibu Tiri Tasya
15 Keinginan Tasya
16 Kedatangan Miranti dan Raisa
17 Kelakuan Buruk Raisa
18 Memperkenalkan Andika
19 Waktu Bersama Andika
20 Rahasia Terbongkar
21 Seperti Keluarga
22 Kedatangan Ferdian
23 Untuk Pertama Kalinya
24 Berubah Pikiran
25 Ungkapan Perasaan
26 Saat Berdua
27 Berbelanja Berdua
28 Mendapatkan Izin Andika?
29 Kejutan Untuk Tasya
30 Camping
31 Menghilangkan Rasa Canggung
32 Permintaan Maaf
33 Pembicaraan Tentang Bulan Madu 1
34 Pembicaraan Tentang Bulan Madu 2
35 Pulang Ke Rumah
36 Berpamitan
37 Bulan Madu 1
38 Bulan Madu 2
39 Bulan Madu 3
40 Mengerjai Raisa
41 Alasan Mencintai
42 Rahasia
43 Marahnya Tasya
44 Mencoba Berbaikan
45 Merawat Andika
46 Perhatian Tasya
47 Bertemu Lagi
48 Persiapan
49 Keinginan Andika
50 Pemeriksaan
51 Hasil
52 Murung
53 Orang Baru
54 Datang Menemui
55 Menenangkan Pikiran
56 Ujian Pernikahan
57 Bimbang
58 Awal Pembicaraan
59 Rencana
60 Keputusan Andika
61 Memperbaiki Kesalahan
62 Hasil Pemeriksaan
63 Perhatian Andika
64 Kekesalan Tasya
65 Kejutan Untuk Tasya I
66 Kecemasan Tata
67 Kejutan Untuk Tasya II
68 Kepanikan Andika
69 Kebahagiaan Andika
70 Kepulangan
71 Pemilihan Nama
72 Akhir Dari Segalanya
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Pembicaraan Keluarga
2
Keputusan
3
Pilihan
4
Pembicaraan Pernikahan
5
Mempersiapkan pernikahan
6
Keanehan Acara Pernikahan
7
Pulang Ke Rumah Andika
8
Penasaran Dengan Wajah Andika
9
Cara Membuat Andika Pulang
10
Kembali atau Tidak?
11
Hari Yang Dinanti
12
Canggung
13
Perasaan Senang
14
Permintaan Ibu Tiri Tasya
15
Keinginan Tasya
16
Kedatangan Miranti dan Raisa
17
Kelakuan Buruk Raisa
18
Memperkenalkan Andika
19
Waktu Bersama Andika
20
Rahasia Terbongkar
21
Seperti Keluarga
22
Kedatangan Ferdian
23
Untuk Pertama Kalinya
24
Berubah Pikiran
25
Ungkapan Perasaan
26
Saat Berdua
27
Berbelanja Berdua
28
Mendapatkan Izin Andika?
29
Kejutan Untuk Tasya
30
Camping
31
Menghilangkan Rasa Canggung
32
Permintaan Maaf
33
Pembicaraan Tentang Bulan Madu 1
34
Pembicaraan Tentang Bulan Madu 2
35
Pulang Ke Rumah
36
Berpamitan
37
Bulan Madu 1
38
Bulan Madu 2
39
Bulan Madu 3
40
Mengerjai Raisa
41
Alasan Mencintai
42
Rahasia
43
Marahnya Tasya
44
Mencoba Berbaikan
45
Merawat Andika
46
Perhatian Tasya
47
Bertemu Lagi
48
Persiapan
49
Keinginan Andika
50
Pemeriksaan
51
Hasil
52
Murung
53
Orang Baru
54
Datang Menemui
55
Menenangkan Pikiran
56
Ujian Pernikahan
57
Bimbang
58
Awal Pembicaraan
59
Rencana
60
Keputusan Andika
61
Memperbaiki Kesalahan
62
Hasil Pemeriksaan
63
Perhatian Andika
64
Kekesalan Tasya
65
Kejutan Untuk Tasya I
66
Kecemasan Tata
67
Kejutan Untuk Tasya II
68
Kepanikan Andika
69
Kebahagiaan Andika
70
Kepulangan
71
Pemilihan Nama
72
Akhir Dari Segalanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!