Tasya sudah bangun sejak jam enam pagi tadi dan walaupun semalam dirinya sulit sekali untuk tidur nyenyak karena pertengkarannya dengan Andika, tapi bukan berarti Tasya tidak ingin bertemu dengan suaminya. Bahkan sampai sekarang Tasya masih berharap Andika sudah pulang dan berada di rumah itu, agar dirinya bisa melihat wajah suaminya secara langsung dan jelas.
Saat ini Tasya sudah bersiap untuk berangkat bekerja dan dirinya juga sudah berada di meja makan untuk sarapan, tapi sampai saat ini dirinya masih belum juga melihat Andika berada di sana. Padahal Tasya sudah berada di meja makan dari beberapa menit yang lalu, sayangnya tanda-tanda Andika datang tidak terlihat.
"Salsa, apa kamu tau Andika ada dimana sekarang?" Tasya langsung bertanya pada Salsa, di saat Salsa datang untuk mengantarkan susu ke Tasya.
"Maaf non Tasya, tapi tuan Andika sampai saat ini belum kembali ke rumah ini"
"Sa, ini beneran Andika belum balik juga sampai sekarang? Kamu engga lagi bohong kan?" Salsa langsung mengangguk pelan sebagai jawabannya.
"Tidak nona! Untuk apa saya berbohong, tuan Andika memang sangat jarang kembali ke rumah ini dan bahkan terkadang bisa sampai satu atau dua bulan tuan kembali"
Tasya langsung terdiam setelah mendengar penjelasan Salsa tentang kepulangan Andika ke rumah itu. Dalam hati Tasya saat ini juga terbesit kesedihan dan kekecewaan, karena harapan Tasya untuk bisa melihat wajah Andika benar-benar harus dirinya hilangkan.
Salsa sudah memanggil nama Tasya berkali-kali, tapi saat ini Tasya masih larut dalam pikirannya. Tasya terus berpikir sepertinya mustahil dirinya bisa melihat wajah suaminya itu, karena untuk komunikasi saja mereka hanya lewat ponsel saja.
"Nona Tasya, Non baik-baik saja?" Salsa terpaksa menepuk bahu Tasya dan membuatnya sedikit terlonjak kaget, Salsa lakukan itu hanya untuk menyadarkannya Tasya dari lamunannya.
"Maaf saya tadi melamun, iya saya baik-baik aja kok Sa" Tasya memberikan senyumannya pada Salsa dan dibalas senyuman juga oleh Salsa, karena dirinya bisa tenang Tasya baik-baik saja.
"Kalau begitu saya permisi dulu ya non, nanti kalau non butuh apa-apa panggil saya saja"
Salsa membungkukkan sedikit badannya dan langsung pergi dari tempatnya berdiri tadi, sedangkan Tasya langsung mengambil ponselnya untuk melakukan panggilan video dengan Andika.
Panggilan video pertama Tasya gagal karena Andika tidak mengangkatnya, tapi Tasya akan mencoba sekali lagi dan berharap kali ini Andika tidak menghancurkan harapan Tasya untuk bisa melihatnya.
Untung saja di saat dering panggilannya hampir berakhir, Kevin langsung mengangkat panggilan video dari Tasya dan kemungkinan untuk kali ini harapan Tasya tidak akan sia-sia lagi.
-Pembicaraan Tasya dan Andika melalui panggilan video-
"Ada apa kamu telpon pagi-pagi begini?" Andika menghadapkan kameranya ke langit-langit kamar apartemennya.
"Aku cuma mau tanya, kapan kamu balik ke rumah mas?"
"Mungkin lusa atau beberapa hari kedepan, memangnya kenapa?"
"Lama sekali padahal aku ingin melihat wajah kamu saja, karena dari sebelum kita menikah sampai kita sudah menikah aku belum pernah melihat wajah kamu"
"Kalau begitu tunggulah beberapa hari lagi!!"
"Apa aku tidak bisa melihatnya sekarang saja?"
"Tidak! Aku harus bekerja sekarang, jadi sampai di sini dulu ya pembicaraan kita" Andika langsung mematikan panggilannya secara sepihak.
Awalnya Tasya ingin menelpon Andika lagi untuk memarahinya agar tidak mematikan telponnya seperti itu lagi, tapi sayangnya jam sudah menunjukkan pukul tujuh dan Tasya harus segera berangkat. Karena sekarang jarak rumah dan restoran cukup jauh, jadi mau tidak mau sekarang Tasya harus berangkat lebih awal lagi supaya tidak terlambat.
Tasya langsung meminum susu hangat yang di buatkan Salsa dan mengambil selembar roti untuk dirinya makan di dalam taxi, karena mobil Tasya di tinggal di tempat Rara jadinya hari ini Tasya harus menggunakan taxi dulu.
"Selamat pagi nona Tasya, saya Sebastian yang di minta tuan Andika untuk mengantar dan menjemput anda di restoran"
Tasya yang baru mau menuju ke pintu gerbang langsung di hampiri oleh seseorang yang di pilihkan Andika khusus untuk mengantarnya kemanapun, Sebastian langsung membukakan pintu belakang dan meminta Tasya untuk langsung masuk ke dalam mobil.
Hari ini Tasya benar-benar di buat panik, karena saat ini sudah pukul delapan kurang dan dirinya masih berada di jalan. Tasya terus meminta Sebastian untuk lebih cepat lagi mengendarai mobilnya, tapi Sebastian selalu menolaknya dengan alasan berbahaya.
Menurut Tasya kalau dirinya harus terus bolak-balik antara rumah dan restoran seperti ini akan banyak waktu yang terbuang sia-sia, jadi Tasya berniat untuk membicarakan hal ini dengan Andika nanti.
"Non, kita sudah sampai" Sebastian memarkirkan mobilnya tepat di pintu masuk restoran dan dirinya langsung membukakan pintu mobil lagi untuk Tasya turun.
"Oh Oke, Terima kasih ya Tian" Tasya langsung keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam, karena dirinya hampir telat.
Sampai di dapur restoran Tasya langsung mempersiapkan semuanya sebelum restoran di buka, bahkan Tasya juga sudah mengganti bajunya dan sekarang dirinya tinggal menunggu untuk restoran di buka.
Saat Tasya sedang menunggu jam, Rara datang berbarengan dengan bunyi pesan masuk di ponsel Tasya yang langsung dirinya buka.
-Isi chat Andika dan Tasya-
"Apa kamu sudah sampai resto dengan selamat?"
"Iya, udah"
"Baguslah, bagaimana dengan supir yang aku berikan untuk mu?"
"Lumayan lah"
"Oke kalau begitu selamat bekerja ya"
"Iya" Andika hanya membaca balesan pesan yang dirinya kirim.
Tasya sebenarnya sengaja memberikan balasan singkat seperti itu, karena dirinya masih kesal Andika tidak mau menunjukkan wajahnya dan juga tadi di tambah lagi dengan Andika menutup telpon seperti itu.
Rara yang baru saja ingin bertanya kenapa wajah Tasya terlihat sangat kesal langsung mengurungkan niatnya, karena jam masuk kerja sudah di mulai dan bahkan pesanan juga sudah mulai berdatangan.
"Lu lagi ada masalah ya Sya?" Kia bisa bertanya karena kebetulan mereka saling bersebelahan untuk memasak.
"Nanti deh gue ceritain ya Ra, sekarang kita fokus kerja aja dulu agar pelanggan puas dan bisa kembali lagi ke restoran ini" Tasya terus mengaduk masakan yang sedang di buatnya.
"Oke deh Sya, gue tunggu cerita lu nanti siang ya"
Rara langsung berpindah lagi ke tempat lain untuk menyiapkan hidangan yang akan diantar dan begitu juga dengan Tasya yang kembali fokus pada pekerjaan.
Sampai saat ini Tasya masih di hantui rasa penasarannya dengan wajah suaminya itu, bahkan dirinya sampai berniat untuk meminta alamat kantor Andika ke Mario agar dirinya bisa datang langsung ke kantor suaminya. Karena jujur Tasya belum bisa tenang dan menghentikan rasa penasaran dalam hatinya, bahkan hal itu sampai membuat Tasya kesulit untuk bisa berkonsentrasi bekerja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments